100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
171 tayangan42 halaman

Rencana Bisnis dan Anggaran RSU An-Nisaa' 2019

Rencana Bisnis dan Anggaran Rumah Sakit Umum An-Nisaa' tahun 2019 menetapkan target pendapatan sebesar Rp 11.892.262.195 dengan anggaran total Rp 13.081.488.144 untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok rumah sakit yaitu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Diunggah oleh

Anis Kurliyatin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
171 tayangan42 halaman

Rencana Bisnis dan Anggaran RSU An-Nisaa' 2019

Rencana Bisnis dan Anggaran Rumah Sakit Umum An-Nisaa' tahun 2019 menetapkan target pendapatan sebesar Rp 11.892.262.195 dengan anggaran total Rp 13.081.488.144 untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok rumah sakit yaitu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Diunggah oleh

Anis Kurliyatin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

2019

RENCANA BISNIS
DAN ANGGARAN
(RBA)
RUMAH SAKIT UMUM AN-NISAA’

J L . S UPARYONO TIMUR N O .1 TALUN B LITAR , TELP .0342-692999, F AX .0342-693999


KATA PENGANTAR

Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No: 92/PMK.05/2011 tentang Rencana


Bisnis dan Anggaran (RBA) serta Pelaksanaan Pola Tata Kelola RSU An-Nisaa, maka RSU
An-Nisaa’ wajib menyusun RBA tahun anggaran 2019. Dalam Dokumen RBA RSU An-
Nisaa’ memuat Rencana Kerja dan Kegiatan seluruh unit kerja yang terintegrasi dan saling
terkait secara konseptual RBA disusun melalui proses bottom up dan top down, di mana
proses penyusunan RBA RSU An-Nisaa’ dimulai dari usulan masing-masing unit (instalasi).
Dengan mempertimbangkan berbagai asumsi-asumsi baik makro (produktivitas) maupun
mikro (volume pelayanan, pengembangan pelayanan baru dan tarif).
Pada hakekatnya dokmumen RBA merupakan peta rencana kerja dalam pembiayaan
rumah sakit untuk membantu fungsi pengelolaan keuangan dan non keuangan secara lebih
efisien dan dapat dipergunakan sebagai alat kontrol untuk menilai indikator kinerja keuangan,
indicator kinerja pelayanan, indikator kinerja mutu pelayanan dan manfaat bagi masyarakat
dengan harapan kinerja RSU An-Nisaa’ dalam tahun 2019 akan lebih meningkat dari tahun
sebelumnya baik segi kualitas maupun kuantitas.
Demikian Rencana Bisnis dan Anggaran tahun 2019 ini dibuat untuk dapat dipakai
sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan rumah sakit dan semoga apa yang telah
ditetapkan dapat tercapai.

Blitar, Desember 2018

Direktur
RSU An-Nisaa’ Blitar

dr. Devvy Megawati


RINGKASAN EKSEKUTIF

Rumah Sakit Umum An-Nisaa’ adalah Rumah Sakit swasta milik PT An-Nisaa’
Husada dan saat ini merupakan salah satu rumah sakit kelas D/Pratama yang sedang dalam
proses peningkatan kelas menjadi rumah sakit kelas C/Madya yang berlokasi di Jl. Suparyono
Timur No. 1 Talun Kabupaten Blitar.
Berdasarkan analisa data sampai dengan tahun 2018, segmen pasar, terbanyak yang
dilayani adalah pasien umum, diikuti dengan pasien BPJS serta pasien asuransi lain.
Sedangkan berdasarkan lokasi asal pengunjung, pengunjung berasal dari Blitar wilayah timur
selalu mendominasi dalam 10 besar kecamatan asal pasien.
Berdasarkan analisis yang dilakukan kinerja non keuangan tahun 2018 sebesar
151,47%, sedangkan kinerja keuangan dari segi pendapatan sebesar 122,6% dan dari segi
biaya 88,6%.
Beberapa prestasi yang diperoleh RSU An-Nisaa’ sampai dengan tahun 2018 adalah:
1. Telah lulus akreditasi tingkat dasar
2. K3
3. Zero Accident
RBA RSU An-Nisaa’ merupakan penjabaran program peningkatan mutu pelayanan
kesehatan RSU An-Nisaa’ dengan plafon angaran sebesar Rp [Link], dengan satu
kegiatan yaitu kegiatan pelayanan dan pendukung pelayanan
Subsidi belanja bersumber dari PT An-Nisaa’ Husada tahun 2019, guna mendukung
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi RSU An-Nisaa’ yaitu berupa belanja tidak langsung/gaji
sebesar Rp [Link], program pelayanan administrasi perkantoran yaitu sebesar
Rp [Link], program pelayanan kesehatan Rp [Link], Program sumber daya
manusia kesehatan sebesar Rp [Link], dan Program Promosi dan Pemberdayaan
sebesar Rp 11.128.163
Berpedoman pada peraturan PT An-Nisaa’ Husada Nomor KEP.081218 tentang Pola
Tata Kelola RSU An-Nisaa’ pasal 158 tentang nilai ambang batas, memperhatikan kebutuhan
operasional RSU An-Nisaa’ yang meningkat dengan mempertimbangkan ketersediaan dana
RS dari capaian target pendapatan maka dalam RBA tahun anggaran 2019 RSU An-Nisaa’
menetapkan ambang batas sebesar 10% dari target pendapatan yaitu Rp [Link]
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................................... i

RINGKASAN EKSEKUTIF ................................................................................................ ii

DAFTAR ISI ........................................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Gambaran Umum ........................................................................................ 1
B. Maksud dan Tujuan ..................................................................................... 1
C. Produk Layanan ........................................................................................... 1
D. Susunan Pejabat Pengelola dan Dewan Pengawas ...................................... 2

BAB II KINERJA RUMAH SAKIT TAHUN 2018


A. Kondisi Lingkungan yang Mempengaruhi Pencapaian Kinerja .................. 3
B. Perbandingan antara Asumsi RBA Tahun 2018 dengan Prognosis
Serta Dampak Terhadap Pencapaian Kinerja Tahun 2018 .......................... 4
C. Pencapaian Kinerja Tahun 2018 .................................................................. 5

BAB III RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN TAHUN 2019


A. Kondisi Lingkungan yang Diprediksi akan Mempengaruhi
Pencapaian Kinerja ...................................................................................... 9
B. Asumsi yang Digunakan .............................................................................. 10
C. Sasaran, Indikator, Target Kinerja dan kegiatan Berdasarkan Unit
Layanan ....................................................................................................... 11
D. Anggaran Rumah Sakit Tahun 2019 ........................................................... 12
E. Rencana kegiatan dan Anggaran 2019 ........................................................ 15

BAB IV PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2019


A. Ambang Batas Rencana Bisnis dan Anggaran TA 2019 ............................. 19
B. Kebijakan Umum Akuntansi ....................................................................... 22

BAB V PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN


A. Pendahuluan ................................................................................................ 24
B. Kebijakan Akuntasi Tertentu ....................................................................... 24
C. Penjelasan Atas Pos-pos Neraca .................................................................. 27

BAB VI PENJELASAN POS-POS LAPORAN OPERASIONAL


A. Pendapatan ................................................................................................... 31
B. Biaya ............................................................................................................ 32
C. Surplus/Defisit ............................................................................................. 33

BAB VII PENJELASAN POS-POS LAPORAN ARUS KAS ......................................... 34

BAB VIII PENUTUP


A. Kesimpulan .................................................................................................. 37
B. Saran ............................................................................................................ 38
BAB I
PENDAHULUAN

A. Gambaran Umum
RSU An-Nisaa’ merupakan rumah sakit swasta milik PT An-Nisaa’ Husada kelas
D/Pratama yang sedang dalam proses peningkatan menuju rumah sakit kelas C/Madya yang
berlokasi di Jl. Suparyono Timur No. 1 Talun Kabupaten Blitar.
Dalam memberikan pelayanan kesehatan RSU An-Nisaa’ menyediakan pelayanan
Rawat Jalan, Rawat Inap, Gawat Darurat serta pelayanan Penunjang Diagnostik dengan
kapasitas tempat tidur pasien 50 (lima puluh).

B. Maksud dan Tujuan


1. Maksud
Maksud disusunnya dokumen Rencana Bisnis dan Anggaran RSU An-Nisaa’ Tahun
2019 adalah sebagai acuan dan pedoman seluruh jajaran pejabat pengelola dalam
menjalankan praktik bisnis rumah sakit yang baik dan sehat.
2. Tujuan
Tujuan disusunnya dokumen Rencana Bisnis dan Anggaran sebagai berikut:
a. Rencana Bisnis dan Anggaran merupakan penjabaran dari Rencana Strategis tahun
2019-2023, berupa program dan kegiatan, anggaran, target dan capaiannya, serta
prognosa pendapatan
b. Menyikapi tuntutan masyarakat dan perkembangan pesaing, RSU An-Nisaa’ dituntut
untuk memanfaatkan peluang dengan mengembangkan layanan unggulan dengan
pemantapan peningkatan mutu pelayanan dan kepuasan pelanggan.
c. Sebagai dasar evaluasi kinerja RSU An-Nisaa’ tahun 2019.

C. Produk Layanan
Rumah Sakit Umum An-Nisaa’ menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat dengan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Produk
layanan yang tersedia di RSU An-Nisaa’ yaitu:
1. Pelayanan Gawat Darurat;
2. Pelayanan Rawat Jalan;
3. Pelayanan Rawat Inap;
4. Pelayanan Bedah Sentral;
5. Pelayanan Persalinan, KIA KB, dan Perinatologi;
6. Pelayanan Perawatan Intensif;
7. Pelayanan Radiologi;
8. Pelayanan Laboratorium;
9. Pelayanan Rehabilitasi Medik;
10. Pelayanan Farmasi;
11. Pelayanan Gizi;
12. Pelayanan Ambulance;
13. Pelayanan Laundry;

D. Susunan Pejabat pengelola dan Dewan Pengawas


1. Susunan pejabat Pengelola
Pejabat pengeloa terdiri dari Direktur, Kepala Bagian, Kepala Bidang, Kepala Sub
Bagian, dan Kepala Seksi dibantu oleh kepala-kepala instalasi serta Satuan Pengawas
Internal
2. Susunan Dewan Pengawas
Dewan pengawas terdiri dari :
1. Ketua merangkap anggota Bidang Pelayanan
2. Bidang Administrasi Manajemen
3. Bidang Keuangan, dan
4. Sekretaris Dewan Pengawas
BAB II
KINERJA RUMAH SAKIT TAHUN 2018

A. Kondisi Lingkungan yang Mempengaruhi Pencapaian Kinerja


Dalam usaha pencapaian visi, misi, dan strategi rumah sakit telah diupayakan secara
optimal dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, sehingga banyak yang telah dicapai
rumah sakit, namun demikian masih ada permasalahan, hambatan dan kendala dalam
merealisasikan visi, misi, dan strategi. Faktor-faktor internal dan eksternal yang
mempengaruhi kinerja rumah sakit.
1. Faktor Internal
Tabel 1 Faktor Internal
FAKTOR KEKUATAN KELEMAHAN
 Memiliki tenaga dokter spesialis  Kurangnya komitmen dan loyalitas pegawai
yang handal dan tenaga terhadap rumah sakit
professional lainnya yang  Terbatasnya jumlah dan jenis tenaga kesehatan
SDM/
berpengalaman.  Belum optimalnya pendayagunaan SDM
ORGANISASI
 Telah terakreditasinya rumah sakit  Belum optimalnya kemampuan manajerial
 Telah diterapkannya K3 di rumah kepala instalasi.
sakit secara komprehensif  Masih lemahnya sistem reward dan punishment
 Belum optimalnya SIMRS.
 Adanya upaya peningkatan kelas  Kurang optimalnya utilisasi alat medis dan
rumah sakit penunjang medis
 Adanya pengembangan program  Kurang konsistennya kepastian waktu
pelayanan spesialis pelayanan
 Adanya pelayanan paviliun yang  Kurang optimalnya manajemen pemeliharaan
nyaman sarana dan prasarana peralatan medis
 Lokasi rumah sakit yang strategis  Kurang optimalnya manajemen operasional
PROSES BISNIS
 Memiliki sarana dan prasarana pelayanan dan pendukung
yang dapat dikembangkan secara  Kurang optimalnya pelaksanaan SOP secara
maksimal konsisten
 Memiliki gedung pertemuan yang  Tersedianya pelayanan penunjang medis yang
sangat representative belum sesuai standar untuk mendukung
 Tersedianya SOP di seluruh unit pelayanan spesialis.
kerja rumah sakit
 Adanya insentif yang cukup  Belum sesuainya penerapan sistem
memadai remunerasi
 Sedang berkembangnya learning  Masih adanya sikap reaktif yang tidak
KEPUASAN organisasi di lingkungan rumah proporsional
PELANGGAN sakit
 Adanya kemauan untuk berubah
 Adanya kepedulian terhadap
pelanggan
 Tersedianya anggaran yang cukup  Tarif belum didasarkan pada Unit Cost
dari pendapatan fungsional dan PT  Belum adanya konsistensi biaya pelayanan
An-Nisaa’ Husada  Kurang optimalnya sistem informasi
KEUANGAN
manajemen keuangan
 Belum sesuainya penerapan sistem
remunerasi

2. Faktor Eksternal
Tabel 2 Faktor Eksternal
FAKTOR PELUANG ANCAMAN
 Adanya dukungan dari PT An-Nisaa’  Rumah sakit tidak memiliki
Husada terhadap pengembangan rumah kewenangan territorial
SDM/ORGANISASI
sakit  Munculnya rumah sakit – rumah sakit
 Lingkungan geografi dan demografi setara sebagai competitor
yang strategis  Banyaknya pihak ketiga yang
 Adanya pengembangan kerja sama di mengontrol pelayanan / manajemen
bidang pendidikan dan pelayanan di secara tidak proporsional
rumah sakit  Meningkatnya kesadaran hukum
masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan.
 RSU An-Nisaa’ terletak di wilayah timur  Pelaksanaan peraturan perundang-
Kab. Blitar jauh dari pesaing setara undangan yang kurang fleksibel pada
tetapi dekat dengan rumah sakit kelas B pelayanan rumah sakit
pendidikan yang dapat dimanfaatkan  Banyaknya rumah sakit pesaing yang
sebagai tempat rujukan. memiliki keunggulan pelayanan.
PROSES BISNIS  Tersedianya jaminan asuransi bagi  Adanya ancaman tuntutan oleh
masyarakat. konsumen terhadap pelayanan
 Semakin bertambahnya pihak ketiga kesehatan
yang menjalin kerjasama untuk  Tingginya tuntutan masyarakat
penjaminan pelayanan. terhadap pelayanan kesehatan yang
prima
 Citra positif rumah sakit umum An-  Adanya praktik-praktik bisnis yang
Nisaa’ sebagai rumah sakit swasta di kurang sehat terutama masalah tarif
kawasan timur Kab. Blitar layanan
 Tingginya kesadaran masyarakat  Tingginya jumlah pasien dengan
KEPUASAN terhadap kesehatan jaminan asuransi kesehatan dan
PELANGGAN  Minat masyarakat terhadap pelayanan rendahnya nilai klaim dari tarif umum
EKSTERNAL paviliun tinggi
 Animo masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan oleh dokter spesialis
meningkat.
 Tingginya tingkat kepuasan pelanggan
 Telah diterapkannya sistem akuntansi  Kurang memadainya nilai klaim
KEUANGAN keuangan di RSU An-Nisaa’ dengan asuransi kesehatan
mantab  Tidak adanya kepastian biaya
pelayanan.

B. Perbandingan antara Asumsi RBA Tahun 2018 dengan Realisasi Serta Dampak
Terhadap Pencapaian Kinerja Tahun 2018
1. Asumsi Makro
Tabel 3 Asumsi Makro
Prognosis Tahun
No Parameter Asumsi
2018
1 Tingkat Inflasi 3,5% 3,5%

2 Pertumbuhan Ekonomi 5% 5%

3 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Rp 14.700 Rp 14.700

4 Tingkat Suku Bunga BI 6,75% 6,75%

5 Pertumbuhan Pasar Jasa Kesehatan

2. Asumsi Mikro
Tabel 4 Asumsi Mikro
Prognosis Tahun
No Parameter Asumsi
2018
1 Gaji Karyawan Rp. [Link]

2 Dana dari PT An-Nisaa’ Husada Rp. [Link]

3 Penerimaan SDM
1. Rawat Inap
4 Rencana Pengembangan Produk
2. Gawat Darurat
C. Pencapaian kinerja Tahun 2018
1. Kinerja Non Keuangan Berdasarkan Unit Layanan
Tabel 5 Kinerja Non Keuangan Berdasarkan Unit Layanan
Realisasi
Target Prognosis %
No Unit Pelayanan Satuan Jan-Juni
2018 2018 Pencapaian
2018
1 Jumlah pasien rawat jalan Orang 6160 4668 9408 151,5%
2 Jumlah pasien IGD Orang 1650 1236 2520 149,8%
3 Jumlah pasien rawat inap Orang 3190 2400 4872 153,1%
Jumlah 11000 8304 16800

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja yang paling baik adalah
pada instalasi rawat jalan dengan tingkat pencapaian sebesar 151,5% dari target yang telah
ditetapkan.

2. Kinerja keuangan Berdasarkan Unit Layanan

a. Realisasi Pendapatan
N %
Unit Pelayanan Satuan Target 2018 Realisasi 2018 Prognosis 2018
o Capaian
1 Jasa Layanan Rp. [Link] [Link] [Link] 126,0
2 Kerjasama Rp. 30.256.000 30,611,500 31.768.800 96,4
3 Hibah PT An-Nisaa’ H Rp. - -
4 Lain-lain yang sah Rp. 345.128.308 101,283,539 362.384.723 27,9
Jumlah [Link] [Link] [Link] 122,6

b. Realisasi Biaya
N %
Komponen Biaya Target 2018 Realisasi 2018 Prognosis 2018
o Capaian
I Biaya Operasional
A Biaya Pelayanan
1 Biaya pegawai [Link] [Link] [Link] 98,7
2 [Link]
Biaya bahan (HPP) [Link] [Link] 74,3
3 Biaya jasa pelayanan (JM) [Link] [Link] [Link] 88,4
4 Biaya pemeliharaan 136.974.000 160.155.600 143.822.700 89,8
5 Biaya barang dan jasa -
6 Biaya depresiasi 289.981.294 324.961.116 304.480.359 93,7
7 Biaya pelayanan lainnya 56.456.000 73.482.500 59.278.800 80,7
8 Biaya Fooding 558.005.850 752.021.800 585.906.143 77,9
9 Biaya potongan kerjasama 411902477 486.593.376 432.497.601 88,9
10 Biaya potongan keringanan
43536400 35.908.625 45.713.220 127,3
pasien
Biaya umum dan
B -
Administrasi
1 Biaya pegawai -
2 Biaya administrasi kantor 60.316.340 73.422.600 63.332.157 86,3
3 Biaya pemeliharaan
4 Biaya barang dan jasa -
5 Biaya promosi 10598250 36.252.080 11.128.163 30,7
6 Biaya depresiasi -
7 Biaya umum dan administrasi
-
lainnya
8 Beban RS (retur, akreditasi) 383.388.866 203.167.784 402.558.309 198,1
9 Beban ART 60.934.820 97.369.302 63.981.561 65,7
10 Beban pendidikan dan
47.920.028 77.533.253 50.316.029 64,9
pengembangan SDM
11 Beban perjalanan dinas 72.589.825 73.271.075 76.219.316 104,0
12 Beban pajak 217.593.077 158.856.338 228.472.731 143,8
13 Beban listrik 73.818.044 106.726.592 77.508.946 72,6
14 Beban telepon, fax 19.465.621 17.056.056 20.438.902 119,8
15 Beban air PDAM 906.830 904.284 952.172 105,3
16 Beban PT (Gajin PT) 32.728.945 123.793.607 34.365.392 27,8
17 Beban Tenaga Kerja (BPJS
116.497.637 171.606.740 122.322.519 71,3
TK, BPJS Kes, DPLK)
II Biaya Non Operasional
-
1 Biaya bunga
2 Biaya administrasi bank
3 Kerugian pelepasan asset tetap
4 Kerugian penurunan nilai
5 Biaya non operasional lainnya
II
Biaya Investasi
I
1 Gedung dan bangunan
2 Peralatan dan mesin
3 Lain-lain
Jumlah Biaya (I+II+III) [Link] [Link] [Link] 88,6

c. Realisasi Investasi
Prognosis %
No Uraian Target 2018 Realisasi 2018
2018 Pencapaian
1 Sumber dari PT. AH
Gedung/bangunan
Peralatan medis
Lain-lain
2 Sumber dari Pendapatan
Fungsional
Gedung/bangunan
Peralatan dan mesin
Lain-lain
Jumlah investasi

3. Laporan Keuangan
a. Neraca
Prognosa per 31
No URAIAN 2017 2018 %
Desember 2018
I ASET
A Aset Lancar
1 Kas [Link] [Link] [Link] 129,4
2 Piutang [Link] [Link] [Link] 166,7
3 Persediaan 300.660.119 315.693.125 238.604.708 75,6
B Investasi Jangka Panjang -
C Aset Tetap -
1 Tanah 342.036.000 359.137.800 342.036.000 95,2
2 Gedung dan bangunan [Link] [Link] [Link] 95,2
3 Peralatan dan mesin 872.712.450 916.348.073 [Link] 127,2
4 Jalan, irigasi, dan jaringan -
5 Aset tetap lainnya 474.500.000 498.225.000 474.500.000 95,2
6 Konstruksi dalam pengerjaan -
Jumlah Aset Tetap [Link] [Link] [Link] 161,0
Akumulasi Penyusutan ([Link]) ([Link]) ([Link]) 111,0
Nilai Buku Aset Tetap [Link] [Link] [Link] 107,6
D Aset Lain-lain -
1 Aset tak berwujud -
2 Konstruksi dalam pengerjaan -
3 Aset lainnya -
Jumlah Aset Lain-lain -
Jumlah Aset (A+B+C+D) [Link] [Link] [Link] 128,8
II KEWAJIBAN -
A Kewajiban Jangka Pendek -
1 Utang usaha 58.860.000 61.803.000 (34.280.000) 180,3
2 Utang pajak -
3 Utang jangka pendek lainnya 211.577.074 222.155.928 318.107.568 69,8
Jumlah kewajiban jangka
270.437.074 283.958.928 283.827.568 100,0
pendek
B Kewajiban jangka panjang -
1 Utang jangka panjang yang jatuh
tempo >1tahun -
Jumlah kewajiban jangka
panjang -
Jumlah Kewajiban (A+B) -
III EKUITAS -
1 Ekuitas awal [Link] [Link] [Link] 105,0
2 Surplus (Defisit) LO [Link] [Link] [Link] 71,9
3 Dampak Kumulatif Perubahan
-
Jumlah Kewajiban dan
[Link] [Link] [Link] 77,6
Ekuitas (I+II)

b. Laporan Operasional
No Uraian Realisasi 2018 Prognosis 2018
Pendapatan Fungsional
I Biaya Operasional
A Biaya Pelayanan
1 Biaya pegawai [Link] [Link]
2 Biaya bahan ( HPP ) [Link] [Link]
3 Biaya jasa pelayanan ( JM ) [Link] [Link]
4 Biaya pemeliharaan 160.115.600 168.121.380
5 Biaya barang dan jasa -
6 Biaya depresiasi 324.961.116 341.209.172
7 Biaya pelayanan lainnya 73.482.500 77.156.625
8 Biaya Fooding 752.021.800 789.622.890
9 Biaya potongan kerjasama 486.593.376 510.923.045
10 Biaya potongan keringanan pasien 35.908.625 37.704.056
B Biaya Umum dan Administrasi -
1 Biaya pegawai -
2 Biaya administrasi kantor 73.422.600 77.093.730
3 Biaya pemeliharaan -
4 Biaya barang dan jasa -
5 Biaya promosi 36.253.080 38.065.734
6 Biaya depresiasi -
7 Biaya umum dan administrasi lainnya -
II Biaya Non Operasional -
Biaya Rumah Sakit (retur,rjk lab)
1 203.167.784 213.326.173
2 Biaya ART 97.369.302 102.237.767
Beban pendidikan dan pengembangan
77.533.253 81.409.916
SDM
Beban perjalanan dinas 73.271.075 76.934.629
Beban pajak 158.856.338 166.799.155
Beban listrik 106.726.592 112.062.922
Beban telepon, fax 17.056.056 17.908.859
Beban air PDAM 904.284 949.498
Beban PT (Gajin PT) 123.793.607 129.983.287
Beban Tenaga Kerja (BPJS Kes, TK,
171.606.740 180.187.077
DPLK)
3 Kerugian pelepasan aset tetap
4 Kerugian penurunan nilai
5 Biaya non operasional lainnya
III Biaya investasi
1 Gedung dan bangunan
2 Peralatan medis
3 Lain-lain
Jumlah Biaya (I+II+III)
[Link] [Link]

Surplus Periode Berjalan [Link] [Link]


c. Laporan Arus Kas

No URAIAN Prognosis 2018


I Arus Kas dari Aktivitas Operasional
A. Pendapatan dari Layanan [Link]
B. Pengeluaran Operasional [Link]
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasional
II Arus Kas dari Aktivitas Investasi
A. Perolehan Aset tetap 292.697.375
B. Hasil Penjualan Aset Tetap
C. Hasil Penjualan Aset Lain-lain
Arus Kas Bersih yang digunakan untuk Aktivitas
Investasi
III Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
A. Tambahan Ekuitas
B. Penerimaan Hibah/Piutang
C. Penerimaan APBD/APBN
D. Perolehan Pinjaman
E. Pembayaran Pinjaman
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan
Kenaikan Bersih Kas
Kas dan Setara Kas Awal
Jumlah Saldo Kas
BAB III
RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN TAHUN 2019

A. Kondisi Lingkungan yang Diprediksi akan Mempengaruhi Pencapaian Kinerja


1. Faktor Internal
a. Kondisi Pelayanan
1) Kekuatan
a) Pengembangan jenis pelayanan dengan dibukanya poli mata, poli gigi
b) Pilihan pelayanan kelas yang bervariasi mulai dari kelas 3 sampai dengan
kelas 1 dan VIP serta VVIP
c) Kerjasama dengan asuransi dalam pelayanan baik BPJS maupun Non
BPJS
d) Sudah terakreditasi dan telah diterapkan K3 dengan komprehensif
2) Kelemahan
a) Ketersediaan dokter spesialis belum sesuai standar
b) Mutu pelayanan perlu ditingkatkan
c) Kurang konsistennya kepastian waktu pelayanan
d) Belum optimalnya pelayanan penunjang medis untuk mendukung
pelayanan dokter spesialis.
b. Kondisi Keuangan
1) Kekuatan
a) Adanya fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran
b) Adanya efisiensi dalam pengelolaan anggaran
c) Adanya subsidi dari PT An-Nisaa’ Husada
2) Kelemahan
a) Biaya per unit belum bisa diketahui dengan pasti
b) Penetapan tarif belum sepenuhnya berdasarkan unit cost
c) Belum optimalnya SIMRS bidang keuangan
c. Kondisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia
1) Kekuatan
a) Jumlah tenaga kesehatan dan non kesehatan semakin bertambah
b) Adanya upaya peningkatan kelas rumah sakit
c) Telah disusunnya pola tata kelola rumah sakit
d) Adanya kemauan untuk berubah dari seluruh pegawai
2) Kelemahan
a) Belum memiliki dokter spesialis patologi klinik dan spesialis radiologi
b) Masih banyaknya dokter spesialis mitra yang berasal dari rumah sakit lain
c) Jumlah pegawai tetap relatif lebih kecil dibandingkan dengan jumlah
pegawai kontrak
d) Belum optimalnya pendayagunaan pegawai
d. Kondisi Sarana dan Prasarana
1) Kekuatan
a) Lokasi rumah sakit cukup strategis berada di jalan provinsi antara
Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang
b) Tersedianya lahan untuk pengembangan pelayanan
c) Tersedianya peralatan kedokteran canggih
2) Kelemahan
a) Pemanfaatan peralatan kesehatan yang belum maksimal
b) Manajemen pengelolaan pemeliharaan alat dan sarana belum optimal
c) Sarana dan prasarana ruang poliklinik, ruang IGD, ruang Rawat Inap dan
perkantoran perlu pengembangan.
2. Faktor Eksternal
a. Peluang
1) Peraturan perundang-undangan terkait:
a) UU No 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
b) UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional
c) UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
d) Permenkes No 1 Tahun 2012 tentang Sistem Rujukan
2) Permintaan pelayanan perawatan di ruang VIP/VVIP meningkat
3) Tersedianya jaminan pelayanan kesehatan masyarakat oleh BPJS maupun
asuransi non BPJS
b. Ancaman
1) Institusi pelayanan kesehatan yang produk layanannya semakin variatif
2) Pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan dari rumah sakit pesaing
3) Semakin maraknya tuntutan hukum di bidang pelayanan kesehatan
4) Rumah sakit pemerintah lebih cepat perkembangan pelayanannya dibanding
rumah sakit swasta

B. Asumsi yang Digunakan


1. Aspek Makro
No Indikator Ekonomi Asumsi TA 2019
1 Tingkat Inflasi 3,5%
2 Pertumbuhan Ekonomi 5%
3 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Rp 14.700
4 Tingkat Suku Bunga BI 6,75%
5 Pertumbuhan Pasar Jasa Kesehatan
2. Aspek Mikro
No Uraian Asumsi TA 2019
1 Gaji Karyawan Rp. [Link]
2 Dana dari PT An-Nisaa’ Husada Rp. [Link]
3 Penerimaan SDM
3. Rawat Inap
4 Rencana Pengembangan Produk
4. Gawat Darurat

C. Sasaran, Indikator, Target Kinerja dan Kegiatan Berdasarkan Unit Layanan

No Unit Layanan Sasaran Indikator Target Kegiatan


Waktu tanggap Pelatihan dan
Kemampuan
1 IGD pemeriksaan dokter 6 menit penambahan dokter
penyelamatan jiwa
(respon time) yang terlatih
Penegakan
Meningkatnya mutu Waktu tunggu di
2 Rawat Jalan 30 menit kedisiplinan dan
pelayanan rawat jalan
pelatihan tenaga medis
Penambahan dokter
Meningkatnya mutu Pelayanan oleh
3 Rawat Inap 100% spesialis dan alat
pelayanan dokter spesialis
medis yang memadai
Pelatihan dokter
Meningkatkan
Waktu tunggu operasi spesialis bedah dan
4 Bedah Sentral ketepatan waktu 2 hari
elektif penambahan tenaga
operasi
dokter anestesi
- Perdarahan
1%
Persalinan, - Pre-
Meningkatkan Kejadian kematian Pelatihan tenaga medis
5 KIA KB, dan eklampsia
keselamatan pasien ibu karena persalinan kebidanan
Perinatologi 10%
- Sespsis
0,5%
Kemampuan
Pelatihan tenaga medis
menangani BBLR - 80%
kebidanan
1500gr-2500gr
Rata-rata pasien Pelatihan tenaga medis
Perawatan Meningkatnya mutu kembali ke perawatan dan pemenuhan
6 3%
Intensif pelayanan intensif dengan kasus peralatan medis yang
yang sama <72 jam memenuhi
Pemenuhan peralatan
Meningkatnya mutu Waktu tunggu hasil medis dan
7 Radiologi 1 jam
pelayanan pelayanan foto thorax penambahan dokter
spesialis radiologi
Tidak ada kesalahan Pelatihan tenaga
Meningkatkan pemberian hasil laboratorium dan
8 Laboratorium 90%
penegakan diagnosa pemeriksaan pemenuhan peralatan
laboratorium medis
Kejadian Drop Out
pasien terhadap
Meningkatnya mutu
9 Rehab Medik pelayanan rehab 30% Pelatihan tenaga medis
pelayanan
medic yang
direncanakan
Waktu tunggu
Pelatihan tenaga
Meningkatnya mutu pelayanan
10 Farmasi farmasi dan ketepatan
pelayanan a. Obat jadi 15 menit
pengadaan obat
b. Racikan 40 menit
Jumlah konsultasi
Meningkatnya mutu Pelatihan tenaga ahli
11 Gizi gizi rawat inap yang 95%
pelayanan gizi
terlayani
Kelengkapan
Meningkatkan Pelatihan tenaga rekam
pengisian rekam
12 Rekam Medik keakuratan data 90% medik dan
medic 24 jam setelah
rekam medis pengembangan SIRS
selesai pelayanan
Kecepatan
memberikan Penyediaan sarana dan
Meningkatnya mutu
13 Ambulance pelayanan 15 menit tenaga medis maupun
pelayanan
ambulance/kereta non medis
jenazah di RS
Tidak adanya Pelatihan tenaga
Meningkatnya mutu
14 Laundry kejadian linen yang 90% laundry dan pengadaan
pelayanan
hilang alat yang memadai

D. Anggaran Rumah Sakit Tahun 2019

1. Anggaran Pendapatan

No Sumber Pendapatan Satuan Prognosis 2019 Anggaran 2019


1 Jasa Layanan Rp.
2 Hibah Rp.
3 Kerjasama Rp.
4 PT. An-Nisaa’ Rp.
5 Lain-lain yang sah Rp.
Jumlah Rp.

2. Anggaran Biaya
No Komponen Biaya Anggaran 2019
I Biaya Operasional
A Biaya Pelayanan
1 Biaya pegawai
2 Biaya bahan
3 Biaya jasa pelayanan
4 Biaya pemeliharaan
5 Biaya barang dan jasa
6 Biaya depresiasi dan amortisasi
7 Biaya pelayanan lainnya
B Biaya Umum dan Administrasi
1 Biaya pegawai
2 Biaya administrasi kantor
3 Biaya pemeliharaan
4 Biaya barang dan jasa
5 Biaya promosi
6 Biaya depresiasi dan amortisasi
7 Biaya umum dan administrasi lainnya
II Biaya Non Operasional
1 Biaya bunga
2 Biaya administrasi bank
3 Kerugian pelepasan aset tetap
4 Kerugian penurunan nilai
5 Biaya non operasional lainnya
III Biaya investasi
1 Gedung dan bangunan
2 Peralatan dan mesin
3 Lain-lain
Jumlah Biaya (I+II+III)

3. Perkiraan Penerimaan dan Pengeluaran Investasi

a. Penerimaan Investasi (Unit Layanan)

Tidak ada pelepasan dan pencairan investasi

b. Pengeluaran Investasi (Unit Layanan)

No Uraian Prognosis 2019 Anggaran 2019

2 Sumber dari PT AH
[Link] /bangunan
[Link] medis
[Link]-lain
3 Sumber dari Pendapatan
Operasional
[Link] /bangunan
[Link] dan Mesin
[Link]-lain
Jumlah Investasi

4. Perkiraan Penerimaan dan Pengeluaran Pendanaan

Tidak ada transaksi pendanaan

5. Anggaran RSU An-Nisaa’

a. Berdasarkan Sumber Dana Tahun 2019


Pendapatan Subsidi PT An- Pendapatan
Komponen Biaya Jumlah
Fungsional RS Nisaa’ Husada Lain-lain
I. Biaya Operasional

A. Biaya Pelayanan

1. Biaya pegawai

2. Biaya bahan

3. Biaya jasa pelayanan

4. Biaya pemeliharaan

5. Biaya barang dan jasa

6. Biaya depresiasi dan amortisasi

7. Biaya pelayanan lainnya

B. Biaya Umum dan Administrasi

1. Biaya pegawai

2. Biaya administrasi kantor

3. Biaya pemeliharaan

4. Biaya barang dan jasa

5. Biaya promosi

6. Biaya depresiasi dan amortisasi

7. Biaya umum dan adm. lainnya

II. Biaya Non Operasional

1. Biaya bunga

2. Biaya administrasi bank

3. Kerugian pelepasan aset tetap

4. Kerugian penurunan nilai

5. Biaya non operasional lainnya

III. Biaya Investasi

1. Gedung da Bangunan

2. Peralatan dan Mesin


3. Lain-Lain

Jumlah Biaya (I+II+III)

b. Berdasarkan Jenis Belanja Tahun Anggaran 2019


Biaya Barang
Komponen Biaya Biaya Pegawai Belanja Modal Jumlah
dan Jasa
I. Biaya Operasional

A. Biaya Pelayanan

1. Biaya pegawai

2. Biaya bahan

3. Biaya jasa pelayanan

4. Biaya pemeliharaan

5. Biaya barang dan jasa

6. Biaya depresiasi dan amortisasi

7. Biaya pelayanan lainnya

B. Biaya Umum dan Administrasi

1. Biaya pegawai

2. Biaya administrasi kantor

3. Biaya pemeliharaan

4. Biaya barang dan jasa

5. Biaya promosi

6. Biaya depresiasi dan amortisasi

7. Biaya umum dan


administrasi lainnya

II. Biaya Non Operasional

1. Biaya bunga

2. Biaya administrasi bank


RUMAH SAKIT UMUM AN-NISAA’ KABUPATEN BLITAR
PERKIRAAN BIAYA PER BIDANG/BAGIAN TAHUN ANGGARAN 2019

Bagian : Bidang Pelayanan Medis & Penunjang Medis


Program : PROGRAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN
Kegiatan : Pelayanan dan Pendukung Pelayanan Kesehatan RSU AN-NISAA’

Jenis Indikator Tolok Ukur Kinerja Target Kinerja


Input Dana
SDM
Waktu
Output
Outcome Indeks kepuasan Masyarakat

NO URAIAN VOLUME SATUAN HARGA SATUAN JUMLAH


SARANA DAN PRASARANA
PERALATAN MEDIS
Suction (hcu) 2 unit Rp 15,000,000 Rp 30,000,000
Nebulaiser (azz, poli) 2 unit Rp 1,500,000 Rp 3,000,000
Kelambu ftoterapi (perin) 2 buah Rp 640,000 Rp 1,280,000
Couve 4 buah Rp 2,500,000 Rp 10,000,000
Ambubag (hcu) 1 buah Rp 500,000 Rp 500,000
Monitor (igd) 1 buah Rp 20,000,000 Rp 20,000,000
Head lamp (igd) 1 buah Rp 150,000 Rp 150,000
Almari alkes (igd) 1 buah Rp 3,000,000 Rp 3,000,000
Dopler (poli) 1 buah Rp 800,000 Rp 800,000
Kursi roda (hcu,vk, poli) 3 buah Rp 1,200,000 Rp 3,600,000
Bed paramon azz 9 buah Rp 9,520,000 Rp 85,680,000
Bed paramon nifas 2 buah Rp 9,520,000 Rp 19,040,000
Bed paramon anak 4 buah Rp 10,000,000 Rp 40,000,000
Jumlah Rp 217,050,000
BEBAN PELAYANAN PENCAMPURAN OBAT STERIL
APD Pencampuran Obat
a. Pakaian 1 Rp 100,000 Rp 100,000
b. Gloves 12 Rp 50,000 Rp 600,000
c. Masker 12 Rp 50,000 Rp 600,000
Farmasi (obat+alkes) 1 Rp 2,520,000,000 Rp 2,520,000,000
Laborat 1.02 Rp 79,997,650 Rp 81,597,603
Radiologi 1.02 Rp 12,582,950 Rp 12,834,609
TPP 1.02 Rp 4,242,000 Rp 4,326,840
Jumlah Rp 2,620,059,052
Beban Pengadaan Inventararis
Farmasi
Kulkas 1 Rp 25,000,000 Rp 25,000,000
Laborat
Oven 1 Rp 2,000,000 Rp 2,000,000
Jumlah Rp 27,000,000
Total Rp 2,864,109,052
RUMAH SAKIT UMUM AN-NISAA’ KABUPATEN BLITAR
PERKIRAAN BIAYA PER BIDANG/BAGIAN TAHUN ANGGARAN 2019

Bagian : Bidang Keperawatan


Program : PROGRAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN
Kegiatan : Pelayanan dan Pendukung Pelayanan Kesehatan RSU AN-NISAA’

Jenis Indikator Tolok Ukur Kinerja Target Kinerja


Input Dana
SDM
Waktu
Output
Outcome Indeks kepuasan Masyarakat

NO URAIAN VOLUME SATUAN HARGA SATUAN JUMLAH


1 SARANA DAN PRASARANA
ALAT KEPERAWATAN
Tensimeter (poli, igd, vk) 4 unit Rp 1,500,000 Rp 6,000,000
Stetoskop dewasa 3 unit Rp 150,000 Rp 450,000
Stetoskop anak 1 unit Rp 200,000 Rp 200,000
Set rawat luka 2 set Rp 300,000 Rp 600,000
Thermometer 3 unit Rp 40,000 Rp 120,000
Ruang tindakan 2 ruang Rp 20,000,000 Rp 40,000,000
Toilet petugas 1 ruang Rp 35,000,000 Rp 35,000,000
Troli injeksi (perin) 1 buah Rp 1,500,000 Rp 1,500,000
Voltase 1 buah Rp 100,000 Rp 100,000
Tromol kasa (poli) 1 buah Rp 100,000 Rp 100,000
Bengkok (poli) 2 buah Rp 35,000 Rp 70,000
Jumlah Rp 84,140,000
ALAT-ALAT TENUN
Laken azziziyah 102 buah Rp 110,000 Rp 11,220,000
Laken paviliun 60 buah Rp 110,000 Rp 6,600,000
Laken nifas 12 buah Rp 110,000 Rp 1,320,000
Laken poliklinik 9 buah Rp 110,000 Rp 990,000
Selimut azziziyah 102 buah Rp 40,000 Rp 4,080,000
Selimut paviliun 60 buah Rp 100,000 Rp 6,000,000
Selimut nifas 12 buah Rp 40,000 Rp 480,000
Selimut poliklinik 9 buah Rp 40,000 Rp 360,000
Pen light 7 buah Rp 30,000 Rp 210,000
Jumlah Rp 31,260,000
BAHAN HABIS PAKAI
Bedah Sentral 1.5 Rp 64,069,075 Rp 96,103,613
VK & Madinah 1.5 Rp 48,957,900 Rp 73,436,850
Azziziyah & Arofah 1.5 Rp 14,422,350 Rp 21,633,525
HCU 1.5 Rp 179,907,450 Rp 269,861,175
Poliklinik 1.5 Rp 12,210,850 Rp 18,316,275
IGD 1.5 Rp 26,552,922 Rp 39,829,383
Jumlah Rp 519,180,821
Total Rp 634,580,821
RUMAH SAKIT UMUM AN-NISAA’ KABUPATEN BLITAR
PERKIRAAN BIAYA PER BIDANG/BAGIAN TAHUN ANGGARAN 2019

Bagian : Bidang Umum dan Keuangan


Program : PROGRAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN
Kegiatan : Pelayanan dan Pendukung Pelayanan Kesehatan RSU AN-NISAA’

Jenis Indikator Tolok Ukur Kinerja Target Kinerja


Input Dana
SDM
Waktu
Output
Outcome Indeks kepuasan Masyarakat

NO URAIAN VOLUME SATUAN HARGA SATUAN JUMLAH


BIAYA
BIAYA MEDIS
Beban jasa tenaga medis
Beban jasa dokter dan tim Rp 2,298,206,620
Beban jasa akomodasi
Rp 7,800,000
tenaga medis
Beban operasional
Beban gaji dan tunjangan
Beban gaji karyawan Rp 2,397,318,195
Beban Lembur Rp 5,948,184
THR Rp 125,907,246
Seragam karyawan Rp 28,771,000
Beban Pendidikan dan
Rp 172,459,041
pengembangan SDM
Beban Linen Rp 3,942,950
Sarana Prasarana Umum Rp 22,130,500
Beban ATK dan Adm.
Rp 37,445,526
Kantor
Beban Listrik Rp 138,215,983
Beban telepon dan fax Rp 23,059,788
Beban Sampah Rp 60,623,700
Beban ART Rp 122,685,321
Konsumsi Rp 44,969,406
Beban lain lain Rp 37,825,981
Beban Akreditasi Rp 64,522,979
Beban Potongan Pasien
Rp 17,954,313
(keringanan)
Beban Iklan Rp 36,253,080
Akomodasi Rp 26,728,125
Beban perjalanan dinas Rp 18,694,688
Beban Tunjangan
Rp 1,000,000
Karyawan Obat
Beban Fotokopi -
Beban Potongan Kerjasama -
Beban perbaikan dan
-
perawatan
Perb. dan perawatan
Rp 62,981,500
bangunan
Perbaikan dan perawatan
Rp 24,558,000
kendaraan
Perbaikan dan perawatan
Rp 16,686,000
inventaris kantor
Perbaikan dan perawatan
Rp 5,360,000
medis
Perlengkapan dan peralatan Rp 51,030,100
Beban Penyusutan -
Penyusutan inventaris Rp 137,915,338
Penyusutan bangunan Rp 153,000,000
Penyusutan kendaraan Rp 36,750,000
Beban Pajak -
Pph Psl 46 & PBB Rp 123,367,698
Pph psl 21 Rp 37,830,896
Pph psl 23 Rp 834,870
Beban air/PDAM Rp 904,284
beban sumbangan Rp 19,490,000
Beban iuran Rp 6,000,000
Beban retribusi Rp 4,227,500
Beban RM Rp 55,066,950
Beban Masterplan &
Rp 750,000,000
kontraktor
Kesehatan + Kebugaran Rp 10,000,000
BBM 1.5 Rp 21,864,209 Rp 32,796,314
Beban fooding px (BOR
Rp 1,171,800,000 Rp 1,171,800,000
90%)
Beban MCU karyawan 3 Rp 170,000 Rp 510,000
Total Rp 8,393,572,076
BAB IV
PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2019

A. Ambang Batas Rencana Bisnis dan Anggaran TA 2019


Besarnya ambang batas realisasi belanja dalam RBA ditetapkan pada saat
penyusunan RBA sebesar 10%. Dengan demikian besarnya ambang batas untuk
tahun 2019 adalah sebagai berikut :

- Target Belanja tahun 2019 Rp [Link]

- Ambang Batas 10% dari Belanja Rp 802.152.241

- Batas Penggunaan langsung Rp [Link]

Belanja sebesar Rp. [Link] tersebut dapat langsung digunakan untuk


membiayai pengeluaran yang melebihi anggarannya tanpa harus mendapatkan ijin dari
Direktur Utama PT An-Nisaa’ Husada.
PROGNOSA NERACA 2019

PROGNOSA PROGNOSA
KODE URAIAN NAIK/(TURUN) %
31 DES 2019 31 DES 2018
ASET
Aset Lancar
Kas
Piutang pelayanan
Dikurangi penyisihan kerugian
piutang pelayanan
Persediaan
Jumlah Aset Lancar

Aset Tetap
Tanah
Peralatan dan mesin
Gedung dan bangunan
Jalan, irigasi, dan jaringan
Aset tetap lainnya
Akumulasi penyusutan
Jumlah Aset Tetap

Aset Lainnya
Aset tidak berwujud
Amortisasi aset tak berwujud
Aset lain-lain
Kas Jamkesmas yang belum
digunakan
Jumlah Aset Lainnya

JUMLAH ASET

KEWAJIBAN DAN EKUITAS


KEWAJIBAN
Kewajiban Jangka Pendek
Utang usaha
Biaya yang masih harus dibayar
Pendapatan diterima dimuka
Utang jangka pendek lainnya
Jumlah Kewajiban Jangka Pendek
JUMLAH KEWAJIBAN

EKUITAS
Ekuitas
Ekuitas awal
Surplus/(Defisit) tahun lalu
Surplus/(Defisit) tahun berjalan
JUMLAH EKUITAS

JUMLAH KEWAJIBAN DAN


EKUITAS
PROGNOSA LAPORAN OPERASIONAL
TAHUN ANGGARAN BERAKHIR PADA TGL 31 DESEMBER 2019

PROGNOSA PROGNOSA
KODE URAIAN NAIK/(TURUN) %
31 DES 2019 31 DES 2018
PENDAPATAN
Pendapatan Usaha dari Jasa
Layanan (Pendapatan Fungsional)
Instalasi rawat jalan
Ambulance
Diklat
IGD
IKS Pihak III
Instalasi Farmasi
Instalasi Patologi Klinik
Instalasi Radiologi
Instalasi Rawat Inap
Instalasi Forensik
Paviliun
Instalasi Rehab Medik
Instalasi Rekam Medis
Instalasi Bedah Sentral
Instalasi Gizi
Instalasi Perawatan Intensif
(HCU)
BPJS
Asuransi lain
Pendapatan Hibah
Subsidi dari PT AH
Pendapatan Sah Lainnya
Hasil pemanfaatan kekayaan
Bunga Bank
Pendapatan kerjasama
JUMLAH PENDAPATAN
BEBAN
BEBAN OPERASIONAL
Beban Layanan
Beban Pegawai
Beban bahan
Beban jasa pelayanan
Beban pemeliharaan
Beban barang dan jasa
Beban layanan lainnya
Jumlah Beban Layanan
Beban Umum dan Administrasi
Beban pegawai
Beban administrasi perkantoran
Beban pemeliharaan
Beban barang dan jasa
Beban penyisihan kerugian
piutang pelayanan
Beban promosi
Beban umum dan administrasi
lainnya
Beban penyusutan
Beban amortisasi
Jumlah Beban Umum dan
Administrasi
JUMLAH BEBAN OPERASIONAL
SURPLUS/(DEFISIT) TAHUN
BERJALAN BERSIH
B. KEBIJAKAN UMUM AKUNTANSI
1. Asumsi Dasar Akuntansi
Asumsi dasar akuntansi yang diterapkan pada sistem akuntansi RSU An-Nisaa’ Blitar
adalah :
a. Kelangsungan Usaha
Laporan keuangan disusun atas dasar asumsi RSU An-Nisaa’ Blitar terus melakukan
usahanya secara berkesinambungan tanpa maksud untuk dibubarkan atau
mengurangi secara material skala usahanya.
b. Dasar Akuntansi Akrual
Laporan keuangan pada prinsipnya disusun atas dasar akrual, yaitu mengakui
transaksi pada saat kejadian bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau
dibayar dan dicatat dalam periode bersangkutan. Hal ini memberikan informasi
kepada pembaca laporan keuangan tidak hanya transaksi masa lalu yang melibatkan
penerimaan kas dan pembayaran kas, tetapi juga kewajiban pembayaran kas dimasa
mendatang serta sumber daya yang merepresentasikan kas yang akan diterima
dimasa yang akan datang.

2. Periodesasi pelaporan
Periode pelaporan keuangan adalah untuk masa 1 Januari sampai dengan 31 Desember.

3. Ciri Dasar Akuntansi


Ciri dasar penerapan akuntansi keuangan RSU An-Nisaa’:
1. Dalam rangka pengelolaan kas RSU An-Nisaa’, dapat langsung menggunakan
pendapatannya tanpa menyetorkan terlebih dahulu ke kas PT An-Nisaa’ Husada
dengan ambang batas sebesar Rp 5.000.000
2. RSU An-Nisaa’ diperbolehkan memberikan piutang sehubungan dengan penyerahan
barang, jasa dan/atau transaksi lainnya yang berhubungan langsung atau tidak
langsung dengan kegiatan rumah sakit.
3. RSU An-Nisaa’ dapat memiliki utang sehubungan dengan kegiatan operasional
dan/atau perikatan peminjaman dengan pihak lain.
4. Akuntansi dan Laporan Keuangan RSU An-Nisaa’ diselenggarakan sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan yang diterbitkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia (IAPI).
5. RSU An-Nisaa’ dapat mengalihkan dan/atau menghapus aset tetap dengan/melalui
persetujuan PT An-Nisaa’ Husada.

4. Laporan Keuangan Pokok


Laporan keuangan pokok RSU An-Nisaa’ Blitar meliputi Neraca, Laporan
Operasional, dan Catatan atas Laporan Keuangan.
Penjelasan masing-masing laporan keuangan pokok tersebut adalah sebagai berikut :
a. Neraca
Neraca adalah suatu laporan yang menyajikan informasi mengenai posisi harta,
utang, dan ekuitas dana yang dimiliki RSU An-Nisaa’ Blitar pada saat atau tanggal
tertentu.

b. Laporan Arus Kas (LAK)


Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan informasi mengenai aliran kas
masuk, aliran kas keluar selama periode tertentu, serta saldo kas pada awal dan
akhir periode tertentu. Laporan Arus Kas RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar
disajikan dengan menggunakan metode langsung dan tidak langsung.

c. Laporan Operasional
Laporan Operasional adalah laporan yang menyajikan informasi mengenai
pendapatan dan beban serta surplus atau defisit rumah sakit atas dasar akrual
selama suatu periode tertentu.

d. Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK)


Catatan atas laporan keuangan bertujuan untuk menginformasikan pengungkapan
yang diperlukan atas laporan keuangan.
Untuk pemenuhan kewajiban pelaporan RSU AN-Nisaa’ sebagai Unit Pelayanan
Kesehatan dari PT An-Nisaa’ Husada wajib menyusun dan menyerahkan laporan
realisasi anggaran sesuai standar akuntansi kepada PT An-Nisaa’ Husada.
BAB V
PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN KEUANGAN

A. PENDAHULUAN
1. Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan
Tujuan penyusunan laporan keuangan adalah menunjukkan gambaran kinerja
keuangan Rumah Sakit sebagai wujud pertanggungjawan dan akuntabilitas RSU An-Nisaa’
Blitar dalam melaksanakan pengelolaan keuangan. Kinerja keuangan tercermin dalam
posisi keuangan, operasional keuangan, yang bermanfaat bagi para pengguna laporan
keuangan. Laporan keuangan RSU An-Nisaa’ Blitar menyajikan informasi tentang aset,
kewajiban, ekuitas, pendapatan dan biaya. Laporan keuangan RS terdiri dari:
a. Neraca
b. Laporan Arus Kas
c. Laporan Operasional
d. Catatan atas Laporan Keuangan
e. Laporan Realisasi Anggaran
B. KEBIJAKAN AKUNTANSI TERTENTU
1. Basis Akuntansi
Basis Akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan RSU An-Nisaa’ Blitar adalah
basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiaban, ekuitas (Neraca) pendapatan dan biaya
(Laporan Operasional) sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Sedangkan untuk
Laporan Realisasi Anggaran tetap menggunakan basis akuntansi Standar Akuntansi
Keuangan (SAK).

2. Pengakuan dan Pengukuran yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan


a. Pengakuan
1. Pengakuan Aset
a) Aset diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diharapkan akan
diperoleh oleh RSU An-Nisaa’ dan mempunyai nilai yang dapat diukur dengan
andal. Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Aset Tetap dan Aset Lainnya
b) Aset Lancar RSU An-Nisaa’ meliputi kas, piutang usaha, dan persediaan
c) Kas diakui dan dicatat pada saat diterima atau dikeluarkan Bendahara
d) Piutang diakui dan dicatat pada saat pengajuan klaim kepada BPJS, dan
Asuransi lain, sedangkan pada akhir tahun piutang diakui atas hasil
inventarisasi bukti klaim, meskipun klaim belum selesai diverifikasi. Selisih
antara pengajuan klaim dan hasil verifikasi BPJS, dan Asuransi lain diakui
sebagai penyesuaian kontraktual dalam Laporan operasional.
e) Persediaan diakui pada saat barang diterima dan dicatat dalam akun biaya pada
saat tahun berjalan, akan tetapi pada akhir tahun diakui dan dicatat berdasarkan
hasil perhitungan fisik (stock opname). Metode pencatatan yang dianut adalah
Physical Inventory Method, yaitu pembelian/penerimaan barang tidak dicatat
ke dalam persediaan, akan tetapi dibukukan langsung sebagai biaya sesuai
harga perolehan/pada saat barang diterima. Saldo persediaan yang ada pada
saat penyusunan neraca akhir tahun adalah dihitung berdasarkan perhitungan
fisik (stock opname) dan ditetapkan nilainya. Nilai persediaan akhir ini
sekaligus digunakan sebagai koreksi pengurang (kredit) terhadap pos biaya dan
pada awal tahun berikutnya nilai persediaan tersebut dibukukan kembali
(reversing entry) menjadi biaya.
f) Aset tetap diakui dan dicatat pada saat aset tersebut diterima dan hak
kepemilikannya berpindah. Aset Tetap RSU An-Nisaa’ meliputi Tanah,
Peralatan & Mesin, Gedung & Bangunan, Jalan, Irigasi, dan Jaringan serta
Aset Tetap Lainnya.
g) Aset tidak berwujud diakui dan dicatat apabila RSU An-Nisaa’ akan
memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset tersebut dan biaya
perolehannya dapat diukur secara andal.
2. Pengakuan Kewajiban
Kewajiban diakui apabila besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya
yang mengandung manfaat ekonomi akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban
masa kini dan jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur dengan andal. Kewajiban
RSU An-Nisaa’ meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga dan pendapatan diterima
dimuka.
a) Utang Kepada Pihak Ketiga diakui pada saat RSU An-Nisaa’ menerima
jasa/hak atas barang/jasa, tetapi RSU An-Nisaa’ belum membayar atas
barang/jasa yang diterima.
b) Pendapatan diterima dimuka diakui pada saat diterimanya kas dari pihak ketiga
dan RSU An-Nisaa’ belum memberikan jasa tersebut kepada pihak ketiga.
3. Pengakuan Ekuitas
Ekuitas diakui pada saat ditetapkannya nilai kekayaan RSU An-Nisaa’.
4. Pengakuan Pendapatan
a) Pendapatan menurut basis kas diakui pada saat diterima Bendahara Penerimaan
dan sudah disetor ke bank.
b) Pendapatan menurut basis akrual diakui pada saat timbulnya hak atas
pendapatan tersebut.
c) Sistem penerimaan atas Pendapatan Usaha dari Jasa Layanan adalah tunai dan
piutang. Piutang berasal dari Ikatan Kerjasama (IKS) BPJS dan Asuransi lain
berasal dari pendapatan usaha dari jasa layanan dan pendapatan usaha lain
RSU An-Nisaa’.
d) Pengakuan pendapatan usaha dari jasa layanan dan pendapatan usaha lainnya
dalam Laporan Operasional sebagai berikut:
1) Pendapatan tunai diakui pada saat kas diterima oleh Bendahara
Penerimaan.
2) Pendapatan dari dari BPJS dan Asuransi lain diakui pada saat klaim
diajukan sedangkan pada akhir tahun piutang diakui atas hasil inventarisasi
bukti klaim, meskipun klaim belum selesai verifikasi. Pendapatan BPJS
diakui pada saat klaim telah selesai diverifikasi dan direalisasikan
sedangkan pada akhir tahun piutang diakui atas hasil inventarisasi bukti
klaim, meskipun klaim belum diajukan dan diverifikasi..
5. Pengakuan Biaya
a) Belanja menurut basis kas diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari
Bendahara Pengeluaran.
b) Biaya menurut basis akrual diakui pada saat timbulnya kewajiban atau pada
saat diperoleh manfaat.
c) Biaya yang timbul dari pengeluaran yang bersumber dari PT An-Nisaa’ Husada
diakui dan dicatat pada saat pengeluaran belanja pertanggungjawabkan untuk
belanja modal.
d) Biaya yang timbul dari pengeluaran yang bersumber dari pendapatan
fungsional diakui dan dicatat pada saat pengeluaran kas dari Bendahara
Pengeluaran.
e) Pada awal tahun, dilakukan penyesuaian pembebanan biaya atas sisa
persediaan awal tahun.
f) Pada akhir tahun, dilakukan penyesuaian pembebanan biaya atas sisa
persediaan akhir tahun.
g) Pada awal tahun, dilakukan penyesuaian pembebanan biaya atas saldo biaya
yang masih harus dibayar pada awal tahun.
h) Pada akhir tahun, dilakukan penyesuaian pembebanan biaya atas saldo biaya
yang masih harus dibayar pada akhir tahun.
i) Koreksi atas pengeluaran biaya (penerimaan kembali biaya) yang terjadi pada
periode berjalan dicatat sebagai pengurangan biaya. Apabila diterima pada
periode akuntansi berikutnya dicatat sebagai penambah Surplus & Defisit
tahun lalu.
b. Pengukuran
Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukkan
setiap pos dalam Laporan Keuangan. Pengukuran setiap pos dalam laporan keuangan
menggunakan nilai perolehan historis. Pengukuran pos-pos laporan keuangan
menggunakan mata uang rupiah. Transaksi yang menggunakan mata uang asing dikonversi
terlebih dahulu dan dinyatakan dalam mata uang rupiah. Pengukuran setiap pos dalam
laporan keuangan sebagai berikut :
1. Pengukuran Aset
a) Kas diukur sebesar nilai nominal pada saat diterima/dikeluarkan dan
dinyatakan dalam nilai rupiah.
b) Piutang diukur sebesar nilai yang dapat direalisasikan (net realizable value)
setelah memperhitungkan nilai penyisihan piutang tak tertagih atau penyisihan
kerugian piutang pelayanan. Penyisihan piutang tak tertagih atau penyisihan
kerugian piutang pelayanan adalah piutang-piutang yang mempunyai
kemungkinan tak tertagih.
c) Penyisihan kerugian piutang pelayanan dibentuk berdasarkan daftar umur
piutang (aging schedule) sebagai berikut:
Di atas 1 bulan s/d 3 bulan : 30%
Di atas 3 bulan s/d 6 bulan : 50%
Di atas 6 bulan s/d 12 bulan : 75%
Di atas 12 bulan : 100%
d) Persediaan diukur berdasarkan metode First in First Out (FIFO/Masuk
Pertama Keluar Pertama) yaitu harga pembelian terakhir jika diperoleh dengan
pembelian.
e) Aktiva Tetap diukur sebesar nilai historis atau harga perolehan.
2. Pengukuran Kewajiban
Kewajiban jangka pendek diukur sebesar nilai nominal mata uang rupiah yang
harus dibayar kembali. Kewajiban jangka pendek berkurang pada saat
pembayaran/penyelesaian oleh RSU An-Nisaa’.
3. Pengukuran Ekuitas
Ekuitas diukur menggunakan nilai nominal mata uang rupiah.
4. Pengukuran Pendapatan
Pendapatan diukur menggunakan mata uang rupiah berdasarkan nilai sekarang kas
yang diterima dan atau akan diterima.
5. Pengukuran Biaya
Biaya diukur menggunakan mata uang rupiah berdasarkan nilai sekarang kas yang
dikeluarkan dan atau akan dikeluarkan.

C. PENJELASAN ATAS POS-POS NERACA


Tujuan utama Neraca adalah menyediakan informasi tentang posisi keuangan RSU
An-Nisaa’ meliputi aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu.

1. Aset
Aset adalah sumber daya yang dimiliki dan atau dikuasai sebagai akibat dari
peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan
diperoleh. Aset diklasifikasikan menjadi aset lancar, aset tetap, dan aset lainnya.
2. Aset Lancar
Aset lancar terdiri dari Kas, Piutang Pelayanan, dan Persediaan, dengan penjelasan
sebagai berikut:
31/12/2019 31/12/2018
1. KAS Rp. Rp.

Kas adalah uang tunai atau saldo simpanan di bank yang setiap saat dapat digunakan
untuk membiayai kegiatan RSU An-Nisaa’.

31/12/2019 31/12/2018
2. PIUTANG PELAYANAN Rp. Rp.

Piutang Pelayanan merupakan klaim atau hak yang dimiliki RSU An-Nisaa’ yang
diperoleh dari pelayanan terhadap pasien yang pada tanggal neraca belum diterima secara
kas. Saldo piutang pelayanan RSU An-Nisaa’ per 31 Desember 2019 dan 31 Desember
2018, dengan rincian sebagai berikut :
NO PIUTANG PELAYANAN 31/12/2019 31/12/2018
1 BPJS
2 Asuransi Lain
3 IKS Pihak III
4 Piutang pasien umum
JUMLAH PIUTANG BRUTO
5 Penyisihan kerugian piutang pelayanan
JUMLAH PIUTANG NETTO

31/12/2019 31/12/2018

3. PERSEDIAAN Rp Rp

Persediaan adalah barang berwujud untuk mendukung kegiatan operasional RSU


An-Nisaa’ yang akan habis pakai atau terjual namun saat tanggal neraca disusun masih
belum habis pakai atau terjual.
3. Aset Tetap
Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu
periode akuntansi untuk digunakan dalam kegiatan RSU An-Nisaa’.
31/12/2019 31/12/2018

1. ASET TETAP Rp. Rp.

Saldo Aset Tetap RSU An-Nisaa’ per 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018,
dengan rincian sebagai berikut :
NO ASET TETAP 31/12/2019 31/12/2018
1 Tanah
2 Peralatan dan Mesin
3 Gedung dan Bangunan
4 Jalan, Irigasi, dan Jaringan
5 Aset Tetap Lainnya
6 Akumulasi Penyusutan
JUMLAH ASET TETAP

4. Aset Lainnya
Aset Lainnya adalah aset yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam aset lancar dan
aset tetap.
NO ASET LAINNYA 31/12/2019 31/12/2018
1 Aset tidak berwujud
2 Amortisasi aset tidak berwujud
JUMLAH ASET LAINNYA

5. Kewajiban
Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesainnya
mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi di masa datang.

6. Kewajiban Jangka Pendek


Kewajiban Jangka Pendek adalah kewajiban yang diharapkan akan
dibayar/diselesaikan atau jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang setelah tanggal
neraca. Kewajiban Jangka Pendek terdiri dari Utang Usaha, Biaya yang Masih Harus Dibayar
dan Pendapatan Diterima Dimuka.
31/12/2019 31/12/2018

1. UTANG USAHA Rp. Rp.

Utang Usaha RSU An-Nisaa’ adalah kewajiban rumah sakit kepada pihak luar yang
timbul karena kegiatan operasional RSU An-Nisaa’. Saldo Utang Usaha RSU An-Nisaa’ per
31 Desember 2018 dan 31 Desember 2019, dengan rincian sebagai berikut :

NO UTANG USAHA 31/12/2019 31/12/2018


1 Utang belanja obat-obatan
2 Utang belanja alkes pakai habis
3 Utang belanja bahan kimia
4 Utang belanja makanan dan minuman
pasien
5 Utang belanja bahan habis pakai pihak III
JUMLAH UTANG USAHA

31/12/2019 31/12/2018

BIAYA YANG MASIH HARUS


2. Rp. Rp.
DIBAYAR

Biaya yang masih harus dibayar adalah biaya yang telah terjadi pada waktu tertentu
namun masih belum dibayarkan meliputi beban Jasa Pelayanan bulan layanan akhir tahun
2019.
31/12/2019 31/12/2018

3. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA Rp. Rp.

Pendapatan diterima di muka adalah penerimaan pendapatan dari pihak ketiga


sebagai pembayaran jasa tertentu tetapi RSU An-Nisaa’ belum memberikan jasa tersebut
kepada pihak ketiga. Saldo pendapatan diterima dimuka RSU An-Nisaa’ per 31 Desember
2019 dan 31 Desember 2018, dengan rincian sebagai berikut :
NO PENDAPATAN DARI 31/12/2019 31/12/2018
1 Sewa tempat ATM…….
JUMLAH PENDAPATAN DITERIMA
DIMUKA

31/12/2019 31/12/2018

4. UTANG JANGKA PENDEK LAINNYA Rp. - Rp. -

7. Ekuitas
Adalah jumlah kekayaan bersih yang merupakan selisih antara jumlah aset dengan
jumlah kewajiban.
31/12/2019 31/12/2018

1. EKUITAS Rp Rp.

Saldo ekuitas RSU An-Nisaa’ per 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018, terdiri
dari :

NO EKUITAS 31/12/2019 31/12/2018


1 Ekuitas awal
2 Surplus/(Defisit) tahun lalu
3 Surplus/(deficit) tahun berjalan
JUMLAH EKUITAS
BAB VI
PENJELASAN POS-POS LAPORAN OPERASIONAL

Tujuan utama Laporan Operasional adalah menyajikan operasi RSU An-Nisaa’


mengenai sumber, alokasi, dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola oleh Rumah
Sakit.
A. Pendapatan
Adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas RSU An-
Nisaa’ selama satu periode yang mengakibatkan penambahan ekuitas bersih. Pendapatan
terdiri dari pendapatan usaha dari jasa layanan, pendapatan dari usaha lainnya, subsidi dari PT
An-Nisaa’ Husada dan penyesuaian kontraktual. Penyesuaian kontraktual adalah penyesuaian
lebih/kurang yang terjadi karena perbedaan pendapatan jasa layanan RSU An-Nisaa’ dengan
realisasi penerimaan kas. Jumlah Pendapatan RSU An-Nisaa’ per 31 Desember 2019 dan 31
Desember 2018 adalah :
31/12/2019 31/12/2018

1. Pendapatan Usaha dari Jasa Layanan Rp Rp

Rincian dari pendapatan tersebut adalah :


NO PENDAPATAN 31/12/2019 31/12/2018
1 Instalasi rawat jalan
2 Ambulance
3 Pendidikan dan Pengembangan SDM
(Diklat)
4 IGD
5 IKS Pihak III
6 Instalasi Farmasi
7 Instalasi Patologi Klinik
8 Instalasi Radiologi
9 Instalasi Rawat Inap
10 Oksigen
11 Paviliun
12 Instalasi Rehab Medik
13 Instalasi Rekam Medis
14 Instalasi Bedah Sentral
15 Pasien Umum yang membayar secara
angsuran
16 Instalasi Gizi
17 Instalasi Perawatan Intensif (HCU)
18 BPJS
JUMLAH PENDAPATAN

31/12/2019 31/12/2018

2. Pendapatan dari Usaha Lainnya Rp Rp.


Jumlah ini merupakan akun yang memuat pendapatan diluar operasional utama RSU
An-Nisaa’ sebagai pelayan kesehatan masyarakat, yang terdiri dari:
a. Sewa Gedung / Lahan Rp.
b. Instalasi Penyehatan Lingkungan Rp.
c. Lain-lain Pendapatan Sah Rp.
Jumlah Rp.

B. Biaya

Biaya adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam

bentuk arus keluar kas atau berkurangnya aset atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan

penurunan ekuitas bersih.

31/12/2019 31/12/2018

1. Biaya Operasional Rp. Rp.

Jumlah ini merupakan biaya operasional RSU An-Nisaa’ per 31 Desember 2018, yang

terdiri dari

BEBAN OPERASIONAL
Beban Pelayanan
Beban Gaji Pegawai
Beban gaji pegawai
Beban Bahan
Beban persediaan bahan obat-obatan
Beban persediaan alkes habis pakai
Beban persediaan bahan kimia
Beban bahan makanan dan logistic
Beban bahan/alkes pakai habis dari pihak III
Beban Jasa Pelayanan
Beban jasa pelayanan
Beban Pemeliharaan
Beban jasa sertifikasi dan kalibrasi
Beban pemeliharaan alat kedokteran/kesehatan
Beban Barang dan Jasa
Beban cetak
Beban sewa alat kedokteran/kesehatan
Beban baju petugas dan baju keperawatan
Beban perlengkapan tidur keperawatan
Beban perlengkapan non medis keperawatan
Beban bahan-bahan pembersih laundry RS
Beban bahan habis penunjang medis keperawatan
Beban peralatan habis pakai penunjang medis
Beban perlengkapan medis keperawatan
Beban Pelayanan Lainnya
Beban Bintek Akreditasi
Beban Administrasi Kantor
Beban jasa telepon
Beban jasa air
Beban jasa listrik
Beban jasa kawat, faksimili, internet
Beban paket/pengiriman
Beban persediaan alat tulis kantor
Beban persediaan perangko materai dan benda pos lainnya
Beban penggandaan
Beban konsumsi rapat
Beban konsumsi tamu
Beban perjalanan dinas
Beban pakaian dinas pegawai
Beban jasa transaksi keuangan
Beban rekruitmen pegawai
Beban retribusi RS
Beban Pemeliharaan
Beban jasa servis kendaraan
Beban penggantian suku cadang
Beban pemeliharaan mebeulair
Beban pemeliharaan gedung
Beban pemeliharaan AC
Beban pemeliharaan jaringan air
Beban pemeliharaan komputer
Beban pemeliharaan alat-alat komunikasi
Beban jasa kerja pemeliharaan IPAL
Beban bahan/bibit tanaman
Belanja kelengkapan pemeliharaan mesin pompa air
Beban pemeliharaan jaringan Gas LPG
Beban Barang dan Jasa
Beban jasa kebersihan dan pemeliharaan taman
Beban jasa pemeriksaan penangkal petir
Beban jasa pemeliharaan gedung
Beban pajak kendaraan bermotor
Beban jasa kerja RS
Beban penyusunan Masterplan bangunan RS
Beban jasa keamanan
Beban bahan pelumas (oli mesin, minyak rem)
Beban alat listrik dan elektronik (lampu pijar, battery)
Beban pengadaan peralatan kebersihan dan bahan pembersih
Beban bahan bakar minyak/gas
Beban pengisian tabung pemadam kebakaran
Beban pengisian tabung gas
Beban perlengkapan ringan komputer (FD, mouse, keyboard,dll)
Beban perlengkapan video, sound sistem dan alat studio
Beban surat kabar/majalah
Beban barang pengadaan bendera, umbul-umbul, tiang bendera
Beban barang pengadaan peralatan ringan dan perlengkapan kesehatan
Beban Promosi
Beban dokumentasi
Beban promosi atau publikasi
TOTAL BEBAN OPERASIONAL

C. Surplus/(Defisit)

Surplus/(Defisit) adalah selisih antara realisasi pendapatan dan realisasi beban pada

satu tahun anggaran.

31/12/2019 31/12/2018

1. Surplus/(Defisit) Rp Rp
BAB VII
PENJELASAN POS-POS LAPORAN ARUS KAS
Tujuan utama Laporan Arus Kas adalah menyediakan informasi mengenai sumber,
penggunaan, perubahan kas selama periode akuntansi serta saldo kas pada tanggal pelaporan.
Arus Kas dikelompokkan menjadi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Informasi
dalam Laporan Arus Kas dapat digunakan oleh pengguna laporan keuangan untuk menilai
kemampuan RS dalam menghasilkan kas, sumber dan penggunaan dana RS.
Laporan Arus Kas (metode langsung) terdiri dari 2 bagian :
31/12/2019 31/12/2018

1. Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi Rp. Rp.

Arus Kas dari Aktivitas Operasi menyajikan arus kas masuk dan keluar dari aktivitas operasi
RSU An-Nisaa’, yang terdiri dari :
a. Arus Kas Masuk
Adalah arus kas masuk ke rekening RS yang berasal dari pendapatan fungsional,
subsidi PT An-Nisaa’ Husada, dan potongan pajak yang dipungut Bendahara Pengeluaran
RSU An-Nisaa’. Pendapatan fungsional adalah pendapatan usaha jasa layanan dan
pendapatan usaha lainnya diluar operasional utama RSU An-Nisaa’ yang masuk rekening
RS, tidak termasuk piutang yang belum terbayar. Arus Kas Masuk per 31 Desember 2018
sebesar Rp ________ terdiri dari :

NO URAIAN TARGET 2019


PENDAPATAN USAHA DARI JASA LAYANAN
1 Poli Umum
2 Poli Kandungan
3 Poli Bedah Umum
4 Poli Bedah Orthopedi
5 Poli Anak
6 Poli Interna
7 Poli Paru
8 Poli Mata
9 Poli Gigi
10 Instalasi Rawat Inap
11 Instalasi Gizi
12 Instalasi Perawatan Intensif (HCU)
13 Instalasi Bedah Sentral
14 Instalasi Farmasi
15 Instalasi Patologi Klinik
16 Instalasi Radiologi
17 Ambulance
18 Instalasi Gawat Darurat
19 Instalasi Rehab Medik
20 Instalasi Rekam Medis
PENDAPATAN PT AN-NISAA’ HUSADA

PENDAPATAN USAHA/SAH LAINNYA


1 Pendapatan yang Sah Lainnya
TOTAL PENDAPATAN
a. Arus Kas Keluar
Adalah arus kas keluar dari rekening RS untuk belanja operasional dan penyetoran
pajak oleh Bendahara Pengeluaran RSU An-Nisaa’. Arus Kas Keluar dari aktivitas operasi
per 31 Desember 2018 adalah Rp. ________ yang terdiri dari :
BEBAN OPERASIONAL
Beban Pelayanan
Beban Gaji Pegawai
Beban gaji pegawai
Beban Bahan
Beban persediaan bahan obat-obatan
Beban persediaan alkes habis pakai
Beban persediaan bahan kimia
Beban bahan makanan dan logistik
Beban bahan/alkes pakai habis dari pihak III
Beban Jasa Pelayanan
Beban jasa pelayanan
Beban Pemeliharaan
Beban jasa sertifikasi dan kalibrasi
Beban pemeliharaan alat kedokteran/kesehatan
Beban Barang dan Jasa
Beban cetak
Beban sewa alat kedokteran/kesehatan
Beban baju petugas dan baju keperawatan
Beban perlengkapan tidur keperawatan
Beban perlengkapan non medis keperawatan
Beban bahan-bahan pembersih laundry RS
Beban bahan habis penunjang medis keperawatan
Beban peralatan habis pakai penunjang medis
Beban perlengkapan medis keperawatan
Beban Pelayanan Lainnya
Beban Bintek Akreditasi
Beban Administrasi Kantor
Beban jasa telepon
Beban jasa air
Beban jasa listrik
Beban jasa kawat, faksimili, internet
Beban paket/pengiriman
Beban persediaan alat tulis kantor
Beban persediaan perangko materai dan benda pos lainnya
Beban penggandaan
Beban konsumsi rapat
Beban konsumsi tamu
Beban perjalanan dinas
Beban pakaian dinas pegawai
Beban jasa transaksi keuangan
Beban rekruitmen pegawai
Beban Pemeliharaan
Beban jasa servis kendaraan
Beban penggantian suku cadang
Beban pemeliharaan mebeulair
Beban pemeliharaan gedung
Beban pemeliharaan AC
Beban pemeliharaan jaringan air
Beban pemeliharaan komputer
Beban pemeliharaan alat-alat komunikasi
Beban jasa kerja pemeliharaan IPAL
Beban bahan/bibit tanaman
Belanja kelengkapan pemeliharaan mesin pompa air
Beban pemeliharaan jaringan Gas LPG
Beban Barang dan Jasa
Beban jasa kebersihan dan pemeliharaan taman
Beban jasa pemeriksaan penangkal petir
Beban jasa pemeliharaan gedung
Beban pajak kendaraan bermotor
Beban jasa kerja RS
Beban penyusunan Masterplan bangunan RS
Beban jasa keamanan
Beban bahan pelumas (oli mesin, minyak rem)
Beban alat listrik dan elektronik (lampu pijar, battery)
Beban pengadaan peralatan kebersihan dan bahan pembersih
Beban bahan bakar minyak/gas
Beban pengisian tabung pemadam kebakaran
Beban pengisian tabung gas
Beban perlengkapan ringan komputer (FD, mouse, keyboard,dll)
Beban perlengkapan video, sound sistem dan alat studio
Beban surat kabar/majalah
Beban barang pengadaan bendera, umbul-umbul, tiang bendera
Beban barang pengadaan peralatan ringan dan perlengkapan kesehatan
Beban Promosi
Beban dokumentasi
Beban promosi atau publikasi
TOTAL BEBAN OPERASIONAL

31/12/2019 31/12/2018

2. Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi Rp. Rp.


BAB VIII
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kinerja RSU An-Nisaa’ tahun 2018 cukup baik ditandai dengan pendapatan yang
melebihi pagu anggaran dan tercapainya efisiensi dan mutu pelayanan sesuai standar ideal.
Pendapatan RSU An-Nisaa’ tahun 2018 sebesar Rp. [Link] terdiri dari pendapatan
jasa layanan dan subsidi dari PT An-Nisaa’. Pendapatan tersebut dan saldo kas telah
dibelanjakan untuk gaji pegawai dan uang lebur dalam bentuk program dan kegiatan
terpenuhinya sarana dan prasarana rumah sakit, kebutuhan administrasi perkantoran, sehingga
komitmen pegawai meningkat maka akan berdampak terhadap peningkatan jumlah kunjungan
rumah sakit. Rencana bisnis anggaran tahun 2019 merupakan penerapan rencana bisnis
rumah sakit yang pertama kali sehingga pagu anggaran RSU An-Nisaa’ yang sumber dananya
dari subsidi PT An-Nisaa’ Husada dan pendapatan fungsional rumah sakit dirinci dalam
program dan kegiatan, output dan jenis belanja. Rencana kinerja pelayanan dan keuangan
tahun 2019 diasumsikan perekonomian Indonesia stabil walaupun tahun 2019 bertepatan
dengan dilaksanakannya pemilihan umum serentak. Diasumsikan perekonomian Indonesia
tetap stabil juga disebut asumsi makro, sedangkan asumsi mikro adanya peninjauan tarif,
peninjauan layanan, penambahan jumlah tempat tidur, adanya pengembangan pembangunan
gedung sebagai persiapan peningkatan kelas C dan adanya kebijakan bahwa rumah sakit kelas
D sebagai tempat rujukan tingkat pertama hal ini akan berpengaruh terhadap jumlah
kunjungan dan berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan rumah sakit.
Agar RBA ini dapat berjalan dengan baik perlu adanya komitmen dan partisipasi
seluruh karyawan RSU An-Nisaa’ serta dukungan dan perhatian dari PT An-Nisaa’ Husada.
Apabila dalam pelaksanaannya terdapat peraturan / ketentuan yang mengharuskan perubahan
maka rencana bisnis anggaran akan disesuaikan atau direvisi. Saran dan kritik diharapkan
untuk penyempurnaan rencana bisnis anggaran ini sehingga RBA ini dapat dicapai sesuai
dengan target.
B. Saran
Dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja RSU An-Nisaa’ belum
didasarkan pada analisa perkiraan pagu per output (per jenis layanan) dan perkiraan biaya per
output. Untuk keperluan penyusunan RBA pada tahun berikutnya agar menambahkan analisa
perkiraan pendapatan maupun biaya per jenis layanannya. Bila RSU An-Nisaa’ sudah
menyusun perhitungan unit cost, data tersebut dapat digunakan sebagai acuan penyusunan
RBA rumah sakit.

Blitar, Desember 2018


Mengetahui/Menetapakan

Direktur Utama Direktur


PT. An-Nisaa’ Husada RSU An-Nisaa’

Hj. Sri Muntamah dr. Devvy Megawati

Anda mungkin juga menyukai