0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
507 tayangan4 halaman

Penyebab dan Dampak Overspeed Mesin

Overspeed adalah kondisi di mana mesin berputar lebih cepat dari desain semula, yang dapat merusak komponen mesin. Hal ini terjadi karena gangguan sistem injeksi bahan bakar yang menyebabkan aliran bahan bakar tidak terkendali, sehingga kecepatan putaran mesin meningkat drastis. Overspeed harus dihindari karena dapat merusak mesin secara cepat hingga ledakan.

Diunggah oleh

fahrul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
507 tayangan4 halaman

Penyebab dan Dampak Overspeed Mesin

Overspeed adalah kondisi di mana mesin berputar lebih cepat dari desain semula, yang dapat merusak komponen mesin. Hal ini terjadi karena gangguan sistem injeksi bahan bakar yang menyebabkan aliran bahan bakar tidak terkendali, sehingga kecepatan putaran mesin meningkat drastis. Overspeed harus dihindari karena dapat merusak mesin secara cepat hingga ledakan.

Diunggah oleh

fahrul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Setiap mesin didesain untuk bekerja dalam range putaran tertentu.

Mesin genset dengan kategori Medium Speed (yang paling banyak kita
jumpai di pasaran untuk keperluan industri), didesain untuk bekerja dengan
putaran 1500-1800 rotasi per menit (RPM).
Namun oleh beberapa sebab, mesin dapat mengalami Overspeed, yaitu
keadaan dimana putaran mesin mengalami peningkatan lebih dari yang
seharusnya. Gejalanya: kita mendengar nada suara mesin (frekuensi
suaranya) terus naik, mengesankan mesin menjadi tak terkendali dan bisa
meledak sewaktu-waktu. Dan memang demikian! Keadaan overspeed ini
sering disebut juga ‘mbandang’ oleh para mekanik di Jawa. Artinya kurang
lebih: mesin menjadi liar dan tak terkendali!
Dalam putaran yang sangat tinggi, jauh melebihi ambang aman desainnya,
komponen-komponen dalam mesin mengalami tekanan luar biasa hingga
rusak (patah atau pecah). Bayangkan komponen tersebut bergerak dalam
kecepatan tinggi, namun tiba-tiba patah atau pecah! Pecahan komponen
itu akan segera terlempar dengan kecepatan tinggi, menghantam
komponen lain dan menghancurkannya.
Kesimpulannya: rusaknya satu komponen segera mengakibatkan efek
berantai yang bisa benar-benar membuat mesin pecah atau meledak!
Gambar di atas menunjukkan kondisi piston dan komponen-komponen lain
dalam mesin genset Caterpilar yang mengalami Overspeed.
Penyebab terjadinya Overspeed paling umum adalah gangguan pada
sistem Injeksi BBM. Akibat gangguan tersebut kurang lebih sama dengan
gangguan pada pedal gas di mobil kita. Bayangkan jika pedal gas yang
sudah terlanjur terinjak dalam, tiba-tiba macet dan tidak bisa kembali lagi
ke posisi awal. Alhasil laju putaran mesin pun akan jadi tak terkendali!
Sistem Injeksi BBM dapat terganggu akibat mekanisme yang aus, tapi lebih
umum terjadi karena BBM yang kotor atau tercampur air. Air dalam BBM
juga berpotensi menimbulkan karat pada plunger dalam Sistem Injeksi.
Karat atau partikel kotoran dalam BBM bisa memacetkan
kinerja plunger sehingga jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke ruang
bakar menjadi tak terkendali dan mesin pun sangat berpotensi
mengalami Overspeed.
Apa yang harus dilakukan jika terjadi overspeed?
Langkah yang HARUS SEGERA dilakukan jika terjadi overspeed adalah
1. Menutup pasokan BBM ke mesin, dengan cara menutup kran valve
bahan bakar.
2. Menutup lubang intake filter udara, sampai mesin ‘kehabisan napas’ dan
mati.
Hal ini bisa dilakukan untuk mesin kapasitas kecil, namun akan sangat sulit
dan berbahaya dilakukan untuk mesin kapasitas besar.
Karena itu, selalu perhatikan kebersihan BBM Anda. Semoga genset Anda
tidak akan pernah mengalami overspeed!

Pengertian over running pada mesin

Over running ini adalah suatu kejadian dimana kecepatan putaran mesin
kalah cepat dari kecepatan putaran power train saat kendaraan melewati
jalanan menurun tajam. Atau dalam bahasa gampangnya adalah yang
seharusnya mesin memutar dan menggerakkan sistem penggerak mobil,
jika terjadi over running prosesnya akan menjadi terbalik yakni penggerak
mobil yang bergerak terlalu cepat sehingga seolah olah melawan dan
malah memutar mesin kendaraan.

Proses terjadinya over running

Dalam keadaan normal sebuah mesin mobil akan terputar yang


selanjutnya akan disalurkan ke kopling menuju ke power train, baru
kemudian tenaga putar ini disalurkan ke batang propeller menuju gardan
dan terakhir ke poros roda. Kemudian saat mobil ini melewati turunan, agar
tidak meluncur bebas maka laju kendaraan akan ditahan oleh sistem
engine brake tentunya dengan penggunaan posisi tuas transmisi yang
sesuai anjuran. Jika tidak sesuai dengan penggunaan tuas transmisi yang
benar maka proses engine brake akan mengalami kegagalan sehingga
mobil akan langsung meluncur kebawah, terlebih lagi jika mobil
mengangkut beban yang berat maka kecepatannya ( meluncur ke bawah )
akan semakin bertambah.
Karena mobil meluncur maka kecepatan putaran roda ini lebih tinggi
dibandingkan rpm mesin, jika salah dalam mengunakan tuas gigi
perseneling untuk mengaktifkan engine brake maka akan terjadi kegagalan
sistem dan membuat putaran roda akan diteruskan ke gardan-propeller-
powertrain-kopling dan ke timing gear mesin mobil. Dan rantai dari timing
gear ini salah satunya juga memutar komponen camshaf mesin yang
nantinya akan membuat putaran chamshaf ini menjadi lebih cepat dari
yang seharusnya, dimana chamshaf ini berperan penting sebagai proses
buka dan tutup klep atau valve, dimana pada bagian valve ini terdapat
sebuah spring atau per yang berfungsi untuk mengembalikan posisi valve.

Proses terjadinya over running

Dalam keadaan normal sebuah mesin mobil akan terputar yang


selanjutnya akan disalurkan ke kopling menuju ke power train, baru
kemudian tenaga putar ini disalurkan ke batang propeller menuju gardan
dan terakhir ke poros roda. Kemudian saat mobil ini melewati turunan, agar
tidak meluncur bebas maka laju kendaraan akan ditahan oleh sistem
engine brake tentunya dengan penggunaan posisi tuas transmisi yang
sesuai anjuran. Jika tidak sesuai dengan penggunaan tuas transmisi yang
benar maka proses engine brake akan mengalami kegagalan sehingga
mobil akan langsung meluncur kebawah, terlebih lagi jika mobil
mengangkut beban yang berat maka kecepatannya ( meluncur ke bawah )
akan semakin bertambah.
Karena mobil meluncur maka kecepatan putaran roda ini lebih tinggi
dibandingkan rpm mesin, jika salah dalam mengunakan tuas gigi
perseneling untuk mengaktifkan engine brake maka akan terjadi kegagalan
sistem dan membuat putaran roda akan diteruskan ke gardan-propeller-
powertrain-kopling dan ke timing gear mesin mobil. Dan rantai dari timing
gear ini salah satunya juga memutar komponen camshaf mesin yang
nantinya akan membuat putaran chamshaf ini menjadi lebih cepat dari
yang seharusnya, dimana chamshaf ini berperan penting sebagai proses
buka dan tutup klep atau valve, dimana pada bagian valve ini terdapat
sebuah spring atau per yang berfungsi untuk mengembalikan posisi valve.

Overspeed adalah suatu kondisi di mana mesin diperbolehkan atau


dipaksa untuk mengubah melampaui batas desain. Konsekuensi dari
menjalankan mesin terlalu cepat beda berdasarkan tipe mesin dan model
dan tergantung pada beberapa faktor, kepala di antara mereka lamanya
overspeed dan dengan kecepatan mencapai. Dengan beberapa mesin
bahkan overspeed sesaat dapat menyebabkan umur mesin sangat
berkurang atau kegagalan bahkan bencana. Kecepatan mesin ini
biasanya diukur dalam revolusi per menit (RPM).

Anda mungkin juga menyukai