100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan15 halaman

Sistem Bahan Bakar EUI/MEUI Diesel

1. Sistem bahan bakar MEUI/EUI menggunakan injector elektronik di atas silinder untuk menyediakan dan menginjeksikan bahan bakar bertekanan tinggi secara terkendali secara elektronik 2. Komponen utama sistem ini adalah injector elektronik, modul kontrol elektronik, dan sensor yang memungkinkan modul kontrol mengontrol waktu dan jumlah injeksi bahan bakar 3. Prinsip kerjanya adalah modul kontrol mengi

Diunggah oleh

Ravi Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan15 halaman

Sistem Bahan Bakar EUI/MEUI Diesel

1. Sistem bahan bakar MEUI/EUI menggunakan injector elektronik di atas silinder untuk menyediakan dan menginjeksikan bahan bakar bertekanan tinggi secara terkendali secara elektronik 2. Komponen utama sistem ini adalah injector elektronik, modul kontrol elektronik, dan sensor yang memungkinkan modul kontrol mengontrol waktu dan jumlah injeksi bahan bakar 3. Prinsip kerjanya adalah modul kontrol mengi

Diunggah oleh

Ravi Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL DARING

ENGINE MANAGEMENT SYSTEM ALAT


BERAT

PERTEMUAN KE-15
SISTEM BAHAN BAKAR ELECTRONIC
CONTROLLED UNIT INJECTOR (EUI)

Penulis
Tafakur

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2018
A. Pendahuluan
Mechanical actuated Electronic controlled Unit Injector (MEUI/EUI)
merupakan salah satu jenis sistem bahan bakar pada mesin diesel yang
berfungsi menyediakan bahan bakar bertekanan tinggi dengan menggunakan
penggerak mekanis untuk menghasilkan tekanan tinggi pada saat
penginjeksian.
MEUI/EUI merupakan langkah maju pengembangan sistem bahan bakar
yang terbukti ketangguhan dan kemampuannya. System Mechanical Actuated
Electronic Controlled Unit Injector menggunakan injector diatas masing-
masing silinder untuk menginjeksikan bahan bakar dan electronic control
module (ECM) mengontrol jumlah bahan bakar (fuel delivery) dan waktu
peginjeksian (injection timing). Electronic unit injector menggunakan
mekanisme rocker arm untuk menekan tappet yang dibutuhkan untuk
menaikkan tekanan bahan bakar didalam unit injector. Rocker arm digerakkan
secara mekanis oleh camshaft dan untuk beberapa jenis engine
menggunakan perantara lifterdan push rod.

Gambar: Potongan Injector MEUI/EUI


Sistem Electronic Unit Injection (EUI) memakai beberapa komponen
yang sama seperti pada yang memakai sistem dengan pompa dan pipa
penyalur bahan bakar. Sistem EUI terdiri dari beberapa komponen antara lain:
(1) fuel tank, (2) primary fuel filter, (3) fuel transfer pump, (4) final fuel filter,
dan (5) return line.
Gambar: Sistem Bahan Bakar MEUI/EUI

B. Komponen Sistem Bahan Bakar MEUI/EUI


Sistem bahan bakar MEUI/EUI terdiri dari beberapa komponen yang
memiliki fungsi tertentu untuk menyediakan bahan bakar bertekanan yang
siap diinjeksikan. Berikut ini adalah komponen sistem bahan bakar EUI:
1. Fuel Injection Pump merupakan bagian dimana sistem EUI berbeda
dengan yang memakai pump dan lines system (sistem yang memakai
pompa dan pipa saluran bahan bakar).
2. Fuel Manifold: Bahan bakar keluar filter akhir lalu masuk ke dalam fuel
manifold (saluran bahan bakar). Manifold bahan bakar biasanya bagian
dari block engine. Manifold ini berisi bahan bakar.
3. Electronic unit injector: Fuel injection pump (pompa injeksi bahan bakar),
pipa bertekanan tinggi, dan nozzle diganti dengan komponen tunggal yang
disebut unit injector. Electronic unit injector terpasang pada cylinder head.
Bahan bakar yang berada di dalam manifold masuk ke dalam injector, yang
menakar, menekan, dan menginjeksikan bahan bakar. Electronic unit
injector dapat dikenal dari solenoid yang terpasang pada dekat bagian
atasnya.
Gambar: Injector MEUI/EUI

4. Electronic control module: Pada sistem EUI, mechanical governor, timing


advance, dan fuel ratio control diganti dengan electronic. Sistem EUI
menggunakan Electronic Control Module (ECM) menyimpan beberapa
informasi electronic dan program.

Gambar: Electronic Control Module MEUI/EUI

C. Prinsip Kerja Sistem Bahan bakar MEUI/EUI


ECM mengontrol jumlah bahan bakar yang diinjeksikan tergantung pada
signal yang dikirim ke electronic unit injector. Mechanical actuated Electronic
controlled Unit Injector (MEUI/EUI) akan menginjeksikan bahan bakar hanya
jika solenoid pada electronic unit injector dienergized. ECM mengirim
tegangan sebesar 90 – 105 VDC ke solenoid untuk meng-energize solenoid.
Dengan mengontrol saat solenoid di-energize, ECM dapat mengontrol waktu
penginjeksian bahan bakar. Dengan mengontrol lamanya solenoid di-
energize, ECM dapat mengontrol jumlah bahan bakar yang diinjeksikan
(injection duration).
ECM menyetel batas bahan bakar yang dapat diinjeksikan, dengan dua
parameter yang selalu dipergunakan yaitu:
1. FRC Fuel POS merupakan batas berdasarkan kepada boost
pressure untuk mengontrol jumlah bahan bakar sebagai pengontrol emisi.
Pada saat ECM merasakan peningkatan boost
pressure, ECM meningkatkan FRC Fuel POS.
2. Rated Fuel POS diasumsikan sama dengan rack stop dan torque spring
pada mechanical governor. Rated Fuel POS merupakan batas bahan bakar
yang diberikan berdasarkan horsepower rating engine. Rated Fuel POS
menyediakan horsepower dan kurva torque untuk horsepower rating
tertentu. Batas tersebut diprogram oleh factory didalam Personality Module.
Saat penginjeksian bahan bakar (Injection timing) tergantung pada tiga
faktor yaitu:
1. Engine speed (rpm)
2. Engine load
3. Parameter-parameter engine.
ECM menentukan posisi TDC cylinder nomor 1 dari signal yang
disediakan oleh crankshaft position sensor. Input ini dipergunakan ECM untuk
menentukan saat bahan bakar disemprotkan terhadap posisi TDC dan meng-
energize injector pada saat yang tepat.

D. Diagram Sistem Bahan Bakar Mechanical actuated Electronic Unit


injector (MEUI/EUI)
Gambar: Sistem Kontrol MEUI/EUI
Gambar diatas merupakan komponen diagram EUI. Sistem bahan bakar
EUI menggunakan supply bahan bakar bertekanan rendah dan kemudian
menaikkan tekanan injeksi hingga 10,000 sampai 30,000 psi.
Sistem bahan bakar EUI merupakan sistem bahan bakar yang
dikendalikan secara elektronik. Injection pump (pompa injeksi), fuel line
(saluran bahan bakar) dan nozzle yang digunakan pada engine mekanikal
telah diganti dengan electronic unit injector pada setiap cylinder head.
Solenoidpada setiap injector mengatur jumlah bahan bakar yang akan
disemprotkan oleh injector. Electronic Control Module (ECM) mengirimkan
sinyal ke setiap injector solenoid yang akan mengatur jumlah bahan bakar
yang akan disemprotkan kedalam setiap cylinder.
Komponen-komponen utama pada sistem bahan bakar EUI termasuk
ECM, EUI injector, wiring harness, sensor dan switch. Sistem bahan
bakar EUI juga termasuk juga sistem suplai bahan bakar bertekanan rendah
sekitar 25-60 psi yang diatur secara mekanis yang mengalirkan bahan bakar
menuju injector. Sistem bahan bakar tekanan rendah terdiri
atas fuel tank (tangka bahan bakar), fuel transferpump, primary dan
secondary fuel filter dan fuel pressure regulator.
Gambar: ECM MEUI/EUI
Otak pada engine elektronik adalah ECM. ECM berfungsi sebagai
governor dan komputer sistem bahan bakar. ECM menerima semua sinyal
dari sensor-sensor dan mengirimkan arus ke solenoid untuk mengatur
timing dan engine speed.

Gambar: Interface ECM MEUI/EUI

ECM memiliki tiga fungsi dasar:


1. Memberi tegangan untuk bekerjanya komponen-komponen
seperti sensor dan injector.
2. Memantau sensor - sensor dan switch
3. Mengatur engine speed dan tenaga

E. Fuel injector
1. Injector
Injector adalah komponen yang berfungsi untuk menyemprotkan
bahan bakar ke ruang bakar. Injector harus dapat menyemprotkan pada
waktu dan jumlah yang tepat ke dalam ruang bakar agar tercipta
pembakaran. Pembakaran yang sempurna tercipta oleh injector yang
memiliki kemampuan mengkabutkan dan menyemprotkan bahan bakar
dengan baik. Oleh sebab itu Injector harus di overhaul sesuai dengan
prosedur pada service maual ataupun referensi lain pada caterpillar jika
terjadi kerusakan ataupun kinerja injector menurun. Ada beberapa type
injector sesuai dengan sistem kerjanya :
a. Mechanical unit injector (MUI)
MUI adalah injector yang masih menggunakan gaya mekanik
putaran engine untuk mengatur penginjeksian dan jumlah bahan bakar.
b. Electronic unit injector (EUI/MEUI)
EUI/MEUI adalah injector yang memakai electric system untuk
mengatur penginjeksian dan jumlah bahan bakar tetapi masih
menggunakan gaya mekanik untuk menaikan tekanan penginjeksian.
c. Hydraulic electronic unit injector (HEUI)
HEUI adalah injector yang memakai electric system sebagai
pengatur penginjeksian dan jumlah bahan bakar, sedangkan untuk
menaikan tekanan bahan bakar menggunakan tekanan hydraulic.
Berikut ini adalah potongan konstruksi Injector MEUI/EUI.

Gambar 8. Potongan Injector


Komponen yang ada di dalam injector antara lain sebagai
berikut.
1) Tappet
Tappet merupakan komponen injector yang terhubung dan
tertekan langsung oleh rocker arm. Pada tappet terdapat injector
spring yang akan mengembalikan tappet keposisi semula saat rocker
arm tidak dalam posisi menekan.
2) Plunger
Plunger terhubung ke tappet dan akan bergerak naik turun
untuk memompakan bahan bakar.
3) Barrel
Barrel merupakan rumahan plunger yang memiliki sebuah
saluran masuk bahan bakar.
4) Cartridge Valve
Cartridge valve merupakan komponen yang mengatur saat dan
jumlah bahan bakar diinjeksikan.

Gambar: Cartridge Valve


Komponen cartridge valve adalah :
a) Solenoid
Solenoid merupakan komponen yang terdiri dari kumparan
kabel listrik dimana saat dialiri arus yang berasal dari ECM, akan
timbul gaya magnet.
b) Armature
Armature merupakan mekanisme perantara yang akan
tertarik kearah atas saat timbul kemagnetan pada solenoid.
Seperti terlihat pada gambar diatas secara mekanis armature
terhubung ke poppet valve.
c) Poppet Spring
Poppet spring terhubung ke poppet valve yang akan
mengembalikan poppet valve keposisi semula saat arus yang
diberikan ke solenoid dihilangkan.

d) Poppet Valve
Poppet valve merupakan komponen yang membuka dan
menutup saluran masuk bahan bakar kedalam barrel.
d. Nozzle Assembly
Nozzle merupakan bagian yang akan mengatur tekanan dan pola
penginjeksian bahan bakar.

Gambar: Potongan Nozzle


Komponen nozzle assembly adalah :
1) Nozzle Spring
2) Nozzle Check
3) Nozzle Tip
Nozzle assembly terdiri dari nozzle check yang selalu tertekan
oleh nozzle spring, jarum ini (nozzle check) akan mulai mengangkat dan
membuka saluran penginjeksian pada nozzle tip jika tekanan fuel sudah
mencapai 5000 Psi.
2. Tahap Penginjeksian pada Injektor
Injektor bekerja dalam empat tahap penginjeksian. Empat tahapan
penginjeksian pada EUI system yaitu: (1) Pre-injection, (2) Fill, (3)
Injection, dan (4) Spill.
a. Free Injection
Pada saat rocker arm tidak menekan injector, tappet spring
menjaga injector plunger memanjang. Fuel yang bertekana sekitar 60
psi dapat mengalir ke injector melalui fill/spill port(fuel gallery), melewati
solenoid valve, menuju plunger cavity (barel).
Gambar: Tahapan Free Injection
1) Tappet Tertekan Saat Poppet Valve Terbuka
Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa system EUI tergantung
pada gerakan mekanis, pada saat cam berputar dan menekan rocker
arm, Rocker arm menekan tappet dan plunger kebawah.
Ketika injector poppet valve terbuka, tekanan tidak akan
timbul didalam barrel sehingga solar kembali lagi ke fill/spill ports.

Gambar: Pada saat Poppet Valve Terbuka


2) Tappet Tertekan Saat Poppet Valve Tertutup
Ketika ECM mengenergize injector solenoid, poppet valve
tertutup, Sehingga tekanan bahan bakar meningkat didalam injector,
plunger bergerak kebawah menekan bahan bakar didalam injector
tip. Saat fuel mencapai pressure sekitar 5,000 psi, nozzle
check terangkat. Hal ini merupakan awal penginjeksian. Karena fuel
melewati orifice pada dibagian bawah injector, gerakan turun plunger
meningkatkan pressure setelah nozzle check terbuka
dan mengabutkan fuel kedalam cylinder supaya
pembakaran sempurna. Semakin tinggi injection pressure maka fuel
economy dan emisi gas buang juga semakin baik.

Gambar: Pada saat Poppet Valve Tertutup


3) Pada Saat Akhir Penginjeksian
Fuel diinjeksikan kedalam silinder sampai ECM tidak lagi meng-
energizes solenoid. Ketika solenoid tidak lagi di-energized, poppet
valve terbuka sehingga fuel mengalir keluar plunger melalui poppet
valve, ini merupakan langkah akhir penginjeksian. Injection timing
and durasi selama proses ini dikontrol oleh ECM.

Gambar: Pada saat Akhir Penginjeksian


Injection timing terjadi pada saat solenoid di energized oleh
ECM dan Injection duration terjadi saat lamanya solenoid di
energized oleh ECM. Berikut ini adalah wiring sistem kontrol sistem
bahan bakar EUI pada merk Caterpillar.
Gambar: Wiring sistem kontrol sistem bahan bakar EUI pada merk
Catepilar
Saat penginjeksian bahan bakar (Injection timing) tergantung
pada tiga faktor yaitu :
a) Engine speed (rpm),
b) Engine load
c) Parameter-parameter engine.
ECM menentukan posisi TDC cylinder nomor 1 dari signal
yang disediakan oleh crankshaft position sensor. Input ini
dipergunakan ECM untuk menentukan saat bahan bakar
diinjeksikan terhadap posisi TDC dan meng-energize injector pada
saat yang tepat.

F. Diagram Fuel System Electronic Unit Injector


Gambar diatas merupakan komponen dan diagram sistem EUI. EUI fuel
system menggunakan supply bahan bakar bertekanan rendah dan kemudian
menaikkan tekanan injeksi hingga 10,000 to 30,000 psi. Bahan bakar dihisap
oleh fuel transfer pump dari tangki melalui primary fuel filter, kemudian
mengalirkannya ke fuel gallery di cylinder head melalui secondary fuel filter
yang sanggup menyaring partikel hingga ukuran 2 micron. Tekanan fuel di
fuel gallery diatur oleh fuel pressure regulator sebesar 25-60 psi. Fuel yang
sudah standby di fuel gallery akan mengalir kedalam injector, saat roker arm
menekan injector dan solenoid di energize oleh ECM, bahan bakar
diinjeksikan kedalam cylinder. Fuel delivery dan timing ditentukan oleh input
signal dari masing-masing sensor, kemudian data tersebut diolah oleh ECM
dan selanjutnya ECM meng-energize solenoid pada saat dan jumlah yang
tepat.
G. Pengujian dan pemeriksaan pada sistem EUI
1. Memeriksa Sistem Bahan Bakar
Gangguan pada komponen sistem bahan bakar dapat menyebabkan
lemahnya tekanan bahan bakar, yang kemudian dapat menyebabkan
performa mesin menurun.
a. Periksa level bahan bakar. Pastikan lubang ventilasi pada tutup bahan
bakar tidak dipenuhi oleh kotoran.
b. Periksa saluran bahan bakar dari kebocoran. Saluran bahan bakar juga
harus dipastikan aman dari kebengkokan dan sumbatan.
c. Ganti filter bahan bakar dengan yang baru.
d. Periksa dan perbaiki perimary fuel filter (jika ada)
e. Operasikan priming pump (jka ada). Pompa hingga priming pump terisi,
jika tahanan telah terisi bebaskan udara, dan pompa lagi hingga udara
terbuang seluruhnya.
2. Pengujian Udara dalam Bahan Bakar
Penyetelan Electronic Unit Injection
Untuk menyetel injektor pada silinder 3, 5 dan 6, maka ikuti
prosedur berikut:
a. Tepatkan silinder 1 pada posisi top.
b. Gunakan injector height gauge untuk mengetahui ukuran penyetelan.
c. Putar baut penyetelan searah jarum jam hingga ketinggian penyetelan
yang benar didapatkan.
d. Tahan baut penyetel peetel kemudian kencangkan baut pengikat
e. Untuk menyetel injektor pada silinder 1, 2, dan 4, putar crankshaft 360,
hingga top silinder 1 pada langkah buang.
f. Ulangi langkah 3 dan 4
g. Kembalikan atau pasang kembali komponen yang telah di bongkar.
Pengujian Electronic Unit Injection
Pengujian dilakukan untuk mengetahui missfiring injektor. Pengujian
ini dilakukan setelah melakukan cut out test.
a. Pastikan sistem bahan bakar terbebas dari udara.
b. Lepas valve cover dan lihat apakah ada kerusakan komponen. Lakukan
penggantian pada komponen yang rusak. Periksa rangkaian elektik
terhubung dengan baik.
3. Penyetelan EUI
Penyetelan langkah plunger pada sistemm EUI sangat diperlukan.
Penyetelan dilakukan untuk memastikan langkah plunger maksimal saat
bergerak kebawah. Setiap pabrikan memiliki prosedur penyetelan yang
berbeda. Penyetelan dilakukan berdasar maintenance [Link]
dilakukan sesuai standar agar gesekan dapat diminimalkan, langkah
plunger efisien sehingga komponen menjadi lebih awet.

Anda mungkin juga menyukai