0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan13 halaman

Document

Dokumen ini membahas tentang kandungan zat aditif dan pewarna pada beberapa jenis makanan dan minuman seperti mie instan, keripik, kecap, dan minuman serbuk instan. Dokumen ini juga menjelaskan efek kesehatan dari zat-zat tersebut apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Diunggah oleh

Mv1092 Jejsjejs
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan13 halaman

Document

Dokumen ini membahas tentang kandungan zat aditif dan pewarna pada beberapa jenis makanan dan minuman seperti mie instan, keripik, kecap, dan minuman serbuk instan. Dokumen ini juga menjelaskan efek kesehatan dari zat-zat tersebut apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Diunggah oleh

Mv1092 Jejsjejs
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama:Muhammad Caesar Mumpuni

Kls. : 8t1

[Link] serbuk instan

minuman serbuk instan rasa buah antara lain; zat pemanis, zat pengawet dan zat pewarna ditambahkan
dengan maksud untuk mempertahankan mutu atau mencegah kerusakan dan memperbaiki
penampakan agar lebih disukai konsumen. Penggunaan zat-zat aditif yang terlalu banyak dapat
menyebabkan gangguan kesehatan yang membahayakan. Tetap ada beberapa zat aditif yang
diperbolehkan. namun pemakaian zat aditif tetap harus sesuai dengan dosisnya. Penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui jenis (identifikasi) dan penentuan kadar zat aditif yang ada dalam minuman serbuk
instan rasa buah, sehingga dapat diketahui produk mana yang layak dikonsumsi.

[Link] Instan

1. Kandungan dalam Mie

Tepung terigu (protein 11-14 persen, natrium karbonat, atau natrium tripolifosfat agar mie menjadi
elastis, vitamin A, B1, B12, B6, C, niasin, asam folat, pantotenat, zat besi, kalsium, gula)

Zat pewarna buatan (tetrazin)

2. Minyak dan bahan penyedap rasa

Bahan penyedap rasa bisa berasal dari penyedap alami seperti bumbu, herbal, penyedap esensial, dan
ekstrak tanaman atau hewan. Tapi sekarang sudah bisa dibuat penyedap buatan, misalnya aroma
bawang putih bisa dihasilkan oleh dialil trisulfida.

3. Bumbu

Monosodium glutamat (MSG) alias vetsin: berbahaya jika di konsumsi berlebihan dan terus menerus.
Ciri-ciri makanan yang mengandung MSG tinggi yaitu menimbulkan rasa haus yang tidak cepat hilang
bila menyantapnya. Hati-hati bagi penderita tekanan darah tinggi. Ambang batas aman mengkonsumsi
MSG yaitu 11 gram per hari.

4. Bahan pelengkap

Berupa potongan sosis, ayam, bawang goreng, cabai kering, dan sebagainya. Titik kristisnya tentu
sumber hewani yang digunakan.

5. Kecap

Bahan dasar kedelai

Monosodium glutamat (MSG) alias vetsin

Bahan pengawet ( metyl para-hydroxybenzoate atau nipagin) dan asam benzoat atau natrium benzoat.
Napagin dan asam benzoat mudah larut dalam tubuh. Sisa asam benzoat dan unsur toksisitasnya mudah
di buang dalam tubuh melalui kencing. Tapi pada penderita asma dan orang yang menderita urticaria
(kaligata alias biduran) sangat peka terhadap asam benzoat. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang
berlebihan bisa menyebabkan iritasi lambung.
6. Saus

Bahan dasar : cabai merah, tomat.

Bahan pengawet ( metyl para-hydroxybenzoate atau nipagin) dan asam benzoat atau natrium benzoat.

[Link] jagung

Bumbu Penguat Rasa

v Monosodium glutamat(MSG)

Sodium 2-Aminopentanedioate

Monosodium glutamat, juga dikenal sebagai sodium glutamat atau MSG, merupakan garam natrium dari
asam glutamat yang merupakan salah satu asam amino non-esensial paling berlimpah yang terbentuk
secara alami. Glutamat dalam MSG memberi rasa umami yang sama seperti glutamat dari makanan lain.
Keduanya secara kimia identik. Produsen makanan industri memasarkan dan menggunakan MSG
sebagai penguat cita rasa karena zat ini mampu menyeimbangkan, menyatukan, dan menyempurnakan
persepsi total rasa lainnyaNama dagang untuk monosodium glutamat termasuk diantaranya AJI-NO-
MOTO®, Vetsin, dan Ac’cent.

MSG murni sendiri tidak mempunyai rasa yang enak jika tidak dikombinasikan dengan bau gurih yang
sesuai. Sebagai pemberi cita rasa dan dalam jumlah yang tepat, MSG memiliki kemampuan untuk
memperkuat senyawa aktif rasa lainnya, menyeimbangkan, dan menyempurnakan rasa keseluruhan
pada masakan tertentu. MSG tercampur dengan baik dengan daging, ikan, daging unggas, berbagai
sayuran, saus, sup, dan marinade, serta meningkatkan kesukaan umum akan makanan tertentu. MSG
menambah kesedapan hanya dalam kadar yang tepat. MSG yang berlebihan akan dengan cepat merusak
rasa masakan. Dengan sifat-sifat ini, MSG dapat digunakan untuk mengurangi asupan garam (sodium),
yang ikut menyebabkan timbulnya hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Rasa makanan rendah-
garam akan menjadi lebih baik dengan penambahan MSG, bahkan dengan pengurangan garam hingga
30%. Kandungan sodium (dalam persen massa) dalam MSG adalah sekitar 3 kali lebih rendah (12%)
daripada dalam natrium klorida (39%).

MSG telah digunakan secara aman selama lebih dari 100 tahun untuk membumbui makanan. Selama
jangka waktu ini, banyak penelitian telah dilakukan untuk memperjelas peranan, manfaat, dan
keamanan MSG. Pada saat ini, badan-badan internasional dan nasional untuk keamanan zat tambahan
makanan menganggap MSG aman untuk dikonsumsi manusia sebagai penguat cita rasa.

v Inosinat dan guanilat


Disodium guanilat

Nama IUPAC dari inosinat adalah Disodium [(2R,3S,4R,5R)-3,4-dihydroxy-5-(6-oxo-3H-purin-9-yl)oxolan-


2-yl]methyl phosphate. Sedangkan nama lain dari inosinat adalah: Disodium 5′-inosinate, Sodium 5′-
inosinate, Disodium inosine 5′-monophosphate, Inosine 5′-(disodium phosphate), dan Sodium inosinate.

Inosinat adalah zat yang digunakan sebagai penyedap rasa, sama halnya dengan MSG. Inosinat biasanya
ditambahkan pada makanan dikombinasikan dengan disodium guanylate; kombinasi ini dikenal sebagai
disodium 5′-ribonucleotides.

Inosinat adalah produk yang relatif mahal, sehingga inosinat biasanya tidak digunakan secara terpisah
dengan asam glutamat, jika disodium inosinate ada dalam daftar bahan, tapi MSG tidak ada,
kemungkinan asam glutamat disediakan sebagai bagian dari bahan lain atau secara alami dalam bahan
lain seperti tomat, keju Parmesan atau ekstrak ragi

Disodium inosinate umumnya dihasilkan dari daging atau dari ikan. Bisa juga dihasilkan dari tepung
tapioka tanpa produk hewani yang terlibat dalam produksi.

Konsumsi inosinat dengan jumlah rata-rata 4 mg per hari, tidak mengakibatkan inosinat menjadi zat
karsinogenik, teratogenisitas, atau efek yang merugikan pada reproduksi.

Pada tahun 2004, disodium inosinate telah dihapus dari daftar aditif makanan oleh Codex Alimentarius
Commission (tapi masih disebutkan pada daftar (2009) terakhir Codex Alimentarius).

Pewarna Makanan

v Tartrazin

Kerpik Happytos ini sekilas terlihat berwarna kuning keemasan, hal ini mengindikasikan terdapatnya
pewarna makanan didalamnya. Salah satu zat pewarna yang sering digunakan adalah tartrazin.

Struktur Tartrazain
Tartrazin atau Yellow 5 atau C.I.29140 adalah bahan pewarna sintetik yang memberikan warna kuning
pada bahan makanan maupun minuman. Bahan ini juga sering dikombinasikan dengan Brilliant Blue FCF
(suatu bahan pewarna) untuk memberikan gradasi warna hijau. Tartrazin banyak terdapat pada produk
makanan, minuman, mie instant, pudding, serta permen. Zat ini juga terdapat dalam sabun, kosmetik,
sampo, serta moisturizers.

Pada jumlah yang tinggi, tartrazin dapat menyebabkan sejumlah alergi dan intoleransi bagi orang-orang
yang intoleransi terhadap aspirin atau penderita asma. Gejala alergi terhadap tartrazin dapat timbul
apabila senyawa ini terhirup atau ditelan. Gejala alergi yang dapat timbul diantaranya adalah sesak
napas, pusing, migrain, pandangan kabur, serta sulit tidur.

Menurut The American Academic of Pediastrics Committee on Drugs, tartrazin dapat menyebabkan
gangguan kesehatan, diantaranya adalah tumor pada kelenjar tiroid, Lymphocytic lymphomas, serta
kerusakan kromosom. Penggunaan tartrazin sendiri telah dihentikan di beberapa negara, yakni Austria,
Norwegia, serta Jerman.

Saat ini, satu-satunya cara paling efektif untuk menghindari tartrazin adalah dengan tidak
mengkonsumsinya sama sekali. Tartrazin dapat diganti oleh pewarna makanan alami, yakni beta karoten
yang sama-sama dapat memberikan warna kuning. Selain itu, jadilah konsumen yang bijak dengan
melihat bahan apakah yang terkandung dalam produk makanan atau minuman yang kita konsumsi.

v Kuning FCF Cl

Nama IUPAC dari FCF Cl adalah Disodium 6-hydroxy-5-[(4-sulfophenyl)azo]-2-naphthalenesulfonate.


Sedangkan nama lainnya adalah Orange Yellow S; FD&C Yellow 6; C.I. 15985; E110.

FCF Cl berguna dalam makanan fermentasi yang harus dipanaskan. FCF Cl dapat ditemukan dalam soda
jeruk, marzipan, gulungan Swiss, selai aprikot, jeruk marmalade, lemon curd, permen, campuran
minuman dan sup paket, margarin, bubuk custard, dikemas makanan penutup gelatin lemon, minuman
energi seperti Lucozade, remah roti, makanan ringan keripik seperti Doritos, mie instan, campuran keju
saus dan bumbu-bumbu bubuk, pewarna makanan kemasan kuning dan hijau, es krim, pil farmasi dan
obat-obatan resep, over-the-counter obat-obatan (terutama obat-obatan anak-anak) cake dekorasi dan
icings, squashes, dan produk-produk buatan lainnya dengan warna kuning, oranye, atau merah.

Pada konsentrasi tinggi, FCF Cl larutan dengan air sebagai pelarutnya mengalami transisi dari fase cairan
isotropik ke kristal cair nematic. Hal ini terjadi pada konsentrasi antara 0,8 M dan 0,9 M pada
temperatur ruang.
FCF Cl adalah versi tersulfonasi dari Sudan I yang mungkin bersifat karsinogenik. FCF Cl menyebabkan
reaksi alergi pada orang dengan intoleransi terhadap aspirin, sehingga mengakibatkan berbagai gejala,
seperti gangguan lambung, diare, muntah, urtikaria, pembengkakan kulit (angioedema) dan migrain.

v Karamel

Selain berwarna kuning keemasan, snack ini agak berwarna kecoklatan. Hal ini disebabkan oleh
pewarna makanan yang disebut karamel. Pewarna karamel adalah pigmen buatan yang dibuat dari
pemanasan gula. Dalam prosesnya, seringkali ditambahkan amoniak. Apabila dibuat dari gula biasa,
bahan ini relatif aman. Tapi ketika diproduksi dengan amonia, muncullah senyawa 2-methylimidazole
dan 4-methylimidazole yang berkaitan dengan kanker pada tikus.

Kebanyakan perusahaan tidak mengungkapkan apakah pewarna yang dipakai dibuat dengan amonia
atau tidak. Cara paling bijak adalah menghindari produk yang dicurigai mengandung bahan ini sebanyak
mungkin. Senyawa ini ditemukan dalam Cola dan minuman ringan lainnya.

Pemanis Buatan (Aspartam)

Aspartame adalah bahan pemanis rendah kalori pengganti gula biasa (sukrosa) yang ditemukan secara
tidak sengaja pada tahun 1965 oleh James Schlatter, peneliti yang pada waktu itu bekerja di [Link]
and Co. dan sedang berusaha mencari obat baru untuk luka dalam. Ketika ia menjilat jarinya untuk
memudahkannya mengambil selembar kertas,

[Link]

CA,A,pewarna

zat aditif yang sering digunakan ialah bahan pewarna. Penggunaan bahan pewarna yang dilakukan di
rumah, biasanya hanya digunakan untuk menambahkan dan memberi sedikit warna agar tampilan
makanan dan juga minuman menjadi terlihat lebih menarik. Hal tersebut berfungsi untuk memunculkan
dan merangsang nafsu makan.

[Link]

Sosis

1.

Daging Ayam didapatkan dari ayam ternak yaitu unggas yang paling banyak diternak di dunia. Daging
ayam selalu dihidangkan sebagai makanan dalam berbagai cara.

2.

Tepung Tapioka Termodifikasi (tepung singkong atau ketela pohon) adalah salah satu komoditi yang
dikelola oleh masyarakat dengan cara pengolahan [Link] tradisional pembuatan tepung
tapioka terdiri dari proses pemarutan singkong yang telah dkupas, kemudan pemerasan penggilasan dan
penyaringan parutan ketela pohon yang telah dicampur dengan air, untuk mendapatkan tepung tapioka.
pada tradisional carai ini dilakukan secara terpisah, dan manual.

3.

Protein Nabati yaitu protein yang berasal dari tumbuhan, jenis protein ini banyak dan sangat
bervariasi dalam bentuk sajian makanan sehat yang kaya akan protein yaitu tahu, tempe dan lain-lain.

4.

Ekstrak Sayuran berasal dari sayuran yang diambil ekstrak nya untuk digunakan sebagai campuran di
dalam pembuatan sosis so nice ini.

5.

Garam adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion), sehingga
membentuk senyawa netral (tanpa bermuatan). Garam terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa.
Natrium klorida (NaCl), bahan utama garam dapur adalah suatu garam.

6.

Mononatrium glutamate atau monosodium glutamat (MSG) yang dikenal di masyarakat sebagai
bumbu masak penting. Fungsinya adalah sebagai penyedap yang menimbulkan rasa gurih atau
"Umami". MSG lebih dikenal dengan nama vetsin atau micin. Secara kimiawiMSG adalah garam natrium
dari asam glutamat. Satu ionhidrogen (dari gugus —OH yang berikatan dengan atomC-alfa, lihat asam
amino) digantikan oleh ion natrium.

7.

Antioksidan Asam Askorbat atau Vitamin c termasuk golongan antioksidan karena sangat mudah
teroksidasi oleh panas, cahaya, dan logam, oleh karena itu penggunaaan vitamin C sebagai antioksidan
semakin sering dijumpai.

8.

Karagenan adalah ekstrasi rumput laut kering Eucheuma dengan air atau aqua alkali. Serat ini
dipergunakan luas sebagai gel, stabilisator; bahan penebal dan pembentuk tekstur dalam industri
makanan.

[Link] sereal

minumansereal1. Penyedap rasa dan aroma (flavour)Penyedap rasa dan aroma yang banyak digunakan
berasal dari golongan [Link]: Isoamil asetat (rasa pisang), isoamilvalerat (rasa apel), butil butirat
(rasa nanas), isobutil propionat (rasa rum)

[Link] rasa (flavour echancer) Bahan penguat rasa atau penyedap makanan yangpaling banyak
digunakan adalah MSG (Monosodium Glutamate) yang sehari-haridikenak dengan nama vetsin.

3. Zat pemanis buatan. Bahan ini tidak atau hamper tidak mempunyai nilai gizi,contohnya sakarin
(kemanisannya 500x gula), dulsin (kemanisannya 250x gula), dan natrium siklamat (kemanisannya 50x
gula) danserbitol.
4. Pengawet Zat aditif

[Link] susu instan

Kafein

Kafein ditemukan didalam beberapa biji daun dan buah dari beberapa tanaman, kopi adalah salah satu
tanaman yang memiliki kandungan kafein yang paling sering dinikmati oleh manusia, kafein dapat
menyebabkan timbulnya gangguan dalam tidur.

Air

Air atau H2O adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kopi, kandungan kimiawi kopi yang satu ini
adalah bagian yang penting bagi tubuh, karena 70% tubuh adalah air dan meskipun kandungan air
didalam kopi terkadang tidak digunakan (dilakukan pengeringan pada biji kopi) namun kandungan air
didalam kopi adalah bagian dari senyawa kimiawi kopi.

Ethyphenol

Zat yang satu ini mungkin asing bagi kita, namun zat ini seperti adalah aroma khusus pada kopi, zat ini
mirip dengan tar dan mengandung pheromone.

Quinic Acid

Rasa asam pada kopi ditentukan pada jumlah zat yang satu ini, kadar quinic acid pada kopi terkadang
jumlahnya berbeda-beda, zat ini digunakan dalam ilmu kedokteran sebagai bahan pembuatan obat flu.

Dicaffeoylquinic Acid

Zat ini adalah salah satu zat antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Meskipun kadar
antioksidan didalam biji kopi tidak sebanyak tumbuhan obat lain, namun kopi adalah salah satu suplayer
antioksidan paling banyak dikonsumsi didunia.

Dimethyl Disulfide
Pada biji kopi yang masih hijau atau belum dikeringkan dan di sangrai, kandungan senyawa ini termasuk
senyawa yang banyak, zat ini lah yang membuat kotoran manusia berbau, mirip dengan senyawa sulfur.

Acetylmethylcarbinol

Zat ini adalah zat yang membuat kopi terasa gurih di lidah, zat ini banyak ditemukan pada mentega.

Putrescine

Zat yang dihasilkan oleh bakteri [Link] ini adalah bakteri yang membuat sesuatu menjadi busuk, zat ini
adalah hasil dari pembusukan dari bakteri tersebut.

Trigonelline

Zat ini adalah zat yang dapat melindungi gigi, meski kadang seorang peminum kopi agak hitam gigi nya,
namun zat ini yang membuat gigi peminum tidak gampang berlubang.

Niacin

Zat yang satu ini adalah senyawa yang kurang baik bagi tubuh, karena senyawa ini dapat menyerap
vitamin-vitamin dalam tubuh, sedangkan vitamin sangat dibutuhkan tubuh untuk proses-proses yang
ada didalam tubuh, oleh karenanya meminum kopi hanya di anjurkan paling banyak 2-3 kali sehari.

Dari penjelasan 10 zat diatas, apakah anda tahu bahwa ada 1 zat kandungan kopi yang masuk dalam
kategori narkoba? Ya benar, zat itu adalah kafein.

Zat ini masuk dalam kategori zat adiktif pada narkoba. Mengapa demikian ? karena jika tidak diatur
dosisnya, zat ini akan membuat pemakai merasakan ketergantungan kepada kopi. Bahkan BNN pun
sudah mengakui bahwa kafein merupakan zat adiktif cukup berbahaya bila dikonsumsi terus menerus
dan akan menyebabkan penyakit seperti kanker.
Kafein merupakan sejenis alkaloid heterosiklik dalam golongan methylxanthine, yang menurut definisi
berarti senyawa organik yang mengandung nitrogen. Alkaloida pada kafein biasanya terdapat dalam biji
tanaman kopi, biji guarana, dan daun teh (theine).

Fungsinya dalam tumbuhan adalah sebagai pestisida alami yang melumpuhkan dan membunuh
serangga yang memakan tumbuhan tersebut.

Farmakokinetik sebuah kafein dimulai pada absorbsi kafein dari saluran pencernaan ke aliran darah
adalah sangat cepat dan mencapai 99% pada manusia yaitu sekitar 45 menit setelah diingesti.

Penyerapannya tidak sempurna apabila diambil sebagai kopi dengan 90% kafein dalam secangkir kopi
akan diabsorbsi dalam waktu 20 menit setelah diminum, dengan efeknya bermula dalam satu jam dan
bertahan selama 3 hingga 4 jam.

Kafein yang diabsorbsi akan didistribusi ke seluruh tubuh. Zat ini dapat melewati sawar otak, plasenta ke
cairan amnion dan fetus, dan ke susu ibu.

[Link] bersoda

minuman bersoda Pewarna (yang diduga memicu kanker)

Nama pewarna pada Coca-Cola bernama 4-methylimidazole (4-MI), senyawa yang diduga memicu
kanker. Meski pihak Coca-Cola bersikeras minuman produksi mereka aman karena kandungan 4-MI yang
tidak berbahaya, nyatanya berbagai penelitian telah membuktikan yang sebaliknya.

Kafein

Di dalam sekaleng Coca-Cola, setidaknya ada 40 mg kafein. Itu adalah setengah kadar kafein dalam
secangkir teh dan sepertiga cangkir kopi. Kafein membuat detak jantung menjadi lebih cepat dan
meningkatkan darah tinggi. Kafein juga membuat tubuh berhenti menyerap zat besi dari makanan. Jadi
pecinta soda biasanya menderita kekurangan zat besi.

Gula

Baik Coca-Cola biasa, zero sugar, maupun jenis diet, semuanya tetap saja mengandung gula. Kebanyakan
gula biasanya memicu obesitas, diabetes tipe 2, serangan jantung, dan juga stroke. Gula dalam Coca-
Cola juga cepat diserap tubuh, sehingga membuat peminumnya mudah lelah dan meningkatkan
keinginan makan makanan manis yang lebih banyak.
Asam fosfat

Asam fosfat adalah senyawa tak berbau yang memberi rasa pada Coca-Cola. Asam fosfat ini biasanya
efektif menghilangkan karat pada besi. Kebanyakan asam fosfat akan merusak ginjal dan melemahkan
tulang. Mengerikan sekali ya?

Bisphenol A

Hampir semua orang tahu tentang bisphenol A. Senyawa ini biasanya ditemukan dalam botol bayi, alat
makan plastik, tempat CD, termasuk kaleng Coca-Cola. Bisphenol A sifatnya mirip hormon estrogen,
sehingga mampu merusak keseimbangan tubuh. Banyak penelitian yang sudah menyebutkan bisphenol
A mampu memicu kanker, kerusakan hati, obesitas, diabetes, dan masalah ketidaksuburan.

[Link] cair siap minum

Komposisi: Susu Sapi Segar, Susu Skim Bubuk, Penstabil Nabati, Garam. Energi Total 120 kkal (energi dari
lemak 30kkal), Lemak Total 3 gram (lemak jenuh 2 gram, kolesterol 10 mg), Protein 9 gram, Karbohidrat
Total 14 gram, Natrium (Sodium) 150 mg, Kalium (Potassium) 440 mg.

[Link] kotak

Vitamin E

Dalam satu cangkir teh mengandung 100-200 IU (international Unit) vitamin E. Jumlah sebanyak ini
merupakan jumlah kebutuhan yang pas bagi manusia dalam sehari. Vitamin E yang cukup dapat
membuat jantung terjaga kesehatannya dan kulit menjadi halus mulus.

Vitamin A

Pada teh, Vitamin berbentuk betakaroten yang merupakan salah satu bentuk vitamin A yang mudah
dicerna oleh tubuh tanpa perlu proses yang lebih lagi.

Vitamin C

Seperti yang banyak orang tahu, vitamin C berguna untuk menjaga daya tahan tubuh. Meskipun dalam
teh tidak terlalu banyak mengandung vitamin C, namun setidaknya dapat menjadi asupan tambahan
vitamin C untuk tubuh anda setelah anda mengkonsumsi buah dan sayuran. Vitamin C juga dikenal
sebagai antioksidan dan menjaga ketahanan tubuh manusia.

Polifenol

Zat ini paling terkenal diantara lainnya karena sering masuk dalam iklan. Polifenol yang terkandung
dalam teh berupa katekin dan flavanol. Senyawa ini termasuk dalam kategori antioksidan yang
memberikan tenaga pada sel untuk menangkap radikal bebas dalam tubuh sehingga mampu mencegah
berkembangnya kanker. Radikal bebas pada umumnya didapat manusia dari polusi udara atau makanan
yang dimakannya.

Yang mungkin belum banyak orang tahu adalah bahwa zat yang terkandung dalam teh sangat mudah
teroksidasi. Daun teh akan teroksidasi jika terkena sinar matahari. Oleh karena itu semakin sedikit
proses teh melibatkan sinar matahari, maka akan semakin baik. Secara umum, teh dibagi menjadi
beberapa jenis yakni putih, hijau, merah dan hitam. Teh yang paling banyak mengandung zat terbaik
adalah teh putih dan hijau karena dalam prosesnya benar-benar tidak melibatkan sinar matahari
sehingga hampir tidak teroksidasi sama sekali. Sedangkan beberapa teh yang lain menggunakan teknik
fermentasi untuk mengeringkannya.

Meskipun begitu, ternyata teh juga mengandung zat yang kurang baik dalam tubuh. Zat itu adalah
kafein. Zat ini disebut tehine dapat menyebabkan proses penyerapan makanan menjadi terhambat. Oleh
karena itu konsumsi teh tidak boleh terlalu banyak. Maksimal konsumsi teh yang diperbolehkan adalah
200 ml atau satu gelas per hari.

Bukan kandungan teh yang dikhawatirkan, melainkan kandungan gula atau zat adiktif lain yang
terkandung di dalamnya, yang bisa jadi tidak baik bagi kesehatan

Kegiatan 2

1. -Kode pewarna makanan:

Kode E status deskripsi kehalalan

Kode pewarna tekstil:

Rhodamin

-Kode pewarna makanan:

E 100 Curcumin (c.1.75300) halal jika bentuk murni

Kode pewarna tekstil:

Methanil Yellow

-kode pewarna makanan?

E 101 Riboflavin(Lactovan,VitaminB2)

Kode pewarna tekstil:

Malachite gren

-kode pewarna makanan:


E 102 tartrazine pewarna halal

Kode pewarna tekstil:

Brilliant Blue

-kode pewarna makanan:

E 104 Quinoline Yellow pewarna halal

-kode pewarna makanan:

E 120, E 122, E 123, E 124

Zat warna yang digunakan dalam kemasan makanan. E 110(Orange Yellow) dalam makanan
jus jeruk, jeli, minuman soda, dan banyak obat-obatan

[Link] pemanis alami dan pemanis buatan

Pemanis Alami

Pemanis alami merupakan bahan pemberi rasa manis yang diperoleh dari bahan-bahan nabati maupun
hewani. Contoh pemanis alami dapat dilihat pada gambar di samping.

Gula tebu mengandung zat pemanis fruktosa yang merupakan salah satu jenis glukosa. Gula tebu atau
gula pasir yang diperoleh dari tanaman tebu merupakan pemanis yang paling banyak digunakan. Selain
memberi rasa manis, gula tebu juga bersifat mengawetkan.

Gula merah merupakan pemanis dengan warna coklat. Gula merah merupakan pemanis kedua yang
banyak digunakan setelah gula pasir. Kebanyakan gula jenis ini digunakan untuk makanan tradisional,
misalnya pada bubur, dodol, kue apem, dan gulali.

Madu merupakan pemanis alami yang dihasilkan oleh lebah madu. Selain sebagai pemanis, madu juga
banyak digunakan sebagai obat.

Kulit kayu manis merupakan kulit kayu yang berfungsi sebagai pemanis. Selain itu kayu manis juga
berfungsi sebagai pengawet.

2. Pemanis Buatan

Pemanis buatan adalah senyawa hasil sintetis laboratorium yang merupakan bahan tambahan makanan
yang dapat menyebabkan rasa manis pada makanan. Pemanis buatan tidak atau hampir tidak
mempunyai nilai gizi. Sebagaimana pemanis alami, pemanis buatan juga mudah larut dalam air.
Beberapa pemanis buatan yang beredar di pasaran di antaranya adalah sebagai berikut.

Aspartam. Aspartam mempunyai nama kimia aspartil fenilalanin metil ester, merupakan pemanis yang
digunakan dalam produk-produk minuman ringan. Aspartam merupakan pemanis yang berkalori sedang.
Tingkat kemanisan dari aspartam 200 kali lebih manis daripada gula pasir. Aspartam dapat terhidrolisis
atau bereaksi dengan air dan kehilangan rasa manis, sehingga lebih cocok digunakan untuk pemanis
yang berkadar air rendah.
Sakarin. Sakarin merupakan pemanis buatan yang paling tua. Tingkat kemanisan sakarin kurang lebih
300 kali lebih manis dibandingkan gula pasir. Namun, jika penambahan sakarin terlalu banyak justru
menimbulkan rasa pahit dan getir. Es krim, gula-gula, es puter, selai, kue kering, dan minuman
fermentasi biasanya diberi pemanis sakarin. Sakarin sangat populer digunakan dalam industri makanan
dan minuman karena harganya yang murah. Namun penggunaan sakarin tidak boleh melampaui batas
maksimal yang ditetapkan, karena bersifat karsogenik (dapat memicu timbulnya kanker). Dalam setiap
kilogram bahan makanan, kadar sakarin yang diperbolehkan adalah 50–300 mg. Sakarin hanya boleh
digunakan untuk makanan rendah kalori, dan dibatasi tingkat konsumsinya sebesar maksimal 0,5 mg
tiap kilogram berat badan per hari. Jika berat badanmu 40 kilogram, berapakah massa kue dengan
kandungan sakarin 50 mg/kg maksimal yang boleh anda konsumsi?

Siklamat. Siklamat terdapat dalam bentuk kalsium dan natrium siklamat dengan tingkat kemanisan yang
dihasilkan kurang lebih 30 kali lebih manis daripada gula pasir. Makanan dan minuman yang sering
dijumpai mengandung siklamat antara lain: es krim, es puter, selai, saus, es lilin, dan berbagai minuman
fermentasi. Beberapa negara melarang penggunaan siklamat karena diperkirakan mempunyai efek
karsinogen. Batas maksimum penggunaan siklamat adalah 500–3.000 mg per kg bahan makanan.

Sorbitol. Sorbitol merupakan pemanis yang biasa digunakan untuk pemanis kismis, selai dan roti, serta
makanan lain.

Asesulfam K. Asesulfam K merupakan senyawa 6-metil-1,2,3-oksatiazin-4(3H)-on-2,3-dioksida atau


merupakan asam asetoasetat dan asam sulfamat. Tingkat kemanisan dari asesulfam K adalah 200 kali
lebih manis daripada gula pasir. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, asesulfam K merupakan
pemanis yang tidak berbahaya.

Perbedaan Pemanis Alami dengan Pemanis Buatan

Orang memilih jenis pemanis untuk makanan yang dikonsumsinya tentu dengan alasan masing-masing.
Pemanis alami tentu lebih aman, tetapi harganya lebih mahal. Pemanis buatan lebih murah, tetapi
aturan pemakaiannya sangat ketat karena bisa menyebabkan efek negatif yang cukup berbahaya. Pada
kadar yang rendah atau tertentu, pemanis buatan masih diijinkan untuk digunakan sebagai bahan
tambahan makanan, tetapi pada kadar yang tinggi bahan ini akan menyebabkan berbagai masalah
kesehatan.

3. Pengganti MSG:

[Link]

[Link] putih

[Link] dan kulit udang

[Link]

Anda mungkin juga menyukai