0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
198 tayangan12 halaman

Struktur dan Syarat Kalimat Ilmiah

Teks tersebut membahas tentang kalimat ilmiah, termasuk tujuan pembelajaran, syarat-syarat pembuatan kalimat ilmiah seperti berisi gagasan pokok, hemat, logis, tepat makna, terukur, padu dan paralel, serta struktur kalimat tunggal dan majemuk.

Diunggah oleh

Makoto Soda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
198 tayangan12 halaman

Struktur dan Syarat Kalimat Ilmiah

Teks tersebut membahas tentang kalimat ilmiah, termasuk tujuan pembelajaran, syarat-syarat pembuatan kalimat ilmiah seperti berisi gagasan pokok, hemat, logis, tepat makna, terukur, padu dan paralel, serta struktur kalimat tunggal dan majemuk.

Diunggah oleh

Makoto Soda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB V

KALIMAT REGISTER ILMIAH

Tujuan Instruksional Umum


Setelah mempelajari topik “kalimat ilmiah” ini, Anda diharapkan
memahami bentuk kalimat dan terampil membuat kalimat ilmiah

Tujuan Instruksional khusus

Setelah mempelajari topik ini, Anda diharapkan dapat


1. memahami dan mengungkapkan pengertian kalimat ilmiah;
2. mengetahui syarat-syarat kalimat ilmiah;
3. membuat kalimat ilmiah dengan menerapkan syarat-syarat kalimat
ilmiah;
4. megelompokkan kalimat ilmiah dan nonilmiah.

KALIMAT TUNGGAL
STRUKTUR
KALIMAT

KALIMAT MAJEMUK

SETARA BERTINGKAT

Diagram Kalimat

Pada diagram tersebut diperlihatkan struktur kalimat, yaitu kalimat


tunggal dan kalimat majemuk. Lebih rinci tentang struktur tersebut akan
dijelaskan berikut ini.

Bahasa Indonesia untuk Program Diploma 4


5.1 Struktur Kalimat
Dilihat dari jumlah pola kalimat, kalimat dapat berstruktur tunggal
atau majemuk. Kalimat berstruktur majemuk sering disebut dengan
kalimat majemuk, yaitu kalimat yang terdiri atas dua buah klausa atau
lebih.
Berdasarkan hubungan gramatik antara klausa yang satu dengan
yang lain yang menjadi unsurnya, kalimat majemuk dapat dibedakan
menjadi dua golongan, yaitu
(1) kalimat majemuk setara
Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang dibentuk oleh dua
klausa atau lebih yang sama kedudukannya
(2) kalimat majemuk bertingkat..
Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang dibentuk oleh dua
klausa atau lebih yang tidak setara (Damaianti, 2005:91-93)

Berikut ini hubungan makna antarklausa.


5.1.1 Hubungan Makna Antarklausa dalam Kalimat Setara
Hubungan makna antarklausa dalam kalimat setara, diwujudkan
dalam kalimat yang menunjukkan hubungan berikut ini.

1) Hubungan perjumlahan, yaitu hubungan yang menyatakan


gabungan kegiatan, keadaan,peristiwa, dan proses. Hubungan ini
ditandai oleh kata sambung dan, dan lagi, serta, baik, maupun.
Contoh : Baik papan maupun balok harus disimpan di ruangan
yang terlindung dari pengaruh cuaca.
2) Hubungan pertentangan, yaitu hubungan yang menyatakan bahwa
apa yang dinyatakan dalam klausa pertama berlawanan dengan
apa yang terdapat dalam klausa kedua. Hubungan ini ditandai
dengan konjungsi tetapi, melainkan, sedangkan.
Contoh: Para mahasiswa bekerja keras, sedangkan Amir
bermalas- malasan saja.
3) Hubungan pemilihan, yaitu hubungan yang menyatakan pilihan di
antara dua kemungkinan atau lebih yang dinyatakan oleh kedua
klausa yang dihubungkan. Hubungan ini dinyatakan oleh
konjungsi atau.
Contoh: Tayangan televisi hendaknya menyajikan program
pendidikan atau penerangan.

5.1.2 Hubungan Makna Antarklausa dalam Kalimat Bertingkat


Hubungan makna antarklausa dalam kalimat bertingkat,
diwujudkan dalam kalimat yang menunjukkan hubungan berikut ini.
1) Hubungan waktu, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikat

Bahasa Indonesia untuk Program Diploma 4


menyatakan waktu terjadinya peristiwa atau keadaan yang
dinyatakan dalam klausa bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh
konjungsi sejak,sedari, selama, tatkala, ketika, waktu, setelah
sebelum, hingga, dll.
Contoh: Ketika setiap orang melaksanakan disiplin, dia malah
melanggarnya.

2) Hubungan syarat, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya


menyatakan syarat terlaksananya apa yang disebut dalam klausa
bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi jikalau,
seandainya, andaikata, asalkan,kalau, apabila, bilamana, dan
manakala.
Contoh: Hasil uji tanah menjadi informasi yang akurat untuk
perencanaan pondasi sebuah bangunan jika dilakukan
secara lengkap.
3) Hubungan tujuan, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya
menyatakan suatu tujuan atau harapan dari apa yang disebut dalam
klausa bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi agar,
supaya, untuk, dan biar
Contoh: Agar kadar air dalam kayu tidak meningkat, pada ujung-
ujung kayu perlu diberi tumpuan.
4) Hubungan konsesif, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya
memuat pernyataan yang tidak akan mengubah apa yang
dinyatakan dalam klausa bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh
konjungsi walaupun, meskipun, sekalipun, biarpun, dan
sungguhpun.
Contoh: Meskipun telah diingatkan, mereka berdiskusi terus
hingga larut malam.
5) Hubungan perbandingan, yaitu kalimat majemuk yang klausa
terikatnya menyatakan perbandingan, kemiripan atau preperensi
antara yang dinyatakan pada klausa bebas. Hubungan ini
dinyatakan oleh konjungsi seperti, bagaikan, ibarat, laksana, alih-
alih, daripada , dan sebagaimana.
Contoh: Data ini lebih lengkap daripada data yang diperoleh
minggu lalu.
6) Hubungan sebab, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya
menyatakan sebab atau alasan terjadinya sesuatu yang dinyatakan
dalam klausa bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi
sebab, karena, lantaran, dan akibat.
Contoh: Dalam pradesain ini tidak ada penambahan luas areal
parkir karena areal parkir ini tidak akan berubah.

Bahasa Indonesia untuk Program Diploma 4


7) Hubungan akibat, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya
menyatakan akibat dari apa yang dinyatakan dalam klausa bebas.
Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi sehingga, sampai, dan
maka.
Contoh: Gaya dongkrak biasanya dikerjakan pada ujung-ujung
beton yang telah mengeras sehingga tidak diperlukan
perletakan yang massif.
8) Hubungan cara, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya
menyatakan cara pelaksanaan yang dinyatakan dalam klausa
bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi dengan, tanpa,
sambil, seraya, dan sembari.
Contoh: Penari kuda lumping itu berjoged sembari melahap
pecahan kaca.
9) Hubungan sangkalan, yaitu kalimat majemuk yang klausa
terikatnya menyatakan adanya kenyataan yang berlawanan dengan
keadaan sebenarnya yang dinyatakan dalam klausa bebas.
Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi seakan-akan dan seolah-
olah.
Contoh : Laptop itu selalu ia gunakan seolah-olah kepunyaannya.
10) Hubungan alat, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya
menyatakan alat yang dinyatakan dalam klausa bebas. Hubungan
ini dinyatakan oleh konjungsi dengan dan tanpa.
Contoh: Kunjungan industri itu telah dilaksanakan dengan izin
dari ketua program studi.
11) Hubungan hasil, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya
menyatakan hasil dari suatu perbuatan yang dinyatakan dalam
klausa bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi maka
(nya), sampai-sampai, dan sehingga.
Contoh: Para aktivis buruh itu berdemonstrasi sehingga
mengganggu arus lalu lintas.

12) Hubungan komplementas, yaitu kalimat majemuk yang klausa


terikatnya melengkapi apa yang dinyatakan dalam klausa bebas.
Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi bahwa.
Contoh: Dia mengetahui bahwa yang membohonginya itu masih
saudaranya.
13) Hubungan atribut, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya
menyatakan suatu keadaan atau perbuatan yang dialami atau
dilakukan oleh nominal tertentu pada klausa bebas. Hubungan ini
dinyatakan oleh konjungsi yang.
Contoh: Surat peringatan itu diberikan kepada mahasiswa yang
sering tidak masuk kuliah tanpa alasan.

Bahasa Indonesia untuk Program Diploma 4


BERGAGASAN
POKOK

HEMAT

LOGIS

KALIMAT
SYARAT TEPAT MAKNA
ILMIAH

TERUKUR

PADU/RINGKA
S
PARALEL

Diagram Kalimat Ilmiah

Pada diagram tersebut diperlihatkan untuk membuat kalimat ilmiah


terdapat tujuh syarat yang harus diperhatikan dan dua struktur kalimat
yang harus dipahami. Hal-hal tersebut diuraikan berikut ini.

5.2 Kalimat Ilmiah


Kalimat ilmiah berperan penting dalam laporan ilmiah penting.
Hal ini bertujuan agar pembaca tidak salah tafsir dengan gagasan yang
disampaikan penulis. Dengan kalimat ilmiah gagasan yang ingin
dikomunikasikan kepada pembaca akan sama persis diterima si pembaca.
Abdul Razak (1988) mengemukakan, “Kalimat efektif adalah kalimat
yang mampu membuat proses penyampaian dan penerimaan berlangsung
dengan sempurna dan mampu membuat isi atau maksud yang
disampaikannya tergambar lengkap dalam pikiran si penerima/pembaca

Bahasa Indonesia untuk Program Diploma 4


persis seperti apa yang disampaikan.” Dengan demikian, syarat sebuah
kalimat ilmiah sama dengan syarat yang berlaku dalam kalimat kalimat
efektif.

Syarat-syarat Kalimat Ilmiah


1. Kalimat harus berisi gagasan/pokok pikiran
Pikiran/gagasan yang hendak dikemukakan harus seimbang/sepadan
dengan struktur bahasa yang dipakai. Dilihat dari bentuknya kalimat
merupakan suatu struktur yang teratur yang terdiri atas kata-kata. Kata-
kata yang dipergunakan di dalam kalimat berfungsi sebagai
subjek,predikat, objek / pelengkap, dan keterangan.
1) Subjek ( S). Subjek ialah pokok pikiran atau inti pikiran sebuah
kalimat atas pertanyaan apa atau siapa terhadap predikat. Ciri-ciri
subjek:
- berjenis kata benda atau hal yang dibendakan,
- dijelaskan oleh bagian lain kalimat (predikat),
- menjadi jawab pertanyaan kata-kata bantu tanya terhadap predikat.
2) Predikat (P). Predikat ialah bagian kalimat yang menjelaskan subjek.
Ciri-ciri predikat:
- berjenis kata kerja, sifat, benda, dan bilangan,
- menjadi jawab pertanyaan kata-kata bantu tanya terhadap subjek,
- tidak diawali kata ”yang”.
3) Objek (O) atau Pelengkap (pel.). Objek adalah bagian kalimat yang
berfungsi melengkapi predikat transitf. Objek terdiri atas objek
penderita, objek, pelaku, dan penyerta. Bila predikat intransitif, hal
yang melengkapinya disebut pelengkap. Ciri-ciri objek:
- berjenis kata benda, kerja, sifat, dan bilangan,
- predikat berjenis kata kerja transitif,
- berubah menjadi subjek bila diaktifkan atau dipasifkan.
4) Keterangan (K). Keterangan ialah bagian yang memberi keterangan
kepada semua fungsi yang terdapat di dalam [Link]
terdiri atas keterangan waktu, tempat, cara, alat, dan lain-lain. Ciri
keterangan:
- posisi dapat ditempatkan di mana-mana tanpa mengubah makna
kalimat,
- biasanya diawali kata depan. Contoh fungsi kata dalam kalimat:
- Di desa itu peternakan ayam sangat maju.
K S P
- Rasa jengkel mengamuk dalam jiwaku.
S P K
- Pernyataan itu menimbulkan ketegangan
S P O

Bahasa Indonesia untuk Program Diploma 4


Dalam kalimat, gagasan diwakili oleh minimal subjek dan
predikat sehingga kalimat yang tidak bersubjek dan atau berpredikat
bukanlah kalimat efektif. Agar kalimat mempunyai kejelasan subjek dan
predikat hindarilah
1) pemakaian di, dalam, bagi, untuk, pada, dan kata tugas lainnya di
depan subjek;
contoh :
- Bagi semua mahasiswa tingkat I harus mendaftar ulang. (-S)
kalimat tersebut seharusnya
- Semua mahasiswa tingkat I harus mendaftar ulang.
2) subjek ganda;
contoh :
-Penyusunan laporan ini penulis dibantu oleh pembimbing.
(bersubjek “penyusunan laporan ini” dan “penulis”)
kalimat tersebut seharusnya:
- Dalam penyusunan laporan ini penulis dibantu oleh pembimbing.
atau
- Penyusunan laporan ini dibantu oleh pembimbing
3) Kata yang sebelum predikat.
contoh :
- Peraturan yang telah ditetapkan pemerintah tahun lalu. (-P)
- Semua mahasiswa baru yang harus mendaftar ulang. (-P)
kalimat terserbut seharusnya:
- Peraturan telah ditetapkan pemerintah tahun lalu.
- Semua mahasiswa baru harus mendaftar ulang.

2. Kalimat harus hemat dalam penggunaan kata


Kehematan bukan berarti menghilangkan kata yang dapat menambah
kejelasan kalimat. Kehematan berarti upaya menghindari pemakaian
kata, frase, dan bentuk yang tidak perlu. Kehematan dapat dicapai dengan:
1) menghilangkan pengulangan subjek yang sama;
contoh : Karena dia tidak diundang, dia enggan datang ke pesta
temannya.
seharusnya: Karena tidak diundang, dia enggan datang ke pesta
temannya.
2) menghilangkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata;
contoh : Restia mengenakan gaun warna merah ke pesta itu.
seharusnya: Restia mengenakan gaun merah ke pesta itu.
3) menghilangkan pemakaian kata bersinonim;
contoh : - Sejak dari pagi dia belum tampak.
seharusnya: - Sejak pagi dia belum tampak.

Bahasa Indonesia untuk Program Diploma 4


- Dari pagi dia belum tampak.
4) tidak menjamakkan bentuk yang sudah jamak.
contoh : - Banyak penonton-penonton yang kecewa dengan acara
yang disajikan.
seharusnya: Banyak penonton kecewa dengan acara yang disajikan.

3. Kalimat harus logis.


Kalimat harus mencerminkan ide yang dapat diterima akal tanpa
meninggalkan aturan ejaan dan kebahasaan.
Contoh : Seorang pembawa acara sering mengatakan “Waktu dan
tempat kami persilakan”.
Kalimat tersebut tidak logis karena waktu dan tempat tidak bisa
dipersilakan. Yang dapat dipersilakan adalah orang yang akan mengisi
acaranya.
Kalimat itu sebaiknya
Ketua panitia worksop (“penanggulangan Sampah”), kami
persilakan.”

4. Kalimat harus tepat makna.


Kalimat harus mencerminkan makna yang jelas dengan pilihan kata
yang tepat; tidak menimbulkan tafsiran ganda.
contoh : Perusahaan konveksi itu membutuhkan lima penjahit
pakaian wanita.
seharusnya: Perusahaan konveksi itu membutuhkan lima wanita
penjahit pakaian.

Dalam laporan ilmiah, selain tepat makna kalimat harus


menggunakan pilihan kata yang sesuai dengan arti sesungguhnya dan
tidak melibatkan perasaan.
contoh : Dollar mulai beranjak cepat menggencet rupiah.
seharusnya: Nilai tukar dollar mulai meningkat terhadap nilai rupiah.

5. Kalimat harus memiliki keterukuran.


Kalimat harus mengemukakan keterangan yang dapat diukur secara
pasti.
contoh : Untuk membangun kembali jembatan itu, diperlukan
anggaran yang cukup besar.
seharusnya: Untuk membangun kembali jembatan itu, diperlukan
anggaran sebesar tiga milliar rupiah.

Bahasa Indonesia untuk Program Diploma 4


6. Kalimat harus padu/ringkas.
Kalimat harus dapat mencerminkan cara berpikir sistematis, tidak
bertele-tele sehingga informasi yang hendak disampaikan tidak terpecah-
pecah. Isi kalimat padat dan ringkas.
contoh : Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita
yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu yang
secara tidak sadar bertindak di luar dari kepribadian bangsa
Indonesia dari sudut kemanusiaan yang adil dan beradab.
seharusnya: Kita harus dapat mengembalikan kepribadian kita yang
telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan yang adil
dan beradab.

7. Kalimat harus menunjukkan keparalelan.


Kalimat harus memuat kesamaan bentuk kata, terutama data
perincian/perian bila memiliki lebih dari satu gagasan. Artinya, jika
bentuk pertama menggunakan nominal, bentuk kedua dan seterusnya pun
menggunakan nominal; jika menggunakan verbal, bentuk berikutnya pun
harus verbal.
contoh : Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan
pengecatan
tembok, memasang penerangan, diujinya sistem pembagian
air, dan pengaturan tata ruang.
seharusnya:
Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan
pengecatan tembok, pemasangan penerangan, pengujian
sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.

5.3 Rangkuman
Bab ini mengemukakan struktur kalimat tunggal dan struktur kalimat
majemuk yang ditandai dengan penggunaan tanda makna hubungan
antarkalimat
Materi kalimat register ilmiah dijelaskan tentang syarat kalimat
ilmiah yang harus memiliki gagasan/pokok pikiran, hemat dalam
penggunaan kata, logis, tepat makna, memiliki keterukuran,
padu/ringkas,dan menunjukkan keparalelan.

5.4 Evaluasi
Latihan 1
Tulislah penanda T di depan kalimat tunggal, MS di depan majemuk
setara, dan MB di depan kalimat majemuk bertingkat!

Bahasa Indonesia untuk Program Diploma 4


No. penanda kalimat
1 Instruktur itu membuka lemarinya kemudian mengambil
beberapa zat kimia..
2 Butiran-butiran mineral tanah merupakan hasil
pelapukan batuan ..
3 Rumbay sangat berharap gurunya hadir, tetapi sampai
saat ini guru yang dicintainya itu belum tampak
4 Andi menyukai matematika atau sejarah
5 Jika pelatihnya memberikan instrtuksi, para atlet
bermain penuh semangat.
6 Aplikasi uji tanah dirancang agar memungkinkan user
dapat memproteksi data.
7 Pemerintah akan melikuidasi beberapa bank sayriah
pada saat yang tepat
8 Para mahasiswa melaksanakan kegiatan itu ketika izin
belum diperoleh.
9 Hal ini menandakan bahwa pelat beton berada pada
kondisi yang sangat aman.
10 Untuk kepentingan desain struktur, perlu dikenal
dahulu sifat dan karakter material kayu

Latihan 2
Sebutkan hubungan makna yang terdapat di dalam kalimat majemuk
yang Anda tentukan pada soal latihan 1 di atas!

Latihan 3
1. Tuliskanlah tiga hubungan makna yang terdapat dalam kalimat
majemuk setara!
2. Buatlah kalimat majemuk setara yang menyatakan hubungan yang
Anda tuliskan pada soal 1 tersebut!
3. Tuliskanlah lima hubungan makna yang terdapat dalam kalimat
majemuk bertingkat!
4. Buatlah tiga kalimat majemuk bertingkat yang menyatakan hubungan
yang Anda tuliskan pada soal 3 tersebut!

Latihan 4
Garis bawahi subjek kalimat-kalimat di bawah ini!
1. Para siswa yang mengikuti acara itu tidak berseragam sekolah.
2. Yang melemparkan batu itu bukan anak berbaju merah.
3. Semangat berjuang harus kita miliki.

Bahasa Indonesia untuk Program Diploma 4


4. Jakarta, ibu kota Republik Indonesia, mendapat banjir kiriman setiap
tahun.
5. Berjalan pagi menyehatkan badan.

Garis bawahi predikat kalimat-kalimat di bawah ini!


1. Penjarah yang digiring ke halaman markas kepolisian setempat gagah
sekali.
2. Dalam film itu penjahatnya tidak malakukan perlawanan, tetapi
langsung menyerah.
3. Banyak sekali penduduk yang selalu teringat peristiwa tragis itu.
4. Karena penjualan produk menurun, pemasaran produk itu
digencarkan.
5. Kertas yang masih layak digunakan tinggal tiga puluh lembar.

Tentukan masing-masing fungsi yang terdapat dalam kalimat di


bawah ini dengan cara menggarisbawahinya!

Contoh : - Mereka tidak menyenangi pertunjukkan malam ini.


S P O K

1. Pemerintah tengah melaksanakan program reboisasi hutan-hutan.


2. Halaman Gedung MPR merupakan tempat yang sering dipergunakan
para demonstrans mengungkapkan aspirasinya.
3. Habitat tiram mutiara di perairan itu tercatat mengalami penurunan
yang drastris.
4. Pada dasawarsa lalu, semangat kehidupan warga di desa itu kuat bagai
besi.
5. Laporan yang dapat dipergunakan oleh pengurus dalam
mempertimbangkan pengambilan keputusan bersampul kertas tebal
biru.

Latihan 5 Sebutkanlah syarat-syarat kalimat ilmiah!


Latihan 6 Tentukanlah kalimat- kalimat di bawah ini yang tidak
ilmiah dengan memberi penanda  di depannya!

No Penanda Kalimat
a Dengan sangat singkat ia dapat menyelesaikan soal
matematika itu. .
b Dengan mengatur tata niaga impor gula, maka diharapkan
petani dalam negeri dapat meningkatkan kesejahteraanya
c Sebelum merancang bangunan itu, terlebih dahulu
tentukanlah temanya.

Bahasa Indonesia untuk Program Diploma 4


d Tampaknya isi pasal-pasal dalam perundangan itu tidak
selektif untuk menanggulangi mark up dalam setiap
projek.
e Pada bahasa Indonesia yang baik dan benar membicarakan
ejaan dan ragam bahasa
f Presiden membicarakan tentang penanganan busung lapar
dalam sidang kabinet kemarin.
g Dengan cara ini akan memudahkan komunikasi.
h Pada penelitian itu digunaan tiga ekor tikus
i Kenaikan harga barang-barang karena kenaikan biaya
produksi.
j Para mahasiswa ditugasi membuat makalah.

Latihan 7.
Jelaskan penyebab kalimat tidak ilmiah pada jawaban soal latihan 6!

Latihan 8.
Ilmiahkanlah kalimat-kalimat jawaban pada latihan 6 tersebut!

Bahasa Indonesia untuk Program Diploma 4

Anda mungkin juga menyukai