MONITOR TABUNG/CRT
Pengertian Monitor CRT
Monitor yang dengan istilah lain disebut dengan VDU (Video Display
Unit) merupakan salah satu bagian yang terpenting pada suatu unit computer.
Monitor adalah sebuah output yang paling sering dipandang bila kita sedang
mengoperasikan sebuah computer. CRT (Cathode Ray Tube) atau tabung sinar
katoda ditemukan oleh Karl Ferdinand Braun, teknologi yang dipakai untuk
membuat sistem tampilan/monitor komputer menggunakan tabung sinar katoda.
Cara Kerja Monitor CRT
Dalam tabung sinar katoda, electron – electron secara hati – hati diarahkan menjadi
pancaran, dan pancaran ini didefleksi oleh medan magnetic untuk menscan
permukaan diujung pandan (anode), yang sebaris dengan bahan berfosfor
(biasanya berdasar atas logam transisi atau rate earth). Ketika electron menyentuh
material pada layar ini, maka electron akan menyebabkan timbulnya cahaya.
Fungsi Monitor CRT
CRT merupakan sebuah tabung penamplian yang banyak digunakan dalam layar
computer, monitor, video, TV, dan oskiloskop. CRT dikembangkan dari hasil kerja
Philo Farnsworth yang dipaki dalam seluruh pesawat televise sampai akhir abad
20, dan merupakan dasar pengembangan dari layar plasma, LCD, dan bentuk
teknologi TV lainnya.
Kelebihan Monitor CRT
1. Warna lebih akurat dan tajam, Monitor CRT memiliki warna yang akurat
atau hampir sama dengan aslinya. Karna alasan ini lah para desainer dan
editor foto lebih suka menggunakan CRT dibanding LCD. Selain itu,
gradasi warna pada monitor CRT masih lebih baik dibanding LCD.
2. Resolusi monitor fleksibel, Monitor CRT dapat menggunakan berbagai
variasi resolusi tanpa mengalami penurunan kualitas gambar.
3. Perawatan mudah, jika rusak dapat di servis, Perawatan monitor CRT
masih lebih mudah dibanding LCD, LCD perawatanya harus ekstra hati-
hati. Selain itu, jika monitor CRT rusak masih dapat diservis, sedangkan
LCD rusak sudah pasti masuk sampah. Selain itu, monitor CRT lebih tahan
jika terbentur atau tersentuh jari tangan pada displaynya
4. Bebas dead pixel, ghosting, dan viewing angle, Monitor CRT tidak terdiri
dari pixel-pixel seperti LCD, sehingga jelas-jelas tidak akan mengalami
dead pixel. Monitor CRT dapat dilahat dari berbagai sisi, tidak seperti LCD
yang bergantung pada spesifikasi viewing angle. Monitor CRT tidak
mengenal response time, sehingga relatif bebas efek ghosting.
5. Harga lebih murah, Kelebihan dari segi harga inilah yang membuat
monitor CRT masih populer.
Kekurangan Monitor CRT
1. Konsumsi listrik, Monitor CRT mengkonsumsi daya listrik 2x lipat
dibanding LCD pada ukuran inch yang sama.
2. Bergantung pada refreshrate, Agar mata tidak lelah mengunakan monitor
CRT, gunakan refreshrate diatas 70hz. Monitor CRT high end mampu
menawarkan refreshrate hingga 120hz bahkan lebih. Makin tinggi makin
baik tentunya. Hal ini tidak berlaku bagi monitor LCD.
3. Radiasi lebih besar, Tidak dapat dipungkiri, monitor CRT memancarkan
radiasi yang lebih besar dibanding monitor LCD. Radiasi ini memiliki
dampak negatif bagi mata sehingga mata cepat lelah atau bahkan membuat
kepala pusing bagi yang sensitif.
4. Rentan distorsi, glare dan flicker, Ini adalah masalah klasik bagi monitor
CRT. Efek distorsi akan terlihat saat kita menggambar lingkaran dengan
menggunakan coreldraw atau software lain. Juka refreshrate terlalu rendah,
menyebabkan monitor menjadi berkedip-kedip (flicker) dan glare (over
brightness).
5. Dimensi besar dan berat, Monitor CRT memiliki ukuran yang besar dan
berat, sehingga tidak cocok untuk ruangan sempit, karena banyak makan
tempat. Cukup melelahkn jika monitor sering dipindah-pindahkan karena
cukup berat.
Komponen Monitor CRT
Pada sebuah monitor CRT terdapat jutaan dot (titik) phospor merah, hijau, dan biru
yang berpendar ketika terkena pancaran elektron yang melewati layar untuk
menghasilkan gambar yang terlihat. Ilustrasi dibawah ini menunjukkan bagaimana
hal ini bekerja didalam monitor CRT.
Istilah anoda dan katoda digunakan dalam elektronika yang artinya sama dengan
terminal positif dan negatif. Sebagai contoh, terminal positif batere sebagai anoda
dan terminal negatifnya sebagai katoda.
Didalam CRT, katoda adalah kawat pijar yang dipanaskan. Kawat pijar tersebut
berada dalam ruang hampa (vacuum) didalam tabung (tube) kaca. Sinar ("ray")
adalah aliran elektron yang dihasilkan oleh sebuah "electron gun" yang dituangkan
pada kawat pijat katoda didalam vacuum. Elektron bersifat negatif. Anoda adalah
terminal positif, sehingga hal ini manarik elektron jatung pada katoda. Layar ini
dilapisi phospor, material yang berpendar jika terkena pancaran elektron.
Ada tiga cara untuk menyaring pancaran elektron untuk mendapatkan gambar
yang benar pada layar monitor yaitu: shadow mask, aperture grill and slot mask.
Teknologi ini juga berpengaruh pada ketajaman (sharpness) tampilan layar.
1. Shadow-mask - "Shadow mask" adalah layar tipis dari metal yang berisi
lubang-lubang yang sangat kecil. Tiga sinar elektron melewati lubang untuk
kemudian fokus pada satu titik pada lapisan phospor pada monitor CRT.
Shadow mask membantu mengontrol sinar elektron sehingga sinar elektron
tersebut jatuh pada lapisan phospor pada intensitas yang tepat untuk
mengahasilkan warna dan gambar yang diinginkan pada layar. Pancaran
sinar yang tidak diinginkan dihalangi atau terhalang (blocked/"shadowed").
2. Aperture-grill - Monitor berbasis teknologi Trinitron, yang dimotori oleh
Sony, menggunakan "aperture-grill" dari pada tipe "shadow-mask".
Aperture grill terdiri kawat-kawat vertikal yang sangat kecil. Pancaran sinar
elektron melewati aperture grill untuk menerangi lapisan phosphor.
Kebanyakan aperture-grill pada monitor mempunyai plat (faceplate) datar
yang bertujuan untuk menampilkan gambar dengan distorsi rendah pada
permukaan layar monitor dari pada plat (faceplate) shadow-mask yang
melengkun. Namun, monitor dengan aperture-grill secara normal lebih
mahal.
3. Slot-mask - Merupakan tipe monitor CRT yang jarang dipakai, tabung
"slot-mask" menggunakan kombinasi teknologi shadow-mask dan aperture-
grill . Layar CRT tipe slot mask tidak menggunakan pelubangan kecil-kecil
seperti pada tipe shadow-mask tetapi menggunakan barisan slot-slot yang
disusun secara vertikal. Rancangan ini menghasilkan gambar yang lebih
terang melalui peningkatan transmisi elektron dikombinasikan dengan
pengaturan dot/titik phosphor pada layar.
----------------------------
MONITOR LCD
Liquid Crystal Display atau dalam bahasa indonesia berarti tampilan keistal cair
yang di kenal dengan LCD, pada LCD pada penampil utama adalah
menggunakan Kristal Cair, sekarang ini LCD sugah banyak dipakai di berbagai
alat elektronik, dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada Kalkulator, Televisi
Kini LCD mendominasi jenis tampilan untuk komputer desktop maupun notebook
karena membutuhkan daya listrik yang rendah, bentuknya tipis, mengeluarkan
sedikit panas dan beresoulusi tinggi.
Pada LCD warna banyak sekali Piksel (titik cahaya) yang terdiri dari satu buah
kristal cair sebagai sebuah titik cahaya, meski demikian masing-masing titik tidak
mempunyai cahaya sendiri. melainkan dari lampu yang berada di dalam perangkat
LCD itu sendiri,Titik cahaya yang jumlahnya puluhan ribu bahkan jutaan inilah
yang membentuk tampilan citra. Kutubpolarisasimedan magnetikwarna diteruskan
sedangkan warna lainnya tersaring. kristal cair yang dilewati arus listrik akan
berubah karena pengaruh yang timbul dan oleh karenanya akan hanya membiarkan
beberapa warna diteruskan sedangkan warna lainnya tersaring.
Liquid Crystal Display (LCD) : Sebuah teknologi layar digital yang
menghasilkan citra pada sebuah permukaan yang rata (flat) dengan memberi sinar
pada kristal cair dan filter berwarna.
Hanya memakan sedikit ruang, rendah daya, dan panas yang dihasilkan
lebih sedikit dibanding monitor CRT (cathode ray tube).
Tidak ada flicker dan kedipannya sangat rendah sehingga enak dipandang
berjam-jam.
Untuk ukuran yang sama, harga lebih mahal dibanding monitor CRT.
Telah lama dipakai sebagai layar untuk laptop, komputer desktop juga telah mulai
menggunakan monitor yang memakai teknologi LCD ini. LCD memiliki banyak
kelebihan dibanding monitor CRT. Mereka mampu menampilkan teks yang jernih
dan tidak ada flicker, yang berarti mengurangi kelelahan mata. Karena tebalnya
kurang dari 10 inci (± 25 cm), monitor LCD untuk desktop mengambil ruang yang
lebih kecil dibanding monitor CRT. Kekurangannya: kualitas warna layar LCD
tidak dapat dibandingkan dengan monitor CRT, dan harganya yang mahal
membuatnya tak terjangkau bagi kebanyakan orang. Ditemukan tahun 1888, kristal
cair merupakan cairan kimia yang molekul-molekulnya dapat diatur sedemikian
rupa bila diberi medan elektrik--seperti molekul-molekul metal bila diberi medan
magnet. Bila diatur dengan benar, sinar dapat melewati kristal cair tersebut.
Baik untuk layar laptop atau desktop, sebuah layar LCD terdiri atas banyak
lapisan, istilahnya adalah "sandwich". Sebuah sumber sinar flourescent, atau
backlight, merupakan lapisan paling bawah. Sinar ini akan melewati filter pertama
dari dua filter pengatur (polarizing). Sinar yang telah terpolarisasi kemudian
melewati sebuah lapisan yang berisi ribuan bintik kristal cair yang dijajarkan pada
sebuah kontainer kecil yang dinamakan cell. Setiap sel, juga dijajarkan membentuk
barisan pada layar; satu cell atau lebih akan membentuk satu pixel (ukuran titik
terkecil pada sebuah layar). Sumber elektrik di sekeliling LCD membentuk sebuah
medan elektrik yang akan menggetarkan molekul kristal, yang akan mengatur sinar
yang akan lewat pada lapisan kedua berupa filter yang terpolarisasi dan
melewatinya. Pada sebuah layar LCD monokrom, seperti pada sebuah PalmPilot
atau jam tangan digital, demikianlah cara kerjanya: Penutup membuka, dan
pekerjaan selesai. Tetapi pada LCD berwarna, seperti pada PC laptop, cara
kerjanya lebih kompleks.
Pada sebuah panel LCD berwarna, setiap pixel terdiri atas tiga buah cell kristal
cair. Setiap ketiga cell tersebut memiliki filter merah, hijau, atau biru (red-green-
blue/RGB). Sinar yang melewati cell yang terfilter tersebut akan menciptakan
warna yang Anda lihat pada LCD. Kadang-kadang sistem yang mengirimkan arus
listrik pada satu cell atau lebih tidak berjalan dengan baik; kejadian tersebut
menimbulkan adanya pixel yang gelap dan "rusak".
Hampir semua LCD berwarna modern--sebagai layar laptop atau monitor desktop--
menggunakan sebuah transistor film yang tipis (thin-film transistor/TFT), yang
dikenal sebagai active matrix, untuk menghidupkan setiap cell. LCD TFT
menciptakan citra yang lebih jelas, jernih dan terang. Teknologi LCD terdahulu
sangat lambat, kurang efisien, dan kontrasnya sangat rendah. Teknologi matriks
terdahulu, passive-matrix, mampu menampilkan teks yang jelas tetapi
meninggalkan bayangan jika tampilan berubah dalam waktu cepat, sehingga tidak
optimal untuk video. Saat ini, sebagian besar palmtop hitam-putih, pager, dan
telepon seluler menggunakan LCD passive-matrix.
Karena LCD mengatur setiap pixel secara terpisah, mereka mampu menampilkan
teks yang lebih jelas dibanding CRT, yang, saat dipusatkan dengan tidak benar,
akan mengaburkan pixel yang dituju (yang menggambarkan citra di layar). Tetapi
kontras LCD yang tinggi dapat menyebabkan masalah terutama jika Anda hendak
menampilkan citra grafis. CRT akan melembutkan pinggiran dari citra grafis,
seperti halnya pada teks, dan walau hal itu membuat teks tidak terbaca pada
resolusi tinggi, pelembutan (softening) dapat mencampurkan dan menutupi gerigi,
contohnya pada foto, yang hasilnya lebih baik dibanding tampilan LCD. Dan juga
LCD hanya memiliki satu resolusi "natural", yaitu terbatas pada jumlah pixel yang
dipasang pada layar. Bila Anda ingin menaikkan resolusinya, misalnya dari
800x600 menjadi 1024x768, untuk layar LCD Anda harus mengemulasikannya
menggunakan software, yang hanya dapat bekerja pada resolusi tertentu.
Seperti CRT, LCD untuk desktop juga dibuat untuk menerima sinyal analog--yang
berbentuk gelombang , berlainan dengan bentuk pulsa biner pada sinyal digital--
dari PC Anda. Ini disebabkan sebagian besar kartu grafis yang beredar saat ini
masih menkonversikan informasi visual dari bentuk digitalnya menjadi analog
sebelum menampilkannya di layar. Tetapi LCD memproses informasi tersebut
secara digital, sehingga bila data analog dari kartu grafis standar mencapai monitor
LCD, monitor tersebut perlu untuk mengkonversi kembali menjadi sebuah bentuk
digital. Semuanya itu dapat menyebabkan goyangan atau bayangan pada layar.
LCD digital terbaru menggunakan kartu grafis khusus yang dilengkapi konektor
digital utnuk menjaga kejernihan tampilannya.
Cara Kerja Monitor LCD
LCD merupakan singkatan dari Liquid Crystal Display. Secara sederhana LCD
terdiri dari dua bagian utama yaitu backlight dan kristal cair. Backlight sendiri
adalah sumber cahaya yang biasanya terdiri dari 1 sampai 4 buah lampu. Lampu
Backlight ini biasanya berwarna putih. Cara kerjanya sebagai berikut : kristal cair
akan menyaring cahaya backlight. Cahaya putih merupakan susunan dari beberapa
ratus spektrum cahaya dengan warna yang berbeda. Beberapa ratus spektrum
cahaya tersebut akan terlihat jika cahaya putih mengalami refleksi atau perubahan
arah sinar. Warna yang akan dihasilkan tergantung pada sudut refleksi. Dengan
memberikan tegangan listrik dengan nilai tertentu maka kristal cair ini dapat
berubah sudutnya. Karena tugas kristal cair adalah untuk merefleksikan cahaya
dari backlight maka cahaya backlight yang sebelumnya putih bisa berubah menjadi
banyak warna sesuai dengan sudut yang terbentuk kristal cair tadi. Kristal cair
bekerja seperti tirai pada jendela. Jika ingin menampilkan warna putih kristal cair
akan membuka selebar-lebarnya sehingga cahaya backlight yang berwarna putih
akan tampil seluruhnya di layar. Namun Jika ingin menampilkan warna hitam.
Kristal Cair akan menutup serapat-rapatnya sehingga tidak ada cahaya backlight
yang yang menembus sehingga otomatis layar akan kelihatan berwarna hitam. Jika
ingin menampilkan warna lainnya tinggal atur sudut refleksi kristal cair.
Untuk mengatur level gelap/terang (brightness) caranya dalah sebagai berikut :
pada waktu kristal cair menutup serapat-rapatnya untuk menghasilkan warna hitam
seharusnya tidak ada cahaya backlight yang menembusnya. Namun kenyataannya
masih ada cahaya backlight yang bisa menembus kristal cair sehingga tidak bisa
menampilkan warna hitam dengan baik. Inilah salah satu kekurangan LCD. Jadi
semakin besar Contrast Ratio maka semakin bagus pula LCD dalam menampilkan
warna. cara paling mudah untuk mengetahui seberapa bagus Contrast Ratio LCD
adalah dengan menampilkan warna hitam di layar. Jika warna hitam tersebut
cenderung abu-abu maka masih ada sedikit cahaya backlight yang berhasil
menembus kristal cair.
LCD bekerja dengan cara membuka dan menutup layaknya tirai. Proses buka tutup
ini berlangsung sangat cepat. Karena itulah ada istilah Response Time di LCD.
Response Time adalah waktu yang diperlukan untuk berubah dari posisi kristal cair
tertutup rapat (waktu menampilkan warna hitam) ke posisi kristal cair terbuka lebar
(waktu menampilkan warna putih). Jadi semakin cepat response time maka
semakin baik. Response Time yang lambat akan menimbulkan cacat gambar yang
disebut ghosting atau jejak gambar. Biasanya pada objek yang bergerak cepat
misal sedang memutar film akan menimbulkan jejak gambar seperti beberapa bujur
sangkar yang terlihat seperti persegi.
Sudut Pandang (Viewing Angle) Monitor LCD memiliki sudut pandang yang
terbatas jika dibandingkan dengan monitor CRT. Gambar objek pada monitor CRT
bisa dilihat dengan jelas dari sudut 180 derajat sekalipun. Namun tidak dengan
monitor LCD. Jika pandangan kita sedikit bergeser dari LCD maka gambar objek
akan terlihat lebih gelap atau lebih terang. Inilah yang menjadi salah satu
kekurangan / kerugian monitor LCD.
Kekurangan Dari LCD
Setiap komputer notebook memiliki sebuah LCD. Laptop generasi awal
menggunakan layar passive-matrix hitam-putih 8-inci (diagonal). Tetapi dengan
berkembangnya LCD ke arah active-matrix, ukuran layarnya membesar. Saat ini
kebanyakan LCD menggunakan panel berbasis TFT, yang mampu memberikan
tampilan yang cerah, dan jernih dalam ukuran layar yang besar. Tetapi ukuran
laptop sendiri tidak dapat dibesarkan. Anda pasti tidak akan menemukan laptop
dengan ukuran layar LCD-nya lebih besar dari 15,1-inci. Layar yang lebih besar
dari itu biasanya digunakan pada LCD desktop.
Banyak vendor PC utama yang mulai menawarkan LCD sebagai pilihan pada
jajaran PC desktop barunya. Gateway, Dell, NEC, dan Acer, semuanya
menawarkan panel datar ini sebagai bagian dari paket sistem desktop murah atau
PC all-in-one untuk SOHO. Agar harga paket tidak melambung, para vendor
biasanya menggunakan komponen yang agak tua sedikit atau yang lebih murah
pada sistemnya, dan lebih mengutamakan segi estetis dari panel datarnya itu,
seperti layaknya perabot dari jaman Star Trek.
ViewSonic, NEC, dan vendor monitor lainnya menawarkan LCD desktop dengan
ukuran dari 14 inci (harganya sekitar US$600) hingga 18 inci (biasanya dengan
label harga lebih dari US$3500 ). Sebagai catatan, vendor menentukan ukuran
layar LCD dari luas layar yang terlihat dan bukan dari ukuran tabungnya, seperti
pada monitor CRT, jadi area yang terlihat pada layar LCD 15 sama dengan pada
layar monitor CRT 17 inci. Beberapa monitor LCD stand-alone dirancang sehingga
layarnya dapat menyesuaikan diri berdasarkan orientasinya, landscape atau
portrait. Beberapa diantaranya bahkan dilengkapi dengan hub USB dan layar
pelindung. Semua itu, tentu saja, menambahkan biaya ekstra pada label harganya.
Hingga kini, pangsa pasar LCD 2 persen dari total penjualan monitor, menurut
analis dari Standford Resources, San Jose, California. Angka itu mungkin akan
berubah jika harganya telah turun. LCD 15 inci, dengan rentang harga US$800
hingga US$1200, merupakan tipe yang paling laris dengan pangsa 75 persen pada
pasar LCD. Sebagai perbandingan, harga monitor CRT 17 inci berkisar pada
US$200 hingga US$350. Para analis berharap harga LCD 15 inci bisa lebih murah
pada tahun ini, dengan semakin berkurangnya biaya perakitan.
Bila Anda harus memilih antara tipe analog atau digital, mungkin Anda harus
mengorbankan kualitas demi alasan ekonomis. Karena model analog harus
mengkonversi sebuah data dua kali, maka mungkin terdapat masalah saat
melakukan rendering. LCD digital mampu mengerjakan tugasnya lebih baik tetapi
memerlukan adapter grafis khusus dengan sebuah interface digital. Jadi, harga
LCD digital lebih mahal dibanding model analog, secara keseluruhan. Dan ingat,
Anda harus membeli adapternya secara terpisah.
Untungnya, perang standar interface digital yang selama ini berlangsung antara
Video Electronic Association (telah lama menjadi badan standar video) yang
membawa standar Digital Flat Panel dengan Digital Display Working Group
(terdiri atas beberapa vendor seperti Intel, Compaq, dan NEC) yang datang dengan
standar Digital Visual Interface, telah berakhir dengan DVI sebagai pemenangnya.
Dukungan luas para vendor terhadap DVI tersebut artinya semua LCD digital
terbaru akan menggunakan standar DVI, termasuk kartu grafis dengan konektor
digitalnya.
----------------------------
MONITOR LED
Perkembangan Monitor memang saat ini sudah masuk ke tahap ramah lingkungan,bukan
hanya Monitor,mungkin untuk kedepannya semua perangkat teknologi akan menggunakan
bahan-bahan yang ramah lingkungan,karena saatnya sekarang memasuki era serba hijau.
Saat ini kita lebih mengenal LCD (Liquid Crystal Display),monitor tipis yang lebih efisien
dari CRT (Cathode-Ray Tube),baik dilihat dari segi bentuknya,juga dilihat dari daya tahan
dan konsumsi [Link] Monitor LCD dan CRT ini sudah di gantikan oleh teknologi
LED (Light Emitting Diode),yang di sinyalir memiliki banyak keunggulan daripada teknologi
para pendahulunya,dan pastinya lebih ramah lingkungan.
Tahukah anda bahwa monitor liquid crystal display (LCD) sebenarnya tidak ramah
lingkungan? Sebab, ketika layarnya dinyalakan dengan menggunakan tabung-
tabung fluorescent (biasanya ada empat), terbentuklah uap merkuri (air raksa) bertekanan
rendah. Nah, merkuri (Hg) ini adalah produk yang berbahaya, yang jika dibuang begitu saja
akan mencemari lingkungan. O ya, tabung-tabung fluorescent/neon itu namanya Cold
Cathode Fluorescent Lamp (CCFL).
Di era serba hijau sekarang, CCFL yang ada di monitor LCD ini perlahan tapi pasti mulai
digantikan oleh light emitting diode (LED). “Pakai teknologi dioda sehingga bisa
menggantikan neon CCFL yang dipakai di LCD. Lebih terang daripada LCD dan lebih
fokus,” ujar Bun Kim San, Business Manager PT Mega Komputindo Lestari, saat
meluncurkan monitor LCD berteknologi LED AOC V22+ Verfino di Jakarta,
Selasa (12/1/2010).([Link]/adminMSI)
Beberapa produsen perangkat komputer yang sudah menggunakan teknologi ini diantaranya
adalah Philips, Samsung, LG, dan Benq. Tentunya seiring dengan perkembangan teknologi
yang semakin pesat, produsen-produsen perangkat komputer merek lainnya khususnya
monitor akan segera menyusul pula. Untuk pasar Indonesia, Benq merupakan salah satu
produk yang memperkenalkan penggunaan LED monitor pertama kali. Produk-produk
monitor dengan menggunakan teknologi LED ini baru muncul untuk produk di kelas monitor
berukuran 19inc keatas, sementara ini belum ada merek tertentu yang menggunakan
teknologi LED dikelas 15inc ataupun 16inc. Produsen monitor terkenal lainnya yang segera
memasarkan monitor dengan teknologi LED adalah Philips, tak lama lagi produk-produk
dengan teknologi LED juga akan di kembangkan oleh Produsen-produsen lain.
Kunggulan-keunggulan LED Monitor
Kemampuan menghasilkan detail gambar yang lebih halus dan lebih sempurna dibandingkan
dengan LCD monitor. Selama ini LCD monitor banyak dikeluhkan oleh pengguna komputer
yang bekerja sebagai desainer grafis, yaitu kemampuan gambar yang dihasilkan oleh LCD
tidak sehalus gambar yang dihasilkan oleh CRT monitor. Karena menggunakan LED,
dipastikan tidak menghasilkan flicker (kedip) lebih sering (diistilahkan sebagai “flicker
free”).Pencahayaan yang dihasilkan oleh LED lebih stabil dibandingan dengan LCD,
sehingga kestabilan cahaya dan warna, serta ketajamannya bisa terjaga selama monitor
[Link] energi yang digunakan lebih sedikit (40 % lebih hemat) dibandingkan
dengan LCD monitor yang masih menggunakan lampu fluorescent sebagai pemancar cahaya.
Hal inilah yang diperbaiki oleh LED monitor, sehingga nantinya seorang desainer grafis bisa
memilih LED monitor sebagai media [Link] lampu LED lebih lama atau mempunyai
masa pakai yang lebih lama dibandingkan LCD [Link] monitor dibandingkan dengan
LCD monitor akan mempunyai berat yang lebih ringan, disamping itu ketebalannya akan
lebih tipis [Link] warna yang lebih tinggi dibandingkan LCD monitor sampai
hampir mendekati warna [Link] Rasio yang cukup tinggi perbandingannya
dibandingkan dengan LCD monitor, misalnya sampai dengan 1.000.000 : [Link]
menggunakan bahan–bahan yang berbahaya bagi lingkungan, salah satunya tidak lagi
menggunakan bahan elektronik yang mengandung mercury. Marilah kita dukung era serba
hijau,yaitu era dimana semua bahan-bahan yang digunakan dalam penerapan teknologi dan
lainnya merupakan bahan-bahan yang ramah lingkungan..GO Green.
Harga LED memiliki harga separuh lebih mahal dibandingkan LCD. LED menggunakan
cahaya pancaran diode (light emitting diode) sebagai sumber cahaya televisi. LED
menggunakan diode untuk membuat banyak vibrant dan image yang berwarna-warni. Warna
hitam akan menajadi benar-benar hitam, bukan hitam abu-abu, dan warna LED lebih realistic
dibandingkan televisi LCD. Televisi LED memiliki kontras rasio 500,000:1, juga refresh rate
yang tinggi untuk membantu menonton acara yang penuh dengan gerakan seperti olahraga
dan film.
----- Fakta LED -----
Kualitas warna gambar seni
Menghemat energy 40 persen dibandingkan televisi LCD dengan ukuran yang sama
Bebas merkuri dan desain yang tipis
Harga TV LED lebih mahal
Tebal LED sekitar sepertiga tebal LCD dengan ukuran yang sama
Sedangkan bobotnya biasanya separuh dari LCD
----- Fakta LCD -----
Kualitas gambar bagus, tapi image bisa tampak ‘terbakar’ di display
Mercury digunakan dalam proses manufaktur
Harga lebih murah dibandingkan LED
----------------------------
MONITOR PLASMA
Monitor Plasma merupakan teknologi yang baru. Namum Teknologi Plasma
sebenarnya sudah ada sejak dahulu dimana Donald L. Bitzer dan H. Gene Slottow
dari Universitas Illinois menciptakan "Tampilan Plasma" pada tahun 1964. Plasma
memiliki ketajaman gambar yang lebih tajam daripada LCD dan LED. Monitor
Plasma umumnya memiliki ukuran 42 inci ke atas sehingga tidak cocok apabila
dijadikan monitor komputer. Plasma biasanya digunakan pada televisi.
Kelebihan Monitor Plasma
Refresh rate yang lebih besar, sehingga meminimalisir tampilan gambar
yang kabur atau berkedip
Contrast ratio yang lebih tinggi, mencapai 1:2.000.000
Sudut pandang yang lebih lebar
Menghasilkan gambar yang lebih tajam
Menghasilkan warna hitam yang lebih baik daripada LCD dan LED
Kekurangan Monitor Plasma
Kualitas gambar akan terus menurun sering dengan lamanya penggunaan
Ukuran cenderung lebih besar dan tidak tersedia di bawah 42 inci
Konsumsi daya listrik yang lebih besar
Monitor Plasma lebih berat karena memiliki tubuh yang besar dan
menggunakan kaca di layarnya untuk menahan gas
Rentan terjadinya burn-in pada saat menampilkan gambar diam dalam
waktu lama
Harganya lebih Mahal dari Monitor lainnya.
***** TERIMA KASIH *****
Sumber : [Link]