0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan19 halaman

Pedoman Perencanaan Puskesmas Sukamukti

Keputusan Kepala UPT Puskesmas Sukamukti menetapkan pedoman penyusunan perencanaan tingkat puskesmas yang mencakup proses penyusunan rencana kegiatan tahunan puskesmas untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya."

Diunggah oleh

indahpurnama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan19 halaman

Pedoman Perencanaan Puskesmas Sukamukti

Keputusan Kepala UPT Puskesmas Sukamukti menetapkan pedoman penyusunan perencanaan tingkat puskesmas yang mencakup proses penyusunan rencana kegiatan tahunan puskesmas untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya."

Diunggah oleh

indahpurnama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT

DINAS KESEHATAN

UPT PUSKESMAS SUKAMUKTI


Jl. Sukawening No.56 Desa Sukamukti Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut Kode Pos 44184
E-mail : puskesmas.sukamukti56@[Link]

KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS SUKAMUKTI


NOMOR : 003/SK/PKM-SKM/I/2019

TENTANG
PEDOMAN PENYUSUNAN PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS (PTP)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


KEPALA UPT PUSKESMAS SUKAMUKTI,

Menimbang : a. bahwa Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis


(UPT) Dinas Kesehatan Kabupaten yang
bertanggungjawab terhadap pembangunan kesehatan di
wilayah kerjanya;
b. bahwa Puskesmas menyelenggarakan fungsi
penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
tingkat pertama dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP)
tingkat pertama di wilayah kerjanya secara terintegrasi dan
berkesinambungan;
c. bahwa untuk mewujudkan penyelenggaraan upaya
kesehatan di Puskesmas dapat terlaksana secara optimal
dengan manajemen yang baik. Manajemen Puskesmas
terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian
serta pengawasan dan pertanggungjawaban;
d. bahwa untuk mewujudkan perencanaan Puskesmas yang
efektif dan efisien maka diperlukan suatu pedoman;
e. bahwa berdasarkan ketentuan pertimbangan tersebut
diatas perlu ditetapkan Keputusan Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten Bantul tentang Pedoman
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP).

Mengingat : 1. Undang-undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009


tentang Kesehatan;
2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010
tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8
Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan,
Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan Daerah;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 75
tahun 2014 tentang Puskesmas;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 46
-2-

tahun 2015 tentang akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama,


Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan tempat praktik
mandiri dokter gigi;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 44
tahun 2016 tentang Pedoman Manajemen Puskesmas;

MEMUTUSKAN :
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS SUKAMUKTI
TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERENCANAAN
TINGKAT PUSKESMAS (PTP) DI UPT PUSKESMAS
SUKAMUKTI.
KESATU : Pedoman Penyusunan Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP)
sebagaimana tercantum dalam Lampiran merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari surat keputusan ini.
KEDUA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan
ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan
dilakukan perubahan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Garut

Pada Tanggal : Januari 2019

KEPALA UPT PUSKESMAS SUKAMUKTI,

dr. Dinan Bagja Nugraha,[Link]


NIP. 198109222009021004
-3-

LAMPIRAN : KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS


SUKAMUKTI

NOMOR : 003/SK/PKM-SKM/I/2019

TENTANG : PEDOMAN PENYUSUNAN


PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS
(PTP)

PEDOMAN PENYUSUNAN PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS (PTP)


DI UPT PUSKESMAS SUKAMUKTI
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan


Kabupaten/Kota yang bertanggungjawab terhadap pembangunan
kesehatan di wilayah kerjanya. Puskesmas berperan
menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran,
kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar
memperoleh derajat kesehatan yang optimal.
Permenkes RI Nomor 75 Tahun 2014 menyebutkan tugas
Puskesmas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai
tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka
mendukung terwujudnya kecamatan sehat. Dalam melaksanakan
tugas tersebut, Puskesmas menyelenggarakan fungsi
penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) tingkat
pertama dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) tingkat
pertama di wilayah kerjanya secara terintegrasi dan
berkesinambungan.
Upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama meliputi upaya
kesehatan masyarakat esensial dan upaya kesehatan masyarakat
pengembangan.
Upaya kesehatan masyarakat esensial meliputi
1 ) pelayanan promosi kesehatan,
2) pelayanan kesehatan lingkungan,
3) pelayanan kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana,
4) pelayanan gizi,
-4-

5) pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit.


Upaya kesehatan masyarakat pengembangan
merupakan upaya kesehatan masyarakat yang kegiatannya
memerlukan upaya yang sifatnya inovatif dan/atau bersifat
ekstensifikasi dan intensifikasi pelayanan, disesuaikan dengan
prioritas masalah kesehatan, kekhususan wilayah kerja dan potensi
sumber daya yang tersedia di masing - masing Puskesmas.
Upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama
dilaksanakan dalam bentuk
1) Rawat jalan,
2) Pelayanan gawat darurat,
3) Pelayanan satu hari (one day care),
4) Home care dan/atau
5) Rawat inap berdasarkan pertimbangan khusus pelayanan
keseha tan.
Upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dilaksanakan
sesuai dengan standar prosedur operasional dan standar pelayanan.
Penyelenggaraan upaya kesehatan di Puskesmas dapat
terlaksana secara optimal dengan manajemen yang baik. Manajemen
Puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara
sistematik untuk menghasilkan output Puskesmas secara efektif dan
efisien. Manajemen Puskesmas terdiri dari perencanaan, pelaksanaan
dan pengendalian serta pengawasan dan pertanggungjawaban.
Seluruh kegiatan diatas merupakan satu kesatuan yang saling terkait
dan berkesinambungan.
Perencanaan adalah suatu proses kegiatan yang urut yang
harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan dalam rangka
mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan memanfaatkan
sumberdaya yang tersedia secara berhasilguna dan berdayaguna.
Perencanaan Tingkat Puskesmas diartikan sebagai proses
penyusunan rencana kegiatan Puskesmas pada tahun yang akan
datang yang dilakukan secara sistematis untuk mengatasi
masalah atau sebagian masalah kesehatan masyarakat di wilayah
kerjanya.

B. TUJUAN
1. Tersusunnya Rencana Usulan Kegiatan (RUK) Puskesmas untuk
tahun berikutnya
-5-

2. Tersusunnya Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) setelah


diterimanya alokasi sumberdaya untuk pelaksanaan kegiatan.

C. RUANG LINGKUP
Perencanaan Tingkat Puskesmas mencakup semua kegiatan
yang termasuk dalam Upaya Kesehatan Esensial, Upaya Kesehatan
Pengembangan dan Upaya Kesehatan Penunjang. Perencanaan ini
disusun oleh Puskesmas sebagai Rencana Tahunan
Puskesmas.

Perencanaan Tingkat Puskesmas disusun melalui 4 tahap yaitu


:
1. Tahap Persiapan
2. Tahap Analisa Situasi
3. Tahap penyusunan Rencana Usulan Kegiatan
4. Tahap penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan
-6-

BAB II
MEKANISME PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS
Langkah pertama dalam mekanisme Perencanaan Tingkat
Puskesmas adalah dengan menyusun RUK yang meliputi usulan
kegiatan wajib dan usulan kegiatan pengembangan. Penyusunan
RUK Puskesmas harus memperhatikan berbagai kebijakan yang
berlaku baik secara global, Nasional maupun daerah sesuai dengan
hasil kajian data dan informasi yang tersedia di Puskesmas.
Dokumen pendukung yang dimaksud berupa RPJMD, Renstra
Dinkes, dan RSB Puskesmas. Puskesmas perlu mempertimbangkan
masukan dari masyarakat melalui Forum Kesehatan Desa. RUK
harus dilengkapi pula dengan usulan pembiayaan untuk kebutuhan
rutin, sarana, prasarana dan operasional Puskesmas. RUK yang
disusun merupakan RUK tahun mendatang (H+1).
Penyusunan RUK tersebut disusun pada bulan Januari
tahun berjalan (H), berdasarkan hasil kajian pencapaian kegiatan
tahun sebelumnya (H-1), dan diharapkan proses penyusunan RUK
telah selesai dilaksanakan di Puskesmas pada akhir bulan Januari
tahun berjalan (H). RUK yang telah disusun dibahas di Dinas
Kesehatan Kabupaten, diajukan ke Pemerintah Daerah Kabupaten
melalui Dinas Kesehatan Kabupaten. Selanjutnya RUK Puskesmas
yang terangkum dalam usulan Dinas Kesehatan Kabupaten akan
diajukan ke DPRD untuk memperoleh persetujuan pembiayaan dan
dukungan politis.
Setelah mendapat persetujuan dari DPRD, selanjutnya di
serahkan ke Puskesmas melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
Berdasarkan alokasi biaya yang telah disetujui tersebut, Puskesmas
menyusun Rencana Pelaksanaan Kegiatan. Sumber pembiayaan
Puskesmas selain dari anggaran daerah (DAU) adalah dari pusat
yang dialokasikan melalu i Dinas Kesehatan Kabupaten. RPK
disusun dengan melakukan penyesuaian dan tetap
mempertimbangkan masukan dari masyarakat. Penyesuaian ini
dilakukan, oleh karena RPK yang disusun adalah persetujuan atas
-7-

RUK tahun yang lalu (H-1), alokasi yang diterima tidak selalu sesuai
dengan yang diusulkan, adanya perubahan sasaran kegiatan,
tambahan anggaran (selain DAU) dan lain-lainnya. Penyusunan RPK
dilaksanakan pada bulan Januari tahun berjalan, dalam forum
Lokakarya Mini yang pertama.
Untuk memudahkan pemahaman terhadap mekanisme
Perencanaan Tingkat
Puskesmas, dapat dilihat pada alur berikut ini :

PEMDA KABUPATEN /
PENYANDANG DANA LAIN

DINAS KESEHATAN

UKM ESENSIAL
RENCANA USULAN KEGIATAN RENCANA RENCANA
UKM USULAN YANG TELAH BISNIS DAN TAHUNAN
PENGEMBANGAN KEGIATAN DISETUJUI DANA ANGGARAN PUSKESMAS
H+1 DANA LAIN
UKP

MASYARAKAT / FORUM DESA SIAGA


BAB III
TAHAP PENYUSUNAN PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS
A. TAHAP PERSIAPAN

Tahap ini mempersiapkan staf Puskesmas yang terlibat dalam


proses penyusunan Perencanaan Tinkat Puskesmas agar
memperoleh kesamaan pandangan dan pengetahuan untuk
melaksanakan tahap-tahap perencanaan.
Tahap ini dilakukan dengan cara :

1. Kepala Puskesmas membentuk Tim Penyusun Perencanaan


Tingkat Puskesmas yang anggotanya terdiri dari staf
Puskesmas.
2. Kepala Puskesmas menjelaskan tentang pedoman
Perencanaan Tingkat Puskesmas kepada Tim agar
dapat memahami pedoman tersebut demi keberhasilan
penyusunan Perencanaan Tingkat Puskesmas.
3. Puskesmas mempelajari kebijakan dan pengarahan yang
telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas
Kesehatan Provinsi dan Departemen Kesehatan.

B. TAHAP ANALISIS SITUASI

Tahapan ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi


mengenai keadaan dan permasalahan yang dihadapi Puskesmas
melalui proses analisis terhadap data yang dikumpulkan. Tim
yang telah disusun oleh Kepala Puskesmas melakukan
pengumpulan data. Ada 2 (dua) kelompok data yang perlu
dukumpulkan yaitu data umum dan data khusus.
1. Data umum :
a. Peta Wilayah Kerja serta Fasilitas Pelayanan, Data Wilayah
mencakup luas wilayah, jumlah desa/dusun/RT/RW, jarak
desa dengan Puskesmas, waktu tempuh ke Puskesmas. Data
-9-

ini dapat diperoleh di kantor Kelurahan/Desa atau Kantor


Kecamatan.
b. Data Sumber Daya.
Data sumber daya Puskesmas (termasuk Puskesmas
Pembantu dan Bidan di desa) mencakup :
1) Ketenagaan
2) Obat dan bahan habis pakai.
3) Peralatan.
4) Sumber pembiayaan yang berasal dari Pemerintah
(Pusat dan Daerah), Masyarakat dan sumber lainnya.
5) Sarana dan prasarana, antara lain gedung, rumah dinas,
komputer, mesin tik, meubelair, kendaraan.
c. Data Peran Serta Masyarakat
Data ini mencakup jumlah posyandu, kader, dukun bayi dan
tokok masyarakat.
d. Data Penduduk dan Sasaran Program
Data penduduk dan sasaran program mencakup :
jumlah penduduk seluruhnya berdasarkan jenis kelamin,
kelompok umur (sesuai sasaran program), sosio ekonomi
pekerjaan, pendidikan, keluarga miskin (persentasi disetiap
desa/kelurahan). Data ini dapat diperoleh di Kantor
Kelurahan/Desa, Kantor Kecamatan, dan data estimasi
sasaran di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
e. Data sekolah
Data sekolah dapat diperoleh dari Dinas Pendidikan setempat,
mencakup jenis sekolah yang ada, jumlah siswa, klasifikasi
sekolah UKS, jumlah dokter kecil, jumlah guru UKS, dll.
f. Data Kesehatan Lingkungan wilayah kerja Puskesmas
Data kesehatan lingkungan mencakup rumah sehat, tempat
pembuatan makanan/minuman, tempat-tempat umum,
tempat pembuangan sampah, sarana air bersih, jamban
keluarga dan sistem pembuangan air limbah.
-10-

2. Data Khusus (hasil penilaian kinerja Puskesmas)


a. Status kesehatan terdiri dari :
1) Data Kematian
2) Kunjungan Kesakitan
3) Pola penyakit yaitu 10 penyakit terbesar yang ditemukan.
b. Kejadian luar biasa, dapat dilihat pada laporan W1 (simpus).
c. Cakupan program pelayanan kesehatan 1(satu) tahun
terakhir di tiap desa/kelurahan, dapat dilihat dari laporan
penilaian kinerja puskesmas.
d. Hasil survey (bila ada), dapat dilakukan sendiri oleh
puskesmas atau pihak lain.

C. TAHAP PENYUSUNAN RENCANA USULAN KEGIATAN (RUK)


Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK), dilaksanakan
dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Menyusun Rencana Usulan Kegiatan bertujuan untuk
mempertahankan kegiatan yang sudah dicapai pada periode
sebelumnya dan memperbaiki program yang masih
bermasalah.
2. Menyusun rencana kegiatan baru yang disesuaikan dengan
kondisi kesehatan di wilayah tersebut dan kemampuan
Puskesmas.
Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan ini terdiri dari 2 (dua)
langkah, yaitu Analisis Masalah dan Penyusunan Rencana
Usulan Kegiatan.
1. Analisis Masalah
Analisis Masalah dapat dilakukan melalui kesepakatan
kelompok Tim Penyusun Perencanaan Tingkat Puskesmas dan
Forum Kesehatan melalui tahapan :
a) Identifikasi masalah,
Masalah adalah kesenjangan antara harapan dan
kenyataan. Identifikasi masalah dilaksanakan dengan
membuat daftar masalah yang diperoleh dikelompokkan
-11-

menurut jenis program, cakupan, mutu, ketersediaan


sumber daya.
Contoh Tabel Identifikasi Masalah

No Program Target Pencapaia Masalah


1
n
2
3
Dst

b) Menetapkan urutan prioritas masalah


Mengingat adanya keterbatasan kemampuan
mengatasi masalah secara sekaligus, ketidaktersediaan
teknologi atau adanya keterkaitan satu masalah dengan
masalah lainya, maka perlu dipilih masalah prioritas
dengan jalan kesepakatan Tim. Bila tidak dicapai
kesepakatan dapat ditempuh dengan menggunakan kriteria
lain. Dalam penetapan urutan prioritas masalah dapat
mempergunakan berbagai macam metode seperti kriteria
matriks, MCUA, Hanlon, CARL dsb. Penetapan
penggunaan metode tersebut diserahkan kepada masing-
masing Puksesmas.
Contoh kriteria matriks.
Masing-masing kriteria ditetapkan dengan nilai 1 – 5. Nilai
semakin besar jika tingkat urgensinya sangat mendesak,
atau tingkat perkembangan dan tingkat keseriusan
semakin memprihatinkan apabila tidak diatasi. Kemudian
kalikan tingkat urgensi (U) dengan tingkat perkembangan
(G) dan tingkat keseriusan (S). Prioritas masalah
diurutkan berdasarkan hasil perkalian yang paling besar
dari ketiga hal tersebut dan disusun dalam bentuk
matriks.

Masalah Kriteria Masalah Masalah Masalah Masalah


1 2 3 4
Tingkat Urgensi (U)
Tingkat Keseriusan (S)
-12-

Tingkat Perkembangan (G)


UXSXG

Penggunaan kriteria penilaian tidak harus terpaku pada


contoh di atas, akan tetapi dapat disesuaikan dengan
tingkat pemahaman petugas, situasi dan kondisi setempat.

c) Merumuskan masalah
Hal ini mencakup apa masalahnya, siapa yang terkena
masalahnya, berapa besar masalahnya, dimana masalah
itu terjadi dan bila mana masalah itu terjadi (what, who,
when, where, and how).
d) Mencari akar penyebab masalah
Mencari akar masalah dapat dilakukan dengan
menggunakan metode :
1) Diagram sebab akibat dari Ishikawa, atau yang disebut
diagram tulang ikan
2) Pohon masalah (problem trees).
e) Menetapkan cara memecahkan masalah
Menetapkan cara pemecahan masalah dapat dilakukan
dengan kesepakatan di antara anggota tim. Bila tidak
terjadi kesepakatan dapat digunakan kriteria matriks.
Untuk itu harus dicari alternatif pemecahan masalahnya.
Contoh tabel Cara Pemecahan Masalah

Prioritas Penyebab Alternatif Pemecahan Keteranga


NO
masalah Masalah Pemecah Masalah n
1 an terpilih
2 Masalah
3
dst
-13-

2. Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK)


Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan meliputi upaya
kesehatan esensial, upaya kesehatan pengembangan dan
upaya kesehatan penunjang, yang meliputi :
a. Kegiatan tahun yang akan datang (meliputi kegiatan
rutin, sarana/prasarana, operasional dan program hasil
analisis masalah).
b. Kebutuhan sumber daya berdasarkan keterediaan
sumber daya yang ada pada tahun sekarang.
c. Rekapitulasi Rencana Usulan Kegiatan dan sumber
daya yang dibutuhkan ke dalam format RUK
Puskesmas.
Rencana Usulan Kegiatan disusun dalam bentuk matriks
dengan memperhatikan berbagai kebijakan yang berlaku,
baik kesepakatan global, nasional, maupun daerah sesuai
dengan masalah yang ada sebagai hasil dari kajian data dan
informasi yang tersedia di Puskesmas.

2.1. Rencana Usulan Kegiatan Upaya Kesehatan Esensial


a) Menyusun Rencana Usulan Kegiatan Upaya
Kesehatan Esensial ke dalam matriks
Matrik RUK Upaya Kesehatan Esensial
Kebutuhan Indikat Sumbe
Upay Dana Alat Tenaga
No Kegiatan Tujuan Sasara Target Sumberdaya or r Keteranga
a
1 Prom. Kes. n keberha Pembi n
2 Kesehata
Kes. Ling sil an a-
3 KIA
n & KB
4 Gisi Masy. yaan
5 P2M
6 Pengobatan

Catatan:
Kegiatan diisi dengan kegiatan dari paket program yang diusulkan dalam
upaya mencapai usulan program.
Tujuan diisi dengan tujuan dari setiap kegiatan program.
Sasaran adalah jumlah populasi atau area di wilayah kerja yang
akan dicakup dalam kegiatan.
-14-

Target adalah jumlah bagian dari sasaran/ area yang akan


diberikan pelayanan oleh Puskesmas dihitung berdasarkan faktor koreksi
kondisi geografi, jumlah sumber daya dan target pasar serta pencapaian
tahun lalu.
Besar biaya pengacu pada peraturan daerah yang ada.
Sumber pembiayaan dapat berasal dari Pemerintah, swasta, masyarakat
atau pendapatan fungsional Puskesmas.
Keterangan : berisi mekanisme pengusulan melalui :
1) Musrenbang
2) Dinas Kesehatan
3) Operasional
a) Mengajukan Rencana Usulan Kegiatan Upaya Kesehatan
Esensial
RUK Upaya Kesehatan Esensial diajukan ke Dinas Kesehatan
Kabupaten untuk mendapat pembahasan pembiayaan. Apabila
sumber pembiayaan berasal dari non Pemerintah maka
diusulkan kepada institusi yang bersangkutan.
b) Waktu Penyusunan Rencanan Usulan Kegiatan
Jadwal penyusunan RUK dilaksanakan dengan
memperhatikan siklus perencanaan Kabupaten, yaitu jadwal
pembahasan yang dilakukan Kabupaten sehingga RUK
tersebut harus sudah selesai atau sudah di terima oleh Dinas
Kesehatan Kabupaten sebelum dilakukan pembahasan.

2.2. Rencana Usulan Kegiatan Upaya Kesehatan Pengembangan


1. Identifikasi Upaya Kesehatan Pengembangan
Upaya Kesehatan Pengembangan dapat dipilih dari daftar
upaya kesehatan Puskesmas yang telah ada atau dapat
berupa inovasi yang dikembangkan sesuai dengan
permasalahan kesehatan yang terjadi di wilayah kerja
Puskesmas.
Identifikasi masalah dapat dilakukan bersama masyarakat
(Forum Kesehatan Desa) melalui pengumpulan data secara
langsung di lapangan Survey Mawas Diri (SMD), dan
-15-

ditindaklanjuti dengan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)


(lihat langkah analisis masalah), Survei Kepuasan
Masyarakat, dan atau SMS Centre.
Dari hasil identifikasi ini kemungkinan akan muncul usulan
Puskesmas yang sangat beragam. Dengan pertimbangan
kondisi sumber daya yang ada, baik tenaga, sarana maupun
biaya, maka perlu dibuat penyusunan prioritas.

Catatan :
Survey Mawas Diri adalah kegiatan
pengumpulan data untuk mengenali
keadaan dan masalah yang dihadapi, serta
potensi yang dimiliki untuk
mengatasi masalah tersebut. Tahapannya
dimulai dari pengumpulan data primer dan data
sekunder, pengolahan dan penyajian data
masalah dan potensi yang ada.
Survey Mawas Diri dilakukan secara rutin
untuk mengetahui permasalahan
kesehatan di masyarakat. Informasi yang
didapatkan melalui survey ini sangat berguna
bagi identifikasi masalah dan masukan untuk
pemecahan masalah kesehatan di masyarakat.

a) Menyusun Rencana Usulan Kegiatan Upaya


Kesehatan Pengembangan ke dalam matriks.
Matrik Rencana Usulan Kegiatan Upaya Kesehatan Pengembangan

Upaya Kebutuhan Indikator Sumber


No Kesehata Kegiatan Tujuan Sasaran Target Sumberdaya keberhasi Pembiaya
n Dana Alat Tenaga l an - an
1
2
3
4
5
-16-

b) Mengajukan Rencana Usulan Kegiatan Upaya Kesehatan


Pengembangan
RUK Upaya Kesehatan Pengembangan diajukan ke Dinas
Kesehatan Kabupaten bersama-sama dengaan upaya
Kesehatan Wajib untuk pembahasan lebih lanjut. RUK
ini dapat juga dilakukan pembiayaannya kepada pihak
non Pemerintah.
Puskesmas dapat melibatkan potensi yang ada
diwilayahnya untuk ikut serta dalam pembiayaan
tersebut. Penggalangan dana dapat dilakukan kepada
Masyarakat, Perusahaan, Swasta, atau LSM melalui
advokasi dan sosialisasi rencana kegiatan yang terlah
disusun dengan didukung oleh data yang telah di olah,
sehingga dapat dipahami oleh masyarakat dan mitra
kerja Puskesmas. Potensi lainnya dapat pula berasal dari
pendapatan fungsional Puskesmas atau sumber
pembiayaam lainya.

D. TAHAP PENYUSUNAN RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN


(RBA)
Tahap penyusunan RBA baik untuk upaya kesehatan esensial,
upaya kesehatan pengembangan, upaya kesehatan penunjang
maupun upaya inovasi dilaksanakan secara bersama, terpadu
dan terintegrasi. Hal ini sesuai dengan azas penyelenggaraan
Puskesmas yaitu keterpaduan.

Langkah-langkah penyusunan RBA adalah :


1. Mempelajari alokasi kegiatan dan biaya yang sudah
disetujui.
2. Membandingkan alokasi kegiatan yang disetujui dengan
RUK yang diusulkan dan situasi pada saat penyusunan
RBA.
-17-

3. Menyusun rancangan awal, rincian dan volume


kegiatan yang akan dilaksanakan serta sumberdaya
pendukung menurut bulan dan lokasi pelaksanaan.
4. Mengadakan pertemuan untuk membahas kesepakatan
RBA.
5. Menyusun RBA sesuai Perbup 95 Tahun 2014 tentang
Pengelolaan Keuangan BLUD.
-18-

Contoh Matriks Pelaksanaan Kegiatan

Puskesmas..................Tahun..............

Upaya Volume Rincian Lokasi Tenaga


No Kegiatan Sasaran Target Jadwal Biaya
Kesehatan Kegiatan Pelaksanaan Pelaksanaan Pelaksanaan

1 Promkes
2 Kesling
3 KIA/KB
4 [Link]
5 P3M
6 Pengobatan
7 ..................

Tahap-tahap Perencanaan Tingkat Puskesmas

Data Umum

Proses Penyusunan RUK Penysunan RBA


Pengumpulan Data –Upaya Kes Esensial –Upaya [Link]
Persiapan
–Upaya [Link]. –UKM Pengemb.
Data Khusus
(Penilaian Kinerja
Puskesmas )

TAHAP TAHAP ANALISIS DATA TAHAP PENYUSUNAN TAHAP PENYUSUNAN


PERSIAPAN RUK RBA
BAB IV
PENUTUP
Pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas ini diharapkan dapat digunakan
sebagai salah satu pegangan dalam penyusunan dokumen Perencanaan
Tingkat Puskesmas. Dengan demikian Puskesmas diharapkan mampu
menyusun rencana kegiatan tahunannya secara optimal berdasarkan
besarnya masalah yang dihadapi dan kemampuan sumber daya yang ada,
dengan tetap mengembangkan dan membina peran serta masyarakat
dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah
kerjanya.

Ditetapkan di : Garut

Pada Tanggal : Januari 2019

KEPALA UPT PUSKESMAS SUKAMUKTI,

dr. Dinan Bagja Nugraha,[Link]


NIP. 198109222009021004

Anda mungkin juga menyukai