0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
182 tayangan8 halaman

Uji Tak Rusak dengan Ultrasonic Testing AWS

Ringkasan dokumen praktikum uji tak rusak menggunakan metode ultrasonik ini adalah: 1. Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari penentuan ukuran dan jenis cacat pada material menggunakan metode AWS 2. Mahasiswa melakukan kalibrasi alat ultrasonik dan mendeteksi dua buah cacat pada sampel las 3. Kedua cacat tersebut kemudian dinilai dan dinyatakan tidak lolos pengujian karena ukuran dan jenis cacat

Diunggah oleh

desta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
182 tayangan8 halaman

Uji Tak Rusak dengan Ultrasonic Testing AWS

Ringkasan dokumen praktikum uji tak rusak menggunakan metode ultrasonik ini adalah: 1. Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari penentuan ukuran dan jenis cacat pada material menggunakan metode AWS 2. Mahasiswa melakukan kalibrasi alat ultrasonik dan mendeteksi dua buah cacat pada sampel las 3. Kedua cacat tersebut kemudian dinilai dan dinyatakan tidak lolos pengujian karena ukuran dan jenis cacat

Diunggah oleh

desta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM

UJI TAK RUSAK – ULTRASONIC TESTING


METODE AMERICAN WELDING SOCIETY (AWS)

Disusun Oleh:

Kelompok :4

Nama : Desta Zul Fauzi (031600466)

Anggota Kelompok : Anjas Farizqi N (031600462)

Fadli Muhammad R (031600468)

Gusti Sultan A (031600472)

Isnaeni Yulianti (031600478)

Prodi : Elektro Mekanika

Jurusan : Teknofisika Nuklir

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR


BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
YOGYAKARTA
2019
I. Tujuan

Setelah melaksanakan praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu :

1. Melakukan penentuan ukuran dan posisi cacat pada material dengan metode America
Welding Society (AWS)
2. Menentukan jenis cacat pada las dengan metode America Welding Society (AWS)

II. Teori Dasar

Ultrasonic Testing (UT) Merupakan salah satu metode Non Destructive Testing yang
menggunakan energi suara frekuensi tinggi untuk melakukan proses pengujian atau proses
pengukuran. Metode UT bisa digunakan untuk deteksi cacat, evaluasi material, pengukuran
dimensi, analisis karakteristik material dan lainnya. Sebagai ilustrasi dari prinsip inspeksi dasar
UT, pada gambar 1 merupakan konfigurasi jenis puls echo dapat dijadikan sebagai bahan
pembelajaran.

Peralatan UT terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi dan perannya maing-
masing seperti Pulser/receiver, tranducer, dan display. Pulser/receiver adalah peralatan elektronik
yang dapat memproduksi pulsa elektrik bertegangan tinggi. Dikendalikan oleh pulser, tranduser
memproduksi energi ultrasonic berfrekuensi tinggi. Energi ultrasonic tersebut dikeluarkan dan
disebarkan melintasi material uji dalam bentuk gelombang. Jika terdapat discontinuity (seperti
crack) pada lintasan gelombang, sebagian energi akan direfleksikan kembali dari permukaan
discontinuity tersebut. Gelombang sinyal yang direfleksikan tersebut dirubah menjadi sinyal
elektrik oleh tranduser dan ditampilkan pada display. Pada ilustrasi dibawah, kekuatan sinyal
yang direfleksikan ditampilkan pada pada grafik display signal strength versus selisih waktu
antara sinyal dipancarkan dan diterima kembali oleh tranduser. Selisih waktu tersebut juga dapat
merepresentasikan jarak perjalanan sinyal melewati material uji. Dari sinyal tersebut kita dapat
mengetahui lokasi dari discontinuity, ukuran, orientasi, dan lainya.

Ultrasonic Inspection adalah salah satu metode NDT yang bermanfaat dan serbaguna.
Beberapa keunggulan dari UT diantaranya:

 Sensitif terhadap discontinuity yang ada pada surface maupun subsurface dari benda uji
 Kedalaman jangkauan pendeteksian discontinuity menggunakan UT lebih baik daripada
metode NDT lainya
 Hanya butuh akses dari satu sisi benda uji saja (metode UT pulse-echo)
 Tingkat keakuratan yang tinggi dalam menentukan posisi discontiouity, serta estimasi
bentuk dan ukurannya
 Peralatan yang sederhana
 Peralatan elektronik yang digunakan pada UT memberikan hasil pengujian secara instant
 Gambaran terperinci dari hasil pengujian dapat diperoleh dengan automated system
 dapat digunakan untuk penggunaan lainya, seperti pengukuran ketebalan
Gambar 1. konfigurasi sederhana puls echo

seperti metode NDT lainya, UT juga punya beberapa batasan dan kelemahan diantaranya:

 Permukaan benda uji harus dapat diakses untuk mentransmisikan gelombang ultrasonic
 Skill dan training yang dibutuhkan untuk menjadi UT-Man handal lebih luas disbanding
metode NDT lainnya
 Membutuhkan media perantara untuk mentransfer energi suara pada material uji
 Material yang permukaanya kasar, bentuknya itrguler, terlalu kecil, terlalu tipis, atau
tidak homogen, agak susah kalau menggunakan UT
 Besi tempa dan material yang memiliki butiran kasar sangat sulit diispeksi karena
transmisi suara akan rendah dan banyak terjadi noise
 Kalau ada defec yang orientasinya parallel dengan arah rambatan gelombang
ultrasoniknya, biasanya sulit terdeteksi
 Butuh reference standard untuk kalibrasi alat dan analisis karakteristik dari sinyal yang
ditangkap tranducer

American Welding Society (AWS) didirikan tahun 1919. AWS merupakan sebuah
organisasi non profit dengan misi global meningkatkan sains, teknologi, dan aplikasi
pengelasan. Di samping itu, AWS juga mengembangkan proses pengerjaan lain
seperti brazing, soldering, thermal spraying, dan cutting. AWS berusaha untuk
membantu pelaku industri pengelasan di seluruh dunia. Pelaku industri yang dibantu
AWS antara lain welder, sales, vendor, institusi pendidikan dan pelajar.

AWS beranggotakan lebih dari 70.000 anggota. Mereka berasal dari berbagai profesi
seperti welder, supervisor, eksekutif, insinyur, ilmuwan, pengajar, peneliti, inspector,
dan sales.
AWS mengembangkan standar di bidang pengelasan seperti prosedur dan material.
Semua standar AWS telah disetujui oleh American National Standards Institute (ANSI).
Selain standar, AWS juga menawarkan sertifikasi bagi pelaku industri. Sertifikasi yang
ditawarkan AWS antara lain untuk welder, inspector, supervisor, insinyur las, fabricator,
dll.

III. . Alat dan Bahan


1. Ultrasonik Flaw Detector Set (USM GO/ USM-36)
2. Probe Normal Single (MEB-4S)
3. Probe Normal Twin (MSEB-4S)
4. Probe Sudut 45o, 60o dan 70o (MWB-45, MWB-60 dan MWB-70)
5. Blok Kalibrasi V1 dan V2 (IIW Calibration Block)
6. Penggaris dan marker
7. material benda uji
8. Kuplan (Couplant)

A. . Kalibrasi Jarak tempuh secara manual


1. Probe Normal
a. Pilih range (R) disesuaikan dengan tebal material yang akan diperiksa. R minimal
sama dengan tebal material (misal dipilih range = 100mm)
b. Tempatkn probe normal pada Blok Kalibrasi V1 dengan ketebalan 25 mm
c. Atur cepat rambat gelombang ultrasonic sehingga iperoleh jumlah pulsa (n) = R/tebal
(diperoleh n=100/25= 4 pulsa)
d. Tempatkan posisi skala horizontal pada posisi dengan mengatur velocity dan probe
delay menjadi sebagai berikut :
- Pulsa I = t/R x 100 ==== 25/100 x 100 = 25
- Pulsa II = 2t/Rx100 ==== 2 x 25/100 x 100 = 50
- Pulsa III = 3t/R x 100 ==== 3 x 25/100 x 100 = 75
- Pulsa IV = 4t/R x 100 ==== 4 x 25/100 x 100 = 100
e. Kalibrasi selesai instrument siap dipergunakan untuk memeriksa material

2. Probe Sudut
a. Pilih Range (R) dengan ketentuan minimal = 2t/cos α misal dipilih R = 100
b. Tempatkan probe sudut pada blok V2 menghadap lengkungn dengan jari-jari 25 mm
c. Atur posisi pulsa dengan mengatur velocity dan probe delay menjadi sebaga berikut :
- Pulsa I = t/R x 100 === 25/100 x 100 = 25
- Pulsa II = t + (25 + 50)/100 x 100 ====== 25 + 75/100 x 100 = 100
d. Kalibrasi selesai dan instrument siap dipakai untuk memeriksa material
B. Kalibrasi jarak tempuh dengan metode Auto Calibration (Auto cal)
1. Probe Normal (misal R = 100 mm dan probe ditempatkan pada tebal blok 25 mm)
a. Masuk ke menu dB ref kemudian atur lebar gate sesai dengan lebar pulsa dan
threshold diatur minimal 30% tinggi layar
b. Masuk ke menu autocal kemudian atur sinyal refferent 1 (sreff 1) pada posisi 25
mm dan sinyal refferent 2 (sreff2) pada posisi 50 mm (perhitungan sama dengan
cara manual namun pada saat mengkalibrasi dengan autocal ini hanya dibutuhkan
dua buah sinyal)
c. Atur tombol a start gate sampai gate pada layar menyentuh pulsa I kemudian
pilih tombol record referent 1, kemudian atur a start gate berikutnya sampai gate
pada layar menyentuh pulsa II kemudian tekan pilih record referent 2
d. Kalibrasi selesai dan instrument siap digunakan untuk mememeriksa material

2, Probe Sudut

Langkah-langkah kalibrasi pada probe sudut sama sama dengan probe normal
hanya gate reference datur sesuai dengan perhitungan kalibrasi pada probe sudut.

C. . Menentukan Ujung Cacat

Metoda yang digunakan pada penentuan ujung cacat adalah 6 dB drop, dimana amplitude
sinyal menjadi setengah dari tinggi amplitude cacat, kemudian geser posisi probe ke ujung
berikutnya sampai diperoleh bentuk cacatnya.

D. . Menentukan Area Scanning pada material las

L2

L1 L

HAZ 1 HAZ 2

Area Scanning dapat ditentukan dengan ketentuan sebagai berikut :


L1 = HAZ2 + t /cos α

L2 = 2 HAZ + 2 t /Cos α

L = L2 - L1

IV. Hasil Data Pengamatan

Cacat X Y a b c d Jenis Lenght Result


Cacat 1 9 mm 62 mm 49 dB 48 dB 4 -3 Slag 27 mm Reject
Cacat 2 80 mm 58 mm 57 dB 48 dB 11 -2 Lake of 17 mm Reject
root fusion

Cacat pertama:
Gain = 48.8 db
SA = 44.8
PA = 38.8
DA = 7.6
Nilai C = (SA-1)(0.08)
= (45-1)
=4
d = 49-48-4
= -3(Reject)
Cacat kedua:
Gain = 56.8 db
SA = 133.15
PA = 115.31
DA = 6.57
Nilai C = (SA-1)(0.08)
= (133.15-1)(0.08)
= 10.5=11
d = 57-48-11
= -2(Reject)

V. Pembahasan
Pada praktikum ini kami melakukan praktikum Ultrasonic Testing dengan metode
American Welding Society(AWS).Dalam praktikum ini bertujuan untuk mencari
cacat pada las serta menentukan jenis cacat pada las dengan Ultrasonic Testing
dengan metode American Welding Society(AWS).
Sebelum melakukan pemeriksaan pada material las,kami melakukan kalibrasi alat
UT pada blok [Link] yang kami gunakan dengan Auto Kalibrasi karena
cara tersebut lebih [Link] kami menggunakan probe sudut dengan sudut 70⁰
dengan frekuensi 4 [Link] kalibrasi alat dilakukan maka kami menentukan
nilai b(db reference) dengan ketentuan besar pulsa yang tertampil pada monitor
berukuran 50%.Dari ukuran pulsa 50% didapatkan nilai gain sebesar 48 [Link] nilai
b ini digunakan untuk menentukan cacat yang ada pada material las [Link] pada
material las terdeteksi cacat maka pada monitor akan tertampil pulsa dengan besar
lebih dari 50%,lalu pulsa tersebut akan diturunkan lagi/gain diperbesar sehingga besar
pulsa akan kembali ke ukuran 50%.Nilai dari pulsa yang diturunkan lagi itu
didapatkan nilai a pada data.
Setelah kalibrasi dan penentuan nilai b,maka kami melakukan pemeriksaan pada
material [Link] pengecekan pertama ditemukan cacat dengan jarak pada X
9mm,jarak pada Y 62 [Link] SA=44.8;PA=38.8;DA=7.6;nilai a yang didapatkan
49 db,nilai c=4 dan nilai d=-3 dengan panjang cacat 27 mm dan hasil dari cacat
tersebut adalah [Link] diidentifikasi jenis cacat yang terdapat pada las adalah
slag.
Pada pengecekan kedua ditemukan cacat dengan jarak pada X 80 mm,jarak pada
Y 58 [Link] SA=133.15;PA=115.31;DA=6.57;nilai a yang didapatkan 56.8
db,nilai c=11 dan nilai d=-2 dengan panjang cacat 17 mm dan hasil dari cacat tersebut
adalah reject. Setelah diidentifikasi jenis cacat yang terdapat pada las adalah lake of
root fusion.

VI. Kesimpulan
1. Mahasiswa mampu mendeteksi cacat pada material las dengan uji Ultrasonic
Testing metode American Welding Society (AWS)
2. Dari material yang dideteksi,didapatakan 2 cacat yang tampak yaitu Slag dan
lake of root fusion.
GAMBAR SCAN A

Anda mungkin juga menyukai