0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
118 tayangan2 halaman

Prosedur Insisi Abses di Puskesmas

Dokumen ini berisi prosedur insisi abses yang meliputi 21 langkah mulai dari pemberian informasi kepada pasien, persiapan alat dan bahan, pelaksanaan anestesi lokal, insisi atau eksisi abses, pembersihan nanah dan jaringan nekrotik, pengolesan antiseptik, penutupan luka hingga observasi dan pencatatan pasien.

Diunggah oleh

Riadhus Saffia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
118 tayangan2 halaman

Prosedur Insisi Abses di Puskesmas

Dokumen ini berisi prosedur insisi abses yang meliputi 21 langkah mulai dari pemberian informasi kepada pasien, persiapan alat dan bahan, pelaksanaan anestesi lokal, insisi atau eksisi abses, pembersihan nanah dan jaringan nekrotik, pengolesan antiseptik, penutupan luka hingga observasi dan pencatatan pasien.

Diunggah oleh

Riadhus Saffia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

INSISI LIPOMA

No. Dokumen : SOP/ /PKM-TS/I/2017


No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1 dari 1
PUSKESMAS Dedet Triwahyudi, [Link]
TANJUNG SATAI NIP. 198005272008031 001

1. Pengertian Insisi abses adalah tindakan pembedahan kecil yang dilakukan untuk
membersihkan nanah atau pus. Abses merupakam suatu
pengumpulan nanah atau pus dengan fluktuasi atau infiltrat radang
yang meluas.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langah-langkah untuk petugas dalam
melakukan insisi abses.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Tanjung Satai Nomor /PKM-TS/I/2017
Tentang Pelayanan Klinis Di Puskesmas Tanjung Satai.
4. Referensi a. Siregar M.B. Bachsinar B. 1995. Atlas Bewarna dan Dasar-Dasar
Bedah Minor. Edisi I (Revisi). Widya Medika : Jakarta.
b. William De Jong et all. 2005. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 3. EGC :
Jakarta.
5. Prosedur a. Petugas memberikan informasi maksud dan tujuan tindakan
kepada pasien (informed consent).
b. Petugas meminta persetujuan pasien untuk melakukan tindakan
(informed consent).
c. Petugas mencuci tangan
d. Petugas menyiapkan alat dan bahan dalam bak instrument kecil
dan pemasangan APD (alat pelindung diri)
e. Petugas memakai sarung tangan.
f. Petugas mengatur posisi pasien supaya pasien nyaman dan rileks.
g. Petugas memasang duk steril.
h. Petugas membersihkan daerah operasi dengan tindakan aseptik.
i. Petugas menutup lokasi tindakan dengan duk steril.
j. Petugas melakukan anestesi lokal dengan teknik blokade areal
dengan hati-hati.
k. Petugas melakukan insisi tusuk dengan ujung skalpel tepat di
puncak abses, jika besar dapat dilakukan eksisi oval atau insisi
silang.
l. Petugas melakukan pembersihan rongga abses dari nanah dan
jaringan nekrotik dengan memakai sputi injeksi dengan larutan
garam fisiologis.
m. Petugas melakukan kuretase terhadap kapsul abses.
n. Petugas mempertimbangkan untuk dilakukan drainase dengan
kasa bersalep.
o. Petugas mengoleskan cairan antiseptik (povidon iodine).
p. Petugas menutup luka operasi dengan kasa dan operasi selesai
q. Petugas memberitahu kepada pasien bahwa tindakan sudah
selesai.
r. Petugas membuang sampah medis pada tempatnya.
s. Petugas merapikan alat dan bahan
t. Petugas melakukan observasi pasien antara 5 sampai dengan 15
menit.
INSISI LIPOMA
No. Dokumen : SOP/ /PKM-TS/I/2017
No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1 dari 1
PUSKESMAS Dedet Triwahyudi, [Link]
TANJUNG SATAI NIP. 198005272008031 001

u. Petugas melepas sarung tangan dan mencuci tangan.


v. Petugas mencatat tindakan dalam rekam medis.

6. Unit Terkait a. UGD / Tindakan

Rekaman Historis Perubahan


No Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan

Anda mungkin juga menyukai