11/6/2018
Hubungan perpindahan-regangan dan
Langkah 3. Hubungan regangan (gradien) - regangan -tegangan adalah penting untuk
perpindahan (yang tidak diketahui) dan menurunkan persamaan pada masing-masing
tegangan regangan elemen
Pada kasus deformasi material satu dimensi
yang kecil pada arah sumbu x, kita dapatkan
hubungan regangan :
Kemampuan untuk mendefinisikan prilaku material
dengan tepat adalah sangat penting untuk
mendapatkan hasil yang dapat diterima.
v
Pada kasus hukum Hooke yang paling Untuk kasus deformasi regangan (gradient) dinyatakan y
sederhana untuk tegangan-regangan dapat y
dinyatakan sebagai berikut.
Untuk kasus aliran air pada lapisan tanah, gradient hydraulic dinyatakan gx
x
Selain gradient, kita juga harus menurunkan besaran tambahan yaitu hubungan
konstitutif yaitu:
Untuk kasus deformasi : y E y y Hukum Hooke
1
11/6/2018
Penentuan kekukakuan elemen (stiffness)
dv
Selanjutnya y Ey , dimana Ey = modulus elastisitas bahan (konstitutif) dapat dilakukan dengan 3 metode yaitu:
dy
Direct equilibrium method
Utuk kasus pengaliran adalah Hk. Darcy v k x g x , dimana kx adalah koefisient Work atau energy methods
permeabilitas tanah arah sumbu x Methods of weighted residual
Selanjutnya diperoleh v k x
x
Lan
Matriks kekakuan dan persamaan elemen Pengembangan matrik kekakuan dan
dihubungkan dengan gaya-gaya di titik nodal persamaannya untuk elemen 2 dan 3 dimensi
dan perpindahan titik nodal untuk sangat mudah untuk mengaplikasikan
mendapatkan gaya keseimbangan. methode kerja atau energi.
Metode ini sangat mudah diaplikasikan untuk Prinsip minimum potensial energi dan
elemen satu dimensi teorema Castigliano adalah metode yang
sering sekali digunakan untuk tujuan
penurunan persamaan elemen
2
11/6/2018
Methode weighted residual yang sangat Tujuan untuk mendapatkan persamaan-persamaan yang mengatur prilaku elemen
berguna untuk mengembangkan persamaan Ada dua cara yaitu metode Energi dan metode Residu
elemen adalah Methode Galerkin. Metode Energi
Keruntuhan Methode ini sama hasilnya Struktur dihubungkan dengan nilai-nilai stasionerinya
dengan methode energi, meskipun metode Nilai Stasioner dari suatu fungsi F(x)
energi lebih aplicable. Untuk mendapatkan nilai ini, kita menyamakan turunan fungsi tersebut dengan nol,
Metode ini khususnya sangat berguna jika dF
fungsi potensial energi tidak tersedia 0
dx
Metode ini boleh dipakai secara langsung
untuk persamaan differential yang
bagaimanapun.
Nilai stasioner berarti nilai maksimum,
Total Potensial Energi
minumum atau titik pelana (saddle point) dari
suatu fungsi F(x). p U W p , dimana suku pertama menyatakan strain energi internal sedangkan
Di bawah syarat batas tertentu, suatu fungsi suku kedua menyatakan potensial akibat beban luar
mengambil nilai minumum atau maksimum. Prinsip energi potensial minimum : p U W p 0 dimana menyatakan
Untuk mencari titik suatu nilai stasioner, kita variasi energi potensial.
menyamakan turunan F dengan nol, sehingga
dapat dituliskan: w w p . Tanda negatif terjadi karena arah kedua energi berlawanan
Turunan total potensial energi terhadap variabel yang tidak diketahui :
3
11/6/2018
p p (u1 , u2 , u3 ,...u n ) Persamaan kekakuan elemen secara individual
telah diperoleh dari step 4 dapat ditambahkan
p p p bersama menggunakan metode superposisi yang
0; 0; … 0
u1 u2 un disebut direct stiffness method.
Selanjutnya di peroleh
Tujuan akhir adalah memperoleh persamaan-
persamaan untuk benda secara keseluruhan yang
, k q Q akan menentukan kira-kira prilaku keseluruhan
dalam bentuk global stiffness methode benda atau struktur.
k = matriks sifat elemen (stiffness) Perakitan elemen akhir atau persamaan secara
q = Variabel yang tidak diketahui global dapat dituliskan dalam bentuk matriks
sebagai berikut.
Q = vektor parameter pemaksa
K r R , Sekali persamaan pada elemen diterapkan untuk
suatu elemen yang umum,maka kita akan
dalam bentuk global stiffness methode menghasilkan persamaan yang berualang-ulang
untuk elemen lainnya.
K = matriks sifat (stiffness) rakitan Kemudian persamaan ini dijumlahkan untuk
mendapatkan persamaan global.
r = matriks rakitan dari titik simpul yang tidak diketahui
Proses perakitan didasarkan hukum kecocokan
R = vektor rakitan dari parameter-parameter pemaksa atau kekontinuan yang artinya titik-titik
bersebelahan harus tetap bersebelahan setelah
Syarat Batas : diberikan beban dengan kata lain perpindahan dua
Membahas sifat suatu benda dan struktur titik yang berbatasan atau yang berurutan harus
mempunyai nilai-nilai yang identik.
Kemampuan suatu benda menahan gaya-gaya yang bekerja
4
11/6/2018
Syarat batas adalah batasan atau penyangga Persamaan di atas dapat diselesaikan dengan
fisis yang harus ada sehingga suatu struktur menggunakan Metode Eleminasi seperti
atau benda dapat berdiri sendiri di dalam Methode Gauss ataupun Metode Iterasi
ruang. seperti Gauss-Seidels.
Nilai displacement yang diperoleh disebut
primary unknowns.
Sebab parameter ini pertama sekali
ditentukan menggunakan stiffness atau
displacement methode dalam metode elemen
hingga
Penyelesaian persamaan primer yang tidak Untuk analisa permasalahan tegangan, penting
diketahui besaran sekunder regangan dan tegangan
(ataupun momen dan gaya geser) untuk diketahui.
Displacement, untuk kasus deformasi
Sebab mereka dapat secara langsung diekspresikan
Tekanan kecepatan atau potensial fluida, dalam bentuk penentuan perpindahan pada tahap
untuk kasus potensial fluida 6.
Konsolidasi, tekanan air pori. Typical hubungan antara regangan dan
perpindahan serta antara tegangan dan regangan
seperti pada persamaan di atas untuk tegangan
satu dimensi dapat digunakan.
5
11/6/2018
Tujuan akhir dari perhitungan adalah untuk
menginterpretasikan dan menganalisis hasil-
hasil perhitungan yang akan digunakan
dalam proses perencanaan dan analisa.
Penentuan lokasi pada struktur dimana
terjadi deformasi yang besar dan tegangan
yang besar umumnya dibutuhkan dalam
pembuatan keputusan analisa dan
perencanaan.
Program-program komputer postprocessor
akan menolong pemakai untuk
menginterpretasikan hasil dengan
tampilannya dalam bentuk grafik.
Menginterpretasikan hasil dan memplot hasil.
6
11/6/2018
Terima Kasih
- Models Bodies of Complex Shape
- Can Handle General Loading/Boundary Conditions
- Models Bodies Composed of Composite and Multiphase Materials
- Model is Easily Refined for Improved Accuracy by Varying
Element Size and Type (Approximation Scheme)
- Time Dependent and Dynamic Effects Can Be Included
- Can Handle a Variety Nonlinear Effects Including Material
Behavior, Large Deformations, Boundary Conditions, Etc.
7
11/6/2018
Bentuk Model-model yang tidak teratur dapat Variasi ukuran elemen untuk membuatnya
dianalisa memungkinkan membuatnya memakai
Kondisi pembebanan secara umum dapat elemen-elemen kecil dimana dibutuhkan
dikerjakan tanpa kesulitan Aternatif model metode elemen hingga relatif
Model-model bentuk gabungan dari mudah dan murah
beberapa material yang berbeda dapat Efek dynamics dapat di evaluasi
dikerjakan sebab persamaan dari masing- Dapat mengerjakan keberadaan prilaku
masing elemen dievaluasi secara individual material yang non linier dengan deformasi
Dapat digunakan untuk mengevaluasi jumlah yang besar dan material yang bersifat non
dan type syarat batas yang jumlahnya tidak linier
terbatas
Can readily handle complex geometry:
Can handle bodies comprised of nonhomogeneous materials:
The heart and power of the FEM. Every element in the model could be assigned a different set
Can handle complex analysis types: of material properties.
Vibration Can handle bodies comprised of nonisotropic materials:
Transients Orthotropic
Nonlinear Anisotropic
Heat transfer Special material effects are handled:
Fluids Temperature dependent properties.
Can handle complex loading: Plasticity
Node-based loading (point loads). Creep
Element-based loading (pressure, thermal, inertial Swelling
forces). Special geometric effects can be modeled:
Time or frequency dependent loading. Large displacements.
Can handle complex restraints: Large rotations.
Indeterminate structures can be analyzed. Contact (gap) condition.
8
11/6/2018
A specific numerical result is obtained for a specific
problem. A general closed-form solution, which would
permit one to examine system response to changes in
various parameters, is not produced.
The FEM is applied to an approximation of the
mathematical model of a system (the source of so-called
inherited errors.)
Experience and judgment are needed in order to construct
a good finite element model.
A powerful computer and reliable FEM software are
essential.
Input and output data may be large and tedious to
prepare and interpret.
The three main sources of error in a typical FEM solution are
Numerical problems: discretization errors, formulation errors and numerical errors.
Computers only carry a finite number of significant Discretization error results from transforming the physical
digits. system (continuum) into a finite element model, and can be
Round off and error accumulation. related to modeling the boundary shape, the boundary
Can help the situation by not attaching stiff (small) conditions, etc.
elements to flexible (large) elements.
Susceptible to user-introduced modeling errors:
Poor choice of element types.
Distorted elements.
Geometry not adequately modeled.
Certain effects not automatically included:
Buckling
Large deflections and rotations.
Material nonlinearities .
Other nonlinearities. Discretization error effectively eliminated.
Discretization error due to poor geometry
representation.
9
11/6/2018
Formulation error results from the use of elements that don't precisely
Numerical error occurs as a result of numerical
describe the behavior of the physical problem.
Elements which are used to model physical problems for which they calculation procedures, and includes
are not suited are sometimes referred to as ill-conditioned or
mathematically unsuitable elements.
truncation errors and round off errors.
For example a particular finite element might be formulated on the Numerical error is therefore a problem mainly
assumption that displacements vary in a linear manner over the
domain. Such an element will produce no formulation error when it is
concerning the FEM vendors and developers.
used to model a linearly varying physical problem (linear varying The user can also contribute to the numerical
displacement field in this example), but would create a significant
formulation error if it used to represent a quadratic or cubic varying accuracy, for example, by specifying a physical
displacement field. quantity, say Young’s modulus, E, to an
inadequate number of decimal places.
Read in data
Zero global stiffness matrix
Loup over finite element
Compute element stiffness matrik, k
Add k to global stiffness matrik, K
Enforce boundary condition
Solve equation matriks k d = f
Output displacement d
Compute stress
stop
10