0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
317 tayangan2 halaman

SOP Pemberian Vaksin Anti Rabies

Dokumen ini memberikan informasi tentang prosedur pemberian vaksin rabies. Prosedur tersebut meliputi persiapan alat dan bahan, pemeriksaan pasien, pencatatan data, penjelasan tentang penyakit dan cara pencegahannya, pemberian vaksin, dan observasi pasien selama 10-14 hari setelah gigitan. Tujuannya adalah meningkatkan pencegahan penularan dan terjadinya penyakit rabies.

Diunggah oleh

ethel a likko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
317 tayangan2 halaman

SOP Pemberian Vaksin Anti Rabies

Dokumen ini memberikan informasi tentang prosedur pemberian vaksin rabies. Prosedur tersebut meliputi persiapan alat dan bahan, pemeriksaan pasien, pencatatan data, penjelasan tentang penyakit dan cara pencegahannya, pemberian vaksin, dan observasi pasien selama 10-14 hari setelah gigitan. Tujuannya adalah meningkatkan pencegahan penularan dan terjadinya penyakit rabies.

Diunggah oleh

ethel a likko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RABIES

No. Dokumen :
[Link] :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :1/2

PUSKESMAS drg. B.M.N, Marlessy


LATERI NIP. 197812282009042 002

1. Pengertian 1. Rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit infeksi akut pada susunan
saraf pusat yang di sebabkan oleh virus Rabies ( Lyssa Viruses ) dan di
tularkan melalui gigitan hewan penular rabies terutama Anjing, Kucing dan
Kera.
2. Tata cara pemberian vaksin anti rabies adalah cara pemberian vaksin anti
rabies yang dapat di lakukan untuk mencegah terjadinya rabies atau penyakit
anjing gila.
2. Tujuan Meningkatkan pencapaian terhadap kemungkinan pencegahan, penularan dan
terjadinya rabies di Puskesmas Lateri.
3. Kebijakan Berdasarkan surat keputusan Kepala Puskesmas Lateri Nomor :

4. Referensi 1. Undang – undang Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Penanggulangan Rabies.

5. Prosedur A. Petugas mempersiapkan alat dan bahan :


1. Cairan desinfektan
2. Vaksin anti rabies
B. Langkah – langkah kegiatan :
1. Petugas memeriksa keadaan umum pasien.
2. Petugas membuat pencatatan dan pelaporan di buku register.
3. Petugas menjelaskan kepada pasien cara mencuci luka selama 15
menit dengan air mengalir.
4. Petugas menentukan berat ringannya infeksi yang terjadi.
5. Petugas memberitahukan dan menjelaskan penyakitnya kepada
pasien : Demam, Mual, Melaise dan Nyeri di tenggorokan
selama beberapa hari.
6. Petugas memberitahu kepada pasien untuk melakukan observasi
selama 10 – 14 hari setelah masa gigitan.
7. Petugas mendokumentasikan semua hasil anamnesis,
pemeriksaan, Diagnosa, Therapi yang di lakukan dalam rekam
medis pasien.
8. Petugas menyerahkan rekam medis ke bagian umum untuk
mendapatkan resep dari Dokter untuk di serahkan ke sub unit

1
farmasi.
9. Petugas memberitahu bila reaksi berat pada gigitan yang parah,
gigitan di daerah leher ke atas, pada jari tangan, di berikan Var.
10. Pembelian vaksin anti rabies ini dilakukan beberapa langkah :
Diantaranya : Anamnesa :
- Adanya kontak jilatan atau gigitan.
- Kejadian di daerah tertular / terancam / bebas.
- Hewan yang menggigit menunjukan gejala rabies.
- Hewan yang menggigit hilang, lari dan tidak dapat di tangkap
atau di bunuh.
- Hewan yang menggigit mati.
6. BaganAlir

7. Hal – Hal
Yang Perlu di
Perhatikan
8. Unit terkait 1. Poli Umum
2. IGD
9. Dokumen
terkait

10. Rekaman No Yang di Ubah Isi Perubahan TanggalMulai di


Historis Berlakukan
Perubahan

Anda mungkin juga menyukai