Laporan Praktikum Mesin CNC MIDC 964
Laporan Praktikum Mesin CNC MIDC 964
1. KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayahNya
sehingga penyusunan Laporan Praktikum Semester VII dapat terselesaikan.
Laporan Praktikum ini disusun berdasarkan data yang diperoleh selama
praktikum di Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) / Metal Industries
Development Centre (MIDC) Bandung. Praktikum dilaksanakan mulai tanggal 03
Desember 2018 sampai dengan tanggal 03 Januari 2019. Selain pemaparan
praktikum, laporan ini pun dilengkapi oleh materi yang didapat di perkuliahan dan
literatur yang ada.
Laporan ini tidak dapat tersusun dengan baik tanpa bantuan dari berbagai
pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis dengan tulus menyampaikan
terima kasih kepada :
1. Allah SWT.
2. Kedua orang tua yang telah memberi dukungan baik secara moral maupun
material.
3. Udin Komarudin, Ir.,M.T selaku Ketua Program Studi Teknik Mesin
Universitas Widyatama.
4. Martoni, M.T selaku Dosen Pembimbing Kerja Praktek
5. Nia Nuraeni Suryaman, [Link].,M.T selaku Dosen Pembimbing Tata Tulis.
6. Seluruh dosen dan staf Program Studi Teknik Mesin Universitas
Widyatama.
7. Ir. Ayi Yudia Bakti selaku Kepala Seksi Pelatihan Balai Besar Logam dan
Mesin (BBLM).
8. Moch. Iqbal Zaelana M, S.T selaku pembimbing lapangan.
9. Seluruh staf dan karyawan Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM).
10. Teman-teman seperjuangan dari Universitas Widyatama, Universitas
Pasundan dan Universitas Jendral Achmad Yani yang sama-sama praktikum di
Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM).
11. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan kerja
praktek ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari laporan ini, baik
dari materi maupun teknik penyajiannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun sangat penulis harapkan.
2
Akhir kata, semoga laporan praktikum ini dapat memberikan manfaat bagi
pembaca pada umumnya dan bagi penulis khususnya.
Bandung, Januari 2019
Penulis
2.
3
3.
4. DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR.............................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar belakang............................................................................................1
1.2 Tujuan Praktikum CNC..............................................................................2
1.3 Manfaat Praktikum CNC...........................................................................2
BAB II LANDASAN TEORI................................................................................3
2.1 Sejarah Singkat Mesin CNC (Computer Numericall Contol)....................3
2.2 Jenis-jenis Mesin CNC...............................................................................4
2.3 Mesin Bubut CNC......................................................................................4
A. Prinsip Kerja Mesin CNC Bubut...............................................................5
B. Fungsi dan Bagian-bagian mesin bubut CNC............................................6
2.4 Mesin CNC Milling...................................................................................8
A. Prinsip kerja mesin CNC Miling................................................................9
B. Fungsi dan Bagian-bagian Mesin CNC milling 3 Axis..............................9
C. Sistem Perpahatan....................................................................................12
2.5 Kode kode Standar..................................................................................14
2.6 Metode Pemrograman mesin CNC TU 2A dan mesin CNC TU 3A........17
A. Metode pemrograman inkrimental..........................................................17
B. Metode pemrograman absolut.................................................................17
BAB III LANGKAH PRAKTIKUM..................................................................19
3.1 Menyalakan Mesin CNC..........................................................................19
3.2 Running Up..............................................................................................19
3.3 Setting pahat terhadap benda kerja..........................................................19
3.4 Job sheet Mesin CNC TU 2A.................................................................22
3.5 Job Sheet 2 Mesin CNC Milling..............................................................24
3.6 Pembahasan Job Sheet CNC TU 2A dan CNC TU 3A............................25
3.7 Mematikan Mesin CNC Milling..............................................................28
4
BAB IV KESIMPULAN......................................................................................29
5.1 Kesimpulan.............................................................................................29
5.2 Daftar Pustaka..........................................................................................30
5. DAFTAR GAMBAR
1
1.2 Tujuan Praktikum CNC
a. Agar dapat mengoperasikan mesin CNC.
b. Agar dapat mengetahui prinsip kerja dan langkah kerja CNC.
c. Agar dapat membuat program benda kerja sesuai dengan yang di
inginkan.
2
7. Mengetahui bahan-bahan utama mesin
[Link] II
LANDASAN TEORI
3
pengoperasiannya dan di design semakin komplit bagian perangkat alat kerjanya
sehingga akan lebih effisien dan praktis.
Dari segi jenisnya, mesin perkakas CNC dapat dibagi menjadi tiga jenis,
antara lain:
a. mesin CNC 2A yaitu mesin CNC 2 aksis, karena gerak pahatnya
hanya pada arah dua sumbu koordinat (aksis) yaitu koordinat X, dan
koordinat Z, atau dikenal dengan mesin bubut CNC,
b. mesin CNC 3A, yaitu mesin CNC 3 aksis atau mesin yang
memiliki gerakan sumbu utama kearah sumbu koordinat X, Y, dan Z,
atau dikenal dengan mesin frsais CNC.
c. mesin CNC kombinasi, yaitu mesin CNC yang mampu mengerjakan
pekerjaan bubut dan freis sekaligus, dapat pula dilengkapi dengan
peralatan pengukuran sehingga dapat melakukan pengontrolan kualitas
pembubutan/ pengefraisan pada benda kerja yang dihasilkan. Pada
umumnya mesinCNC yang sering dijumpai adalah mesin CNC 2A
(bubut) dan mesin CNC 3A (frais).
4
a. Mesin Bubut CNC Training Unit (CNC TU)
Mesin Bubut CNC TU-2A mempunyai prinsip gerakan dasar seperti halny
Mesin Bubut konvensional yaitu gerakan kearah melintang dan horizontal
dengan sistem koordinat sumbu X dan Z. Prinsip kerja Mesin Bubut CNC TU-
2A juga sama dengan Mesin Bubut konvensional yaitu benda kerja yang
dipasang padacekam bergerak sedangkan alat potong [Link] arah gerakan
pada Mesin Bubut diberi lambing sebagai berikut :
Sumbu X untuk arah gerakan melintang tegak lurus terhadap
sumbu putar.
Sumbu Z untuk arah gerakan memanjang yang sejajar sumbu putar.
Untuk memperjelas fungsi sumbu-sumbu Mesin Bubut CNC TU-2A dapat
dilihat pada gambar ilustrasi di bawah ini:
5
A. Prinsip Kerja Mesin CNC Bubut
Prinsip Kerja Mesin CNC Turning antara lain benda kerja berputar pada
sumbu mesin atau spindle dengan melakukan gerak makan, sedangkan tool
melakukan gerak potong terhadap benda kerja pada sumbu x atau z.
Pergerakan tool dijalankan secara otomatis dengan menginputkan program
(data) pada mesin CNC Turning.
1) Body Mesin
Body mesin adalah bagian mesin bubut yang berfungsi sebagai
penyangga eretan memanjang dan melintang, serta motor penggerak
spindel utama.
6
Gambar 2.3 Eretan Mesin Bubut CNC
3) Tooltaret
Tooltaret adalah tempat dudukan pahat atau bor atau alat bantu lain yang
diperlukan untuk setting tool
Gambar 2.5
Gambar Kepala
Lepas
7
5) Bagian Pengendali/Kontrol
4) Tombol lunak
8
terkontrol dan otomatis. Pahat-pahat yang di gunakan CNC unit 3 axis ini tersedia
dalam bentuk yang bervariasi, yang memungkinkan banyak pengerjaan yang dapat
dilakukan. Perlengkapan lain adalah sistem alarm otomatis dan tombol darurat
(emergency) yang menyebabkan mesin sensitif terhadap keadaan darurat.
A. Prinsip kerja mesin CNC Miling
Mesin CNC Milling memiliki prinsip kerja yang sama dengan mesin
Milling lainnya, yaitu mempunyai gerak utama berputar , dimana mata
pahat atau pisau melakukan gerak potong terhadap benda kerja sedangkan
benda kerja bergerak mendekati pisau CNC Milling dengan melakukan
gerak makan. Sedangkan pada Mesin Frais CNC TU-3A menggunakan
sistem persumbuan dengan dasar system koordinat Cartesius Prinsip kerja
mesin CNC TU-3A adalah meja bergerak melintang dan horizontal
sedangkan pisau / pahat berputar. Untuk arah gerak persum-buan Mesin
Frais CNC TU-3A tersebut diberi lambang pesumbuan sebagai berikut :
9
2. Ragum
Fungsi dari ragum adalah untuk mencekam benda kerja.
Gambar 2.9 Ragum
3. Arbor
Arbor
berfungsi untuk
mencekam
pahat frais.
4. Konfigurasi tombol
Menunjukkan konfigurasi dan tombol-tombol atau bagian-bagian
untuk mengoperasikan mesin CNC Milling 3 axis, yang terdiri dari :
a. Saklar utama, digunakan untuk menghidupkan/ mematikan
mesin
b. Lampu indikator, digunakan sebagai petunjuk bahwa jika
lampu hidup maka mesin dalam keadaan hidup
c. Saklar untuk menghidupkan spindle (untuk saklar
menunjuk angka 0 – spindle mati, angka 1 – spindle hidup untuk
10
melayani manual, CNC – spindle hidup untuk pelayanan
CNC/otomatis).
d. Tombol untuk mengatur besar putaran spindle
e. Display penunjuk besar putaran spindle.
f. Tombol untuk mengatur kecepatan asutan ( untuk mode
manual ).
g. Lampu indicator untuk mode manual
h. Tombol asutan untuk arah Z dan X untuk mode manual.
i. Tombol gerakan cepat jika di tekan bersamaan dengan
mode asutan (no 8), maka gerak asutan menjadi cepat. Kecepatan
asutan diatur dengan tombol no 6.
j. Display yang meunjukkan harga X dan Z dari gerakan
eretan/ pahat dalam perseratus mm. data ini juga terlihat di monitor.
k. Switch untuk mengubah mengubah dari pelayanan / mode
manual ke CNC atau sebaliknya pada mesin ini tersedia dua
macam pelayanan / mode, yaitu dapat dipakai secara manual (mode
manual) atau dipakai secara otomatis yang menggunakan program
CNC (mode CNC).
l. Amperemeter, menunjukkan besar arus yang dipakai saat
mesin digunakan. Pemakaian arus diharapakan tidak lebih dari 2 A,
sebab kalau arus terlalu besar menunjukkan beban pada mesin
sangat besar yang dapat menimbulkan kebakaran.
m. Emergency Stop Botton, merupakan saklar darurat.
n. Tombol DEL, dipakai untuk menghapus data/sajian yang
akan diterangkan kmudian.
o. Tombol pengalih yang berfungsi untuk mengaktifkan
jalannya X ke Z atau sebaliknya
p. Tombol INP, untuk memasukkan data yang akan dijelaskan
kemudian.
q. Selain itu juga ada tombol-tombol untuk gerak manual arah
+X, -X, +Y, -Y, +Z dan -Z, yang terletak disebelah tombol angka
(keyboard).
C. Sistem Perpahatan
Pahat (Tool) Mesin CNC Milling 3 axis tersedia dalam bentuk
bervariasi yang memungkinkan banyak pengerjaan. Pergerakan pahat
dapat dilakukan secara linier (lurus), radius (melingkar) dan vertikal.
11
Dalam jangka waktu tertentu, perkakas potong dapat mengalami
kerusakan, hal ini disebabkan oleh:
Tidak sesuainya bahan pahat dan bahan benda kerja.
Tidak sesuainya antara kecepatan potong yang diberikan
karena kecepatan potong yang tinggi menentukan umur pahat
potong.
Kedalaman pemotongan yang sangat besar menyebabkan
tekanan pahat potong dengan benda kerja makin tinggi.
Kurangnya media pendingin yang mengenai pahat potong.
1. Jenis – jenis mata pahat
a) Pahat biasa
Bentuk piringan yang hanya memiliki sisa pada sekeliling.
b) Pemotong fris samping
Mirip dengan pemotong fris dalam, kecali letaknya disamping.
c) Pemotong gergaji pembelah logam
Mirip pemotong fris datar/samping kecuali pembuatannya sangat
tipis.
d) Pemotong frais bentuk
Sisa pemotongannya diberi sudut bentuk khusus.
e) Pemotong frais sudut
Dibuat untuk pemotong sudut tunggal maupun sudut ganda.
f) Pemotong celah.
Mempunyai pemotong dasar kecil.
g) Jenis – jenis pencekam
12
a) Batang-batang pencekam.
Batang-batang pencekam ini dipasang pada meja besi, tergantung
pad benda kerjanya.
b) Ragum mesin dengan pembatas.
Lebar mulut 60mm
c) Blok cekam bertingkat.
Tinggi=60mm. Untuk mencekam benda kerja diperlukan
sekurang-kurangnya dua blok.
a. Kode G
13
G 00: Gerak lurus cepat ( tidak boleh menyayat)
G 01: Gerak lurus penyayatan
G 02: Gerak melengkung searah jarum jam (CW)
G 03: Gerak melengkung berlawanan arah jarum jam (CCW)
G 04: Gerak penyayatan (feed) berhenti sesaat
G 20: Data input dalam inchi
G 21: Baris blok sisipan yang dibuat dengan menekantombol ~ dan INP
G 25: Memanggil program sub routine
14
M04: untuk putaran spindle berlawanan arah jarum jam diikuti
dengan kode S untuk kecepatan putaran dalam mm/min atau
inchi/min
M05: Sumbu utama berhenti
M06: Penghitungan panjang pahat, penggantian pahat
M08: Untuk menghidupkan cairan pendingin (coolant)
M09: Untuk menghentikan cairan pendinggin (coolant)
M 10: Untuk membuka chuck
M 11: Untuk Mengunci Chuck
M 13: kombinasi antara kode M 03 dan M 08
M 14: kombinasi antara kode M 04 dan M 08
M l7: Perintah melompat kembali
M 22: Titik tolak pengatur
M 23: Titik tolak pengatur
M 26: Titik tolak pengatur
M 30: Untuk menutup program
M 38: untuk membuka pintu pelindung
M 39: Untuk menutup pintu pelindung
M 99: Parameter lingkaran
M 98: Kompensasi kelonggaran/ kocak Otomatis.
c. Kode Tanda Alarm
A 00: Kesalahan perintah pada fungsi G atau M
A 01: Kesalahan perintah pada fungsi G02 dan G03
A 02: Kesalahan pada nilai X
A 03: Kesalahan pada nbilai F
A 04: Kesalahan pada nilai Z
A 05: Kurang perintah M30
A 06: Putaran spindle terlalu cepat
A 09: Program tidak ditemukan pada disket
A 10: Disket diprotek
A 11: Salah memuat disket
A 12: Salah pengecekan
15
A 13: Salah satuan mm atau inch dalam pemuatan
A 14: Salah satuan
A 15: Nilai H salah
A 17: Salah sub program
16
Gambar 2.11 Pemrograman Inkramental
17
8. BAB III
LANGKAH PRAKTIKUM
1. Switch ON
4. Reset
3.2 Running Up
18
Tulis S 100 M3 lalu tekan tombol Input lalu tombol Cycle Start
3.3 Setting pahat terhadap benda kerja
Sebelum melangkah pada eksekusi pengerjaan benda kerja maka diharuskan
untuk setting pahat / pisau terlebih dahulu, gunanya untuk menyocokan ukuran
benda kerja atau untuk mengetahui titik 0 benda kerja.
Setting pahat terhadap benda kerja pada sumbu X:
a. Periksa diameter pisau yang digunakan kemudian tentukan putaran
spindel utama pasang benda kerja pada ragum dan jepit dengan kuat.
b. Putar spindel utama dan yakinkan putaran sudah center.
c. Turunkan pisau dengan menggerakkan sumbu Z dan atur
kedalaman yang diperlukan di sebelah sisi luar benda kerja.
d. Sentuhkan pisau kearah sumbu + X pada sisi luar benda kerja
dengan menggerakkan pelan-pelan kearah benda kerja. Setelah pisau
menyentuh benda kerja pada monitor akan tertayang nilai X, misal : X
= 2001. Hapus nilai X dengan tombol DEL sehingga nilai X nol.
e. Tekan tombol INP dan tulis nilai X - 500 kemudian tekan INP,
maka pada monitor nilai X = -500.
f. Nilai X - 500 = radius pisau frais 5 mm. Nilai minus menunjukkan
kearah sumbu
19
Setting pahat terhadap benda kerja pada sumbu Y:
a. Bebaskan pisau terhadap benda kerja dan geser kearah sumbu – Y,
kemudian gerakkan pisau kekanan kearah sumbu + X. sentukan pisau
pelan-pelan ke benda kerja kearah sumbu +Y.
b. Setelah pisau menyentuh benda kerja pada monitor akan tertayang
nilai Y, misal Y = 1100. Hapus nilai Y dengan tobol DEL, sehingga
nilai Y = 00.
c. Tekan tombol INP dan tulis Y- 500 kemudian tekan INP , maka
pada monitor nilai Y- 500 nilai harga Y = 500 = radius pisau frais 5
mm. Nilai minus menunjukkan arah sumbu Y.
20
e. Gerakkan pisau keposisi awal pada sumbu X = -1500 dan kearah
sumbu Y = 0
1. 3.4 Job
21
N07 G84 X1200 Y-1400 F100
N08 G84 X800 Z-200 F100
N09 G00 X1000 Z0 F100
N010 G01 X800 Z-200 F100
N011 G01 X1600 Z-3000 F100
N012 G01 X2000 Z-3000 F100
N013 G01 X2000 Z-3500 F100
N014 G02 X3000 Z-4000 F100
N015 G00 X3000 Z100
N016 M05
N017 M30
22
3.5 Job Sheet 2 Mesin CNC Milling
23
N013 G01 X-2500 Y2500 Z-200 F100
N014 G00 X-2500 Y-2500 Z-200
N015 G01 X2500 Y2500 Z-200 F100
N016 G00 X0 Y0 Z-200
N017 G00 X0 Y0 Z-400
N018 G83 Z-400 F100
N019 G00 X3000 Y-3000 Z400
N020 G00 X3000 Y-3000 Z1000
N021 M05
N022 M30
24
jam (CW). Barulah kemudian pahat akan kembali ke titik referensi atau starting
point (SP) sebelum dilakukan pemakanan pada benda kerja.
25
kedalaman benda kerja pemotongannya dilakukan secara bertahap. Karena
dikawatirkan hal demikian.
Selain itu, perbedaan kekeresan antara jenis bahan pahat yang digunakan
dengan benda kerja, dimana benda kerja harus lebih lunak daripada bahan dari
pahat. Karena jika menggunakan pahat yang lunak sedangkan bahan dari
benda kerja keras makan yang akan terjadi adalah patah pada pahat ataupun
juga ketidak makanan pahat terhadap benda kerja. Selain itu, fungsi dari G00
pun pergerakan pahat tidak boleh menyentuh benda kerja dikarenakan, putaran
spindle pemprogramana G00 sangatlah tinggi, dan apabila terjadi sentuhan
ataupun pemakanan dengan benda kerjapun maka bisa saja terjadi patah atau
kerusakan pada pahat itu sendiri.
26
2. Tekan tombol zero machine.
3. Tekan tombol X, Y, Z (agar sumbu X,Y,Z kembali ke Zero
Machine).
4. Tekan tombil emergency stop.
5. Putar kunci ke posisi off.
6. Putar swich ke posisi off (yang terletak disamping atau belakang
mesin.
9. BAB IV
KESIMPULAN
1. 5.1 Kesimpulan
27
sendiri kode – kode pemprograman untuk mesin CNC sudah menggunakan
standarisasi tertentu sehingga tidak adanya kode tertentu untuk beberapa mesin.
Berdasarkan cara pemakanan pahat, mesin CNC TU dibedakan atas
beberapa jenis yaitu diantaranya mesin CNC TU 2A dan mesin CNC TU
3A. Yang membedakannya adalah sumbu yang dimiliki oleh mesin tersebut.
Untuk mesin CNC TU 2A memiliki dua sumbu yaitu sumbu X, dengan arah
pemakanan adalah vertical dan sumbu Z dengan arah pemakanan Horizontal.
Sedangkan, pada mesin CNC TU 3A memiliki 3 sumbu, yaitu sumbu X dengan
arah pemakanan kearah kanan atau kiri, sumbu Y dengan arah pemakanan
kedalam atau keluar menuju atau menjauhi operator, dan sumbu Z dengan
arah pemakanan naik atau turun.
Dalam pemprogramannya mesin CNC memiliki dua metode
pemprograman yaitu incremental dan absolute. Incremental, yakni titik
referensi selalu berubah, setiap akhir pengukuran adalah menjadi titik awal
untuk pengukuran berikutnya. Sedangkan metode absolute adalah titik referensi
diukur dari titik nol yang sama yakni jarak pemakanan pada sumbu tegak dan
sumbu mendatar diukur dari satu titik referensi.
28