BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pemasaran
1. Pengertian Pemasaran
Pemasaran merupakan suatu cara mengelola hubungan konsumen
yang menguntungkan. Sasaran dalam pemasaran adalah menarik
konsumen baru dengan menjanjikan keunggulan nilai serta menjaga dan
menumbuhkan konsumen yang ada dengan memberikan kepuasan. Secara
lebih luas, pemasaran merupakan proses sosial dan manajerial dimana
pribadi atau organisasi memperoleh apa yang mereka butuhkan dan
inginkan melalui penciptaan dan pertukaran nilai dengan yang lain. Dalam
konteks bisnis yang sempit, pemasaran mencakup menciptakan hubungan
pertukaran muatan nilai dengan pelanggan yang menguntungkan.10
Pemasaran dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan
oleh pemasar dengan mengusahakan agar produk yang dihasilkan dapat
diterima dan disenangi oleh pasar. Adapun pengertian pemasaran menurut
Kotler adalah:
Pemasaran merupakan proses sosial yang didalamnya individu dan
kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan
dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas
mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Para ahli mengartikan pemasaran dengan definisi yang berbeda-
beda, yaitu sebagai berikut.
10
Philip Kotler dan Gary Amstrong, Prinsip-Prinsip Pemasaran, Terjemahan,Edisi Ke-
12, (Jakarta: Erlangga, 2008), Hlm. 6
20
21
a. Menurut Kotler, pemasaran terdiri dari semua kegiatan yang dirancang
dengan tujuan untuk menghasilkan dan memfasilitasi setiap pertukaran
yang dimaksudkan untuk memuaskan kebutuhan atau keinginan
konsumen.
b. Menurut American Marketing Asociation, pemasaran adalah
pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada arus aliran
barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
c. Menurut Brech , pemasaran adalah proses menentukan permintaan
konsumen atas sebuah produk atau jasa, memotivasi penjualan produk
atau jasa tersebut dan mendistribusikan produk atau jasa tersebut pada
konsumen akhir dengan memperoleh laba.
d. Menurut Venkates dan Fenalaza, pemasaran adalah serangkaian
aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk menstimulasi permintaan
atas produk atau jasa dan memastikan bahwa produk dijual dan
disampaikan kepada para pelanggan.
e. Menurut McCarthy, pemasaran adalah pelaksanaan aktivitas bisnis
yang mengarahkan aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen
dalam rangka memuaskan konsumen sebaik mungkin dan mewujudkan
tujuan perusahaan.11
Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa
kegiatan pemasaran dilakukan bukan semata-mata untuk menjual barang
11
Sudaryono, Manajemen Pemasaran Teori Dan Implementasi, (Yogyakarta: ANDI,
2016), Hlm. 39-41
22
atau jasa, tetapi untuk memberikan kepuasan terhadap kebutuhan dan
keinginan konsumen.
2. Manajemen Pemasaran
Pemasaran merupakan suatu sistem total dari kegiatan bisnis dalam
menciptakan, mengkomunikasikan, pengiriman, dan penciptaan nilai baik
bagi konsumen, pelanggan, rekanan, dan masyarakat yang dirancang untuk
merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang-
barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta
tujuan perusahaan. Sedangkan manajemen pemasaran menurut Phillip
Kotler dalam Apri Budianto, yakni :12
Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, penerapan
dan pengendalian terhadap program yang dirancang untuk
menciptakan, membangun dan mempertahankan pertukaran dan
hubungan yang menguntungkan dengan pasar sasaran (target
market) dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Menurut Boone dan Kurtz dalam Sudaryono, pemasaran suatu
proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, harga, promosi, dan
distribusi atas ide, barang, jasa, organisasi, dan peristiwa untuk
menciptakan dan memelihara hubungan yang akan memuaskan bagi tujuan
perorangan dan organisasi. Setelah perusahaan mengetahui kondisi pasar
dengan melakukan pengukuran pasar (biasanya melalui riset pasar),
perusahaan kemudian melakukan segmentasi pasar, yakni membagi pasar
berdasarkan kelompok yang homogen atau berdasarkan kategori tertentu,
12
Apri Budianto, Manajemen Pemasaran, (Yogyakarta: Ombak, 2015), Hlm. 16-17
23
misalnya berdasarkan manfaat, perilaku pembeli atau gaya hidup
konsumen.
Perusahaan akan membuat target pasar dengan memusatkan
perhatian dan usaha pada salah satu segmen yang dipandang paling
potensial. Jika sudah berhasil, perusahaan akan memposisikan diri
(positoning). Positoning merupakan langkah perusahaan guna membentuk
dan menanamkan citra (image) yang berbeda dimata konsumen (persepsi
konsumen) terhadap produk perusahaan melalui peningkatan-peningkatan
yang dilakukan, misalnya peningkatan pelayanan. Sehingga akan menjadi
faktor pembeda dengan perusahaan pesaing.13
3. Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang
digunakan yang digunakan perusahaan untuk terus menerus mencapai
tujuan pemasarannya di pasar sasaran. Konsep bauran pemasaran
tradisional terdiri dari product, price,place, dan promotion. Sementara,
pada konsep bauran pemasaran jasa memerlukan bauran pemasaran yang
diperluas dengan penambahan unsur people, physical evidence dan
process, sehingga menjadi 7 unsur atau 7P.
a. Produk (product). Produk merupakan mengelola unsur produk
termasuk perencanaan dan pengembangan produk atau jasa yang tepat
untuk dipasarkan dengan mengubah produk atau jasa yang ada dengan
menambah dan mengambil tindakan yang lain yang mempengaruhi
Sudaryono, Manajemen Pemasaran Teori …….., Hlm. 51
13
24
bermacam-macam produk atau jasa. Produk itu bukan hanya berupa
barang nyata tetapi juga berupa jasa, maka produk dapat memberikan
kepuasan yang berbeda sehingga perusahaan dituntut untuk lebih
kreatif dan berpandangan luas terhadap produk yang dihasilkan.
b. Harga (price). Harga merupakan sautu sistem manajemen perusahaan
yang akan menentukan harga dasar yang tepat bagi produk atau jasa
dan harus menentukan strategi yang menyangkut potongan harga,
pembayaran ongkos angkut dan berbagai variabel yang bersangkutan.
Penetapan harga yang tepat akan meningkatkan keuntungan suatu
perusahaa.
c. Tempat (place). Tempat atau distributor adalah memilih atau
mengelola saluran perdagangan yang dipakai untuk menyalurkan
produk atau jasa dan juga untuk melayani pasar sasaran, serta
mengembangkan sistem distribusi untuk pengiriman dan perniagaan
produk secara fisik. Konsep tempat yang sesuai yaitu varang maupun
jasa tersedia ketika konsumen membutuhkannya.
d. Promosi (promotion). Promosi adalah suatu unsur yang digunakan
untuk memberitahukan dan membujuk pasar tentang produk atau jasa
yang baru pada perusahaan melalui iklan, penjualan probadi, promosi
penjualan maupun publikasi. Tujuan utama promosi adalah untuk
menginformasikan, mempengaruhi, dan membujuk serta mengingatkan
konsumen sasaran tentang pemasaran dan bauran pemasaran.
25
e. Orang (people). Orang adalah semua pelaku yang memainkan peranan
penting dalam penyajian jasa sehingga dapat mempengaruhi persepsi
konsumen. Elemen dari orang adalah pegawai perusahaan, konsumen
dan konsumen lainnya di dalam zona jasa. Komponen people memiliki
dua aspek, yaitu pertama, service peoplebiasanya memegang jabatan
ganda, yaitu mengadakan jasa dan menjual jasa tersebut. Kedua,
customer, yaitu hubungan yang ada diantara para konsumen.
Konsumen dapat memberikan persepsi kepada konsumen lain tentang
kualitas produk atau jasa yang pernah di dapat dari perusahaan.
f. Sarana fisik (physical evidence). Sarana fisik merupakan hal yang
secara nyata turut dalam mempengaruhi keputusan konsumen untuk
menggunakan dan membeli suatu produk atau jasa yang ditawarkan.
Unsur yang termasuk dalam sarana fisik antara lain lingkungan atau
bangunan fisik, peralatan, perlengkapan, logo, warna, dan barang-
barang lainnya yang disatukan dengan service yang diberikan.
g. Proses (process). Proses adalah semua prosedur aktual, mekanisme,
dan aliran aktivitas yang digunakan untuk menyampaikan jasa. Elemen
proses ini memiliki arti sesuatu untuk menyampaikan jasa. Proses
dalam jasa merupakan hal utama dalam bauran pemasaran jasa seperti
pelanggan jasa akan senang merasakan sistem penyerahan jasa sebagai
bagian dari jasa itu sendiri.14
14
Phillip Kotler dan Gary Armstrong, Prinsip-Prinsip Pemasaran. Edisi Ke-13, Jilid 1,
(Jakarta: Erlangga, 2012), Hlm. 62-66
26
B. Harga
1. Pengertian Harga
Harga (price) adalah suatu nilai tukar yang bisa disamakan
dengan uang atau barang lain untuk manfaat yang diperoleh daru suatu
barang atau jasa bagi seseorang atau kelompok pada waktu tertentu dan
tempat tertentu. Harga berinteraksi dengan seluruh elemen lain dalam
bauran pemasaran untuk menentukan efektivitas setiap elemen dan
keseluruhan elemen. Untuk menetapkan harga harus dipertimbangkan tiga
elemen penting biaya, margin atau kenaikan harga, dan kompetisi.
Langkah awal dalam penetapan harga adalah menghitung biaya-biaya
yang secara langsung berhubungan dengan produk atau jasa.15
Dalam arti yang sempit, harga (price) adalah jumlah yang
ditagihkan atas suatu produk atau jasa. Secara lebih luas, harga adalah
jumlah semua nilai yang diberikan oleh pelanggan untuk mendapatkan
keuntungan dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa.
Sepanjang sejarahnya, harga telah menjadi faktor utama yang
mempengaruhi pilihan para pembeli. Harga adalah satu-satunya elemen
bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan, semua elemen lainnya
melambangkan biaya. Harga merupakan unsur bauran pemasaran yang
bersifat fleksibel, artinya dapat diubah dengan cepat.
Harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk
barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak
15
Sudaryono, Manajemen Pemasaran Teori Dan Implementasi, (Yogyakarta: ANDI,
2016), hal. 39-41
27
kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa. Harga merupakan
komponen yang berpengaruh langsung terhadap laba perusahaan. hal ini
terlihat jelas pada persamaan berikut.
Laba = Pendapatan Total Biaya Total
= (Harga per Unit X Kuantitas yang Terjual) – Biaya
Total
Tingkat harga yang ditetapkan mempengaruhi kuantitas yang
terjual. Selain itu, secara tidak langsung harga juga mempengaruhi biaya,
karena kuantitas yang terjual berpengaruh pada biaya yang ditimbulkan
dalam kaitannya dengan efisiensi produksi. Oleh karena itu, penetapan
harga mempengaruhi pendapatan total dan biaya total, maka keputusan dan
strategi penetapan harga memegang peranan penting dalam setiap
perusahaan.16
Perusahaan dalam usaha memasarkan barang atau jasa, perlu
penetapan harga yang tepat. Harga merupakan salah satu unsur pemasaran
yang memberikan pemasukan atau pendekatan bagi perusahaan, harga juga
merupakan komponen yang berpengaruh langsung terhadap laba
perusahaan. Sedangkan menurut Tjiptono, harga merupakan satuan
moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang atau jasanya) yang
ditukarkan agar memperoleh hak atas pengguna suatu barang.
Menurut Kotler dan Amstrong bahwa harga merupakan sejumlah
uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau umlah dari nilai
16
Philip Kotler dan Gary Amstrong, Prinsip-Prinsip Pemasaran, Terjemahan, Edisi Ke-
12, (Jakarta: Erlangga, 2006), hal. 345
28
yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau
menggunakan produk atau jasa tersebut. Harga seringkali sebagai indikator
nilai bilamana harga tersebut dihubungkan dengan manfaat yang dirasakan
atas suatu barang atau jasa yang mana pada tingkat harga tertentu bila
manfaat yang dirasakan konsumen meningkat, maka nilainya akan
meningkat pula. Demikian pula pada tingkat harga tertentu, nilai suatu
barang atau jasa akan meningkat seiring dengan meningkatnya manfaat
yang dirasakan.17
2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga
Secara sederhana, harga dapat diartikan sebagai sejumlah uang
atau (satuan moneter) dan aspek lain (non-moneter) yang mengandung
utilitas atau kegunaan tertentu yang diperlukan untuk mendapatkan suatu
jasa. Menurut Fandy Tjiptono, faktor-faktor yang mempengaruhi harga
adalah sebagai berikut.
a. Harga jual
Harga jual merupakan harga akhir yang ditetapkan produsen
akan suatu produk setelah adanya perhitungan semua biaya produksi.
b. Kesesuaian harga
Tinggi rendahnya harga ditetapkan perusahaan sesuai dengan
kualitas produk tersebut, sehingga konsumen akan mendapatkan
manfaat yang seimbang dengan jumlah uang yang dikeluarkan.
17
Eriyanto Prastyo Nugroho, Pengaruh Harga Dan Kualitas Produk Terhadap
Terhadap Kepuasan Konsumen Pengguna Notebook Acer (Studi Kasus Mahasiswa UNNES
Fakultas Ekonomi), Skripsi, (Semarang: Perpustakaan UNNES, 2011), hal. 14-16
29
c. Perbandingan harga
Perbandingan mengenai harga yang ditetapkan perusahaan
dengan perusahaan lain dengan produk yang sejenis atau subtitusi
sehingga konsumen akan dapat menetapkan pilihannya terhadap
beberapa alternatif produk tersebut.18
3. Indikator Harga
Indikator harga menururt Hermann yaitu :19
a. Keterjangkauan harga
Keterjangkauan harga adalah harga sesungguhnya dari suatu
produk yang tertulis di suatu produk, yang harus dibayarkan oleh
pelanggan. Maksudnya adalah pelanggan cenderung melihat harga
akhir dan memutuskan apakah akan menerima nilai yang baik seperti
yang diharapkan. Harapan pelanggan dalam melihat harga yaitu :
1) Harga yang ditawarkan mampu dijangkau oleh pelanggan secara
finansial
2) Penentuan harga harus sesuai dengan kualitas produk sehingga
pelanggan dapat mempertimbangkan dalam melakukan pembelian.
b. Diskon atau potongan harga
Diskon merupakan potongan harga yang diberikan oleh
penjual kepada pembeli sebagai penghargaan atas aktivitas tertentu
dari pembeli yang menyenangkan bagi penjual. Jenis diskon
bermacam-macam, seperti:
18
Ibid., hal. 18
19
Hermann, et,al., “The Social Influence Of Brand Community: Evidence From
European Car Clubs”, Journal Of Marketing, Vol. 69, 2007, hal. 19 - 34
30
1) Diskon Kuantitas (quantity discount), merupakan potongan harga
yang diberikan guna mendorong konsumen agar membeli dalam
jumlah yang lebih banyak sehingga meningkatkan volume
penjualan secara keseluruhan. Dalam praktik, diskon kuantitas
sering tidak terbentuk potongan tunai, melainkan tambahan unit
yang diterima untuk jumlah pembayaran yang sama (bonus atau
free goods) yang diberikan kepada konsumen yang membeli dalam
jumlah yang besar.
2) Diskon musiman (seasonal discount), adalah potongan harga yang
diberikan pada masa-masa tertentu saja. Diskon musiman
digunakan untuk mendorong agar membeli barang-barang yang
sebenarnya baru akan dibutuhkan beberapa waktu mendatang.
3) Diskon tunai (cash discount), adalah potongan harga yang
diberikan kepada pembeli atas pembayaran rekeningnya pada suatu
periode, dan mereka melakukan pembayaran tepat pada waktunya.
4) Diskon perdagangan (trade discount), diberikan oleh produsen
kepada para penyalur (wholesaler dan retailer) yang terlibat dalam
pendistribusian barang dan pelaksanaan fungsi-fungsi tertentu,
seperti penjualan, penyimpanan, dan record keeping.
c. Cara pembayaran
Cara pembayaran sebagai prosedur dan mekanisme
pembayaran suatu produk atau jasa sesuai ketentuan yang ada.
Kemudahan dalam melakukan pembayaran dapat dijadikan sebagai
31
salah satu pertimbangan bagi nasabah dalam melakukan keputusan
pembelian. Karena jika fasilitas pembayaran tersebut masih kurang
memadai atau tidak memudahkan nasabah, maka hal itu dapat
mengakibatkan masalah baru kepada nasabah.
Terdapat empat indikator yang dapat digunakan untuk
mengukur harga suatu barang menurut Pepadri dan Sitinjak, yaitu :
1) Referensi harga
2) Harga yang relatif lebih murah
3) Kewajaran harga
4) Kesesuaian pengorbanan dan harga sesuai dengan manfaat.
C. Promosi
1. Konsep Promosi
Salah satu bentuk komunikasi yang biasa dilakukan oleh
perusahaan adalah promosi yang bertujuan untuk memperkenalkan,
memberiathukan, menyakinkan dan membujuk konsumen untuk membeli
produk yang ditawarkan. Dapat dikatakan promosi merupakan salah satu
alat komunikasi yang bersifat membujuk agar konsumen tertarik dengan
produk-produk yang ditawarkan atau dipasarkan dan diharapkan dapat
terjadi transaksi penjualan. Promosi adalah bagian dari bauran pemasaran
yang besar peranannya. Adapun pendapat para ahli mengenai pengertian
promosi, yaitu:
32
a. Menurut Phillip Kotler, promosi adalah suatu kegiatan yang dilakukan
oleh perusahaan untuk mengkomunikasikan manfaat dari produknya
dan untuk menyakinkan konsumen untuk membeli.
b. Menurut Rambat Lupiyadi, promosi merupakan sebagai salah satu
variabel dalam bauran pemasaran yang sangat penting dilaksanakan
oleh perusahaan dalam memasarkan produk atau jasa.
c. Julian Cummins mendefiniskan promosi sebagai serangkaian teknik
yang digunakan untuk mencapai sasaran penjualan atau pemasaran
dengan penggunaan biaya yang efektif dengan memberikan nilai
tambah pada produk atau jasa, baik kepada para perantara maupun
pemakai langsung, biasanya tidak dibatasi dalam jangka waktu
tertentu.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan promosi
bukan saja berfungsi sebagai alat komunikasi antara perusahaan dan
konsumen melainkan juga sebagai alat untuk mempengaruhi konsumen
dalam kegiatan pembelian sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Hal
ini dilakukan dengan menggunakan alat-alat promosi.20 Promosi dapat
dikatakan suatu bentuk komunikasi pemasaran, yaitu aktivitas pemasaran
yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk,
dan mengingatkan pasar ssasaran atas perusahaan dan produknya agar
20
Freddy Rangkuti, Straegi Promosi Yang Kreatif Dan Analisis Kasus Integrated
Marketing Communication, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2009), Hlm. 177
33
bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan
perusahaan yang bersangkutan.21
2. Bauran Promosi
Menurut Kotler dan Armstrong dalam Apri Budianto, bauran
promosi adalah paduan spesifik periklanan, promosi penjualan, hubungan
masyarakat, penjualan personal dan sarana pemasaran langsung yang
digunakan perusahaan untuk mengkomunikasikan nilai konsumen secara
persuasif dan membangun hubungan konsumen.22
a. Periklanan (Adverstising)
Menurut Kotler dan Keller dalam Apri Budianto, iklan adalah
segala bentuk presentasi non probadi dan promosi gagasan, barang,
atau jasa oleh sponsor tertentu yang harus dibayar. Iklan dapat
merupakan cara yang berbiaya efektif guna menyebarkan pesan apakah
untuk membangun preferensi merek atau untuk mendidik konsumen.
Menurut Kotler dan Armstrong, periklanan merupakan semua bentuk
terbayar presentasi non-pribadi dan promosi ide, barang atau jasa
dengan sponsor tertentu.23
Sedangkan menurut Saladin, periklanan merupakan bentuk-
bentuk komunikasi non-personal yang dilakukan melalui media yang
dibayar oleh sponsor. Adapun bentuk-bentuk dari iklan adalah iklan
informatif, iklan persuasif, iklan pengingat, dan iklan penguatan.
Dalam periklanan diperlukan media yang dapat digunakan dalam
21
Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, (Jakarta: Erlangga, 2008), Hlm. 219
22
Apri Budianto, Manajemen Pemasaran, (Yogyakarta: Ombak, 2015), Hlm. 330
23
Apri Budianto, Manajemen Pemasaran ………, Hlm. 331
34
proses periklanan suatu perusahaan yaitu seperti surat kabar, majalah,
surat pos langsung, radio, televisi, dan papan reklame (outdoor
advertuising).24
b. Promosi Penjualan
Promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung melalui
penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang
pembelian produk dengan segera atau meningkatkan jumlah barang
yang dibeli konsumen. Sifat-sifat yang terkandung di dalam promosi
penjualan adalah komunikasi, insentif dan undangan. Sifat komunikasi
mengandung arti bahwa promosi penjualan mampu menarik perhatian
dan memberi informasi yang mengenalkan konsumen pada produk.
Sifat insentif yaitu memberikan keistimewaan dan rangsangan yang
bernilai bagi konsumen. Sedangkan sifat undangan merupakan
mengundang khalayak untuk membeli pada saat itu juga.25
Menurut Kotler dan Armstrong dalam Apri Budianto, promosi
penjualan atau sales promotion adalah insentif jangka pendek untuk
mendorong pembelian atau penjualan produk atau jasa. Alat-alat yang
digunakan dalam promosi penjualan adalah:
1) Sampel contoh, merupakan tawaran produk gratis atau percobaan
gratis kepada konsumen dan diharapkan mereka menyukai produk
tersebut sehingga melakukan pembelian ulang.
24
Ibid., Hlm. 340
25
Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, (Jakarta: Erlangga, 2008), Hlm. 229
35
2) Kupon, yaitu semacam sertifikat yang memberi hak kepada
pemegangnya sehingga dapat menghemat pembelian produk
tertentu.
3) Kemasan harga khusus atau paket harga, yaitu potongan harga
yang lebih rendah dari pada harga yang biasa kepada konsumen
yang diterapkan pada label atau bungkus.
4) Premi, yaitu barang dagangan yang ditawarkan dengan harga
sangat rendah atau bahkan gratis sebagai suatu insentif bila orang
membeli produk tersebut.
5) Trading stamp atau strike, yaitu jenis premi khusus yang diterima
konsumen yang membeli produk, kemudian mereka bisa
menembus barang produk tersebut di pusat penembusan stiker
barang.
6) Demonstrasi, yaitu suatu pertunjukan yang dilakukan untuk
membuktikan keefektifan atau cara penggunaan produk.
7) Tawaran uang kembali (money-refund offer), yaitu pengembalian
uang kepada konsumen apabila terjadi ketidaksesuaian antara
produk dengan harga atau terjadi kerusakan produk yang dibeli
berdasarkan perjanjian.
8) Promosi dagang, merupakan penawaran tunjangan pembelian yaitu
penwaran potongan harga pada setiap pembelian selama jangka
waktu tertentu.
36
9) Pemajangan di tempat pembelian, yaitu pemajangan di tempat
pembelian untuk menarik pembeli.
10) Pameran dagang, yaitu memamerkan produk-produk yang
dihasilkan kepada pembeli untuk dapat memberitahukan kepada
pembeli tentang produk perusahaan tersebut.
11) Kontes, yaitu dengan mengundang para konsumen untuk
mengumpulkan sesuatu.
12) Undian, yaitu mengajak konsumen untuk mengumpulkan nama
mereka untuk diundi.
13) Permainan, yaitu memberi sesuatu kepada konsumen setiap kali
mereka memberi nomor bingo, huruf yang hilang mungkin bisa
membantu konsumen untuk memenangkan hadiah.26
c. Penjualan Pribadi (Personal Selling)
Penjualan pribadi atau tatap muka menurut Kotler dalam Apri
Budianto adalah presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan satu
atau lebih calon konsumen dengan tujuan menciptakan
penjualan.27Personal selling adalah komunikasi langsung antara
penjual dan calon konsumen untuk memperkenalkan suatu produk
kepada calon konsumen dan membentuk pemahaman konsumen
terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan
membelinya. Sifat-sifat dari personal selling adalah:
Apri Budianto, Manajemen Pemasaran …….., Hlm. 342-344
26
Apri Budianto, Manajemen Pemasaran …….., Hlm. 347
27
37
1) Personal confrontation, yaitu adanya hubungan yang hidup,
langsung dan interaktif antara dua orang atau lebih
2) Cultivation, yaitu sifat yang memungkinkan berkembangnya segala
macam hubungan, mulai dari sekedar hubungan jual beli sampai
dengan suatu hubungan yang lebih akrab
3) Response, yaitu situasi yang seolah-olah mengharuskan konusmen
untuk mendengar, memperhatikan dan menanggapi.28
d. Publisitas
Publisitas merupakan ruang editorial yang terdapat di semua
media yang dibaca, dilihat atau didengar untuk membantu mencapai
tujuan-tujuan penjualan dan tidak dibayar. Publisitas disebut juga
dengan hubungan masyarakat (public relation).
Menurut Kotler dan Amstrong dalam Manajemen Pemasaran
oleh Apri Budianto, hubungan masyarakat (publicity) adalah
membangun hubungan baik dengan berbagai masyarakat perusahaan
dengan memperoleh publisitas yang diinginkan, membangun citra
perusahaan yang baik, dan menangani atau menghadapi rumor, cerita
dan kejadian yang tidak menyenangkan.29
Publisitas adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide, barang
dan jasa secara non-personal yang mana orang atau organisasi yang
diuntungkan tidak membayar untuk itu. Publisitas merupakan
pemanfaatan nilai-nilai berita yang terkandung dalam suatu produk
Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran …….., Hlm. 224
28
Apri Budianto, Manajemen Pemasaran …….., Hlm. 361
29
38
untuk membentuk citra produk yang bersangkutan.30 Adapun alat-alat
utama dalam publisitas menurut Kotler dan Keller dalam Apri
Budianto adalah:
1) Terbitan. Perusahaan-perusahaan sangat mengandalkan bahan-
bahan yang diterbitkan untuk menjangkau dan mempengaruhi
pasar sasarannya. Bahan-bahan ini mencakup laporan tahunan,
brosur, artikel, berita berkala dan majalah perusahaan, dan bahan
audio-visual.
2) Acara-acara. Perusahaan dapat menarik perhatian dengan
menyelenggarakan acara-acara khusus seperti konferensi berita,
seminar, tamasya, pameran dagang, pemajangan produk, kontes
dan kompetisi dan ulang tahun yang akan menjangkau masyarakat
sasaran.
3) Pemberian dana sponsor. Perusahaan dapat mempromosikan
mereka dan nama perusahaanya dengan mensponsori pertandingan
olahraga dan acara budaya.
4) Berita
5) Ceramah.
6) Kegiatan layanan masyarakat
7) Media identitas. Media identitas dapat berupa logo perusahaan, alat
tulis, brosur, tanda formulir bisnis, kartunama, bangunan, seragam,
dan aturan berpakaian.31
Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran …….., Hlm. 227
30
39
e. Pemasaran langsung (Direct Marketing)
Pemasaran langsung adalah suatu sistem pemasaran interaktif
yang menggunakan satu atau lebih media periklanan untuk respon
yang terukur dan atau transaksi di lokasi mana pun. Menurut Kotler
dan Keller dalam Apri Budianto, pemasaran langsung adalah
penggunaan saluran-saluran langsung konsumen untuk menjangkau
dan menyerahkan barang dan jasa kepada pelanggan tanpa
menggunakan perantara pemasaran. saluran-saluran tersebut mencakup
surat langsung (direct mail), katalog, dan telemarketing.32
Konsep pemasaran langsung merupakan salah satu cara yang
paling pesat di era saat ini untuk melayani konsumen. Apabila dalam
pemasaran mengenal bauran pemasaran, maka dalam pemasaran
langsung juga mengenal direct marketing mix, yaitu:
1) Offer, yaiyu tawaran yang telah disiapkan perusahaan bagi
konsumennya.
2) Creative, yaitu dalam bentuk gambar (desain grafik), kata-kata
termasuk juga personalisasi.
3) Media, yaitu jenis yang biasa digunakan dalam pemasaran umum.
4) Timing atau sequencing, yaitu waktu dan urutan yang sesuai dan
serupa dengan yang terdapat dalam pengiklan biasa.
5) Customer service.33
31
Apri Budianto, Manajemen Pemasaran …….., Hlm. 363
32
Ibid., Hlm. 365
33
Apri Budianto, Manajemen Pemasaran …….., Hlm. 367
40
3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Promosi
Faktor-faktor yang mempengaruhi bauran promosi adalah sebagai
berikut.
a. Jumlah dana. Perusahaan yang memiliki dana yang lebih besar,
kegiatan promosinya akan lebih efektif dibandingkan dengan
perusahaan yang hanya mempunyai sumber dana yang terbatas.
b. Sifat pasar. Beberapa sifat pasar yang mempengaruhi bauran promosi
adalah luas pasar secara geografis, konsentrasi pasar, dan macam
pembeli.
c. Jenis produk. Untuk barang konsumsi seperti barang konvenien
mengandalkan periklanan, sedangkan untuk barang industri
menggunakan penjualan pribadi.
d. Tahap daur hidup produk, yaitu ada empat tahap:
1) Tahap perkenalan, dimana perusahaan memasuki daerah
perusahaan yang baru sehingga kegiatan promosinya lebih
ditonjolkan.
2) Tahap pertumbuhan. Kegiatan promosi yang dilakukan untuk
menstimulasi permintaan selektif terhadap merek tertentu dan
menekannya pentingnya periklanan.
3) Tahap kedewasaan, dimana perusahaan diharuskan menyediakan
dana yang besar untuk promosi karena persaingan yang ketat.
41
4) Tahap penurunan, dimana perusahaan mengalami penurunan
tingkat laba dan penjualan, maka promosi harus dikurangi.34
D. Kualitas Produk
1. Pengertian Kulitas Produk
Kualitas merupakan suatu alat utama untuk mencapai posisi
[Link] menyatukan tingkat kemampuan dari suatu merek atau
produk tertentudalam melaksanakan fungsi yang diharapkan. Pelanggan
mendefinisikan kualitasdengan berbagai cara. Kualitas didefinisikan
sebagai memenuhi atau melebihiharapan pelanggan. Heizer dan Render
dalam wibowo mendefinisikankualitas sebagai kemampuan produk atau
jasa memenuhi kebutuhan pelanggan.
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memuaskan
need(kebutuhan) atau want (keinginan) target pasar. Menurut Kotler dan
Keller,produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar
untukmemuaskan suatu keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik,
jasa,pengalaman, acara, orang, tempat, properti, organisasi, informas, dan
ide.
Kualitas produk merupakan hal yang perlu mendapat perhatian
utama dariperusahaan/ produsen, mengingat kualitas suatu produk
berkaitan erat denganmasalah keputusan konsumen, yang merupakan
tujuan dari kegiatan pemasaranyang dilakukan perusahaan. Setiap
perusahaan/ produsen harus memilih tingkatkualitas yang akan membantu
34
Basu Swastha dan Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, Cet. Ke-13, (Yogyakarta:
Liberty Yogyakarta, 2008), Hlm. 355
42
atau menunjang usaha untuk meningkatkan ataumempertahankan posisi
produk itu dalam pasar sasarannya.
Menurut Kotler dan Armstrong35, kualitas produk adalah
thecharacteristic of a product or service that bear on its ability to satisty
stated orimplied custemer needs. Kualitas produk adalah karakteristik
sebuah produk ataujasa yang memberikan kemampuan untuk mencukupi
kebutuhan pelanggan.
Menurut Kotler dan Armstrong,36 kualitas produk
adalahkemampuan suatu produk untuk melakukan fungsi-fungsinya,
kemampuan itumeliputi daya tahan, kehandalan, ketelitian, yang
dihasilkan, kemudahandioperasikan dan diperbaiki, dan atribut lain yang
berharga pada produk secarakeseluruhan. Kualitas produk adalah segala
sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk perhatian, akuisi,
penggunaan dan konsumsi yang dapat memuaskankeinginan atau
kebutuhan.
2. Konsep Teori
Menurut Tjiptono, mengklasifikasikan produk bisa dilakukan
atasberbagai macam sudut pandang. Berdasarkan berwujud tidaknya,
produk dapatdiklasifikasikan kedalam dua kelompok utama yaitu barang
dan jasa. Ditinjau dariaspek daya tahannya, terdapat dua macam barang,
yaitu :
35
Philip Kotler dan G. Amstrong, Marketing an Introduction., (Pearson Prentice Hall:
New Jersey, 2010), hal. 185
36
Philip Kotler dan G. Amstrong, Dasar-Dasar Pemasaran, Edisi Ke Sembilan,
Cetakan Ke dua, (Jakarta: PT. Indeks Jakarta, 2007), hal. 176
43
a. Barang tidak tahan lama
Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang
biasanya habisdikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian.
Contohnya antaralain sabun, minuman dan makanan ringan, kapur
tulis, gula dan garam.
b. Barang tahan lama
Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya
biasbertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya
untukpemakaian normal adlaah satu tahun). Contohnya antara lain
TV, lemaries, mobil, komputer.
Selain berdasarkan daya tahannya, produk pada umumnya
jugadiklasifikasikan berdasarkan siapa konsumennya dan untuk apa
produk tersebutdikonsumsi. Berdasarkan kriteria ini, produk dapat
dibedakan menjadi barangkonsumen, dan barang industri. Barang
konsumen adalah barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen
akhir sendiri (individu da rumah tangga), bukanuntuk tujuan bisnis.
Umumnya barang konsumen dapat dikasifikasikan menjadi empat
jenis,yaitu :
a. Confinience Goods
Confinience Goods merupakan barang yang pada umumnya
memilikifrekuensi pembelian tinggi (sering dibeli), dibutuhkan dalam
waktusegera, dan hanya memerlukan usaha yang minimum (sangat
kecil) dalampembandingan dan pembeliannya.
44
b. Shopping Goods
Shoopping goods adalah barang-barang dalam proses
pemeliharaan danpembeliannya dibandingkan oleh konsumen diatara
berbagai alternativeyang tersedia. Kriteria perbandingan tersebut
meliputi harga, kualitas danmodel masing-masing [Link]
alat-alat rumah tangga (TV,mesin cuci, tepe recorder), furniture
(mebel), dan pakaian.
c. Specially Goods
Specially goods adalah barang-barang yang memiliki
karakteristik danidentifikasi merek yang unik dimana sekelompok
konsumen bersediamelakukan usaha khusus untuk membelinya.
Contohnya adalah barangbarangmewah dengan merek dan model
spesifik
d. Unsought Goods
Unsought goods merupakan barang-barang yang diketahui
konsumen ataukalaupun sudah diketahui tetapi pada umumnya belum
terpikirkan untukmembelinya. Contohnya asuransi jiwa, batu nisan,
tanah kuburan.
3. Faktor yang mempengaruhi kualitas produk
Pada hakikatnya, seseorang membeli suatu produk bukan hanya
sekedaringin memiliki produk [Link] pembeli membeli barang atau
jasa, karenabarang atau jasa tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk
memuaskankebutuhan dan keinginannya. Dengan kata lain, seseorang
45
membeli produk bukankarena fisik produk itu semata-mata, tetapi karena
manfaat yang ditimbulkan dariproduk yang dibelinya tersebut.
Menurut Hasan37 pada dasarnya produk yang dibeli konsumendapat
dibedakan atas lima tingkatan, yaitu :
a. Produk inti (core product), yang merupakan inti atau dasar
yangsesungguhnya dari produk yang ingin diperoleh atau didapatkan
oleh seorangpembeli atau konsumen dari produk tersebut.
b. Produk generik, adalah produk dasar yang mampu memenuhi fungsi
produkyang paling dasar (perencanaan produk minimum agar dapat
berfungsi).
c. Produk harapan (expected produk), adalah produk formal yang
ditawarkandengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal
(layak) diharapkan dandisepakati untuk dibeli.
d. Produk pelengkap (augmented product), yakni berbagai atribut produk
yangdilengkapi atau ditambahi berbagai manfaat layanan, sehingga
dapatmemberikan tambahan kepuasan dan bisa dibedakan dengan
produk pesaing.
e. Produk potensial, adalah segala macam tambahan da perubahan
yangmungkin dikembangkan untuk suatu produk di masa mendatang.
4. Indikator kualitas produk
Menurut Sviokla dalam Lupioadi38 kualitas memiliki delapan
dimensi pengukuran yang terdiri atas aspek-aspek berikut :
37
Ali Hasan, Marketing dan Kasus-Kasus Pilihn, Cetakan Pertama, (Jakarta: Penerbit
Kencana Media Group, 2011), hal. 59
46
a. Kinerja/Performance
Kinerja merujuk pada karakter produk inti yang meliputi
merek, atribut-atributyang dapat diukur, dan aspek-aspek kinerja
[Link] beberapaproduk biasanya didasari oleh preferensi
subjektif pelanggan yang padadasarnya bersifat umum.
b. Daya tahan/Durability
Daya tahan yang berarti beberapa lama atau umur suatu produk
bertahansebelum produk tersebut harus [Link] besar
frekuensi pemakaiankonsumen terhadap produk tersebut maka
semakin besar pula daya tahanproduk tersebut.
c. Kesesuaian dengan spesifikasi/Conformance to specifications
Yaitu sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah
produk memenuhispesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak
ditemukannya cacat padaproduk.
d. Keistimewaan produk /Features
Dapat berbentuk produk tambahan dari suatu produk inti yang
dapatmenambah nilai suatu [Link] produk biasanya
diukur secarasubjektif oleh masing-masing individu (dalam hal ini
konsumen) yangmenunjukkan adanya perbedaan kualitas suatu
[Link] demikian,perkembangan kualitas suatu produk
menuntut karakter fleksibilitas agardapat menyesuaikan diri dengan
permintaan pasar.
38
Rambat Lupiyoadi dan A. Hamdani, Manajemen Pemasaran jasa, (Jakarta: Salemba
Empat, 2006), hal. 76
47
e. Reliabilitas/Reliability
Dimensi ini berkaitan dengan timbulnya kemungkinan suatu
produkmengalami keadaan tidak berfungsi pada suatu
[Link] suatuproduk yang menandakan tingkat kualitas
sangat berarti bagi konsumendalam memilih [Link] ini menjadi
semakin penting mengingat besarnyabiaya penggantian dan
pemeliharaan yang harus dikeluarkan apabila produkyang dianggap
reliabel mengalami kerusakan.
f. Kemampuan pelayanan/Serviceability
Kemampuan pelayanan dapat juga disebut dengan kecepatan,
kompetensi,kegunaan, dan kemudahan produk untuk diperbaiki.
Dimensi ini menunjukkanbahwa konsumen tidak hanya memerhatikan
adanya penurunan kualitasproduk, tetapi juga waktu sebelum produk
disimpan, penjadwalan pelayanan,proses komunikasi dengan staf, dan
pelayanan lainnya. Variabel-variabeltersebut dapat merefleksikan
adanya perbedaan standar perseoranganmengenai pelayanan yang
diterima, di mana kemampuan pelayanan suatuproduk tersebut
menghasilkan suatu kesimpulan akan kualitas produk yangdinilai
secara subjektif oleh konsumen.
g. Estetika/Aesthetics, berhubungan dengan bagaimana penampilan
produk biasdilihat dai rasa, tampak, bau, dan bentuk dari produk.
h. Kesan kualitas/Perceived quality, sering dibilang merupakan hasil
daripenggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung
48
karenaterdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau
kekuranga ninformasi atas produk didapat dari harga, merek,
periklanan, reputasi dannegara asal.
Setelah melihat dan mencermati dari delapan indikator tersebut
diatas dalam penelitian ini peneliti hanya memakai enam indikator saja.
Indikator tersebutantara lain adalah kinerja, daya tahan, kesesuaian dengan
spesifikasi, keistimewaan produk, kemampuan pelayanan, dan estetika.
E. Volume Penjualan
1. Pengertian Volume Penjualan
Penjualan adalah interaksi antara individu saling bertemu muka
yang ditunjukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai atau
mempertahankan hubungan pertukaran sehingga menguntungkan bagi
pihak lain.
Penjualan merupakan kegiatan menyampaikan kebutuhan yang
telah dihasilkan pada mereka yang diperlukan dengan imbalan menurut
harga yang ditentukan atas persetujuan bersama. Menurut Swastha dan
Irawan, volume penjualan adalah volume total yang akan dibeli oleh
sekelompok pembeli tertentu di daerah geografis dan program pemsaran
tertentu.
Sedangkan volume penjualan merupakan jumlah total yang
dihasilkan dari kegiatan penjualan barang. Semakin besar jumlah
penjualan yang dihasilkan perusahaan, semakin besar kemungkinan laba
49
yang akan di hasilkan perusahaan.39 Oleh karena itu volume penjualan
merupakan salah satu hal penting yang harus dievaluasi untuk
kemungkinan perusahaan agar tidak rugi. Jadi volume penjualan yang
menguntungkan harus menjadi tujuan utama perusahaan.
Volume penjualan dapat digunakan untuk menilai kinerja
perusahaan terutama manager pemasaran dalam hal pemasaran
produknya. Selain itu meningkatnya volume penjualan bisa menandakan
bahwa kebutuhan masyarakat akan produk tersebut meningkat. Swastha
dan irawan menambahkan bahwa volume penjualan merupakan penjualan
bersih dari laporan laba perusahaan.
Penjualan bersih diperoleh dari hasil penjual seluruh produk
(produk lain) selama jangka waktu tertentu, dan hasil penjualan yang
dicapai dari market share (pangsa pasar) yang merupakan penjualan
potensial, yang dapat terdiri dari kelompok territorial dan kelompok
pembeli selama jangka waktu tertentu. Jika biaya produksi diturunkan
kemungkinan yang akan terjadi adalah volume penjualan akan naik.
Jika volume penjualan naik, maka anggaran biaya masa depan juga
akan naik pula. Dengan adanya biaya produksi yang terkendalu, jelas
kaan menghasilkan prosuk yang baik pula tentunya dengan mmutu
produk yang kompetetif dan harga jual yang bersaing sehingga
perusahaan dapat mempertahankan atau bahkan menambah pangsa
39
Anis Halimah Amaliya, Pengaruh Harga dan Biaya Promosi Terhadap Volume
Pnejualan Emas (studi kasus pada penggadaian syariah cabang Botanikal Junction), (Jakarta:
UIN Syarif Hidayatullah, 2017), hal. 27
50
pasarnya dan yang diharapkan adalah volume penjualan yang
meningkat.40
2. Faktor Yang Mempengaruhi Volume Penjualan
Aktivitas penjualan banyak dipengaruhi oleh faktor yang
dapatmeningkatkan aktivitas perusahaan, oleh karena itu manajer
penjualanperlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi
[Link]-faktor yang mempengaruhi penjualan menurut Basu
Swastasebagai berikut:41
a. Kondisi dan Kemampuan Penjual
Kondisi dan kemampuan terdiri dari pemahaman atas beberapa
masalah penting yang berkaitan dengan produk yang dijual, jumlah
dan sifat dari tenaga penjual adalah:
1) Jenis dan karakteristik barang atau jasa yang ditawarkan
2) Harga produk atau jasa
3) Syarat penjualan, seperti: pembayaran, pengiriman
b. Kondisi Pasar
Pasar mempengaruhi kegiatan dalam transaksi penjualan baik
sebagai kelompok pembeli atau penjual. Kondisi pasar dipengaruhi
40
Andi Azizah Nur Fitriah, Pengaruh Harga Jual dan Lokasi Terhadap Volume
Penjualan Telur Itik di Kota Makasar, Jurusan Sosial Ekonomi Pterenakan Fakultas Peternakan
Universitas Hasanudin Makasar, 2013
41
Febriawan Adi Sucahyo, Analisis Harga dan Promosi Terhadap Volume Penjualan
Pada Toko Olah Raga Sport Smart FIK UNY, (Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta, 2014),
hal. 47-48
51
olehbeberapa faktor yakni: jenis pasar, kelompok pembeli, daya
beli,frekuensi pembelian serta keinginan dan kebutuhannya.
c. Modal
Modal atau dana sangat diperlukan dalam rangka untuk
mengangkutbarang dagangan ditempatkan atau untuk membesar
usahanya. Modalperusahaan dalam penjelasan ini adalah modal kerja
perusahaan yangdigunakan untukmencapai target penjualan yang
dianggarkan,misalnya dalam menyelenggarakan stok produk dan
dalammelaksanaan kegiatan penjualan memerlukan usaha seperti
alattransportasi, tempat untuk menjual, usaha promosi dan sebagainya.
d. Kondisi Organisasi Perusahaan
Pada perusahan yang besar, biasanya masalah penjualan ini
ditanganioleh bagian tersendiri, yaitu bagian penjualan yang dipegang
olehorang-orang yang ahli dibidang penjualan.
e. Faktor-faktor lain
Faktor-faktor lain seperti periklanan, peragaan, kampanye,
danpemberian hadiah sering mempengaruhi penjualan karena
diharapkandengan adanya faktor-faktor tersebut pembeli akan kembali
membelilagi barang yang sama.
Faktor yang sangat pentingdalam mempengaruhi volume penjualan
adalah saluran distribusi yangbertujuan untuk melihat peluang pasar
apakah dapat memberikan labayang maksimun.42 Secara umum mata
42
Ibid., hal. 48
52
rantai saluran distribusi yangsemakin luas akan menimbulkan biaya yang
lebih besar, tetapi semakinluasnya saluran distribusi maka produk
perusahaan akan semakin dikenaloleh mayarakat luas dan mendorong
naiknya angka penjualan yangakhirnya berdampak pada peningkatan
volume penjualan.
Volume penjualan merupakan hasil akhir yang dicapai
perusahaandari hasil penjualan produk yang dihasilkan oleh perusahaan
[Link] penjualan tidak memisahkan secara tunai maupun kredit
tetapidihitung secara keseluruhan dari total yang dicapai. Seandainya
volumepenjualan meningkat dan biaya distribusi menurun maka
tingkatpencapaian laba perusahaan meningkat tetapi sebaliknya bila
volumepenjualan menurun maka pencapaian laba perusahaan juga
menurun.
Volume penjualan adalah suatu studimendalam tentang masalah
penjualan bersih dari laporan rugi labaperusahaan (laporan operasi).43
Manajemen perlu menganalisis volumepenjualan total dan juga volume itu
sendiri. Menurut Kolter dalam Nova Anjar ada beberapa usaha untuk
meningkatkan volumepenjualan, diantaranya adalah:44
a. Menjajakan produk dengan sedemikian rupa sehingga
konsumenmelihatnya.
b. Menempatkan dan pengaturan yang teratur sehingga produk
tersebutakan menarik perhatian konsumen.
43
Ibid., hal. 49
44
Nova Anjar, Analisis Harga dan Produk pada Penjualan, Skripsi, (Universitas Negeri
Semarang, 2012), hal. 11
53
c. Mengadakan analisa pasar.
d. Menentukan calon pembeli atau konsumen yang potensial.
e. Mengadakan pameran.
f. Mengadakan diskon atau potongan harga.
3. Indikator Volume Penjualan
Untuk melihat volume penjualan dapat menggunakan indikator
sebagai berikut:
a. Harga jual
Harga jual merupakan hal-hal yang sangat penting dan
mempengaruhi penjualan atas barang atau jasa yang dihasilkan.
Apakah barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan dapat
dijangkau oleh konsumen sasaran.
b. Produk
Produk salah satu faktor yang mempngaruhi tingkat volume
penjualan sebagai barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan
apakah sesuai dengan tingkat kebutuhan para konsumen.
c. Promosi
Promosi adalah aktivitas-aktivitas sebuah perusahaan yang
dirancang untuk memberikan informasi-informasi membujuk pihak
lain tentang perusahaan yang bersangkutan dan barang-barang serta
jasa-jasa yang ditawarkan.
d. Saluran distribusi
54
Saluran distribusi merupakan aktivitas perusahaan untuk
menyampaikan dana menyalurkan barang yang ditawarkan oleh
perusahaan kepada konsumen yang diujinya.
e. Mutu dan kualitas barang
Mutu dan kualitas barang merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi volume penjualan. Dengan mutu yang baik maka
konsumen akan tetap loyal terhadap produk dari perusahaan tersebut,
begitu pula sebaliknya apabila mutu produk yang ditawarkan tidak
bagus maka konsumen akan berpaling kepada produk lain. Setiap
perusahaan memiliki design atau rancang bangun tertentu, akan sangat
baik jika sebagaimana sifat uniknya membedakannya dengan
perusahaan lain. Peluang terobosan atau bagian keunggulan bersaing
dalam hal-hal tertentu timbul dari penggunaan kekuatan ini pada saat
yang sama dalam design atau rancang bangun.45
Menurut Basu Swasta dalam Febriawan Adi Sucahyo terdapat
beberapa indikator dari volume penjualan yaitu:46
a. Mencapai volume penjualan
Volume penjualan menurut Kotler menyebutkan bahwa
menunjukkan jumlah barang yang dijual dalam jangka waktu
tertentu.47 Menurut Basu Swasta dalam Febrian Adi Sucahyo
45
Philip Kotler, Manajemen Pemasaran, Edisi Revisi, (Jakarta: Prehallindo, 1993), hal.
29
46
Febriawan Adi Sucahyo, Analisis Harga dan Promosi Terhadap Volume Penjualan
Pada Toko Olah Raga Sport Smart FIK UNY....., hal. 46
47
Philip Kotler dan gary Armstrong, Prinsip-Prinsip Pemasaran, Edisi keduabelas,
(Jakarta: Erlangga, 2008), hal. 179
55
penjualan adalah interaksi antara individu yang saling bertemu muka
yang ditunjukkan untuk menciptakan, memperbaiki, atau
mempertahankan hubungan pertukaran sehingga menguntungkan bagi
pihak lain.48
Perusahaan harus memperhatikan bauran pemasaran dan
memiliki strategi pemasaran yang baik untuk memasarkan produknya
untuk mencapai penjualan yang tinggi. Kemampuan perusahaan dalam
menjual produknya menentukan keberhasilan dalam mencari
keuntungan, apabila perusahaan tidak mampu menjual maka
perusahaan akan mengalami kerugian.
b. Mendapatkan laba tertentu
Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba akan dapat
menaikkkan para investor untuk menanamkan dananya guna
memperluas usahanya, sebaliknya tingkat profitabilitas yang rendah
akan menyebabkan para investor menarik dananya.
c. Menunjang perumbuhan perusahaan
Kemampuan perusahaan untuk menjual produknya akan
meningkatkan volume penjualan bagi perusahaan yang dapat
menghasilkan keuntungan bagi perusahaan untuk menunjang
pertumbuhan perusahaan akan tetap bertahan di tengah persaingan
yang semakin ketat antar perusahaan.
48
Febriawan Adi Sucahyo, Analisis Harga dan Promosi Terhadap Volume Penjualan
Pada Toko Olah Raga Sport Smart FIK UNY....., hal. 46
56
F. Kajian Penelitian Terdahulu
Anis halimah amalia 2017, skripsi yang berjudul Pengaruh Harga dan
Biaya Promosi Terhadap Volume Penjualan Emas (Studi kasus pada
pegadaian syariah cabang Botanical Junction). Hasil penelitian dalam skripsi
ini menunjukkan bahwa harga secara parsial tidak memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap volume penjualan emas. Hal tersebut dapat dibuktikan
dengan hasil uji t, menunjukkan bahwa pengaruh variabel harga terhadap
variabel volume penjualan memiliki tingkat signifikan yang lebih besar dari
0,05. Kemudian untuk biaya promosi memiliki pengaruh secara signifikan
terhadap volume penjualan emas, dengan signifikansi kurang dari 0,05, maka
terbukti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel biaya
promosi terhadap volume penjualan.49
Febriawan Adi Sucahyo 2014, skripsi yang berjudul Analisis Harga
dan Promosi Terhadap Volume Penjualan pada Toko Olahraga Sport Smart
FIK UNY. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, bahwa volume
penjualan barang-barang di Sport Smart pada bulan Juni 2013 mengalami
peningkatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa analisis harga dan
promosi pada toko Sport Smart dapat dikatakan berhasil. Hal ini terbukti
dengan meningkatnya penjualan pada bulan Juni sebesar 10% dan pada bulan
Juli sebesar 7,9%.50
49
Anis Halimah Amalia, Pengaruh Harga dan Biaya Promosi Terhadap Volume
Penjualan Emas (Studi Kasus pada Pengadaian Syariah Cabang Botanical Junction), (Jakarta:
Skripsi tidak di terbitkan), hal. 30
50
Febriawan Adi Sucahyo, Analisis Harga dan Promosi Terhadap Volume Penjualan
Pada Toko Olahraga Sport Smart FIK UNY, (Yogyakarta: Skripsi tidak diterbitkan, 2014), hal. 72
57
Andi Azizah Nur Fitriah, 2013, yang menganalisis pengaruh harga
jual dan lokasi terhadap volume penjualan telur itik di Kota Makasar. Hasil
dari penelitian ini diperoleh nilai t hitung 7,798 > 2,021 t tabel dan diperoleh
nilai signifikan sebesar -0,049 < 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa harga
memberikan pengaruh yang signifikan terhadap volume penjualan pedagang
telur itik di Kota Makasar.51
Karlina Boedileksono, 2007, skripsi yang berjudul Pengaruh Bauran
Promosi Terhadap Volume Penjualan (Studi Kasus pada PT. Intan Tunggal
Kharisma).52 Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif
antara promosi penjualan rumah pada PT. Intan Kharisma. Berdasarkan hasil
uji t menghasilkan t hitung > t tabel atau dengan kata lain Ho diterima. Jadi
hipotesis kedua yang mengatakan bahwa ada pengaruh positif promosi
terhadap volume penjualan rumah pada PT. Intan Tunggal Kharisma terbukti.
Kendy, 2016, skripsi yang berjudul Pengaruh Promosi dan Kualitas
Produk Terhadap Volume Penjualan Pada Toko ZESE Di Kota Batam.53 Dari
hasil penelitian dalam skripsi ini promosi memiliki pengaruh negatif dan
tidak signifikan terhadap volume penjualan pada toko ZESE di Kota Batam
secara parsial (Uji T), dan kualitas produk memiliki pengaruh negatif dan
tidak signifikan terhadap volume penjualan pada toko ZESE di Kota Batam
secara parsial (Uji T).
51
Andi Azizah Nur Fitiah, Pengaruh Harga Jual dan Lokasi Terhadap Volume
Penjualan Telur Itik di Kota Makasar, (Makassar: Skripsi Tidak di Terbitkan, 2013), hal. 41
52
Karlina Boedileksono, Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Volume Penjualan (Studi
Kasus pada PT. Intan Tunggal Kharisma, Yogyakarta), (Yogyakarta: Skripsi tidak diterbitkan,
2007), hal. 97
53
Kendy, Pengaruh Promosi dan Kualitas Produk Terhadap Volume Penjualan Pada
Toko ZESE Di Kota Batam, (Batam: Skripsi tidak diterbitkan, 2016), hal. 68
58
Tommy Wijaya, 2015, skripsi yang berjudul Pengaruh Kualitas
Produk dan Harga Terhadap Penjualan Martabak Atet. 54 Hasil penelitiannya
diperoleh nilai thitung pada variabel kualitas produk lebih besar dari t tabel.
Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis dari Ho ditolak, maka ini membuktikan
bahwa terdapat pengaruh kualitas produk terhadap penjualan. Dan bila dilihat
dari probabilitasnya (Sig), kualitas produk memiliki nilai yang lebih sedikit
dari 0,05, maka Ho ditolak.
Deki Kil’it, 2016, skripsi yang berjudul pengaruh kualitas produk dan
Harga terhadap volume penjualan pada Distro Popin Pangkal Pinang.55
Berdasarkan hasil penelitian uji parsial nilai t hitung lebih besar dari t tabel
dengan signifikansi lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas
produk memiliki nilai yang positif terhadap volume penjualan sehingga
semakin berkualitasnya produk yang ada pada distro popin maka akan
semaking meningkat volume penjualan.
Cornelia Dumarya Manik, 2015, skripsi yang berjudul Pengaruh
Kualitas Produk, Harga dan Promosi terhadap Tingkat Penjualan (Studi Pada
Perumahan Serpong Garden).56 Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa
variabel kualitas produk, harga, dan promosi terdapat pengaruh yang positif
dan signifikan secara simultan terhadap tingkat penjualan. Dengan nilai
koefisien lebih besar dari f tabel.
54
Tommy Wijaya, Pengaruh Kualitas Produk dan Harga terhadap Penjualan
Martabak Atet, (Palembang: Skripsi tidak diterbitkan, 2015), hal. 80
55
Deki Kil’it, Pengaruh Kualitas Produk dan Harga terhadap Volume Penjualan pada
Distro Popin Pangkal Pinang, (Bangka Belitung: Skripsi tidak diterbitkan, 2016), hal. 14
56
Cornelia Damarya Manik, Pengaruh Kualitas Produk, Harga, dan Promosi terhadap
Tingkat Penjualan (Studi Pada Perumahan Serpong Garden), (Jurnal Ilmiah Universitas
Pamulang, Vol. 3. No. 1, 2015), hal. 54
59
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian-penelitian diatas yaitu
terletak pada variabel independennya, dimana pada penelitian diatas terdapat
bermacam-macam variabel independen, seperti harga, bauran promosi, lokasi,
kualitas produk, dll. Sedangkan dalam penelitian ini hanya membahas tentang
3 variabel independen, yaitu harga, promosi dan kualitas produk.
G. Kerangka Konseptual
Pada penelitian ini menggunakan judul dengan variabel dependent harga
(X1) promosi (X2) kualitas produk (X3), terhadap Volume Penjualan (Y)
usaha mikro kecil dan menengah binaanyang dilakukan oleh Dinas Koperasi
Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Kediri Dari judul tersebut dapat
digambarkan, sebagai berikut :
Gambar 2.1
Bagan Kerangka Konseptual
X1
Harga
X2 Y
Promosi Volume Penjualan
Kualitas Produk
X3
60
keterangan :
: Pengaruh antara masing-masing variabel
X1 : harga
X2 : promosi
X3 : kualitas produk
Y : volume penjualan
4. Hipotesis
Hipotesis merupakan suatu konklusi yang sifatnya masih sementara
atau pertanyaan berdasarkan pengetahuan tertentu yang masih lemah dan
harus dibuktikan kebenaranya. Dapat dirumuskan dalam hipotesis penelitian
ini, yang selanjutnya akan diuji :
1. Terdapat pengaruh secara signifikan antara variabel harga terhadap
volume penjualan usaha mikro kecil menengah binaan dinas koperasi
usaha mikro dan tenaga kerja Kota Kediri.
2. Terdapat pengaruh secara signifikan antara promosi terhadap volume
penjualan usaha mikro kecil menengah binaan dinas koperasi usaha mikro
dan tenaga kerja Kota Kediri.
3. Terdapat pengaruh secara signifikan antara kualitas produk terhadap
volume penjualan usaha mikro kecil menengah binaan dinas koperasi
usaha mikro dan tenaga kerja Kota Kediri.
4. Terdapat pengaruh secara signifikan antara harga, promosi, dan kualitas
produk terhadap volume penjualan usaha mikro kecil binaan dinas
koperasi usaha mikro dan tenaga kerja Kota Kediri.