Rencana Bisnis dan Anggaran RSU An-Nisaa' 2019
Rencana Bisnis dan Anggaran RSU An-Nisaa' 2019
RENCANA BISNIS
DAN ANGGARAN
(RBA)
RUMAH SAKIT UMUM AN-NISAA’
Direktur
RSU An-Nisaa’ Blitar
Rumah Sakit Umum An-Nisaa’ adalah Rumah Sakit swasta milik PT An-Nisaa’
Husada dan saat ini merupakan salah satu rumah sakit kelas D/Pratama yang sedang dalam
proses peningkatan kelas menjadi rumah sakit kelas C/Madya yang berlokasi di Jl. Suparyono
Timur No. 1 Talun Kabupaten Blitar.
Berdasarkan analisa data sampai dengan tahun 2018, segmen pasar, terbanyak yang
dilayani adalah pasien umum, diikuti dengan pasien BPJS serta pasien asuransi lain.
Sedangkan berdasarkan lokasi asal pengunjung, pengunjung berasal dari Blitar wilayah timur
selalu mendominasi dalam 10 besar kecamatan asal pasien.
Berdasarkan analisis yang dilakukan kinerja non keuangan tahun 2018 sebesar
151,47%, sedangkan kinerja keuangan dari segi pendapatan sebesar 122,6% dan dari segi
biaya 88,6%.
Beberapa prestasi yang diperoleh RSU An-Nisaa’ sampai dengan tahun 2018 adalah:
1. Telah lulus akreditasi tingkat dasar
2. K3
3. Zero Accident
RBA RSU An-Nisaa’ merupakan penjabaran program peningkatan mutu pelayanan
kesehatan RSU An-Nisaa’ dengan plafon angaran sebesar Rp [Link], dengan satu
kegiatan yaitu kegiatan pelayanan dan pendukung pelayanan
Subsidi belanja bersumber dari PT An-Nisaa’ Husada tahun 2019, guna mendukung
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi RSU An-Nisaa’ yaitu berupa belanja tidak langsung/gaji
sebesar Rp [Link], program pelayanan administrasi perkantoran yaitu sebesar
Rp [Link], program pelayanan kesehatan Rp [Link], Program sumber daya
manusia kesehatan sebesar Rp [Link], dan Program Promosi dan Pemberdayaan
sebesar Rp 11.128.163
Berpedoman pada peraturan PT An-Nisaa’ Husada Nomor KEP.081218 tentang Pola
Tata Kelola RSU An-Nisaa’ pasal 158 tentang nilai ambang batas, memperhatikan kebutuhan
operasional RSU An-Nisaa’ yang meningkat dengan mempertimbangkan ketersediaan dana
RS dari capaian target pendapatan maka dalam RBA tahun anggaran 2019 RSU An-Nisaa’
menetapkan ambang batas sebesar 10% dari target pendapatan yaitu Rp [Link]
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Gambaran Umum ........................................................................................ 1
B. Maksud dan Tujuan ..................................................................................... 1
C. Produk Layanan ........................................................................................... 1
D. Susunan Pejabat Pengelola dan Dewan Pengawas ...................................... 2
A. Gambaran Umum
RSU An-Nisaa’ merupakan rumah sakit swasta milik PT An-Nisaa’ Husada kelas
D/Pratama yang sedang dalam proses peningkatan menuju rumah sakit kelas C/Madya yang
berlokasi di Jl. Suparyono Timur No. 1 Talun Kabupaten Blitar.
Dalam memberikan pelayanan kesehatan RSU An-Nisaa’ menyediakan pelayanan
Rawat Jalan, Rawat Inap, Gawat Darurat serta pelayanan Penunjang Diagnostik dengan
kapasitas tempat tidur pasien 50 (lima puluh).
C. Produk Layanan
Rumah Sakit Umum An-Nisaa’ menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat dengan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Produk
layanan yang tersedia di RSU An-Nisaa’ yaitu:
1. Pelayanan Gawat Darurat;
2. Pelayanan Rawat Jalan;
3. Pelayanan Rawat Inap;
4. Pelayanan Bedah Sentral;
5. Pelayanan Persalinan, KIA KB, dan Perinatologi;
6. Pelayanan Perawatan Intensif;
7. Pelayanan Radiologi;
8. Pelayanan Laboratorium;
9. Pelayanan Rehabilitasi Medik;
10. Pelayanan Farmasi;
11. Pelayanan Gizi;
12. Pelayanan Ambulance;
13. Pelayanan Laundry;
2. Faktor Eksternal
Tabel 2 Faktor Eksternal
FAKTOR PELUANG ANCAMAN
Adanya dukungan dari PT An-Nisaa’ Rumah sakit tidak memiliki
Husada terhadap pengembangan rumah kewenangan territorial
SDM/ORGANISASI
sakit Munculnya rumah sakit – rumah sakit
Lingkungan geografi dan demografi setara sebagai competitor
yang strategis Banyaknya pihak ketiga yang
Adanya pengembangan kerja sama di mengontrol pelayanan / manajemen
bidang pendidikan dan pelayanan di secara tidak proporsional
rumah sakit Meningkatnya kesadaran hukum
masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan.
RSU An-Nisaa’ terletak di wilayah timur Pelaksanaan peraturan perundang-
Kab. Blitar jauh dari pesaing setara undangan yang kurang fleksibel pada
tetapi dekat dengan rumah sakit kelas B pelayanan rumah sakit
pendidikan yang dapat dimanfaatkan Banyaknya rumah sakit pesaing yang
sebagai tempat rujukan. memiliki keunggulan pelayanan.
PROSES BISNIS Tersedianya jaminan asuransi bagi Adanya ancaman tuntutan oleh
masyarakat. konsumen terhadap pelayanan
Semakin bertambahnya pihak ketiga kesehatan
yang menjalin kerjasama untuk Tingginya tuntutan masyarakat
penjaminan pelayanan. terhadap pelayanan kesehatan yang
prima
Citra positif rumah sakit umum An- Adanya praktik-praktik bisnis yang
Nisaa’ sebagai rumah sakit swasta di kurang sehat terutama masalah tarif
kawasan timur Kab. Blitar layanan
Tingginya kesadaran masyarakat Tingginya jumlah pasien dengan
KEPUASAN terhadap kesehatan jaminan asuransi kesehatan dan
PELANGGAN Minat masyarakat terhadap pelayanan rendahnya nilai klaim dari tarif umum
EKSTERNAL paviliun tinggi
Animo masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan oleh dokter spesialis
meningkat.
Tingginya tingkat kepuasan pelanggan
Telah diterapkannya sistem akuntansi Kurang memadainya nilai klaim
KEUANGAN keuangan di RSU An-Nisaa’ dengan asuransi kesehatan
mantab Tidak adanya kepastian biaya
pelayanan.
B. Perbandingan antara Asumsi RBA Tahun 2018 dengan Realisasi Serta Dampak
Terhadap Pencapaian Kinerja Tahun 2018
1. Asumsi Makro
Tabel 3 Asumsi Makro
Prognosis Tahun
No Parameter Asumsi
2018
1 Tingkat Inflasi 3,5% 3,5%
2 Pertumbuhan Ekonomi 5% 5%
2. Asumsi Mikro
Tabel 4 Asumsi Mikro
Prognosis Tahun
No Parameter Asumsi
2018
1 Gaji Karyawan Rp. [Link]
3 Penerimaan SDM
1. Rawat Inap
4 Rencana Pengembangan Produk
2. Gawat Darurat
C. Pencapaian kinerja Tahun 2018
1. Kinerja Non Keuangan Berdasarkan Unit Layanan
Tabel 5 Kinerja Non Keuangan Berdasarkan Unit Layanan
Realisasi
Target Prognosis %
No Unit Pelayanan Satuan Jan-Juni
2018 2018 Pencapaian
2018
1 Jumlah pasien rawat jalan Orang 6160 4668 9408 151,5%
2 Jumlah pasien IGD Orang 1650 1236 2520 149,8%
3 Jumlah pasien rawat inap Orang 3190 2400 4872 153,1%
Jumlah 11000 8304 16800
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja yang paling baik adalah
pada instalasi rawat jalan dengan tingkat pencapaian sebesar 151,5% dari target yang telah
ditetapkan.
a. Realisasi Pendapatan
N %
Unit Pelayanan Satuan Target 2018 Realisasi 2018 Prognosis 2018
o Capaian
1 Jasa Layanan Rp. [Link] [Link] [Link] 126,0
2 Kerjasama Rp. 30.256.000 30,611,500 31.768.800 96,4
3 Hibah PT An-Nisaa’ H Rp. - -
4 Lain-lain yang sah Rp. 345.128.308 101,283,539 362.384.723 27,9
Jumlah [Link] [Link] [Link] 122,6
b. Realisasi Biaya
N %
Komponen Biaya Target 2018 Realisasi 2018 Prognosis 2018
o Capaian
I Biaya Operasional
A Biaya Pelayanan
1 Biaya pegawai [Link] [Link] [Link] 98,7
2 [Link]
Biaya bahan (HPP) [Link] [Link] 74,3
3 Biaya jasa pelayanan (JM) [Link] [Link] [Link] 88,4
4 Biaya pemeliharaan 136.974.000 160.155.600 143.822.700 89,8
5 Biaya barang dan jasa -
6 Biaya depresiasi 289.981.294 324.961.116 304.480.359 93,7
7 Biaya pelayanan lainnya 56.456.000 73.482.500 59.278.800 80,7
8 Biaya Fooding 558.005.850 752.021.800 585.906.143 77,9
9 Biaya potongan kerjasama 411902477 486.593.376 432.497.601 88,9
10 Biaya potongan keringanan
43536400 35.908.625 45.713.220 127,3
pasien
Biaya umum dan
B -
Administrasi
1 Biaya pegawai -
2 Biaya administrasi kantor 60.316.340 73.422.600 63.332.157 86,3
3 Biaya pemeliharaan
4 Biaya barang dan jasa -
5 Biaya promosi 10598250 36.252.080 11.128.163 30,7
6 Biaya depresiasi -
7 Biaya umum dan administrasi
-
lainnya
8 Beban RS (retur, akreditasi) 383.388.866 203.167.784 402.558.309 198,1
9 Beban ART 60.934.820 97.369.302 63.981.561 65,7
10 Beban pendidikan dan
47.920.028 77.533.253 50.316.029 64,9
pengembangan SDM
11 Beban perjalanan dinas 72.589.825 73.271.075 76.219.316 104,0
12 Beban pajak 217.593.077 158.856.338 228.472.731 143,8
13 Beban listrik 73.818.044 106.726.592 77.508.946 72,6
14 Beban telepon, fax 19.465.621 17.056.056 20.438.902 119,8
15 Beban air PDAM 906.830 904.284 952.172 105,3
16 Beban PT (Gajin PT) 32.728.945 123.793.607 34.365.392 27,8
17 Beban Tenaga Kerja (BPJS
116.497.637 171.606.740 122.322.519 71,3
TK, BPJS Kes, DPLK)
II Biaya Non Operasional
-
1 Biaya bunga
2 Biaya administrasi bank
3 Kerugian pelepasan asset tetap
4 Kerugian penurunan nilai
5 Biaya non operasional lainnya
II
Biaya Investasi
I
1 Gedung dan bangunan
2 Peralatan dan mesin
3 Lain-lain
Jumlah Biaya (I+II+III) [Link] [Link] [Link] 88,6
c. Realisasi Investasi
Prognosis %
No Uraian Target 2018 Realisasi 2018
2018 Pencapaian
1 Sumber dari PT. AH
Gedung/bangunan
Peralatan medis
Lain-lain
2 Sumber dari Pendapatan
Fungsional
Gedung/bangunan
Peralatan dan mesin
Lain-lain
Jumlah investasi
3. Laporan Keuangan
a. Neraca
Prognosa per 31
No URAIAN 2017 2018 %
Desember 2018
I ASET
A Aset Lancar
1 Kas [Link] [Link] [Link] 129,4
2 Piutang [Link] [Link] [Link] 166,7
3 Persediaan 300.660.119 315.693.125 238.604.708 75,6
B Investasi Jangka Panjang -
C Aset Tetap -
1 Tanah 342.036.000 359.137.800 342.036.000 95,2
2 Gedung dan bangunan [Link] [Link] [Link] 95,2
3 Peralatan dan mesin 872.712.450 916.348.073 [Link] 127,2
4 Jalan, irigasi, dan jaringan -
5 Aset tetap lainnya 474.500.000 498.225.000 474.500.000 95,2
6 Konstruksi dalam pengerjaan -
Jumlah Aset Tetap [Link] [Link] [Link] 161,0
Akumulasi Penyusutan ([Link]) ([Link]) ([Link]) 111,0
Nilai Buku Aset Tetap [Link] [Link] [Link] 107,6
D Aset Lain-lain -
1 Aset tak berwujud -
2 Konstruksi dalam pengerjaan -
3 Aset lainnya -
Jumlah Aset Lain-lain -
Jumlah Aset (A+B+C+D) [Link] [Link] [Link] 128,8
II KEWAJIBAN -
A Kewajiban Jangka Pendek -
1 Utang usaha 58.860.000 61.803.000 (34.280.000) 180,3
2 Utang pajak -
3 Utang jangka pendek lainnya 211.577.074 222.155.928 318.107.568 69,8
Jumlah kewajiban jangka
270.437.074 283.958.928 283.827.568 100,0
pendek
B Kewajiban jangka panjang -
1 Utang jangka panjang yang jatuh
tempo >1tahun -
Jumlah kewajiban jangka
panjang -
Jumlah Kewajiban (A+B) -
III EKUITAS -
1 Ekuitas awal [Link] [Link] [Link] 105,0
2 Surplus (Defisit) LO [Link] [Link] [Link] 71,9
3 Dampak Kumulatif Perubahan
-
Jumlah Kewajiban dan
[Link] [Link] [Link] 77,6
Ekuitas (I+II)
b. Laporan Operasional
No Uraian Realisasi 2018 Prognosis 2018
Pendapatan Fungsional
I Biaya Operasional
A Biaya Pelayanan
1 Biaya pegawai [Link] [Link]
2 Biaya bahan ( HPP ) [Link] [Link]
3 Biaya jasa pelayanan ( JM ) [Link] [Link]
4 Biaya pemeliharaan 160.115.600 168.121.380
5 Biaya barang dan jasa -
6 Biaya depresiasi 324.961.116 341.209.172
7 Biaya pelayanan lainnya 73.482.500 77.156.625
8 Biaya Fooding 752.021.800 789.622.890
9 Biaya potongan kerjasama 486.593.376 510.923.045
10 Biaya potongan keringanan pasien 35.908.625 37.704.056
B Biaya Umum dan Administrasi -
1 Biaya pegawai -
2 Biaya administrasi kantor 73.422.600 77.093.730
3 Biaya pemeliharaan -
4 Biaya barang dan jasa -
5 Biaya promosi 36.253.080 38.065.734
6 Biaya depresiasi -
7 Biaya umum dan administrasi lainnya -
II Biaya Non Operasional -
Biaya Rumah Sakit (retur,rjk lab)
1 203.167.784 213.326.173
2 Biaya ART 97.369.302 102.237.767
Beban pendidikan dan pengembangan
77.533.253 81.409.916
SDM
Beban perjalanan dinas 73.271.075 76.934.629
Beban pajak 158.856.338 166.799.155
Beban listrik 106.726.592 112.062.922
Beban telepon, fax 17.056.056 17.908.859
Beban air PDAM 904.284 949.498
Beban PT (Gajin PT) 123.793.607 129.983.287
Beban Tenaga Kerja (BPJS Kes, TK,
171.606.740 180.187.077
DPLK)
3 Kerugian pelepasan aset tetap
4 Kerugian penurunan nilai
5 Biaya non operasional lainnya
III Biaya investasi
1 Gedung dan bangunan
2 Peralatan medis
3 Lain-lain
Jumlah Biaya (I+II+III)
[Link] [Link]
1. Anggaran Pendapatan
2. Anggaran Biaya
No Komponen Biaya Anggaran 2019
I Biaya Operasional
A Biaya Pelayanan
1 Biaya pegawai
2 Biaya bahan
3 Biaya jasa pelayanan
4 Biaya pemeliharaan
5 Biaya barang dan jasa
6 Biaya depresiasi dan amortisasi
7 Biaya pelayanan lainnya
B Biaya Umum dan Administrasi
1 Biaya pegawai
2 Biaya administrasi kantor
3 Biaya pemeliharaan
4 Biaya barang dan jasa
5 Biaya promosi
6 Biaya depresiasi dan amortisasi
7 Biaya umum dan administrasi lainnya
II Biaya Non Operasional
1 Biaya bunga
2 Biaya administrasi bank
3 Kerugian pelepasan aset tetap
4 Kerugian penurunan nilai
5 Biaya non operasional lainnya
III Biaya investasi
1 Gedung dan bangunan
2 Peralatan dan mesin
3 Lain-lain
Jumlah Biaya (I+II+III)
2 Sumber dari PT AH
[Link] /bangunan
[Link] medis
[Link]-lain
3 Sumber dari Pendapatan
Operasional
[Link] /bangunan
[Link] dan Mesin
[Link]-lain
Jumlah Investasi
A. Biaya Pelayanan
1. Biaya pegawai
2. Biaya bahan
4. Biaya pemeliharaan
1. Biaya pegawai
3. Biaya pemeliharaan
5. Biaya promosi
1. Biaya bunga
1. Gedung da Bangunan
A. Biaya Pelayanan
1. Biaya pegawai
2. Biaya bahan
4. Biaya pemeliharaan
1. Biaya pegawai
3. Biaya pemeliharaan
5. Biaya promosi
1. Biaya bunga
PROGNOSA PROGNOSA
KODE URAIAN NAIK/(TURUN) %
31 DES 2019 31 DES 2018
ASET
Aset Lancar
Kas
Piutang pelayanan
Dikurangi penyisihan kerugian
piutang pelayanan
Persediaan
Jumlah Aset Lancar
Aset Tetap
Tanah
Peralatan dan mesin
Gedung dan bangunan
Jalan, irigasi, dan jaringan
Aset tetap lainnya
Akumulasi penyusutan
Jumlah Aset Tetap
Aset Lainnya
Aset tidak berwujud
Amortisasi aset tak berwujud
Aset lain-lain
Kas Jamkesmas yang belum
digunakan
Jumlah Aset Lainnya
JUMLAH ASET
EKUITAS
Ekuitas
Ekuitas awal
Surplus/(Defisit) tahun lalu
Surplus/(Defisit) tahun berjalan
JUMLAH EKUITAS
PROGNOSA PROGNOSA
KODE URAIAN NAIK/(TURUN) %
31 DES 2019 31 DES 2018
PENDAPATAN
Pendapatan Usaha dari Jasa
Layanan (Pendapatan Fungsional)
Instalasi rawat jalan
Ambulance
Diklat
IGD
IKS Pihak III
Instalasi Farmasi
Instalasi Patologi Klinik
Instalasi Radiologi
Instalasi Rawat Inap
Instalasi Forensik
Paviliun
Instalasi Rehab Medik
Instalasi Rekam Medis
Instalasi Bedah Sentral
Instalasi Gizi
Instalasi Perawatan Intensif
(HCU)
BPJS
Asuransi lain
Pendapatan Hibah
Subsidi dari PT AH
Pendapatan Sah Lainnya
Hasil pemanfaatan kekayaan
Bunga Bank
Pendapatan kerjasama
JUMLAH PENDAPATAN
BEBAN
BEBAN OPERASIONAL
Beban Layanan
Beban Pegawai
Beban bahan
Beban jasa pelayanan
Beban pemeliharaan
Beban barang dan jasa
Beban layanan lainnya
Jumlah Beban Layanan
Beban Umum dan Administrasi
Beban pegawai
Beban administrasi perkantoran
Beban pemeliharaan
Beban barang dan jasa
Beban penyisihan kerugian
piutang pelayanan
Beban promosi
Beban umum dan administrasi
lainnya
Beban penyusutan
Beban amortisasi
Jumlah Beban Umum dan
Administrasi
JUMLAH BEBAN OPERASIONAL
SURPLUS/(DEFISIT) TAHUN
BERJALAN BERSIH
B. KEBIJAKAN UMUM AKUNTANSI
1. Asumsi Dasar Akuntansi
Asumsi dasar akuntansi yang diterapkan pada sistem akuntansi RSU An-Nisaa’ Blitar
adalah :
a. Kelangsungan Usaha
Laporan keuangan disusun atas dasar asumsi RSU An-Nisaa’ Blitar terus melakukan
usahanya secara berkesinambungan tanpa maksud untuk dibubarkan atau
mengurangi secara material skala usahanya.
b. Dasar Akuntansi Akrual
Laporan keuangan pada prinsipnya disusun atas dasar akrual, yaitu mengakui
transaksi pada saat kejadian bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau
dibayar dan dicatat dalam periode bersangkutan. Hal ini memberikan informasi
kepada pembaca laporan keuangan tidak hanya transaksi masa lalu yang melibatkan
penerimaan kas dan pembayaran kas, tetapi juga kewajiban pembayaran kas dimasa
mendatang serta sumber daya yang merepresentasikan kas yang akan diterima
dimasa yang akan datang.
2. Periodesasi pelaporan
Periode pelaporan keuangan adalah untuk masa 1 Januari sampai dengan 31 Desember.
c. Laporan Operasional
Laporan Operasional adalah laporan yang menyajikan informasi mengenai
pendapatan dan beban serta surplus atau defisit rumah sakit atas dasar akrual
selama suatu periode tertentu.
A. PENDAHULUAN
1. Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan
Tujuan penyusunan laporan keuangan adalah menunjukkan gambaran kinerja
keuangan Rumah Sakit sebagai wujud pertanggungjawan dan akuntabilitas RSU An-Nisaa’
Blitar dalam melaksanakan pengelolaan keuangan. Kinerja keuangan tercermin dalam
posisi keuangan, operasional keuangan, yang bermanfaat bagi para pengguna laporan
keuangan. Laporan keuangan RSU An-Nisaa’ Blitar menyajikan informasi tentang aset,
kewajiban, ekuitas, pendapatan dan biaya. Laporan keuangan RS terdiri dari:
a. Neraca
b. Laporan Arus Kas
c. Laporan Operasional
d. Catatan atas Laporan Keuangan
e. Laporan Realisasi Anggaran
B. KEBIJAKAN AKUNTANSI TERTENTU
1. Basis Akuntansi
Basis Akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan RSU An-Nisaa’ Blitar adalah
basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiaban, ekuitas (Neraca) pendapatan dan biaya
(Laporan Operasional) sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Sedangkan untuk
Laporan Realisasi Anggaran tetap menggunakan basis akuntansi Standar Akuntansi
Keuangan (SAK).
1. Aset
Aset adalah sumber daya yang dimiliki dan atau dikuasai sebagai akibat dari
peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan
diperoleh. Aset diklasifikasikan menjadi aset lancar, aset tetap, dan aset lainnya.
2. Aset Lancar
Aset lancar terdiri dari Kas, Piutang Pelayanan, dan Persediaan, dengan penjelasan
sebagai berikut:
31/12/2019 31/12/2018
1. KAS Rp. Rp.
Kas adalah uang tunai atau saldo simpanan di bank yang setiap saat dapat digunakan
untuk membiayai kegiatan RSU An-Nisaa’.
31/12/2019 31/12/2018
2. PIUTANG PELAYANAN Rp. Rp.
Piutang Pelayanan merupakan klaim atau hak yang dimiliki RSU An-Nisaa’ yang
diperoleh dari pelayanan terhadap pasien yang pada tanggal neraca belum diterima secara
kas. Saldo piutang pelayanan RSU An-Nisaa’ per 31 Desember 2019 dan 31 Desember
2018, dengan rincian sebagai berikut :
NO PIUTANG PELAYANAN 31/12/2019 31/12/2018
1 BPJS
2 Asuransi Lain
3 IKS Pihak III
4 Piutang pasien umum
JUMLAH PIUTANG BRUTO
5 Penyisihan kerugian piutang pelayanan
JUMLAH PIUTANG NETTO
31/12/2019 31/12/2018
3. PERSEDIAAN Rp Rp
Saldo Aset Tetap RSU An-Nisaa’ per 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018,
dengan rincian sebagai berikut :
NO ASET TETAP 31/12/2019 31/12/2018
1 Tanah
2 Peralatan dan Mesin
3 Gedung dan Bangunan
4 Jalan, Irigasi, dan Jaringan
5 Aset Tetap Lainnya
6 Akumulasi Penyusutan
JUMLAH ASET TETAP
4. Aset Lainnya
Aset Lainnya adalah aset yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam aset lancar dan
aset tetap.
NO ASET LAINNYA 31/12/2019 31/12/2018
1 Aset tidak berwujud
2 Amortisasi aset tidak berwujud
JUMLAH ASET LAINNYA
5. Kewajiban
Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesainnya
mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi di masa datang.
Utang Usaha RSU An-Nisaa’ adalah kewajiban rumah sakit kepada pihak luar yang
timbul karena kegiatan operasional RSU An-Nisaa’. Saldo Utang Usaha RSU An-Nisaa’ per
31 Desember 2018 dan 31 Desember 2019, dengan rincian sebagai berikut :
31/12/2019 31/12/2018
Biaya yang masih harus dibayar adalah biaya yang telah terjadi pada waktu tertentu
namun masih belum dibayarkan meliputi beban Jasa Pelayanan bulan layanan akhir tahun
2019.
31/12/2019 31/12/2018
31/12/2019 31/12/2018
7. Ekuitas
Adalah jumlah kekayaan bersih yang merupakan selisih antara jumlah aset dengan
jumlah kewajiban.
31/12/2019 31/12/2018
1. EKUITAS Rp Rp.
Saldo ekuitas RSU An-Nisaa’ per 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018, terdiri
dari :
31/12/2019 31/12/2018
B. Biaya
Biaya adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam
bentuk arus keluar kas atau berkurangnya aset atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan
31/12/2019 31/12/2018
Jumlah ini merupakan biaya operasional RSU An-Nisaa’ per 31 Desember 2018, yang
terdiri dari
BEBAN OPERASIONAL
Beban Pelayanan
Beban Gaji Pegawai
Beban gaji pegawai
Beban Bahan
Beban persediaan bahan obat-obatan
Beban persediaan alkes habis pakai
Beban persediaan bahan kimia
Beban bahan makanan dan logistic
Beban bahan/alkes pakai habis dari pihak III
Beban Jasa Pelayanan
Beban jasa pelayanan
Beban Pemeliharaan
Beban jasa sertifikasi dan kalibrasi
Beban pemeliharaan alat kedokteran/kesehatan
Beban Barang dan Jasa
Beban cetak
Beban sewa alat kedokteran/kesehatan
Beban baju petugas dan baju keperawatan
Beban perlengkapan tidur keperawatan
Beban perlengkapan non medis keperawatan
Beban bahan-bahan pembersih laundry RS
Beban bahan habis penunjang medis keperawatan
Beban peralatan habis pakai penunjang medis
Beban perlengkapan medis keperawatan
Beban Pelayanan Lainnya
Beban Bintek Akreditasi
Beban Administrasi Kantor
Beban jasa telepon
Beban jasa air
Beban jasa listrik
Beban jasa kawat, faksimili, internet
Beban paket/pengiriman
Beban persediaan alat tulis kantor
Beban persediaan perangko materai dan benda pos lainnya
Beban penggandaan
Beban konsumsi rapat
Beban konsumsi tamu
Beban perjalanan dinas
Beban pakaian dinas pegawai
Beban jasa transaksi keuangan
Beban rekruitmen pegawai
Beban retribusi RS
Beban Pemeliharaan
Beban jasa servis kendaraan
Beban penggantian suku cadang
Beban pemeliharaan mebeulair
Beban pemeliharaan gedung
Beban pemeliharaan AC
Beban pemeliharaan jaringan air
Beban pemeliharaan komputer
Beban pemeliharaan alat-alat komunikasi
Beban jasa kerja pemeliharaan IPAL
Beban bahan/bibit tanaman
Belanja kelengkapan pemeliharaan mesin pompa air
Beban pemeliharaan jaringan Gas LPG
Beban Barang dan Jasa
Beban jasa kebersihan dan pemeliharaan taman
Beban jasa pemeriksaan penangkal petir
Beban jasa pemeliharaan gedung
Beban pajak kendaraan bermotor
Beban jasa kerja RS
Beban penyusunan Masterplan bangunan RS
Beban jasa keamanan
Beban bahan pelumas (oli mesin, minyak rem)
Beban alat listrik dan elektronik (lampu pijar, battery)
Beban pengadaan peralatan kebersihan dan bahan pembersih
Beban bahan bakar minyak/gas
Beban pengisian tabung pemadam kebakaran
Beban pengisian tabung gas
Beban perlengkapan ringan komputer (FD, mouse, keyboard,dll)
Beban perlengkapan video, sound sistem dan alat studio
Beban surat kabar/majalah
Beban barang pengadaan bendera, umbul-umbul, tiang bendera
Beban barang pengadaan peralatan ringan dan perlengkapan kesehatan
Beban Promosi
Beban dokumentasi
Beban promosi atau publikasi
TOTAL BEBAN OPERASIONAL
C. Surplus/(Defisit)
Surplus/(Defisit) adalah selisih antara realisasi pendapatan dan realisasi beban pada
31/12/2019 31/12/2018
1. Surplus/(Defisit) Rp Rp
BAB VII
PENJELASAN POS-POS LAPORAN ARUS KAS
Tujuan utama Laporan Arus Kas adalah menyediakan informasi mengenai sumber,
penggunaan, perubahan kas selama periode akuntansi serta saldo kas pada tanggal pelaporan.
Arus Kas dikelompokkan menjadi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Informasi
dalam Laporan Arus Kas dapat digunakan oleh pengguna laporan keuangan untuk menilai
kemampuan RS dalam menghasilkan kas, sumber dan penggunaan dana RS.
Laporan Arus Kas (metode langsung) terdiri dari 2 bagian :
31/12/2019 31/12/2018
Arus Kas dari Aktivitas Operasi menyajikan arus kas masuk dan keluar dari aktivitas operasi
RSU An-Nisaa’, yang terdiri dari :
a. Arus Kas Masuk
Adalah arus kas masuk ke rekening RS yang berasal dari pendapatan fungsional,
subsidi PT An-Nisaa’ Husada, dan potongan pajak yang dipungut Bendahara Pengeluaran
RSU An-Nisaa’. Pendapatan fungsional adalah pendapatan usaha jasa layanan dan
pendapatan usaha lainnya diluar operasional utama RSU An-Nisaa’ yang masuk rekening
RS, tidak termasuk piutang yang belum terbayar. Arus Kas Masuk per 31 Desember 2018
sebesar Rp ________ terdiri dari :
31/12/2019 31/12/2018
A. Kesimpulan
Kinerja RSU An-Nisaa’ tahun 2018 cukup baik ditandai dengan pendapatan yang
melebihi pagu anggaran dan tercapainya efisiensi dan mutu pelayanan sesuai standar ideal.
Pendapatan RSU An-Nisaa’ tahun 2018 sebesar Rp. [Link] terdiri dari pendapatan
jasa layanan dan subsidi dari PT An-Nisaa’. Pendapatan tersebut dan saldo kas telah
dibelanjakan untuk gaji pegawai dan uang lebur dalam bentuk program dan kegiatan
terpenuhinya sarana dan prasarana rumah sakit, kebutuhan administrasi perkantoran, sehingga
komitmen pegawai meningkat maka akan berdampak terhadap peningkatan jumlah kunjungan
rumah sakit. Rencana bisnis anggaran tahun 2019 merupakan penerapan rencana bisnis
rumah sakit yang pertama kali sehingga pagu anggaran RSU An-Nisaa’ yang sumber dananya
dari subsidi PT An-Nisaa’ Husada dan pendapatan fungsional rumah sakit dirinci dalam
program dan kegiatan, output dan jenis belanja. Rencana kinerja pelayanan dan keuangan
tahun 2019 diasumsikan perekonomian Indonesia stabil walaupun tahun 2019 bertepatan
dengan dilaksanakannya pemilihan umum serentak. Diasumsikan perekonomian Indonesia
tetap stabil juga disebut asumsi makro, sedangkan asumsi mikro adanya peninjauan tarif,
peninjauan layanan, penambahan jumlah tempat tidur, adanya pengembangan pembangunan
gedung sebagai persiapan peningkatan kelas C dan adanya kebijakan bahwa rumah sakit kelas
D sebagai tempat rujukan tingkat pertama hal ini akan berpengaruh terhadap jumlah
kunjungan dan berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan rumah sakit.
Agar RBA ini dapat berjalan dengan baik perlu adanya komitmen dan partisipasi
seluruh karyawan RSU An-Nisaa’ serta dukungan dan perhatian dari PT An-Nisaa’ Husada.
Apabila dalam pelaksanaannya terdapat peraturan / ketentuan yang mengharuskan perubahan
maka rencana bisnis anggaran akan disesuaikan atau direvisi. Saran dan kritik diharapkan
untuk penyempurnaan rencana bisnis anggaran ini sehingga RBA ini dapat dicapai sesuai
dengan target.
B. Saran
Dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja RSU An-Nisaa’ belum
didasarkan pada analisa perkiraan pagu per output (per jenis layanan) dan perkiraan biaya per
output. Untuk keperluan penyusunan RBA pada tahun berikutnya agar menambahkan analisa
perkiraan pendapatan maupun biaya per jenis layanannya. Bila RSU An-Nisaa’ sudah
menyusun perhitungan unit cost, data tersebut dapat digunakan sebagai acuan penyusunan
RBA rumah sakit.