Tutorial Surpac 6.12: Perhitungan Cadangan
Tutorial Surpac 6.12: Perhitungan Cadangan
2010
Page |1
SURPAC STEPS:
1. Membuat database
2. Mengimport data excel ke dalam database dan menampilkannya
3. Membuat komposit dari file assay
4. Membuat file-file csv topo, top_ore dan bot_ore dari file [Link]
5. Mengimport 3 file csv tersebut menjadi 3 file string dan menampilkannya
6. Membuat kontur (topo, top and bottom ores) mempergunakan file-file string tersebut
7. Membuat DTM dari file string kontur
8. Pemisahan blok-blok DTM dengan memakai boundary (bila diperlukan pemisahan blok agar
lebih singkat dalam pembuatan blok model)
9. Pembuatan blok model dan menampilkannya
10. Membuat constraint/batasan orebody (.con files) untuk blockmodel mengunakan DTM files (top
dan bottom dtm files) kemudian menampilkannya
11. Mengisi attribut ke dalam block model
12. Estimasi
13. Colour model by attribute (display)
14. Estimation report
TERIMAKASIH
DATABASE
mengisi database (import
Membuat database menampilkan drilholes
data excel/csv)
COMPOSITE
membuat 3 file csv dari mengubah 3 file csv menjadi
pembuatan data komposit
komposit file string
KONTURING
DTM
BLOCK MODEL
membatasi blok
membuat blok mengisi blokmodel
membuat constraint model dengan
model, display dengan atribut
constraint
ESTIMATION
MEMULAI SURPAC
1. Copylah data (dalam bentuk excel/csv) ke satu folder agar mudah mengaksesnya.
(i.e: C:\Documents and Settings\All Users\Gemcom\Surpac\BLOCK XXX)
2. Start Surpac.
3. Klik kanan pada directory tempat kita meng-copy data-data kita dan pilih “set as work
directory”
1. Tambahkan table “geology” dan “assay” dengan cara ketik pada kolom seperti dibawah, dan
tambahkan table dengan cara klik kanan di angka add
2. Pada table collar tambahkan kolom baru untuk “hole_type” dengan valid entries TP(testpit), TC,
DH(drillhole) seperti dibawah.
3. Pada table geology tambahkan kolom “rock” dengan valid entry sesuai kode batuan. Contoh
diatas jenis batuannya adalah iron ore, laterit iron ore (IO, LIO, dll) sesuai tabel geology yang
dibuat di excel.
5. Apply
Tentukan nama format file-nya dan nama report file-nya Apply Apply lagi.
4. Centang perform overlapping sample, gunany auntuk mendeteksi apakah ada sample atau titik
yang dobel dengan nama yang sama. Ambil data sesuai tabel yang diminta Apply
MENAMPILKAN DRILLHOLES
Untuk Menampilkan drillhole, bisa dilakukan dengan dua cara.
1. Klik database display drillholes
10
3. Modifikasilah dengan menampilkan atau tidaknya kode, besar kecilnya huruf dan simbol dsb
Apply
4. Apply lagi
11
Apply
12
Apply lagi.
13
4. Inilah file string yang terbuka di Excel, klik-lah kolom [Link] akan mengubah file string ini
menjadi file csv.
14
15
9. Inilah hasilnya.
10. Berilah nama-nama header sesuai dengan urutan-urutannya, kemudian susun ulang menjadi:
RQD SG Fe_ Fe2O3 Al2O3 SiO2 TiO2 LOI K2O P2O5 CaO MnO SO3 thick Hole_ Depth Depth Z Top_ Bot_
tot id From To raw ore ore
Y X Z
Buat kolom tambahan untuk Z(raw data), Top_ore, dan Bot_Ore. 16
11. Isikan data Z(raw data) dari data Z pada data collar / [Link]
Buatlah rumus TOP_ORE = Z(raw data) – Depth_From dan
Buatlah rumus BOT_ORE = Z(raw data) – Depth_To
17
18
13. Pada sheet TOPO, isi dengan data Y, X, dan Z (raw data)
Copylah data YXZ ke sheet TOPO
19
20
Data tersebut nantinya akan diubah menjadi data string didalam surpac.
21
Apply
22
Apply
4. Ulangi langkah langkah pembuatan file string tersebut untuk masing masing file TOPO, TOP_ORE
dan BOT_ORE.
23
5. Tampilkan data string tersebut dengan cara Dobel klik pada file string yang telah kita buat pada
langkah sebelumnya sehingga muncul gambar garis2 yang menghubungkan titik-titik.
24
25
26
3. Setelah muncul window seperti dibawah, catat Y dan X dengan cara dibulatkan kebawah dan
extent dibulatkan keatas. Contoh disamping 9739199, 473299 dan extent-nya 5752, 5202. maka
catat pembulatannya adalah 9739100, 473200 dan extentnya 5800, 5300.
Hal ini dimaksudkan agar nantinya luasan blok model lebih luas sebelum di potong oleh
constraint Apply
27
28
29
30
7. Jika pakai interval maka akan secara otomatis, tetapi jika pakai range maka dapat diisi sebagai
berikut:
Cara pengisian contur range lihat pada minimum contur value, kemudian bulatkan dan isikan.
Apply Apply
31
8. Silakan dikustomisasi style daripada kontur sesuai dengan yang kita inginkan.
Apply yes
32
10. Buat kontur untuk TOPO – TOP_ORE – dan BOT_ORE dengan cara diatas.
33
1. Klik surface DTM file function Create DTM from string file
34
Pada kasus yang dialami penulis, terjadi error. Setelah membaca eror report-nya, ternyata
terjadi perpotongan garis kontur. Maka kita perlu mengoreksi perpotongan tersebut dengan
cara mengikuti petunjuk dari error report tersebut.
apply
35
5. sekarang kita akan memindahkan/menggeser garis kontur yang berpotongan dengan cara klik
Edit point move
geserlah garis yang berpotongan dengan mengklik dan seret garis tersebut.
36
37
Menunjukkan titik2
yang mengumpul
membentuk suatu
kelompok dan bisa
dipisahkan dengan
kelompok lain.
38
Pada kolom layer klik dan buat layer baru untuk membuat boundary dari kumpulan titik yang bias
dipisahkan menjadi satu bagian sub-blok
Apply
39
1 2 3 4
Close Save
41
42
Apply
43
44
45
9. Setelah muncul blok model maka langkah selanjutnya adalah membuat batasan untuk blok
model tersebut atau dalam surpac disebut CONSTRAINT.
Batasan yang akan kita buat yaitu batasan untuk tubuh dari ore atau OREBODY.
Cara membuat constraint:
Klik Block model constraint New constraint file,
46
11. Panggil juga data DTM untuk TOP_ORE, tetapi matikan centangan above untuk membatasi
orebodynya.
12. Constrain combination diketik dengan “a and b” agar surpac mengkombinasikan data diatas
Bottom dan dibawah Top_ore.
13. Beri nama orebody-nya dan klik Apply
47
14. Langkah selanjutnya yaitu membatasi blokmodel dengan batasan constrain yang telah kita buat.
Klik block model constraint New graphical constraint
15. Constraint type pilih constraint. Abil file orebody yang telah kita buat dan klik ADD.
Apply.
48
16. Maka akan muncul gambar blokmodel yang telah terpotong potong sesuai dengan batasan
constraint yang telah kita buat
17. Akan tetapi blokmodel tersebut belum mempunyai data (kosong). Maka untuk mengisi data
blok-Per-bloknya kita harus membuat data atribut.
Klik Attribut New.
49
18. Isikan data-data yang kita inginkan (hasil analisa) bahkan data ketebalan (thickness).
Untuk kolom Type diganti dengan real dan kolom decimal kita isi dengan angka 2. Background
type diisi dengan angka 0.
Apply
19. Setelah kolom atribut kita buat, kita bisa isikan data-data kalkulasi dari software surpac.
Klik Block model estimation Inverse distance.
50
20. Klik data source dengan “string file” dan panggil data string komposit yang telah kita buat (Misal:
[Link]).
Isikan kolom atribut to fill dengan hasil analisa. Urutkan sesuai dengan data kompositnya. Kolom
description isikan urut dari angka 1-2-3 dan seterusnya sesuai urutannya. Apply
51
52
Proses pengisian attribut akan berjalan, bisa dilihat di progress bar di bagian bawah window Surpac.
53
23. Masing-masing blok sudah terisi oleh data. Kemudian modifikasilah warna berdasar data seperti
gambar dibawah.
Klik Block model Display colour model by attribute.
54
Dibawah adalah gambar modifikasi warna berdasar range analisa dari kadar Fe_tot
55
57
5. Beri sedikit embel-embel untuk lembar laporannya, seperti nama Block, Daerah,waktu dsb.
Isi atribut dengan analisa yang terdapat dalam assay dan ditambah thickness.
Pilih Value dan isi dengan berat jenis bijih yang akan kita hitung cadangannya.
Isi grouping attribute dengan hasil yang akan kita tampilkan di report, missal Fe_tot dengan
sorting range 60;100.
58
6. Karena pada menu membuat report kita centang constraint maka kita panggil constraint
orebody yang telah kita buat. ADD dan Apply.
59
Cara menampilkan drillholes beserta property yang dibutuhkan untuk pembuatan section:
1. Klik database display drillholes
60
61
4. Untuk mewarnai tiap zonasi batuan dengan warna2 yang berbeda (untuk mempermudah
visualisasi / pembuatan section) :
Klik database drillhole display styles
62
6. Ubahlah warna tiap-tiap zonasi tersebut dengan warna yang diinginkan..--> Apply
63
Inilah hasilnya. Dengan pewarnaan seperti ini akan mempermudah kita dalam melakukan pembuatan
section.
64
65
3. Ubahlah nilai “distance forward of plane”, “distance backward of plane” dan “step distance”
sesuai kebutuhan apply
66
7. Klik pada suatu marker yang akan dikorelasikan, maka titik marker akan dibuat tepat pada garis
tersebut karena fitur snap telah diaktifkan. Lanjutkan korelasi ke titik berikutnya.
67
8. Bila ingin membuat titik ujung korelasi / di area yang tidak ada marker, kliklah tombol “digitize a
point at cursor location”
9. Bila ingin mengakhiri suatu korelasi menjadi suatu garis tertutup, klik tombol
68
10. bila ingin mengedit suatu garis/titik/layer/string, menunya bisa diakses dengan:
klik Edit point/segment delete/insert/move (sesuai kebutuhan)
11. bila telah selesai membuat section, maka kita dapat membuat “solid” dengan menghubungkan
section-section tersebut, dengan cara : klik Solids triangulate between segments
69
12. klik satu persatu section yang kita buat secara berurutan sehingga solid terbentuk.
13. pada masing-masing ujung solid tersebut masih terbuka/berlubang, kita harus menutup solid itu
dengan cara membuat suatu garis kecil/titik di mulut lubang/bukaan solid sebagai referensi
penutupan solid. Kadang agak susah untuk menempatkan garis/titik tersebut tepat dimuka
lubang. Untuk memindahkan segment/garis/titik tersebut klik Segment move
14. bila sudah selesai pembuatan garis/titik dimuka lubang yang akan ditutup, klik Solids
Triangulate segment to a point
15. Klik tepi lubang solidnya, kemudian klik garis/titik referensi yang terletak di depan lubang
tersebut, maka solid akan tertutup.
(note: penulis sering kesulitan dalam menutup solid ini sehingga perlu dicoba terus/trial and
error)
16. SAVE-lah section tersebut beserta solidnya (terpisah menjadi 2 file, yaitu misal: [Link] dan
[Link]).
NOTE : Bila kita mengubah sectionnya lagi di lain waktu, maka file [Link] tidak dapat
dibuka karena file acuannya ([Link]) telah berubah. Sehingga perlu diingatkan agar
membuat section/solid yang baru dengan nama lain atau selalu meng-update solid dengan
[Link] yang baru (sesuai kebutuhan).
17. Solid ini dapat dipergunakan sebagai constraint/batasan untuk memotong block model (selain
dengan constraint yang berupa kontur “top_ore” dan “bot_ore” seperti yang telah dijelaskan di
bagian depan), tentunya disesuaikan dengan interpretasinya.
71