Arsitektur Modern: Sejarah dan Aliran
Arsitektur Modern: Sejarah dan Aliran
TINJAUAN PUSTAKA
1.1 Arsitektur
dengan segi kehidupan, yaitu : seni, teknik, ruang, letak/geografi dan sejarah. Jika
ditinjau dari segi seni, arsitektur adalah seni bangunan, seperti bentuk dan
dekorasinya. Dari segi teknik, arsitektur dapat diartikan sebagai sistem dalam
struktur, maupun nilai estetikanya. Sedangkan dari segi ruang, arsitektur adalah
aktifitas. Jika ditinjau dari segi sejarah dan letak/geografi, arsitektur adalah
peninggalan sejarah pada suatu daerah dalam batasan waktu dan tempat tertentu.
berkembang pada banyak sisi kehidupan, baik seni, teknik, ruang, maupun
sejarah.
bentuk pada kehidupan manusia karena manusia adalah makhluk hidup yang
ciri-ciri bentuk dan karakter arsitektural dibagi menjadi empat, yaitu: primitif,
tradisional, klasik barat, dan modern. Dalam penelitian ini yang akan dibahas
Arsitektur modern sudah mulai muncul di Eropa pada abad ke-16 yaitu
akhir abad ke-19, sehingga terjadi revolusi sosial dan ekonomi yang mendunia.
awal abad ke-19, sehingga pasca perang dunia I membutuhkan kecepatan dalam
pembangunan kembali dalam jumlah yang sangat besar. Pada saat ini, timbul lah
sampai awal abad ke-20, yaitu: asimetris, semua sisi bangunan dalam komposisi
dan kesatuan bentuk, yaitu : kepala, badan, dan kaki bangunan menyatu dalam
yaitu:
reaksi dari keadaan ini, timbul sebuah gerakan yaitu Art and Craft yang
1896). Pada gerakan ini tidak setuju dengan proses produksi secara
hasil kreativitas para seniman, mulai dari sistem strukturnya sampai pada
ornamen-ornamennya.
2. Nieuwe Kunts
Aliran ini bermula dari Perancis dan Belgia, pada akhir abad ke-19.
Pelopor aliran ini adalah HP. Berlage (1856-1934). Aliran ini memiliki
ini juga mulai meninggalkan ciri-ciri klasik yang realistis, natural dan
Pada tahun 1915, Nieuwe Kunts terpecah menjadi dua bagian, yaitu:
(Handinoto, 2010). Gerakan ini tidak setuju jika mesin digunakan sebagai
pewarnaan pada aneka ragam “bata, lantai, dan kayu” memainkan peran
2.2 De Stijl
oleh kelompok De Stijl yang ada di Belanda dan sama halnya di tempat
lain, yang awalnya dari seni lukis. Nama kelompok ini diambil dari nama
sebuah majalah yang terbit pertama pada tahun 1917. Pada aliran seni, De
Stijl dipelopori oleh Piet Modrian dan Van Doesburg. Tahun 1920, dalam
De Stijl adalah J.J.P Oud, Jan Wils, Robert Van’t Hoff, Gerrit Rietveld,
aliran Purism yang merupakan sifat teguh terhadap peraturan dari orang
indah, sehingga menjadi hal yang penting dalam seni De Stijl. Konsep De
dan dalam komposisi tidak dipengaruhi oleh hubungan antara objek dan
dunia luar.
Stijl. Warna bukan hanya sekedar untuk dekorasi, tetapi juga untuk
mendapatkan ruang. Warna dasar pada aliran ini adalah merah, biru, dan
kuning dan warna tambahan adalah abu-abu dan hitam. Gaya arsitektur De
Stijl tidak hanya berbentuk kubus, balok, dan dinding luar menyatu dengan
dinding dalam, sehingga ruang luar dan dalam menyatu, tetapi juga
3. Art Deco
pada gaya lain, mempunyai bentuk yang masif, kuat dan kokoh, sehingga
sebuah bangunan.
hiasan atau ornamen dan bagian serta bentuk bangunan yang tidak
memiliki fungsi.
rasional atau cara berpikir yang logis. Arsitek aliran ini juga menginginkan
bentuk baru yang murni tanpa dekor, sehingga aliran ini sering disebut
Sejak munculnya aliran ini, unsur utama dan aspek yang paling dominan
pada arsitektur adalah ruang, kedua adalah pencahayaan. Ruang dalam dan
luar dibuat menyatu dan adanya hubungan antara ruang atas dan bawah,
oleh arsitek H.P Berlage. Arsitektur Nieuwe Bouwen lahir sejak akhir abad 19 dan
dengan cara menyebarkan arsitektur kepada masyarakat baru dengan budaya baru
permintaan sebuah solusi baru yang radikal untuk masalah ekonomi, sosial, dan
budaya. Mereka yakin bahwa kelompok arsitek dan seniman akan membuat
Bauen atau Neue Sachlichkeit. Istilah Neue Sachlichkeit pertama kali digunakan
pada tanggal 18 Mei 1923 di sebuah surat edaran oleh G.F Hartlaub, direktur dari
kota dan perumahan, karena kota dan perumahan merupakan kebutuhan primer
dan memiliki peran yang penting, serta saat itu mengalami proses pembaharuan
karena sudah mengalami kerusakan akibat terjadinya perang dunia 1. Tidak hanya
pada rumah kelas menengah, pabrik, kantor, restoran, bioskop, dan fasilitas
Pada arsitektur Nieuwe Bouwen terdapat dua kelompok arsitek yang tidak
dari Rotterdam dan kelompok arsitek De 8 yang berasal dari Amsterdam yang
pertemuan CIAM di Swiss pada tahun 1928. Keduanya merupakan pilar utama
2.3.1 Opbouw
Kelompok arsitek ini berasal dari Rotterdam dan didirikan oleh arsitek
[Link] dan M. Brinkman dan beranggotakan L.C Van der Vlugt, W.H
Gispen, J.J.P Oud, M.A Stam, C. Van Eesteren, J.B Van Loghem, W. Van Tijen
dan P. Zwart. Opbouw merupakan sebuah kelompok yang mana arsitek dan
Kelompok Opbouw juga menolak peran estetika yang dominan. Masuknya J.J.P
Oud, Van Tijen dan Van Eesteren, terutama melalui pengaruh radikalisasi dari
M.A Stam dan Van Loghem, perhimpunan ini menjadi sebuah pusat penyebaran
2.3.2 De 8
Kelompok ini berasal dari Amsterdam didirikan pada tahun 1927 oleh
arsitektur. Prinsip dari kelompok ini adalah anti estetika, tidak dramatis, tidak
romantis, dan kubisme. Selain itu, kelompok ini berlawanan dengan konsep
bentuk. Pada tahun 1928, A Boeken, J. Duiker, dan J.G Wiebenga menjadi
dan perkotaan perlunya cahaya, udara, penghijauan, dan keamanan. Area hijau
yang kuat untuk penciptaan sebuah konsep arsitektural yang sesuai dengan budaya
bencana perang dunia 1. Realisasi konsep tersebut terlihat jelas pada sejumlah
disebut De 8 in Opbouw, yang tetap aktif sebagai sayap CIAM dari Belanda
sampai tahun 1943 (Frampton, 1994). Pada tahun 1932, majalah De 8 en Opbouw
diedarkan. Majalah ini sangat penting bagi gerakan Nieuwe Bouwen dan
yang ada di dalam majalah tersebut terdapat serangan terhadap Amsterdam School
Merkelbach dan Duiker, arsitektur tidak ada hubungannya dengan politik (Dietz,et
al, 1995).
(beton, kaca, dan baja), struktur baru, dan metode produksi yang baru. Kata
“baru” menjadi kata kunci untuk gerakan ini. Konsep dari Nieuwe Bouwen adalah
(Muller, 2011). Yang terpenting dan merupakan slogan utama arsitektur Nieuwe
Bouwen adalah cahaya, udara, dan ruang (Ibelings,1995). Konsep ini disebarkan
di kongres CIAM (Rebel, 1983). Bentuk universal dari arsitektur ini adalah kubus
dan silinder.
Beberapa arsitek utama dari Arsitektur Nieuwe Bouwen, yaitu J.J.P Oud,
Rietveld, dan Van Eesteren berasal dari arsitektur De Stijl yang mana arsitektur
ini bagian dari arsitektur Nieuwe Bouwen. Selain itu, arsitektur ini juga
dipengaruhi oleh kubisme karena bangunan ini dibangun atas tradisi dari Berlage
Namun, pada tahun 1920an J.J.P Oud, Rietveld, dan Van Eesteren meninggalkan
Van Loghem merupakan salah satu wakil terkemuka dari gerakan ini telah
merumuskan prinsip dari gerakan ini. Dia mengatakan bahwa kelompok ini
dan kebutuhan material (fisik) manusia. Hal ini merupakan kebutuhan primer
yang penting untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak (Dietz,et al, 1995).
dengan area hijau, sarana olahraga, dan keamanan menjadi tujuan baru dalam
arsitektur ini. Bangunan menggunakan jendela yang besar pada fasad. Makna
keterbukaan ini tidak hanya sebagai simbol dari pembebasan, tetapi juga sebagai
simbol dari kehigienisan/kesehatan (Dietz,et al, 1995). Hal ini dikarenakan cahaya
matahari dan udara segar yang masuk ke dalam ruangan diperlukan untuk
memperoleh hidup yang sehat. Selain itu, pada arsitektur Nieuwe Bouwen
penggunaan warna bukan sebagai hiasan, tetapi sebagai sarana ekspresi, seperti
pada umumnya penggunaan warna putih pada bangunan Nieuwe Bouwen sebagai
dalam arsitektur ini. Tidak hanya industrialisasi dan standarisasi berperan pada
Pada tahun 1930an, bangunan Nieuwe Bouwen tidak lagi seperti Van
Nelle Factory yang sebagian besar elemen bangunan terdiri dari kaca, beton, dan
baja karena pada saat itu terjadi krisis ekonomi. Selain itu, saat itu terdapat
menggunakan material modern, seperti kaca, baja, dan beton. Sebagai contoh
adalah the Amstel Brewery di Amsterdam, yang mana Eschauzier sebagai arsitek
melengkapi interior dengan perabotan modern. Selain itu, pada rumah sakit de
menggunakan kolom concrete mushroom dan dinding glass curtain yang mana
kolom concrete mushroom dan dinding glass curtain. Namun, pada tahun 1935
Mart Stam mengklaim bahwa modernisasi tidak tergantung pada material, tetapi
tergantung pada letak dimana material itu digunakan. Oleh karena itu, kayu, bata,
dan material lainnya dapat terlihat seperti modern. Stam mengungkapkan hal ini
setelah dia kembali dari Siberia yang mana pada kondisi yang sangat primitif dia
Belanda pada tahun 1915 sampai 1930an. Arsitektur ini muncul akibat dari
kebijakan pemerintah Belanda yang ingin membangun tempat tinggal yang layak
memberikan kualitas hidup yang baik pada para buruh sehingga mereka
mendapatkan tempat tinggal yang nyaman. Para arsitek pun ingin meninggalkan
bentuk lama dan mengeksplorasi bentuk-bentuk yang baru yang menekankan pada
sisi artistik dari arsitektur. Gerakan ini juga diterapkan pada bangunan
sehingga memiliki bentuk yang berbeda dengan bangunan lainnya (ekspresif dan
ini biasanya terdiri dari susunan bata yang dikerjakan dengan keahlian yang tinggi
serta bentuknya sangat plastis (mudah dibentuk). Selain itu, juga menggunakan
ornamen hias walaupun dalam skala yang kecil dan tidak dominan. Walaupun
arsitek dan ahli kerajinan tangan sering bekerja sama, mereka menganggap bahwa
arsitektur adalah unsur yang paling utama, sehingga harus dapat mengatur semua
Expressionist” dan H.P Berlage memiliki peran yang besar dalam gerakan ini,
sehingga pada dasarnya Amsterdam School tetap memegang dasar rasionalis pada
karyanya, walaupun aliran ini menekankan ekspresi pada bentuknya. Salah satu
contoh bangunan yang menerapkan arsitektur Amsterdam School, yaitu Het Schip
Het Schip
Het Schip dirancang oleh Michael de Klerk, yang merupakan seorang tokoh
yang terdiri dari 102 rumah untuk para pekerja, terdapat ruang rapat, dan kantor
pos. Bangunan ini menerapkan brick expressionism yang disusun dengan keahlian
tangan yang tinggi dan bentuk yang sangat plastis. Bentuk yang unik dan
ekspresif membuat bangunan ini memiliki nilai orisinalitas yang tinggi yang mana
Pada bangunan juga terdapat menara yang memiliki bentuk yang ekspresif.
Selain itu, terdapat bentuk yang melengkung pada bangunannya dan adanya
Gambar 2.6 Bangunan Het Schip yang dilihat dari courtyard dan dari luar
(Sumber : Het Schip)
Adanya menara yang memiliki bentuk yang ekspresif dan terdapat elemen
hias pada menara. Selain itu, adanya ornamen hias pada fasad bangunan seperti
ukiran manusia memegang panah yang mana ukiran ini dipercayai sebagai simbol
dari kelas pekerja. Walaupun memiliki unsur dekorasi yang tetap sederhana dan
macam batu bata dibuat oleh para pekerja dengan keahlian yang tinggi. Dengan
Gambar 2.8 Bentuk bangunan yang ekspresif dan unsur dekorasi yang sederhana pada
bangunannya
(Sumber : Het Schip)
Den Haag. Bangunan ini dibangun karena De Bijenkorf ingin membuka cabang
kedua di kota ini dan mengadakan kompetisi untuk menemukan arsitek yang tepat
untuk proyek ini. Terdapat enam arsitek terkenal yang mengirimkan sketsanya,
yaitu : Piet Kramer, Michael de Kerk, J.F Staal, kakak beradik J.G. dan A.D.N.
van Gendt, J.M. Luthmann, A.P.B. Otten, dan W. Hamdorff. Dengan juri adalah
H.P Berlage, J. Gratama dan A. Steeman. Desain yang terpilih adalah desainnya
J.F Staal. Namun, De Bijenkorf mengatakan bahwa nilai estetika terlalu sedikit
Piet Kramer. Bangunan ini dirancang oleh Piet Kramer yang dibangun pada tahun
1925. Dia adalah murid dari Eduard Cuypers dan salah satu arsitek penting dari
Amsterdam school. Dalam desain akhir dan pelaksanaan hampir dua puluh
bulat. Dinding bangunan disusun dari batu bata berwarna merah jingga, dan
terdapat bentuk yang ekspresif pada dindingnya. Selain itu, juga terdapat jendela
kaca besar yang memanjang ke bawah dengan bingkai jendela terbuat dari baja
Gambar 2.10 Department Store De Bijenkorf dan bentuk ekspresif pada dinding luar bangunan
(Sumber : Panoramio, Denhaagfm)
Bentuk ekspresionis tidak hanya berbentuk distorsi, tetapi ada juga arsitek
al., 1997). Contoh bangunan yang dipengaruhi oleh arsitektur Nieuwe Bouwen
Hilversum.
bangunan ini. Selain itu, arsitek sangat memperhatikan aspek cahaya, udara dan
ruang yang mana ketiga aspek ini merupakan slogan utama arsitektur Nieuwe
1997). Selain itu, arsitek dipengaruhi oleh H.P Berlage dalam mendesain
bangunan ini yaitu dipengaruhi oleh arsitektur rasionalisme yang mana berbentuk
sederhana berupa komposisi bidang balok dan kubus. Material yang digunakan
pada bangunan ini adalah bata ekspose yang merupakan salah satu material utama
Gambar 2.12 Town Hall Hilversum Gambar 2.13 Tampak Samping Town
Dilihat dari Courtyard Hall Hilversum
(Sumber: [Link]) (Sumber: Mimoa)
yang terdapat pada bangunan klasik, elemen penghias berbentuk balok pada
jendela yang tidak berfungsi sebagai elemen struktur yang mana melambangkan
bahwa ruang yang ada di dalamnya adalah ruang dewan, serta menara memiliki
bentuk yang ekspresif dan penggunaan menara mengekspresikan status yang luar
biasa dari bangunan ini yaitu merupakan kantor balai kota Hilversum (Bergeijk &
Gambar 2.14 Ornamen Geometris Gambar 2.15 Elemen Penghias berbentuk balok pada jendela
pada Menara (Sumber : Flickr)
(Sumber : Pinterest)
Gambar 2.16 Bentuk menara yang ekspresif dan bentuk balkon yang tidak umum/distorsi
(Sumber : Greatbuildings)
Opbouw yang terbentuk setelah kongres CIAM di Swiss tahun 1928. Kelompok
ini menganut aliran fungsionalisme radikal dan pada tahun 1932, mereka
Opbouw en De 8 (Dietz,et al, 1995). Pada tahun 1932 sampai 1942 merupakan
penting dari arsitektur Nieuwe Bouwen. Kemudian, pada tahun 1943 publikasi
fungsi adalah hal yang sangat tidak diinginkan untuk dibuat karena aliran ini
dari bentuk geometri yang mana bentuk geometri dihasilkan dari pemikiran yang
rasional (Wahid & Alamsyah, 2013). Bentuk geometri yang paling dominan pada
arsitektur fungsionalisme adalah kubus dan balok yang merupakan satu kesatuan
bentuk, sehingga aliran ini sering disebut arsitektur kubisme (Sumalyo, 1997).
pameran Deutscher Werkbund di Stuttgart pada tahun 1927. Perumahan ini terdiri
dari 60 tempat tinggal dengan 5 diantaranya didesain oleh J.J.P Oud, yaitu rumah
ke-5 sampai rumah ke-9. Oud menggunakan beton untuk pertama kalinya pada
rumah - rumah ini. Selain beton, material yang digunakan adalah baja. Tangga
Bangunan ini memiliki bentuk yang kaku dan sederhana yaitu berbentuk
international style (Sheumaker & Wajda, 2008) yang mana arsitektur Nieuwe
Adanya balkon sebagai penghubung antara ruang dalam dan ruang luar. Pada
bagian luar bangunan terdapat taman sehingga udara yang masuk ke dalam
ruangan merupakan udara segar. Adanya pintu dan jendela yang menghadap ke
belakang rumah.
Van der Leeuw House merupakan rumah milik salah satu direktur pabrik
Van Nelle yang bernama C.H Van der Leeuw. Rumah ini dirancang oleh Leendert
Van der Vlugt pada tahun 1928. Bangunan ini menerapkan arsitektur Nieuwe
pada bangunan tidak terdapat ornamen ataupun elemen hias yang mana arsitektur
Pada bangunan ini terdapat balkon agar ruang dalam dan luar dapat menyatu
dan udara maupun cahaya dapat masuk memenuhi ruang dalam. Tangga berada di
luar bangunan sehingga dapat menghubungkan ruang dalam dan ruang luar.
Gambar 2.19 Tampak Depan, Perspektif, dan Tangga pada Bagian Belakang Rumah
(Sumber : Wikipedia, [Link], dan Alamy Stock Photo)
Rumah Sonnoveld
Rumah Sonnoveld didesain oleh Brinkman dan Van der Vlugt pada tahun 1929-
1933. Rumah ini merupakan milik dari salah satu direktur Van Nelle, yaitu
Albertus Sonnoveld.
bentuk yang dominan. Dengan kata lain, bangunan memiliki bentuk yang kaku
yang mana arsitektur fungsionalisme anti terhadap dekorasi. Selain itu, bangunan
ini menggunakan material dan teknologi bangunan modern, seperti beton dan
segar dan cahaya matahari masuk ke dalam seluruh ruangan melalui jendela
horizontal pada fasad bangunan. Dinding luar harus terlihat seperti tirai karena
berbahan kaca.
Tidak hanya udara dan cahaya menjadi slogan utama dari arsitektur
Nieuwe Bouwen, ruang juga merupakan hal yang penting dalam arsitektur
mana kenyaman itu berasal dari kehangatan, terang, dan cahaya yang diberikan
oleh udara dan cahaya matahari yang masuk ke dalam ruang. Banyaknya pintu
terbuka menuju taman atau balkon mendorong penggunaan ruang sekitarnya yang
intensif karena banyaknya penghubung antar ruang dalam dan ruang luar. Balkon
dan taman pada atap didesain agar ruang dalam dapat terbuka ke ruang luar.
Dengan kata lain, ruang dalam dan ruang luar dapat terhubung. Pada ruang luar
terdapat area hijau sehingga menghasilkan udara yang segar karena tujuan utama
yang mendapat pengaruh dari aliran arsitektur tradisional. Arsitektur ini mulai
muncul sesudah perang dunia pertama yang mana arsitek H.P Berlage merupakan
pelopor arsitektur modern di Belanda dan perantara antara tradisional dan modern
tradisional. Selain itu, arsitektur ini mulai berkembang pada tahun 1930an saat
terjadi krisis ekonomi di Belanda, sehingga bangunan Nieuwe Bouwen tidak lagi
seperti pabrik Van Nelle dengan material utamanya adalah kaca, baja, dan beton.
dari daerah atau negaranya. Konsep ini mengarah kepada arsitektur dengan bentuk
monumental, adanya gevel, cerobong asap, jendela berukuran kecil, ornamen hias
ataupun patung, gevel, dan atap pelana (Ibelings, 1995). Awalnya arsitek
fabrikasi, dan berdamai dengan beberapa arsitek fungsionalis. Pada periode yang
Ada tiga contoh bangunan yang menerapkan arsitektur Nieuwe Bouwen lokal,
Zuidplein.
Amsterdam Exchange
Bangunan ini adalah bursa efek yang dibangun di Damrak, pusat kota
Amsterdam oleh seorang arsitek bernama H.P Berlage pada tahun 1897 –
tradisional ke modern.
yang mana konstruksi ini menjadi ciri khas arsitektur tradisional Belanda dan
pada atap bangunan menggunakan konstruksi baja sebagai rangka atapnya dan
bawahnya dipenuhi cahaya matahari. Tidak hanya pada atap, pada fasad
bangunan juga terdapat jendela kaca yang disusun berderet horizontal dan
vertikal, sehingga banyaknya cahaya matahari dan udara yang masuk ke dalam
Selain adanya unsur arsitektur Nieuwe Bouwen pada bangunan ini, adanya
sebagian bangunan beratap pelana, dan terdapat menara yang tinggi sekitar
Pada bangunan ini juga terdapat elemen dekorasi seperti ukiran dan patung
namun kehadirannya tidak mencolok karena dalam bangunan ini, H.P Berlage
yang mana tidak memiliki batas referensi dalam sejarah. Kantor merupakan salah
satu tipe bangunan modern yang mana tradisionalis mampu menciptakan sebuah
1995).
Kantor Amstel awalnya dibangun pada tahun 1870 di padang rumput tepi
sungai agar dapat lebih mudah mengambil air dalam pembuatan bir dan sebagai
jalur transportasi saat pengangkutan produk yang sudah jadi. Bangunan ini
dirancang oleh Eschauzier pada tahun 1930. Pada fasad bangunan menggunakan
material batu bata yang merupakan material tradisional dan terdapat pahatan pada
pintu masuk. Terdapat ornamen pada area sekeliling jendela dan pintu. Interior
bangunan diisi dengan perabotan yang menggunakan material modern yaitu baja
tubular (Ibelings,1995).
Gambar 2.26 Pekspektif dan Detail Pahatan yang Terdapat di Fasad Depan Bangunan
(Sumber : Panoramio dan Amsterdam)
Gambar 2.27 Detail Rangka Bangunan yang Terbuat dari Kayu dan Perabotan yang Terbuat dari
Baja
(Sumber : Iamsterdam)
Rumah susun ini dirancang oleh Willem van Tijen pada tahun 1940 di
yang terdiri dari ratusan rumah. Dia selesai merancang pada akhir tahun 1940 dan
akan dibangun pada tahun 1941, namun persiapan dihentikan karena terjadi
perang dunia kedua. Penggunaan material batu bata pada bangunan ini karena
kurangnya material kaca dan baja. Van Tijen juga berusaha untuk
bangunannya yang ditandai dengan penggunaan material batu bata dan beton
(Ibelings, 1995). Van Tijen dibantu oleh Grossman dan Rietveld dalam
merancang bangunan ini. Pembangunannya dimulai pada akhir tahun 1946 setelah
Gambar 2.29 Konstruksi dan Rangka Baja yang Ada Pada Fasad Bangunan
(Sumber : Pinterest)
Pada tahun 1920, arsitektur modern sampai ke Indonesia yang dibawa oleh
umumnya yaitu kubus, silinder dan lengkungan (Akihary, 1990). Karya A.F
Aalbert di Bandung merupakan karya yang paling ekspresif dari Nieuwe Bouwen
di Indonesia. Bangunan yang dia desain adalah Hotel Savoy Homann, Denis
keterbukaan, garis fasad yang lembut, dan ruang luar memberikan pengaruh yang
adalah C.P. Wolff Schoemaker. Salah satu bangunannya adalah: Villa Isola.
pengaruh yang kuat dari Arsitektur Nieuwe Bouwen dalam konstruksi rangka
Gambar 2.31 Tampak Depan Villa Isola dan Perspektif Villa Isola
(Sumber: Pinterest dan Sky-adventure)
Nieuwe Bouwen karena para arsitek berkarya berpedoman pada gaya arsitektur
ini. Bentuk bangunan menjadi lebih kaku dan tidak seperti bentuk sebelumnya.
Gaya seperti ini menunjukkan peralihan awal menjadi gaya internasional. Contoh
Dibangun pada tahun 1927- 1931. Dirancang oleh Ir. Frans Johan Louwrens
(Handinoto, 2010).
Bouwen yang ada di belanda dengan melakukan adaptasi terhadap iklim dan
Bentuk adaptasi terhadap iklim dapat dilihat pada fasad bangunan karena
fasad berasal dari bahasa latin yang merupakan sinonim dari kata face yang
penyesuaian terhadap kondisi iklim. Menurut Krier (2001), wajah bangunan yang
Adaptasi iklim pada fasad dapat dilihat pada atap, bukaan, dan dinding
arsitektur Nieuwe Bouwen pada bangunan kolonial Belanda di kota Medan, yaitu
dengan memperhatikan atap, bukaan, ventilasi atap, dinding luar, dan bahan
bangunan (material).
1. Atap
Atap merupakan bagian paling atas pada bangunan yang paling dekat
dengan atmosfir (Krier, 2001). Sehingga, atap adalah elemen utama yang harus
diperhatikan dalam mengatasi perubahan iklim pada suatu tempat. Untuk itu, yang
2. Bukaan
Bukaan pada fasad terdiri dari ventilasi (ventilasi atap dan ventilasi
dinding), jendela dan pintu. Hal yang perlu diperhatikan adalah besar- kecilnya
2. Dinding Luar
mengatasi perubahan iklim karena dinding luar merupakan elemen bangunan yang
paling dekat dengan ruang luar selain atap. Hal yang perlu diperhatikan adalah
Merupakan Arsitektur Modern Belanda yang dipelopori oleh H.P Berlage dan muncul pada tahun
1890. Istilah Nieuwe Bouwen mulai berkembang setelah tahun 1920. Karakter arsitektur ini
disebarkan di kongres CIAM, Swiss. Konsep dari Nieuwe Bouwen adalah fleksibel, cahaya,
transparan, kesehatan, dan higienis (Muller, 2011). Slogan utamanya adalah cahaya, udara, dan ruang
(Ibelings, 1995). Nieuwe Bouwen ada tiga jenis, yaitu:
2.9 Kesimpulan
karena terjadinya revolusi industri pada awal abad ke-19, sehingga terjadi
perubahan pada pola pikir & pola hidup manusia (Sumalyo, 1996). Salah satu
yang memiliki slogan utama yaitu : udara, cahaya, dan ruang (Ibelings,1995).
Pada tahun 1920, arsitektur Nieuwe Bouwen masuk dan berkembang di Indonesia
pada tahun 1920an dibawa oleh arsitek muda asal Belanda (Sumalyo, 1993:
Handinoto, 1996 : 2010), sehingga pada tahun 1920an banyak bangunan yang
1996).