0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
169 tayangan35 halaman

Generator AC dan DC: Dasar dan Aplikasi

Generator adalah alat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik melalui induksi elektromagnetik. Terdapat dua jenis generator yaitu generator AC yang menghasilkan arus bolak-balik dan generator DC yang menghasilkan arus searah."

Diunggah oleh

NurulHi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
169 tayangan35 halaman

Generator AC dan DC: Dasar dan Aplikasi

Generator adalah alat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik melalui induksi elektromagnetik. Terdapat dua jenis generator yaitu generator AC yang menghasilkan arus bolak-balik dan generator DC yang menghasilkan arus searah."

Diunggah oleh

NurulHi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MESIN KONVERSI ENERGI

GENERATOR AC DAN DC

Makalah dibuat untuk memenuhi tugas makalah


Mata Kuliah Mesin Konversi Energi

DISUSUN OLEH

NAMA : Nurul Hidayati


(061540411585)

Nyayu Laras Islami


(061540411586)

KELAS : 4 EGB

DOSEN PENGAMPUH : Tahdid, S.T, M.T

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
PROGRAM STUDI D IV TEKNIK ENERGI 2017
KATA PENGANTAR

Dengan segala puji bagi Allah SWT, karena telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Makalah yang berjudul “Generator AC dan
DC”. Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas pembuatan makalah pada Mata Kuliah Teknik
Tenaga Listrik.

Pada makalah ini akan dibahas generator, teori generator, beda generator ac dan dc.

Kami sebagai penulis yang tak pernah lepas dari kesalahan, saran dan kritikan yang
bersifat membangun selalu kami harapkan dari berbagai pihak. Agar penulis dapat lebih baik
lagi dalam penulisan berikutnya.

Semoga makalah ini dapat memberi manfaat dan pengetahuan bagi kita semua, terutama
mengenai pembahasan batubara.

Palembang, Juni 2017

Penulis

Nurul Hidayati
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i


DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii
1 . PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalajh
1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
1.3.2 Tujuan Khusus
II. ISI
2.1 Sejarah Generator
2.2 Bagian Generator
2.3 Jenis Generator
2.4 Generator DC
2.4.1 Jenis Generator DC
[Link]
[Link]
[Link]
2.4.2 Konstruksi Generator DC
2.4.3 Komponen Penyusun Generator DC
2.4.4 Prinsip Kerja Generator DC
[Link] Sistem Saklar
[Link] Sistem Kamutator
[Link] Sistem Dioda
2.4.5 Jangkar Generator DC
2.4.6 Aplikasi Generator DC
2.5 Generator AC
2.5.1 Jenis Generator AC
[Link] Generator 1 Fasa
[Link] Generator 3 Fasa
2.5.2 Konstruksi Generator AC
2.5.3 Komponen Penyusun Generator AC
2.5.4 Prinsip Kerja Generator AC
2.5.5 Rumusan Matematis Generator AC
2.5.6 Aplikasi Generator AC
III. PENUTUP
3.1 Perbedaan Generator AC dan DC
3.2 Keunggulan dan Kelemahan Generator AC dan DC
3.2.1 Generator DC
3.2.2 Generator AC
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dunia kelistrikan kita mengenal suatu alat yang di sebut motor listrik dan generator
listrik. Secara sederhana, generator listrik berfungsi untuk mengubah energi mekanik menjadi
energi listrik sedangkan motor listrik berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik. Kedua fungsi dari masing-masing alat tersebut terdapat hubungan. Sebuah generator
akan bekerja dengan di bantu motor listrik untuk menggerakkan generator tersebut.
Fungsi generator tersebut menjadikan alat ini sangat diperlukan dalam kehidupan
sehari-hari. Generator sendiri ada dua macam yaitu generator arus searah (DC) dan generator
arus bolak-balik (AC). Pembahasan kali ini, kami akan mencoba menjelaskan tentang generator
yaitu generator listrik arus bolak-balik, untuk mendapatkan daya pada generator listrik arus
bolak-balik (AC). Sistem pembangkitan listrik yang sudah umum digunakan adalah mesin
generator tegangan AC, di mana penggerak utamanya bisa berjenis mesin turbin, mesin diesel
atau mesin baling-baling, dalam pengoperasian pembangkit listrik dengan generator, karena
faktor keandalan dan fluktuasi jumlah beban, maka disediakan dua atau lebih generator yang
dioperasikan dengan tugas terus-menerus, cadangan dan bergiliran untuk generator-generator
tersebut.
Generator DC merupakan sebuah perangkat mesin listrik dinamis yang mengubah
energi mekanis menjadi energi listrik. Secara umum generator DC tidak berbeda dengan motor
DC kecuali pada arah aliran daya. Berdasarkan cara memberikan fluks pada kumparan
medannya, generator arus searah DC dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: generator
berpenguatan bebas dan generator berpenguatan sendiri.
Dalam kehidupan kita sehari-hari Generator DC dapat berfungsi sebagai salah satu
pembangkit arus searah di bengkel-bengkel atau pabrik, sebagai pengisi accu pada perusahaan
pengisi accu, sebagai pengisi accu mobil, bahkan dipusat-pusat tenaga listrik berfungsi sebagai
penguat maknit (exiciter) pada generator utama.
Generator DC terdiri dua bagian yaitu stator (mesin DC yang diam) dan bagian rotor
(bagian mesin DC yang berputar). Bagian stator terdiri dari: rangka motor, belitan stator, sikat
arang, bearing dan terminal box. Sedangkan bagian rotor terdiri dari: komutator, belitan rotor,
kipas rotor dan poros rotor.
Mengingat pentingnya penggunaan generator arus searah DC dalam kehidupan sehari
hari maka dalam makalah ini penulis mencoba untuk menggambarkan mengenai dasar-dasar
yang berhubungan mengenai generator DC (arus searah).
Penyediaan generator tunggal untuk pengoperasian terus menerus adalah suatu hal
yang riskan, kecuali bila bergilir dengan sumber PLN atau peralatan UPS, untuk memenuhi
peningkatan beban listrik maka generator-generator tersebut dioperasikan secara paralel antar
generator atau paralel generator dengan sumber pasokan lain yang lebih .

1.2 Rumusan Masalah


1. Tuliskan definisi dari generator AC dan DC!
2. Apa konstruksi generator AC dan DC?
3. Bagaimana prinsip kerja dari generator AC dan DC?
4. Bagaimana pengaplikasian dari generator AC dan DC?

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum

Mahasiswa dapat mengetahui tentang generator terutama generator AC dan DC.

1.3.2 Tujuan Khusus


1. Mengetahui definisi dari generator AC dan DC
2. Mengetahui konstruksi generator AC dan DC
3. Mengetahui prinsip kerja dari generator AC dan DC
4. Mengetahui pengaplikasian dari generator AC dan DC
BAB II
ISI

2.1 Sejarah Generator


Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber
energi mekanik, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Proses ini dikenal
sebagai pembangkit listrik. Walau generator dan motor punya banyak kesamaan,
tapi motor adalah alat yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Generator
mendorong muatan listrik untuk bergerak melalui sebuah sirkuit listrikeksternal, tapi generator
tidak menciptakan listrik yang sudah ada di dalam kabel lilitannya. Hal ini bisa dianalogikan
dengan sebuah pompa air, yang menciptakan aliran air tapi tidak menciptakan air di dalamnya.
Sumber enegi mekanik bisa berupa resiprokat maupun turbin mesin uap, air yang jatuh melalui
sebuah turbin maupun kincir air, mesin pembakaran dalam, turbin angin, engkol tangan, energi
surya ataumatahari, udara yang dimampatkan, atau apa pun sumber energi mekanik yang lain.

Pada 1831-1832 Michael Faraday menemukan bahwa perbedaan potensial dihasilkan


antara ujung-ujung konduktor listrik yang bergerak tegak lurus terhadap medan magnet. Dia
membuat generator elektromagnetik pertama berdasarkan efek ini menggunakan
cakram tembaga yang berputar antara kutub magnet tapal kuda. Proses ini menghasilkan arus
searah yang kecil.

Desain alat yang dijuluki ‘cakram Faraday’ itu tidak efisien dikarenakan oleh aliran
arus listrik yang arahnya berlawanan di bagian cakram yang tidak terkena pengaruh medan
magnet. Arus yang diinduksi langsung di bawah magnet akan mengalir kembali ke bagian
cakram di luar pengaruh medan magnet. Arus balik itu membatasi tenaga yang dialirkan ke
kawat penghantar dan menginduksi panas yang dihasilkan cakram tembaga. Generator
homopolar yang dikembangkan selanjutnya menyelesaikan permasalahan ini dengan
menggunakan sejumlah magnet yang disusun mengelilingi tepi cakram untuk mempertahankan
efek medan magnet yang stabil. Kelemahan yang lain adalah amat kecilnya tegangan listrik
yang dihasilkan alat ini, dikarenakan jalur arus tunggal yang melalui fluks magnetik.

Dinamo

Dinamo adalah generator listrik pertama yang mampu mengantarkan tenaga untuk
industri, dan masih merupakan generator terpenting yang digunakan pada abad ke-21. Dinamo
menggunakan prinsip elektromagnetisme untuk mengubah putaran mekanik menjadi
listrik arus bolak-balik.

Dinamo pertama berdasarkan prinsip Faraday dibuat pada 1832 oleh Hippolyte Pixii,
seorang pembuat peralatan dari Perancis. Alat ini menggunakan magnet permanen yang diputar
oleh sebuah "crank". Magnet yang berputar diletakaan sedemikian rupa sehingga kutub utara
dan selatannya melewati sebongkah besi yang dibungkus dengan kawat. Pixii menemukan
bahwa magnet yang berputar memproduksi sebuah pulsa arus di kawat setiap kali sebuah kutub
melewati kumparan. Lebih jauh lagi, kutub utara dan selatan magnet menginduksi arus di arah
yang berlawanan. Dengan menambah sebuah komutator, Pixii dapat mengubah arus bolak-
balik menjadi arus searah.

Dinamo Gramme

Namun, kedua desain di atas menderita masalah yang sama: mereka menginduksi
"spike" arus diikuti tanpa arus sama sekali. Antonio Pacinotti, seorang ilmuwan Italia,
memperbaikinya dengan mengganti kumparan berputar dengan yang "toroidal", yang dia
ciptakan dengan mebungkus cincin besi. Ini berarti bahwa sebagian dari kumparan terus
melewati magnet, membuat arus menjadi lancar. Zénobe Gramme menciptakan kembali desain
ini beberapa tahun kemudian ketika mendesain pembangkit listrik komersial untuk pertama
kalinya, di Paris pada 1870-an. Desainnya sekarang dikenal dengan nama dinamo Gramme.
Beberapa versi dan peningkatan lain telah dibuat, tetapi konsep dasar dari memutar loop kawat
yang tak pernah habis tetap berada di hati semua dinamo modern.

2.2 Bagian Generator


Bagian-bagian generator adalah sebagai berikut :
1. Rotor, adalah bagian yang berputar yang mempunyai bagian terdiri dari poros, inti,
kumparan, cincin geser, dan sikat-sikat.
2. Stator, adalah bagian yang tak berputar (diam) yang mempunyai bagian terdiri dari
rangka stator yang merupakan salah satu bagian utama dari generator yang terbuat
dari besi tuang dan ini merupakan rumah dari semua bagian-bagian generator,
kutub utama beserta belitannya, kutub-kutub pembantu beserta belitannya,
bantalan-bantalan poros.
Generator merupakan salah satu aspek pendukung dalam sistem tenaga dan
merupakan salah satu aspek penting di dalam pengkonversian energi elektromekanik, yaitu
konversi energi dari bentuk mekanik ke listrik dan dari bentuk listrik ke mekanik. Generator
dapat digolongkan ke dalam sistem pembangkit dimana sistem ini berperan untuk mengubah
bentuk energi mekanik menjadi energi listrik. Suatu mesin listrik (baik generator ataupun
motor) akan berfungsi bila memiliki, yaitu:
a. Kumparan medan, untuk menghasilkan medan magnet.
b. Kumparan jangkar, untuk mengimbaskan ggl pada konduktor- konduktor yang
terletak pada alur -alur jangkar.
c. Celah udara, yang memungkinkan berputarnya jangkar dalam medan magnet.

2.3 Jenis Generator


Generator dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Generator Arus Bolak-Balik (AC)
Generator arus bolak-balik yaitu generator dimana tegangan yang dihasilkan
(tegangan output) berupa tegangan bolak-balik.
2. Generator Arus Searah (DC)
Generator arus searah yaitu generator dimana tegangan yang dihasilkan (tegangan
output) berupa tegangan searah, karena di dalamnya terdapat sistem penyearahan
yang dilakukan bisa berupa oleh komutator atau menggunakan dioda. Prinsip
kerja generator DC sama dengan generator AC. Namun, pada generator DC arah
arus induksinya tidak berubah. Hal ini disebabkan cincin yang digunakan pada
generator DC berupa cincin belah (komutator).

2.4 Generator DC
Generator DC merupakan sebuah perangkat motor listrik/mesin listrik dinamis yang
mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Generator DC menghasilkan arus DC / arus
searah.

2.4.1 Jenis Generator DC


Generator DC dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan dari rangkaian
belitan magnet atau penguat eksitasinya terhadap jangkar (anker), jenis generator DC
yaitu:
[Link] Generator Penguat Pemisah
Pada generator penguat terpisah, belitan eksitasi (penguat eksitasi) tidak
terhubung menjadi satu dengan rotor. Terdapat dua jenis generator penguat
terpisah, yaitu:
a. Penguat elektromagnetik (Gambar.a)
b. Magnet permanent / magnet tetap (Gambar.b)
Energi listrik yang dihasilkan oleh penguat
elektromagnet dapat diatur melalui
pengaturan tegangan eksitasi. Pengaturan dapat
dilakukan secara elektronik atau magnetik. Generator
ini bekerja dengan catu daya DC dari luar yang
dimasukkan melalui belitan F1-F2.
Penguat dengan magnet permanen menghasilkan
tegangan output generator yang konstan dari terminal
rotor A1-A2. Karakteristik tegangan V relatif konstan
dan tegangan akan menurun sedikit ketika arus beban
I dinaikkan mendekati harga nominalnya.

Karakteristik Generator Penguat Terpisah :


 Karakteristik generator penguat terpisah saat
eksitasi penuh (Ie 100%) dan saat eksitasi
setengah penuh (Ie 50%). Ie adalah arus eksitasi,
I adalah arus [Link] output generator
akan sedikit turun jika arus beban semakin besar.
 Kerugian tegangan akibat reaksi jangkar,
perurunan tegangan akibat resistansi jangkar dan
reaksi jangkar, selanjutnya mengakibatkan
turunnya pasokan arus penguat ke medan magnet,
sehingga tegangan induksi menjadi kecil.

[Link] Generator Shunt


Pada generator shunt, penguat eksitasi E1-E2
terhubung paralel dengan rotor (A1-A2). Tegangan
awal generator diperoleh dari magnet sisa yang
terdapat pada medan magnet stator. Rotor berputar
dalam medan magnet yang lemah, dihasilkan tegangan
yang akan memperkuat medan magnet stator, sampai
dicapai tegangan nominalnya. Pengaturan arus eksitasi
yang melewati belitan shunt E1-E2 diatur oleh tahanan geser. Makin besar
arus eksitasi shunt, makin besar medan penguat shunt yang dihasilkan, dan
tegangan terminal meningkat sampai mencapai tegangan nominalnya.
Karakteristik Generator Shunt :
 Tegangan output akan turun lebih banyak
untuk kenaikan arus beban yang sama,
dibandingkan dengan tegangan output pada
generator penguat terpisah.
 Sebagai sumber tegangan, karakteristik dari
generator penguat terpisah dan generator
shunt tentu kurang baik, karena seharusnya
sebuah generator mempunyai tegangan output
yang konstan, namun hal ini dapat diperbaiki
pada generator kompon.

[Link] Generator Kompon


Generator kompon mempunyai dua penguat
eksitasi pada inti kutub utama yang sama. Satu
penguat eksitasi merupakan penguat shunt, dan
lainnya merupakan penguat seri. Pengatur medan
magnet (D1-D2) terletak di depan belitan shunt.
Karakteristik Generator Kompon :
 Tegangan output generator terlihat konstan
dengan pertambahan arus beban, baik pada arus
eksitasi penuh maupun eksitasi 50%.
 Hal ini disebabkan oleh adanya penguatan
lilitan seri, yang cenderung naik tegangannya
jika arus beban bertambah besar. Jadi ini
merupakan kompensasi dari generator shunt,
yang cenderung tegangannya akan turun jika
arus bebannya naik.
2.4.2 Konstruksi Generator DC

Generator DC terdiri dua bagian, yaitu stator, yaitu bagian mesin DC yang diam,
dan bagian rotor, yaitu bagian mesin DC yang berputar. Bagian stator terdiri dari: rangka
motor, belitan stator, sikat arang, bearing dan terminal box. Sedangkan bagian rotor
terdiri dari: komutator, belitan rotor, kipas rotor dan poros rotor.

2.4.3 Komponen Penyusun Generator DC


a. Piringan tutup
Piringan tutup pada ujung-ujung rumah sebagai dudukan bantalan-bantalan sebagai
tempat berputarnya armatur. Bantalan yang terpasang pada plat penutup untuk
menahan beban torsi dari sabuk penggerak. Tutup bagian belakang mempunyai
lubang pelumasan untuk memasukan oli [Link] arang dipasang pada tutup
bagian belakang.
b. Pul kumparan medan / sepetu-sepatu kutub
Pul kumparan medan yang biasa disebut sepatu-sepatu kutup dikonstruksi dari
besituang. Pada bagian dalam dibentuk cekung untuk menyesuaikan bentuk kontur
bulat dari armatur dan mengurangi haambatan magnetik dari jarak udara. Ujung-
ujungnya diperpanjang sebagai dudukan kumparan medan. Kutup-kutup magnet
dipasangkan dengan baut pada rumah generator.
c. Kumparan medan
Kumparan medan digulung dengan kawat yang berukuran kecil; dengan tahananr
elatif besar. Kumparan medan digulung dengan bentuk yang sesuai, diisolasi dan
dibentuk yang sesuai dengan kontur rumah dan digulung pada kutup-kutup magnet.
d. Armatur/Anker
Armatur/Anker dinamo dikonstruksi dari plat-plat yang disusun berlapis-lapis yang
disatukan dalam satu poros dan mempunyai alur-alur sebagai tempat
[Link] dapat digulung langsung pada alur-alur membentuk
gulungan/kumparan armatur/anker.
e. Komutator
Komutator terdiri dari segmen-segmen dari tembaga, dibentuk irisan memanjang
searah dengan poros, masing-masing diisolasi satu dengan yang lainnya dan
dengan poros diisolasi oleh mika atau phenolic [Link] dipres pada poros
anker. Kumparan anker dihubungkan ke komutator untuk membentuk
hubungan/rangkaian kontinyu. Komutator berfungsi untuk menyearahkan arus
induksi bolak-balik dalam kumparan anker menjadi arus searah untuk digunakan
ke beban kelistrikan kendaraan.
f. Rumah sikat dan arang sikat
Sikat arang digunakan untuk menghubungkan hubungan antara armatur/anker
dengan rangkaian [Link] arang dapat bergesek dengan baik dengan komutator
dengan bantuan pegas dan rumah [Link] antara sikat-sikat arang dan
rangkaian luar adalah dengan kabel tembaga fleksibel.
g. Kipas pendingin
Kipas pendingin terletak di bagian depan dan menyatu dengan puli penggerak
mengalirkan udara pendingin ke dalam generator.

2.4.4 Prinsip Kerja Generator DC


Prinsip kerja generator (dinamo) DC sama dengan generator AC. Namun, pada
generator DC arah arus induksinya tidak berubah. Hal ini disebabkan cincin yang
digunakan pada generator DC berupa cincin belah (komutator). Pembangkitan tegangan
induksi oleh sebuah generator diperoleh melalui dua cara:
 Dengan menggunakan cincin-seret, menghasilkan tegangan induksi bolak-balik.
 Dengan menggunakan komutator, menghasilkan tegangan DC.
Proses pembangkitan tegangan tegangan induksi tersebut dapat dilihat pada Gambar
2 dan Gambar 3.

Gambar 2. Pembangkitan Tegangan Induksi.


Jika rotor diputar dalam pengaruh medan magnet, maka akan terjadi
perpotongan medan magnet oleh lilitan kawat pada rotor. Hal ini akan menimbulkan
tegangan induksi. Tegangan induksi terbesar terjadi saat rotor menempati posisi seperti
Gambar 2 (a) dan (c). Pada posisi ini terjadi perpotongan medan magnet secara
maksimum oleh penghantar. Sedangkan posisi jangkar pada Gambar 2.(b), akan
menghasilkan tegangan induksi nol. Hal ini karena tidak adanya perpotongan medan
magnet dengan penghantar pada jangkar atau rotor. Daerah medan ini disebut daerah
netral.
Jika ujung belitan rotor dihubungkan dengan slip-ring berupa dua cincin
(disebut juga dengan cincin seret), seperti ditunjukkan Gambar 3.(1), maka dihasilkan
listrik AC (arus bolak-balik) berbentuk sinusoidal. Bila ujung belitan rotor dihubungkan
dengan komutator satu cincin Gambar 3.(2) dengan dua belahan, maka dihasilkan listrik
DC dengan dua gelombang positip.
 Rotor dari generator DC akan menghasilkan tegangan induksi bolak-balik. Sebuah
komutator berfungsi sebagai penyearah tegangan AC.
 Besarnya tegangan yang dihasilkan oleh sebuah generator DC, sebanding dengan
banyaknya putaran dan besarnya arus eksitasi (arus penguat medan).
Teori yang mendasari terbentuknya GGL induksi pada generator ialah
Percobaan Faraday. Prinsip kerja suatu generator arus searah berdasarkan hukum
Faraday :
dimana : e = – N df/ dt
N : jumlah lilitan
f : fluksi magnet
e : Tegangan imbas, ggl(gaya gerak listrik)
Percobaan Faraday membuktikan bahwa pada sebuah kumparan akan
dibangkitkan GGL Induksi apabila jumlah garis gaya yang diliputi oleh kumparan
berubah-ubah. Ada 3 hal pokok terkait dengan GGL Induksi ini, yaitu :
a) Adanya flux magnet yang dihasilkan oleh kutub-kutub magnet.
b) Adanya kawat penghantar yang merupakan tempat terbentuknya EMF.
c) Adanya perubahan flux magnet yang melewati kawat penghantar listrik.
Pada gambar di
samping , dengan
memutar rotor (
penghantar ) maka pada
penghantar akan timbul
EMF. Kumparan
ABCD terletak dalam
medan magnet
sedemikian rupa
sehingga sisi A-B dan
C-D terletak tegak lurus
pada arah fluks magnet.
Kumparan ABCD diputar dengan kecepatan sudut yang tetap terhadap sumbu putarnya
yang sejajar dengan sisi A-B dan C-D. GGL induksi yang terbentuk pada sisi A-B dan
sisi C-D besarnya sesuai dengan perubahan fluks magnet yang dipotong kumparan
ABCD tiap detik sebesar :

Untuk menentukan arah arus pada setiap saat, berlaku pada kaidah tangan kanan :
 Ibu jari : Gerak perputaran
 Jari telunjuk : Medan magnetik kutub utara dan selatan
 Jari tengah : Besaran galvanis tegangan u dan arus i
Untuk perolehan arus searah dari tegangan bolak balik, meskipun tujuan
utamanya adalah pemabngkitan tegangan searah, tamopak bahwa tegangan kecepatan
yang dibangkitkan pada kumparan jangkar merupakan tegangan bolak-balik. Bentuk
gelombang yng berubah-ubah tersebut karenanya harus disearahkan. Untuk mendapatkan
arus searah dari arus bolak balik dengan menggunakan :
A). Saklar;
B). Komutator;
C). Dioda.
[Link] Sistem Saklar
Saklar berfungsi untuk menghubungsingkatkan ujung-ujung kumparan.
Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut :
Bila kumparan jangkar berputar, maka pada kedua ujung kumparan akan
timbul tegangan yang sinusoida. Bila setengan periode tegangan positif saklar di
huybungkan, maka tegangan menjadi nol. Dan bila sakalar dibuka lagi akan
timbul lagi tegangan. Begitu seterusnya setiap setenganh periode tegangan saklar
dihubungkan, maka akan di hasilkan tegangan searah gelombang penuh.

[Link] Sistem Komutator


Komutator brfungsi sebagai saklar, yaitu untuk menghubung singkatkan
kumparan jangkar. Komutator berupa cincin belah yang dipasang pada ujung
kumparan jangkar. Bila kumparan jangkar berputar, maka cincin belah ikut
berputar. Karena kumparan berada dalam medan magnet, akan timbul tegangna
bolak balik sinusoidal.
Bila kumparan telah berputar setengah putaran, sikat akan menutup
celah cincin sehingga tegangan menjadi nol. Karena cincin berputar terus, maka
celah akan terbuka lagi dan timbul tegangan lagi. Bila perioda tegangan sama
dengan perioda perputaran cincin, tegangan yang timbul adalah tegangan arus
searah gelombang penuh.

[Link] Sistem Dioda


Dioda adalah komponen pasif yang mempunyai sifat-sifat sebagai
berikut: 1). Bila diberi prasikap maju (forward bias) bisa dialiri arus. ; 2). Bila
diberi prasikap balik (reverse bias) dioda tidak akan dialiri arus.
Berdasarkan bentuk gelombang yang dihasilkan, dioda dibagi dalam:
 Half wave rectifier (penyearah setengah gelombang)
 Full wave rectifier (penyearah satu gelombang penuh)

2.4.5 Jangkar Generator DC


Jangkar adalah tempat lilitan pada rotor yang berbentuk silinder beralur. Belitan
tersebut merupakan tempat terbentuknya tegangan induksi. Pada umumnya jangkar
terbuat dari bahan yang kuat mempunyai sifat feromagnetik dengan permiabilitas yang
cukup besar. Permiabilitas yang besar diperlukan agar lilitan jangkar terletak pada derah
yang induksi magnetnya besar, sehingga tegangan induksi yang ditimbulkan juga besar.
Belitan jangkar terdiri dari beberapa kumparan yang dipasang di dalam alur jangkar.
Tiap-tiap kumparan terdiri dari lilitan kawat atau lilitan batang.

Gambar 4. Jangkar Generator DC.


Reaksi Jangkar
Fluks magnet yang ditimbulkan oleh kutub-kutub utama dari sebuah generator
saat tanpa beban disebut Fluks Medan Utama (Gambar 5). Fluks ini memotong lilitan
jangkar sehingga timbul tegangan induksi.
Bila generator dibebani maka pada penghantar jangkar timbul arus jangkar.
Arus jangkar ini menyebabkan timbulnya fluks pada penghantar jangkar tersebut dan
biasa disebut FIuks Medan Jangkar (Gambar 6).

Gambar 6. Medan Jangkar dari Generator DC (a) dan Reaksi Jangkar (b).
Munculnya medan jangkar akan memperlemah medan utama yang terletak
disebelah kiri kutub utara, dan akan memperkuat medan utama yang terletak di sebelah
kanan kutub utara. Pengaruh adanya interaksi antara medan utama dan medan jangkar ini
disebut reaksi jangkar. Reaksi jangkar ini mengakibatkan medan utama tidak tegak lurus
pada garis netral n, tetapi bergeser sebesar sudut α. Dengan kata lain, garis netral akan
bergeser. Pergeseran garis netral akan melemahkan tegangan nominal generator. Untuk
mengembalikan garis netral ke posisi awal, dipasangkan medan magnet bantu (interpole
atau kutub bantu), seperti ditunjukkan pada Gambar 7.(a).
Gambar 7. Generator dengan Kutub Bantu (a) dan Generator Kutub Utama, Kutub Bantu,
Belitan Kompensasi (b).
Lilitan magnet bantu berupa kutub magnet yang ukuran fisiknya lebih kecil dari
kutub utama. Dengan bergesernya garis netral, maka sikat yang diletakkan pada
permukaan komutator dan tepat terletak pada garis netral n juga akan bergeser. Jika sikat
dipertahankan pada posisi semula (garis netral), maka akan timbul percikan bunga api,
dan ini sangat berpotensi menimbulkan kebakaran atau bahaya lainnya. Oleh karena itu,
sikat juga harus digeser sesuai dengan pergeseran garis netral. Bila sikat tidak digeser
maka komutasi akan jelek, sebab sikat terhubung dengan penghantar yang mengandung
tegangan. Reaksi jangkar ini dapat juga diatasi dengan kompensasi yang dipasangkan
pada kaki kutub utama baik pada lilitan kutub utara maupun kutub selatan, seperti
ditunjukkan pada gambar 7 (a) dan (b), generator dengan komutator dan lilitan
kompensasinya. Kini dalam rangkaian generator DC memiliki tiga lilitan magnet, yaitu:
 lilitan magnet utama
 lilitan magnet bantu (interpole)
 lilitan magnet kompensasi

2.4.6 Aplikasi Generator DC


Dinamo sepeda merupakan generator kecil yang dapat menghasilkan arus
listrik yang kecil pula. pada Dinamo sepeda prinsip kerjanya yaitu energi gerak di ubah
menjadi energi listrik .Dinamo sepeda ini hanya menyalakan lampu depan dan belakang.
Terangnnya lampu di tentukan oleh cepatnya roda berputar yang mengakibatkan di namo
juga cepat dan arus listrik juga akan besar pula . Dinamo sepeda intinya adalah sebuah
magnet yang dapat berputar dan sebuah kumparan [Link] roda sepeda di putar dan
pada dinamo akan memutar sehingga roda akan memutar magnet biasanya dinamo dapat
menghasilakan tegangangan 6 sampai 12 Volt. Jadi dengan adanya dinamo pada sepeda
dapat memudahkan kita bila menggunakan sepeda bila malam hari.
Contoh perangkat yang menggunakan sumber tegangan DC:
1. MP3/ MP4 Player
2. Handphone (Telpon seluler)
3. Lampu Senter
4. Lampu Emergency saat padam
5. Kalkulator
6. Remote Control
7. Mainan anak

2.5 Generator AC

Generator arus bolak-balik sering disebut sebagai generator sinkron atau


alternator. Generator arus bolak-balik memberikan hubungan yang sangat penting
dalam proses perubahan energi dari batu bara, minyak, gas, atau uranium ke dalam
bentuk yang bermanfaat untuk digunakan dalam industri atau rumah tangga. Dalam
generator arus bolak-balik bertegangan rendah yang kecil, medan diletakan pada bagian
yang berputar atau rotor dan lilitan jangkar pada bagian yang diam atau stator dari
mesin

2.5.1 Jenis Generator AC


Berdasarkan sistem pembangkitannya generator AC dapat dibagi menjadi dua,
yaitu :
[Link] Generator Arus 1 Fasa
Generator yang dimana dalam sistem melilitnya hanya terdiri dari
satu kumpulan kumparan yang hanya dilukiskan dengan satu garis dan dalam hal
ini tidak diperhatikan banyaknya lilitan. Ujung kumparan atau fasa yang satu
dijelaskan dengan huruf besar X dan ujung yang satu lagi dengan huruf U.
[Link] Generator Arus 3 Fasa
Generator yang dimana dalam sistem melilitnya terdiri dari tiga
kumpulan kumparan yang mana kumparan tersebut masing-masing dinamakan
lilitan fasa. Jadi pada statornya ada lilitan fasa yang ke satu ujungnya diberi tanda
U – X; lilitan fasa yang ke dua ujungnya diberi tanda dengan huruf V – Y dan
akhirnya ujung lilitan fasa yang ke tiga diberi tanda dengan huruf W – Z.

2.5.2 Konstruksi Generator AC

Terdapat dua jenis konstruksi dari generator AC, jenis medan diam
atau medan magnet dibuat diam dan medan magnet berputar.

2.5.3 Komponen Penyusun Generator AC


a. Pulley
Berfungsi untuk tempat V belt penggerak alternator yang memindahkan gerak
putar mesin untuk memutar alternator.
b. Kipas (fan)
Berfungsi untuk mendinginkan komponen altenator yaitu diode maupun
kumparan pada alternator.
c. Rotor
Fungsi rotor untuk menghasilkan medan magnet, kuat medan magnet yang
dihasilkan tergantung besar arus listrik yang mengalir ke rotor coil. Listrik ke
rotor coil disalurkan melalui sikat yang selalu menempel pada slip ring. Terdapat
dua sikat yaitu sikat positip berhubungan dengan terminal F, sikat negatip
berhubungan dengan massa atau terminal E. Semakin tinggi putaran mesin,
putaran rotor altenator semakin tinggi pula, agar listrik yang dihasilkan tetap
stabil maka kuat magnet yang dihasilkan semakin berkurang sebanding dengan
putaran mesin.
d. Rotor alternator
Bila rotor dirangkai seperti gambar diatas, maka arus listrik akan mengalir dari
positip baterai, variable resistor, amper meter, slip ring, rotor coil, slip ring dan
ke negatip baterai. Adanya aliran listrik pada rotor menyebabkan rotor menjadi
magnet, saat tahanan pada variable resistor kecil maka arus yang mengalir sangat
besar, magnet pada rotor sangat kuat, namun bila tahanan variable resistor besar
maka arus yang mengalir ke rotor coil menjadi kecil sehingga kemagnetan juga
menjadi kecil. Pada saat tahanan variable resistor kecil maka voltmeter yang
dipasang pada slip ring menunjukan tegangan yang besar, sebaliknya saat tahanan
variable resistor besar maka tegangan pada slip ring menjadi kecil.
e. Stator
Stator berfungsi sebagai kumparan yang menghasilkan listrik saat terpotong
medan magnet dari [Link] terdiri dari stator core (inti stator) dan stator coil.
Disain stator coil ada 2 macam yaitu model “delta” dan model “Y”. Pada
model “Y”, ketiga ujung kumparan tersebut disambung menjadi satu. Titik
sambungan ini disebut titik “N” (neutral point). Pada model delta ketiga ujung
lilitan dijadikan satu sehingga membentuk segi tiga (delta). Model ini tidak
memiliki terminal neutral (N). Stator coil menghasilkan arus listrik AC tiga
phase. Tiap ujung stator dihubungkan ke diode positip dan diode negatip.
f. Sikat (brush)
Sikat berfungsi untuk mengalir arus listrik dari regulator ke rotor coil. Pada
altenator terdapat dua sikat, yaitu :
 Sikat positip yang berhubungan dengan terminal F alternator
 Sikat negatip berhubungan dengan bodi altenator dan terminal E
\
Pola susunan terminal pada regulator tipe A adalah IG,N,F dan E,L,B, sedangkan
pola susunan terminal pada regulator tipe B adalah B,L,E dan F,N,IG. Meskipun
terminal regulator mempunyai pola tertentu, namun kita sering mengalami
kesulitan dalam menentukan terminal regulator, sehingga kita kesulitan
menentukan apakah regulator tertentu tipa A atau tipe B.
Sistem pengoperasian Unit AVR (Automatic Voltage Regulator) berfungsi untuk
menjaga agar tegangan generator tetap konstan dengan kata lain generator akan
tetap mengeluarkan tegangan yang selalu stabil tidak terpengaruh pada perubahan
beban yang selalu berubah-ubah, dikarenakan beban sangat mempengaruhi
tegangan output generator.
Prinsip kerja dari AVR adalah mengatur arus penguatan (excitacy) pada exciter.
Apabila tegangan output generator di bawah tegangan nominal tegangan
generator, maka AVR

akan memperbesar arus penguatan (excitacy) pada exciter. Dan juga sebaliknya
apabila tegangan output Generator melebihi tegangan nominal generator maka
AVR akan mengurangi arus penguatan (excitacy) pada exciter. Dengan demikian
apabila terjadi perubahan tegangan output Generator akan dapat distabilkan oleh
AVR secara otomatis dikarenakan dilengkapi dengan peralatan seperti alat yang
digunakan untuk pembatasan penguat minimum ataupun maximum yang bekerja
secara otomatis.
Gambar 1. Diagram sistem eksitasi.
AVR dioperasikan dengan mendapat satu daya dari permanen magnet generator
(PMG) sebagai contoh AVR dengan tegangan 110V, 20A, 400Hz. Serta
mendapat sensor dari potencial transformer (PT) dan current transformer (CT).

Gambar 2. Diagram AVR.


g. Sensing circuit
Tegangan tiga phasa generator diberikan pada sensing circuit melewati PT dan
90R terlebih dahulu, dan tegangan tiga phasa keluaran dari 90R diturunkan
kemudian disearahkan dengan rangkaian dioda, dan diratakan oleh rangkaian
kapasitor dan resistor dan tegangan ini dapat diatur dengan VR (Variable
Resistant). Keuntungan dari sensing circuit adalah mempunyai respon yang cepat
terhadap tegangan output generator.
Output tegangan respon berbanding lurus dengan output tegangan Generator
berbanding lurus seperti ditinjukkan pada Gambar 3.
Gambar 3. Grafik hubungan sensing tegangan terhadap output of Generator

h. Comparative amplifier
Rangkaian comparative amplifier digunakan sebagai pembanding antara sensing
circuit dengan set voltage. Besar sensing voltage dengan set voltage tidak
mempunyai nilai yang sama sehingga selisih/rentang besar tegangan tersebut.
Selisih tegangan disebut dengan error voltage. Ini akan dihilangkan dengan cara
memasang VR (variable resistance) pada set voltage dan sensing voltage.
i. Amplifier circuit
Aliran arus dari D11, D12, dan R34 adalah rangkaian penguat utama atau
penguatan tingkat terendah. Keluaran dari comparative amplifier dan keluaran
dari over excitation limiter (OEL) adalah tegangan negative dan dari tegangan
negative kemudian pada masukan OP201. Ketika over excitation limiter (OEL)
atau minimum excitation limiter (MEL) tidak operasi maka keluaran dari
comparative amplifier dikuatkan oleh OP201 dan OP301 masukan dari OP301
dijumlahkan dengan keluaran dari dumping circuit. OP401 adalah Amplifier
untuk balance meter hubungan antara tegangan masuk dan tegangan keluaran dari
OP201 dan OP401 diperlihatkan pada bagan berikut.

Gambar 4. Rangkaian Amplifier


j. Automatic manual change over and mixer circuit
Rangkaian ini disusun secara Auto-manual pemindah hubungan dan sebuah
rangkaian untuk mengontrol tegangan penguatanmedan generator. Auto-manual
change over and mixer circuit pada operasi manual pengaturan tegangan
penguatan medan generator dilakukan oleh 70E, dan pada saat automatic manual
change over and mixer circuit beroperasi manual maka AVR (automatic voltage
Rregulator) belum dapat beroperasi. Dan apabila rangkaian ini pada kondisi auto
maka AVR sudah dapat bekerja untuk mengatur besar arus medan generator.
k. Limited circuit
Limited circuit adalah untuk penentuan pembatasan lebih dan kurang penguatan
(excitation) untuk pengaturan tegangan output pada sistem excitacy, VR125
untuk pembatas lebih dari keluaran terminal C6 dan VR126 untuk pembatas
minimal dari keluaran terminal C6.
l. Phase syncronizing circuit
Unit tyristor digunakan untuk mengontrol tegangan output tyristor dengan
menggunakan sinyal kontrol yang diberikan pada gerbang tyristor dengan cara
mengubah besarnya sudut sinyal pada gerbang tyristor. Rangkaian phase
sinkronisasi berfungsi untuk mengubah sudut gerbang tyristor yang sesuai dengan
tegangan output dari batas sinkronisasi dan juga sinyal kontrol yang diberikan
pada tyristor di bawah ini terdapat gambar sinkronisasi.
m. Thyristor firing circuit
Rangkaian ini sebagai pelengkap tyristor untuk memberikan sinyal kontrol pada
gerbang tyristor.
n. Dumping circuit
Dumping circuit akan memberikan sensor besarnya penguatan tegangan dari AC
exciter dan untuk diberikan ke amplifier circuit dengan dijadikan feed back
masukan terminal OP301.

o. Unit tyristor
Merupakan susunan dari tyristor dan dioda. Dan juga menggunakan fuse (sekring)
yang digunakan sebagai pengaman lebur dan juga dilengkapi dengan indikator
untuk memantau kerja dari tyristor yang dipasang pada bagian depan tyristor
untuk tiap phase diberikan dua fuse yang disusun pararel dan ketika terjadi
kesalahan atau putus salah satunya masih dapat beroperasi.
p. MEL (minimum excitacy limiter)
MEL (minimum eksitasi limiter) yaitu untuk mencegah terjadinya output yang
berlebihan pada generator dan adanya penambahan penguatan (excitacy) untuk
meningkatkan tegangan terminal generator pada level konstan. Rangkaian ini
digunakan untuk mendeteksi operasional dari generator yaitu dengan mendeteksi
keluaran tegangan dan arus pada generator. Rangkaian inijuga digunakan untuk
membandingkan keluaran tegangan generator dengan eksitasi minimum yang
telah diseting. Rangkaian ini akan memberikan batas sinyal pada rangkaian AVR
apabila melebihi eksitasi minimum, kemudian output dari MEL (Minimum
Eksitasi Limiter) dikuatkan oleh amplifier.

Gambar 5. Diagram Minimum Excitasi Limiter.


q. Automatic follower
Prinsip kerja dari alat ini adalah untuk melengkapi penguatan dengan pengaturan
secara manual oleh 70E. Untuk menyesuaikan pengoperasian generator dalam
pembandingan fluktuasi dari tegangan terminal oleh sinyal error. Hal tersebut
digunakan untuk menjaga kesetabilan tegangan pada generator. Pengoperasian ini
digunakan untuk pengaturan manual (70E) untuk ketepatan tingkatan excitacy
yang telah disesuaikan. Kondisi pengoperasian generator dan pembandingan
fluktuasi dari tegangan terminal oleh sinyal tegangan error. Hal tersebut dijadikan
pegangan untuk menjaga kestabilan tegangan pada generator dengan adanya
perubahan beban.
Automatic Follower digunakan untuk mendeteksi keluaran regulator dari sinyal
tegangan error dan pengoperasian otomatis manual adjuster dengan membuat
nilai nol. Rangkaian ini untuk menaikkan sinyal dan menurunkan sinyal yang
dikendalikan oleh 70E. Dengan cara memutar 70E untuk mengendalikan sinyal
pada rangkaian ini.
Gambar 6. Blok Diagram Automatic Follower
2.5.4 Prinsip Kerja Generator AC
Generator AC bekerja berdasarkan atas prinsip dasar induksi
elektromagnetik Faraday. Tegangan bolak-balik akan dibangkitkan oleh
putaran medan magnetik dalam kumparan jangkar yang diam. Dalam hal ini
kumparan medan terletak pada bagian yang sama dengan rotor dari generator.
Nilai dari tegangan yang dibangkitkan bergantung pada :
1. Jumlah dari lilitan dalam kumparan.
2. Kuat medan magnetik, makin kuat medan makin besar tegangan
yang
diinduksikan.
3. Kecepatan putar dari generator itu sendiri.
Prinsip dasar generator arus bolak-balik menggunakan hukum
Faraday yang menyatakan jika sebatang penghantar berada pada medan
magnet yang berubah-ubah, maka pada penghantar tersebut akan terbentuk
gaya gerak listrik. proses terjadinya tenaga mekanik ke tenaga listrik ada
beberapa syarat yaitu:
1. Adanya fluks yang ditimbukan oleh dua buah kutub magnet.
2. Adanya kawat penghantar.
3. Adanya putaran yang menyebabkan penghantar memotong
fluks2 magnet
Prinsip generator ini secara sederhana dapat
dijelaskan bahwa tegangan akan diinduksikan pada konduktor apabila
konduktor tersebut bergerak pada medan magnet sehingga memotong garis-
garis gaya. Hukum tangan kanan berlaku pada generator dimana menyebutkan
bahwa terdapat hubungan antara penghantar bergerak, arah medan magnet,
dan arah resultan dari aliran arus yang terinduksi. Apabila ibu jari
menunjukkan arah gerakan penghantar, telunjuk menunjukkan arah fluks, jari
tengah menunjukkan arah aliran elektron yang terinduksi. Hukum ini juga berlaku
apabila magnet sebagai pengganti penghantar yang digerakkan. Terdapat dua jenis
konstruksi dari generator ac, jenis medan diam atau medan magnet dibuat diam dan
medan magnet berputar.

 Ketika kumparan diputar didalam medan magnet,satu sisi kumparan (biru)


bergerak ketas sedang lainnya(kuning)bergerak kebawah
 Kumparan mengalami perubahan garis gaya magnet yang semakin
sedikit,sehingga pada kedua sisi kumparan mengalir arus listrik mengitari
kumparan mengalir arus listrik mengitari kumparan hingga kumparan sinusoid
 Pada posisi sinusoid kumparan tidak mengalami perubahan garis gaya magnet
sehingga tidak ada listrik yang mengalir pada kumparan
 Pada posisi ini kumparan mendapat garis ± garis magnet maksimum
 Kumparan terus berputar hingga sisi biri bergerak kebawah dan sisi kuning
bergerak keatas
 Kumparan mengalami perubahan garis gaya magnet yang bertambah
banyak,sehingga pada setiap sisi kumparan mengalir arus listrik yang
berlawanan hingga posisi kumparan
sinusoidal. Kumparan terus berputar hingga sisi biru bergerak ketas dan sisi kuning
bergerak kebawah
 Agar menimbulkan medan magnet yang berpotongan dengan konduktor pada
stator rator diberi eksitasi. Karena ada dua kutub yang berbeda,utara dan
selatan,maka tegangan yang dihasilkan pada stator adalah tegangan bolak balik
dengan gelombang sinusoidal
 Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan
listrik untuk akhirnya digunakan masyarakat

2.5.5 Rumusan Matematis Generator AC


Yang akan menjadi kerangka bahasan kali ini adalah pengoperasian
generator sinkron dalam kondisi berbeban, tanpa beban, menentukan reaktansi
dan resistansi dengan melakukan percobaan tanpa beban (beban nol), percobaan
hubung-singkat dan percobaan resistansi jangkar.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa kecepatan rotor dan
frekuensi dari tegangan yang dibangkitkan oleh suatu generator sinkron
berbanding lurus. Gambar 1 akan memperlihatkan prinsip kerja dari sebuah
generator AC dengan dua kutub, dan dimisalkan hanya memiliki satu lilitan
yang terbuat dari dua penghantar secara seri, yaitu penghantar a dan a’.

Gambar 1. Diagram Generator AC Satu Phasa Dua Kutub.


Lilitan seperti disebutkan diatas disebut “Lilitan terpusat”, dalam
generator sebenarnya terdiri dari banyak lilitan dalam masing-masing fasa yang
terdistribusi pada masing-masing alur stator dan disebut “Lilitan terdistribusi”.
Diasumsikan rotor berputar searah jarum jam, maka fluks medan rotor bergerak
sesuai lilitan jangkar. Satu putaran rotor dalam satu detik menghasilkan satu
siklus per detik atau 1 Hertz (Hz).

Bila kecepatannya 60 Revolution per menit (Rpm), frekuensi 1 Hz. Maka


untuk frekuensi f = 60 Hz, rotor harus berputar 3600 Rpm. Untuk kecepatan rotor
n rpm, rotor harus berputar pada kecepatan n/60 revolution per detik (rps). Bila
rotor mempunyai lebih dari 1 pasang kutub, misalnya P kutub maka masing-
masing revolution dari rotor
menginduksikan P/2 siklus tegangan dalam lilitan stator. Frekuensi dari tegangan induksi
sebagai sebuah fungsi dari kecepatan rotor, dan diformulasikan dengan:

Untuk generator sinkron tiga fasa, harus ada tiga belitan yang masing-
masing terpisah sebesar 120 derajat listrik dalam ruang sekitar keliling celah
udara seperti diperlihatkan pada kumparan a – a’, b – b’ dan c – c’ pada gambar
2. Masing-masing lilitan akan menghasilkan gelombang Fluksi sinus satu dengan
lainnya berbeda 120 derajat listrik. Dalam keadaan seimbang besarnya fluksi
sesaat :
ΦA = Φm. Sin ωt
ΦB = Φm. Sin ( ωt – 120° )
ΦC = Φm. Sin ( ωt – 240° )

Gambar 2. Diagram Generator AC Tiga Fasa Dua Kutub


Besarnya fluks resultan adalah jumlah vektor ketiga fluks tersebut adalah:
ΦT = ΦA +ΦB + ΦC, yang merupakan fungsi tempat (Φ) dan waktu (t), maka
besar- besarnya fluks total adalah:
ΦT = Φ[Link] ωt + Φ[Link](ωt – 120°) + Φm. Sin(ωt– 240°). Cos (φ – 240°)
Dengan memakai transformasi trigonometri dari :
Sin α . Cos β = ½.Sin (α + β) + ½ Sin (α + β ),
maka dari persamaan diatas diperoleh :
ΦT = ½.Φm. Sin (ωt +φ )+ ½.Φm. Sin (ωt – φ) + ½.Φm. Sin ( ωt + φ – 240° )+ ½.Φm.
Sin (ωt – φ) +½.Φm. Sin (ωt + φ – 480°)
Dari persamaan diatas, bila diuraikan maka suku kesatu, ketiga, dan kelima
akan silang menghilangkan. Dengan demikian dari persamaan akan didapat
fluksi total sebesar, ΦT = ¾ Φm. Sin ( ωt - Φ ) Weber .
Jadi medan resultan merupakan medan putar dengan modulus 3/2 Φ dengan
sudut putar sebesar ω. Maka besarnya tegangan masing-masing fasa adalah :
E maks = Bm. ℓ. ω r Volt
dimana :
Bm = Kerapatan Fluks maksimum kumparan medan rotor (Tesla)
ℓ = Panjang masing-masing lilitan dalam medan magnetik (Weber)
ω = Kecepatan sudut dari rotor (rad/s)
r = Radius dari jangkar (meter)

2.5.6 Aplikasi Generator AC


Contoh generator AC yang akan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-
hari adalah dinamo sepeda. Bagian utama dinamo sepeda adalah sebuah magnet tetap
dan kumparan yang disisipi besi lunak. Jikamagnet tetap diputar, perputaran tersebut
menimbulkan GGL induksi pada kumparan. Jika sebuah lampu pijar (lampu sepeda)
dipasang pada kabel yang menghubungkan kedua ujung kumparan. lampu tersebutakan
dilalui arus induksi AC. Akibatnya, lampu tersebut menyala. Nyala lampu akan makin
terang jika perputaran magnet tetap makin cepat (laju sepeda makin kencang).Generator
AC (alternator) bervariasi ukurannya sesuai dengan beban yang akan disuplai. Sebagai
contoh,alternator pada PLTA mempunyai ukuran yang sangat besar, membangkitkan
ribuan kilowatt padategangan yang sangat tinggi. Contoh lainnya adalah alternator di
mobil, yang sangat kecil sebagai perbandingannya.
Beratnya hanya beberapa kilogram dan menghasilkan daya sekitar 100 hingga
200watt, biasanya pada tegangan 12 volt.
Generator AC banyak kita jumpai pada pusat-pusat listrik (dengan kapasitas
yang relatif besar).
Misalnya pada PLTA, PLTU, PLTD, PLTN, PLTG, dan lain lain. Disini
umumnya generator ACdisebut dengan alternator atau generator saja. Selain generator
AC dengan kapasitas yang relatif besar tersebut, kita mengenal pula generator dengan
kapasitas yang relatif kecil. Misalnya enerator yang dipakai untuk penerangan darurat,
untuk penerangan daerah-daerah terpencil(yang belum terjangkau PLN), dan sebagainya.
Generator tersebut sering disebut home light ataugenerator set.
BAB III
PENUTUPAN

3.1 Perbedaan Generator Listrik Dc Dan Ac


 Generator DC : generator arus searah
Generator AC : generator arus bolak balik
 Generator DC : menggunakan "Comutator"

Generator AC : menggunakan "Slip ring"

3.2 Keunggulan Dan Kelemahan Generator Ac Dan Dc


3.2.1 Generator DC
Generator DC merupakan sebuah perangkat mesin listrik dinamis yang mengubah
energi mekanis menjadi energi listrik. Generator DC menghasilkan arus DC / arus searah.

Perbedaan generator DC dengan Generator AC yang paling menonjol adalah


generator DC menggunakan komutator sedangkan generator AC menggunakan Slip
Ring.
Kelemahan:
Komutator pada generator DC berguna untuk menjaga arah putar rotor supaya
tetap satu arah putaran. atau menyearahkan arus-tegangan dari AC menjadi DC secara
mekanis pada terminalnya untuk generator DC
Komutator berbentuk seperti silinder yang mempunyai banyak segmen-segmen
disekelilingnya. Setiap segmen dihubungkan oleh kawat atau kabel, karena jumlah
segmen pada komutator jumlahnya sangat banyak maka kawat atau kabel yang
dibutuhkan juga banyak sehingga ini menjadi salah satu kekurangan dari komutator yaitu
konstruksinya rumit.
Karena konstruksinya yang rumit dan membutuhkan kawat atau kabel yang
banyak, generator DC menjadi mahal harganya.
Selain itu, akibat komutator mempunyai segmen-segmen yang banyak dengan
jarak yang relatif dekat, ketika komutator berputar dengan kecepatan yang tingi akan
menghasilkan suara yang bising.
Dan akibat jarak yang dekat antartiap segmen, kapasitas tegangannya juga rendah
(max 5MW) karena dikhawatirkan akan terjadi peloncatan bunga api listrik.
Kelemahan berikutnya pada komutator adalah komutator yang sedang berputar
harus dihubungkan dengan brush (yang terdiri dari material Carbon) guna untuk
menyalurkan arus DC ke rotor generator. Hal ini mengakibatkan maintenance yang
dilakukan harus lebih sering, karena brush akan mengalami "Aus" yang mengakibatkan
adanya serpihan-serpihan karbon pada komutator.
Keunggulan :
Generator DC adalah mempunyai Torsi awal yang besar, sehingga banyak
digunakan sebagai starter motor.

3.2.2 Generator AC
Generator AC merupakan sebuah perangkat mesin listrik dinamis yang mengubah
energi mekanis menjadi energi listrik. Generator AC menghasilkan arus AC (arus bolak
balik).
Pada Generator AC digunakan Slip Ring yang berfungsi sebagai pengganti dari
komutator.
Keunggulan :
Bentuk fisik dari slip ring adalah seperti cincin-cincin yang dihubungkan satu
sama lain. berbeda dari bentuk komutator yang mempunyai banyak segmen. Hal Ini
memberikan banyak keuntungan pada Slip Ring.
Slip Ring tidak membutuhkan terlalu banyak kawat atau kabel yang dihubungkan
kepadanya, sehingga konstruksinya sederhana. hal ini juga mengakibatkan harga dari
Generator AC lebih murah. Selain itu Slip ring juga tidak mempunyai banyak segmen-
segmen yang berjarak , sehingga saat Slip ring berputar dengan kecepatan tinggi tidak
mengakibatkan bising.
Kemungkinan terjadinya peloncatan bunga api jugasemakin sedikit karena , jarak
antar cincin lumayan jauh, hal ini mengakibatkan kapasitas tegangannya menjadi tinggi
(750MW).
Kelemahan :
Namun, generator AC juga mempunyai kekurangan yaitu Torsi Awal yang
dihasilkan lemah.

DAFTAR PUSTAKA

Drs. Daryanto. 1995. Pengetahuan Teknik Listrik . Jakarta: PT Bumi aksara

[Link]

[Link]

[Link]

[Link] listrik [Link] (Diakses 28 September 2014)

[Link] .Generator listrik - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia [Link] (Diakses


28 September 2014)

[Link] (Diakses 28
September 2014)

[Link] .Electro-Zone-Generator [Link] (Diakses 28 September 2014)


[Link] .Generator DC _ Dunia Listrik - Tutorial Teknik Listrik, Artikel dan Software
[Link] (Diakses 28 September 2014)

[Link] Kerja Generator [Link] (Diakses 28 September 2014)


[Link] (Diakses 28
September 2014)

Anda mungkin juga menyukai