0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan32 halaman

Laporan Praktikum Mesin CNC MIDC 964

Laporan ini membahas praktikum pengoperasian mesin CNC yang dilaksanakan untuk memperoleh pengalaman dalam mengoperasikan dan memprogram mesin bubut CNC serta mesin milling CNC. Tujuan praktikum adalah memberikan pemahaman tentang prinsip kerja, bagian-bagian, dan cara pengoperasian mesin CNC untuk memproduksi berbagai benda kerja. Praktikum diharapkan dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mendesain dan memprogram me

Diunggah oleh

unyil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai RTF, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan32 halaman

Laporan Praktikum Mesin CNC MIDC 964

Laporan ini membahas praktikum pengoperasian mesin CNC yang dilaksanakan untuk memperoleh pengalaman dalam mengoperasikan dan memprogram mesin bubut CNC serta mesin milling CNC. Tujuan praktikum adalah memberikan pemahaman tentang prinsip kerja, bagian-bagian, dan cara pengoperasian mesin CNC untuk memproduksi berbagai benda kerja. Praktikum diharapkan dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mendesain dan memprogram me

Diunggah oleh

unyil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai RTF, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

1. KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayahNya
sehingga penyusunan Laporan Praktikum Semester VII dapat terselesaikan.
Laporan Praktikum ini disusun berdasarkan data yang diperoleh selama
praktikum di Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) / Metal Industries
Development Centre (MIDC) Bandung. Praktikum dilaksanakan mulai tanggal 03
Desember 2018 sampai dengan tanggal 03 Januari 2019. Selain pemaparan
praktikum, laporan ini pun dilengkapi oleh materi yang didapat di perkuliahan dan
literatur yang ada.
Laporan ini tidak dapat tersusun dengan baik tanpa bantuan dari berbagai
pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis dengan tulus menyampaikan
terima kasih kepada :
1. Allah SWT.
2. Kedua orang tua yang telah memberi dukungan baik secara moral maupun
material.
3. Udin Komarudin, Ir.,M.T selaku Ketua Program Studi Teknik Mesin
Universitas Widyatama.
4. Martoni, M.T selaku Dosen Pembimbing Kerja Praktek
5. Nia Nuraeni Suryaman, [Link].,M.T selaku Dosen Pembimbing Tata Tulis.
6. Seluruh dosen dan staf Program Studi Teknik Mesin Universitas
Widyatama.
7. Ir. Ayi Yudia Bakti selaku Kepala Seksi Pelatihan Balai Besar Logam dan
Mesin (BBLM).
8. Moch. Iqbal Zaelana M, S.T selaku pembimbing lapangan.
9. Seluruh staf dan karyawan Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM).
10. Teman-teman seperjuangan dari Universitas Widyatama, Universitas
Pasundan dan Universitas Jendral Achmad Yani yang sama-sama praktikum di
Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM).
11. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan kerja
praktek ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari laporan ini, baik
dari materi maupun teknik penyajiannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun sangat penulis harapkan.
2

Akhir kata, semoga laporan praktikum ini dapat memberikan manfaat bagi
pembaca pada umumnya dan bagi penulis khususnya.
Bandung, Januari 2019

Penulis

2.
3

3.

4. DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR.............................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar belakang............................................................................................1
1.2 Tujuan Praktikum CNC..............................................................................2
1.3 Manfaat Praktikum CNC...........................................................................2
BAB II LANDASAN TEORI................................................................................3
2.1 Sejarah Singkat Mesin CNC (Computer Numericall Contol)....................3
2.2 Jenis-jenis Mesin CNC...............................................................................4
2.3 Mesin Bubut CNC......................................................................................4
A. Prinsip Kerja Mesin CNC Bubut...............................................................5
B. Fungsi dan Bagian-bagian mesin bubut CNC............................................6
2.4 Mesin CNC Milling...................................................................................8
A. Prinsip kerja mesin CNC Miling................................................................9
B. Fungsi dan Bagian-bagian Mesin CNC milling 3 Axis..............................9
C. Sistem Perpahatan....................................................................................12
2.5 Kode kode Standar..................................................................................14
2.6 Metode Pemrograman mesin CNC TU 2A dan mesin CNC TU 3A........17
A. Metode pemrograman inkrimental..........................................................17
B. Metode pemrograman absolut.................................................................17
BAB III LANGKAH PRAKTIKUM..................................................................19
3.1 Menyalakan Mesin CNC..........................................................................19
3.2 Running Up..............................................................................................19
3.3 Setting pahat terhadap benda kerja..........................................................19
3.4 Job sheet Mesin CNC TU 2A.................................................................22
3.5 Job Sheet 2 Mesin CNC Milling..............................................................24
3.6 Pembahasan Job Sheet CNC TU 2A dan CNC TU 3A............................25
3.7 Mematikan Mesin CNC Milling..............................................................28
4

BAB IV KESIMPULAN......................................................................................29
5.1 Kesimpulan.............................................................................................29
5.2 Daftar Pustaka..........................................................................................30

5. DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Sumbu Mesin Bubut CNC TUA 2A................................................5


Gambar 2.2 Body Mesin CNC.............................................................................6
Gambar 2.3 Eretan Mesin Bubut CNC................................................................6
Gambar 2.4 Tooltaret Mesin Bubut CNC............................................................7
Gambar 2.5 Gambar Kepala Lepas......................................................................7
Gambar 2.6 Monitor Controll..............................................................................8
Gambar 2.7 3 Sumbu Mesin Milling...................................................................9
Gambar 2.8 Monitor Control Mesin CNC 3A.....................................................10
Gambar 2.9 Ragum..............................................................................................10
Gambar 2.10 Arbor..............................................................................................11
Gambar 2.11 Pemrograman Inkramental ............................................................17
Gambar 2.12 Pemrograman Absolut....................................................................18
Gambar 3.1 Setting Pahat Benda Kerja Sumbu X...............................................20
Gambar 3.2 Setting Pahat Benda Kerja Sumbu Y...............................................21
Gambar 3.3 Setting Pahat Benda Kerja Sumbu Z...............................................22
Gambar 3.4 Benda Kerja.....................................................................................22
Gambar 3.5 Flotter Benda Kerja Mesin CNC TU 2A.........................................22
Gambar 3.6 Gambar Benda Kerja........................................................................24
6. Gambar 3.7 Flot Benda Kerja Mesin CNC TU
3A 24BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Dalam perkembangan teknologi yang sangat pesat ini banyak didirikan
industri yang telah menghasilkan berbagai produk benda kerja, hal ini tentunya
memerlukan bermacam-macam peralatan produksi mulai dari alat perkakas
sampai mesin Computer Numerical Control (CNC). Secara tidak langsung hal ini
berakibat pada sumber daya manusia agar terbentuk tenaga kerja yang terampil
dan diharapkan dapat mengatasi berbagai macam masalah serta perencanaan.
Mesin CNC (Computer Numerical Control) yang mudah ditemukan dan
sering digunakan adalah mesin bubut CNC dan mesin milling. Mesin bubut
CNC dan mesin milling CNC adalah mesin yang dikendalikan oleh sistem
kontrol yang disebut dengan kontrol numerik terkomputerisasi. Mesin bubut
digunakan untuk memotong logam yang berbentuk silindris sedangkakan mesin
milling digunakan untuk memotong logam yang berbentuk prisma tegak persegi.
Benda kerja yang biasa dibuat pada mesin bubut CNC adalah poros bertingkat
biasa maupun yang memiliki alur atau ulir. Benda kerja yang dibuat pada mesin
frais CNC adalah ulir, alur dan prisma tegak bertingkat. Keuntungan dari mesin
CNC adalah dapat digabung dengan perangkat lunak tambahan misalnya software
CAD/CAM sehingga pemakaian mesin CNC akan lebih efektif.
Oleh karena itu, seorang engineer product harus dapat mengoperasikan
mesin CNC, selain dapat merancang komponen yang akan di buat. Sehingga
seorang engineer pun akan mengetahui sifat bahan dan proseesnya. Selain itu
pula dapat mengetahui, bagaimana kriteria pengerjaan yang baik untuk suatu
proses pembuatan produk sehingga akan didapatkan hasil yang baik.
Dengan di adakannya praktikum mesin CNC ini mahasiswa diharapkan
mampu mengoprasikan mesin CNC dengan baik dan benar, mulai dari
perawatannya hingga proses pemrograman, sehingga terbentuk mahasiswa yang
terampil dan berdaya saing.

1
1.2 Tujuan Praktikum CNC
a. Agar dapat mengoperasikan mesin CNC.
b. Agar dapat mengetahui prinsip kerja dan langkah kerja CNC.
c. Agar dapat membuat program benda kerja sesuai dengan yang di
inginkan.

1.3 Manfaat Praktikum CNC


1. Menambah pengalaman mahasiswa dalam proses membuatan
benda kerja menggunakan mesin CNC.
2. Mengetahui jenis-jenis mesin CNC.
3. Mengetahui kode-kode program
4. Mengetahui metode program CNC.

2
7. Mengetahui bahan-bahan utama mesin
[Link] II
LANDASAN TEORI

1. 2.1 Sejarah Singkat Mesin CNC (Computer


Numericall Contol)
Mesin otomatis dengan elektronik program pertama kali sukses dibuat
oleh proyek gabungan antara Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan
US Air Force pada pertengahan tahun 1950. Mesin itu adalah 3 axis milling
mesin yang dikontrol oleh satu ruangan penuh perangkat Tabung Vakum
Elektronik. Meskipun mesin ini tidak handal, namun mesin ini merupakan
satu langkah ke arah mesin modern. Kontroler tersebut dinamakan Numerical
Control, atau NC
The Electronics Industry Association (EIA) mendefinisikan NC sebagai
"Sebuah sistem dimana gerakan-gerakan mesin di kontrol dengan memasukkan
langsung data numerik di beberapa titik "Disebut kontrol numerik (NC =
Numerical Control) karena pemrograman yang digunakan menggunakan kode
alfanumerik (terdiri dari alfabet/huruf dan numerik/bilangan) yang
digunakan untuk menuliskan instruksi-instruksi beserta posisi relatif tool
dengan benda kerjanya. Mesin NC dikontrol secara elektronis, tanpa
menggunakan computer.
Disebut Mesin Bubut CNC, singkatan dari Computer Numerical Control,
adalah perangkat yang mampu menjadikan suatu mesin perkakas ataupun mesin
produksi lainnya dapat beroperasi secara otomatis dengan
memanfaatkan komputer sebagai pengendali gerakan. Pada tahun 1960-an,
Mesin Bubut CNC sudah tersedia dengan masih menggunakan komputer dengan
ukuran besar.
Selama tahun 1980-an, banyak pabrik mesin mengembangkan teknologi
PC (Personal Computer) untuk meningkatkan kehandalan dan menurunkan biaya
dari kontrol CNC model sebelumnya. Dalam perkembangnya Mesin Bubut CNC
semakin modern, Output perkerjaan atau kemampuan mesin makin meningkat,
semakin sederhana dan rapih bentuknya namun semakin mudah cara

3
pengoperasiannya dan di design semakin komplit bagian perangkat alat kerjanya
sehingga akan lebih effisien dan praktis.

2. 2.2 Jenis-jenis Mesin CNC

Dari segi pemanfaatannya, mesin perkakas CNC dapat dibedakan atas:


a. Mesin CNC training unit (TU), yaitu mesin yang digunakan
sarana pendidikan, dosen dan training.
b. Mesin CNC production unit (PU), yaitu mesin CNC yang
digunakan untuk membuat benda kerja/komponen yang dapat digunakan
sebagaimana mestinya.

Dari segi jenisnya, mesin perkakas CNC dapat dibagi menjadi tiga jenis,
antara lain:
a. mesin CNC 2A yaitu mesin CNC 2 aksis, karena gerak pahatnya
hanya pada arah dua sumbu koordinat (aksis) yaitu koordinat X, dan
koordinat Z, atau dikenal dengan mesin bubut CNC,
b. mesin CNC 3A, yaitu mesin CNC 3 aksis atau mesin yang
memiliki gerakan sumbu utama kearah sumbu koordinat X, Y, dan Z,
atau dikenal dengan mesin frsais CNC.
c. mesin CNC kombinasi, yaitu mesin CNC yang mampu mengerjakan
pekerjaan bubut dan freis sekaligus, dapat pula dilengkapi dengan
peralatan pengukuran sehingga dapat melakukan pengontrolan kualitas
pembubutan/ pengefraisan pada benda kerja yang dihasilkan. Pada
umumnya mesinCNC yang sering dijumpai adalah mesin CNC 2A
(bubut) dan mesin CNC 3A (frais).

3. 2.3 Mesin Bubut CNC

Mesin CNC turning berfungsi untuk mengerjakan semua proses


turning.
Mesin Bubut CNC secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

4
a. Mesin Bubut CNC Training Unit (CNC TU)
Mesin Bubut CNC TU-2A mempunyai prinsip gerakan dasar seperti halny
Mesin Bubut konvensional yaitu gerakan kearah melintang dan horizontal
dengan sistem koordinat sumbu X dan Z. Prinsip kerja Mesin Bubut CNC TU-
2A juga sama dengan Mesin Bubut konvensional yaitu benda kerja yang
dipasang padacekam bergerak sedangkan alat potong [Link] arah gerakan
pada Mesin Bubut diberi lambing sebagai berikut :
Sumbu X untuk arah gerakan melintang tegak lurus terhadap
sumbu putar.
Sumbu Z untuk arah gerakan memanjang yang sejajar sumbu putar.
Untuk memperjelas fungsi sumbu-sumbu Mesin Bubut CNC TU-2A dapat
dilihat pada gambar ilustrasi di bawah ini:

Gambar 2.1 Sumbu Mesin Bubut CNC TUA 2A


b. Mesin Bubut CNC Production Unit (CNC PU)
Kedua mesin tersebut mempunyai prinsip kerja yang sama,akan tetapi yang
membedakan kedua tipe mesin tersebut adalah penggunaannya di lapangan. CNC
TU dipergunakan untuk pelatihan dasar pemrograman dan pengoperasian CNC
yang dilengkapi dengan EPS (external programing system). Mesin CNC jenis
Training Unit hanya mampu dipergunakan untuk pekerjaan pekerjaan ringan
dengan bahan yang relatif lunak.
Sedangkan Mesin CNC PU dipergunakan untuk produksi massal, sehingga
mesin ini dilengkapi dengan aksesoris tambahan seperti sistem pembuka otomatis
yang menerapkan prinsip kerja hidrolis, pembuangan tatal, dsb. Gerakan Mesin
Bubut CNC dikontrol oleh komputer, sehingga semua gerakan yang berjalan
sesuai dengan program yang diberikan, keuntungan dari sistem ini adalah
memungkinkan mesin untuk diperintah mengulang gerakan yang sama
secara terus menerus dengan tingkat ketelitian yang sama pula.

5
A. Prinsip Kerja Mesin CNC Bubut

Prinsip Kerja Mesin CNC Turning antara lain benda kerja berputar pada
sumbu mesin atau spindle dengan melakukan gerak makan, sedangkan tool
melakukan gerak potong terhadap benda kerja pada sumbu x atau z.
Pergerakan tool dijalankan secara otomatis dengan menginputkan program
(data) pada mesin CNC Turning.

B. Fungsi dan Bagian-bagian mesin bubut CNC

1) Body Mesin
Body mesin adalah bagian mesin bubut yang berfungsi sebagai
penyangga eretan memanjang dan melintang, serta motor penggerak
spindel utama.

Gambar 2.2 Body Mesin CNC


2) Eretan
Ada 2 sumbu Eretan yaitu eretan lintang dan eretan memanjang bergerak
secara bersama sama atau sendiri-sendiri menggerakkan tooltarret
pembawa pahat dan bor

6
Gambar 2.3 Eretan Mesin Bubut CNC

3) Tooltaret
Tooltaret adalah tempat dudukan pahat atau bor atau alat bantu lain yang
diperlukan untuk setting tool

Gambar 2.4 Tooltaret Mesin Bubut CNC

4) Tail Stock ( Kepala Lepas )


Berfungsi untuk mendukung salah satu ujung benda kerja yang
ukurannya panjang, dengan menggunakan senter putar dan senter tetap

Gambar 2.5
Gambar Kepala
Lepas

7
5) Bagian Pengendali/Kontrol

Gambar 2.6 Monitor Control


Control PU 2A:
1) layar monitor : untuk membaca/melihat tampilan

2) Baris symbol: tayangan tombol aktif

3) Baris layer penayangan fungsi tombol lunak aktif.

4) Tombol lunak

5) Tombol pengatur presentase turun – naik kecepatan putaran spindel

4. 2.4 Mesin CNC Milling


Mesin CNC Milling adalah salah satu mesin CNC yang memungkinkan
pemotongan benda kerja dilakukan dengan tiga dimensi atau tiga sumbu yaitu X,
Y, dan Z. Laju pergerakan pahat terhitung dalam skala 1:0,01 mm yang
merupakan skala terkecil untuk mendapatkan dimensi benda kerja yang baik dan
tepat. Pergerakan pahat dapat dilakukan secara linier (lurus), radius (melingkar).
Meja eretan benda kerja dan spindle pahat bergerak secara tiga sumbu sesuai
program yang akan di input. Kecepatan gerakan dan pemotongan dapat diatur
sesuai kehendak operator. Demikian pula dengan kecepatan spindle dan tebal
pemotongan memungkinkan pengerjaan benda kerja dalam radius waktu relatif
singkat. Mesin CNC unit 3 axis merupakan mesin menggunakan numerik secara

8
terkontrol dan otomatis. Pahat-pahat yang di gunakan CNC unit 3 axis ini tersedia
dalam bentuk yang bervariasi, yang memungkinkan banyak pengerjaan yang dapat
dilakukan. Perlengkapan lain adalah sistem alarm otomatis dan tombol darurat
(emergency) yang menyebabkan mesin sensitif terhadap keadaan darurat.
A. Prinsip kerja mesin CNC Miling
Mesin CNC Milling memiliki prinsip kerja yang sama dengan mesin
Milling lainnya, yaitu mempunyai gerak utama berputar , dimana mata
pahat atau pisau melakukan gerak potong terhadap benda kerja sedangkan
benda kerja bergerak mendekati pisau CNC Milling dengan melakukan
gerak makan. Sedangkan pada Mesin Frais CNC TU-3A menggunakan
sistem persumbuan dengan dasar system koordinat Cartesius Prinsip kerja
mesin CNC TU-3A adalah meja bergerak melintang dan horizontal
sedangkan pisau / pahat berputar. Untuk arah gerak persum-buan Mesin
Frais CNC TU-3A tersebut diberi lambang pesumbuan sebagai berikut :

Gambar 2.7 3 Sumbu Mesin Milling


B. Fungsi dan Bagian-bagian Mesin CNC milling 3 Axis
1. Monitor pada mesin CNC Milling 3 Axis monitor berfungsi untuk
menampilkan informasi program yang sedang berjalan pada mesin.

Gambar 2.8 Monitor Control


Mesin CNC 3A

9
2. Ragum
Fungsi dari ragum adalah untuk mencekam benda kerja.
Gambar 2.9 Ragum

3. Arbor
Arbor
berfungsi untuk
mencekam
pahat frais.

Gambar 2.10 Arbor

4. Konfigurasi tombol
Menunjukkan konfigurasi dan tombol-tombol atau bagian-bagian
untuk mengoperasikan mesin CNC Milling 3 axis, yang terdiri dari :
a. Saklar utama, digunakan untuk menghidupkan/ mematikan
mesin
b. Lampu indikator, digunakan sebagai petunjuk bahwa jika
lampu hidup maka mesin dalam keadaan hidup
c. Saklar untuk menghidupkan spindle (untuk saklar
menunjuk angka 0 – spindle mati, angka 1 – spindle hidup untuk

10
melayani manual, CNC – spindle hidup untuk pelayanan
CNC/otomatis).
d. Tombol untuk mengatur besar putaran spindle
e. Display penunjuk besar putaran spindle.
f. Tombol untuk mengatur kecepatan asutan ( untuk mode
manual ).
g. Lampu indicator untuk mode manual
h. Tombol asutan untuk arah Z dan X untuk mode manual.
i. Tombol gerakan cepat jika di tekan bersamaan dengan
mode asutan (no 8), maka gerak asutan menjadi cepat. Kecepatan
asutan diatur dengan tombol no 6.
j. Display yang meunjukkan harga X dan Z dari gerakan
eretan/ pahat dalam perseratus mm. data ini juga terlihat di monitor.
k. Switch untuk mengubah mengubah dari pelayanan / mode
manual ke CNC atau sebaliknya pada mesin ini tersedia dua
macam pelayanan / mode, yaitu dapat dipakai secara manual (mode
manual) atau dipakai secara otomatis yang menggunakan program
CNC (mode CNC).
l. Amperemeter, menunjukkan besar arus yang dipakai saat
mesin digunakan. Pemakaian arus diharapakan tidak lebih dari 2 A,
sebab kalau arus terlalu besar menunjukkan beban pada mesin
sangat besar yang dapat menimbulkan kebakaran.
m. Emergency Stop Botton, merupakan saklar darurat.
n. Tombol DEL, dipakai untuk menghapus data/sajian yang
akan diterangkan kmudian.
o. Tombol pengalih yang berfungsi untuk mengaktifkan
jalannya X ke Z atau sebaliknya
p. Tombol INP, untuk memasukkan data yang akan dijelaskan
kemudian.
q. Selain itu juga ada tombol-tombol untuk gerak manual arah
+X, -X, +Y, -Y, +Z dan -Z, yang terletak disebelah tombol angka
(keyboard).

C. Sistem Perpahatan
Pahat (Tool) Mesin CNC Milling 3 axis tersedia dalam bentuk
bervariasi yang memungkinkan banyak pengerjaan. Pergerakan pahat
dapat dilakukan secara linier (lurus), radius (melingkar) dan vertikal.

11
Dalam jangka waktu tertentu, perkakas potong dapat mengalami
kerusakan, hal ini disebabkan oleh:
 Tidak sesuainya bahan pahat dan bahan benda kerja.
 Tidak sesuainya antara kecepatan potong yang diberikan
karena kecepatan potong yang tinggi menentukan umur pahat
potong.
 Kedalaman pemotongan yang sangat besar menyebabkan
tekanan pahat potong dengan benda kerja makin tinggi.
 Kurangnya media pendingin yang mengenai pahat potong.
1. Jenis – jenis mata pahat
a) Pahat biasa
Bentuk piringan yang hanya memiliki sisa pada sekeliling.
b) Pemotong fris samping
Mirip dengan pemotong fris dalam, kecali letaknya disamping.
c) Pemotong gergaji pembelah logam
Mirip pemotong fris datar/samping kecuali pembuatannya sangat
tipis.
d) Pemotong frais bentuk
Sisa pemotongannya diberi sudut bentuk khusus.
e) Pemotong frais sudut
Dibuat untuk pemotong sudut tunggal maupun sudut ganda.
f) Pemotong celah.
Mempunyai pemotong dasar kecil.
g) Jenis – jenis pencekam

2. Pencekam alat-alat potong


a) Pencekam dengan cekam kolet.
Pencekam model ini kapasitasnya dalam inchi dan metrik yang
tertera pada kolet. Tidak dapat mencekam alat potong yang lebih
kecil atau lebih besar dari yng tetera.
b) Pencekam dengan arbor pisau jari kerang.
Arbor ini dapat mencekam alat potong dengan lubang sampai
16mm. Empat buah kolarnya memngkinkan penyetelan pisau fris
yang berbeda.
3. Pencekam benda kerja.

12
a) Batang-batang pencekam.
Batang-batang pencekam ini dipasang pada meja besi, tergantung
pad benda kerjanya.
b) Ragum mesin dengan pembatas.
Lebar mulut 60mm
c) Blok cekam bertingkat.
Tinggi=60mm. Untuk mencekam benda kerja diperlukan
sekurang-kurangnya dua blok.

2.5 Kode kode Standar


Mesin CNC hanya dapat membaca kode standar yang telah disepakati oleh
industri yang membuat mesin CNC. Dengan kode standar tersebut, pabrik mesin
CNC dapat menggunakan PC sebagai input yang diproduksi sendiri atau
yang direkomendasikan. Kode standar pada mesin CNC yaitu:

Kode Fun Artinya


N Nomorgsi
tahapan urutan pengoperasian
G Untuk mengatur pergerakan untuk menunjkkan fungsi yang harus
X pergerakan sumbu X dilakukan
-X Pergerakan absolute searah
U pergerakan sumbu X -Xsumbu Z
Pergerakan incremental searah
Z pergerakan sumbu Z sumbu Z
-Z Pergerakan absolute searah
W pergerakan sumbu Z -Zsumbu Z
Pergerakan incremental searah
R Jari-jari sudut sumbu
untukZ membuat sudut dengan
C Bentuk Champer jari-jariuntuk membuat champer
F Feedin untuk mengatur feed rate
S g speed
Spindle untuk mengatur perputaran
T Fungsi tool menunjukkan nomor tool yang
M Modifikasi fungsi digunakan -
P Dwelling time -
O Awal nomor program untuk mengawali nomor
program

a. Kode G

13
G 00: Gerak lurus cepat ( tidak boleh menyayat)
G 01: Gerak lurus penyayatan
G 02: Gerak melengkung searah jarum jam (CW)
G 03: Gerak melengkung berlawanan arah jarum jam (CCW)
G 04: Gerak penyayatan (feed) berhenti sesaat
G 20: Data input dalam inchi
G 21: Baris blok sisipan yang dibuat dengan menekantombol ~ dan INP
G 25: Memanggil program sub routine

G 27: Perintah meloncat ke nomeor blok yang dituju


G 28: Mengembalikan posisi pahat pada titik referensi (0)
G 33: Pembuatan ulir tunggal
G 64: Mematikan arus step motor
G 65: Operasi disket (menyimpan atau memanggil program)
G 73: Siklus pengeboran dengan pemutusan tatal
G 78: Siklus pembuatan ulir
G 81: Siklus pengeboran langsung
G 82: Siklus pengeboran dengan berhenti sesaat
G 83: Siklus pengeboran dengan penarikan tatal
G 84: Siklus pembubutan memanjang
G 85: Siklus pereameran
G 86: Siklus pembuatan alur
G 88: Siklus pembubutan melintang
G 89: Siklus pereameran dengan waktu diam sesaat
G 90: Program absolut
G 91: Program Incremental
G 92: Penetapan posisi pahat secara absolut
G 98: Feed per Menit
G 99: Feed per revolution.
[Link] M
M00: Berhenti terprogram
M03: Sumbu utama searah jarum jam
M02: Untuk menutup program

14
M04: untuk putaran spindle berlawanan arah jarum jam diikuti
dengan kode S untuk kecepatan putaran dalam mm/min atau
inchi/min
M05: Sumbu utama berhenti
M06: Penghitungan panjang pahat, penggantian pahat
M08: Untuk menghidupkan cairan pendingin (coolant)
M09: Untuk menghentikan cairan pendinggin (coolant)
M 10: Untuk membuka chuck
M 11: Untuk Mengunci Chuck
M 13: kombinasi antara kode M 03 dan M 08
M 14: kombinasi antara kode M 04 dan M 08
M l7: Perintah melompat kembali
M 22: Titik tolak pengatur
M 23: Titik tolak pengatur
M 26: Titik tolak pengatur
M 30: Untuk menutup program
M 38: untuk membuka pintu pelindung
M 39: Untuk menutup pintu pelindung
M 99: Parameter lingkaran
M 98: Kompensasi kelonggaran/ kocak Otomatis.
c. Kode Tanda Alarm
A 00: Kesalahan perintah pada fungsi G atau M
A 01: Kesalahan perintah pada fungsi G02 dan G03
A 02: Kesalahan pada nilai X
A 03: Kesalahan pada nbilai F
A 04: Kesalahan pada nilai Z
A 05: Kurang perintah M30
A 06: Putaran spindle terlalu cepat
A 09: Program tidak ditemukan pada disket
A 10: Disket diprotek
A 11: Salah memuat disket
A 12: Salah pengecekan

15
A 13: Salah satuan mm atau inch dalam pemuatan
A 14: Salah satuan
A 15: Nilai H salah
A 17: Salah sub program

5. 2.6 Metode Pemrograman mesin CNC TU 2A


dan mesin CNC TU 3A
Terdapat dua metode pemrograman yang dapat digunakan untuk
pengoperasian mesin CNC TU 2A dan CNC TU 3A, yaitu: 1) metode
pemrograman inkrimental, dan 2) metode pemrograman absolut.

A. Metode pemrograman inkrimental


Pemrograman sistem incremental ialah sistem pemrograman G-Code
yang dalam menentukan data posisi elemen geometri benda
kerjanya diukur pada titik referensi yang berpindah-pindah.
Titik referensi acuannya didasarkan pada posisi akhir perpindahan pahat
(tool). Untuk memudahkan penjelasan Sistem Incremental diatas, berikut
ini saya tampilkan asumsi logika Sistem Incremental memalui diagram
atau grafik pada gambar dibawah ini:

16
Gambar 2.11 Pemrograman Inkramental

B. Metode pemrograman absolut


Pemrograman sistem absolut ialah sistem pemrograman G-Code yang
dalam menentukan data posisi elemen geometri benda kerja didasarkan pada
satu titik referensi tanpa berubah-ubah. Penjelasan lainnya ialah, bahwa
sistem koordinat jenis ini letak titik referensinya mengacu pada X=0 ; Y=0
pada (titik nol) yang tetap, untuk memudahkan penjelasan Sistem Absolute
diatas, berikut ini saya tampilkan asumsi logika Sistem Absolute memalui
diagram atau grafik pada gambar dibawah ini:

Gambar 2.12 Pemrograman Absolute

17
8. BAB III
LANGKAH PRAKTIKUM

3.1 Menyalakan Mesin CNC

1. Switch ON

2. Tombol hijau (tunggu loading)

3. Emergency stop release

4. Reset

3.2 Running Up

1. Acak sumbu koordinat dengan mengaktifkan MPG


2. Acak sumbu X,Y,Z dengan Handan (sumbu X, Y bila Bubut)
3. Posisikan ke mesin zero
 Machine zero
 Tombol X,Y,Z
 Tekan tombol MDI lalu tombol SETTING dilayar sampai
menunjukan menu Absolute
 Tulis X=0 lalu tekan tombol INPUT, Y=0 lalu INPUT, Z=0 lalu
INPUT
 Tekan position sampai relative / inkramental
 Tulis X lalu tekan tombol Cancel begitu pun dengan Y, Z
4. Cek perputaran endmill (cek spindle)
 MDI lalu tekan tombol Program sampai layar current modal

18
 Tulis S 100 M3 lalu tekan tombol Input lalu tombol Cycle Start
3.3 Setting pahat terhadap benda kerja
Sebelum melangkah pada eksekusi pengerjaan benda kerja maka diharuskan
untuk setting pahat / pisau terlebih dahulu, gunanya untuk menyocokan ukuran
benda kerja atau untuk mengetahui titik 0 benda kerja.
 Setting pahat terhadap benda kerja pada sumbu X:
a. Periksa diameter pisau yang digunakan kemudian tentukan putaran
spindel utama pasang benda kerja pada ragum dan jepit dengan kuat.
b. Putar spindel utama dan yakinkan putaran sudah center.
c. Turunkan pisau dengan menggerakkan sumbu Z dan atur
kedalaman yang diperlukan di sebelah sisi luar benda kerja.
d. Sentuhkan pisau kearah sumbu + X pada sisi luar benda kerja
dengan menggerakkan pelan-pelan kearah benda kerja. Setelah pisau
menyentuh benda kerja pada monitor akan tertayang nilai X, misal : X
= 2001. Hapus nilai X dengan tombol DEL sehingga nilai X nol.
e. Tekan tombol INP dan tulis nilai X - 500 kemudian tekan INP,
maka pada monitor nilai X = -500.
f. Nilai X - 500 = radius pisau frais 5 mm. Nilai minus menunjukkan
kearah sumbu

Gambar 3.1 Setting Pahat Benda Kerja Sumbu X

19
 Setting pahat terhadap benda kerja pada sumbu Y:
a. Bebaskan pisau terhadap benda kerja dan geser kearah sumbu – Y,
kemudian gerakkan pisau kekanan kearah sumbu + X. sentukan pisau
pelan-pelan ke benda kerja kearah sumbu +Y.
b. Setelah pisau menyentuh benda kerja pada monitor akan tertayang
nilai Y, misal Y = 1100. Hapus nilai Y dengan tobol DEL, sehingga
nilai Y = 00.
c. Tekan tombol INP dan tulis Y- 500 kemudian tekan INP , maka
pada monitor nilai Y- 500 nilai harga Y = 500 = radius pisau frais 5
mm. Nilai minus menunjukkan arah sumbu Y.

Gambar 3.2 Setting Pahat Benda Kerja Sumbu Y


 Setting pahat terhadap benda kerja pada sumbu Z :
a. Bebaskan pisau terhadap benda kerja dan gerakkan naik kearah
sumbu + Z.
b. Gerakkan pisau kearah sumbu + Y di atas permukaan benda kerja
turunkan pisau pelan-pelan sampai menyentuh permukaan benda kerja
(sumbu - Z).
c. Setelah pisau menyentuh permukaan benda kerja pada monitor
tertayang nilai Z, misal Z = -964 hapus nilai Z dengan tombol DEL.
Sehingga nilai Z = 00
d. Gerakkan pisau naik kearah sumbu Z sesuai dengan ketinggian
posisi awal pisau Z = 1000

20
e. Gerakkan pisau keposisi awal pada sumbu X = -1500 dan kearah
sumbu Y = 0

Gambar 3.3 Setting


Pahat Benda
Kerja Sumbu Z

1. 3.4 Job

sheet Mesin CNC TU 2A


Gambar 3.4 Benda Kerja

Gambar 3.5 Flotter Benda Kerja Mesin CNC TU 2A

Pemrogramanan benda kerja mesin CNC TU 2A:

N00 G92 X-1500 Z1000


N01 M03
N02 G00 X3000 Z1000
N03 G84 X2600 Z-3800 F100
N04 G84 X2200 Z-3600 F100
N05 G84 X2000 Y-3500 F100
N06 G84 X1600 Y-3000 F100

21
N07 G84 X1200 Y-1400 F100
N08 G84 X800 Z-200 F100
N09 G00 X1000 Z0 F100
N010 G01 X800 Z-200 F100
N011 G01 X1600 Z-3000 F100
N012 G01 X2000 Z-3000 F100
N013 G01 X2000 Z-3500 F100
N014 G02 X3000 Z-4000 F100
N015 G00 X3000 Z100
N016 M05
N017 M30

22
3.5 Job Sheet 2 Mesin CNC Milling

Gambar 3.6 Gambar


Benda Kerja

Gambar 3.7 Flot Benda Kerja


Mesin CNC TU 3A

Berikut pemprograman mesin CNC TU 3A :


N00 G92 X3000 Y-3000 Z1000
N01 M03
N02 G00 X3000 Y-3000 Z-200
N03 G00 X2500 Y-2500 Z-200
N04 G01 X2500 Y-2500 Z-200
N05 G01 X-2500 Y-2500 Z-200 F100
N06 G01 X-2500 Y2500 Z-200 F100
N07 G01 X2500 Y2500 Z-200 F100
N08 G01 X2500 Y-2500 Z-400 F100
N09 G01 X-2500 Y-2500 Z-400 F100
N010 G01 X-2500 Y2500 Z-400 F100
N011 G01 X2500 Y2500 Z-400 F100
N012 G00 X2500 Y-2500 Z-200

23
N013 G01 X-2500 Y2500 Z-200 F100
N014 G00 X-2500 Y-2500 Z-200
N015 G01 X2500 Y2500 Z-200 F100
N016 G00 X0 Y0 Z-200
N017 G00 X0 Y0 Z-400
N018 G83 Z-400 F100
N019 G00 X3000 Y-3000 Z400
N020 G00 X3000 Y-3000 Z1000
N021 M05
N022 M30

2. 3.6 Pembahasan Job Sheet CNC TU 2A dan


CNC TU 3A
 Benda Kerja Mesin CNC TU 2A
Metode pemprograman yang diambil untuk mesin CNC TU 2A
menggunakan metode pemprograman absolute dengan titik referensi (start
point) yang berada pada sumbu X4000 dan sumbu Z1000. Dengan satuan
dimensi untuk mesin CNC TU 2A adalah mikron (μ). Sebelum dilakukan
pemprograman, dihitung terlebih dahulu titik tengah dari sudut atau kemiringan
pada benda kerja. Arah pemakanan pertama yang dilakukan oleh mesin CNC
TU 2A, adalah membuat drag (tangga) dengan arah sumbu pemakanan X2600
dan sumbu Y-3800, X2200 dan Y-3600, X2000 dan Y-3500, X1600 dan Y-
3000, X1200 dan Y-1400, X800 dan Y-200. Pembuatan tdarg (tangga) itu
sendiri bertujuan untuk mempermudah proses pemakanan oleh pahat.
Kemudian setelah itu dibuat benda kerja mesin CNC TU 2A dengan pemakana
awal dilakukan pada ujung kanan benda kerja, dengan arah pemakanan pada
sumbu X800 dan sumbu Z-200, pada sumbu tersebut dibuat fillet dengan radius
2 mm. Kemudian dibuat kemiringan dengan arah sumbu pemakanan pada
sumbu X1600 dan sumbu Z-3000. Setelah itu membuat garis lurus keatas
dengan sumbu X2000 dan Z-3000. Tahap selanjutnya adalah pemakanan lurus
dengan arah sumbu pemakanan adalah Sumbu X2000 dan Z-3500. Tahap
akhir adalah membuat fillet dengan radius 5 mm pada arah sumbu X3000
dengan sumbu Z-4000, arah melingkar pahat adalah searah dengan arah jarum

24
jam (CW). Barulah kemudian pahat akan kembali ke titik referensi atau starting
point (SP) sebelum dilakukan pemakanan pada benda kerja.

Kehalusan dari benda kerja pula dapat ditentukan kehalusannya dengan


seberapa cepat kecepatan spindle dalam pemakanan dimana semakin cepat
kecepatan spindle maka akan dihasilkan benda kerja yang halus. Selain itu,
ketepatan dari kesimetrisan dari benda kerjapun harus diperhatikan dengan
betul karena dapat mempengaruhi kesejajaran dari hasil akhir produk yang
ingin dibuat. Hal inipun dapat terjadi disebabkan kurang tercekamnya benda
kerja dngan chuck (pencekam).

 Benda Kerja Mesin CNC TU 3A

Metode pemprograman yang diambil untuk pemprograman benda kerja


mesin cnc TU 3A adalah dengan pemprograman absolute dengan titik refrensi
pada titik tengah benda kerja. Kemudian pahat digerakkan tanpa melakukan
pemakanan ke sumbu X3000, dan sumbu Y-3000 dengan kedalam pemakanan
pada sumbu Z-200. Baru kemudian pahat akan melakukan pemakanan ke dari
sumbu X2500, dan sumbu Y-2500 dengan kedalam pemakanan pada sumbu
Z-200, dan kembali lagi titik tersebut. Dan dilakukan pemakanan kembali
dengan kedalaman pemakanan sumbu Z-400. Setelah itu dilakukan
pemakanan melintang dengan sumbu X-2500, Y2500, dan kedalaman potong Z-
200, dengan kecepatan potong 100 put/menit. Kemudian baru di bor pada
sumbu X0, Y0, dengan kedalaman Z-400 dengan kecepatan potong adalah 100
put/menit. Dimensi pada mesin CNC TU 3A maupun TU2A memiliki dimensi
yang sama yakni dalam skala μ (mikron). Sehingga perlu untuk dikonversi
satuannya ke mm.

Putaran spindel pun mampu menetukan kehalusan dari hasil produk


pengerjaan pemesinana, semakin cepat kecepatan putaran spindel maka akan
dihasilkan produk dengan kerataan yang semakin halus pula. Pada pengerjaan
praktikum ini, kami tidak dapat mengabil kecepatan tinggi dikarenakan
khawatirnya praktikan ketika mengambil kecepatan pemotongan yang tinggi
akan terjadi patah pada pahat. Dikarenakan pada saat pengerjaan juga untuk

25
kedalaman benda kerja pemotongannya dilakukan secara bertahap. Karena
dikawatirkan hal demikian.

Penentuan titik referensi sangatlah penting dalam langkah pemakanan serta


kedalaman pemakanan. Jika terjadi kesalahan tafsir dalam titik refrensi
pemotongan maka tidak akan dihasilkan produk yang diinginkan. Hal ini pun
terjadi pada saat praktikum mesin CNC TU 3A, hal ini dikarenakan adanya
kesalahan dalam penafsiran antara operator dengan instruktur dalam
penentuan titik awal referensi pahat dengan titik referensi pemotongan dimulai.
Sedangkan pada saat ploting benda kerja proses pemakanan benda kerja sudah
betul dan sesuai dengan yang diharapkan atau diinginkan. Plotting itu sendiri
bertujuan untuk melihat atau mengecek serta mengetahui arah potong dari
bentuk benda sebelum benda kerja dicetak ataupun dilakukan pemakanan pada
benda kerja.

Pemprograman, pada mesin CNC sangatlah penting, dikarenakan


pemprogaman merupakan hal yang menentukan arah pemakanan, kedalaman
pemakanan serta putaran spindle. Sehingga harus diinput dengan betul
pemprogramanya agar tidak terjadi kesalahan dalam arah pemotongan dan
kedalaman potong.

Selain itu, perbedaan kekeresan antara jenis bahan pahat yang digunakan
dengan benda kerja, dimana benda kerja harus lebih lunak daripada bahan dari
pahat. Karena jika menggunakan pahat yang lunak sedangkan bahan dari
benda kerja keras makan yang akan terjadi adalah patah pada pahat ataupun
juga ketidak makanan pahat terhadap benda kerja. Selain itu, fungsi dari G00
pun pergerakan pahat tidak boleh menyentuh benda kerja dikarenakan, putaran
spindle pemprogramana G00 sangatlah tinggi, dan apabila terjadi sentuhan
ataupun pemakanan dengan benda kerjapun maka bisa saja terjadi patah atau
kerusakan pada pahat itu sendiri.

3.7 Mematikan Mesin CNC Milling


1. Posisikan sumbu Z ke titik aman (atas) menggunakan handman
atau tombol pada monitor.

26
2. Tekan tombol zero machine.
3. Tekan tombol X, Y, Z (agar sumbu X,Y,Z kembali ke Zero
Machine).
4. Tekan tombil emergency stop.
5. Putar kunci ke posisi off.
6. Putar swich ke posisi off (yang terletak disamping atau belakang
mesin.

9. BAB IV
KESIMPULAN

1. 5.1 Kesimpulan

Dari praktikum dasar mesin CNC dapat diatarik kesimpulan bahwa:


Mesin CNC sangat berperan penting dalam dunia industri manufaktur yang
memproduksi komponen – komponen atau bagian terkecil dari suatu produk
yang harus memiliki tingkat keakuratan yang tinggi serta dalam jumlah yang
banyak dalam waktu yang tidak terlalu lama. PC dalam mesin CNC sangatlah
berperan dominan dalam proses pengerjaan mesin CNC, dikarenakan pada PC
ini berperan sebagai sistem eksekusi benda kerja setelah pemprograman
dimasukkan kedalam pemprograman mesin CNC. Dalam penggunaannya

27
sendiri kode – kode pemprograman untuk mesin CNC sudah menggunakan
standarisasi tertentu sehingga tidak adanya kode tertentu untuk beberapa mesin.
Berdasarkan cara pemakanan pahat, mesin CNC TU dibedakan atas
beberapa jenis yaitu diantaranya mesin CNC TU 2A dan mesin CNC TU
3A. Yang membedakannya adalah sumbu yang dimiliki oleh mesin tersebut.
Untuk mesin CNC TU 2A memiliki dua sumbu yaitu sumbu X, dengan arah
pemakanan adalah vertical dan sumbu Z dengan arah pemakanan Horizontal.
Sedangkan, pada mesin CNC TU 3A memiliki 3 sumbu, yaitu sumbu X dengan
arah pemakanan kearah kanan atau kiri, sumbu Y dengan arah pemakanan
kedalam atau keluar menuju atau menjauhi operator, dan sumbu Z dengan
arah pemakanan naik atau turun.
Dalam pemprogramannya mesin CNC memiliki dua metode
pemprograman yaitu incremental dan absolute. Incremental, yakni titik
referensi selalu berubah, setiap akhir pengukuran adalah menjadi titik awal
untuk pengukuran berikutnya. Sedangkan metode absolute adalah titik referensi
diukur dari titik nol yang sama yakni jarak pemakanan pada sumbu tegak dan
sumbu mendatar diukur dari satu titik referensi.

2. 5.2 Daftar Pustaka


- Hardjoko W, Sri, & Yuwana, Yatna.1985. Mesin Perkakas.
Bandung: Penerbit ITB.

- Kristianto, G.H. Yudhi.2006. Pemprograman CNC TU – 3A.


Yogyakarta: Penerbit Gava Media.

- Rochim, Taufiq. Pemprograman NC, Mechanical & Production


Engineering (MPE). Bandung. Penertbit ITB.

- Rochim, Taufiq. Teori Dan Teknologi Proses Pemesinan. Bandung.


Penertbit ITB.

28

Anda mungkin juga menyukai