0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
174 tayangan5 halaman

Analisis Data Raster dengan ArcGIS

Praktikum ini membahas analisis data raster menggunakan ArcGIS, termasuk pembuatan kontur, slope polygon, dan tampilan 3D dari data DEM. Hasil analisis memberikan pemahaman tentang elevasi, kemiringan, dan representasi permukaan bumi secara visual."

Diunggah oleh

Nadea A,s. 14
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
174 tayangan5 halaman

Analisis Data Raster dengan ArcGIS

Praktikum ini membahas analisis data raster menggunakan ArcGIS, termasuk pembuatan kontur, slope polygon, dan tampilan 3D dari data DEM. Hasil analisis memberikan pemahaman tentang elevasi, kemiringan, dan representasi permukaan bumi secara visual."

Diunggah oleh

Nadea A,s. 14
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pertemuan Ke : -9, 10-

Judul Praktikum : Analisa Data Raster (Kontur dan 3D)


Hari / Tanggal : Senin / 6 April 2018
Tempat : Laboratorium Survey Tanah dan Evaluasi Lahan
Nama / NIM : Nadea Arie Saragih / F1D316033
Kelas : Teknik Geofisika
Asisten Praktikum : 1. Rizky Mahardhika
2. Aulia Andriani
3. Ramadhan Prayogo
PrinsipTeori
Data raster adalah suatu data spasial yang dipresentasikan dalam bentuk grid-
grid. Suatu data raster memiliki resolusi yang bergantung pada ukuran pixelnya,
dimana resolusi pixel ini menggambarkan ukuran permukaan yang diwakili oleh
setiap pixelnya. Setiap pixel memiliki atribut tersendiri dan sebuah matrisk memiliki
sejumlah pixel. Pada data model raster matriks diurutkan menurut koordinat kolom
(x) dan barisnya koordinat (y)( Manjela, 2010).
Model data raster memberikan suatu informasi data spasial dalam bentuk yang
gambaran yang telah digeneralisasi. Analisis data raster dapat dilakukan karena
adanya system georeferensi sehingga suatu data spasial memiliki posisi georeferensi
pada setiap gridnya. Struktur data raster memiliki kemampuan berintegrasi dengan
data yang berasal dari penginderaan jauh, yang berstruktur data raster seperti
informasi penggunaan lahan, lereng dan [Link] tersendiri dari analisis data
raster dapat menggambarkan permukaan bumi dalam bentuk citra raster selalu lebih
actual dari bentuk vektornya (Purwantara, 2010).
TujuanPraktikum

Adapun tujuan praktikum mengenai pengenalan aplikasi ArcGis yaitu :


1. Memahami analisa data raster
2. Dapat melakukan analisa data raster menggunakan software ArcGIS.
Alat dan Bahan
1. Laptop
2. Mouse
3. Software arcgis
4. Data ArcGIS (shp) untuk dilakukan analisa

Pelaksanaan Praktikum

START

Buka ArcGis

Add Data

Pilih Shapefile Administrasi Kabupaten Merangin dan


data DEM SRTM Wilayah Provinsi Jambi

Analisis data raster

Didapatkan hasil

Shapefile Batas Area_studi dan data DEM SRTM


Wilayah Provinsi Jambi

Analisis 3-Dimensi

Didapatkan hasil

Dibuat kesimpulan

Selesai
Hasil dan Pembahasan

Pada praktikum analisis data raster dibuat peta kontur dari Shapefile Batas Area
studi dan data DEM SRTM Wilayah Provinsi Jambi. Untuk membuat kontur data
yang memiliki system proyeksi geografis maka perlu dilakukan transformasi
kedalam system proyeksi Mercator. Hal ini karena kontur adalah suatu titik yang
memiliki ketinggian yang sama, dimana titik ini dihubungkan oleh suatu garis
khayal. Untuk membentuk titik-titik dengan ketinggian yang sama tidak bias
dikakukan dengan system proyeksi geografis, untuk itulah perlu dilakukan
transformasi system koordinat menjadi UTM. Pada analisis data raster digunakan
beberapa interval kontur yaitu interval kontur 50, 100, 150 dan seterusnya. Interval
kontur adalah jarak antara dua garis kontur. Pada peta kontur dengan interval berbeda
dapat terlihat bahwa interval kontur 150 dan 100 terdapat perbedaan kerapatan garis
khayal yang menghubungkan ketinggian.

Gambar 1. Kontur 50, 100, 150, 200 dan 250


Gambar diatas adalah hasil kontur dengan interval kontur 50, 100, 150, 200 dan
250 dan skala peta masing-masing Dengan menggunakan interval kontur dan skala
peta maka dapat dihitung ketinggian dari suatu titik pada kontur tersebut.
gambar 1 Slope Poligon

gambar diatas adalah slope polygon dimana hasil analisis menunjukkan adanya
daerah yang permukaannya datar yang diwakili oleh yang berwarna hijau dan
permukaan yang relative curam yang diwakili warna orange.

Gambar 5. Tampilan 3D peta Area Studi

Analisis 3 dimensi menunjukkan permukaan bumi secara 3 dimensi seperti


gambar 5 diatas. Digunakan analisa TIN untuk menginterpretasikan interval
ketinggian yang ditampilkan secara 3 dimensi secara visual dengan arcscene.
Berdasarkan data tampilan 3 dimensi peta area studi diatas dapat diketahui elevasi
tertinggi dan terendah dimana ketinggian terendah berada pada warna biru (50 –
461.111) dan ketinggian tertinggi diwakili warna merah hingga abu-abu (3338.889-
3750).
Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan yaitu :


1. Analisa data raster dapat diterapkan pada permasalahan data spasial untuk
menyelesaikan permasalahan spasial dan mempermudah dalam proses pemodelan
data spasial. Dalam software ArcGIS beberapa tools analisa data vektor terdapat
pada fitur Spatial Data Analyst.
2. Dalam ArcGIS, terdapat bebrapa fitur analisa data raster seperti transformasi
koordinat dilakukan dalam melakukan analisa data lebih lanjut, analisa data
kontur, analisa tingkat kelerengan, analisa arah aspek, dan analisa hillshade.
Prinsip penggunaannya hampir sama yaitu degan memsaukan input data serta
perintah yang ingin dilakukan, kemudian membuat output dari hasil perintah fitur
analisa data raster.

DaftarPustaka

Purwantara, S., D Respati. 2010. Modul Praktikum Sistem Informasi Geografis.


Yogjakarta : LAB FIS UNY.

Manjela, G. 2010. Modul Pelatihan Sistem Informasi Geografis Tingkat


Dasar. Bogor.

Anda mungkin juga menyukai