PROGRAM KERJA LASKAR MERAH PUTIH
PERIODE 2012 – 2017
I. PENDAHULUAN
A. VISI FORUM BERSAMA LASKAR MERAH PUTIH
Visi Forum Bersama Laskar Merah Putih adalah cita-cita atau impian
(dreaming) bersifat Futuristik yang lahir dari kehendak para Pendiri/Penggagas
/Deklarator Laskar Merah Putih, yaitu :
“Terwujudnya semangat Nasionalisme dan Patriotisme bagi seluruh komponen
anak bangsa dalam bentuk kerelaaan berkorban mengutamakan kepentingan
Bangsa dan Negara di atas segala kepentingan dengan cara melakukan
pendidikan kader bangsa guna mempersiapkan generasi anak bangsa sebagai
cadangan Nasional siap bela Negara, untuk memperjuangkan dan
mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari upaya –
upaya tersistematis dan mewujudkan masyarakat yang madani, mandiri,
terbuka egaliter dan berkesadaran hukum serta terwujudnya Lingkungan Hidup
yang lestari, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta mendepankan
watak dan moral yang beradab, memiliki etos kerja dan semangat kekaryaan
serta disiplin yang tinggi dengan bingkai Bhineka Tunggal Ika sebagai perekat
dari Sabang sampat Merauke, sebagai manusia Indonesia yang siap
secara mental dan spirituil untuk memberikan dharma bhaktinya bagi Bangsa
dan Negara Sebagai alat sosial kontrol dalam pengabdian kepada masyarakat
bangsa dan negara, maka dipandang perlu mendirikan yayasan-yayasan,
Lembaga-Lembaga, Forum-Forum dan Gerakan-Gerakan yang merupakan
keluarga besar Laskar Merah Putih sehingga dapat memudahkan pelaksanaan
kegiatan-kegiatan organisasi secara mandiri dan independen sesuai dengan
bidangnya masing-masing”.
B. MISI FORUM BERSAMALASKAR MERAH PUTIH
Misi adalah “Rencana, Strategi dan Target ataun RENSTRA” yang dibuat untuk
mewujudkan Visi yang telah ditetapkan yaitu :
1. Mengupayakan pengembangan kreativitas dan kualitas Sumber Daya
Manusia dikalangan pemuda dan generasi muda sebagai Anak Bangsa
yang berprilaku luhur dan bangga sebagai manusia Indonesia.
1|Page
2. Mengalang Persatuan dan Kesatuan komponen Anak Bangsa dalam
komitemen kebangsaan sebagai implementasi Warga Negara Indonesia
yang bertanggung jawab terhadap Nasionalisme dan Patrotisme demi
keutuhan NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA yang merupakan
harga mati bagi seluruh keluarga besar Laskar Merah Putih.
3. Berpartisipasi aktif dalam mengkritisi kebijakan publik yang tidak berpihak
kepada rakyat khususnya dalam penguasaan sumber daya alam dalam
rangka mewujudkan kemandirian Koperasi, usaha kecil dan menengah
sebagai sarana kewirausahaan bagi masyarakat terutama dalam sektor
industri kecil, kepariwisataan dan sektor-sektor informal sebagai langkah
aplikatif dan penguatan dasar ekonomi masyarakat yang berkeadilan.
4. Menggali dan mengembangkan usaha – usaha lain yang sesuai dengan
sifat, dasar dan tujuan organisasi.
C. PROGRAM KERJA FORUM BERSAMALASKAR MERAH PUTIH
1. Pernyataan Visi dan Misi tersebut hanya dapat terwujud jika dalam
pelaksanaannya berpedoman pada Road Map berupa “Dokumen
Program Kerja Terukur (DPKT)”, meliputi Rencana Kerja Semester
(RKS) bersifat skala perioritas, Rencana Kerja Tahunan (RKT) bersifat
Lanjutan dan Rencana Kerja Lima tahunan (RKLT) bersifat jangka
panjang.
2. Laporan Hasil Monitoring dan Evaluasi (MONEV) terhadap “Dokumen
Program Kerja Terukur (DPKT)” tersebut di atas disampaikan kepada
Badan Pengurus pada setiap tingkatan hirarki organisasi dan ditembuskan
kepada Dewan Pendiri dengan mekanisme sebagaimana diatur dalam
Peraturan Organisasi.
II. MAKSUD DAN TUJUAN
1. MAKSUD
Program Kerja Forum BersamaLaskar Merah Putih disusun sebagai “Dokumen
Program Kerja Terukur (DPKT)” adalah dimaksudkan untukmenetapkan arah
Laskar Merah Putih yang merupakan Organisasi Sosial Kemasyarakatan yang
ditetapkan “bukan sebagai Alat atau Kendaraan” dan “bukan pula Tujuan”,
melainkan sebagai “sarana” untuk menyalurkan pendapat dan pikiran bagi
seluruh anggota selaku masyarakat,warga negara Republik Indonesia,
2|Page
mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan keikutsertaan
secara aktif seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan masyarakat
Pancasila berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 dalam rangka menjamin
pemantapan persatuan dan kesatuan bangsa, menjamin keberhasilan
pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila, dan sekaligus
menjamin tercapainya tujuan Nasional.
2. TUJUAN
1. Untuk menetapkan “Arah Kebijakan Organisasi” bersifat aplikatif
sebagai kesepakatan bersama seluruh peserta Musyawarah Besar Luar
Biasa (MUBESLUB) untuk menjadi pedoman atau acuan kerja bagi
seluruh Pengurus Markas Besar, Markas Daerah, Markas Cabang,
Markas Anak Cabang dan Markas Ranting di seluruh Indonesia.
2. Untuk memberikan informasi kepada semua jaringan/network baik
Pimpinan Instansi Pemerintah; Swasta maupun Organisasi Non
Pemerintah lainnya mengenai “Rencana Kerja, Target dan
Strategi” Organisasi Forum BersamaLaskar Merah Putih dalam
meningkatkan peran serta di segala bidang Pembangunan Nasional.
III. DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28E ayat (3)
2. Undang-Undang Nomor 8 tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan
(ORMAS).
3. Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 1986 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Undang-Undang Nomor 8 tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan
(ORMAS).
4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 tahun 1986 tentang Ruang Lingkup,
Tata Cara Pemberitahuan kepada Pemerintah serta Papan Nama dan
Lambang ORMAS.
5. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 220/[Link] tanggal 27 November
2007 tentang Tata Cara Pemberitahuan Keberadaan ORMAS/LSM.
6. Akta Pendirian Laskar Merah Putih Nomor 8 tahun 2004 tanggal 30 Agustus
2004 yang dibuat di hadapan Notaris Irma Bonita,SH.
3|Page
7. Surat Keputusan Badan Pengurus Markas Besar LMP No.001/SK/MB/FB/LMP
/IX/08 Tanggal 08 September 2008 Tentang Susunan Pengurus Markas Besar
Forum Bersama Laskar Merah Putih masa bhakti 2008-2013.
8. Surat Keputusan Rapat Pleno Dewan Pendiri Nomor Istimewa Tanggal 27 Juni
2011 tentang Pembekuan Hasil MUBES-I FB-LMP dan Hasil KONGRES-I FB-
LMP.
9. Berita Acara Rapat Pleno Khusus Dewan Pendiri LMP sesuai Akta Notaris
Nomor 12 Tanggal 7 Juli 2011 tentang Penetapan Sdr. H. ADEK ERFIL
MANURUNG,SH selaku Pjs. Ketua Umum Markas Besar FB-LMP.
10. Surat Keputusan Dewan Pendiri LMP Nomor SK-002/DP-FB-LMP/VII/2011
tanggal 9 Juli 2011 tentang penetapan Sdr. H. ADEK ERFIL MANURUNG,SH
selaku Pjs. Ketua Umum Markas Besar FB-LMP.
11. Keputusan Rapat Paripurna FORTANAS-I FB-LMP Tanggal 3 Desember
2011tentang pengukuhan Sdr. H. ADEK ERFIL MANURUNG,SH Pjs. Ketua
Umum FB-LMP menjadi Plt. Ketua Umum FB-LMP.
12. Keputusan Rapat Pleno Khusus Badan Pengurus Markas Besar dan Dewan
Pendiri LMP tanggal 15 Februari 2012.
13. Peraturan Organisasi Nomor. 001/PO/MB/FB-LMP/II/2012 Tanggal 18 Februari
2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Musyawarah Besar Luar Biasa-I FB-LMP.
IV. RUANG LINGKUP
A. BELAJAR DARI PENGALAMAN
1. Sekedar mengingatkan kembali bahwa LASKAR MERAH PUTIH
dilahirkan oleh 10 (Sepuluh) orang penggagas yang berasal dari
beberapan Lembaga Swadaya Masyarakat dengan Koordinator Alm.
EDDY HARTAWAN, sebagai bentuk reaksi protes lepasnya Propinsi
Timor Timur dari pangkuan Ibu Pertiwi Negara Kesatuan Republik
Indonesia pada Agustus 1999. Kemudian Laskar Merah Putih
dideklarasilkan pada tanggal 28 Oktober 2000 bertepatan dengan
peringatan Hari Sumpah Pemuda, yang selanjutnya melakukan aksi-aksi
demonstrasi protes atas lepasnya Propinsi Timor Timur dari NKRI, dengan
semboyan NKRI HARGA MATI !!! Laskar Merah Putih adalah organisasi
berbasis massa, sejak tahun 2000 s/d 2004 tidak memiliki AD/ART dan
Program Kerja, namun sangat dikenal hampir di seluruh Indonesia, karena
perannya dalam aksi protes campur tangan Asing terhadap kedaulatan
4|Page
NKRI. Laskar Merah Putih dikenal karena para pengurusnya adalah
mereka memiliki jiwa nasionalisme dan Patriotisme yang tinggi, serta
memiliki keberanian menyatakan tuntutan terbuka bahwa setelah Timor
Timur lepas dari NKRI, maka tidak akan pernah ada lagi sejengkal Tanah
dalam NKRI yang akan lepas dari pangkuan Ibu Pertiwi Indonesia.
2. Bahwa kemudian pada sekitar bulan Februari tahun 2004 organisasi
Laskar Merah Putih melaksanakan MUKERNAS-I di Hotel Indonesia, dan
sebanyak 126 LSM/NGO yang ikut bergabung, kemudian dikukuhkan
dalam Akta Pendirian Nomor 8 tanggal 30 Agustus 2004.
3. Bahwa selama ± 10 (sepuluh) tahun Laskar Merah Putih (2000 – 2010)
tidak memiliki “Dokumen Program Kerja Terukur (DPKT)”, namun
perannya sangat disegani di tengah-tengah masyarakat, karena dipimpin
oleh seorang Kader Nasionalisme yang memiliki keberanian dan
patriotisme yaitu Alm. Eddy Hartawan Siswono. Hal ini dapat dilihat dari
beberapa aksi yang tercatat dalam media online Nasional dan
Internasional, yaitu :
3.1 Melakukan Long March dari Hotel Indonesia ke Istana Presiden pada
Pawai Hari Sumpah Pemuda Tanggal 28 Oktober 2000 yang diikuti
oleh 6000 orang.
3.2 Pemberian daging qurban secara periodik di lima wilayah DKI
Jakarta dari tahun 2001 s/d 2003 pada hari Raya Idul Adha.
3.3 Mengajukan solusi untuk penanganan musibah banjir kepada
Gubernur DKI Jakarta Bapak Sutiyoso.
3.4 Memberikan bantuan bencana alam kebakaran berupa sembako di
Kel Maphar Kec. Taman Sari, Jakarta Barat.
3.5 Melaksanakan Seminar Media Etelkom Vay, 22 – 23 Februari 1992.
3.6 Menyelenggarakan gerakan pembentukan Presidium Pos Komando
Anti Komunis pada tahun 2000.
3.7 Melakukan gerakan moral untuk menolak hukuman cambuk terhadap
TKI ilegal Indonesia di Malaysia sebagai implementasi langsung
jawab atas harkat dan martabat bangsa sebagai warga Negara
Indonesia dan bentuk perjuangan terhadap penegakkan Hak Asasi
Manusia tanggal 27 Agustus 2002;
5|Page
3.8 Mengadakan seminar dengan thema membangun NKRI tanpa
intervensi dari tekanan asing di Hotel Indonesia pada tanggal 13
Februari 2003.
3.9 Mengadakan Pameran Lukisan Merah Putih dalam warna bangsaku
di Hotel Sahid Jaya pada tanggal 5 – 6 Maret 2003.
3.10 Menerima penghargaan Asean Development Golden Award 2003
pada tanggal 21 Maret 2003.
3.11 Mengadakan Pameran Lukisan Thema Peduli Aceh yang dibuka oleh
Bapak Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu di Hotel Indonesi.
3.12 Pemasangan Bendera Merah Putih di Jembatan Lamnbaru NAD
pada April 2003.
3.13 Mengadakan Pameran Lukisan Thema Peduli Tenaga Kerja
Indonesia yang dibuka oleh Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi RI
pada tanggal 11 Maret 2004.
3.14 Mengadakan Pameran Lukisan Merah Putih dalam warna bangsaku
di Hotel Indonesia pada tanggal 11 April 2004 dengan thema
“SATUKAN INDONESIAKU“.
3.15 GELAR Bendera Merah Putih 1017 Meter di Maliboro Yogyakarta,
pada tanggal 29 Mei 2004.
3.16 Penarikan Bendera Merah Putih sepanjang 5.217 meter (terpanjang
di dunia) dan Obor Terbesar pada tanggal 19 Mei 2004 dalam
rangka memperingati Kebangkitan Nasional dan mendapat
pengharagaan MURI.
3.17 Pembentangan Bendera Merah Putih bertepatan dalam kenduri
Nasional “Tumpeng Merah Putih“, pada tanggal 26 Juli 2004 di
Yogyakarta.
3.18 Penyelenggaran Festival Bajaj Indah, Jakarta 29 Agustus 2004
dibuka oleh Menakertrans RI.
3.19 Pada tanggal 4 Januari 2005 mengirim Anggota Laskar Merah Putih
sebanyak 600 Brigade dalam rangka misi kemanusian di NAD dan
bertugas sampai 5 Agustus 2005.
3.20 Penyegelan Kedutaan Besar Malaysia dengan Bendera Merah Putih
Pada tanggal 9 Maret 2005 sebagai aksi protes atas blok Ambalat.
3.21 Pembentangan Bendera Merah Putih bertepatan dalam HUT
Provinsi Sulawesi Tengah pada tanggal 11 April 2005.
6|Page
3.22 Pembentangan Bendera Merah Putih dalam memperingati
Konferensi Asia Afrika, Bandung April 2005.
3.23 Pembentangan Bendera Merah Putih di Kabupaten Poso dalam
rangka memperingati Hari Kebagkitan Nasional pada tanggal 19 Mei
2005.
3.24 Pembentangan Bendera Merah Putih di Bundaran Hotel Indonesia
pada tanggal 16 Agustus 2005 dalam rangka memperingati HUT RI
KE 60.
3.25 Pada Tanggal 28 Maret 2008 melakukan aksi demonstrasi di Kantor
Departemen Pertahanan Republik Indonesia memprotes keberadaan
organisasi separatis di Indonesia seperti Gerakan Aceh Merdeka
(GAM), Organisasi Republik Maluku Selatan(RMS) dan Organisasi
Papua Merdeka(OPM) yang merongrong kedaulatan Negara.
3.26 Melakukan aksi demonstrasi beberapa kali di Kedutaan Besar
Malaysia protes kasus pencaplokan sebagian wilayah NKRI yaitu
kasus pula Ambalat, Ligitan dan Sipadan sepanjang tahun 2008 s/d
2009.
3.27 Melakukan upaya pembebasan MANOHARA ODELA PINOT dari
cengkraman Kerajaan Malaysia (Raja Klantan) sepanjang tahun
2009 s/d 2010.
3.28 Melakukan aksi demonstrasi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur,
protes kriminalisasi 2(dua) orang janda pahlawan sepanjang tahun
2010, dan berhasil membebaskan 2(dua) orang janda pahlawan
tersebut.
3.29 Menyelenggarakan Pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang
5.217 meter dan DO’A BERSAMA LINTAS AGAMA dengan Thema
“SELAMATKAN NEGARAKU TERCINTA INDONESIA”, pada hari
Sabtu tanggal 30 Januari 2010 bertempat Taman Tugu ProklamasiJl.
Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat.
3.30 Melakukan aksi demonstrasi di Kedutaan Besar Arab Saudi protes
menjatuhan hukum mati terhadap beberapa TKI/TKW di Arab Saudi
sepanjang tahun 2010.
3.31 Berkali-kali melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor KEDUBES
Malaysia, protes atas segala ancaman kedaulatan NKRI.
7|Page
4. Bahwa aksi-aksi nyata Laskar Merah Putih berbasis massa tersebut di atas,
yang membuat organisasi FB-LMP menjadi besar, bahkan [Link] Hartawan
pada Periode 2009 s/d 2010 berhasil membentuk 28 Pengurus Markas Daerah
di 28 Propinsi dan 254 Markas Cabang di 254 kabupaten/Kota seluruh
Indonesia.
5. Organisasi LMP dijalankan dan dibesarkan oleh sebuah Badan Pengurus
Markas Besar, dengan kepemimpinan EDDY HARTAWAN selaku Ketua Umum
dan terakhir berdasarkan Surat Keputusan Badan Pengurus Markas Besar FB-
LMP No.001/SK/MB/FB/LMP/IX/08 Tanggal 08 September 2008 Tentang
Susunan Pengurus Markas Besar Forum Bersama Laskar Merah Putih masa
bhakti 2008-2013.
6. Bahwa Kepengurusan Markas Besar FB-LMP tersebut akan berakhir tahun
2013, namum EDDY HARTAWAN meninggal dunia pada tanggal 3 Oktober
2010, sehingga terjadi kekosongan jabatan Ketua Umum Markas Besar FB-
LMP.
7. Seharusnya menurut ketentuan pasal 19 ayat (4) Anggaran Dasar FB-LMP,
menyebutkan bahwa apabila terjadi lowongan formasi, pengurus dapat
mengajukan calon-calon untuk mengisi lowongan tersebut kepada badan
pengurus, akan tetapi dewan pendiri dapat pula menunjuk orang lain dengan
tidak mengindahkan calon-calon yang telah diusulkan anggota badan pengurus
lainnya. Ternyata pada tanggal 25, 26, 27 Februari 2011 diselenggarakan
Musyawarah Besar (MUBES-I) FB-LMP, yang menghasilkan terpilihnya A.
[Link],SH selaku Ketua Umum, kemudian disusul KONGRES-I FB-
LMP tanggal 09,10,11 Maret 2011 yang menghasilkan terpilihnya [Link]
DJALAL,SH,MH selaku Ketua Umum Markas Besar FB-LMP.
8. Bahwa akibat diselenggarakannya MUBES-I dan Kongres-I FB-LMP tersebut,
adalah terjadinya Konflik Internal kepengurusan Markas Besar, Markas Daerah
dan Markas Cabang di seluruh Indonesia, yang berakibat pada tidak dapat
terdaftarnya FB-LMP. Dan “untuk menyatukan Kepengurusan” Markas Besar
FB-LMP sesuai perintah Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor
220/[Link] Tanggal 27 November 2007 Perihal Tata Cara Pemberitahuan
Keberadaan ORMAS/LSM, maka pada tanggal 27 Juni 2011 Dewan Pendiri
FB-LMP mengeluarkan Surat Keputusan Rapat Pleno Nomor Istimewa
tentang Pembekuan Hasil MUBES-I FB-LMP dan Hasil Kongres-I FB-LMP,
yang dikuatkan dengan Berita Acara Rapat Pleno Khusus Dewan Pendiri FB-
8|Page
LMP tanggal 07 Juli 2011 Sesuai Akta Notaris Nomor 12 tanggal 07 Juli 2011,
kemudian menetapkan [Link] ERFIL MANURUNG,SH (Ketua Harian
Markas Besar FB-LMP) selaku Pjs. Ketua Umum Markas Besar FB-LMP
sesuai Surat Keputusan Dewan Pendiri FB-LMP Nomor SK-002/DP-FB/LMP-
VII/2011.
9. Berdasarkan amanat Rapat Paripurna pada Forum Orientasi dan tatap Muka
Nasional (FORTANAS-I) FB-LMP di Hotel Sriwijaya Jakarta tanggal 3
Desember 2011, maka Sdr. H. ADEK ERFIL MANURUNG,SH dikukuhkan
menjadi Plt. Ketua Umum Markas Besar FB-LMP sampai diselenggarakannya
MUBESLUB-I FB-LMP pada bulan Maret 2012.
10. Bahwa kondisi Kepengurusan Markas Besar LMP saat ini yang terjadi pasca
meninggalnya Ketua Umum Eddy Hartawan adalah lebih disebabkan oleh tidak
adanya “Dokumen Program Kerja Terukur (DPKT)”, selama tahun 2000 –
2010, sehingga setelah Eddy Hartawan meninggal dunia tanggal 03 Oktober
2010, maka organisasi Laskar Merah Putih seperti sebuah “Kapal Motor” yang
kehilangan Nakhoda, sehingga setiap penumpang masing-masing mencari
jalan sendiri-sendiri untuk menuju sebuah dermaga yang tidak jelas.
11. Untuk itu seluruh permasalahan Kepengurusan Organisasi FB-LMP pada
semua tingkatkan diharapkan dapat diselesaikan melalui MUBESLUB-I FB-LMP
ini, dengan melahirkan “Dokumen Program Kerja Terukur (DPKT)” periode
2012 – 2017.
B. EMPAT PILAR SUKSES KONSOLIDASI ORGANISASI
1. Bahwa hampir semua Organisasi Kemasyarakatan atau Lembaga Swadaya
Masyarakat dibentuk atau didirikan dengan 4 (empat) Pilar Sukses Konsolidasi
yaitu :
1.1 Sukses Program Kerja atau Target atau Kelompok Sasaran yaitu sebagai
“Sarana atau wadah” penyaluran seluruh potensi baik berupa
penyampaian aspirasi maupun kreatifitas aksi, untuk suatu “Sasaran atau
target” tertentu, misalnya pemberantasan korupsi, Penegakan HAM,
Gender, Lingkungan Hidup, Perlindungan Konsumen, dll.
Sedangkan organisasi Laskar Merah Putih sejak didirikan tanggal 28
Oktober 2000 sampai saat ini telah memposisikan diri sebagai Organisasi
yang independen dan mandiri, sebagai “Wadah Persaudaraan dan
Benteng Pemersatu Bangsa”, sehingga “Target atau sasaran” LMP
9|Page
adalah “Pembangunan Karakter Bangsa/Nation Character
Building” bagi seluruh komponen anak bangsa, khususnya melalui
pengkaderan Nasionalisme dan patriotism, untuk melahirkan “cadangan
nasional siap bela Negara” yang mengutamakan kepentingan Negara di
atas segala kepentingan melalui strategi “Kemitraan” dengan TNI/POLRI
dan seluruh stakeholder masyarakat.
Indikator keberhasilan yaitu adanya “Dokumen Program Kerja Terukur
(DPKT)” periode 2012 – 2017.
1.2 Sukses Jaringan kemitraan, yaitu penggalangan jaringan untuk kerja
sama antara individu atau antara Instansi, yang didahului oleh aksi-aksi
aktualisasi keberadaan FB-LMP di seluruh Indonesia, untuk membuktikan
bahwa organisasi FB-LMP itu besar dan memiliki jumlah anggota yang
sangat besar di seluruh Indonesia, sehingga mampu menjadi “Agen
Perubahan untuk pembangunan berkelanjutan” melalui kemitraan
dengan Pemerintah, Swasta atau dengan ORMAS/LSM lainnya.
Indikator keberhasilan adalah adanya “Buku Besar Daftar Jaringan”
dalam bentuk “Software”di Markas Besar, Markas Daerah, Markas
cabang, Markas Anak Cabang dan Markas Ranting, serta setiap FB-LMP
melakukan kegiatan pengkaderan atau kegiatan lainnya, dapat dengan
mudah memperoleh dukungan dari seluruh jaringan.
1.3. Sukses Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK), melalui tahapan
pengkaderan pada tiap-tiap tingkatan organisasi mulai dari Markas Besar,
Markas Daerah, Markas Cabang, Markas Anak Cabang dan Markas
Ranting.
Indikator keberhasilan adalah adanya “Buku Besar Daftar Pengurus dan
Anggota” di Markas Besar, Markas Daerah, Markas Cabang, Markas Anak
Cabang dan Markas Ranting.
1.4. Sukses Sarana dan Prasarana Kantor FB-LMP pada tiap-tiap tingkatan
mulai dari Markas Besar, Markas Daerah, Markas Cabang, Markas Anak
Cabang dan Markas Ranting.
Indikator keberhasilan adalah adanya Kantor Sekretariat FB-LMP pada
tiap-tiap tingkatan mulai dari Markas Besar, Markas Daerah, Markas
Cabang, Markas Anak Cabang dan Markas Ranting.
10 | P a g e
2. Bahwa 4 (empat) Pilar penopang Organisasi FB-LMP tersebut di atas wajib
diwujudkan dalam rangka melanjutkan perjuangan [Link] Hartawan.
C. RENCANA KERJA SEMESTER (RKS)
1. Sukses Program Kerja (SemesterI&II)
No. RENCANA KERJA TARGET STRATEGY
1 Penyusunan Company Profile FB- Seluruh Infomasi mengenai Kerja sama dengan pihak
LMP untuk Multy Media System Organisasi FB-LMP dapat Terra Card.
untuk “Terra Card”FB-LMP kerja diakses oleh publik dengan
sama dengan ILMCI Jakarta. mudah.
2 Penyusunan Materi TOT oleh Seluruh Pengurus Markas Dibuat dalam bentuk
Badan Pengurus Markas Besar Besar, Markas Daerah dan Software dan Hardware.
mengenai Tata Kelola Organisasi Markas Cabang mengetahui
kerja sama ILMCI Jakarta. Tata Kelola FB-LMP.
3 Penyusunan “Buku Panduan Adanya pedoman Dibuat dalam bentuk
Organisasi” dan Buku Daftar pengelolaan organisasi. Software dan Hardware.
Anggota.
4 Markas Besar menyelenggarakan“ Adanya Trainner di setiap Pelatihan berkelanjutan dan
Tainning of Trainner (TOT)” bagi Markas Daerah yang dapat dibuatkan buku panduan.
Pengurus Markas Daerah di melakukan TOT kepada
Jakarta mengenai Tata kelola Markas Cabang.
Organisasi melalui kerjasama
Direktorat Kesbangpol
Kemendagri.
2. Sukses Penguatan Jaringan Kemitraan (Semester-I,II)
No. RENCANA KERJA TARGET STRATEGY
1 Penyusunan Buku Daftar Adanya Data Base Dibuat dalam bentuk
Jaringan Markas Besar FB-LMP. Jaringan/Network. Software & Hardware
kemudian data diupdate ke
website. Format dan
designnya dipermudah.
2 Audensi dengan Menteri Dalam Keberadaan LMP dapat Membangun komunikasi
Negeri; KAPOLRI, Panglima TNI, diketahui agar memperoleh melalui Surat dan Tatap
Menteri Hukum dan HAM, serta dukungan pembinaan Umum Muka langsung.
Pimpinan Instansi Pemerintah & pembinaan tehnis.
lainnya.
3 Sosialisasi Program kerja kepada Program kerja FB-LMP Pemberitahuan kepada
semua Pimpinan Instansi dapat diakses dengan mudah. Pimpinan Intansi terkait.
pemerintah,BUMN, Swasta
terkait.
4 Audensi dengan Gubernur, Terbentuknya Jaringan Pemberitahuan kepada
KAPOLDA, PANGDAM di kemitraan dengan Daerah. Pimpinan Intansi terkait.
Propinsi yang telah terbentuk
MADA.
11 | P a g e
3. Sukses Konsolidasi Organisasi(SemesterI&II)
No. RENCANA KERJA TARGET STRATEGY
1 Tuntutan Pengusutan Penyebab kematian Alm. Bedah Buku “Membongkar
Kejanggalan penyebab Eddy Hartawan dapat Misteri kematian [Link]
meninggalnya [Link] diketahui public. Hartawan”.
Hartawan/Ketua Umum Markas
Besar FB-LMP di seluruh
Indonesia.
2 Penyusunan Peraturan Adanya pedoman yang Data dipermudah dan cepat
Organisasi(PO) tentang seragam mengenai diakses serta
penyelenggaraan Musyawarah penyelenggaraan MUSDA tersosialisasikan.
Besar(MUBES), Musyawarah atau MUSDALUB dan
Besar Luar Biasa(MUBESLUB), MUSCAB atau MUSCABLUB.
MUSDA atau MUSDALUB dan
MUSCAB atau MUSCABLUB.
3 Pembentukan Pengurus Markas MADA terbentuk di 33 Pemberian Mandat kepada
Daerah(MADA) di Propinsi oleh Propinsi dan MACAB seseorang yang memiliki
Mabes dan Markas terbentuk di seluruh kompetensi.
Cabang(MACAB) oleh MADA di Kabupaten/Kota.
Kabupaten/Kota yang belum
terbentuk.
4 Revitalisasi Kepengurusan Soliditas Kepengurusan di Permintaan Laporan
Markas Daerah atau Markas seluruh MADA. Semester kepada Pengurus
Cabang yang selama ini kurang MADA di seluruh Indonesia.
aktif atau mati suri.
4. Sukses Sarana dan Prasarana(SemesterI&II)
No. RENCANA KERJA TARGET STRATEGY
1 Penataan Status Penguasaan Adanya Surat Tanda Bukti Mediasi dengan Pemilik asal.
dan Pengelolaan Kantor Hak penguasaan Kantor
Sekretariat Markas Besar FB- Sekretariat Markas Besar FB-
LMP. LMP.
2 Penataan Website LMP berbasis Tersedianya informasi MOU dan KSO dengan Terra
digital IT kerja sama Terra Card mengenai LMP yang mudah Card Jakarta.
Jakarta. diakses publik.
3 Penataan penyeragaman Seluruh Pengurus dan Solidaritas dan dukungan
penggunaan Pakaian dan Atribut anggota MADA & MACAB Markas Besar.
di seluruh Indonesia. memiliki Pakaian & Atribut.
4 Penataan Staf Sekretariat Kantor Tersedianya Ruang Kerja Dukungan Kemitraan.
Markas BesarFB-LMP. seluruh Pengurus Inti.
12 | P a g e
D. RENCANA KERJA TAHUNAN.(RKT)
1. Sukses Program Kerja
No. RENCANA KERJA TARGET STRATEGY
1 Pelaksanaan Forum Orientasi dan Adanya sejumlah kader-kader Pengkaderan berkelanjutan.
Tatap Muka Nasional terbaik MADA menjadi
(FORTANAS) dan Forum Pengurus Markas Besar.
Orientasi dan Tatap Muka
Daerah(FORTADA).
2 Pelaksanaan Rapat Kerja Program Kerja MADA dan Sinergitas antara Program
Nasional(RAKERNAS); Rapat MACAB dapat memperoleh Kerja MABES dengan
Kerja Daerah(RAKERDA) dan dukungan dari Markas Besar. MADA dan MACAB.
Rapat Kerja
Cabang(RAKERCAB).
3 Pemasangan Bendera Merah Tersedianya tiang Bendera Kerja sama dengan
Putih di seluruh wilayah Merah Putih di seluruh wilayah Pemerintah
Perbatasan di seluruh Indonesia. perbatasan. Kabupaten/Kota.
4 Seminar Nasional mengenai Adanya Partisipasi aktif semua Kerja sama dengan Instansi
pengelolaan Sumber Daya Alam anggota LMP terhadap Pemerintah tehnis yang
berbasis kemitaraan Rakyat. pengelolaan SDA. terkait.
2. Sukses Penguatan Jaringan Kemitraan
No. RENCANA KERJA TARGET STRATEGY
1 Pelaksanaan Trainning of Tersedianya cadangan Kerja sama kemitaran
Trainner(TOT) bidang Pertahanan Nasional siap bela Negara berkelanjutan.
dan Bela Negara kerja sama TNI. pada tiap-tiap MADA &
MACAB.
2 Pelaksanaan Trainning of Pemahaman Demokrasi Kerja sama kemitaran
Trainner(TOT) bidang Kesatuan tanpa kekerasan. berkelanjutan.
Bangsa sama dengan POLRI dan
Kementerian Dalam Negeri.
3 Pelaksanaan Trainning of Terwujudnya partisipasi publik Kerja sama kemitaran
Trainner(TOT) bidang ketahanan terhadap masalah berkelanjutan.
Wilayah Perbatasan kerja sama perbatasan.
dengan TNI.
4 Pelaksanaan Trainning of Terbentuknya “Satgas Kerja sama kemitaran
Trainner(TOT) bidang “Tanggap Penanggulangan Bencana” di berkelanjutan.
Darurat Bencana Alam” kerja seluruh MADA & MACAB.
sama dengan BASARNAS dan
KEMENSOS RI.
13 | P a g e
Pelaksanaan
No. RENCANA KERJA TARGET STRATEGY
5 Pelaksanaan Trainning of Trainne Pembangunan Karakter Kerja sama kemitaran
(TOT) bidang Ideologi Negara kerja Bangsa (Nation Charakter berkelanjutan.
sama dengan KESBANGPOL Building) berkelanjutan.
Kemendagri.
6 Pelaksanaan Trainning of Terbentuknya Koperasi Kerja sama kemitaran
Trainner(TOT) bidang Laskar Merah Putih di berkelanjutan.
Perkoperasian dan UKM kerja sama seluruh MADA & MACAB.
dengan Kementerian Koperasi RI.
7 Pelaksanaan Trainning of Trainner Adanya MOU untuk Kerja sama kemitaran
(TOT) bidang Kepemudaan dan pemberdayaan anggota berkelanjutan.
Pemberdayaan Perempuan kerja LMP pada tiap-tiap MADA
sama dengan kementerian Pemuda & MACAB.
dan Olah Raga RI.
3. Sukses Konsolidasi Organisasi
No. RENCANA KERJA TARGET STRATEGY
1 Penyempurnaan Data Base anggota Company Profile dan Data Kerja sama dengan Terra
LMP di seluruh Indonesia dengan Anggota LMP di seluruh Card Jakarta.
system aplikasi digital softwere. tingkatan dapat diakses
dengan mudah.
2 Pelaksanaan Rekruitmen dan Adanya pedoman Sosialisasi.
kaderisasi anggota di seluruh Rekruitmen anggota secara
Indonesia. berkelanjutan.
3 Pelaksanaan Trinning of Berkanjutnya TOT di Kerja sama kemitraan.
Trainner(TOT) mengenai tingkat MADA dan MACAB
Organisasi, keanggotaan dan secara mandiri.
Kaderisasi (OKK) di seluruh
Indonesia.
4. Sukses Sarana dan Prasarana
No. RENCANA KERJA TARGET STRATEGY
1 Mendorong tersedianya Kantor Tiap-Tiap MADA dan MACAB Kerja sama kemitraan.
Sekretariat di seluruh Markas memiliki Kantor Sekretariat
Daerah melalui kerja sama yang layak.
kemitraan.
2 Mendorong penataan Tata Kelola Tiap-Tiap MADA dan MACAB Sosialisasi.
Organisasi pada tingkat Markas memiliki pedoman tata kelola
Daerah di seluruh Indonesia. organisasi secara mandiri.
14 | P a g e
E. RENCANA KERJA LIMA TAHUNAN (RKLT)
1. Sukses Program Kerja Lima Tahunan
No. RENCANA KERJA TARGET STRATEGY
1 Usulan keikutsertaan Anggota Pengurus inti MADA dapat Rekomendasi dari Badan
Pengurus Markas Besar atau mengikuti LEMHANAS. Pengurus Markas Besar.
Markas Daerah untuk mengikuti
LEMHANAS.
2 Mendirikan Tugu Bendera Merah Adanya Ikon Merah Putih Kerja sama kemitraan
Putih di beberapa wilayah sebagai symbol Negara pada dengan Stakeholder
Perbatasan dan pulau-pulau titik wilayah perbatasan terkait.
perbatasan. tertentu.
3 Safari Perdamaian di beberapa Aktualisasi LMP di Daerah. Kerja sama kemitraan.
Propinsi tertentu.
4 Pemberdayaan Ekonomi anggota Adanya Koperasi Laskar Kerja sama kemitraan
LMP di seluruh Indonesia Merah Putih(KLMP) di setiap dengan Kementerian
melalui Koperasi & UKM. MADA & MACAB. Koperasi & UKM.
2. Sukses Penguatan Jaringan Kemitraan
No. RENCANA KERJA TARGET STRATEGY
1 Pendidikan Kader Bangsa Sekurang-kurangnya semua Kerja Sama kemitraan.
bersertifikat kerja sama dengan Pengurus MADA memiliki
Direktorat Kesbangpol Sertifikat Kader Bangsa siap
Kemendagri. Bela Negara.
2 Penandatanganan MoU kerja Adanya MoU antara Markas Kerja Sama kemitraan.
sama dengan beberapa Instansi Besar dan Markas Daerah
sebagai realisasi dari kerja sama dengan beberapa Pimpinan
tahunan. Instansi terkait.
3. Sukses Konsolidasi Organisasi
No. RENCANA KERJA TARGET STRATEGY
1 Pemantapan Organisasi, Adanya Data Base LMP yang Kerja Sama kemitraan.
Keanggotaan dan Kaderisasi dapat diakses oleh publik.
berkelanjutan.
2 Pelaksanaan Rekruitmen dan Jumlah anggota yang terdata. Kerja Sama kemitraan.
kaderisasi anggota di seluruh
Indonesia(Lanjutan)
15 | P a g e
4. Sukses Sarana dan Prasarana
No. RENCANA KERJA TARGET STRATEGY
1 Mendorong tersedianya Kantor Seluruh MADA dan MACAB Kerja Sama kemitraan.
Sekretariat di seluruh Markas memiliki Kantor Sekretariat
Daerah melalui kerja sama yang layak.
kemitraan (Lanjutan).
2 Mendorong penataan Tata Kelola Seluruh perangkat Organisasi Kerja Sama kemitraan.
Organisasi pada tingkat Markas siap dan mudah diakses oleh
Daerah di seluruh public.
Indonesia(Lanjutan).
V. PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Program Kerja sebagaimana diuraikan di atas dibuat secara sederhana,
realistis, dan aplikatif, serta bersifat fleksibel, sehingga mudah
dilaksanakan dan disesuikan dengan kemampuan, berdasarkan sistuasi
dan kondisi.
2. Sebaik apapun Program Kerja sebuah organisasi, yang paling penting
adalah Komitemen dari semua anggota Pengurus untuk membesarkan
organisasi. Jangan pernah bertanya apa yang organisasi berikan
kepadamu, tapi tanyakan apa yang akan diberikan kepada organisasi,
karena sebuah organisasi ibarat sebuah “Pohon” yang harus terus
tumbuh dan berkembang, yang perlu ditopang oleh 4 (empat) pilar, yaitu :
“Sasaran” sebagai “akar”, “Jaringan” sebagai “Air”, Komitmen Pengurus
dan Anggota sebagai “Batang dan Dahan/Ranting” serta Sarana dan
Prasarana sebagai “aneka warna daun” yang jumlahnya banyak. Semua
penting, tapi jaringan lebih penting, karena jika jaringan tidak ada, maka
organisasi itu akan mati suri.
VI. SARAN
Bahwa oleh karena Program Kerja ini disahkan dalam Musyawarah Besar Luar
BiasaLMP, maka wajib dilaksanakan oleh Badan Pengurus Markas Besar LMP, serta
dapat pula diadopsi oleh Pengurus Markas Daerah atau Markas Cabang sesuai
dengan kemampuan dan Kondisi daerah masing-masing.
16 | P a g e
Ditetapkan di Bekasi, Jawa Barat pada tanggal 02 April 2012 oleh Pimpinan Sidang
Paripurna Musyawarah Besar Luar Biasa Laskar Merah Putih berdasarkan hasil
sidang Pleno Komisi B yang disetujui secara aklamasi
DISAHKAN OLEH :
PIMPINAN SIDANG PARIPURNA-III,
Ketua/Merangkap Anggota : DR. ARIEF SUGIARTO,SH,MH
Sekretaris/Merangkap Anggota : JOHAN NASRI,SE
Anggota : (1) EDDY.H. ISMAIL.R
(2) [Link],SH,MH,[Link]
(3) AGUSTIAWAN WIDJAYA,SH
DITETAPKAN OLEH BADAN PENGURUS
MARKAS BESAR LASKAR MERAH PUTIH,
KETUA UMUM, SEKRETARIS JENDERAL,
(H. ADEK ERFIL MANURUNG,SH) (IR. EKO SUTIKNO)
17 | P a g e