0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
135 tayangan6 halaman

Analisis Permintaan dan Penawaran Donat

Skema permintaan dan penawaran donat singkong mencapai titik keseimbangan pada harga Rp526.315 dan kuantitas 8.800 butir. Pajak Rp50/butir menaikkan harga ke Rp532,89 tetapi subsidi Rp100/butir menurunkannya ke Rp513,16. Fungsi tabungan negatif linier terhadap pendapatan sedangkan konsumsi positif linier dan titik impas terjadi pada pendapatan Rp300.000 dengan konsumsi dan tabungan sama besar

Diunggah oleh

dheka pandana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
135 tayangan6 halaman

Analisis Permintaan dan Penawaran Donat

Skema permintaan dan penawaran donat singkong mencapai titik keseimbangan pada harga Rp526.315 dan kuantitas 8.800 butir. Pajak Rp50/butir menaikkan harga ke Rp532,89 tetapi subsidi Rp100/butir menurunkannya ke Rp513,16. Fungsi tabungan negatif linier terhadap pendapatan sedangkan konsumsi positif linier dan titik impas terjadi pada pendapatan Rp300.000 dengan konsumsi dan tabungan sama besar

Diunggah oleh

dheka pandana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Skema permintaan dan penawaran donat singkong


a. Tentukan fungsi permintaan dan fungsi penawaran dari skema di atas !
a) Fungsi Permintaan
Diketahui: Q1 = 1200, P1 = 500 dan Q2 = 800, P2 =750
𝑃2 − 𝑃1
𝑃 − 𝑃1 = (𝑄 − 𝑄1)
𝑄2 − 𝑄1
750 − 500
𝑃 − 500 = (𝑄 − 1200)
800 − 1200
250
𝑃 − 500 = − (𝑄 − 1200)
400
5
𝑃 − 500 = − (𝑄 − 1200)
8
5
𝑃 − 500 = − 𝑄 + 750
8
5
− 𝑄 − 𝑃 + 1250 = 0
8
𝟖
𝑸 = − (𝑷 − 𝟏𝟐𝟓𝟎)
𝟓
𝟖 𝟓
𝑸 = − 𝑷 + 𝟐𝟎𝟎𝟎 atau 𝑷 = − 𝑸 + 𝟏𝟐𝟓𝟎
𝟓 𝟖

b) Fungsi Penawaran
Diketahui: Q1 = 1000, P1 = 500 dan Q2 = 2500, P2 =750
𝑃2 − 𝑃1
𝑃 − 𝑃1 = (𝑄 − 𝑄1)
𝑄2 − 𝑄1
750 − 500
𝑃 − 500 = (𝑄 − 1000)
2500 − 1000
250
𝑃 − 500 = (𝑄 − 1000)
1500
1 1000
𝑃 − 500 = 𝑄 −
6 6
1 1000 3000
𝑃= 𝑄− +
6 6 6
𝑸+𝟐𝟎𝟎𝟎
𝑷= atau 𝑸 = 𝟔𝑷 − 𝟐𝟎𝟎𝟎
𝟔
b. Tentukan titik keseimbangan dari skema permintaan dan penawaran di atas !
Qd = Qs Pd = Ps
𝟖 𝟓 𝑸+𝟐𝟎𝟎𝟎
− 𝟓 𝑷 + 𝟐𝟎𝟎𝟎 = 𝟔𝑷 − 𝟐𝟎𝟎𝟎 − 𝟖 𝑸 + 𝟏𝟐𝟓𝟎 = 𝟔
8 30 5 1 2000−7500
−5𝑃 − 𝑃 = −2000 − 2000 −8 𝑄 − 6 𝑄 =
5 6
38 5 5500
𝑃 = 4000 𝑄=
5 48 6
5 5500 48
𝑃 = 4000 𝑥 𝑄= 𝑥
38 6 5
20000
𝑃= 𝑄 = 1100 𝑥 8
38

𝑷 = 𝟓𝟐𝟔, 𝟑𝟏𝟓 𝑸 = 𝟖𝟖𝟎𝟎

Jadi Keseimbangan tercapai pada tingkat harga P = 526,315 dan kuantitas Q = 8800

c. Jika harga satuan adalah Rp 600, berapa banyak kuantitas yang diminta
konsumen ? dan berapa banyak kuantitas yang ditawarkan oleh produsen ?
c) Permintaan
8
𝑄 = − 𝑃 + 2000
5
8
𝑄 = − (600) + 2000
5
𝑄 = −960 + 2000
𝑸𝒅 = 𝟏𝟎𝟒𝟎
d) Penawaran
𝑄 = 6𝑃 − 2000
𝑄 = 6(600) − 2000
𝑄 = 3600 − 2000
𝑸𝒔 = 𝟏𝟔𝟎𝟎
2. Pajak atau subsidi yang dibebankan atau diberikan oleh pemerintah akan mempengaruhi
harga yang dibayarkan oleh konsumen. Berdasarkan skema permintaan dan penawaran
dalam butir 1 di atas, tentukan titik keseimbangan baru bila:
a. Pemerintah membebani pajak sebesar Rp 50 untuk setiap butir donat yang dijual
produsen ! Pada titik keseimbangannya berapa dana pajak yang diterima
pemerintah ?
8
 Fungsi permintaan tetap: 𝑄𝑑 = − 5 𝑃𝑑 + 2000

 Fungsi penawaran baru adalah: 𝑄𝑠 = 6𝑃𝑠 − 2000 − 50


𝑄𝑠𝑛 = 6𝑃𝑠𝑛 − 2050
 Keseimbangan yang baru : Qd = Qsn
8
− 5 𝑃 + 2000 = 6𝑃 − 2050
8 30
−5𝑃 − 𝑃 = −2050 − 2000
5
5
𝑃 = 4050 𝑥 38

𝑷 = 𝟓𝟑𝟐, 𝟖𝟗
8
𝑄 = − 5 𝑃 + 2000
8
𝑄 = − 5 (532,89) + 2000

𝑸 = 𝟏𝟏𝟒𝟕, 𝟑𝟕
Jadi Keseimbangan tercapai pada tingkat harga P = 𝟓𝟑𝟐, 𝟖𝟗 dan kuantitas Q =
𝟏𝟏𝟒𝟕, 𝟑𝟕
b. Pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 100 untuk setiap butir donat yang dibeli
konsumen !
Pada titik keseimbangannya baru:
8
 Fungsi permintaan tetap: 𝑄𝑑 = − 5 𝑃𝑑 + 2000

 Fungsi penawaran baru adalah: 𝑄𝑠 = 6𝑃𝑠 − 2000 + 100


𝑄𝑠𝑛 = 6𝑃𝑠𝑛 − 1900
 Keseimbangan yang baru : Qd = Qsn
8
− 5 𝑃 + 2000 = 6𝑃 − 1900
8 30
−5𝑃 − 𝑃 = −1900 − 2000
5
5
𝑃 = 3900 𝑥 38

𝑷𝟐 = 𝟓𝟏𝟑, 𝟏𝟔
8
𝑄 = − 5 𝑃 + 2000
8
𝑄 = − 5 (513,16) + 2000

𝑸𝟐 = 𝟏𝟏𝟕𝟖, 𝟗𝟓
Berapa dana subsidi yang dikeluarkan pemerintah ?
𝑄2 𝑥 𝑆 = 1178, 95 𝑥 200 = 𝟐𝟑𝟓𝟕𝟗𝟎
Berapa dana subsidi yang dinikmati konsumen untuk setiap butir donat ?
𝑃1 − 𝑃2 = 526,315 - 513,16 = 13, 155
Berapa dana subsidi yang dinikmati produsen untuk setiap butir donat ?
𝑠 − (𝑃1 − 𝑃2) = 200 − 13, 155 = 𝟏𝟖𝟓, 𝟖𝟒𝟔
3. Diketahui fungsi konsumsi C=150 + 0.5 Y, tentukanlah:
a. Fungsi tabungan
𝑆 =𝑌−𝐶
𝑆 = 𝑌 − (150 + 0,5 𝑌)
𝑺 = −𝟏𝟓𝟎 + 𝟎, 𝟓 𝒀
b. Jika seperempat dari pendapatan ditabung, berapakah besarnya konsumsi ?
1
Jika, 𝑆 = 𝑌
4

𝑆 =𝑌−𝐶
1
𝑌 = 𝑌 − (150 + 0,5 𝑌)
4
0,25 𝑌 − 𝑌 + 0,5 𝑌 = −150
−0,25 𝑌 = −150
𝑌 = 600, sehingga
𝐶 = 150 + 0,5 𝑌
𝐶 = 150 + 0,5 (600)
𝑪 = 𝟒𝟓𝟎
c. Berapa titik impasnya ?
𝑆= 0
𝑆 =𝑌−𝐶
0 = 𝑌 − (150 + 0,5 𝑌)
0 = −150 + 0,5 𝑌
𝑌 = 300, sehingga
𝐶 = 150 + 0,5 𝑌
𝐶 = 150 + 0,5 (300)
𝑪 = 𝟑𝟎𝟎
4. Hingga dua bulan lalu, si Badu belum mendapat pekerjaan baru setelah di PHK, namun
harus tetap mengeluarkan Rp 750.000/bulan untuk biaya hidupnya. Sekarang si Badu telah
berkerja kembali di PT X dan telah menikmati gaji bulan pertamanya. Gaji yang
diperolehnya sebesar Rp 3.000.000/bulan dan 20% dari gaji tersebut setiap bulannya dapat
ditabung. Bagaimanakah bentuk fungsi konsumsi dan fungsi tabungan si Badu ?.
Diketahui : Y = 0, a = 750.000
 Konsumsi : C = a + b (Y)
C = 750.000 + b(Y)
 Tabungan : S = 20 % x 3.000.000 = 600.000, maka
C = 3.000.000 – 600.000 = 2.400.0000
 Dengan mensubtitusi Y = 3.000.000 dan C = 2.400.000 ke dalam persamaan,
C = 750.000 + bY diperoleh:
2.400.000 = 750.000 + b (3.000.000)
1.650.000 = 3.000.000 b
b = 0,55
Jadi persamaan konsumsinya : C = 750.000 + 0,55 Y
Sementara fungsi tabungan S = -a + (1-b) Y
S = -750.000 + (1-0,55) Y
S = -750.000 + 0,45 Y

Anda mungkin juga menyukai