ATURAN RANTAI
Definisi Aturan Rantai
Aturan rantai adalah aturan untuk mencari turunan fungsi komposisi. Misal
𝐹(𝑥) = (2𝑥 + 1)5 , amati bahwa F berupa fungsi komposisi. Aturan rantai untuk
fungsi-fungsi komposisi satu variabel ialah sebagai berikut.
Jika 𝑦 = 𝑓(𝑥(𝑡)) dengan 𝑓 dan 𝑥 merupakan fungsi yang terdefinisi dan
dapat diturunkan, maka dalam notasi Leibniz dapat ditulis:
𝑑𝑦 𝑑𝑦 𝑑𝑥
= ∙
𝑑𝑡 𝑑𝑥 𝑑𝑡
Atau dalam notasi aksennya ialah:
(𝑓 ∘ 𝑔)′ (𝑥) = 𝑓 ′ (𝑔(𝑥))𝑔′ (𝑥)
Contoh:
1. Jika 𝑦 = (2𝑥 2 − 4𝑥 + 1)60 , carilah 𝐷𝑥 𝑦! (𝐷𝑥 𝑦 adalah diferensial dari 𝑦 atau
𝐹′(𝑥) dari 𝐹(𝑥).
Penyelesaian :
Kita pikirkan 𝑦 sebagai pangkat ke- 60 suatu fungsi 𝑥, yakni 𝑦 = 𝑢60 dan
𝑢 = 2𝑥 2 − 4𝑥 + 1
fungsi sebelah luar f(x) = 𝑢60 dan fungsi sebelah dalam adalah 𝑢 = 𝑔(𝑥) =
2𝑥 2 − 4 + 1
𝐷𝑥 𝑦 = 𝐷𝑥 𝑓(𝑔(𝑥))
= 𝑓(𝑢)𝑔(𝑢)
= (60𝑢59 )(4𝑥 − 4)
= 60(2𝑥 2 − 4𝑥 + 1)59 (4𝑥 − 4)
1
2. Jika y = (2𝑥 5 −7)3 Carilah𝐷𝑥 𝑦
1
Penyelesaian:
Misal: 𝑢 = 2𝑥 5 − 7
1
𝑦= = 𝑢−3
𝑢3
𝐷𝑥 𝑦 = 𝐷𝑥 𝑓(𝑔(𝑥))
= 𝑓(𝑢)𝑔(𝑢)
= (−3𝑢−4 )(10𝑥 4 )
−3
= 𝑢4 ∙ 10𝑥 4
−30𝑥 4
= (2𝑥 5 −7)4
3. Jika 𝑓(𝑥) = 𝑠𝑖𝑛 (𝑐𝑜𝑠(𝑡𝑎𝑛 𝑥)), maka carilah 𝑓’(𝑥)!
Penyelesaian:
𝑑
𝑓’(𝑥) = 𝑐𝑜𝑠 (𝑐𝑜𝑠(𝑡𝑎𝑛 𝑥)) 𝑑𝑥 𝑐𝑜𝑠 (𝑡𝑎𝑛 𝑥)
𝑑
= 𝑐𝑜𝑠 (𝑐𝑜𝑠(𝑡𝑎𝑛 𝑥))[−𝑠𝑖𝑛(𝑡𝑎𝑛 𝑥)] 𝑑𝑥 (𝑡𝑎𝑛 𝑥)
= −𝑐𝑜𝑠(𝑐𝑜𝑠(𝑡𝑎𝑛 𝑥)) 𝑠𝑖𝑛(𝑡𝑎𝑛 𝑥) 𝑠𝑒𝑐 2 𝑥
4. 𝐷𝑥 (5 sin3 (cos(𝑥 2 + 5𝑥 + 1)4 )) adalah….
Penyelesaian:
𝐷𝑥 (cos(𝑥 2 + 5𝑥 + 1)4 )
= − sin(𝑥 2 + 5𝑥 + 1)4 . (𝐷𝑥 (𝑥 2 + 5𝑥 + 1)4
= − sin(𝑥 2 + 5𝑥 + 1)4 . 4 (𝑥 2 + 5𝑥 + 1)3 . (2𝑥 + 5)
= −(8𝑥 + 20)(𝑥 2 + 5𝑥 + 1)3 . sin(𝑥 2 + 5𝑥 + 1)4
2.1 Aturan Rantai untuk Fungsi Dua Variabel
Menurut Varberg, dkk. (2007: 265) ada dua versi aturan rantai untuk fungsi
dua variabel.
2
Versi Pertama jika 𝑧 = 𝑓(𝑥, 𝑦) dengan 𝑥 dan 𝑦 adalah fungsi 𝑡, maka
𝑑𝑧
masuk akal untuk menanyakan 𝑑𝑡 , dan seharusnya ada rumus untuknya.
Teorema A | Aturan Rantai
Misalkan 𝑥 = 𝑥(𝑡) dan 𝑦 = 𝑦(𝑡) terdeferensiasikan di 𝑡 dan misalkan 𝑧 =
𝑓(𝑥, 𝑦) terdeferensiasikan di (𝑥 (𝑡), 𝑦 (𝑡)). Maka 𝑧 = 𝑓(𝑥(𝑡), 𝑦(𝑡)) dapat
dideferensiasikan di 𝑡 dan
𝑑𝑧 𝜕𝑧 𝑑𝑥 𝜕𝑧 𝑑𝑦
= +
𝑑𝑡 𝜕𝑥 𝑑𝑡 𝜕𝑦 𝑑𝑡
Contoh:
𝑑𝑧
1. Misalkan 𝑧 = 𝑥 4 𝑦, dengan 𝑥 = 2𝑡 dan 𝑦 = 𝑡 3 . Carilah 𝑑𝑡 !
Penyelesaian:
𝑑𝑧 𝜕𝑧 𝑑𝑥 𝜕𝑧 𝑑𝑦
= +
𝑑𝑡 𝜕𝑥 𝑑𝑡 𝜕𝑦 𝑑𝑡
= 4𝑥 3 𝑦 (2) + 𝑥 4 (3𝑡 2 )
= 8𝑥 3 𝑦 + 𝑥 4 (3𝑡 2 )
= 8(2𝑡)3 (𝑡 3 ) + (2𝑡)4 3(𝑡 3 )2
= 8(8𝑡 3 )𝑡 3 + 16𝑡 4 (3𝑡 6 )
= 64𝑡 6 + 48𝑡10
𝑑𝑧
2. Misalkan 𝑤 = 𝑥 2 𝑦 3 , dengan 𝑥 = 𝑡 3 dan 𝑦 = 𝑡 2 . Carilah 𝑑𝑡 .
Penyelesaian:
𝑑𝑤 𝜕𝑤 𝑑𝑥 𝜕𝑤 𝑑𝑦
= +
𝑑𝑡 𝜕𝑥 𝑑𝑡 𝜕𝑦 𝑑𝑡
= (2𝑥𝑦 3 )(3𝑡 2 ) + (3𝑥 2 𝑦 2 )(2𝑡)
= 6𝑥𝑦 3 𝑡 2 + 6𝑥 2 𝑦 2 𝑡
= 6𝑡 3 (𝑡 2 )3 𝑡 2 + 6(𝑡 3 )2 (𝑡 2 )2 𝑡
= 6𝑡11 + 6𝑡11
= 12𝑡11
3
Versi Kedua Misalkan bahwa 𝑧 = 𝑓(𝑥, 𝑦) dengan 𝑥 = 𝑥(𝑠, 𝑡) dan 𝑦 =
𝑦(𝑠, 𝑡). Maka masuk akal untuk menanyakan 𝜕𝑧/𝜕𝑠 dan 𝜕𝑧/𝜕𝑡
Teorema B | Aturan Rantai
Misalkan 𝑥 = 𝑥(𝑠, 𝑡) dan 𝑦 = 𝑦(𝑠, 𝑡) mempunyai turunan-turunan parsial
pertama di (𝑠, 𝑡) dan misalkan 𝑧 = 𝑓(𝑥, 𝑦) terdeferensiasikan di
(𝑥(𝑠, 𝑡), 𝑦(𝑠, 𝑡)). Maka 𝑧 = 𝑓(𝑥(𝑠, 𝑡), 𝑦(𝑠, 𝑡)) mempunyai turunan-turunan
parsial pertama yang diberikan oleh:
𝜕𝑧 𝜕𝑧 𝜕𝑥 𝜕𝑧 𝜕𝑦 𝜕𝑧 𝜕𝑧 𝜕𝑥 𝜕𝑧 𝜕𝑦
1. = + 2. = +
𝜕𝑠 𝜕𝑥 𝜕𝑠 𝜕𝑦 𝜕𝑠 𝜕𝑡 𝜕𝑥 𝜕𝑡 𝜕𝑦 𝜕𝑡
Contoh:
1. Jika 𝑧 = 3𝑥 2 − 𝑦 2 dengan 𝑥 = 2𝑠 + 7𝑡 dan 𝑦 = 5𝑠𝑡. Carilah 𝜕𝑧/𝜕𝑡, dan
nyatakan dalam bentuk s dan t!
Penyelesaian:
𝜕𝑧 𝜕𝑧 𝜕𝑥 𝜕𝑧 𝜕𝑦
= +
𝜕𝑡 𝜕𝑥 𝜕𝑡 𝜕𝑦 𝜕𝑡
= (6𝑥)(7) + (−2𝑦)(5𝑠)
= 42(2𝑠 + 7𝑡) − 10𝑠𝑡(5𝑠)
= 84𝑠 + 294𝑡 − 50𝑠 2 𝑡
𝜕𝑧 𝜕𝑧
2. Tentukan dan jika 𝑧 = 𝑓(𝑥, 𝑦) = 𝑥𝑒 𝑦 dengan 𝑥 = 2𝑠 − 𝑡 dan 𝑦 =
𝜕𝑠 𝜕𝑡
2𝑠 + 𝑡s+t
Penyelesaian:
𝜕𝑧 𝜕𝑧 𝜕𝑥 𝜕𝑧 𝜕𝑦
a) = +
𝜕𝑠 𝜕𝑥 𝜕𝑠 𝜕𝑦 𝜕𝑠
= 𝑒 𝑦 (2) + 𝑥𝑒 𝑦 (2)
= 2𝑒 𝑦 (1 + 𝑥)
= 2𝑒 2𝑠+𝑡 (2𝑠 − 𝑡 + 1)
4
𝜕𝑧 𝜕𝑧 𝜕𝑥 𝜕𝑧 𝜕𝑦
b) = +
𝜕𝑡 𝜕𝑥 𝜕𝑡 𝜕𝑦 𝜕𝑡
= 𝑒 𝑦 (−1) + 𝑥𝑒 𝑦 (1)
= 𝑒 𝑦 (𝑥 − 1)
= 𝑒 2𝑠+𝑡 (2𝑠 − 𝑡 − 1)
2.2 Aturan Rantai untuk Fungsi Tiga Variabel
Jika 𝑥 = 𝑥(𝑡), 𝑦 = 𝑦(𝑡), dan 𝑧 = 𝑧(𝑡) fungsi yang diferensial di 𝑡, dan 𝑤 =
𝑓(𝑥, 𝑦, 𝑧) diferensial di titik (𝑥(𝑡), 𝑦(𝑡), 𝑧(𝑡)), maka 𝑤=
𝑓(𝑥(𝑡), 𝑦(𝑡), 𝑧(𝑡))=f(xt,yt,zt) diferensial di 𝑡, dan
𝑑𝑤 𝜕𝑤 𝑑𝑥 𝜕𝑤 𝑑𝑦 𝜕𝑤 𝑑𝑧
= + +
𝑑𝑡 𝜕𝑥 𝑑𝑡 𝜕𝑦 𝑑𝑡 𝜕𝑧 𝑑𝑡
Contoh:
1. Jika 𝑤 = 𝑥 2 + 𝑦 2 + 𝑧 2 + 𝑥𝑦, dengan 𝑥 = 𝑠𝑡, 𝑦 = 𝑠 − 𝑡, dan 𝑧 = 𝑠 +
𝜕𝑤
2𝑡,t,arilah !
𝜕𝑡
Penyelesaian:
𝑑𝑤 𝜕𝑤 𝑑𝑥 𝜕𝑤 𝑑𝑦 𝜕𝑤 𝑑𝑧
= + +
𝑑𝑡 𝜕𝑥 𝑑𝑡 𝜕𝑦 𝑑𝑡 𝜕𝑧 𝑑𝑡
= (2𝑥 + 𝑦)(𝑠) + (2𝑦 + 𝑥)(−1) + (2𝑧)(2)
= (2𝑠𝑡 + 𝑠 − 𝑡)(𝑠) + (2𝑠 − 2𝑡 + 𝑠𝑡)(−1) + (2𝑠 + 4𝑡)2
= 2𝑠 2 𝑡 + 𝑠 2 − 2𝑠𝑡 + 2𝑠 + 10𝑡
5
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Aturan rantai adalah aturan untuk mencari turunan fungsi komposisi. Aturan
rantai ini efektif digunakan dalam mencari turunan yang mempunyai pangkat
yang besar. Aturan rantai ini tidak hanya digunakan pada fungsi yang satu
variabel saja, namun juga pada fungsi yang memiliki dua atau tiga variabel.
3.2 Saran
Aturan rantai ini sangat penting dipelajari untuk memudahkan setiap
pembaca dalam mengerjakan suatu turunan fungsi yang memiliki pangkat yang
besar. Oleh karena itu, kami menyarankan kepada para pembaca untuk lebih
memahami materi aturan rantai ini. Kami juga berharap atas kritik dan sarannya
agar dalam pembuatan makalah lainnya bisa lebih baik lagi.
6
DAFTAR PUSTAKA
Varberg, Dale, dkk. 2003. Kalkulus Edisi Kedelapan Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Varberg, Dale, dkk. 2007. Kalkulus Edisi Kesembilan Jilid 2. Jakarta: Erlangga.