0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
152 tayangan17 halaman

Pengembangan Media Pembelajaran Matematika

Proposal penelitian ini membahas pengembangan media pembelajaran berbasis miniatur rumah untuk mata pelajaran matematika SD kelas VI tentang materi bangun datar. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi belajar siswa. Media miniatur rumah diharapkan dapat membantu guru menyampaikan materi secara konkret dan menarik minat siswa.

Diunggah oleh

Mustika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
152 tayangan17 halaman

Pengembangan Media Pembelajaran Matematika

Proposal penelitian ini membahas pengembangan media pembelajaran berbasis miniatur rumah untuk mata pelajaran matematika SD kelas VI tentang materi bangun datar. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi belajar siswa. Media miniatur rumah diharapkan dapat membantu guru menyampaikan materi secara konkret dan menarik minat siswa.

Diunggah oleh

Mustika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL PENELITIAN PENGEMBANGAN

Pengembangan Media Pembelajaran Bangun Datar Berbasis Miniatur


Rumah pada Mata Pelajaran Matematika SD

Disusun oleh:
Mustika Sari
170611100130 (4-D)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Pendidikan adalah proses menumbuh kembangkan seluruh
kemampuan/keterampilan dan perilaku manusia melalui proses belajar
mengajar. Proses belajar mengajar ini tentulah terdapat serangkaian
pengetahuan yang diberikan kepada siswa. Serangkaian pengetahuan itu
disebut juga ilmu. Matematika ini adalah salah satu disiplin ilmu yang wajib
digunakan untuk menentukan keberhasialan siswa dalam menempuh ujian.
Fadjar Shadiq (2014: 5), dahulu banyak orang mengatakan matematika
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bilangan dan bangun
datar, hal ini menjadi jawaban orang karena dipengaruhi oleh pengalaman
mereka ketika mempelajari matematika atau berhitung di sekolah. Namun
saat ini, pembelajaran matematika bertujuan untuk mengembangkan potensi
diri siswa melalui pemberian pengalaman dengan membiasakan anak
berpikir menalar berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya
dalam proses belajar mengajar khususnya mata pelajaran matematika, guru
harus menggunakan media yang tepat sesuai kebutuhan dan tahap
perkembangan anak sehingga materi yang diajarkan dapat konkret dan
menjadi pembelajaran yang bermakna bagi anak. Oleh karena itu
dibutuhkan media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan salah satu
alat sebagai perantara agar pesan yang disampaikan dalam pembelajaran
dapat tersampaikan, sehingga proses belajar mengajar efektif. Penggunaan
media untuk anak sekolah dasar merupakan hal yang penting, mengingat
anak usia sekolah dasar termasuk dalam tahapan operasional konkret. Pada
tahap operasional konkret, anak baru mampu berfikir sistematis mengenai
benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang konkret. sehingga siswa
memerlukan suatu media untuk untuk memecahkan masalah yang abstrak.
Berdasarkan observasi pada anak-anak kelas VI SD di daerah Socah
khususnya anak-anak SDN Buluh 1. kegiatan pembelajaran Matematika
tentang “bangun datar” dilakukan dengan ceramah tanpa didukung media,
karena media pembelajaran yang digunakan sangat terbatas dan kurang
bervariasi. Selain itu belum terdapat pengembangan media pembelajaran
untuk pembelajaran bangun datar. Sehingga menyebabkan siswa kurang
memiliki perhatian dalam mengikuti proses pembelajaran Matematika
menyebabkan prestasi belajar siswa rendah. Sehingga diperlukan adanya
media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan siswa. Oleh karena
itu peneliti ingin mengembangkan media pembelajaran bangun datar bebasis
miniatur rumah yang
disebut Bongkar Pasang Miniatur Rumah. Dengan adanya media
pembelajaran miniatur rumah ini diharapkan dapat membantu guru dalam
mempermudah pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dikelas. Selain itu
media ini juga digunakan untuk merangsang minat belajar siswa untuk mata
pelajaran matematika. Karena biasanya mata pelajaran matematika
merupakan mata pelajaran yang sukar untuk dimengerti oleh siswa sehingga
siswa kurang tertarik dengan mata pelajaran ini.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana pengembangan media pembelajaran bangun datar berbasis
miniatur rumah pada mata pelajaran matematika SD?
2. Bagaimana kualitas produk media pembelajaran bangun datar berbasis
miniatur rumah pada mata pelajaran matematika SD?
3. Bagaimana keefektifan produk mediapembelajaran bangun datar
berbasis miniatur rumah pada mata pelajaran matematika SD, materi
luas bangun datar?
4. Bagaimana peningkatan prestasi pada mata pelajaran matematika SD
dengan menggunakan media pembelajaran bangun datar berbasis
miniatur rumah?
C. TUJUAN PENELITIAN PENGEMBANGAN
1. Mengetahui pengembangan media pembelajaran bangun datar berbasis
miniatur rumah untuk matematika SD.
2. Mengetahui kualitas media miniatur rumah.
3. Mengetahui efektifitas media tersebut jika diterapkan dalam
pembelajaran di kelas VI SDN Buluh 1.
4. Mengetahui peningkatan prestasi setelah menggunakan media miniatur
rumah.

D. SPESIFIKASI PRODUK YANG DIKEMBANGKAN


1. Jenis media yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah miniatur
rumah 3 dimensi yang dibuat dalam ukuran berskala 1: 10
2. Media ini dikhususkan penggunaannya kelas VI SD, lebih
menspesifikasikan pada materi bangun datar.
3. Media ini dibuat terdiri dari bangunan rumah dan isi rumah.
4. Penggunaan media ini lebih mengaktifkan siswa
5. Media Miniatur Rumah ini dilengkapi dengan buku petunjuk
penggunaan media dan buku cara menyusun media.

E. PENTINGNYA PENELITIAN PENGEMBANGAN


Penelitian pengembangan media pembelajaran bangun datar
berbasis miniatur rumah sangat penting karena diharapkan mampu
memberikan manfaat bagi berbagai pihak sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
Memberikan informasi mengenai pengembangan sebuah media
pembelajaran bangun datar berbasis miniatur rumah untuk mata
pelajaran matematika pada kelas VI guna meningkatkan kualitas
pembelajaran. Serta menghasilkan produk sebagai alternatif
pembelajaran matematika pada tingkat sekolah dasar.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Siswa
1) Memberikan paradigma baru bahwa pembelajaran matematika di
sekolah dasar bukan hanya sekedara menghafal.
2) Memberikan suasana belajar yang mandiri, aktif,
menyenangkan, dan variatif.
b. Bagi Guru
1) Memberikan informasi terkait dengan media pembelajaran baru
yang berpotensi untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa.
2) Menambah referensi pilihan media pembelajaran baru yang
inovatif.
3) Guru tidak hanya bergantung dengan kegiatan pembelajaran
yang menggunakan metode ceramah saja
c. Bagi Sekolah
Memberikan masukan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan
dengan menyediakan bahan ajar yang melatihkan kemampuan
berpikir siswa.

F. ASUMSI KETERBATASAN PENELITIAN


Asumsi merupakan pernyataan tentang kondisi di luar persoalan
yang dianggap tetap, namun diterima sebagai sesuatu yang benar tanpa
harus dibuktikan secara empirik terlebih dahulu. Beberapa asumsi yang
digunakan dalam penelitian ini:
1. Pemahaman siswa terhadap mata pelajaran siswa masih kurang.
2. Penggunaan media pembelajaran masih kurang.
3. Ahli materi, media, dan praktisi adalah orang yang berkompeten
dibidangnya.
4. Instrumen valid sehingga dapat mengukur data secara tepat dan benar.

G. DEFINISI OPERASIONAL
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar
mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang
pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar
sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas
dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan
metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.
Matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi
dengan menggunakan bilangan dan simbol-simbol serta ketajaman
penalaran yang dapat membantu memperjelas dan menyelesaikan
permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan media pembelajaran
miniatur rumah ini merupakan media yang digunakan dalam proses
pembelajaran matematika kelas VI pada materi bangun datar. Media ini
dapat digunakan untuk merangsang minat siswa dalam terlibat langsung
dengan apa yang sedang dipelajarinya. Media ini juga dapat membantu guru
dalam mempermudah penyampaian materi.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. KAJIAN TEORI
a. Pengembangan Media Pembelajaran
Punaji Setyosari (2015: 277), pengembangan pendidikan adalah
suatu proses dimana untuk mengembangkan dan menvalidasi produk
pendidikan. Pengembangan adalah usaha sadar untuk mengembangkan
produk pendidikan seperti perangkat pembelajaran, metode
pembelajaran atau media pembelajaran. Cecep Kustandi dan Bambang
Sutjipto (2011: 9), media pembelajaran adalah alat yang dapat
membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas
pesan yang disampaikan, sehingga akan tercapai tujuan pembelajaran
dengan efektif dan efisien. Pada hakikatnya bukan media pembelajaran
itu sendiri yang menentukan hasil belajar. Ternyata keberhasilan
menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran untuk
meningkatkan hasil belajar tergantung pada (1) isi pesan, (2) cara
menjelaskan pesan, dan (3) karakteristik penerima pesan. Dengan
demikian dalam memilih dan menggunakan media, perlu diperhatikan
ketiga faktor tersebut. Apabila ketiga faktor tersebut mampu
disampaikan dalam media pembelajaran tentunya akan memberikan
hasil yang maksimal. Dalam memilih media pembelajaran, perlu
disesuaikan dengan kebutuhan, situasi dan kondisi masing-masing.
Dengan perkataan lain, media yang terbaik adalah media yang ada.
Terserah kepada guru bagaimana ia dapat mengembangkannya secara
tepat dilihat dari isi, penjelasan pesan dan karakteristik siswa untuk
menentukan media pembelajaran tersebut.
b. Pembelajaran Matematika
Sudarwanto dan Ibnu Hadi (2014: 33), pembelajaran matematika
adalah cara berpikir dan bernalar yang digunakan untuk memecahkan
berbagai jenis persoalan dalam keseharian, sains, pemerintah, dan
industri. Salah satu tugas matematika adalah berusaha memecahkan
masalah pada kehidupan nyata (Judith A dan Gary Robert Muschla,
2009: 3-9). Salah satu materi dalam pembelajaran matematika adalah
bangun datar. Ika Wulandari (2013: 1), bangun datar adalah bangun
yang seluruh bangunnya terletak pada satu bidang. Bangun datar ini
adalah bangun dua dimensi yang hanya memiliki panjang dan lebar dan
dibatasi oleh garis lurus atau lengkung. Menurut Fajar Wahyudi (2014:
132-142), menyebutkan macam-macam bangun datar yaitu segitiga,
segiempat (persegi, persegi panjang, jajargenjang, belah ketupat,
layang-layang, trapesium), dan lingkaran.
c. Pembelajaran Bangun Datar Berbasis Miniatur Rumah
Media pembelajaran bangun datar berbasis miniatur rumah ini
adalah alat atau benda yang berupa tiruan sebuah rumah beserta isinya
dan digunakan dalam pembelajaran bangun 2 dimensi yang hanya
memiliki sebuah bangun datar dan dibatasi garis lurus serta lengkung,
dalam hal ini yang dimaksudkan adalah materi luas bangun datar. Media
miniatur rumah ini bisa disebut juga dengan Bopas Minirum, karena
salah satu keunggulannya yaitu media yang bisa bongkar pasang dalam
penggunaanya. Bopas Minirum adalah Bongkar pasang miniatur rumah.
Masa usia Sekolah Dasar dibagi menjadi dua fase yaitu kelas rendah dan
kelas tinggi. masa kelas tinggi di Sekolah Dasar pada kelas 4-6. Pada
siswa kelas tinggi memiliki sifat keinginan belajar tinggi, dan realistis,
tertuju pada kegiatan praktis sehari-hari, rasa ingin tahu yang tinggi
sehingga perlu diberikan pengalaman secara langsung untuk belajar.

B. HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN


Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Research
and Development, dengan mengikuti langkah-langkah metode Research and
Development dalam buku Sugiyono meliputi potensi dan masalah,
pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba
produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk dan produk masal.
Setelah melalui langkah-langkah tersebut maka dihasilkan produk media
pembelajaran miniatur rumah. Media pembelajaran ini berisi materi
matematika kelas VI semester 1 yaitu “Luas Bangun Datar”. Dalam media
miniatur rumah terbagi atas 4 ruang, yaitu: ruang tamu, kamar utama, ruang
kamar dan dapur.
Gambar 1. Bongkar pasang Miniatur rumah

Gambar 2. Ruang tamu


Gambar 3. Ruang kamar utama

Gambar 4. Ruang dapur

Berdasarkan penilaian dari ahli materi yaitu dosen ahli materi


secara keseluruhan mendapat perolehan skor sebanyak 143 karena nilai ahli
materi berada pada rentang 121,5 – 148,4 yaitu berkriteria baik. Sedangkan
penilaian dari ahli media yaitu dosen ahli media secara keseluruhan
mendapat perolehan skor sebanyak 67 karena nilai ahli media berada pada
rentang 57,38-70,12 yaitu berkriteria baik. Berdasarkan pengisian angket
siswa pada uji coba terbatas oleh 5 siswa mendapat skor keseluruhan yaitu
225 dengan rata-rata 45, karena nilai ahli media berada pada rentang >
41,25 yaitu berkriteria sangat baik. Sedangkan untuk skor total pengisian
angket siswa pada uji coba lapangan oleh 19 siswa mendapat skor
keseluruhan yaitu 830 dengan ratarata 43,68, karena nilai ahli media berada
pada rentang > 41,25 yaitu berkriteria sangat baik.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas VI, guru
mengungkapkan bahwa media miniatur rumah yang telah dikembangkan
membantu belajar siswa, meningkatkan motivasi dan rasa ingin tahu,
memberikan kesempatan belajar mandiri kepada siswa, mudah digunakan
oleh siswa dan memberi dampak yang positif terhadap siswa karena dapat
meningkatkan prestasi belajar siswa. Sehingga media miniatur rumah baik
digunakan dalam pembelajaran.
penggunaan media miniatur rumah dalam pembelajaran
matematika ini terbukti efektif. Keefektifan media berdasarkan hasil uji t, t
hitung (6,905) lebih besar dati t tabel (2,305), menunjukkan bahwa terdapat
perbedaan antara kelas kontrol dan kelas ekperimen. Maka dapat dikatakan
media pembelajaran miniatur rumah efektif digunakan dalam pembelajaran
Matematika kelas VI materi luas bangun datar karena dapat meningkatkan
prestasi belajar siswa.

BAB III
METODE PENELITIAN

A. MODEL PENELITIAN PENGEMBANGAN


Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian Research And
Development (R&D). Sugiyono, (2015: 407) mengemukakan bahwa
research and development adalah metode penelitian yang digunakan untuk
menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut.
Penelitian pengembangan (R & D) dalam pendidikan adalah proses yang
digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan.
Langkah-langkah dari proses ini biasanya disebut sebagai siklus R & D,
yang terdiri dari mempelajari temuan penelitian yang berkaitan dengan
produk yang akan dikembangkan, mengembangkan produk berdasarkan
temuan ini, bidang pengujian dalam pengaturan di mana ia akan digunakan
akhirnya , dan merevisinya untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan
dalam tahap mengajukan pengujian. Dalam program yang lebih ketat dari R
& D, siklus ini diulang sampai bidang-data uji menunjukkan bahwa produk
tersebut memenuhi tujuan perilaku didefinisikan. Produk yang
dikembangkan dalam penelitian ini adalah media miniatur rumah (Bopas
Minirum) yaitu sebuah media tiga dimensi yang berbentuk miniatur rumah
dan isi-isinya.

B. PROSEDUR PENELITIAN PENGEMBANGAN


Sugiyono, (2015: 408) menyebutkan langkah-langkah pelaksanaan
penelitian metode Research and Development (R&D) dengan melakukan
beberapa tahap yaitu:
1. Penelitian dan pengumpulan data
Penelitian dan pengembangan ini berangkat dari adanya potensi atau
masalah. Dalam tahap penelitian dan pengumpulan informasi dilakukan
pengambilan data untuk analisis kebutuhan. berdasarkan data yang
telah dikumpulkuan, media pembelajaran dalam materi bangun datar
mata pelajaran matematika kelas VI sangat diperlukan. Hal tersebut
dikarenakan sebagian besar guru hanya menggunakan metode ceramah
dalam penyampaian materi sehingga siswa cepat bosan dan tidak
paham dengan pelajaran.
2. Perencanaan
Perencanaan yang dilakukan meliputi menentukan tujuan pembelajaran,
menentukan subpokok bahasan materi, menyusun analisis bahan ajar,
menentukan formasi dan visualisasi media, menentukan format
perangkat pembelajaran untuk implementasi media. Media yang cocok
dengan materi bangun datar adalah media miniatur rumah yang mana
hal tersebut berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Serta memastikan
bahwa media tersebut benar-benar dapat membantu guru maupun siswa
dalam pembelajaran.
3. Desain produk,
Pada tahap desain awal berupa desain minuiatur rumah sederhana
beserta isinya tetapi masih menitik beratkan pada hal-hal yang berkaitan
dengan bangun datar. Media tersebut dibuat dapat dibongkar pasang.
4. Validasi desain,
Tahapan ini dilakukan dengan ahli materi, ahli media, ahli perangkat
pembelajaran dan beberapa siswa yang diberikan angket. Mereka
diminta untuk memberikan kritikan dan saran yang bersifat membangun
dan mengembangkan media tersebut menjadi lebih baik lagi.
5. Revisi desain,
Tahap ini dilakukan dengan mempertimbangkan produk awal yang telah
dibuat dengan saran dan kritikan yang diberikan oleh ahli. Apakah
produk media miniatur rumah tersebut direvisi atau tidak.
6. Uji coba produk,
Desain produk yang telah dibuat kemudian diujicobakan melalui uji
coba pada siswa kelas VI SDN Buluh 1 yang berjumlah 12 siswa.
Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi
mengenai kelayakan dan kepraktisan penggunaan media miniatur rumah
yang dibuat.
7. Revisi produk,
Revisi media tersebut dilakukan berdasarkan uji coba produk yang telah
dilakukan dan berdasarkan analisis respon siswa terhadap media
tersebut. Setelah merevisi produk tahap selanjutnya adalah tahap
penyempurnaan produk media miniatur rumah.

C. UJI COBA PRODUK


1. Desain Uji Coba
Desain uji coba pada penelitian ini menggunakan desain
eksperimen (pretestposttest control group design). Eksperimen (pretest-
posttest control group design), yaitu uji coba yang didalamnya terdapat
kelompok eksperimen dan kontrol. Dalam uji coba lapangan ini baik
kelas kontrol dan kelas ekperimen diberikan soal pretest dan soal
posttest, pembedanya adalah untuk kelas eksperimen diberikan perlakuan
berupa penggunaan media, Berikut ini gambar desain uji coba penelitian
dengan menggunakan desain eksperimen:
a. Uji coba terbatas
X O
Desain Uji Coba Terbatas menurut Sugiyono, (2015: 416)
b. Uji coba lapangan

Keterangan:
X : Treatment berupa penerapan media pembelajaran miniatur rumah
O : Observasi/hasil dari penerapan media pembelajaran miniatur rumah
O1 dan O3 : pretest
dan O4 : posttest

2. Subjek uji Coba


Subjek Uji Coba ini adalah peserta didik kelas VI di SDN Buluh 1 yang
berjumlah 35 siswa. Subjek uji coba dalam penelitian pengembangan ini
adalah sebagai berikut:
1. Uji coba terbatas terdiri dari 5 siswa kelas VI A. Terdiri dari 3 siswa
perempuan dan 2 siswa laki-laki.
2. coba lapangan yang terdiri dari kelas kontrol yaitu kelas VI B
dengan jumlah 16 siswa dan kelas ekperimen yang berjumlah dari 19
siswa kelas VI A.

3. Jenis Data
Jenis data dalam penelitian pengembangan ini adalah data
kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari wawancara
respon guru, sedangkan untuk data kuantitatif diperoleh dari ahli
materi, ahli media, guru dan siswa.
4. Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini yaitu lembar
validasi ahli materi, lembar validasi ahli media, angket siswa, respon
guru, dan lembar tes
5. Teknik Analisis Data
a) Analisis Uji soal tes
Setelah instrumen disusun, kemudian diujicobakan untuk dianalisis
validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda soal.
b) Kualitas Media Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara respon
guru, sedangkan data kuantitatif skor validasi ahli materi, validasi
ahli media, respon siswa, analisis data dengan acuan tabel konversi
nilai yang diadaptasi dari Sunarti dan Selly Rahmawati (2014: 177).
Menurut Sunarti dan Selly Rahmawati, (2014: 186) Penilaian Acuan
Patokan (PAP) adalah penilaian yang dilakukan dengan
membandingkan skor hasil tes seseorang siswa dengan suatu patokan
yang telah ditetapkan sebelumnya. Mengkonversi skor menjadi nilai
jadi dengan Penilaian Acuan Patokan (PAP), dengan menghitung
rumus mean dan SD sebagai berikut:
Mean ideal = 60% x kemungkinan skor tertinggi
SD ideal = ¼ dari mean ideal
penelitian ini menggunakan skala 5 dengan nilai A dan nilai terendah
adalah E. Berikut perhitungannya pada tabel berikut ini
c) Keefektifan Media
Uji prasyarat analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji
normalitas dan homogenitas. Selanjutnya untuk mengetahui
keefektifan media menggunakan uji t untuk sampel independen. Uji t
ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil
antara kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah dilakukan kegiatan
pembelajaran. (Sunarti & Selly Rahmawati, 2014: 93-94)
Peningkatan Prestasi
Untuk mengetahui peningkatan prestasi di lakukan uji N-gain
menurut Hake, (Lukman dan Ishartiwi, 2014: 113) dengan rumus
sebagai berikut:

DAFTAR PUSTAKA
Buku
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta

Ika Wulandari. 2013. Memahami Kesebangunan Bangun Datar. Klaten: PT


Citre Aji Parama Judith A dan Gary Robert M

Jurnal
Herlina Ayu Ariyanti. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran MIBI
(Miniatur Budaya Indonesia) Tema Indahnya Kebersamaan Kelas IV SD N
Kepatihan. (online) [Link]/.diunduh tangaal 20 April 2016.
Sudarwanto dan Ibnu Hadi. 2014. Pengembangan Alat Peraga Pembelajaran
Matematika Sekolah Dasar Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir
Matematis Siswa. JURNAL ISSN: 0216 – 7484. Volume 11 No. 1 Mei
2014.(online) [Link]/lpm/wp-content/.../11/Jurnal- sarwahita-volume-11-No-
1-Mei-2014- [Link]. diunduh tanggal 20 April 2016
Lukman dan Ishartiwi. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Dengan Model Mind
Map Untuk Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial SMP. Jurnal Inovasi
Teknologi Pendidikan, Volume 1 - Nomor 2, 2014. (online)
lux_sains@[Link], diunduh

Anda mungkin juga menyukai