Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia ISSN: 1979-879X (print)
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia, 11(1): xx-xx, Mei 2019ISSN: 2354-8797 (online)
PENENTUAN KADAR FENOLIK TOTAL PADA EKSTRAK RIMPANG
KENCUR (Kaempferia galanga L.) DENGAN MENGGUNAKAN VARIASI
PELARUT
Determination of Total Phenolic Content in Kencur Rhizome Extract
(Kaempferia galangal L.) Using A Variety of Solvent
Fidrus affandy, Dila Ayu Lestari, Khairun Nissa, Intan Ningtyas Sariasih, Ida Neni
Apriani, Nisa Isneni Hanifa
Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mataram, Jln. Majapahit No. 62
Mataram, Indonesia
*e-mail: nisa02hanifa@[Link]
Fidrusaffandy997@[Link]
ABSTRAK
Research has been conducted on the determination of total phenolic levels based on the effect of solvents
on extraction of the kencur rhizome (Kaempferia galanga L.). Kencur belongs to members of the
Zingiberaceae family which contain phenolic compounds such as gingerol, shogaol, and gingeron. The
purpose of this study was to determine the total phenolic level based on the variation of solvents. This
research was conducted by sonication extraction method using ethanol 96% solvent, 50% ethanol and
distilled water. Analysis of phenolic content was determined by a UV-Visible spectrophotometer at a
maximum wavelength of 759 nm. The results showed that 96% ethanol is the most appropriate solvent
for extracting phenolic. This is indicated by the highest total phenolic content in the extraction using
ethanol 96% solvent which is equal to 26,056.
Keywords: Kaempferia galanga L., total phenolic, sonication
ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian tentang penentuan kadar fenolik total berdasarkan pengaruh pelarut pada
ekstraksi rimpang kencur (Kaempferia galanga L.). Kencur termasuk kedalam anggota famili
Zingiberaceae yang mengandung senyawa fenolik seperti gingerol, shogaol, dan gingeron. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menentukan kadar fenolik total berdasarkan variasi pelarut, Penelitian ini
dilakukan dengan metode ekstraksi sonikasi menggunakan pelarut etanol 96%, etanol 50% dan
aquades. Analisis kandungan fenolik ditentukan dengan spektrofotometer UV-Visible pada panjang
gelombang maksimum 759 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etanol 96% merupakan pelarut
yang paling tepat untuk mengekestraksi fenolik. Hal ini ditunjukkan dengan kadar fenolik total yang
tertinggi pada hasil ekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% yaitu sebesar 26,056.
Kata kunci: Kaempferia galanga L., fenolik total, sonikas
PENDAHULUAN
Kencur (Kaempferia galanga L.) termasuk tanaman tropis dan di Indonesia dahulunya
merupakan tanaman pekarangan. Hal ini disebabkan karena secara tradisional kencur termasuk
tanaman obat (Hamida, 2007). Sejak lama rakyat Indonesia sudah memanfaatkan tanaman
Affandy et al.: Penentuan kadar fenolik total pada ekstrak rimpang kencur…….. 1
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia, 11(1): xx-xx, Mei 2019
kencur sebagai ramuan obat-obatan, sebagai bumbu masakan bahkan sebagai minuman beras
kencur. Banyak masyarakat mempercayai bahwa kencur dapat mengobati berbagai penyakit
tertentu, antara lain menyembuhkan masuk angin, batuk, dan sakit tenggorokan. Kencur banyak
digunakan sebagai bahan baku obat tradisional, fitofarmaka, industri kosmetika, penyedap
makanan dan minuman, rempah, serta bahan campuran saus rokok pada industri rokok kretek,
bahkan dapat dimanfaatkan sebagai bioinsektisida (Rostinawati dan Efendi, 2007).
Kencur termasuk kedalam anggota famili Zingiberaceae. Ravindran (2005) melaporkan
senyawa yang terkandung dalam famili Zingiberaceae diantaranya adalah senyawa fenolik
seperti gingerol, shogaol, gingeron. Senyawa fenolik merupakan senyawa antioksidan alami yang
terdapat dalam bentuk senyawa aktif dalam makanan. Senyawa fenolik dapat mencegah
berbagai jenis penyakit, seperti kanker dan jantung koroner. Senyawa ini pun berperan sebagai
faktor pelindung terhadap bahaya oksidasi pada tubuh manusia.
Kandungan kimia utama dalam rimpang kencur adalah etil parametoksi sinamat
(terkandung dalam minyak atsiri kencur) yang mempunyai aktivitas analgetik dan diduga
bertanggung jawab pula terhadap efek penambah nafsu makan. EPMS termasuk ke dalam
senyawa ester yang mengandung cincin benzene dan gugus metoksi yang bersifat nonpolar dan
juga gugus karbonil yang mengikat etil yang bersifat sedikit polar sehingga dalam ekstraksinya
dapat menggunakan pelarut-pelarut yang mempunyai variasi kepolaran yaitu etanol, etil asetat,
metanol, air dan heksan (Tewtrakul dkk, 2005).
Penelitian terhadap kadar fenolik total yang terkandung dalam tanaman kencur
(Kaempferia galanga L.) perlu dilakukan, sehingga pemanfaatan tanaman kencur (Kaempferia
galanga L.) dapat dimaksimalkan untuk dijadikan sebuah alternative pengobatan herbal dalam
penyembuhan berbagai jenis penyakit. Dengan melihat kadar fenolik total yang terkandung
dalam ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) maka dapat diperkirakan besar aktivitas
antioksidannya. Disamping itu, penetapan kadar fenolik total pada rimpang kencur (Kaempferia
galanga L.) untuk mempertegas kandungan fenolik totalnya yang bermanfaat sebagai data
penelitian dan pengembangan obat bahan alam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
menentukan kadar fenolik total berdasarkan variasi pelarut yang digunakan.
METODE
Rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) diambil di daerah Majidi, Kabupaten Lombok
Timur kemudian diambil bagian rimpangnya. Setelah itu dilakukan sortasi basah dan pencucian
untuk menghilangkan zat pengotor yang masih menempel pada sampel. Dilakukan perajangan
pada sampel rimpang kencur, dan sampel dikeringkan dengan cara diangin-anginkan selama 2
hari. Selanjutnya sampel diserbukkan dengan menggunakan blender dan ditimbang berat total
serbuk rimpang kencur.
Ekstraksi serbuk rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) menggunakan metode sonikasi
dilakukan dengan ditimbang sebanyak 25 gram dan dilarutkan dengan pelarut etanol 96%
sampai 200 mL, dihomogenkan. Kemudian larutan sampel disonikasi pada suhu 50 oC selama 30
menit. Lalu maserat dipisahkan dengan kertas saring. Maserat yang dipisahkan kemudian
disonikasi kembali sebanyak 2 kali pengulangan. Hal yang sama dilakaukan pada pelarut ethanol
50% dan aquadest. Selanjutnya hasil filtrat yang didapatkan dari masing-masing pelarut
diuapkan pada suhu ≤ 60◦C hingga didapatkan ekstrak kental.
Pembuatan kurva baku dibuat menggunakan asam galat dengan kadar 1 mg/mL yang
divariasikan menjadi 4 volume pemberian yaitu 10, 20, 40 dan 50 µL/mL. Kemudian
ditambahkan 0,4 mL reagen Folin Ciocalteau, lalu dikocok dan dibiarkan hingga 4-8 menit.
Affandy et al.: Penentuan kadar fenolik total pada ekstrak rimpang kencur……. 2
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia, 11(1): xx-xx, Mei 2019
Setelah itu ditambahkan 4 mL larutan Na 2CO3 dan dikocok hingga hingga homogen. Ditambahkan
dengan larutan aquabidestilata hingga tanda batas (10mL) pada labu ukur dan didiamkan
selama 2 jam pada suhu ruang. Diukur absorbansi pada Panjang gelombang 759 nm dan dibuat
kurva kalibrasi hubungan antara konsentrasi asam galat (µg/mL) dengan absorbansi.
Penentuan kadar fenolik total dilakukan dengan menganalisis kandungan zat aktif yang
ada dalam ekstrak rimpang kencur dilakukan dengan menghitung persen rendemen dan kadar
fenolik total. Penentuan kadar fenolik dilakukan dengan menimbang ekstrak rimpang kencur
sebanyak 10 mg dalam 10 mL pelarut. Kemudian dilarutkan dengan 10 mL pelarut sesuai
dengan yang digunakan pada pelarut ekstraknya. Dipipet 1 mL dari larutan tersebut dan
ditambahkan 0,4 mL reagen Folin Ciocalteau, lalu dikocok dan dibiarkan selama 4 menit. Setelah
itu ditambahkan 4 mL larutan Na 2CO3 dan dikocok hingga homogen. Ditambahkan
aquabidestilata hingga tanda batas pada labu ukur (10mL) dan didiamkan selama 2 jam pada
suhu ruang. Terakhir, dibaca absorbansinya pada Panjang gelombang 759 nm.
Analisis data dilakukan dengan persamaan regresi linear menggunakan program Microsoft
Excel kemudian dihitung kadar fenolik totalnya. Perhitungan kandungan fenolik total
menggunakan rumus berikut:
TPC =
Keterangan:
c = konsentrasi fenolik (nilai x)
v = volume ekstrak yang digunakan (mL)
fp = faktor pengenceran
g = berat sampel yang digunakan
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian mengenai penentuan kadar fenolik total berdasarkan pengaruh pelarut pada
ekstraksi rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) sangat diperlukan guna meningkatkan
optimalisasi ekstraksi dengan cara memilih pelarut yang tepat. Ekstraksi rimpang kencur
(Kaempferia galanga L.) ini dilakukan dengan cara ekstraksi dengan sonikasi. Perbedaan
perlakukan ekstraksi ini dilakukan bertujuan untuk melihat perbedaan rendemen dan kadar
fenolik total yang didapatkan menggunakan pelarut yang dikaji. Pelarut yang digunakan tersebut
adalah etanol 96%, etanol 50% dan aquadest. Pada bagian pembahasan ini akan dijelaskan
perlakuan ekstraksi rimpang kencur dan analisis kadar fenolik total berdasarkan ektrak yang
didapat.
Ekstraksi rimpang kencur dilakukan menggunakan metode sonikasi dengan pelarut yang
berbeda. Serbuk rimpang kencur ditimbang sebanyak 25 mg untuk masing-masing pelarut.
Selanjutnya diuapkan untuk mendapatkan ekstrak kental dengan tujuan untuk mendapatkan
ekstrak metanol kental. Ekstrak rimpang kencur yang diperoleh dari hasil ekstraksi
menggunakan 3 jenis pelarut berbeda yaitu sebesar 4,39 gram menggunakan pelarut etanol
50%, 961,13 gram untuk pelarut etanol 96% dan 6,81 gram untuk pelarut aquadest dari bobot
serbuk kering masing-masing sebanyak 25 gram. Sedangkan persen rendemen dari ekstrak
rimpang kencur pelarut etanol 96%, etanol 50% dan aquades secara berturut-turut adalah
4,52%; 17,56%; dan 27,24%. Penentuan rendemen berfungsi untuk mengetahui kadar metabolit
sekunder yang terbawa oleh pelarut tersebut, namun tidak dapat menentukan jenis senyawa
yang terbawa (Ukieyanna, 2012).
Affandy et al.: Penentuan kadar fenolik total pada ekstrak rimpang kencur…….. 3
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia, 11(1): xx-xx, Mei 2019
Pada penelitian ini untuk menentukan kadar senyawa fenol total pada sampel digunakan
asam galat (GAE) sebagai larutan standar. Digunakan asam galat sebagai larutan standar karena
merupakan salah satu fenol alami dan stabil, serta relatif murah dibanding lainnya. Asam galat
termasuk dalam senyawa fenolik turunan asam hidroksibenzoat yang tergolong asam fenol
sederhana. Asam galat menjadi pilihan sebagai standar ketersediaan substansi yang stabil dan
murni. Asam galat direaksikan dengan reagen Folin Ciocalteau yang digunakan karena senyawa
fenolik dapat bereaksi dengan folin membentuk larutan berwarna yang dapat diukur
absorbansinya. Reagen Folin-Ciocalteu menghasilkan warna kuning yang menandakan bahwa
mengandung fenol, setelah itu ditambahkan dengan larutan Na 2CO3 menghasilkan warna biru
(Viranda, 2009). Senyawa fenolik bereaksi dengan reagen Folin-Ciocalteu hanya dalam suasana
basa agar terjadi disosiasi proton pada senyawa fenolik menjadi ion fenolat, sehingga
ditambahkan larutan Na2CO3 (Apsari & Susanti, 2011).
Gambar 1. Kurva kalibrasi larutan standar asam galat
Larutan standar asam galat diukur dengan variasi konsentrasi 10, 20, 40 dan 50 µL/mL
diukur pada panjang gelombang maksimal 759 nm. Kemudian diperoleh nilai absorbansi larutan
standar asam galat pada masing-masing konsentrasi, kemudian diperoleh persamaan garis
linear yang nantinya digunakan untuk penetapan kadar fenolik total pada sampel ekstrak
rimpang kencur. Hasil pengukuran serapan larutan standar asam galat yang diperoleh
dimasukkan ke dalam Microsoft Excel untuk mendapatkan kurva kalibrasi larutan standar asam
galat berupa grafik kurva konsentrasi versus absorbasi. Berdasarkan grafik dapat dilihat bahwa
kurva kalibrasi dengan persamaan regresi untuk absorbasi asam galat pada konsentrasi 10, 20,
40 dan 50 µL/mL sebesar y = 0,0136x + 0,087 larutan standar senyawa flavonoid diperoleh
hubungan yang linier antara absorbansi dengan konsentrasi. Pada pengukuran absorbansi yang
ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,9993, nilai (r) ini mendekati angka 1
yang menunjukkan bahwa persamaan regresi tersebut adalah linier.
Tabel 1. Hasil pengukuran absorbansi kadar fenolik total pada ekstrak rimpang kencur (Kaempferia
galanga L.)
Affandy et al.: Penentuan kadar fenolik total pada ekstrak rimpang kencur……. 4
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia, 11(1): xx-xx, Mei 2019
Kandungan Rata-rata
Fenolik total
Sampel Replikasi Absorbansi Fenolik awal fenolik total
(gGAE/g eks)
(g/mL) (%)
1 0,4427 2,615 x10-5 13,075%
2 0,4406 2,600 x10-5 13% 13,028%
Etanol 96%
3 0,4409 2,602 x10-5 13,01%
1 0,2528 1,219 x10-5 6,095%
Etanol 50% 2 0,2525 1,216 x10-5 6,08% 6,083%
3 0,2527 1,218 x10-5 6,09%
1 0,2706 1,350 x x10-5 4,5%
Aquadest 2 0,2702 1,345 x10-5 4,48% 4,493%
3 0,2704 1,349 x10-5 4,5%
Pada pengukuran senyawa fenolik dan flavonoid total dibuat sebanyak tiga replikasi untuk
keperluan akurasi data. Sehingga dari hasil penelitian ini diperoleh kadar fenolik total ekstrak
rimpang kencur pada pelarut 96% sebesar 13,028% b/b, pada pelarut 50% sebesar 4,493% b/b
dan pada pelarut aquadest sebesar 6,083% b/b dihitung terhadap senyawa fenol asam galat
(GAE). Dari hasil perhitungan kadar fenolik total tersebut didapatkan hasil persamaan SLD yaitu
y = 13.028 (A) + 6.083 (B) – 20.84 (A)(B).
KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kadar fenolik total yang
didapatkan dari variasi pelarut yang digunakan yaitu pada etanol 96% sebesar 13,028% b/b,
pada pelarut 50% sebesar 4,493% b/b dan pada pelarut aquadest sebesar 6,083% b/b. Pelarut
etanol 96% merupakan pelarut terbaik untuk mendapatkan kadar fenolik total pada ekstrak
rimpang kencur (Kaempferia galanga L.).
DAFTAR PUSTAKA
Apsari, Pramudita Dwi, & Susanti, H. (2011). Penetapan kadar fenolik total ekstrak metanol kelopak
bunga rosella merah (Hibiscus sabdarifa Linn) dengan variasi tempat tumbuh
spektrofotometri. Jurnal Kefarmasian, 2(1), 73-80.
Hamida, L. (2007). Seni Tanaman Rempah Kencur. Habsa Jaya. Bandung.
Rostinawati, T., dan Efendi. (2007). Uji Aktivitas Penyarian Biji Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa)
terhadap Beberapa Mikroba Penyebab Infeksi Kulit. Karya Ilmiah. Bandung: Fakultas Farmasi
Universitas Padjajaran.
Affandy et al.: Penentuan kadar fenolik total pada ekstrak rimpang kencur…….. 5
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia, 11(1): xx-xx, Mei 2019
Tewtrakul, Supinya., supreeya Yuenyongsawad., Sope kummee., Latthya Atsawajaruwan. (2005).
Chemical Components and Biological Activities of Volatile Oil of Kaempferia galangal Linn.
Songklanakrin J. Sci. Technol, 27 (2).
Ukieyanna, E. (2012) Aktivitas antioksidan, kadar fenolik, dan flavanoid total tumbu (Peperomia
pellucid L. Kunth). Bogor: Fakultas Teknologi.
Widia, Ningsih. (2007). Evaluasi Senyawa Fenolik (Asam Ferulat dan Asam p-Kumarat) Pada biji,
Kecambah & Tempe Kacang Tunggak (Vigna unguiculata) (Skripsi). Bogor: Institut Pertanian
Bogor.
Viranda P.M. (2009). Pengujian Kandungan Senyawa yang Terdapat Dalam Tomat. Jurnal P.
Universitas Indonesia.
Affandy et al.: Penentuan kadar fenolik total pada ekstrak rimpang kencur……. 6