BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LatarBelakang
Seiring dengan perkembangan zaman teknologi yang ada telah mencapai kemajuan
yang sangat pesat. Di segala bidang terjadi peningkatan dalam pemenuhan kebutuhan
hidup manusia. Tidak terkecuali di bidang elektronika, berbagai hal telah ditemukan dalam
bidang ini, mulai dari penemuan elektron yang mengalir dalam suatu rangkaian elektronis
hingga ke rangkaian rumit seperti TV, radio, komputer, dan lain sebagainya. Namun dalam
ragkaian yang dikategorikan sebagai rangkaian arus kuat tersebut, terdapat rangkaian
sederhana sebagai penyusunnya. Untuk memahami jenis-jenis rangkaian tersebut maka
perlulah mata kuliah elektronika, dimana kali ini kami akan memberikan penjelasan
mengenai rangkaian encoder dan decoder.
Encoder dan decoder sangat erat hubungannya dengan rangkaian digital, karena
rangkaian ini bekerja dengan kondisi 0 atau 1, dimana encoder berfungsi merubah kode
suatu bilangan digital menjadi bilangan digital lain sedangkan decoder mempunyai fungsi
kebalikan dari encoder yaitu untuk mengembalikan kode yang telah diubah menjadi kode
asalnya. Rangkaian Decoder adalah suatu rangkaian logika yang mengubah suatu kode
input biner N-bit menjadi M buah len-len output sedemikian rupa sehingga tiap-tiap len
output hanya akan diaktifkan oleh salah satu dari kemungkinan kombinasi-kombinasi
[Link] merupakan suatu alat yang di gunakan untuk dapat mengembalikan proses
encoding sehingga kita dapat melihat atau menerima informasi aslinya. Pengertian
Decoder juga dapat di artikan sebagai rangkaian logika yang di tugaskan untuk menerima
input input biner dan mengaktifkan salah satu outputnya sesuai dengan urutan biner
tersebut. Kebalikan dari decoder adalah [Link] Decoder adalah untuk
memudahkan kita dalam menyalakan seven segmen. Itu lah sebabnya kita menggunakan
decoder agar dapat dengan cepat menyalakan seven segmen. Output dari decoder
maksimum adalah 2n. Jadi dapat kita bentuk n-to-2n decoder. Jika kita ingin merangkaian
decoder dapat kita buat dengan 3-to-8 decoder menggunakan 2-to-4 decoder. Sehingga kita
dapat membuat 4-to-16 decoder dengan menggunakan dua buah 3-to-8 decoder.
Beberapa rangkaian decoder yang sering kita jumpai saat ini adalah decoder jenis 3
x 8 (3 bit input dan 8 output line), decoder jenis 4 x 16, decoder jenis BCD to Decimal (4
1
bit input dan 10 output line) dan decoder jenis BCD to 7 segmen (4 bit input dan 8 output
line). Khusus untuk pengertian decoder jenis BCD to 7 segmen mempunyai prinsip kerja
yang berbeda dengan decoder decoder lainnya, di mana kombinasi setiap inputnya dapat
mengaktifkan beberapa output [Link] satu jenis IC decoder yang umum di pakai
adalah 74138, karena IC ini mempunyai 3 input biner dan 8 output line, di mana nilai
output adalah 1 untuk salah satu dari ke 8 jenis kombinasi inputnya. Jika kita perhatikan,
pengertian decoder sangat mirip dengan demultiplexer dengan pengecualian yaitu decoder
yang satu ini tidak mempunyai data input. Sehingga input hanya di gunakan sebagai data
[Link] decoder dapat di bentuk dari susunan gerbang logika dasar atau
menggunakan IC yang banyak jual di pasaran, seperti decoder 74LS48, 74LS154,
74LS138, 74LS155 dan sebagainya. Dengan menggunakan IC, kita dapat merancang
sebuah decoder dengan jumlah bit dan keluaran yang di inginkan. Contohnya adalah
dengan merancang sebuah decoder 32 saluran keluar dengan IC decoder 8 saluran
keluaran.
Encoder adalah rangkaian yang memiliki fungsi berkebalikan dengan dekoder.
Encoder berfungsi sebagai rangakain untuk mengkodekan data input mejadi data bilangan
dengan format tertentu. Encoder dalam rangkaian digital adalah rangkaian kombinasi
gerbang digital yang memiliki input banyak dalam bentuk line input dan memiliki output
sedikit dalam format bilangan biner. Encoder akan mengkodekan setiap jalur input yang
aktif menjadi kode bilangan biner. Dalam teori digital banyak ditemukan istilah encoder
seperti “Desimal to BCD Encoder” yang berarti rangkaian digital yang berfungsi untuk
mengkodekan line input dengan jumlah line input desimal (0-9) menjadi kode bilangan
biner 4 bit BCD (Binary Coded Decimal). Atau “8 line to 3 line encoder” yang berarti
rangkaian encoder dengan input 8 line dan output 3 line (3 bit BCD).
1.2. Tujuan
Adapun tujuan ditulisnya makalah ini mengenai multiplekser dan demultiplekser
adalah:
1.1. Mengerti fungsi dari encoder dan decoder
1.2. Memahami proses kerja encoder dan decoder
1.3. Mengetahui jenis-jenis encoder dan decoder
2
1.3. RumusanMasalah
Berikut rumusan yang dibawa dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
a. Apa yang dimaksud dengan encoder dan decoder
b. Bagaimana proses kerja encoder dan decoder
c. Apa sajakah jenis-jenis encoder dan decoder
1.4. Metode Pembahasan
Dalam hal ini penulis menggunakan:
1. Metode deskritif, sebagaimana ditunjukan oleh namanya, pembahasan ini bertujuan
untuk memberikan gambaran tentang suatu masyarakat atau kelompok orang
tertentu atau gambaran tentang suatu gejala atau hubungan antara dua gejala atau
lebih (Atherton dan Klemmack: 1982).
2. Penelitian kepustakaan, yaitu Penelitian yang dilakukan melalui kepustakaan,
mengumpulkan data-data dan keterangan melalui buku-buku dan bahan lainnya
yang ada hubungannya dengan masalah-masalah yang diteliti.
3
BAB II
DASAR TEORI
1.1 Encoder
Pengertian Decoder adalah alat yang di gunakan untuk dapat mengembalikan proses
encoding sehingga kita dapat melihat atau menerima informasi aslinya. Pengertian
Decoder juga dapat di artikan sebagai rangkaian logika yang di tugaskan untuk menerima
input input biner dan mengaktifkan salah satu outputnya sesuai dengan urutan biner
tersebut. Kebalikan dari decoder adalah encoder.
Fungsi Decoder adalah untuk memudahkan kita dalam menyalakan seven segmen. Itu lah
sebabnya kita menggunakan decoder agar dapat dengan cepat menyalakan seven segmen.
Output dari decoder maksimum adalah 2n. Jadi dapat kita bentuk n-to-2n decoder. Jika kita
ingin merangkaian decoder dapat kita buat dengan 3-to-8 decoder menggunakan 2-to-4
decoder. Sehingga kita dapat membuat 4-to-16 decoder dengan menggunakan dua buah 3-
to-8 decoder.
Beberapa rangkaian decoder yang sering kita jumpai saat ini adalah decoder jenis 3 x 8 (3
bit input dan 8 output line), decoder jenis 4 x 16, decoder jenis BCD to Decimal (4 bit
input dan 10 output line) dan decoder jenis BCD to 7 segmen (4 bit input dan 8 output
line). Khusus untuk pengertian decoder jenis BCD to 7 segmen mempunyai prinsip kerja
yang berbeda dengan decoder decoder lainnya, di mana kombinasi setiap inputnya dapat
mengaktifkan beberapa output linenya.
Salah satu jenis IC decoder yang umum di pakai adalah 74138, karena IC ini mempunyai 3
input biner dan 8 output line, di mana nilai output adalah 1 untuk salah satu dari ke 8 jenis
kombinasi inputnya. Jika kita perhatikan, pengertian decoder sangat mirip dengan
demultiplexer dengan pengecualian yaitu decoder yang satu ini tidak mempunyai data
input. Sehingga input hanya di gunakan sebagai data control.
Pengertian decoder dapat di bentuk dari susunan gerbang logika dasar atau menggunakan
IC yang banyak jual di pasaran, seperti decoder 74LS48, 74LS154, 74LS138, 74LS155 dan
sebagainya. Dengan menggunakan IC, kita dapat merancang sebuah decoder dengan
jumlah bit dan keluaran yang di inginkan. Contohnya adalah dengan merancang sebuah
decoder 32 saluran keluar dengan IC decoder 8 saluran keluaran.
4
Pengertian IC
Integrated Circuit (IC) adalah suatu komponen elektronik yang dibuat dari bahan semi
conductor, dimana IC merupakan gabungan dari beberapa komponen seperti Resistor,
Kapasitor, Dioda dan Transistor yang telah terintegrasi menjadi sebuah rangkaian
berbentuk chip kecil, IC digunakan untuk beberapa keperluan pembuatan peralatan
elektronik agar mudah dirangkai menjadi peralatan yang berukuran relatif kecil.
Keunggulan IC(Advantages)
IC telah digunakan secara luas diberbagai bidang, salah satunya dibidang industri
Dirgantara, dimana rangkaian kontrol elektroniknya akan semakin ringkas dan kecil
sehingga dapat mengurangi berat Satelit, Misil dan jenis-jenis pesawat ruang angkasa
lainnya. Desain komputer yang sangat kompleks dapat dipermudah, sehingga banyaknya
komponen dapat dikurangi dan ukuran motherboardnya dapat diperkecil. Contoh lain
misalnya IC digunakan di dalam mesin penghitung elektronik(kalkulator), juga telepon
seluler(ponsel) yang bentuknya relatif kecil.
Di era teknologi canggih saat ini, peralatan elektronik dituntut agar mempunyai ukuran dan
beratnya seringan dan sekecil mungkin, dan hal itu dapat dimungkinkan dengan
penggunaannya IC.
Selain ukuran dan berat IC yang kecil dan ringan, IC juga memberikan keuntungan lain
yaitu bila dibandingkan dengan sirkit-sirkit keonvensional yang banyak menggunakan
komponen, IC dengan sirkit yang relatif kecil hanya mengkonsumsi sedikit sumber tenaga
dan tidak menimbulkan panas berlebih sehingga tidak membutuhkan pendinginan (cooling
system).
Kelemahan-kelemahan IC(Disanvantages)
Pada uraian sebelumnya nampak seolah-olah IC begitu sempurna dibanding komponen
elektronik konvensional, padalah tak ada sesuatu komponen yang tidak memiliki
kelemahan.
5
Kelemahan IC antara lain adalah keterbatasannya di dalam menghadapi kelebihan arus
listrik yang besar, dimana arus listrik berlebihan dapat menimbulkan panas di dalam
komponen, sehingga komponen yang kecil seperti IC akan mudah rusak jika timbul panas
yang berlebihan.
Demikian pula keterbatasan IC dalam menghadapi tegangan yang besar, dimana tegangan
yang besar dapat merusak lapisan isolator antar komponen di dalam IC Contoh kerusakan
misalnya, terjadi hubungan singkat antara komponen satu dengan lainnya di dalam IC, bila
hal ini terjadi, maka IC dapat rusak dan menjadi tidak berguna.
Kemasan IC(Packages)
Ditinjau dari teknik pembuatan dan bahan baku yang digunakan, terdapat4 (empat) jenis
IC, yaitu: Jenis Monolithic, Thin film, dan Hybrid. Khusus untuk jenis hybrid, yang
merupakan gabungan dari thin-film, monolithic dan thick-film.
Terlepas dari teknik pembuatan dan bahan yang digunakan, keempat jenis IC tersebut
dibalut dalam kemasan(packages) tertentu agar dapat terlindungi dari gangguan luar
,seperti terhadap kelembaban, debu, dan kontaminasi zat lainnya.
Kemasan IC dibuat dari bahan ceramic dan plastik, serta didesain untuk mudah dalam
pemasangan dan penyambungannya. Ada berbagai jenis kemasan IC dan yang paling
populer dan umum digunakan, antara lain :
6
-DIP(Duel in- line Packages) -SIP(Single in-line Packages) -QIP(Quad in-line Packages) -
SOP(Small Outline Packages) -Flat Packs -TO-5, TO-72,TO-202 dan TO-220 style
Packages
Jenis-Jenis IC
TTL(Transistor transistor Logic)
IC yang paling banyak digunakan secara luas saat ini adalah IC digital yang dipergunakan
untuk peralatan komputer, kalkulator dan system kontrol elektronik. IC digital bekerja
dengan dasar pengoperasian bilangan Biner Logic(bilangan dasar 2) yaitu hanya mengenal
dua kondisi saja 1(on) dan 0(off).
Jenis IC digital terdapat 2(dua) jenis yaitu TTL dan CMOS. Jenis IC-TTL dibangun
dengan menggunakan transistor sebagai komponen utamanya dan fungsinya dipergunakan
untuk berbagai variasi Logic, sehingga dinamakan Transistor.
Transistor Logic
Dalam satu kemasan IC terdapat beberapa macam gate(gerbang) yang dapat melakukan
berbagai macam fungsi logic seperti AND,NAND,OR,NOR,XOR serta beberapa fungsi
logic lainnya seperti Decoder, Encoder, Multiflexer dan Memory sehingga pin (kaki) IC
jumlahnya banyak dan bervariasi ada yang 8,14,16,24 dan 40.
Pada gambar diperlihatkan IC dengan gerbang NAND yang mengeluarkan output 0 atau 1
tergantung kondisi kedua inputnya.
IC TTL dapat bekerja dengan diberi tegangan 5 Volt.
7
IC- CMOS
Selain TTL, jenis IC digital lainnya adalah C-MOS (Complementary with MOSFET) yang
berisi rangkaian yang merupakan gabungan dari beberap komponen MOSFET untuk
membentuk gate-gate dengan fungsi logic seperti halnya IC-TTL. Dalam satu kemasan IC
C-MOS dapat berisi beberapa macam gate(gerbang) yang dapat melakukan berbagai
macam fungsi logic seperti AND,NAND,OR,NOR,XOR serta beberapa fungsi logic
lainnya seperti Decoders, Encoders, Multiflexer dan Memory.
Pada gambar diperlihatkan IC dengan gerbang NOR yang mengeluarkan output 0 atau 1
tergantung kondisi kedua inputnya.
IC C-MOS dapat bekerja dengan tegangan 12 Volt.
8
IC Linear (Linear IC's)
Perbedaan utama dari IC Linear dengan Digital ialah fungsinya, dimana IC digital
beroperasi dengan menggunakan sinyal kotak (square) yang hanya ada dua kondisi yaitu 0
atau 1 dan berfungsi sebagai switch/saklar, sedangkan IC linear pada umumnya
menggunakan sinyal sinusoida dan berfungsi sebagai amplifier(penguat). IC linear tidak
melakukan fungsi logic seperti halnya IC-TTL maupun C-MOS dan yang paling populer
IC linier didesain untuik dikerjakan sebagai penguat tegangan.
Dalam kemasan IC linier terdapat rangkaian linier, diman kerja rangkaiannya akan bersifat
proporsional atau akan mengeluarkan output yang sebanding dengan inputnya. Salah satu
contoh IC linear adalah jenis Op-Amp.
IC Decoder 74LS47
Salah satucarauntukmenghasilkan input padaseven segment display
yaitudenganmenggunakan IC decoder. IC decoder membutuhkanempat input
9
sebagaiangkaberbasisheksadesimal yang dinyatakandalambiner, kemudiansinyal-
sinyalmasukantersebutakan “diterjemahkan” decoder kedalamsinyal-
sinyalpengendaliseven segment display. Sinyal-sinyalpengendaliberisitujuhsinyal yang
setiapsinyalnyamengaturaktif-tidaknyasetiap LED. IC inimengubah data BCD
sehinggadapatditampilkankeseven segment. BCD adalah data digital terdiridariempat digit
dannilaidesimalnyaantara 0-9 sedangkannilai di atas 9 digunakansebagaitandaatau
indicator lainnya.
IC 74LS73
Merupakan ic Dual Negative- Edge-Triggered Master Selve J-K Flip-flop. Didalam IC ini
terdapat 2 buah j-k flip-flop. Dalam system yang kami buat ic ini digunakan sebagai ic
pencacah biner.
Gambar Diagram IC 74LS73
IC 74LS00
Merupakan ic gerbang NAND yang didalamnya terdapat 4 buah gerbang NAND. Dalam
system yang kami buat ic ini kami gunakan sebagai gerbang untuk mengaktifkan
clear/reset pada ic 74ls73 sehingga ic 74ls73 hanya menampilkan output 0000 s/d 1001,
ketika 0101 kondisi ic 74ls73 kembali pada kondisi awal yaitu 0000.
10
Gambar Diagram IC 74LS00
IC Decoder 74LS47
Gambar Konfigurasi PIN IC 74LS47
Ic ini berfungsi untuk mengolah nilai inputan biner yang dihasilkan ole hic 74ls73 menjadi
output decimal yang akan ditampilkan kedalam display seven segmen.
Output pada ic ini ketika output bernilai 6 maka pada display seven segmen akan tampil
seperti huruf “b” dan ketika output bernilai 9 maka tampilan pada seven segmen akan
seperti huruf “q”. Hal ini dikarenakan sipembuat merancang ic 74ls47 ini demikian.
Berikut adalah output yang akan ditampilakn ic 74ls47 pada seven segmen.
Gambar output IC 74LS47 pada seven segmen
11
IC 555
Ic ini berfungsi untuk menclock ic 74ls73. Keluaran clock dari ic 555 dapat diatur dengan
memutar variable resistor, semakin besar nilai resistansi VR maka akan semakin lambat
keluaran yang dihasilkan, dan semakin lamabt pula ic 74ls73 mencacah bilangan biner.
Gambar konfigurasi Pin IC 555
Dalam system ini ic 555 kami set sebagai multivibrator astabil. Frekuensi keluaran dari ic
ini dapat dihitung dengan rumus :
Gambar operasi astabil IC 555
12
IC 7805
Ic ini berfungsi sebagai regulasi tegangan input menjadi tegangan output sebesar 5V,
dengan kemampuan arus maksimal 1 Amphere. Sehingga berapapun besar tengan yang
dimasukkan kedalam ic ini outputnya akan selalu 5V. pemberian arus yang berlebih pada
ic ini akan menyebabkan ic ini mudah panas.
Gambar konfigurasi PIN IC 7805
Pada kaki ground dalam system yang kami buat terdapat diode dengan kemampuan
menahan arus sebesar 1 amphere dengan tujuan agar output ic ini benar- benar 5V, namun
pada realnya output dari ic ini adalah 5,1V (dengan pemasangan diode pada kaki ground).
Aplikasi IC Decoder 74LS47 Sebagai Up Counter
Salah satu aplikasi IC decoder adalah pencacah maju/naik. Dalam sistem ini digunakan IC
74LS73, IC555, IC 74LS00, dan IC [Link] up yang dibuat memanfaatkan J-K
flip-flop yang kami susun sebagai modulus 10 asyncron dimana clock dipasang secara
serial, sehingga output dari flip-flop pertama akan mempengaruhi flip-flop yang ke-2.
13
Gambar Hardware
Cara Kerja Rangkaian
IC NE555 sebagai pembangkit pulsa yang akan menclock/mengaktifkan IC 74LS73
sebagai ic flip-flop yang digunakan sebagai pencacah biner. Ketika ic 74LS73 di clock ole
hic NE555 ic ini k mulai mencacah dari 0000(B) atau 0(D) sampai 1001(B) atau 9(D),
ketika IC 74LS73 mencacah sampai nilai 0101(B) atau 10(D) ic ini akan direset dengan
memanfaatkan IC 74LS00 sebagai ic gerbang NAND. Untuk lebih jelas dapat dilihat
dalam sekama berikut.
Gambar Skema Rangkaian
Saat IC 74LS73 menghasilkan output 0101 (A,B,C,D),IC7 4LS00 pada kaki 1
dihubungkan ke out D (keluaran bernilai “1”) dan kaki 2 dihubungkan ke out B (keluaran
bernilai “1”)sehingga out dari gerbang NAND adalah 0, dan “0” ini akan mengaktifkan
clear/ reset pada IC 74LS73 sehingga keluaran 0101(B) atau 10(D) tidak akan ditampilkan
dan IC 74LS73 akan kembali pada kondisi awal yaitu 0000, sehingga system ini hanya
akan menampilkan hitungan dari 0 s/d 9.
Variable resistor pada IC 555 digunakan untuk mengatur timing /cepat lambatnya pulsa
yang dikeluarkan, perubahan kecepatan clock ditunjukkan oleh dot pada seven segmen.
Semakin rendah nilai resistansi VR maka akan semakin cepat perubahan yang terjadi.
Dekoder BCD ke 7 segment
Dekoder BCD ke 7 segment jenis TTL
Dekoder BCD ke 7 segment jenis TTL adalah rangkaian yang berfungsi untuk mengubah
kode bilangan biner BCD (Binary Coded Decimal) menjadi data tampilan untuk
14
penampil/display 7 segment yang bekerja pada tegangan TTL (+5 volt DC). Dekoder BCD
ke 7 segmen yang digunakan adalah jenis TTL. Dekoder BCD ke 7 segmen jenis TTL ada
beberapa macam diantaranya keluarga IC TTL 7447 dan keluarga IC TTL 7448. Kedua IC
TTL tersebut memiliki fungsi yang sama namun peruntukannya berbeda IC 7447
digunakan untuk driver 7 segment common anoda sedangkan IC 7448 digunakan untuk
driver dispaly 7 segment common cathode. IC dekoder BCD ke 7 segment sering juga
dikenal sebagai driver display 7 segment karena selalu digunakan untuk memberikan
driver sumber tegangan ke penampil 7 segment. Konfigurasi Pin IC Dekoder BCD Ke 7
Segmen 7447 Dan 7448
Jalur input data BCD, pin input initerdiridari 4 line input yang mewakili 4 bit data
BCD dengansebutanjalur input A, B, C dan D.
Jalurouput 7 segmen, pin output iniberfungsiuntukmendistribusikan data
pengkodeankepenampil 7 segmen. Pin output dekoder BCD ke 7 segmeniniada 7 pin
yang masing-masingdiberinama a, b, c, d, e, f dan g.
Jalur LT (Lamp Test) yang berfunsiuntukmenyalakansemua led padapenampil 7
segmen, jalur LT akanaktif pad saatdiberikanlogika LOW pad jalut LT tersebut.
Jalur RBI (Riple Blanking Input) yang berfungsiuntukmenahansinyal input (disable
input), jalur RBI akanaktifbiladiberikanlogika LOW.
Jalur RBO (Riple blanking Output) yang berfungsiuntukmenahan data output
kepenampil 7 segmen (disable output), jalur RBO iniakanaktifpada sat diberikanlogika
LOW.
Dalamaplikasi decoder, ketigajalurkontrol (LT, RBI dan RBO) harusdiberikanlogika HIGH
dengantujuan data input BCD dapatmasukdanpenampil 7 segmendapatmenerima data
tampilansesuai data BCD yang diberikan padajalur input.
15
Untukaplikasi yang terlihatpadakeduagambardiatasadalahteknik driver penampil 7 segmen
standar menggunakan decoder BCD ke 7 segmen TTL IC 7447 dan IC 7448. Fungsi
resistor pada setiap jalur output dekoder BCD ke 7 segmen tersebut adalah sebagai
pembatas arus maksimum yang mengalir pada LED penampil 7 segmen dan arus yang
mengalirpada IC dekoder BCD ke 7 segmen yang digunakan dimana arus maksimum yang
diperbolehkan maksimum 20 mA.
SirkitDekoderBCD ke 7 segment jenis TTL
Gambar Sirkit Decoder
16
1. Fungsi sirkit decoder.
Fungsi sirkit decoder atau BCD to 7 segment decoder adalah sebagai decoder/driver
segment. Input BCD akan didecode menjadi output pulsa-pulsa yang akan mendrive 7
segment display.
2. Struktur sirkit decoder
Struktur dari sirkit ini terdiri dari IC decoder/driver dari keluarga TTL 7447 yang bekerja
sebagai driver 7 segment display.
3. Cara kerja sirkit decoder
Sebagai sirkit BCD to 7 segment decoder , maka pada setiap perubahan kondisi input
DCBA akan didecode menjadi pulsa-pulsa untuk mendrive 7 segment common anoda.
Tabel operasi decoder/driver tersebut diatas adalah diperlihatkan pada table berikut.
Encoder adalah rangkaian yang berfungsi untuk mengkodekan data input menjadi data
bilangan dengan format tertentu. Encoder dalam rangkaian digital adalah rangkaian
kombinasi gerbang digital yang memiliki input banyak dalam bentuk line input dan
memiliki output sedikit dalam format bilangan biner. Encoder akan mengkodekan setiap
jalur input yang aktif menjadi kode bilangan biner. Dalam teori digital banyak ditemukan
istilah Encoder seperti “Desimal to BCD Encoder” yang berarti rangkaian digital yang
berfungsi untuk mengkodekan line input dengan jumlah line input desimal (0-9) menjadi
kode bilangan biner 4 bit BCD (Binary Coded Decimal). Atau “8 line to 3 line Encoder”
yang berarti rangkaian Encoder dengan input 8 line dan output 3 line (3 bit BCD).
17
Gambar 1. Digital Encoder
Encoder dalam contoh ini adalah encoder decimal ke BCD (Binary Coded Decimal)
yaitu rangkaian encoder dengan input 9 line dan output 4 bit data BCD. Dalam mendesain
suatu encoder kita harus mengetahui tujuan atau spesifikasi encoder yang diinginkan yaitu
dengan :
a. Membuat table kebenaran dari encoder yang ingin dibuat.
b. Membuat persamaan logika encoder yang diinginkan pada table kebenaran
menggunakan K-Map.
c. Mengimplemenstasikan persamaan logika encoder dalam bentuk rangkaian gerbang
logika digital.
Dalam mendesain rangkaian encoder decimal ke BCD langkah pertama adalah
menentukan table kebenaran encoder kemudian membuat persamaan logika kemudian
mengimplementasikan dalam gerbang logika digital seperti berikut.
18
Tabel [Link] encoder Desimal (10 Line) ke BCD
Berdasarkan table kebenaran di atas, maka didapat persamaan logika output encoder
Desimal (10 Line) ke BCD sebagaimana berikut.
Y3 = X8 + X9
Y2 = X4 + X5 + X6 + X7
Y1 = X2 + X3 + X6 + X7
Y0 = X1 + X3 + X5 + X7 + X9
Maka, dari persamaan tersebut akan dapat disusun rangkaian seperti gambar di bawah
ini.
19
Gambar [Link] Implementasi Encoder Desimal (10 line)ke BCD Sesuai Tabel
Kebenaran
Rangkaian encoder diatas merupakan implementasi dari table kebenaran diatas dan
persamaan logika encoder Desimal ke BCD. jalur input X0 tidak dihubung kerangkaian
karena alasan efisiensi komponen, hal ini karena apabila input X0 ditekan maka tidak akan
mengubah nilai output yaitu output tetap bernilai BCD 0 (0000). Rangkaian encoder diatas
hanya akan bekerja dengan baik apabila hanya 1 jalur input saja yang mendapat input, hal
ini karena rangkaian encoder diatas bukan didesain sebagai priority encoder.
Sebuah priority encoder adalahrangkaian encoder yang mempunyai fungsi
[Link] dari rangkaian priority encoder yaitu jika ada dualebih input bernilai “I”
pada saat yang sama, maka input yang mempunyai prioritas tertinggi yang akan diambil.
2.2 Decoder
Decoder adalah suatu rangkaian logika yang berfungsi untuk mengkonversikan kode
yang kurang dikenal manusia kedalam kode yang lebih dikenal manusia.
Contoh :
2.2.1 Binary Decoding
Binary decoding berfungsi untuk mengkonversi sebuah n-bit code kedalam sebuah output
yang aktif (High/Low). Rangkaiannya dapat dibentuk menggunakan AND atau OR gate.
Jumlah masukan (input) lebih kecil dari jumlah keluaran (output). Jika inputnya berjumlah
n maka outputannya berjumlah [Link] satu output yang aktif (high/low) dari banyak
input yang diberikan.
20
a. 1 to 2 Binary Decoder
b. 2 to 4 Binary Decoder
Dari table kebenaran 2 to 4 diperoleh persamaan : 2-variable minterm (X'Y', X'Y, XY',
XY)
21
c. 3 to 8 binary decoder
Rangkaian penghasil output ‘3’ (active HIGH) untuk input 0 1 1
22
2.2.2 Decoder Binerke Octal
Pada decoder dari biner ke octal ini terdapat tiga input yaituA, B dan C yang
mewakili suatu bilangan biner tiga bit dan delapan output yang yaitu D0 sampai dengan D7
yang mewakili angka octal dari 0 sampai dengan
Dalam hal ini unsure informasinya adalah delapan angka oktal. Sandi untuk
informasi diskrit ini terdiri dari bilangan biner yang diwakili oleh tiga bit. Kerja dekorder
ini dapat lebih jelas tampak dari hubungan input dan output yang ditunjukan pada table
kebenaran dibawah ini. Tampak bahwa variable outputnya itu hanya dapat mempunyai
sebuah logika 1 untuk setiap kombinasi inputnya. Saluran output yang nilainya sama
dengan 1 mewakili angka oktal yang setara dengan bilangan biner pada saluran inputnya
23
.
24
2.3 Contoh Soal Encoder dan Decoder
Buat rangkaian 8-to-3 binary encoder
Penyelesaian :
Diagram Blok
Input Output
Rangkaian 8-to-3 encoder
Contoh Soal Decoder
Rancang rangkaian untuk mengubah kode biner 2 bit menjadi desimal, jika diinginkan
output active low !
25
B A Y3 Y2 Y1 Y0
Penyelesaian : 0 0 1 1 1 0
0 1 1 1 0 1
1 0 1 0 1 1
1 1 0 1 1 1
Decoder binary to decimal
Persamaan output decoder :
Y0 = B’A + BA’ + BA = B + A
Y1 = B’A’ + BA’ + BA = A’ + B
Y2 = B’A’ + B’A + BA = B’ + A
Y3 = B’A’ + B’A + BA’ = B’ + A’
26
Rancangan decoder :
2.4 Simulasi
Simulasi Encoder
Berikut ini merupakan simulasi dari encoder Desimal (10 Line) ke BCD sebagai mana table
kebenaran dan gerbang logika telah dipaparkan di halaman sebelumnya.
27
28
29
Dan seterusnya hingga angka 9
Simulasi Dekorder
Berikut ini merupakan simulasi dari Dekorder dari biner (2 bit) ke Decimal table kebenaran dan
gerbang logika telah dipaparkan pada halaman pembahasan
Input Output
B A Y3 Y2 Y1 Y0
0 0 1 1 1 0
0 1 1 1 0 1
1 0 1 0 1 1
1 1 0 1 1 1
30
Simulasi
31
32
33
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang didapat dari makalah tentang multiplekser dan
demultiplekser ini adalah :
a. Encoder adalah rangkaian yang berfungsi untuk mengkodekan data input menjadi data
bilangan dengan format tertentu. Encoder dalam rangkaian digital adalah rangkaian
kombinasi gerbang digital yang memiliki input banyak dalam bentuk line input dan
memiliki output sedikit dalam format bilangan biner
b. Decoder adalah suatu rangkaian logika yang berfungsi untuk mengkonversikan kode
yang kurang dikenal manusia kedalam kode yang lebih dikenal manusia.
3.2 Saran
Adapun saran yang diperlukan dalam pengembangan makalah ini adalah agar
mahasiswa lebih mengenal lebih dalam fungsi serta kegunaan dari encoder dan decoder
dalam kehidupan sehari-hari serta dapat mengaplikasikannya.
34