Panduan Bisnis Retail dan Pemasaran
Panduan Bisnis Retail dan Pemasaran
TINJAUAN PUSTAKA
Pemasaran ritel atau biasa disebut bisnis eceran dapat diartikan sebagai
kegiatan menjual barang atau jasa kepada individu untuk keperluannya sendiri,
keluarga atau rumah tangga. Menurut Handri Ma‘ruf (2005), para peritel menjual
langsung barang atau jasa kepada konsumen. Tidak jauh berbeda dari pernyataan
di atas, Kotler dan Amstrong (1999) juga mendefinisikan pemasaran retail sebagai
semua kegiatan yang dilibatkan dalam penjualan barang atau jasa langsung ke
Ritel merupakan mata rantai yang penting dalam proses distribusi barang
dan merupakan mata rantai terakhir dalam suatu proses distribusi. Melalui ritel,
didefinisikan sebagai industri yang menjual produk dan jasa pelayanan yang telah
diberi nilai tambah untuk memenuhi kebutuhan pribadi, keluarga, kelompok atau
pemakai akhir. Produk yang dijual adalah kebutuhan rumah tangga termasuk
7
8
pertumbuhan ekonomi rata-rata diatas 3% sejak tahun 2000 dan menjadi alasan
Bisnis eceran atau retail dapat dibedakan dalam dua bentuk, yaitu retail
dengan toko dan non-toko. Retail dengan toko atau toko eceran memiliki
Toko ini menyediakan lini produk yang sempit dengan ragam barang yang cukup
2. Departement store
Toko ini menjual beberapa lini produk . Biasanya pakaian, perabot rumah tangga,
suatu departemen yang terpisah yang dikelola oleh seorang bagian pembelian
khusus.
3. Supermarket
Toko dengan relatif besar berbiaya murah, bermarjin rendah, bervolume besar dan
4. Convenience store
Toko dengan ukuran yang relatif kecil, berlokasi di daerah pemukiman, waktu
5. Superstore
Toko yang ukurannya relatif besar yang ditujukan untuk memenuhi keseluruhan
kategory superstore.
Toko ini menjual barang dagangan standar dengan harga yang lebih rendah
dengan menerima margin yang rendah dan menjual barang dengan jumlah yang
banyak. Toko diskon yang sebenarnya menjual produk dengan harga rendah,
7. Retail off-price
Toko yang menjual barang berkualitas tinggi . Barang yang dijual sering
kurang sempurna yang diperoleh dengan harga rendah dari harga standar dan
menjualnya dengan harga yang lebih rendah dari toko eceran lainnya.
8. Factory Outlet
Toko yang dimiliki oleh pabrik dan dijalankan oleh pabrik dan biasanya menjual
barang-barang cacat. Biasanya harga yang ditawarkan tidak lebih dari lima puluh
dilakukan oleh sesorang atau kelompok untuk memperoleh yang mereka butuhkan
dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai. Tujuan
pemasaran tersebut dalam empat kelompok besar yang disingkat 4P, yaitu Produk,
2.2.1 Produk
Produk terdiri dari ciri atau sifat, rancangan, pilihan, gaya, merek, dagang,
terdiri dari tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap dewasa, dan tahap
penurunan. Produk dan pasar mempunyai siklus hidup yang menuntut perubahan
kemudian mengujinya dari fungsi dan psikologi agar tercipa tujuan yang ingin
Kemasan juga harus mempunyai daya tarik emosional (elegan, prestis, keceriaan,
2.2.2 Merek
mengenai merek untuk suatu produk dalam lini yang sama. Merek merupakan
kombinasi dari nama, kata dan simbol atau desain yang memberikan identitas
produk, merek terdiri dari merek privat, merek perusahaan, merek khusus, merek
keputusan apakah produk perlu diberi merek privat (private brand), merek
kombinasi.
2.2.3 Harga
pemasaran modern, harga masih saja menjadi unsur yang penting dan sangat
oligopoli. Di dalam proses penetapan harga jual suatu produk, perusahaan sering
adalah harga per wilayah geografis, yang muncul karena masalah bagaimana
menetapkan harga bagi konsumen yang letaknya jauh dari perusahaan penjual,
musiman dan apa yang disebut dengan imbalan khusus, Modifikasi ketiga berupa
harga promosi yang meliputi harga ―tumbal‖ harga khusus dan potongan
tempat yang berbeda dan waktu yang berbeda, Modifikasi kelima berupa
menetapkan harga pada pembaruan produk asli yang dilindungi oleh hak paten
untuk penerobosan pasar, Modifikasi terakhir terjadi pada bauran produk yang
mencakup penetapan harga lini produk, produk opsional, produk yang saling
2.2.4 Promosi
penjual dan pembeli yang bertujuan untuk merubah sikap dan tingkah laku
mengenai barang dan jasa dengan tujuan untuk memperoleh perhatian, mendidik,
komunikasi dan penyampaian pesan yang dilakukan baik oleh perusahaan maupun
yang disebut juga bauran promosi. Sehingga Philip Koetler menafsirkan bauran
komposisi dalam sebuah desain, seperti huruf teks, garis, bidang, gambar, bentuk
pada konteks tertentu (Susanto, 2011: 237). Melayout adalah salah satu proses
atau tahapan kerja dalam desain, dapat dikatakan bahwa desain merupakan
bahwa melayout itu sama dengan mendesain. Desain layout yang kita lihat di
masa kini sebenarnya adalah hasil perjalanan dari proses eksplorasi kreatif
manusia yang tiada henti dimasa lalu (Rustan, 2008: 1). Layout memiliki banyak
keseluruham layout, untuk membuat layout yang optimal, berikut peran masing-
1. Elemen Teks
14
Pada umumnya, semua karya desain grafis yang berfungsi sebagai media
identitas misalnya kartu nama, kertas surat maupun media promosi seperti
brosur, buku dan lain-lain yang dimana elemen teks ini meliputi: Judul, Deck,
Bodytext, Subjudul, Caption dan lain sebagainya, karena suatu artikel biasanya
diawali oleh beberapa kata singkat yang disebut judul, judul diberi ukuran
besar untuk menarik perhatian pembaca dan membedakan dari elemen layout
lainnya. Selain itu pemilihan font harus menarik perhatian, karena setiap huruf
2. Elemen Visual
Yang termasuk dalam elemen visual adalah semua elemen bukan teks yang
kelihatan dalam suatu layout. Karena bisa saja pada layout terkadang hanya
tetapi juga sebaliknya ada yang menggunakan visual dan teks, elemen visual
ini meliputi: foto, artwork, garis, kotak, infographic dan lainnya. Karena pada
setiap elemen visual memiliki kesan aktual dan dapat dipercaya. Serta
dari penelitian.
3. Elemen Invisible
penempatan semua elemen layout, namun elemen ini nantinya tidak akan
terlihat pada hasil produksi, tetapi elemen invisible ini akan bermanfaat
sebagai salah satu pembentuk unity dari keseluruhan layout. Elemen ini terdiri
menentukan jarak antara pinggir kertas dengan ruang yang akan ditempati
oleh elemen-elemen layout, margin ini mencegah agar elemen ini tidak jauh
Grid sebagai alat bantu yang sangat bermanfaat dalam melayout untuk
coloumn grid, modular grid, manuscript grid, hierarchical grid. Coloumn grid
bisa mengakomodir artikel atau rubrik yang berlainan dalam satu halaman.
Modular grid berfungsi menambah estetika dan kerapihan pada desain layout
secara keseluruhan. Manuscript grid jenis ini banyak ditemui pada buku-buku
cerita fiksi, novel, company profile dan mannual report. Hierarchical grid
jenis ini merupakan gabungan dari coloumn grid dan modular grid menyusun
2.3.2 Dekorasi
Dekorasi berasal dari kata dalam bahasa inggris decorate yang berarti
hiasan. (Echols, 2006: 169). Dari arti katanya, dapat diambil suatu pengertian
bahwa dekorasi terkait dengan kegiatan hias-menghias atau suatu kegiatan yang
bertujuan untuk memperindah sesuatu. Secara umum terkait dengan sesuatu yang
perabot dan pelapisan dinding, dekorasi merupakan elemen kunci dari sebuah
desain interior atau ruang, dalam kegiatan perancangan dan mendesain ulang tata
toko sesuai dengan konsep yang direncanakan atau dirancang. Seni dekorasi ini
digunakan untuk menghias sesuatu agar tampak harmonis, yang termasuk seni
1. Motif hias
bentuk asli dengan cara penyederhanaan dari motif aslinya, menstilir atau
motif baru.
dan sebagainya. Selain jenis motif hias tersebut di atas masih banyak hal
yang dapat di jadikan sebagai motif hiasan. Seperti pada benda-benda yang
kita pakai sehari-hari. Contoh: hiasan yang terdapat pada piring, mangkok,
harmonis.
sama pentingnya dan perhatian pembaca harus difokuskan pada titik fokus.
3. Irama, artinya pola yang diciptakan dengan mengulangi dan membuat variasi
dari unsur grafis yang ada dan menggunakan ruangan diantaranya untuk
kita jual dengan konsep yang terbaik untuk tujuan menarik konsumen agar terjadi
atau Mall, seringkali kita melihat karyawan atau karyawati sebuah counter sebuah
toko itu hanya duduk termangu sendiri dan kelihatan membosankan karena tidak
18
adanya konsumen yang hanya sekedar melihat-lihat barang yang akan mereka
jual. Hal ini bisa disebabkan oleh sistem penataan visual merchandising dan
display yang tidak tertata dengan baik. Sehingga konsumen sendiri merasa bosan
berbagai macam barang dalam toko atau ruang untuk meningkatkan kesan tata
produk yang tepat, waktu yang tepat, tempat yang tepat, harga yang tepat, kualitas
Ada beberapa tujuan utama dari visual merchandising dan display yakni:
Dalam hal ini cakupan pada visual merchandising dan display adalah:
Forward facing memajukan atau mendorong posisi produk dari dalam rak
display ke bagian depan atau ke posisi terdepan dari rak, ini dilakukan agar
pasangan produk, jenis produk, ukuran produk, jenis kemasan produk, pasangan
Men, Youth Boy, Children, Girl, Bag dan lain-lain guna memudahkan customer
ketinggian suatu tempat display, teknik ini guna mengatur posisi jarak barang
Pattern merupakan upaya menciptakan pola display. Pola display ini harus
direncanakan baik pada regular shelf, end gondola maupun special display antara
lain jumlah kapasitas facing yang tersedia, produk yang ditonjolkan tingkat selling
out, merek produk, jenis ukuran produk, aktivitas promosi dan tingkat
profitabilitas produk.
Space management yang umumnya telah diterapkan di modern retail outlet ini
akurat dan lebih efektif. Hanya menginput data mengenai selling out produk
selling out dan profitabilitas bagi perusahaan maupun retail outlet. Ada dua
Pola display vertikal (satu jenis produk atau satu brand disusun mengikuti
pola vertikal atau memanjang kebawah) pola ini bisa diaplikasikan baik di end
Pola display horizontal (satu jenis produk atau satu brand disusun
mmengikuti pola horizontal atau melebar ke samping) pola ini bisa diaplikasikan
masing sifat dari elemen perlu dipelajari sehingga untuk menggabungkang sekian
banyak elemen menjadi bentuk yang serasi diperlukan pemahaman sifat atas
setiap eleman menurut pujiriyanto (2005: 87), elemen-elemen tersebut antara lain:
1. Garis, suatu elemen desain grafis yang terdiri dari unsur titik yang memiliki
mempunyai dimensi dua atau tiga. Suatu bentuk dapat dibuat beraturan atau
sebaliknya.
kualitas fisik permukaan suatu benda, seperti kusam, mengkilap, kasar, halus
memberikan kesan jauh, dekat, tinggi dan rendah. Hubungan antar ruang
merupakan bagian dari perencanaan desain, apakah berupa jarak antar huruf
Sektor ritel saat ini penuh sesak karena banyaknya pemain baru yang
masuk per harinya. Keadaan tersebut sebetulnya tidak membuat pasar menjadi
lebih besar, melainkan pasar dituntut untuk lebih cerdas atau smart. Maklum.
24
umumnya konsumen sudah lebih sadar akan hal-hal yang baru..Konsumen yang
loyal misal terhadap satu toko saat ini terbilang sudah tidak ada lagi. Kostumer
harus dibujuk, diterima dengan ramah, dijamu dan dilayani agar mau datang ke
toko.
Lebih dari itu, yang dbutuhkan dan sedang menjadi tren saat ini adalah
toko yang unik dan terbilang menpunyai ciri lain dari yang lain (Visual
seperti warna, tekstur, aroma, pencahayaan, rhytym dan konsep tata suara. Visual
menjelaskan.
membuat barang agar terlihat atraktif untuk kostumer. Lebih dari itu harus
mempu menjual melalui suatu media yang bisa dilihat (visual). Visual
Merchandising juga merupakan suatu cara bagi ritel untuk berkata dan mewakili
Display adalah alah satu penarik perhatian seperti halnya sebuah [Link]
tujuannya adalah untuk memperoleh perhatian pembelanja lewat image dan gaya.
25
tersebut.
1. Colour
Colour atau Warna adalah sangat efektif bagi sebuah display. Diibaratkan seperti
jiwa dalam sebuah badan. Display yang mempunyai warna dan terkoordinir
dengan baik akan membuat ―sesuatu yang lain‖ bagi barang dagangan. Skema
2. Repetition
Repetition adalah sebuah tema atau sebuah konsep yang mampu memberikan
3. Scale
Adalah suatu ukuran yang terhubung secara abnormal atau yang kerap berubah
4. Contrast
Contrast dapat diciptakan dengan bantuan pencahayaan dan warna untuk menarik
mata pengunjung
Element ini bersifar lucu dan sangat surelasistik. Shock atau yang sifatnya
Rhytym and motion adalah sesuatu yang selalu berpindah, bergerak sesuai
kehendak atau bahkan juga bersifat statis untuk mencoba menarik perhaian
produk tersebut.
7. Aroma
berbeda dan bervariasi dari individu ke yang individu. Menghirup bau harum
seakan-akan berada di dunia yang lain dan terasa membuat selalu rindu untuk
Penyangga dan pencahayaan yang baik dan efektif biasanya akan memancing
ingin tahu penonton terhadap apa yang ada di display. Cahaya dapat menarik
perhatian dan mengajak mata penonton untuk melihat produk yang terdapat di
display.
harmonis.
sama pentingnya dan perhatian pembaca harus difokuskan pada titik fokus.
3. Irama, artinya pola yang diciptakan dengan mengulangi dan membuat variasi
dari unsur grafis yang ada dan menggunakan ruangan diantaranya untuk
visual merchandising, terdapat juga langkah atau tahapan yang harus dilakukan
2.6.1 Layout
komposisi dalam sebuah desain, seperti huruf teks, garis, bidang, gambar, bentuk
pada konteks tertentu (Susanto, 2011: 237). Melayout adalah salah satu proses
atau tahapan kerja dalam desain, dapat dikatakan bahwa desain merupakan
bahwa melayout itu sama dengan mendesain. Desain layout yang kita lihat di
masa kini sebenarnya adalah hasil perjalanan dari proses eksplorasi kreatif
Layout pada perancangan desain pesta bola meliputi berbagai aspek dalam
layout ini mulai bentukan, warna, proporsi, keseimbangan, irama dan lain
sebagainya setelah proses produksi desain yang dibuat dan direncanakan dengan
tema tujuannya untuk mengetahui bahwa layout ini nantinya layak jual tidak atau
bisanya sering disebut dalam bidang retail toko adalah meningkat atau tidak
Teknik ini biasanya dilakukan pada teknik fotografi tetapi tidak menutup
kemungkinan bahwa point of interest ini bisa digunakan dalam desain layout tema
Ramadhan, teknik ini akan menarik pengunjung untuk karena bersifat menarik
perhatian untuk dipandang, teknik ini menonjolkan gambar atau bentuk atau
sebuah titik focus tanpa menggunakan teknik ini orang akan dengan mudahnya
hiasan khas Ramadhan. Untuk mendukung tampilan yang ada di beberapa area
2.6.3 Warna
dengan pembagian badan pemakaiannya, kesan warna untuk pakaian akan baik
dan menyenangkan bila warna cocok bagi orang yang memakainya, cocok
suasananya dan cocok situasinya. Penekanan atau aksen warna untuk pakaian bisa
dilakukan apabila ingin menonjolkan salah satu bagian dari bajunya yang paling
menarik. Selain itu keselarasan warna pada desain pakaian bergantung kepada
lebih kepada warna pakaian yang ditonjolkan, dimana warna yang dipakai oleh
Ramadhan untuk memberi kesan bahwa toko ini juga berpartisipasi dalam
peringatan, persiapan, dan menyambut hari raya bulan suci Ramadhan, selain itu
seperti kuning emas, oranye, hijau dan lainnya tentunya hati-hati dalam
2.6.4 Proporsi
dengan bagian lainnya dalam menyusun suatu desain, nantinya dalam penciptaan
sebuah elemen atau desain harus memperhatikan proporsi ukuran suatu bidang
atau obyek misalnya dalam sketsa gambar maupun desain layout yang sudah di
tata sehingga tidak terjadi berat sebelah, berat sebelah disini bidang yang ditata
konsumen membeli produk tersebut. dalam membagi suatu bidang menjadi dua
tetapi agak digeser ke tepi, yang dimaksudkan disini adalah mannequin yang
2.6.5 Kesatuan
Kesatuan disini dijelaskan bahwa suatu karya seni terdiri dari unsur-unsur
yang membentuknya, dalam suatu desain terdiri dari garis , bidang, warna dan
31
tekstur, setiap unsur akan saling mendukung unsur lainnya, saling melengkapi dan
saling mengisi bentuk suatu kesatuan dalam mendesain layout, karena suatu
desain layout dapat tampil secara menarik sehingga bila nanti diaplikasikan ke
show window, center point maupun yang lainnya bentukan bidang berkaitan
bentukan seperti kubah yang terbuat dari sterofoam, lalu lampu lentera yang
Ramadhan yang digantung, pelengkap lain seperti sofa serta background yang
2.6.6 Keseimbangan
mengungkapkan maksud yang sama denga tema yang sedang dirancang misalnya
dalam perancangan desain layout ini terkesan elegan, secara teknis prinsip
rupa maupun jarak yang persis sama antara bagian yang satu dengan yang lainnya.
karena bentuk, warna dan sebagainya. Keseimbangan karena kesan tertentu adalah
memerlukan kepekaan estetis yang baik. Keseimbangan ini dapat dicapai dengan
memperbandingkan kesan tertentu yang dihasilkan oleh garis, bidang, tekstur dan
sebagainya.
2.6.7 Irama
gambar atau bentu yang sama pada jarak tertentu secara teratur, ada juga
pengulangan warna dan bentuk pada kain batik misalnya, karena irama memegang
peranan yang cukup penting alam komposisi suatu karya seni, karena keberhasilan
penyajian irama secara baik akan menjadikan karya seni tersebut ―hidup‖
Proses ini merupakan perumusan dan penulisan dari pesan visual yang
akan disampaikan serta ditampilkan melalui karya desain grafis. Dalam tahap ini
seorang desainer biasanya melakukan tiga tahap menurut Kusrianto (2007: 72)
yaitu:
1. Sketch (thumbnails)
Merupakan pembuatan hasil akhir dari karya desain yang dilakukan dengan
cara mencorat-coret seperti yang ada dipikiran secara kasar. Biasanya karya
desain dalam bentuk ini di buat kecil sebagai miniatur dari hasil akhir.
2. Rough
35
desain grafis dibuat serupa walaupun tidak sama persis. Baik ilustrasi maupun
gambar, warna yang digunakan, jenis, corak dan ukuran huruf cetak yang akan
tahap ini dperlukan kemampuan untuk dapat menuliskan jenis huruf cetak
yang dipilih. Kemampuan itu digunakan pada pembuatan judul yang harus
3. Komperehensif
mencakup unsur-unsur grafis antara lain warna, bentuk, merek, ilustrasi, huruf dan
sesuatu kesan yang memberi daya tarik secara optimal. Daya tarik visual sendiri
berhubungan dengan faktor emosi dan psikologis yang terletak pada pikiran
bawah sadar manusia. Desain yang baik harus mampu mempengaruhi konsumen
membeli produk yang tidak lebih baik dibanding produk yang lain walaupun
harga lebih mahal. Dalam hal ini dapat dipastikan bahwa terdapat daya tarik
1. Warna
Konsumen melihat warna jauh lebih cepat daripada melihat bentu atau rupa.
Warnalah yang akan pertaman kali menarik perhatian. Pada dasarnya warna
adalah suatu mutu cahaya yang dipantulkan deri sebuah objek semata
terang (muda), sedang, gelap. Warna dengan daya pantul tinggi akan lebih
terlihat dari jarak jauh karena memiliki daya tarik dan dampak yang lebih
2. Ilustrasi
Merupakan salah satu unsur penting yang sering digunakan dalam komunikasi
termasuk fotografi dapat mengungkapkan suatu hal secara lebih efektif dari
pada teks.
3. Tipografi
marketing obyektif.
37
4. Tata Letak
Adalah meramu semua unsur grafis, meliputi warna, ilustrasi, dan tipografi
menjadi suatu kesatuan yang disusun dan ditempatkan pada desain visual
belanja impulsif. Kadangkala display disiapkan oleh para pemasok atau produsen.
memanfaatkan kupon yang diiklankan (biasanya dalam koran, tapi juga bisa dari
tempat yang disediakan dalam konter belanja). Para pembeli kemudian membawa
kupon itu untuk dipakai berbelanja di gerai ritel yang bersangkutan dan
mendapatkan diskon.
39
diberi poin atau diskon berdasarkan banyaknya belanja mereka. Jika dalam bentuk
poin, poin itu dikumpulkan hingga mencapai jumlah tertentu yang kemudian
berupa poin, yaitu jumlah belanja menjadi faktor untuk memperoleh hadiah.
Bedanya adalah hadiah diberikan langsung tanpa menunggu jumlah poin tertentu.
tujuannya adalah memberikan gambaran baik dalam manfaat, rupa ataupun dari
potongan-potongan kecil untuk sekali suap yang diberikan dalam gerai. Jika
berupa barang keperluan pribadi seperti sampo, maka contoh dibuatkan dalam
sachet kecil sekali pakai dan dibagikan kepada orang-orang baik dalam suatu
memberikan gambaran atau contoh dari produk atau jasa yang dijual. Jika produk
berupa alat masak, demonstrasinya adalah peragaan cara menggunakan alat itu di
Special event, untuk bisnis retail, acara khusus adalah alat sales promotion
yang berupa fashion show, kegiatan dalam hiburan itu semua menyesuaikan tema
yang sedang berlangsung karena sebuah konsep dari tema yang sedang
Show Window, jendela atau tampilan yang ada pada bagian depan toko
yang dapat dilihat orang saat melewati toko, biasanya untuk memamerkan barang
dagangan yang akan dijual di dalam toko tersebut (Dictionary, 2006). Menurut
Raikuyo show window yang ada pada department store mewakili pandangan dari
masyarakat terhadap suatu toko. Materi ungkapan seni dari bingkai show window
tempat show window di dalam strategi manajemen toko. Window display atau
peragaan barang di jendela toko pada setiap show window, mannequin atau patung
Final Piala Dunia, pesta demokrasi Indonesia , dan hari raya Idul Fitri
pada Juli lalu. Event pertama adalah Piala dunia yang berlangsung selama satu
bulan. Event yang diadakan setiap empat tahun ini menyedot perhatian seluruh
mengikuti setia setiap pertandingan dalam Piala Dunia 2014 yang berlangsung di
Brasil.
oleh pemilik usaha kafe maupun produsen yang menyajikan hiburan nonton
dan Wakil Presiden periode tahun 2014–2019, yang berlangsung 9 Juli lalu.
Dalam Pilpres kali ini hanya ada dua calon presiden dan wakil presiden, yaitu
antusiasme dan persaingan antara kedua kubu pendukung sangat terasa di tengah
masyarakat.
ini semakin kritis mengenai masa depan mereka. Dihadapkan pada dua pilihan
besar yang akan menentukan nasib bangsa Indonesia, masyarakat mulai menelaah
sepak terjang kedua capres dan cawapres, baik dalam bidang hukum, politik,
Melalui media debat capres dan cawapres di televisi, masyarakat kembali diajak
Indonesia adalah hari raya Idul Fitri 1435 Hijriah. Sebelum merayakan Lebaran
yang jatuh pada akhir Juli 2014, pemeluk agama Islam di Indonesia melaksanakan
ibadah puasa pada bulan Ramadhan selama satu bulan. Ramadhan merupakan saat
yang paling dinanti oleh umat muslim di dunia dan mempengaruhi perilaku
bulan suci Ramadan. Tapi, itu tidak berarti mereka akan berbelanja lebih sedikit
bulan puasa pada tahun 2010, justru belanja yang dilakukan oleh konsumen kelas
bawah meningkat 30% pada setiap kunjungan mereka selama bulan puasa
dibandingkan pada bulan-bulan biasa. Kenaikan juga terjadi pada konsumen kelas
berbelanja lebih banyak. Nielsen Retail Audit mencatat pertumbuhan 9,2% pada
pertumbuhan yang sedikit lebih cepat, dibandingkan 7,7% pada tahun 2009,‖ kata
puasa tahun 2009 meningkat 3,7% jika dibandingkan pengeluaran tahun 2008.
Tetapi tahun lalu, Nielsen mencatat pertumbuhan sebanyak 13% dari belanja
tahun 2009 mencapai Rp 488.000 per rumah tangga selama bulan Agustus dan
September 2010.
Apa yang konsumen beli (lebih) selama bulan meriah umat Islam? Bulan
Ramadan adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Muslim
di dunia. Hari besar perayaan ini kerap ditandai dengan meningkatnya konsumsi
menghibur dan menjalin hubungan baik dengan teman, atau lebih dikenal sebagai
silaturahmi. Karena tradisi tersebut, beberapa kategori seperti biskuit, soft drink,
margarin, dan sirop mengalami pertumbuhan yang kuat selama periode ini,‖ ujar
Madhav.
goods) dari berbagai kategori utama di bulan puasa. Yang pertama adalah biskuit
assorted yang digunakan sebagai hadiah untuk orang lain dan juga sebagai
kudapan untuk menyambut tamu selama waktu berbuka puasa dan acara
lebih banyak selama bulan Ramadan pada tahun 2010 dibanding dengan bulan-
membeli produk ini dengan penetrasi mencapai 11% selama bulan Ramadan,
terlihat jelas dengan adanya kenaikan penjualan pada minuman kemasan botol
plastik besar sejumlah tiga kali lipat selama bulan puasa. Penjualan minuman
ringan ini didorong oleh peningkatan penetrasi dan pembelian dari kelas atas dan
menengah.
Lain halnya dengan penjualan margarin dan sirop yang pada bulan puasa
tahun 2010 lalu mengalami pertumbuhan yang lebih lambat jika dibandingkan
kategori lain.
tahun 2009, kedua kategori di atas hanya tumbuh satu digit: margarin (7%) dan
vs 2010) tumbuh 36% untuk margarin dan 37% untuk sirop. Hal ini
masing mencapai angka 15.9% dan 17.11% pada bulan puasa tahun 2010.
45
orang lain. Mereka juga membeli produk yang lebih nyaman dan memudahkan
diri mereka sendiri. Nielsen melihat peningkatan penjualan makanan beku selama
bulan puasa. Kategori seperti sosis dan bakso (+34%), ikan kalengan dan daging
yang cepat disajikan, terutama saat sahur dan waktu lain ketika pembantu rumah
―Dari hasil survei yang didapat, konsumen kelas menengah dan bawah
merayakan bulan puasa dengan membeli lebih banyak produk FMCG, sementara
konsumen kelas atas membelanjakan uang mereka lebih banyak untuk pakaian
dan peralatan rumah. Penjualan peralatan rumah tangga selama bulan puasa 2010
2.11 Fashion
Fashion mempengaruhi apa yang kita kenakan, kita makan, bagaimana kita hidup
dan bagaimana kita memandang diri sendiri. Fashion juga memicu pasar dunia
Divisi Consulting dsn Research MarkPlus dan CO, bahwa gejala ramai-ramainya
diakui jati diri sebagai suatu pribadi. Karena itu, mereka sengaja membentuk
dengannya. Inilah kebanggaan seseorang jika bisa masuk ke dalam apa yang
Sedangkan desain adalah versi spesifik dari gaya. Contoh rok yang
seperti A-line, high waist (pinggang tinggi), rok mini dan lain-lain biasanya
produsen pakaian membuat beberapa variasi desain dari gaya yang sedang
digemari saat itu agar konsumen punya banyak pilihan, fashion dapat
mengacu pada desain dan gaya yang diterima oleh kelompok fashion leaders yang
47
eksekutif, yaitu konsumen-konsumen yang elit dan mereka yang paling pertama
diperkenalkan, dibuat dan dijual dalam jumlah yang terbatas dan relatif mahal
fashion atau volume fashion mengacu pada gaya dan desain yang diterima publik
lebih luas. Jenis fashion ini biasanya diproduksi dan dijual dalam jumlah banyak
2.12 Busana
Busana dalam arti umum adalah bahan tekstil atau bahan lainnya yang
sudah dijahit dipakai atau disampirkan untuk penutup tubuh seseorang. Sebagai
contoh yaitu kebaya dan kain panjang atau sarung, blus, blazer, celana, kemeja,
Dari arti sempit busana dapat diartikan bahan tekstil yang disampirkan
atau dijahit dahulu dipakai untuk penutup tubuh seseorang yang langsung
menutup kulit ataupun yang tidak langsung menutup kulit seperti sarung atau kain
dan kebaya pengertian busana dalam arti luas adalah semua yang kita pakain
mulai dari kepala sampai dengan ujung kaki yang menampilkan keindahan
meliputi:
a) Yang bersifat pokok seperti: kebaya dan kain panjang, sarung, rok, blus,
b) Yang bersifat pelengkap seperti: alas kaki, tas, topi, kerudung, payung, ikat
c) Yang bersifat menambah seperti: pita rambut, jepit hias, penjepit dasi, jam
tangan, kacamata, kalung, liontin, bros dalam istilah asing disebut accessoris.
dari busana. Busana berarti sebagai salah satu kebutuhan manusia yang setiap hari
diantara lingkup yang lainnya, yang didalamnya mencakup ilmu, seni dan
keterampilan.
49
tercakup “clothing” yang dapat diartikan secara luas, yaitu semua kebutuhan
untuk penutup tubuh atau yang disebut pakaian atau busana. Berbicara sandang
sedangkan busana yaitu yang sudah siap untuk dipergunakan. Dalam ilmu
pemilihan dan penyediaan busana akan berkaitan dengan ilmu, seni dan
keterampilan.
Lingkup bidang busana, secara lebih luas tidak hanya berbicara tentang
tubuhnya, tetapi termasuk segala sesuatu yang terkait dengan kain, benang, bahan
pelengkap busana. Yang termasuk di dalam lingkup ini, yaitu dasar desain lenan
rumah tangga, berbagai jenis lenan rumah tangga dengan berbagai hiasan
(sulaman, bordir, aplikasi, penerapan payet, mute, sablon, batik, jumputan, dan
tentang tingkatan sosial ekonomi. Disamping itu, busana pun akan menunjukkan
ditentukan
oleh aktivitas yang dilakukan, perhatian akan berbusana, kondisi ekonomi, dan
kebudayaan yang universal, yaitu : (1) sistem religi dan upacara keagamaan, (2)
sistem dan organisasi kemasyarakatan, (3) sistem pengetahuan, (4) bahasa, (5)
kesenian, (6) sistem dan pencaharian hidup, serta (7) sistem teknologi dan
peralatan.
pada hakikatnya meliputi paling sedikit tujuh unsur, yaitu : (1) alat-alat produktif,
(2) senjata, (3) wadah, (4) makanan dan minuman, (5) pakaian dan perhiasan, (6)
merupakan salah satu unsur dari teknologi. Untuk terealisasi adanya bahan untuk
tokoh utama aliran difusi dari Amerika Serikat Frans Boas (1858-1942)
dengan kebudayaan dalam unsur kebendaan dan yang abstrak yang lain seperti
Dari sejak itu pula orang-orang dulu sudah mengerjakan pekerjaan tenun, yang
berarti teknologi pembuatan tekstil sudah dilakukan sejak empat ribu tahun yang
lalu, yang secara bertahap teknologi pembuatan tekstil atau kain, bahan
pakaian/busana berkembang.
berbagai produk bahan busana yang beragam dalam jenis dan sifat kain, warna,
corak atau motif kain. Produk teknologi tekstil akan mendorong munculnya
berbagai model busana yang dibutuhkan oleh individu atau kelompok masyarakat
tertentu dalam lingkungan tertentu. Dari teknologi yang berkaitan dengan busana,
Ditinjau dari segi agama, busana juga terkait dengan kehidupan beragama,
seperti dalam ritual-ritual keagamaan. Dalam agama Islam untuk kaum hawa atau
sesuatu yang berguna yang dapat dimanfaatkan oleh manusia yang lainnya.
diberi sebutan berbagai macam yaitu manusia sebagai homo sapiens (makhluk
biologis yang dapat berpikir), sebagai homo faber (makhluk yang pandai
di dunia dan menyadari akan adanya kekuatan gaib yang lebih tinggi), sebagai
tetapi mampu menyerahkan tugas kepada yang lain), sebagai homo legatus
Dalam kaitan manusia sebagai makhluk homo sapiens dan homo faber
dilihat dari perkembangan busana dari awal sampai sekarang, busana berkembang
53
dari mulai yang paling sederhana, seperti dari daun-daun, kulit pohon kayu, kulit
binatang yang diproses dengan alat yang sangat sederhana yang ada pada saat itu,
atau dari kulit binatang, kulit kerang yang diuntai, yang saat itu belum ada
busana atau bahan busana dari serat pohon atau bulu binatang yang diproses
menenunnya menjadi kain. Kain itu kemudian dibuat busana dengan model yang
sangat sederhana, sesuai dengan hasil pemikiran dan peralatan yang tersedia saat
itu. Dengan hasil pemikiran manusia yang terus berkembang, ilmu pengetahuan
dan teknologi juga lebih maju lagi, maka pembuatan busana pun mempergunakan
alat teknologi yang lebih canggih lagi, sehingga manusia juga telah dapat
biologis dan sebagai makhluk yang berpikir atau disebut homo sapiens. Dari
makhluk yang berpikir ini manusia salah satunya dapat membuat busana dengan
berkembang dari mulai zaman prasejarah sampai dengan zaman modern sekarang
ini. Makhluk yang pandai membuat dengan mempergunakan alat ini (homo faber)
menutup badannya.
54
modern yang penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
(ipteks) tentu berbeda sesuai dengan kondisi alam dan manusia pada masanya.
kebutuhan primer, sekunder, dan tertier. Sesuai dengan kebutuhan ini, pada
awalnya sangat tergantung dari alam maka fokus kegunaan busana dapat
dikatakan merata, dalam arti untuk menutup aurat, melindungi badan agar tetap
teknologi yang lebih tinggi, maka saat ini busana bukan hanya menutup aurat,
keserasian dari berbusana itu. Semua itu dipikirkan karena pada hakekatnya
kegunaan busana sudah lebih meluas, yang tadinya hanya menutup aurat dan
untuk tampil serasi, menjadi lebih cantik atau lebih tampan atau minimal kelihatan
serasi.
Mempertahankan diri dari berbagai tantangan alam, misalnya dari angin, panas,
hujan, sengatan binatang dan sebagainya. Salah satu yang dapat dijadikan alat
55
untuk dapat melindungi badan agar tetap sehat yaitu busana, apabila bahan,
model, warna sesuai dengan iklim atau cuaca, kondisi lingkungan di mana busana
itu dipergunakan. Dapat dicontohkan untuk daerah yang beriklim panas, kita harus
dapat memilih bahan, warna, model yang tidak menyebabkan kita lebih
kepanasan, misalnya dipilih bahan dari katun (batik, poplin, voile), model dengan
kerah yang tidak menutup leher, lengan pendek dan warna yang muda. Dari segi
keamanan diri, manusia melindungi dirinya dengan pakaian besi (di zaman
Yunani dan Romawi), pakaian rompi anti peluru (digunakan oleh para kepala
negara/pemerintahan dan para detektif), topi baja (helm baja) dipergunakan oleh
yang dipakai pada waktu berkomunikasi itu adalah busana. Dengan demikian,
busana dapat dikatakan sebagai salah satu alat penunjang yang dipergunakan
dalam berkomunikasi. Agar busana dapat menjadi alat penunjang yang memadai
dalam berkomunikasi.
56
Pada dasarnya bahwa manusia adalah mahluk yang senang pada sesuatu
yang serasi, bagus dan indah. Dapat dikatakan bahwa manusia membutuhkan
sesuatu yang indah atau senang melihat yang indah. Sebelum manusia
Selain dari pada itu mereka melubangi telinga atau hidungnya untuk
menggantungkan perhiasan, menata rambut, kuku dan ber-make up. Semuanya itu
makin meningkatnya produksi tekstil pada setiap waktu, setiap orang dapat
atau busana ini dapat betul-betul berfungsi untuk dirinya. Supaya busana ini dapat
berfungsi untuk keindahan kalau seseorang terampil memilih warna, corak, dan
model yang disesuaikan dengan pemakai, sehingga dengan busana itu dapat :
Busana dapat berfungsi untuk menutupi kekurangan pada tubuhnya seperti orang
yang gemuk agar tampak langsing perlu memilih model atau corak yang banyak
Contoh lain bahu yang terlalu miring, dapat diperbaiki melalui busana
yaitu dengan memakai bantalan bahu; pinggang yang terlalu atas (badan atas
terlalu pendek) pilihlah model bebe tanpa sambungan pinggang tetapi bebe
dengan model bawah pinggang; panggul yang terlalu besar, pilihlah model rok
yang tidak berkerut, lipit yang tidak terlalu banyak dan dijahit sampai di panggul,
menambah seseorang lebih menarik, cantik atau tampan. Orang yang tadinya tidak
tahu berbusana yang rapi, serasi kemudian dia sekarang punya pengetahuan dan
mau mengaplikasikannya pada dirinya, maka seseorang itu dapat kelihatan lebih
berasal dari budaya mereka., bahkan menurut ulama dan filosof besar Iran
datangnya Islam. Di India dan Iran lebih keras tuntutannya daripada yang
diajarkan Islam.
58
yang mengikuti agama Zardasyt dan yang menilai wanita sebagai makhluk tak
suci, dan karena itu mereka diharuskan menutup mulut dan hidung mereka dengan
sesuatu agar napas mereka tidak mengotori api suci yang merupakan sembahan
memingit wanita di rumah, dan ini bersumber dari masyarakat yunani kuno yang
berdiri sendiri. Satu untuk pria dan satu untuk wanita. Di dalam masyarakat Arab,
tradisi ini menjadi sangat kukuh pada saat pemerintah Dinasti Umawiyah,
sebagaimana yang disepakati oleh jumhur ulama bahwa aurat wanita itu adalah
seluruh tubuh kecuali muka dan tapak tangan. Artinya, keseluruh tubuh itu wajib
ditutup dengan pakaian kecuali bagian muka dan tapak tangan saja. Sedangkan
model pakaian, warna, motif, corak atau stylenya diserahkan kepada masing-
masing budaya dan kebiasaan. Asalkan kesemuanya itu memenuhi syarat standar
busana muslimah.
Benar-benar menutup dan tidak ada yang dibuka atau dibelah sedemikian
rupa sehingga bisa memperlihatkan aurat Itu adalah standar ideal busana
muslimah yang bila semua itu terpenuhi, maka sudah cukup. Adapun masalah
59
jilbab gaul yang sekarang jadi mode, bisa kita lihat dari dua arah yang berbeda.
Arah yang pertama, bila kita melihat dari arah ideal. Maka jilbab mode itu jelas
masih belum memenuhi semua persyaratan. Misalnya soal ketatnya pakaian itu
masih juga memperlihatkan bagian aurat. Juga masalah menyerupai pakaian laki-
laki dan seterusnya. Bila kita nilai dari arah ideal atau tidak, maka jilbab gaul itu
tidak bisa dikatakan ideal alias tidak memenuhi syarat busana muslimah. Yang
yang kedua, kita memandang dari arah pakaian trendi di kalangan remaja gaul saat
ini yang sedemikian seronok, terbuka, seksi dan cenderung liar dan amoral. Kita
bisa mengatakan bahwa pakaian mereka itu sama saja dengan bukan pakaian,
karena aurat yang terlihat bukan hanya ‗sebagian‘, tapi justru ‗sebagian besar‘.
Jadi pakaian mereka itu bukan setengah telanjang tapi 2/3 telanjang atau
4/5 telanjang. Bila dari kalangan mereka ini ada yang mulai sadar dan ingin
meski ‗belum memenuhi standar ideal‘, maka kita perlu memberi support atau
dukungan. Tentu saja dukungan ini sifatnya sementara, karena biar bagaimana
pun pakaian idealnya belum terpenuhi. Tapi support dan dukungan tetap
dibutuhkan agar mereka sedikit demi sedikit bisa beradaptasi dengan busana
muslimah. Karena kalau mau dibandingkan, biar bagaimana pun jilbal gaul itu
tetap lebih baik dari pada baju minim yang mengubar nafsu itu. Yang diperlukan
adalah pendekatan dakwah yang baik dan simpatik kepada mereka agar keinginan
baik mereka itu bisa dihargai lebih dahulu. Sambil perlahan-lahan kita mencoba
60
menanamkan makna dan hakikat ajaran Islam secara lebih intensif dan mengena.
Nanti pada akhirnya, bila penanaman itu mulai menghasilkan buah, mereka
snediri yang akan mengganti jilbab gaulnya dengan busana muslimah yang ideal.
tertutup :
Muthahari menduga bahwa sumber utama pemikiran ini adalah India. Wanita
berkumpul bebas dengan wanita maka perhatian dan kegiatan laki-laki hanya akan
tertuju ke arah sana, sehingga kegiatan positif akan sangat berkurang dan
masyarakat tidak akan mengalami kemajuan. Dari sini manusia harus berjuang
ditolak oleh Muthahari walaupun boleh jadi ada benarnya, namun yang pasti,
tersebut yang menjadi penyebabnya. Ini karena Islam tidak mengenal kerahiban.
2. Alasan keamanan. Pada masa lalu yang kuat sering kali merampas bukan
saja harta benda orang lain, tetapi juga istrinya. Alasan ini pun bukan menjadi
pertimbangan Islam, ketika menetapkan batas-batas yang boleh dilihat dari sosok
perempuan.
laki. Pandanganini jelas bukan alasan Islam menetapkan pakian tertentu atau
menganjurkan pembagian kerja yakni pria diluar rumah dan wanita di dalam
dari suaminya.
Sumber: [Link]
Apa yang dilakukan oleh nenek moyang kita itu, dinilai sebagai awal
keadaansesuai dengan imajinasi dan khayal mereka. Itulah langkah awal manusia
62
berpakaian atau menutup aurat adalah alamat bukan awal dari lahirnya peradaban
manusia.
tenang dalam jiwa pemakainya. Ketenangan batin merupakan salah satu dampak
Menurut Syarif Arbi, pakaian menurut konsep Islam itu ada dua Jenis yaitu:
lebih penting, justru pakaian jasmani mendukung pakaian rohani dan sebaliknya,
pakaian rohani akan nampak pada pakaian jasmani. Dan keduanya saling
dinamai libas at-taqwa dzalika Khair (pakaian takwa dan itu yang lebih baik).
Apalah artinya keindahan lahir, kalau tidak disertai keindahan batin. Pakaian
menimbulkan rasa perih dan malu yang dirasakan, bila aurat rohani terbuka, jauh
lebih besar daripada keterbukaan aurat jasmani, baik di dunia terlebih di Akhirat.