0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan6 halaman

Sinopsis Novel Edensor oleh Andrea Hirata

Novel ini menceritakan petualangan Ikal dan Arai yang merantau ke Eropa untuk kuliah S2 di Perancis setelah mendapat beasiswa. Mereka mengalami berbagai pengalaman baru di budaya Eropa yang berbeda dengan Indonesia. Ikal akhirnya pindah ke Inggris untuk menyelesaikan risetnya.

Diunggah oleh

Rizq Tedy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan6 halaman

Sinopsis Novel Edensor oleh Andrea Hirata

Novel ini menceritakan petualangan Ikal dan Arai yang merantau ke Eropa untuk kuliah S2 di Perancis setelah mendapat beasiswa. Mereka mengalami berbagai pengalaman baru di budaya Eropa yang berbeda dengan Indonesia. Ikal akhirnya pindah ke Inggris untuk menyelesaikan risetnya.

Diunggah oleh

Rizq Tedy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Kevin Ameraldo Abrar

Kelas : 4C

Npm : A1B017082

1. Sinopsis

Edensor
(By : Andrea Hirata)
Novel edensor ini menceritakan tentang petualangan Ikal dan Arai di Eropa. Setelah
berhasil memperoleh beasiswa ke Perancis, mereka berkuliah di Universite de Paris, Sorbone,
disini, Ikal dan Arai mengalami banyak kejadian yang orang biasa sebut sebagai kejutan budaya.
Banyak kebiasaan dan peradaban Eropa yang berlainan sama sekali dengan peradaban yang
selama ini mereka pahami sebagai orang Indonesia. Khususnya melayu. Dalam novel ini juga
Ikal dan Arai kembali menuai karma akibat kenakalan – kenakalan yang pernah mereka lakukan
semasa kecil dan remaja dulu. Novel ini juga menceritakan petualangan Ikal dan Arai meyusuri
Eropa dengan berbagai pengalaman yang mencengangkan, mencekam, membuat kita terbahak-
bahak, dan juga membuat kita berurai air mata.
Selulus SMA Ikal dan Arai memutuskan untuk merantau ke Jawa. Wawancara dari satu
tempat ke tempat lain mereka lalui. Sampai akhirnya Ikal diterima bekerja di kantor pos sambil
kuliah, dan Arai merantau ke Kalimantan, bekerja dan kuliah disana. Nasib Ikal lebih baik di
banding Arai,Ikal menjabat sebagai Pengatur Muda Pos yang berwenang mencairkan wesel.
Sampai akhirnya Ikal dan Arai berhasil menyelesaikan kuliah dan mengikuti tes beasiswa S2 ke
Eropa. Dan kemudian Ikal memutuskan berhenti dari pekerjaannya di Kantor pos. Sampai suatu
saat ketika mereka sedang berada di Belitong, mereka menerima surat pengumuman tes
beasiswa itu dari Dr. Michaela Woodword, Ikal dan Arai berhasil mendapatkan beasiswa itu.
Ketika Ikal dan Arai akan pergi, Arai berusaha menghubungi Zakiah Nurmala, cinta bertepuk
sebelah tangannya untuk pamitan. Namun Zakiah seperti waktu SMA,tak membalas surat Arai.
Begitupun Ikal ia merindukan sosok A Ling yang ia tidak tahu dimana keberadaannya.
Ayah Ikal mengantar kepergian anaknya dengan berat hati di Tanjong Pandan,ketika Ikal
dan Arai berpamitan ayah Ikal menyerahkan bungkusan dan bungkusan itu harus dibuka jika
telah sampai disana. Ayah Ikal sangat bangga kepada Ikal dan Arai,karena Ikal dan arai mampu
mencapai apa yang tak pernah [Link] Bandara Soekarno Hatta Ikal mempelajari
lampiran surat pengumuman beasiswa itu. Ikal dan Arai akan ke Belanda dulu dan akan
dijemput oleh [Link] Somers,seorang pegawai dari kantor perwakilan Uni Eropa.
Sesampainya di bandara Schippol Arai membentangkan tangannya lebar-lebar dan di Belanda
saat itu sedang turun [Link] bandara Ikal dan Arai mencari wanita yang bertugas menjemput
mereka dibandara,tidak ada wanita yang memegang tulisan nama mereka mencari mereka,
yang ada hanyalah gadis muda berandal yang berteriak tak karuan “Oiiiiikkk !Oikkkkk” ia berlari
menuju Ikal dan Arai,mereka pun terkejut,siapakah dia? Ternyata dia adalah [Link],orang
yang diutus untuk menjemputnya dibandara
Setelah dari Belanda Ikal dan Arai meluncur ke Belgia dengan kereta,Brugge adalah
tempat yang dituju. Famke menyuruh IKal menemui Simon Van der Wall (seorang pemilkik kos
). Disana Ikal dan Arai berpisah dengan Famke yang harus kembali ke [Link] dan Arai
memasuki halaman dan tertegun didepan pintu yang membingungkan. Tak ada bel. Yang ad,
disamping pintu,hanya deretan kotak kecil,nomor-nomor lantai gedung, tombol-
tombol,speaker,dan label nama. Dan Ikal memencet tombol berlabel Van Der Wall, setelah
dibingungkan dengan pintu otomatis ini,akhirnya Ikal dan Arai bisa masuk,mereka menuju
lantai 3 menemui Van Der [Link] tinggi besar,santai tapi angker. Karena mereka datang
hari minggu dan bukan hari kerja,maka mereka tidak bisa tinggal diapartemen itu. Mereka pun
meninggalkan gedung yang tak bersahabat itu.
Ikal dan arai pun berangkat ke Prancis dan tiba di terminal bus Gallieni, mereka bergegas
menuruni tangga yang curam menuju metro,mereka pun menaiki metro penumpangnya pun
masih beberapa gelintir saja,setelah sampai di stasiun Trocadero, mereka berjalan menyusuri
lorong dan pelan-pelan menaiki anak tangga. Arai berjalan didepan,tiba-tiba ia memekik
“subhanallah”. Mereka terpaku melihat sosok hitam samar-samar dibalut kabut,tinggi perkass
menjulang. Menara Eiffel laksana nyonya besar. Mereka mendekati Eiffel, disentuhnya Eiffel.
Sebuah mimpi yang menjadi [Link] mulai kuliah di Sorbone, bersama mahasiswa-
mahasiswa dari beragam bangsa didalamnya,membuat kelasnya seperti laboratorium perilaku.
Berbagai macam sifat dan sikap ada disini. Orang Inggris, The British, selalu berkoar-koar seperti
angsa. Mahasiswa yang paling doyan meladeni The British hanya mahasiswa dari negeri Paman
Sam.
Ada beberapa gelintir mahasiswa Jerman, dan yang paling istimewa, seorang wanita
Bavaria nan semlohai. Katya Kristanaema. Katya, Marcus, dan Christian sangat unggul dalam
materi-materi hitungan. Namun Saskia dan Marike bisa dibilang perfect, mereka tak pernah
mengangguk-anggukan kepala sok tahu tak seperti The British yang suka protes. Hanya
abraham, Oxxenbergh, Yoram dan Becky yang mampu menyaingi mereka. Orang-orang yahudi
itu sangat Jenius. Pribadi-pribadi mengangumkan diperlihatkan orang-orang tuan rumah Prancis
: Charlotte, Laborde, Jean Minot, dan Sebastian. Yang lebih menarik ada juga orang-orang
Tionghoa, Eugene Wong, Heidy Ling, Deborah Oh dan Hawking Kong. Sisanya orang yang selalu
terlambat,berantakan dan tergopoh-gopoh adalah The Pathetic Four mereka adalaha MVRC
manoj, Pablo [Link], Ninochka stronovsky dan Ikal. Mereka selalu terbirit-birit mengejar
ketinggalan
Ikal dan Arai memiliki rencana keliling Eropa untuk mengisi liburan ini. Townsend
histeris mendengar ide gila itu. Bagaimana bisa mengamen untuk biaya keliling Eropa sampai ke
afrika. Akan tetapi teman-teman mereka pun akhirnya ikut dengan ide Ikal dan Arai untuk
keliling Eropa dengan pertunjukan jalanannya. Gonzales mencoba penampilannya memain-
mainkan bola. MVRC Manoj tampil dengan busana yang membuat nafas tertahan. Gonzales dan
MVRC Manoj memadukan sepakbola dan tarian. Stansfield mendemokan kebolehannnya
meniup tombon denganteknik [Link] Townsend tak mau kalah melentingkan nada
akordeonnya. Dan akhirnya semua siap berangkat, diiringi lambaian selamat jalan dari semua
sahabat. Townsend ingin membuktikan pada Stansfield bahwa jika ngamen di London, ia bisa
dapat duit lebih banyak dari Stansfield. Maka jalur utamanya ialah Inggris. Stansfield sendiri
memulai perjalanan melalui Swiss. Ninochka menyusuri Prancis selatan menuju turin, Italia.
MVRC Manoj dan gonzales ke Belgia. Ikal dan Arai harus menemui famke menuju ke Belanda.
Ikal dan Arai berbalik kebarat, menuju Olovyannaya diatas tapal Mongolia. Setiap
melewati perkebunan Zaitun mereka melamar kerja membantu petani memetik buahnya demi
upah beberapa butir kentang. Mereka melewati kampung demi kampung. Sebagian adalah
kampung tambang yang telah diabaikan. Mereka terperosok kepedalaman, menjumpai hal-hal
yang aneh seperti orang muslim beribadat seperti Nasrani dan orang Nasrani fasih membaca al-
quran. Ada masyarakat yang memuja kambing,memandikan bayi yang baru lahir dengan darah
lembu,dan melemparkan ari-ari keatas atap. Ada pula komunitas yang patriakis, para istri harus
tidur dilantai dua gedung jerami dan hanya dikunjungi para suami jika [Link] di
Olovyannaya Ikal dan Arai melanjutkan perjalanan ke tanah Parsi:Iran, tak jauh dai Sebelah
timur adalah Mongolia yang sungguh menggoda. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke
Yunani dan merekka bergelimangan uang disini. Namun nasib berbalik mereka alami di
Balkan(Bosnia, Serbia, dan sekitarnya), disana jangankan mengapresiasi seni,mereka bahkan
masih trauma dengan peluru yang baru saja berdesing dari kepala mereka. Dan merekapun
kembali miskin [Link] Rumania mereka bertemu dengan seorang bapak tua berperawakan
kurus yang selalu mengawasi mereka.
Di Rumania mereka bertemu dengan seorang bapak tua berperawakan kurus yang selalu
mengawasi mereka,gerak geriknya mencurigakan. Jika didekati dia menjauh. Suatu malam Ikal
dan Arai tidur disebuah halaman TK,tengah malam tiba-tiba Ikal terbangun karena backpak
yang ia gunakan sebagai bantal ada yang menarik, Ikal dan Arai refleks saling melindungi. Tiga
orang laki-laki dan satu orang perempuan dengan seringai mengancam mereka. Tiba-tiba bapak
tua yang dari tadi mengamati mereka datang menolong mereka dari kegelapan, ia meraih
kepala slang tabungnya dan menyemprot para penjahat itu dengan gas pestisida. Para
perampok itu pun kocar kacir, berteriak dan memaki-maki. Kehidupan malam di Eropa sangat
mengerikan. Kemudian bapak tua itu mendatangi mereka,ia tersenyum bersahabat,ia
mengulurkan tangan menyalami Ikal dan Arai. “Nhama sayha Toha,ashli Purbhalingga.”

Bapak itu tertawa lebar, menakjubkan nun jauh dikota terpencil kumuh di pelosok Rumania,
mereka menemukan orang jawa yang merupakan seorang pembasmi kecoa. Sesampai di Paris
mereka kembali mengerjakan rutinitas kuliah mereka. Namun suatu hari rutinitas itu terpecah.
Katya menelpon Arai dan menyuruhnya segera ke kampus. Tiba dikampus Ikal melihat Arai
digotong, hidungnya berdarah,ia masuk ICU. Arai terserang Asthma [Link] penyakit ini
pula yang dulu merenggur nyawa ayahnya diusia muda. Akhirnya Arai harus dipulangkan ke
Indonesia, Ikal merasa sedih akan berpisah dengan Arai. Hari demi hari Ikal lalui dengan
menyibukan diri dengan risetnya.
Tiba tiba Maurent memanggil Ikal dan mengabarkan Prof Turnbull akan pensiun dan
pulang kampung ke Sheffield Inggris, dan mengabarkan kalau tak ingin kehilangan waktu, Ikal
harus mengikuti exchange program, pindah ke Sheffield Hallam [Link] Ikal pergi
ke Inggris,sesampainya di Terminal Victoria,London. Ikal melnjutkan perjalanan dengan bus
antar kota ke Sheffield, sheffiel memang tak menyenangkan. Berbulan-bulan Ikal tinggal
[Link] akhirnya Ikal pun selesai mengerjakan risetnya. Dan Ikal diundang minum the oleh
keluarga Turnbull kerumahnya dan untuk menandatangani riset Ikal. Rumah Prof Turnbull jauh
diluar Sheffield. Sesampainya dirumah Prof Turnbull,Ikal disapa oleh wanita tua dengan wajah
yang anggun,dan ternyata Prof sedang tidak dirumah,Ikal dipersilahkan masuk. Karena lama
menungu Prof datang,Ikal memutuskan untuk berkeliling desa. Ikal pun menaiki bus desa yang
sudah butut. Didalamnya duduk terpisah segelintir petani,bus meluncur terderak-derak. Diluar
jendela Ikal menikmati pemandangan. Tak terasa lebih dari satu jam Ikal berada didalam bis,
lalu bus menaiki bukit yang landai . Ketika bus berbelok,dedaunan cemara tersibak dan seketika
itu pula tersaji pemandangan yang mengingatkan Ikal pada sesuatu.
Bus merayap, Ikal semakin dekat dengan desa yang dipagari tumpukan batu bulat
berwarna hitam. Ikal bergetar menyaksikan jauh dibawah sana,rumah-rumah penduduk
berselang seling. Ikal merasa menembus lorong waktu dan terlempar dalam negeri khayalan
yang telah lama hidup dalam hatinya. Kemudia Ikal bergegas meminta sopir berhenti. Ikal
kembali teringat akan keindahan tempat ini selama belasan tahun,dan tiba-tiba tersintesa
persis didepan matanya. Kemudian Ikal bertanya kepada seorang ibu untuk memberi tahu
nama tempat ini. Kemudian ibu itu menjawab. “ sure, it’s Edensor…”

2. Pesan Penting Penulis


A. Ciptakan mimipi-mimpi setinggi langit, dan berjuanglah untuk mencapainya. Yakinlah tidak
ada sesuatu yang tidak mungkin terjadi di dunia ini.
B. Jelajahilah seluruh dunia untuk mendapatkan hal-hal baru dan jangan pernah takut untuk
berpetualang. Karena berpetualang tidak hanya membawa kita ke tempat-tempat yang
spektakuler, tidak pula hanya member tantangan ganas yang menghadapkan kita pada
keputusan hitam putih, sehingga kita tahu seperti apa diri kita ini.
C. Carilah cinta sejatimu walaupun harus ke ujung dunia. Temukanlah dia, dan yakinlah cinta
dapat mempersatukan kita.
D. Jangan menyerah !

3. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis tentang ciri-ciri tokoh dalam novel Edensor karya Andrea
Hirata yang dilihat dari ciri-ciri tokoh secara jasmaniah dan secara rohaniah dan jenis-jenis
tokoh dilihat dari tokoh utama dan tokoh tambahan, tokoh protagonis dan tokoh antagonis,
tokoh pipih dan tokoh bulat, dapat disimpulkan sebagai berikut.
1. Ciri-Ciri Tokoh
1.1. Tokoh Ikal
Ciri tokoh Ikal secara jasmaniah, yaitu rambut ikal, berkumis, lemah, kostum lucu, penampilan
menarik.
Ciri tokoh Ikal secara rohaniah, yaitu cerdas, pintar, tidak perduli orang lain, tulus, keras kepala,
penakut, rasa ingin tahu, optimis, taat
beribadah.
1.2. Tokoh Arai
Ciri tokoh Arai secara jasmaniah, yaitu kurus tinggi, berpenampilan norak, gagah.
Ciri tokoh Arai secara rohaniah, yaitu mudah marah, penyayang, cerdas, pekerja keras, suka
menolong, lembut, pemarah, berani, moral yang tidak baik.
1.3. Tokoh Weh
Ciri tokoh Weh secara jasmaniah, yaitu gagah, tubuh yang kuat.
Ciri tokoh Weh secara rohaniah, yaitu tidak beragama, jiwa penolong, cerdas, berani.
1.4. Tokoh Ayah
Ciri tokoh Ayah secara jasmaniah, yaitu wajah yang redup, pekerja keras.

Tokoh yang menjadi tokoh tambahan dalam novel Edensor karya Andrea Hirata adalah tokoh
Arai, Weh, Ayah, Ibu, Katya.
Tokoh yang menjadi tokoh protagonis dalam novel Edensor karya Andrea Hirata adalah tokoh
Ikal.
Tokoh yang menjadi tokoh antagonis dalam novel Edensor karya Andrea Hirata adalah tokoh
Weh, dan Van Der Wall.
Tokoh yang menjadi tokoh pipih dalam novel Edensor karya Andrea Hirata adalah tokoh Ayah.
Tokoh yang menjadi tokoh bulat dalam novel Edensor karya Andrea Hirata adalah tokoh Arai.

4. Penutup
Novel ini bercerita tentang bagaimana Ikal dan arai meraih cita cita mereka dengan
sangat keras dan penuh perjuangan dan mereka tidak pernah lupa dengan tuhan yang maha
kuasa baik sewaktu mereka masih berjuang meraih cita – cita mereka dan saat mereka telah
mendapatkan apa yang mereka inginkan. Demikianlah analisis novel singkat ini yang berjudul
“Edensor” karya Andrea Hirata, diharapkan pembaca dapat mengambil pesan moral yang baik
dan bisa lebih menikmati untuk membaca buku setelah membaca novel “Edensor” karya
Andrea Hirata ini.

Anda mungkin juga menyukai