0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
86 tayangan9 halaman

Penerapan POAC dalam Rekrutmen di GEMS

Dokumen tersebut membahas fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan) dalam perekrutan pegawai di PT Golden Energy Mines Tbk. Perusahaan merencanakan target rekrutmen berdasarkan analisis kebutuhan jangka panjang, mengorganisasi proses seleksi dan penempatan pegawai, serta terus meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan.

Diunggah oleh

Anugrah PrataMa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
86 tayangan9 halaman

Penerapan POAC dalam Rekrutmen di GEMS

Dokumen tersebut membahas fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan) dalam perekrutan pegawai di PT Golden Energy Mines Tbk. Perusahaan merencanakan target rekrutmen berdasarkan analisis kebutuhan jangka panjang, mengorganisasi proses seleksi dan penempatan pegawai, serta terus meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan.

Diunggah oleh

Anugrah PrataMa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mata Kuliah : Manajemen Sumber Daya Kesehatan

Dosen : Dr. Andi Rizki Amelia AP, SKM, [Link]


Konsentrasi : Administrasi dan kebijakan kesehatan (AKK) I

TUGAS PAPER

PENERAPAN FUNGSI MANAJEMEN (POAC)


DALAM PEREKRUTAN PEGAWAI DI PT GOLDEN ENERGY MINES TBK

OLEH :
MUHAMMAD ANUGRAH PRATAMA
0005-10-09-2018

PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
2019
LATAR BELAKANG

PT Golden Energy Mines Tbk merupakan perusahan yang bergerak di bidang


perdagangan hasil tambang dan jasa pertambangan batubara. Pada tanggal 13 Maret 1997
Perseroan didirikan dengan nama PT Bumi Kencana Eka Sakti yang kemudian berubah nama
menjadi PT Golden Energy Mines Tbk pada tanggal 16 November 2010.

Perseroan menjadi perusahaan publik dan tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia
pada tanggal 17 November 2011. Melalui Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) tersebut,
Perseroan memperoleh dana sebesar Rp. 2,205 triliun.

Perseroan memiliki 3 site tambang, dengan anak perusahaan bernama PT Borneo Indobara
(BIB), PT Kuansing Inti Makmur (KIM) dan Anak Perusahaannya (KIM Blok) serta PT Trisula
Kencana Sakti (TKS) yang terletak di berbagai daerah di Indonesia, yaitu Kalimantan Selatan
dan Sumatera Selatan. Produksi batubara pada PT. Golden Energy Mines, Tbk hingga tahun
2015 tercatat mencapai 9.9 juta ton.

1. Fungsi Planning
Fungsi perencanaan atau planning yaitu fungsi yang dilakukan untuk mencapai
tujuan dan target perusahaan. Pencapaian target tentunya membutuhkan penyusunan
strategi dan perencanaan. Untuk itu setiap perusahaan memiliki visi dan misi sebagai
acuan dalam melakukan pencapaian tujuan dan target bisnis. Adapun PT. Golden
Energy Mines, Tbk. memiliki visi dan misi perusahaan sebagai berikut:

Visi
Menjadi perusahaan pertambangan terkemuka di Indonesia dengan menciptakan nilai
tambah bagi para pelanggan dan pemangku kepentingan

Misi
1. Membangun budaya korporat yang berpusat pada sumber daya manusia
2. Fokus kepada keunggulan kegiatan operasional
3. Membangun pertumbuhan berkesinambungan melalui standar keselamatan
kerja yang tinggi, pengembangan program kemasyarakatan yang baik dan
pengelolaan lingkungan hidup yang tangguh
Selain itu, perusahaan terus berusaha untuk meningkatkan kinerja dan mencapai
pertumbuhan jangka panjang yang berkesinambungan. Untuk mencapai tujuan ini,
perusahaan menetapkan strategi usaha utama yang mencakup:
1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia
2. Peningkatan produksi batubara
3. Peningkatan efisiensi biaya penambangan
4. Pembinaan dan peningkatan hubungan dengan pelanggan
5. Peningkatan kapabilitas perdagangan dan pemasaran batubara
6. Perluasan jaringan distribusi pasar
7. Peningkatan jumlah sumber daya dan cadangan batubara
8. Operasional berkelanjutan melalui pemeliharaan lingkungan
9. Pengembangan hubungan baik dengan komunitas lokal

Fungsi planning merupakan suatu titik awal dari sebuah pencapaian. Yakni dengan
merancang suatu target perusahaan. Salah satunya adalah merancang sumber daya,
yaitu dengan merencanakan peningkatan target produksi batubara setiap beberapa
tahun dan merancang setiap kegiatan proses penambangan, dari mulai pemilihan
metode penambangan yang sesuai dengan karakteristik bijih, pemilihan lokasi,
pemilihan kontraktor dan supplier proyek, pemilihan alat, dan lain-lain.

2. Fungsi Organizing
Merupakan salah satu langkah dalam mencapai target dengan menetapkan
struktur organisasi perusahaan dan mengkoordinasi rangkaian perseorangan yang ada
dalam perusahaan sesuai dengan ketetapan yang ada dan sesuai pada porsinya agar
pencapaian tersebut efektif dan efisien. Usaha yang dapat dilakukan dalam organisasi
adalah dengan menetapkan struktur organisasi perusahaan sebagai berikut:
Dalam struktur organisasi tersebut dibutuhkan Komisaris, Direktur dam CEO
sebagai pengambil keputusan dalam perusahaan, mengatur jalannya perusahaan dan
mengawasi perusahaan. Divisi-divisi dibawah CEO tentunya telah ditetapkan sesuai
dengan kebutuhan perusahaan sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya dan
setiap divisi memiliki tugas dan fungsi masing-masing, namun setiap divisi pasti
memiliki hubungan antar satu sama lain. Setiap divisi akan bertanggung jawab
langsung kepada CEO perusahaan.

Adapun fungsi organizing yang ditetapkan dalam perusahaan adalah dengan


kegiatan recruitment pegawai sesuai dengan bidang nya masing-masing. Kegiatan
recruitment penting dalam perusahaan guna mendapatkan sumber daya manusia terbaik
agar dapat memberikan kinerja baik yang dapat menunjang perusahaan dan mencapai
pertumbuhan jangka panjang yang berkesinambungan yang akan berpengaruh kepada
kualitas Sumber Daya Manusia sebagai bagian dari mitra strategis organisasi. Kegiatan
perekrutan perusahaan yang diiringi dengan tahap penyeleksian tingkat tinggi sesuai
dengan pengalaman kerja Sumber Daya Manusia dan kriteria yang diperlukan nantinya
akan masuk ke tahap penempatan Sumber Daya Manusia sesuai dengan bidang ahli
masing-masing pekerja kepada divisi yang bersangkutan.
Dari hasil perekrutan dan penempatan tenaga kerja, selanjutnya yang dilakukan
perusahaan dalam mengatur atau mengorganisir perusahaan dalam meningkatkan
kinerja dan kualitas adalah dengan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan
pemangku kepentingan dengan fokus terhadap kesempurnaan dalam operasional,
meningkatkan pertumbuhan ekonomi bisnis perusahaan dengan standar keamanan
tinggi agar terciptanya keselamatan kerja, program pengembangan organisasi dan
komunitas di daerah pertambangan dengan masyarakat sekitar yang mengutamakan
manajemen lingkungan yang baik.
Proses rekrutmen dilakukan berdasarkan hasil analisa kebutuhan jangka
panjang Perseroan yang dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi karyawan
yang ada. Perseroan menerapkan kebijakan rekrutmen umum dalam menyeleksi
karyawan baru. Di samping itu, Perseroan juga menjalin kerjasama dengan beberapa
headhunter, di mana untuk penentuan headhunter disesuaikan dengan kebutuhan
organisasi yang ada. Pada saat ini beberapa headhunter yang menjalin kerja sama adalah
Kelly Services, JDA, Amrop, JAC, dan JCG dalam memenuhi pemetaan kebutuhan
SDM Perseroan terutama untuk posisi critical. Proses seleksi calon karyawan baru
dimulai dari seleksi kualifikasi, tes tertulis yang terdiri dari tes kepribadian, tes attitude,
tes intelegensia, dan tes kemampuan teknis. Selanjutnya diikuti dengan wawancara
secara komprehensif. Untuk memastikan proses rekrutmen yang tepat waktu,
berkualitas dan sesuai kebutuhan, Perseroan menerapkan kebijakan rekrutmen yang
terstruktur dimulai dari permintaan tenaga kerja sampai dengan proses penerimaan
karyawan, onboarding, dan evaluasi kinerja karyawan pada periode tiga bulan pertama.
Peningkatan produktivitas karyawan dengan menerapkan sistem penilaian karyawan
yang berbasis hasil kerja diukur melalui individual Key Performance Indicators (KPI)
diselaraskan dengan target Perseroan. Selain itu Perseroan juga menerapkan sistem
penilaian bagi Direksi Perseroan dengan menggunakan Balanced Scorecard. Penilaian
tersebut juga diselaraskan dengan strategi Perseroan yang dievaluasi setiap tahunnya.
Perseroan melakukan kajian KPI 2 (dua) kali dalam setahun terhadap semua karyawan
Perseroan untuk menilai kinerja karyawan, termasuk Direksi Perseroan. Perseroan
selalu berusaha agar KPI dan Balance Scorecard dapat selalu selaras dengan strategi
bisnis, rencana dan target Perseroan.
Perusahaan menjalankan in-house training bagi karyawan perusahaan. In-house
training merupakan pelatihan dan pengembangan bagian internal perusahaan, seperti
manajemen perusahaan, keuangan, sumber daya, dan struktur organisasi serta job-desk
daripada setiap peranan.
Sampai dengan akhir tahun 2014, Perseroan mempekerjakan 610 tenaga-tenaga
profesional yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya masing-masing.
Pencapaian prestasi Perseroan hingga hari ini pun tidak lepas dari dukungan yang
diberikan karyawan Perseroan.
Perusahaan juga mengembangkan program GGDP (GEMS Graduate
Development Program) yang berjalan dalam kurun waktu 12 (dua belas) bulan. Dalam
program GGDP ini, peserta yang lolos seleksi awal, wajib mengikuti serangkaian
kegiatan selama 12 (dua belas) bulan mulai dari field orientation, inclass training, OJT
(on the job training), penilaian, presentasi serta tugas-tugas lainnya guna menentukan
kelulusan. Di tahun 2014 ini, Perseroan telah meluluskan 5 (lima) orang GGDP yang
ditempatkan di site dan kantor pusat. Perseroan juga membuka kesempatan bagi para
mahasiswa untuk mengikuti program magang (internship). Selain sebagai bentuk
tanggung jawab sosial perusahaan dalam bidang pendidikan dan mencerdaskan bangsa,
program ini juga berkontribusi dalam proses pencarian talenta muda berbakat untuk
direkrut sebagai karyawan perusahaan setelah lulus dari pendidikan.

3. Fungsi implementasi (Actuating)


Pengimplementasian atau kegiatan penerapan atau aplikasi pada suatu
perencanaan yang telah ditetapkan dalam organisasi. Sehingga dapat menghasilkan
kinerja yang terorganisir dan mencapai tujuan perusahaan yang telah direncanakan.
Implementasi merupakan aplikasi dari perencanaan dan proses penerapan dari tujuan-
tujuan yang telah ditetapkan, dalam bentuk kepemimpinan, bimbingan, menetapkan
kebijakan serta pemberian tugas.
PT. Golden Energy Mines melakukan kegiatan implementasi dengan terus
meningkatkan produksi batubara pada tahun 2016 dengan mengajukan permohononan
kepada Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dari 6.3 juta ton
batubara menjadi 7.5 juta ton pada site BIB. Dengan ini merupakan suatu implementasi
dari hasil kinerja perusahaan yang akan terus ditingkatkan guna mencapai tujuan pangsa
pasar internasional yang nantinya akan terus ditingkatkan sesuai dengan permintaan
pasar yang terus meningkat.
Adapun perusahaan juga membangun kualitas karyawan dengan melakukan
pembimbingan dan pelatihan karyawan. Pada tahun 2014, perusahaan
menyelenggarakan 71 pelatihan untuk 394 karyawan dan total waktu pelatihan hingga
8.248 jam. Jenis pendidikan dan pelatihan bervariasi mulai dari pelatihan ketrampilan,
kompetensi teknis/fungsional, pendidikan keahlian, pendidikan manajerial yang
berguna untuk mempertajam kualitas SDM Perseroan. Berbagai program pendidikan
dan pelatihan yang dilakukan Perseroan pada tahun 2014 mencakup:
 Kursus Bahasa Inggris- (Business English Communication)
 Brevet Pajak A & B
 Program Manajemen Dasar, kelas 1 dan 2
 Keuangan untuk Non Keuangan
 Program Pengembangan Pengawasan (“SDP”) “Menjadi Supervisor
Profesional GEMS”
 Model Pengawas Operasional Pertama & Strat
 Tujuh Dasar Pengawasan Keselamatan
 Analisis Laporan Keuangan
 Minescape Site
 Penilaian Risiko
 Pelatihan Bimbingan & Penyuluhan
 Pelatihan Kepemimpinan Keselamatan untuk Pengawas Operasional
 Pelatihan Sage Accpac
 Pelatihan SAP “Coal Blanding”
 Minescape-Head Office
 Aplikasi Belt Conveyor
 Pertambangan dan Eksplorasi KIM
 Pertambangan dan Eksplorasi BIB

Perusahaan juga mengadakan Employee Excellent Award secara rutin untuk


memberikan motivasi kepada karyawan dalam memberikan kontribusi bagi
perusahaan. Employee Excellent Award ini diadakan setiap kuartal dan diberikan
kepada karyawan yang berprestasi dalam menciptakan pengembangan berkelanjutan
bagi Perseroan. Perusahaan memberikan apresiasi terhadap karyawan berprestasi antara
lain dalam bentuk pemberian bonus prestasi, kesempatan untuk dipromosikan pada
jenjang karir yang lebih tinggi, dan kesempatan untuk mengikuti program pelatihan dan
pengembangan yang sesuai dengan aspirasi karir karyawan. Di samping itu secara
berkala jajaran manajemen Perusahaan juga melakukan dialog langsung dengan para
karyawan untuk mendapatkan masukan dan mendengarkan aspirasi karyawan yang
dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan perbaikan
perusahaan. Setiap tahunnya, perusahaan juga menyelenggarakan employee gathering
yang bertujuan untuk membina kerja sama dan kekompakan seluruh karyawan serta
membangun kedekatan antara karyawan dengan manajemen perusahaan. Perusahaan
jga mengembangkan Teknologi Informasi berupa Portal Karyawan sebagai sarana
informasi karyawan perusahaan sekaligus memberikan kesempatan kepada seluruh
karyawan untuk memberikan masukan, saran ataupun keluhan melalui online feedback
system yang terdapat di dalam portal tersebut. Selain itu perusahaan juga
mengembangkan sistem Sunfish dan TI rekrutmen untuk mendukung pencapaian
efisiensi operasional berbasis TI yang memungkinkan manajemen mengambil
keputusan berdasarkan ketersediaan data yang terkini, akurat dan dapat dipercaya.

4. Fungsi Controlling
Fungsi controlling atau pengendalian atau pengawasan adalah untuk
memastikan semua usaha manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian dan
pengimplementasian dapat dikendalikan agar usaha untuk memenuhi tujuan tercapai.
Pengawasan dan pengendalian merupakan hal yang penting, agar tidak terjadi
penyimpangan dan dapat mempertahankan tujuan yang telah diraih. Pengendalian juga
merupakan salah satu penyelesaian pada suatu masalah yang ditemukan. Sehingga
dapat diperbaiki dan diawasi agar tidak terjadi masalah yang sama di kemudian hari.
PT. Golden Energy Mines menghadapi berbagai jenis resiko dalam bidang
usaha dan kegiatan usahanya sehingga diperlukan adanya sistem pengendalian resiko
yang terintegrasi dengan baik untuk memitigasi dan mengelola resiko-resiko tersebut.
Perseroan dan Anak Perusahaan Perseroan telah menerapkan Manajemen Resiko secara
komprehensif dari setiap level dalam struktur organisasi Perseroan, termasuk Dewan
Komisaris dan Direksi Perseroan untuk mengurangi resiko operasional dalam mencapai
tujuan.
Perseroan memastikan kerangka kerja manajemen perusahaan yang
komprehensif, yang merupakan bagian integral dari proses perencanaan strategis dan
kegiatan usaha Perseroan. Secara berkala manajemen juga melakukan identifikasi
resiko, mengkaji ulang, dan memprioritaskan penanganan resiko-resiko tersebut agar
tidak terjadi di kemudian hari.
Perseroan melakukan evaluasi terhadap segala kategori resiko dengan cermat,
disertai dengan implementasi dan pemantauan langkah antisipatif atas resiko potensial
yang merupakan landasan proses manajemen Perseroan yang ketat. Perseroan menilai
resiko secara terintegrasi, namun untuk tujuan organisasi, Perseroan memisahkan
resiko ke dalam beberapa kategori resiko utama yang penting bagi Perseroan, yaitu
aspek strategi, pasar, politik, operasional dan keuangan. Parameter indikator resiko
ditetapkan untuk semua kategori resiko yang kemudian dipantau secara sistematis di
tiap tingkat manajemen. Pendekatan manajemen resiko dengan pendekatan dari bawah
ke atas diharapkan mampu menjaga kelangsungan usaha Perseroan.

Kesimpulan
Fungsi Planning,Organizing, Actuating dan Controlling (POAC) merupakan salah satu
fungsi dalam manajemen guna mencapai suatu tujuan atau target perusahaan dan
menciptakan pertumbuhan yang berkesinambungan. Fungsi Planning merupakan
perencanaan dan perancangan strategi sebuah system agar tujuan tercapai. Fungsi
Organizing adalah pelaksanaan organisasi dalam mengatur suatu system. Fungsi
Actuating merupakan fungsi penerapan agar system yang telah dirancang dan
organisasi yang telah di jalankan dapat diterapkan dengan melalui pembimbingan,
pelatihan. Serta Fungsi Controlling merupakan fungsi pengendalian dan pengawasan
dalam suatu system agar kinerja dan pencapaian dapat di kendalikan dan diawasi,
sehingga apabila terdapat penyimpangan dalam system dapat langsung ditanggulangi
dan diperbaiki. Fungsi POAC dalam PT. Golden Energy Mines sudah berjalan dengan
baik, sehingga perusahaan dapat terus mengembangkan perusahaan menjadi
perusahaan yang bersinergi dan terus tumbuh dan berguna bagi masyarakat sekitar.
Peranan manager dalam menjalankan fungsi POAC dalam perusahaan sangat
dibutuhkan agar semua tujuan dapat tercapai.

Anda mungkin juga menyukai