2.1.1 Metode Waterfall.
Waterfall adalah sebuah metode pengembangan software yang bersifat sekuensial.
Metode ini dikenalkan oleh Royce pada tahun 1970 dan pada saat itu disebut sebagai siklus
klasik dan sekarang ini lebih dikenal dengan sekuensial linear. Selain itu model ini yang
banyak dipakai oleh para pengembang software. Inti dari metode waterfall adalah pengerjaan
dari suatu sistem dilakukan secara berurutan atau secara linear. Tahapan waterfall dapat dilihat
pada Gambar 2.1 dibawah ini:
Engineering
Sistem
Analisis
Design
Coding
Testing
Maintenance
Gambar.2.1 Tahapan Waterfall (Jogiyanto H.M:2010)
Metode yang digunakan dalam waterfall, yaitu:
1. System Engineering adalah tahap observasi dimana metode ini digunakan untuk
mendapatkan data-data dilapangan.
2. Analysis adalah mengumpulkan kebutuhan dan memahami sistem yang akan
diimplementasikan secara lengkap kemudian dianalisis dan didefinisikan kebutuhan yang
harus dipenuhi oleh rancang bangun sistem pendukung keputusan.
3. Design adalah mengevaluasi alternative design untuk sistem, membuat spesifikasi detail
design, memenuhi kebutuhan dan pemecahan masalah yang sudah ditentukan.
4. pengujian digunakan untuk menemukan kesalahan program dan memastikan bahwa input
data Coding adalah mengimplementasikan hasil perancangan menjadi sebuah perangkat
lunak dengan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual FoxPro dan MySQL
sebagai database.
5. Testing adalah tahap ke dalam perangkat lunak akan memberikan hasil yang sesuai dengan
yang dibutuhkan. pengujian yang dilakukan menggunakan teknik Black-boc testing.
6. Maintenance adalah tahap pemeliharaan perangkat lunak yang telah selesai dibuat, dan
perangkat lunak yang dibuat dapat mengalami perubahan sesuai permintaan dari pengguna.