RISET OPERASIONAL
MINGGU KE-2
Linier Programming: Formulasi
Masalah dan Model
Disusun oleh:
Nur Azifah., SE., [Link]
Pengertian Linear Programming
Linear Programming (LP) adalah salah satu teknik
riset operasi yang paling banyak dipergunakan dalam
prakti dan paling dikenal karena mudah dipahami.
LP menggunakan model matematika linear. Dengan
menggunakan teknik LP, kita bisa mencapai “output”
yang optimum (= maksimum atau minimum)
berdasarkan “input” yang terbatas.
Metode-metode yang ada di Linear Programing :
Grafik Kendala: hanya untuk perusahaan yang
memproduksi hanya 2 produk.
Simplex
Dualitas Digunakan bila terjadi perubahan
kapasitas.
TUJUAN LINIER PROGRAMMING
Tujuan perusahaan pada umumnya adalah memaksimalisasi keuntungan,
namun karena terbatasnya sumber daya, maka dapat juga perusahaan
meminimalkan biaya. Linear Programming memiliki empat ciri khusus yang
melekat, yaitu:
1. penyelesaian masalah mengarah pada pencapaian tujuan maksimisasi atau
minimisasi
2. kendala yang ada membatasi tingkat pencapaian tujuan
3. ada beberapa alternatif penyelesaian
4. hubungan matematis bersifat linear
Secara teknis, ada lima syarat tambahan dari permasalahan linear programming yang
harus diperhatikan yang merupakan asumsi dasar, yaitu:
1. certainty (kepastian). Maksudnya adalah fungsi tujuan dan fungsi kendala sudah
diketahui dengan pasti dan tidak berubah selama periode analisa.
2. proportionality (proporsionalitas). Yaitu adanya proporsionalitas dalam fungsi
tujuan dan fungsi kendala.
3. additivity (penambahan). Artinya aktivitas total sama dengan penjumlahan aktivitas
individu.
4. divisibility (bisa dibagi-bagi). Maksudnya solusi tidak harus merupakan bilangan
integer (bilangan bulat), tetapi bisa juga berupa pecahan.
5. non-negative variable (variabel tidak negatif). Artinya bahwa semua nilai jawaban
atau variabel tidak negatif.
Fungsi-Fungsi Dalam PL
1. Fungsi Tujuan (objective function)
Fungsi yang menyatakan tujuan yang akan dicapai,
dapat berupa laba maksimal atau biaya minimal
2. Fungsi Kendala (contrains or subject to)
Fungsi yang menyatakan batasan atau kendala dari faktor
produksi yang dimiliki
Simbol yang digunakan : <, >, =
3. Fungsi Status (status function)
Fungsi yang menyatakan bahwa setiap variabel yang
terdapat di dalam model programasi linear tidak boleh
negatif
Fungsi Matematika untuk
Masing-masing Fungsi
1. Fungsi Tujuan
Maks. Laba Z = c1x1 + c2x2 + … + cnxn
2. Fungsi Kendala
a11x1 + a12x2 + … + a1nxn < b1
a21x1 + a22x2 + … + a2nxn < b2
.. .. .. ..
.. .. .. ..
am1x1 + am2x2 + … + amnxn < bn
3. Fungsi Status
x1 ; x2 ……………….. Xn > 0
Bentuk Umum Model LP:
Maksimum / Minimum : Z = Fungsi Tujuan
dengan syarat : ( ≤ , = , ≥ ) Fungsi Batasan
Studi Kasus
Masalah Diet
Untuk menjaga kesehatan seseorang harus memenuhi kebutuhan
minimum perhari akan beberapa zat makanan. Misalnya ada 3 zat
makanan yang dibutuhkan yaitu : kalsium ( I) , protein ( II ) , dan vitamin
A( III) yang harga , zat yang terkandung dan kebutuhan minimum perhari
akan zat makanan tersebut pada table berikut :
Makanan Kebutuhan Minimum
I II III
Harga/unit 0.5 0.8 0.6
Kalsium 5 1 0 8
Protein 2 2 1 10
Vitamin A 1 5 4 22
Masalahnya bagaimana kombinasi ketiga jenis makanan
itu akan memenuhi kebutuhan minimum perhari dan
memberikan biaya terendah
Variabel : x1 = jumlah makanan I
x2 = jumlah makanan II
x3 = jumlah makanan III
Fungsi Tujuan :
Minimum : Z = 0.5 x1 + 0.8 x2+ 0.6 x3
Fungsi Batasan : 5 x1 x 2 8( kalsium )
2 x 2 x x 10(Pr otein )
1 2 3
x1 5 x 2 4 x3 22(Vita min)
Contoh : ( Bakery )
Suatu bakery membuat roti yang berisi daging dari suatu campuran
daging dan ayam tanpa lemak. Daging sapi mengandung 80 persen
daging dan 20 persen lemak dan harganya 80 rp /ons. Daging ayam
mengandung 68 persen daging dan 32 persen lemak dan harganya 60
rp/ons. Berapa banyaknya masing-masing daging yang harus
digunakan untuk tiap ons roti daging jika diinginkan untuk
meminimumkan harganya dengan mempertahankan kandungan lemak
tidak lebih dari 25 persen?
Model LP :
x1 = jumlah ons daging sapi
x2 = jumlah ons daging ayam
F. Tujuan :Min: Z = 80 x1 + 60x2
F. Batasan :
0.2 x1 0.32 x 2 0.25
x x 1
1 2
Solusi LP
Metode untuk memecahkan program linier diataranya adalah metode
grafik dan metode simpleks. Untuk memulai penerapan metode tersebut
maka semua fungsi batasan ketidaksamaan harus ditransformasikan
menjadi persamaan dan juga harus diketahui salah satu pemecahan
yang feasible (layak) dan tidak negatif
Persyaratan Tidak Negatif
n
Batasan yang memiliki bentuk : a ij
x b
j i
j 1
Dimana adalah salah satu dari relasi ≤ ,≥ , = ( tidak perlu sama untuk
setiap I ) konstanta bi selalu dianggap tidak negatif
Contoh : 2 x 3 x 5 x 3
1 2 3
Dikalikan -1 jadi 2 x 3x 5x 3
1 2 3
Sehingga ruas kanan tidak negatif
Variabel Slack ( Kurang) dan Surplus
n
Variabel Slack ( Kurang )
a ij
x
j
b
i
j 1
Untuk diubah menjadi suatu persamaan dengan menambah sebuah variabel tak
negatif baru pada ruas kirinya.
Contoh : 2 x 3x 5 x 3
1 2 3
Diubah menjadi persamaan menjadi :
2 x 3x 5 x x 3
1 2 3 4
n
Variabel Surplus
a ij
x
j
b
i
j 1
Untuk diubah menjadi suatu persamaan dengan mengurangkan sebuah
variabel tak negatif baru pada ruas kirinya.
Contoh : 2 x 3x 5 x 3
1 2 3
Diubah menjadi persamaan menjadi : 2 x 3x 5 x x 3
1 2 3 4
Variabel buatan ( artificial variable )
Pada ruas kiri setiap fungsi batasan yang tidak
mengandung variabel slack dapat ditambahkan
variabel buatan. Dengan demikian tiap fungsi
pembatas akan mempunyai variabel slack dan
buatan. 2 x1 3 x2 3
Contoh: (***)
x 4x 5
1 2
7 x1 8 x2 10
Persamaan variabel buatan x5 dan x6
2 x 3x x 3 2 x 3x x 3
1 2 3 1 2 3
x 4x x 5 x 4x x x 5
1 2 4 1 2 4 5
7 x1 8 x 2 10 7 x1 8 x 2 x 6 10
Solusi Awal yang feasible.
Setiap persamaan batasan akan mengandung variabel slack atau
buatan. Solusi awal tak negatif bagi fungsi batasan diperoleh
dengan menetapkan variabel slack dan buatan sama dengan ruas
kanan dari fungsi kendala dan menetapkan semua variabel lainnya
termasuk variabel surplus sama dengan nol.
Contoh: (***)
Solusi awal :
x 3, x 5, x 10
3 5 6
Penalty Cost
Penambahan var slack dan surplus tidak mengubah sifat fungsi batasan
maupun tujuan. Oleh karena itu variabel tersebut dapat diikut sertakan
pada fungsi tujuan dengan koefisien nol. Sedangkan variabel buatan
mengubah fungsi fungsi [Link] variabel buatan ini hanya
dtambahkan pada salah satu ruas persamaan, maka system yang baru
ekivalen dengan fungsi kendala yang lama jika dan hanya jika variabel
buatannya nol.
Contoh kasus minimum & maksimum
Seorang produsen memiliki 2 macam bahan mentah I
dan II yang masing-masing tersedia sebanyak 8
satuan dan 5 satuan (ton, kuintal, dll). Dia
memproduksi 2 macam produk yaitu produk A dan B.
Berdasarkan data teknis, maka diketahui bahwa: 1
unit produk A memerlukan 2 unit bahan mentah I dan
1 unit bahan mentah II dan 1 unit produk B
memerlukan 3 unit bahan mentah I dan 2 unit bahan
mentah II. Berdasarkan hasil riset pemasaran, 1 unit
produk A laku Rp 15 ribu dan 1 unit produk B laku Rp
10 ribu kalau dijual di pasaran. Berapa produksi
barang A dan B agar jumlah hasil maksimum/
minimum dengan memerhatikan pembatasan bahwa
bahan mentah yang dipergunakan dalam proses
produksi tidak boleh melebihi persediaan yang ada.
Bahan mentah I tidak boleh lebih dari 8 unit dan
bahan mentah II tidak boleh lebih dari 5 unit.
Tugas Harian!
PT Kirana memiliki 3 macam bahan mentah I, II, dan III yang masing-
masing tersedia sebanyak 8 satuan, 5 satuan dan 10 satuan (ton, kuintal,
dll). PT Kirana memproduksi 3 macam produk yaitu Kursi, Meja dan Lemari.
Berdasarkan data teknis, maka diketahui bahwa: 1 unit kursi memerlukan 2
unit bahan mentah I, 1 unit bahan mentah II dan 3 unit bahan mentah III,
sementara 1 unit Meja memerlukan 3 unit bahan mentah I, 2 unit bahan
mentah II dan 1 unit bahan mentah III, dan 1 unit lemari memerlukan 1 unit
bahan mentah I, 2 unit bahan mentah II, dan 3 unit bahan mentah 3.
Berdasarkan hasil riset pemasaran, 1 unit kursi laku Rp 500 ribu, 1 unit
meja laku Rp 600 ribu, dan 1 unit lemari laku Rp 800 ribu kalau dijual di
pasaran. Berapa produksi kursi, meja dan lemari agar jumlah hasil
maksimum/ minimum dengan memerhatikan pembatasan bahwa bahan
mentah yang dipergunakan dalam proses produksi tidak boleh melebihi
persediaan yang ada. Bahan mentah I tidak boleh lebih dari 8 unit, bahan
mentah II tidak boleh lebih dari 5 unit dan bahan mentah III tidak boleh lebih
dari 10 unit.
Bagi yang tidak mengerjakan akan mendapatkan minus poin sebesar (-10),
kerjakan di kertas binder dan dikumpulkan di pertemuan ke-3