0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan4 halaman

Laporan Hasil Walk Test Jaringan LTE

Laporan ini menyajikan hasil pelatihan walk test untuk mengukur kualitas jaringan 4G LTE dengan melakukan pengukuran sinyal, CINR, dan throughput di sepanjang rute. Hasil pengukuran menunjukkan kualitas sinyal dan layanan sangat buruk dengan rata-rata RSRP -101 dBm dan CINR -2.65 dB serta throughput rendah 2-3 Kbps, menyebabkan kegagalan proses handover.

Diunggah oleh

Tholud Aprilian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan4 halaman

Laporan Hasil Walk Test Jaringan LTE

Laporan ini menyajikan hasil pelatihan walk test untuk mengukur kualitas jaringan 4G LTE dengan melakukan pengukuran sinyal, CINR, dan throughput di sepanjang rute. Hasil pengukuran menunjukkan kualitas sinyal dan layanan sangat buruk dengan rata-rata RSRP -101 dBm dan CINR -2.65 dB serta throughput rendah 2-3 Kbps, menyebabkan kegagalan proses handover.

Diunggah oleh

Tholud Aprilian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Bernanda Fredya Putri

No. ID : DT14

Laporan Hasil Pelatihan Walk Test

Pada kegiatan hari ini, kami telah melakukan pelatihan walk test. Pada walk test
ini, saya melakukan pengukuran untuk jaringan 4G LTE dengan FTP. Sebelum
melakukan walk test tadi, ada beberapa perangkat yang harus disiapkan antara lain
laptop, modem, dan software TEMS Investigation. Setelah itu, hubungkan modem
dengan laptop. Pastikan modem terkoneksi dan mendapatkan IP Address. Lalu, buka
TEMS Investigation dan kemudian akan muncul 1 device yang merupakan modem
yang telah dikoneksikan. Aktifkan device tersebut dengan mengklik ikon checklist ()
yang berwarna hijau. Setelah device aktif, lakukan import map pada Presentation >
Positioning > Map. Klik import dan pilih map yang telah dibuat. Untuk
menampilkan, klik kanan pada gambar peta > View entire layer > pilih nama map
yang telah diimport. Langkah selanjutnya yaitu membuat script. Script ini berfungsi
sebagai skenario yang digunakan saat drive test untuk mengatur alur yang dijalankan
saat drive test. Untuk mengatur script, klik Control > Service Control Designer.
Pertama, pilih kondisi yang diinginkan pada kolom Activities. Pilih While untuk
fungsi iterasi atau pengulangan pada kondisi tertentu. Setelah itu, pilih Lock Radio
Access Technology untuk mengatur jenis jaringan yang diinginkan dimana pada walk
test ini digunakan jaringan LTE. Kemudian, pilih FTP Snippet pada kolom Activities.
Pada FTP Snippet ini, pertama atur Network Connection dimana pada walk test ini
menggunakan operator XL. Lalu pada bagan FTP Download, atur File tujuan yang
diinginkan pada Target File. Setelah semua diatur, lakukan validasi script pada
Script > Validate untuk mengetahui apakah ada error pada script yang telah
dirancang. Apabila tidak ada error, maka jalankan script tersebut dengan klik Script >
Run. Setelah script dijalankan, buka Map yang telah ditampilkan pada TEMS dan
bersiap di titik posisi awal pengambilan data. Klik pinpoint pada window Map untuk
pengambilan data lalu klik start recording logfile dan simpan pada folder yang telah
ditentukan. Setelah start, berjalanlah mengikuti rute yang telah dibuat dan mengklik
pinpoint pada tiap sudut rute untuk pengambilan data. Ketika sampai pada titik awal,
klik stop recording dan logfile akan tersimpan.
Logfile yang telah disimpan dapat dibuka pada Logfile > Open Logfile. Dari
logfile tersebut didapatkan hasil seperti berikut:

Gambar 1. Rute hasil walk test

Dari hasil pada Gambar 1 tersebut, dapat dilihat bahwa kondisi sinyal pada daerah
tersebut buruk. Dapat diketahui pula bahwa di suatu titik pada rute tersebut terjadi
kegagalan proses handover. Hal tersebut dapat disebabkan oleh lemahnya kekuatan
sinyal yang ada pada lokasi tersebut.

Gambar 2. Events pada walk test


Langkah selanjutnya yaitu pembuatan report dengan Report Generator. Report
tersebut berisikan grafik yang diperoleh dari logfile hasil walk test. Pada walk test
dengan jaringan 4G LTE ini parameter yang digunakan adalah RSRP, CINR, dan
Throughput. Berikut hasil report dari logfile walk test yang telah dilakukan:

Gambar 3. Grafik Serving RSRP

Dari hasil tersebut diketahui bahwa nilai RSRP rata-rata adalah -101.66 dBm
dimana termasuk pada kategori Bad. Sedangkan nilai RSRP normal adalah >= -90
dBm sehingga dapat diketahui bahwa kekuatan sinyal dari jaringan tersebut sangat
lemah. Hal tersebut yang menyebabkan terjadinya kegagalan handover sehingga
sinyal terputus. Oleh karena itu, pengiriman FTP tidak dapat dilakukan sehingga
event yang terjadi saat proses walk test tidak ada seperti Gambar 4.

Gambar 4. Event

Untuk parameter CINR, diketahui bahwa rata-rata nilainya adalah -2.65 dB yang
termasuk dalam kategori Bad seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5.

Gambar 5. Grafik Serving CINR


Kemudian untuk Throughput, baik Downlink maupun Uplink, keduanya
memiliki hasil yang buruk karena kekuatan sinyal yang sangat lemah sehingga
menyebabkan throughput sangat rendah yaitu 2.2 Kbps untuk downlink dan 2.76
Kbps untuk uplink.

Gambar 6. Grafik Throughput Downlink

Gambar 7. Grafik Throughput Uplink

Anda mungkin juga menyukai