0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan3 halaman

Penatalaksanaan Dry Socket pada Pasien

Dokumen ini memberikan pedoman penatalaksanaan dry socket yang meliputi definisi, tujuan, kebijakan, referensi, alat dan bahan, langkah-langkah, bagan alir, hal-hal yang perlu diperhatikan, unit terkait, dokumen terkait, dan rekam historis. Langkah-langkahnya meliputi irigasi alveolus, palpasi, anastesi lokal jika perlu, kuretase ringan, pemasangan tampon obat, dan instruksi kontrol berkala

Diunggah oleh

dicky dante
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan3 halaman

Penatalaksanaan Dry Socket pada Pasien

Dokumen ini memberikan pedoman penatalaksanaan dry socket yang meliputi definisi, tujuan, kebijakan, referensi, alat dan bahan, langkah-langkah, bagan alir, hal-hal yang perlu diperhatikan, unit terkait, dokumen terkait, dan rekam historis. Langkah-langkahnya meliputi irigasi alveolus, palpasi, anastesi lokal jika perlu, kuretase ringan, pemasangan tampon obat, dan instruksi kontrol berkala

Diunggah oleh

dicky dante
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENATALAKSANAAN DRY SOCKET

No. Dokumen : 800/603/UPT Py


No. Revisi : 00
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :1/3
UPT KESMAS dr. I.G.N. Gede Putra
PAYANGAN NIP.198010312009031003
1. Pengertian Adalah suatu kondisi infeksi pada alveolus yang disebabkan oleh
invasi bakteri, dimana beku darah gagal terbentuk.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan dry socket.

3. Kebijakan SK. Ka UPT Kesmas Payangan No. 800/ /UPT Py/2016 tentang
tata layanan klinis
4. Referensi  Permenkes no75 th 2014 tentang puskesmas
 Kepmenkes RI No 62 Tahun 2015 tentang panduan Praktik klinik
bagi dokter gigi.
[Link] dan Alat : diagnostic set
bahan Bahan : sarung tangan,masker,kapas,tampon
,betadin,spait,lidocain.
6. Langkah- Kunjungan I
langkah 1. Petugas Melakukan cuci tangan dan menggunakan alat
pelindung diri
2. petugas melakukan irigasi tulang alveolar yang terbuka
dengan larutan betadin.
3. petugas melakukan palpasi dengan hati-hati menggunakan
kapas untuk menentukan sensitivitas.
4. petugas melakukan anastesi local ( bila pasien merasa
kesakitan pada waktu palpasi).
5. petugas melakukan kuretase ringan bila diperlukan .
6. petugas memasukan pembalut obat-obatan yang dibungkus
kasa ke dalam tulang alveolus.
7. petugas memberikan resep analgetik.
8. petugas menginstruksikan pasien untuk kontrol setiap hari.

Kunjungan II
1. petugas membuka pembalut
2. petugas irigasi kembali dan memeriksa keadaan alveolus.
3. petugas memasukan pembalut obat yang dibungkus kasa
kedalam tulang alveolus.
4. bila terlihat pus/nanah, petugas memberi resep antibiotic.
5. petugas menginstruksikan pasien untuk kontrol setiap hari.
6. petugas merujuk ke RS bila dalam 10 hari tidak ada perbaikan.

[Link] Alir
Mencuci tangan dan
menggunakan alat
pelindung diri
Irigasi alveolar

Melakukan palpasi

Anastesi lokal
sakit ya
rarasarasa
sakit tidak
Melakukan kuretase ringan

Masukan pembalut(drug tampon)

Memberikan resep

Instruksi control 24 jam

Buka
pembalut
irigasi

Masukan pembalut

tidak resep
Memberi resep ya

tidak
Instruksi control 24 jam

sembuh

8 Hal-hal yang Sterilisasi Alat


2/3
perlu
diperhatikan
9 Unit terkait RS
[Link] 1. Rekam medis
terkait 2. Form rujukan
3. Resep
4. register
[Link]
historis N Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
o diberlakukan

3/3

Anda mungkin juga menyukai