0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
312 tayangan23 halaman

Tutorial Membuat Bangunan di Allplan

Dokumen tersebut memberikan instruksi langkah demi langkah untuk membuat model bangunan sederhana di program Allplan Engineering, mulai dari membuat project baru, mengatur struktur bangunan, meletakkan fondasi, kolom, balok, dan plat lantai di lantai dasar, serta menyalin elemen-elemen tersebut ke lantai di atasnya.

Diunggah oleh

RiyuRaze
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
312 tayangan23 halaman

Tutorial Membuat Bangunan di Allplan

Dokumen tersebut memberikan instruksi langkah demi langkah untuk membuat model bangunan sederhana di program Allplan Engineering, mulai dari membuat project baru, mengatur struktur bangunan, meletakkan fondasi, kolom, balok, dan plat lantai di lantai dasar, serta menyalin elemen-elemen tersebut ke lantai di atasnya.

Diunggah oleh

RiyuRaze
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Bagaimana membuat bangunan di Allplan Engineering

Buat project baru:

Lalu pilih NEXT untuk ke menu selanjutnya

Pastikan semua path, kecuali Attribute set definition diarahkan ke Project, lalu pilih NEXT

Pilih FINISH untuk mengakhiri


Double klik pada screen yang kosong untuk memanggil “building structure”, karena belum kita buat
building structure sebelumnya, maka program akan menampilkan menu dibawah ini

Pilih “Start building wizard” lalu tekan OK


Sesuaikan isian seperti gambar diatas, lalu pilih OK.

Jika semua isian diisi sesuai dengan gambar diatas, maka tampilan akan seperti dibawah ini

Karena kita tidak membutuhkan Basement, maka kita akan ganti structure “basement” menjadi
“Foundation”, pilih basement, lalu tekan tombol kanan pada mouse (akan muncul pilihan, lalu pilih
“Rename”, lalu ganti Basement menjadi Foundation.

Pilih “Floor Manager” (yang di tandai warna kuning pada gambar diatas). Tampilan akan seperti dibawah
Pilih Foundation, lalu tekan tombol kanan mouse, dan pilih delete (pastikan untuk memilih “retain Height”
untuk planes above agar elevasi tidak turun akibat dihapusnya level basement!!. Setelah Foundation
terhapus, kita akan ganti Basement menjadi “Foundation” (pilih Basement, klik tombol kanan mouse, dan
pilih Rename untuk mengganti Basement menjadi Foundation). Kalau semuanya OK, maka akan tampil
seperti dibawah ini.

Rubah tinggi Foundation menjadi 1200 seperti gambar dibawah, lalu tekan enter.

Pastikan pilih “retain Height” pada planes above, dan “Move Up” pada planes below.

Selanjutnya akan ada tampilan seperti gambar dikanan atas, yg artinya kalau ada element
(kolom,beam,stairs,dll) akan ikut bergeser tingginya bila referensinya ada pada planes yang kita geser tadi.

Pilih OK untuk menyelesaikan. Jika semuanya diinput dengan benar, maka akan menjadi seperti gambar
dibawah (gambar dibawah dalam kondisi drawing file ditampilkan!)
Selanjutnya kita akan menempatkan Grid Line pada drawing file no 1 ( kita beri nama “Grid Line”)

Setelah kita ganti namanya, kita dapat klik dua kali pada drw file no 1 (tepat diangka 1) untuk mengaktifkan
HANYA dwg file no 1 saja (berwarna merah)

Untuk membuat Grid Line, pilihlah role Architecture

Setelah semua data diisi, pilih OK untuk mulai membuat Grid Line > tekan enter untuk meletakkan grid line
pada koordinat 0,0,0 (by default dengan menekan enter 2 kali!). kalau semuanya OK, Grid Line akan dibuat
dan hasilnya akan tampak seperti dibawah
Double klik di area screen yg kosong untuk memanggil building structure. (bias dengan alt + o)

Aktifkan Foundation, ganti nama drw file no 11 menjadi Layout (pastikan drw file no 11 berwarna merah!),
dan pastikan drw file no 1 berwarna abu2. tekan CLOSE untuk kembali ke area kerja.

Status drw file berwarna abu2 artinya hanya sebagai referensi dan tidak bisa dirubah. Status drw file kuning
artinya isi gambar bisa dirubah. Dipilih, dll namun bukan gambar yang sdg aktif. Semua element baru akan
dibuat pada drw file yang aktif (berwarna merah).

Membuat Block Foundation


Untuk membuat block foundation, aktifkan role architecture dan pilih block foundation pada menu seperti
gambar dibawah ini

Tekan OK untuk mulai meletakkan Block Foundation kedalam model. letakkan pada grid 1A seperti yang
Nampak pada gambar dibawah ini
Selanjutnya kita akan memberikan attribute untuk blok foundation tersebut dengan command “modify
attribute” > isi sesuai gambar, lalu pilik OK dan pilih Block Foundation yang sudah kita letakkan tadi.

Ulang peletakan Block Foundation pada grid line lainnya sehingga menjadi seperti gambar dibawah ini
(gunakan copy atau array bila diperlukan)

Untuk bisa melihat perspektif view, gunakan alt + 2 (untuk mendapatkan 2 view port + 1 animation window)
Membuat Strip Foundation
Selanjutnya kita akan meletakkan strip foundation kedalam model kita. Gunakan command “strip
foundation”

Letakkan strip foundation pada model diantara 2 block foundation seperti gambar dibawah ini

Gunakan “modify attribute” untuk menambahkan attribute yang kita kehendaki seperti dibawah ini
Setelah itu, ulangi peletakan strip foundation seperti diatas (gunakan copy ataupun array) sehingga menjadi
Nampak seperti dibawah ini

Membuat Kolom pada Ground Floor


Untuk membuat kolom pada Ground Floor, kita harus memindahkan drw file yang aktif ke Ground Floor.
Untuk dapat memindahkan drw file, double klik pada ruang yang kosong untuk mengaktifkan Building
Structure (atau gunakan kombinasi alt + o).
Pastikan drw file no 11 pada mode abu2 dan drw file no 21 (beri nama Layout) pada mode aktif (berwarna
merah). Setelah itu tekan Close untuk kembali ke model.

Untuk meletakkan kolom, gunakan command Column seperti pada gambar dibawah ini

Letakkan kolom pada grid A1. Gunakan “modify attribute” untuk mengisi attribute dibawah ini

Letakkan kolom pada semua grid line yang ada, sehingga Nampak seperti pada gambar dibawah ini
(gunakan copy maupun array!!)
Bias dilihat pada tampak samping bahwa kolom dan block foundation terdapat jarak sebesar 200mm (tebal
slab). Kalau kita lihat lagi pada building structure, tinggi foundation ada di level -200, sedangkan kolom kita
mulai dari level 0.

Untuk memperbaiki ini, kita bisa double klik pada level 0 pada ground floor, untuk masuk ke menu “assign
planes” seperti gambar dibawah ini. Klik -200 untuk memindahkan level 0 ke level -200
Seharusnya saat ini semua kolom sudah menempel ke foundation seperti yang terlihat dibawah ini

Meletakkan Beam
Pastikan drw file no 21 (Layout Ground Floor) adalah file yang aktif (berwarna merah). Dan drw file no 11
(layout foundation) pada posisi “off” (tidak ada warna apapun!).

Gunakan command “downstand beam” seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini

Letakkan beam dari kolom di grid A1 ke kolom di grid A2 (seperti gambar dibawah ini)
Gunakan command “modify attribute” untuk mengisi attribute dibawah ini

Setelah itu copy ataupun array kolom kesemua lokasi seperti dibawah ini
Membuat Slab Pada Ground Floor
Dengan tanpa merubah status drawing file yang aktif, kita dapat meletakkan slab dengan mengaktifkan
command “Slab”

Setelah memilih OK, maka akan muncul menu lainnya sebagai berikut

Ikuti pilihan yang ada, dan kita bias mulai meletakkan slab dengan meletakkan kursor ditengah antara beam
(program akan mencari area secara otomatis, dan akan meletakkan slab seperti yang terlihat pada gambar)

Lakukan hal yang sama pada lokasi lainnya, sehingga akan Nampak seperti gambar dibawah ini
Mengcopy Ground Floor ke lantai diatasnya
Untuk mengcopy Kolom , Beam, dan Slab dari Ground Floor ke lantai diatasnya (1. Upper Floor), bisa kita
gunakan 2 cara:

Dengan standard copy & paste windows.

Double klik pada area yg kosong (sebaiknya diluar bangunan, untuk menghindari terpilihnya slab) untuk
mengaktifkan building structure (atau gunakan alt + O)

Pastikan drw file no 31 aktif (berwarna merah) serta diberi nama Layout. Untuk drw file no 21, pastikan
berwarna kuning. Tekan CLOSE untuk kembali ke model.

Pilih semua object (Kolom,beam, dan slab) > tekan ctrl + c > tekan esc > lalu tekan ctrl + alt + v untuk paste
pada koordinat yang sama. Meskipun kita mengcopy dan paste ke level dengan tinggi berbeda, maka
Panjang kolom, serta elevasi beam & slab akan mengikuti level yang baru (dalam hal ini Upper Floor)
Kalau semuanya berjalan dengan baik, maka tampilan akan menjadi seperti dalam gambar dibawah ini

Sama seperti kolom pada Ground Floor, Kolom di level 1. Upper floor mempunyai gap setebal slab (ini
karena pada saat kita membuat building structure, kita memasukkan tebal slab, namun pada pemodelan
kita, slab kita letakkan sama levelnya dengan beam.

Untuk memperbaiki level kolom tersebut, bias dilakukan dengan double klik pada area yang kosong
(pastikan tidak mengenai element apapun! Atau bisa dengan menekan alt + o)

Double klik pada angka “4000”, program akan menampilkan menu “Assign Planes” seperti Nampak disisi
kanan, contreng pada level “3800” untuk menurunkan level kolom ke level 3800. Sehingga tidak ada gap
antara kolom pada ground floor dan kolom pada [Link] floor. Langkah ini bisa kita hindari kalau dari awal
saat kita membuat Building structure, level sudah kita perbaiki (atau saat menggunakan building wizard,
kita isi tebal slab = 0 )
Dengan command “copy, move element between document”

Alternative lainnya untuk mengcopy element dari level ground ke level 1. Upper floor (atau kelevel lainnya)
adalah dengan menggunakan command “copy, move element between document” yang dapat dipilih pada
menu utama pada sisi kiri atas (logo Allplan) > pilih command “copy, move element between
document”

Sebelum mengaktifkan command ini, pastikan bahwa hanya element pada Ground floor saja yang aktif
(dengan membuka building structure, dan double klik pada drw no 21 (pas di angka 21 nya!).

Kalau kita melakukan langkah diatas dengan benar, maka hanya element pada drw file no 21 saja (ground
floor) yang akan terlihat.

Langkah selanjutnya aktifkan command “copy, move element between document” dengan klik logo Allplan
pada pojok kanan atas (seperti petunjuk diatas).

Pilih copy (pilih move kalau ingin memindahkan tanpa mengcopy) dan contreng display target drawing file
(untuk menentukan target drawing file kemana element akan dicopy!). setelah kita tekan OK, maka dialog
dibawah ini akan Nampak)
Pilih drawing file no 31 ([Link] floor) sebagai target kemana element akan kita copy / move. Lalu tekan
OK untuk konfirmasi.

Program akan menampilkan 2 drawing file berdampingan seperti gambar diatas (drw file no 21 disisi kiri,
dan drw no 31 disisi kanan).

Tanpa mengaktifkan command apapun, pilih element yang akan di copy / move (dalam hal ini semuanya),
selanjutnya tentukan starting point untuk copy / move (pilih sembarang titik, boleh pada ujung kiri
bangunan). Selanjutnya program akan menanyakan jumlah cupy yang kita kehendaki (defaultnya = 1), tekan
enter untuk konfirmasi!. Selanjutnya pindahkan kursos ke sebelah kanan (drw file 031), dan seharusnya
titik yang kita ambil pada drw file 21 akan terlihat.

Selanjutnya pastikan kita memilih titik tersebut (klik tombol mouse sebelah kiri) untuk memastikan kita
mengcopy keposisi yang sama persis (hanya nantinya level akan menyesuaikan dengan planes yang kita
tentukan pada [Link] floor). Tekan “esc” 2 kali untuk keluar dari command ini
Tampilan di layer saat kita menekan “esc” hanya sekali. Tekan “esc” sekali lagi untuk keluar dari command
ini. Dan sesaat kita akan melihat pada viewport perspektif bahwa semua kolom,beam,dan slab sudah
tercopy ke level diatasnya (sesudah itu akan menghilang karena kita sedang berada di drw file 21,
sedangkan element yang kita copy berada di drw file no 31)

Selanjutnya untuk melihat hasil copy, kita bisa double klik pada area kosong pada layer (atau dengan
menekan alt + o) untuk mengaktifkan building structure

Seperti yang terlihat pada gambar diatas, drw file no 31 adalah file gambar yang aktif (warna merah),
sedangkan drw file no 21 adalah file pada mode modifiable (bisa dirubah, namun bukan yang sedang aktif)
ditandai dengan warna kuning!.

Bila semuanya berjalan dengan baik, maka setelah kita menekan tombol CLOSE, kita akan dapat melihat
semua element pada ground floor, maupun yang berada pada [Link] floor (lihat gambar dibawah ini).

Note: dengan double klik pada tombol tengah mouse (scroller), program akan menampilakan zoom extent
(menampilkan semua yang ada pada layar)
Ulangi langkah copy tersebut diatas ke level [Link] Floor (bisa dengan ctrl + c lalu ctrl + alt + v ataupun
dengan menggunakan command “copy, move element between document” seperti yang telah dijelaskan
diatas

Kalau semuanya berjalan dengan baik,seharusnya model kita sudah seperti yang ada dibawah ini

Note:

Jangan lupa untuk memperbaiki Panjang kplom pada level [Link] floor !. kalau diperhatikan, proses copy
dari dan ke level akan membuat Panjang kolom menyesuaikan elevasi yang sudah ditentukan. Artinya bila
kita mengcopy kolom dari level a dengan tinggi kolom 3M, sedangkan pada elevasi diatasnya elevasi
Panjang kolom adalah 3,8M, maka kolom hasil copyan akan menyesuaikan panjangnya dengan elevasi yang
tersedia pada level tersebut.

Kita akan mencoba untuk mengganti level kolom pada dround floor (lihat gambar dibawah. Kita akan
mengubah ketinggian kolom pada ground floor dari 4M (dari elevasi -200 ke elevasi +3.800) menjadi 6M.
Untuk dapat mengubah elevasi, kita bias membuka building structure dengan double klik pada screen yang
kosong (atau dengan alt + o).

Ikuti urutan 1 dan diikuti ke 2, lalu klik angka 3800 (yang diberi warna kuning) > ubah menjadi 5800. Lalu
tekan OK untuk konfirmasi,pastikan untuk mengikuti langkah dibawah ini

Pada planes above kita pilih “Move up” karena kita memilih untuk semua elevasi diatasnya
akan bertambah dengan kita menambah elevasi pada ground floor!, sedangkan pada
planes below, pastikan kita memilih “Retain height” yang artinya kita akan
mempertahankan level dibawah level ground floor.

Jika semuanya diikuti dengan benar, maka level ground floor akan menjadi 6M seperti
yang bisa kita lihat pada gambar ini
Membuat Report untuk Model
Setelah kita membuat model pada allplan, langkah selanjutnya yang bisa kita lakukan adalah membuat
Gambar ataupun membuat laporan (ada banyak laporan standard yag tersedia di allplan sebagai standar.
Missal volume dari concrete, ukuran bekesting , dan banyak laporan lainnya)

Sekarang kita akan mencoba membuat laporan volume dari concrete ayng ada pada model kita. Bisa
dilakukan sebagai berikut:

1. Buka model yang akan kita buatkan reportnya (dengan ctrl + o) > buka semua yang akan kita buat
laporannya (misalkan, semua element yang telah kita model)

2. Tekan CLOSE untuk kembali ke model dan menampilkan semua element yang sudah kita aktifkan
(yang berwarna merah dan kuning). Seharusnya semua element sudah terlihat pada layer.
3. Aktifkan Report lalu pilih sesuai gambar ini

4. Setelah kita pilih OPEN, maka kita bias memilih element yang akan kita buatkan laporannya. Bias
kita pilih menggunakan mouse, bisa dengan memilih untuk memilih semua yang ada
pada layer yang aktif. (memilih all juga bisa dengan double klik tombol kanan mouse sebanyak 2
kali !).
jika kita double klik gambar block
foundation (yg diwarna kuning), maka
program akan menunjukkan lokasinya
pada model kita.

Logo perusahaan bias diganti pada


sebelah kiri (company logo) dengan
memilih logo perusahaan yang ada.

Masih ada banyak sekali contoh


report yang bias kita buat (sebagai
standar dari allplan). Kita juga bisa
membuat sendiri format report yang
kita kehendaki. Termasuk dengan rumusan yang kita perluan. Report ini bisa kita export dalam
format excel jika diperluan
5. Contoh report yang lainnya bisa kita lihat dibawah ini

Pada report diatas ini, kita bisa mendapatkan luasan bekesting (termasuk ukurannya) secara
otomatis.
6. Masih banyak report lainnya yang bisa kita dapatkan dari allplan. Silahkan dicoba sendiri.

Anda mungkin juga menyukai