100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan14 halaman

Elemen dan Fungsi Sistem Pengendalian Manajemen

Sistem pengendalian manajemen (SPM) merupakan bagian dari sistem perencanaan dan pengendalian manajemen (SPPM) yang digunakan untuk merencanakan kegiatan organisasi dan memastikan pelaksanaannya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi. SPM terdiri atas lingkungan dan proses, sedangkan SPPM meliputi perumusan strategi, pengendalian manajemen, dan pengendalian operasional.

Diunggah oleh

Yantiimut
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan14 halaman

Elemen dan Fungsi Sistem Pengendalian Manajemen

Sistem pengendalian manajemen (SPM) merupakan bagian dari sistem perencanaan dan pengendalian manajemen (SPPM) yang digunakan untuk merencanakan kegiatan organisasi dan memastikan pelaksanaannya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi. SPM terdiri atas lingkungan dan proses, sedangkan SPPM meliputi perumusan strategi, pengendalian manajemen, dan pengendalian operasional.

Diunggah oleh

Yantiimut
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

(UTS)

Nama : Yulianti Mesak


Kelas : 4 a
NIM : 1723754657

Program Studi Akuntansi Sektor Publik


Jurusan Akuntansi
Politeknik Negeri Kupang
Tahun Ajaran 2018/2019
A. Multiple Choice
1. Unsur-unsur system Pengendalian manajemen meliputi beberapa pernyataan di bawah ini,
kecuali..
= e. Keterampilan Analisis

2. Keharusan dalam suatu organisasi yang mempraktikkan desentralisasi disebut…


= a. Pengendalian manajemen

3. Elemen-elemen system pengendalian sedikitnya memiliki empat elemen, salah


satunya adalah…
= e. Evaluasi

4. Suatu perangkat yang mengukur apa yang sesungguhnya terjadi dalam proses yang sedang di
kendalikan. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari salah satu elemen system pengendalian
yang disebut…
= b. Pelacak (detector)

5. Terdapat perbedaan yang signifikan antara proses pengendalian manajemen dengan proses yang
lebih sederhana, diantaranya sebagai berikut, kecuali…
= c. Suatu cara tertentu dan bersifat repetitive

6. Suatu cara tertentu dan bersifat repetitive untuk melaksanakan suatu atau sekelompok aktivitas,
merupakan pengertian dari…
= a. System

7. Kegiatan pengendalian manajemen terdiri atas berbagai kegiatan, meliputi beberapa


kegiatan berikut, kecuali…
= e. Mengendalikan

8. Proses memutuskan tujuan organisasi dan strategi untuk mencapai tujuan tujuan ini. Pernyataan
tersebut merupakan pengertian dari…
= b. Formulasi strategi

9. Perbedaan paling penting antara pengendalian tugas dan pengendalian manajemen adalah…
= d. Pengendalian tugas bersifat ilmiah, sementara pengendalian manajemen tidak dapat
disederhanakan menjadi suatu ilmu

10. Internet menyediakan manfaat utama yang tidak di dapat dari telepon, yaitu…
= a. Pergeseran kekuatan dan kendali kepada individu

11. Pada situs, internet, sejumlah besar data dapat dikirimkan pada setiap orang dimana pun di
dunia ini dalam hitungan detik, merupakan pengertian dari salah satu manfaat internet, yaitu…
= b. Akses secara mudah dan cepat

12. Akan dijelaskan beberapa karakteristik organisasi yang mempengaruhi proses


pengendalian manajemen, dengan fokus utama pada perilaku individu dalam
organisasi pembahasan tersebut ada dilingkungan pengendalian manajemen (bagian1) pada BAB…
= c. Bab 3

13. Interaksi informal menjadi bagian dari suatu system perencanaan dan formal system semacam
itu meliputi aktivitas berikut, kecuali…
= e. Perilaku organisasi

14. Akan didiskusikan perencanaan strategis yang merupakan proses


pengendalian keputusan atas program utama yang akan dilakukan oleh organisasi untuk
menerapkan strateginya dan perkiraan jumlah sumber daya yang akan disediakan bagi masing-
masing. Pembahasan tsb ada di proses
pengendalian manajemen (bagian2)pada bab…
= b. Bab 8

15. Menggambarkan system pengendalian yang berbeda dengan yang telah ada sebelumnya.
Pembahasan tsb terdapat pada bagian…
= c. Bagian 3

16. rencana-rencana untuk mencapai tujuan organisasi, yang memberikan konteks luas yang mana
seseorang dapat mengevaluasi keoptimalan unsur-unsur sistem kendali manajemen.
= a. Strategi

17. Terdiri atas persentase profit margin dan Investment turnover disebut
= e. Profitabilitas

18. Upaya sebuah organisasi perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas sangat dipengaruhi oleh
kemauan pihak manajemen untuk mengambil risiko disebut
= a. Risiko

19. Organisasi-organisasi terlibat dalam 3 jenis pasar pada pendekatan multiple


stakeholder adalah
= a. Pasar modal, pasar produk, dan pasar faktor

20. Para pemegang saham publik merupakan konstituennya yang sangat penting disebut
= c. Pasar modal

21. di mana yang menjadi konstituen utamanya adalah pegawai perusahaan & para pemasok serta
berbagai komunitas yang menyediakan sumber daya & menjadi tempat beroperasinya perusahaan
disebut
= a. pasar faktor

22. organisasi memiliki tanggung jawab terhadap para pemangku kepentingan yaitu
= e. pemegang saham, konsumen, para pegawai, para pemasok, dan masyarakat

23. Strategi dapat ditemukan pada 2 tingkatan yaitu


= a. Strategi untuk organisasi keseluruhan dan Strategi untuk unit bisnis dalam
organisasi
24. Sinergi operasi terdiri dari 2 jenis hubungan lintas unit bisnis yaitu
= a. Kemampuan untuk membagi sumber daya umum dan Kemampuan untuk
membagi kompetensi inti umum

25. kemampuan yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi &
menambah nilai signifikan bagi pelanggan disebut
= b. kompetensi inti

26. satu rangkaian dengan strategi industri tunggal di satu ujung spektrum dan diversifikasi yang
tidak berhubungan di ujung lain (diversifikasi yang berhubungan ada di tengah spektrum) disebut
= e. strategi korporat

27. menciptakan dan memelihara keunggulan kompetitif dalam masing-masing industri yang telah
dipilih oleh suatu perusahaan untuk berpartisipasi disebut
= a. strategi unit bisnis

28. Misi ini menyiratkan tujuan menambah pangsa pasar, bahkan dengan mengorbankan
laba jangka pendek dan arus kas disebut
= a. Bangun

29. Misi strategi ini diarahkan pada perlindungan pangsa pasar unit bisnis dan posisi persaingan
disebut
= c. Pertahankan

30. Misi ini mempunyai tujuan memaksimalkan laba jangka pendek dan arus kas, bahkan dengan
mengorbankan pangsa pasar disebut
= b. Panen

31. Misi ini menunjukkan suatu keputusan untuk mundur dari bisnis melalui proses likuidasi
perlahan-lahan atau penjualan segera disebut
= d. Divestasi

32. Michael Porter mendeskripsikan 2 pendekatan analitis untuk mengembangkan keunggulan


kompetiif yang superior yaitu
= a. Analisis industry dan analisis rantai nilai

33. Studi menunjukkan bahwa rata-rata profitabilitas industri sejauh ini merupakan prediktor paling
signifikan dari kinerja perusahaan disebut
= c. Analisis industry

34. supplier adalah jumlah supplier, kemampuan supplier untuk integrate forward , kehadiran input
substitusi, dan pentingnya volume unit bisnis bagi supplier merupakan faktor-faktor dari
= b. bargaining power supplier

35. metode untuk membagi rantai tersebut dari bahan baku dasar sampai pelanggan pemakai akhir
ke dalam kegiatan spesifik untuk dapat memahami perilaku biaya dan sumber diferensiasi disebut
= b. kerangka rantai nilai
B. Essay
1. Jelaskan hubungan sistem Pengendalian Manajemen (SPM) dengan Sistem Perencanaan dan
Pengendalian Manajemen (SPPM) serta Peran dan hirarki SPPM!
Jawab : SPM adalah bagian dari SPPM. SPPM adalah suatu sistem yang digunakan oleh
manajer untuk merencanakan kegiatan organisasi dan melakukan pelaksanaan kegiatan
tersebut. Proses yang dilaksanakan dalam SPPM terdiri atas tiga elemen SPPM yaitu: (1)
perumusan strategi, (2) pengendalian manajemen, dan (3) pengendalian operasional.

2. Jelaskan Perbedaan sistem pengendalian manajemen dan sistem pengendalian


terhadap alat!
Jawab : sistem pengendalian manajemen adalah seperangkat struktur komunikasi yang
saling berhubungan yang memungkinkan pengolahan informasi untuk tujuan membantu
para manajer dan pengkoordinasian bagian-bagian dan pencapaian tujuan organisasi secara
berkesinambungan sedangkan sistem pengadilan terhadap alat adalah salah satu alat untuk
membantu manajemen dalam mengimplementasikan strategi yaitu menggerakkan suatu
organisasi untuk mencapai tujuan tujuan strateginya.

3. Jelaskan definisi dan elemen – elemen perumusan strategi!


Jawab : Perumusan strategi adalah proses pembuatan keputusan mengenai tujuan
organisasi tersebut. Elemen-elemen keluaran perumusan strategi adalah: (1) tujuan, (2) dan
berbagai strategi serta kebijakan untuk mencapai tujuan strategi, dan (3) kebijakan. Tujuan
adalah sesuatu yang ingin dicapai dengan keberadaan atau eksistensi organisasi. Tujuan
dibedakan menjadi dua yaitu goal (sasaran) dan objective (tujuan). Goal (sasaran) adalah
pernyataan luas dan tanpa batas waktu tertentu mengenai & apos; apa yang ingin dicapai
oleh organisasi. Objective (tujuan) adalah pernyataan spesifik dan berjangka waktu tertentu
mengenai hasil-hasil yang ingin dicapai oleh suatu organisasi. Strategi adalah rencana-
rencana organisasi yang komprehensif, terpadu, luas, penting, dan tanpa batas waktu yang
menyatakan secara umum arah organisasi yang diinginkan oleh manajemen senior untuk
mencapai goal dan objectivenya. Kebijakan adalah peraturan-peraturan atau pedoman luas
untuk melaksanakan tindakan-tindakan tertentu yang akan dilaksanakan melalui organisasi.

4. Jelaskan definisi dan elemen – elemen sistem Pengendalian Manajemen!


Jawab : Sistem pengendalian manajemen (SPM) adalah sistem yang digunakan oleh
manajemen untuk mempengaruhi anggota organisasinya agar melaksanakan strategi dan
kebijakan organisasi secara efisien dan efektif dalam rangka mencapai tujuan organisasi,
sistem pengendalian manajemen terdiri atas lingkungan (struktur) dan proses sistem
pengendalian manajemen. Lingkungan SPM adalah aspek-aspek pokok cara-cara
mengorganisasi entitas ke dalam pusat-pusat pertanggungjawaban dan lingkungan yang
mempengaruhi perilaku manusia dalam organisasi. Proses SPM adalah seperangkat tindakan
yang dilaksanakan oleh manajer atas dasar informasi yang mereka terima.

5. Jelaskan definisi dan elemen – elemen sistem Pengendalian Operasional!


Jawab : Pengendalian operasional atau pengendalian tugas adalah proses digunakan oleh
manajemen untuk menjamin bahwa tugas-tugas dilaksanakan yang secara efektif dan
efisien. Aktivitas dalam pengendalian operasional dapat digolongkan menjadi dua yaitu: (1)
aktivitas terjadwal, dan (2) aktivitas tidak terjadwal. Aktivitas terjadwal atau aktivitas rutin
adalah bentuk tindakan tertentu yang harus dilakukan untuk melaksana- kan tugas tertentu,
dalam situasi tertentu, dan dalam satuan waktu tertentu tu. Aktivitas tidak terjadwal atau
aktivitas khusus adalah tugas-tugas bersifat tidak rutin sehingga tidak dapat dijadwalkan
secara terinci, atau tidak terotomasi, atau tidak dilaksanakan secara mekanikal. Aktivitas
rutin hendaknya dilaksanakan sesuai dengan proses yang terstandarisasi.

6. Jelaskan SPM dengan fungsi manajemen, Akuntansi Manajemen, Sistem Pengendalian


Internal dan Pengauditan Internal!
Jawab : Fungsi manajemen mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan
pengendalian, SPM merupakan bagian proses manajemen yang berhubungan dengan fungsi
perencanaan dan pengendalian organisasi. SPM berhubungan dengan aspek kebijakan
administrasi fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi. Akuntansi manajemen adalah
proses dalam organisasi yang bertujuan untuk menghasilkan informasi keuangan dan non
keuangan yang telah terjadi atau yang diperkirakan akan terjadi untuk disajikan kepada
manajemen untuk digunakan melaksanakan fungsi-fungsinya dan kepada pihak luar yang
berkepentingan pada organisasi. Informasi akuntansi manajemen meliputi informasi
mengenai: (1) pendapatan, (2) beban, (3) laba, dan (4) investasi. Informasi akuntansi
manajemen digunakan dalam lingkungan (struktur) dan proses SPM.
Sistem pengendalian internal (SPI) terdiri atas kebijakan dan prosedur yang diciptakan untuk
memberikan jaminan yang memadai agar tujuan organisasi dapat dicapai. Tujuan SPI adalah
(1) pengendalian akuntansi internal, dan (2) pengendalian administrasi internal. Tujuan
pengendalian akuntansi internal mencakup: (a) menjaga kekayaan dan catatan organisasi,
dan (b) mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi. Tujuan pengendalian
administratif internal mencakup: (a) mendorong efisiensi dan efektivitas, dan (b) mendorong
dipatuhinya kebijakan manajemen. SPM berhubungan erat dengan pengendalian
administratif internal. Pengauditan internal adalah aktivitas penilai independen yang
dibentuk dalam organisasi untuk memberikan jasa pada organisasi, pengendalian internal
berfungsi memeriksa dan mengevaluasi kecukupan dan keefektifan pengendalian lainnya.
Fungsi pengauditan internal telah meluas menjadi: (1) pengauditan keuangan internal, (2)
pengauditan kepatuhan, dan (3) pengauditan kinerja. Pengauditan kinerja berkembang lebih
lanjut ke dalam: (a) pengauditan manajemen dan pengauditan program, (b) pengauditan
kinerja (pengauditan manajemen dan pengauditan program) digunakan untuk menilai
apakah SPM telah melaksanakan strategi-strategi dan kebijakan-kebijakan secara efisien,
dan ekonomis dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

7. Jelaskan perbedaan dimensi sifat masalah dan keputusan antara perumusan strategi (PS),
Pengendalian Manajemen (PM) dan Pengendalian Operasional (PO)
Jawab : Perbedaan dimensi sifat masalah dan keputusan antara perumusan strategi (PS),
pengendalian manajemen (PM), dan pengendalian opera sional (PO) adalah sebagai berikut;
a. Fokus keputusan: (1) PS berfokus pada satu aspek pada satu waktu tertentu, (2) PM
berfokus pada organisasi secara menyeluruh, dan (3) PO berfokus pada setiap tugas
berbeda.
b. Sifat masalah: PS sulit diidentifikasikan, tidak terstruktur, banyak alternatif, hubungan
sebab-akibat tidak jelas; PM ada preseden, banyak yang berulang-ulang, alternatif-alternatif
terbatas, sebagian terprogramkan; PO menentukan aturan, model-model matematika.
c. Kriteria: PS menggunakan sosial dan ekonomi, PM menggunakan efisiensi dan efektivitas,
PO menggunakan efisiensi.
d. Kendala: PS langit adalah batasnya, PM umumnya dinyatakan oleh strategi, PO terkendala
sangat ketat.
e. Horison perencañaan: PM sejauh dapat dilihat, PM beberapa tahun yang akan datang dan
menekankan pada satu tahun, PO masa depan yang segera.
f. Proses keputusan: PS menggunakan beberapa analisis formal, seba- gian besar
pertimbangan, waktu untuk kecermatan, banyak pengu- langan (iterasi), tidak teratur; PS
menggunakan banyak analisis formal, batas waktu, sedikit pengulangan, dan ritmik; PO
mengikuti peraturan, menggunakan pertimbangan jika peraturan tidak men- cukupi,
berulang-ulang.
g. Hasil akhir: PS sering satu keputusan, berupa tujuan, strateg kebijakan, anggaran dasar;
PM berupa rencana komprehensif unt organisasi secara menyeluruh; PO berupa tindakan
khusus. h. Evaluasi: PS bersifat subyektif dan sulit, menggunakan interval waktu panjang; PM
bersifat kurang sulit, minimal setahun sekali: Po biasanya jelas batasnya, segera.

8. Jelaskan tiga dimensi SPPM dan Perbedaan ketiga elemen SPPM tersebut!
Jawab : Ketiga elemen SPPM tersebut dapat dipisahkan, namun mempunyai hubungan yang
erat satu sama lain. Batas-batas antara tiga elemen SPPM tersebut dapat ditinjau dari empat
dimensi yaitu (1) sifat masalah dan keputusan, (2) sifat sistem dan informasi, (3)
pertimbangan keperilakuan, dan (4) karakteristik-karakteristik lainnya.

9. Jelaskan perbedaan dimensi sifat sistem dan informasi antara perumusan strategi,
pengendalian manajemen dan pengendalian operasional!
Jawab : Perbedaan dimensi sifat sistem dan informasi antara perumusan strategi (PS),
pengendalian manajemen (PM), dan pengendalian operasional (PO) adalah berikut :
a. Struktur: PS pada dasarnya tidak sistematis. dibuat khusus sesuai dengan masalah; PM
bersifat formal dan informal: PO bersifat terutama sistematis dan terstruktur.
b. Sifat informasi: PS sebagian besar berasal dari ingkungan eksternal, berorientasi masa
depan. dan menunjukkan hasil-hasil yang diha rapkan; PM berintikan keuangan, berasal dari
eksternal dan internal, mengenai rencana dan sesungguhnya, berhubungan dengan hasil
hasil yang diharapkan dan diinginkan; PO sebagian besar bersifat nonmoneter, berasal dari
internal. sesungguhnya. berhubungan dengan model pengoperasian.
c. Fokus: PS berhubungan dengan topik yang dipelajari, program, dan tidak hierarkis: PM
berhubungan dengan program darn pusat-pusat pertanggungjawaban, bersifat hierarkis: PO
berhubungan dengan transaksi-transaksi tertentu, tidak hierarkis.
d. Kuantitas: PS mencakup banyak cdata yang dianalisis, namun sediki keputusan yang
dibuat: PM informasinya teringkas. mengenai pengecualian-pengecualian: PO terinci.
e. Ketelitian: PS kurang teliti, PM cukup teliti, PO sangat teliti.
f. Ketepatan waktu: PM biasanya kecepatan tidak penting. PM kecepatan lebih penting
daripada ketelitian, PO dalam waktu nyata.
g. Penyimpanan data: PS relatif tidak penting. PM penting. PO penting.

10. Jelaskan perbedaan pandangan antara Stockholder dan stakeholder mengenai tujuan
organisasi!
Jawab : Tujuan stockholders (pemegang saham) adalah memaksimalkan dividen dan nilai
saham sehingga tujuan perusahaan adalah mencapai laba maksimal atau kembalian investasi
(return on invesment, ROI) yang maksimal. Pendekatan ini sesuai dengan paham
kapitalisme. Kapitalisme adalah paham yang bertujuan untuk melindungi para pemilik modal
(pemegang saham). Pendekatan ini mempunyai kelemahan: (1) mendasarkan pada filosofi
perakuan," (2) profitabilitas seharusnya dinyatakan dalam laba yang memuaskan, dan
bukanlah laba maksimal, hal ini disebabkan arena: (a) profitabilitas menunjukkan laba jangka
panjang dan bukanlah laba maksimal jangka pendek, (b) sulit ditentukan dan
diidentifikasikan alternatif-alternatif cara pencapaiannya, (c) dapat mengakibatkan
manajemen perusahaan bertindak tidak etis, (d) ROI bukan tujuan tunggal perusahaan, (e)
harga pasar saham bukan pengukur akurat investasi para peme gang saham.

Tujuan stakeholders adalah tujuan-tujuan para investor, konsumen, pemasok, manajemen,


karyawan, masyarakat umum, dan pemerintah yang ingin dicapainya dengan keberadaan
perusahaan. Tujuan ini didasarkan pada kenyataan bahwa organisasi merupakan sistem
terbuka. Pendekatan ini didasarkan atas "filosofi perkitaan" yang mengutamakan "tujuan
kita" atau "kepentingan kita." Tujuan ini mengutamakan "keselarasan tujuan (goal
congruence)." Untuk mencapai tujuan stakeholders (para partisipan) manajemen
perusahaan perlu: (1) menentukan tujuan, strategi, standar, dan ukuran-ukuran kinerja
lainnya yang sesuai untuk mencapai tujuan dan kepentingan para partisipan tersebut, (2)
mendesain dan mengimplementasikan sistem pengendalian manajemen yang sesuai untuk
mencapai tujuan dan kepentingan para partisipan dan organisasi, (3) saling memberikan
kontribusi dan mendorongnya para partisipan untuk memelihara kemitraan dalam mencapai
tujuan dan kepentingan tersebut.

11. Jelaskan definisi tujuan dan manfaat tujuan pada organisasi


Jawab : Tujuan organisasi adalah pernyataan keadaan-keadaan atau hasil- hasil yang
diharapkan yang mengarahkan usaha organisasi untuk mencapainya. Tujuan disusun dari
analisis lingkungan eksternal dan internal organisasi atau analisis SWOT. Terdapat dua faktor
yang menghubungkan antara tujuan dan manajemen: (1) tujuan dipengaruhi oleh aspirasi
para manajer penting dalam organisasi, (2) tujuan mencerminkan hasil- hasil akhir tindakan-
tindakan yang diinginkan.
Tujuan mempunyai beberapa manfaat bagi organisasi yaitu untuk: (1) pedoman arah usaha-
usaha para individu dan kelompok dalam orga nisasi, (2) perencanaan dan pengorganisasian
aktivitas-aktivitas organisasi, (3) pemotivasian para individu dalam melaksanakan aktivitas
dengan tingkat efisiensi dan efektivitas setinggi mungkin, dan (4) pengevaluasian dan
pengendalian aktivitas-aktivitas organisasi.

12. Jelaskan faktor faktor yang mempengaruhi terciptanya keselarasan tujuan!


Jawab :
1. FAKTOR INFORMAL
A. Faktor Eksternal : norma-norma yang tumbuh dan berkembang pada kehidupan
masyarakat, dimana perusahaan merupakan bagian dari masyarakat itu sendiri.
B. Faktor Internal
Faktor-faktor internal yang mempengaruhi keberhasilan pengendalian manajemen :
-Budaya : Seperangkat keyakinan, sikap, norma hubungan kerja dan asumsi baik eksplisit
atau emplisit yang diterima dari organisasi.
-Gaya manajemen merupakan faktor internal yang sangat penting, termasuk sikap pimpinan
terhadap pengendalian perusahaan.
2. FAKTOR FORMAL
Peraturan
Menunjukkan semua bentuk pengendalian dan instruksi-intruksi formal, termasuk instruksi
yang ada, praktik-praktik yang dilakukan, job deskripsi prosedur operasi standar, petunjuk
pelaksanaan dan kode etik.
3. STRUKTUR ORGANISASI
A. Struktur fungsional
Membagi tugas sesuai dengan keahlian masing – masing (spesialisasi) dan manajer
bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
B. Struktur Organisasi Unit Bisnis
Setiap unit bisnis bertanggung jawab pada kegiatan produksi dan pemasaran unit bisnisnya.

C. Struktur Organisasi Matrix


Merupakan kombinasi antara struktur organisasi fungsional dan unit bisnis.
D. CORPORATE LEVEL STRATEGY
Terjadi pada bisnis campuran yang memfokuskan perhatian pada dimana(where)dibanding
bagaimana(how) cara bersaing.
E. STRATEGI UNIT BISNIS
Terbagi dalam 2 aspek:
1. Misi Unit Bisnis
2. Controller Unit Bisnis

13. Jelaskan definisi keselarasan tujuan dan bagaimana cara mencapainya!


Jawab : Keselarasan tujuan adalah kondisi proses tindakan-tindakan yang dilakukan oleh
para partisipan untuk mencapai tujuan atau kepentingannya sesuai dengan kepentingan
terbaik organisasi. Sistem pengendalian manajemen harus dirancang untuk memotivasi dan
mendorong individu- individu dan kelompok-kelompok bertindak sesuai dengan kepentingan
terbaik organisasi serta para inanajer termotivasi untuk membuat keputusan yang
memperhatikan tujuan stakeholders yang sekaligus selaras dengan kepentingan terbaik
organisasi. Keselarasan tujuan dapat ditempuh langkah-langkah sebagai berikut: (1)
mengidentifikasikan semua stakeholders, (2) mengisolasi stakeholders yang krusial, (3)
menganalisis kontribusi dan dorongannya terhadap pencapaian tujuan organisasi dengan
cara-cara yang efisien, (4) menentukan persaingan antara kelompok stakeholders tertentu
yang dominan, dan (5) menentukan tujuan perusahaan yang selaras dengan tujuan-tujuan
stakeholders tersebut.

14. Jelaskan kriteria tujuan yang baik!


Jawab : Kriteria tujuan dapat digunakan untuk penilaian kinerja, kriteria-kriteria tersebut
mencakup: (1) tujuan harus jelas dan spesifik agar dipahami semua manajer dan karyawan,
(2) tujuan harus berjangka waktu, baik pendek maupun panjang, agar dapat disusun rencana
dan pengukuran pencapaiannya, (3) tujuan harus konsistensi dengan lingkungan eksternal
dan sumber-sumber internal, (4) tujuan harus cukup sulit namun dapat tercapai agar
merangsang usaha keras para pelaksana.

15. Sebutkan dan jelaskan jenis jenis tujuan!


Jawab : Tujuan dapat dinyatakan dalam: (1) profitabilitas, misalnya: (a) laba bersih, (b) laba
per saham, (c) kembalian atas investasi (ROI); (2) produktivitas misalnya: (a) unit produksi
per hari per karyawan, (b) biaya per unit produk, (c) laba per karyawan; (3) pasar, misalnya
pangsa pasar; (4) sumber-sumber, misalnya: (a) sumber keuangan, (b) sumber fasilitas dan
kapasitas, (c) sumber daya manusia; (5) inovasi, misalnya: (a) pengembangan proses
pemanufakturan baru, (b) pengembangan produk baru, (c) peningkatan pasar yang baru; (6)
tanggung jawab sosial, misalnya: (a) mutu hidup, (b) kesempatan kerja bagi minoritas, (c)
polusi, dan (d) pelestarian lingkungan. Tujuan organisasi dapat diklasifikasikan dengan cara-
cara yang berbeda-beda. Tujuan dapat juga digolongkan berdasar: (1) tingkat analisis,
mencakup: (a) tujuan ofisial, (b) tujuan operatif, dan (c) tujuan operasional; (2) fokus,
mencakup: (a) tujuan pemeliharaan, (b) tujuan penyempurnaan, dan (c) tujuan
pengembangan; dan (3) waktu, mencakup (a) tujuan jangka panjang, (2) tujuan jangka
pendek.
16. Sebut dan jelaskan karakteristik penting tujuan!
Jawab : Tujuan organisasi mempunyai beberapa karekteristik-karakteristik pokok yaitu: (1)
tujuan harus terukur, (2) Keserbaragaman tujuan, (3) pengorderan tujuan. Untuk mengukur
tujuan organisasi dapat digunakan kriteria kuantitatif (obyektif) maupun kriteria kualitatif
(subyektif). Keserbaragaman tujuan menunjukkan bahwa setíap organisasi dan setiap
manajer mempunyai lebih dari satu tujuan sebagai pedoman aktivitas- aktivitas dan
tindakan-tindakannya. Pengorderan tujuan digunakan untuk menghadapi masalah-masalah
tujuan yang sifatnya rumit, sulit, dan membingungkan dengan cara: (a) menentukan jaringan
kerja secara horizontal (di samping juga secara vertikal), (b) menentukan skala prioritas
tujuan, (c) menentukan keseimbangan (keselarasan) tujuan.

17. Sebutkan pentingnya kunci sukses tujuan dan elemen elemen pokoknya!
Jawab : Tujuan merupakan dasar bagi perencanaan dan pengendalian manajemen, untuk itu
perlu mempertimbangkan kunci sukses tujuan yang meliputi: (1) usahakan agar tujuan dapat
diterima dan merupakan komitmen para karyawan, (2) tekankan pada komunikasi dan
umpan-balik, (3) tujuan ganda tidak boleh saling bertentangan satu-sama-lain, (4) balas jasa
harus secara jelas dihubungkan dengan tingkat pencapaian tujuan, (5) usahakan agar dalam
pencapaian tujuan dapat menghilangkan persaingan yang tidak produktif, dan (6) tidak
tercapainya tujuan, tidak selalu berarti pemberhentian tugas atau karier personal.

18. Jelaskan beberapa dimensi perilaku sosial organisasi!


Jawab : Konsep perilaku sosial organisasi dapat digolongkan menjadi tiga yaitu: (1)
kewajiban sosial, (2) tanggungjawab sosial, dan (3) Ketertanggapan sosial. Kewajiban sosial
adalah pencapaian tujuan organisasi melalui kemampuannya untuk bersaing dalam
memperoleh sumber-sumber dan mengarahkan kegiatan sesuai dengan hukum yang berlaku
dalam masyarakat (mematuhi hukum). Tanggung-jawab sosial organisasi adalah konsep yang
menganjurkan bahwa organisasi harus mematuhi norma- norma, nilai-nilai, dan kinerja
sosial yang berlaku yang diharapkan oleh masyarakat (memenuhi tuntutan sosial).
Ketertanggapan sosial adalah antisipasi perubahan sosial atau, munculnya masalah-masalah
sosial di masa depan yang mungkin mempengaruhi aktivitas-aktivitas organisasi.

19. Jelaskan bagaimana praktik perilaku sosial organisasi!

Jawab : Banyak organisasi yang menganggap bahwa isu-isu sosial merupakan hal baru yang
harus dihadapinya. Namun, konsep perilaku sosial organisasi .yaitu: kewajiban sosial,
tanggung-jawab sosial, dan Ketertanggapan sosial, sudah merupakan gagasan yang lama
ada. Dalam praktik juga banyak perusahaan yang sudah memberikan kontribusi secara
signifikan pada perilaku sosial organisasi, misalnya: (1) sebagai bapak angkat pengusaha dan
petani kecil, (2) perluasan bisnis tanpa penggusuran, (3) pemberian jaminan upah minimal
yang lebih tinggi dibandingkan upah minimal regional (UMR), (4) pemberian tunjangan hari
raya, (5) penarikan kembali produk yang telah diedarkan atau dijual karena membahayakan
keselamatan publik, menimbulkan polusi merkuri di air, udara, tanah, binatang, manusia dan
makhluk hidup lainnya. Namun banyak pula praktik perusahaan yang tidak sesuai dengan
aku sosial, sebagai contoh: (1) enggan memberikan upah sesuai UMR meskipun perusahaan
sebenarnya mampu, (2) membuang limbah ke sungai peril atau ke laut tanpa memedulikan
kerusakan lingkungan dan membahayakan kehidupan, (3) mencemari udara sehingga
mengganggu ekosistem kehidupan, (4) tidak memberikan kesempatan kerja atau jabatan
pada golongan minoritas.
20. Jelaskan mengapa ada pro dan kontra terhadap perilaku sosial organisasi!
Jawab : Pihak yang menentang keterlibatan perilaku sosial organisasi berargumentasi bahwa
tanggungjawab bisnis hanyalah laba maksimal untuk para pemiliknya, usaha mengalihkan
dana untuk aktivitas sosial tidak memberikan kontribusi pada laba sehingga bersifat illegal.
Pendukung keterlibatan perilaku sosial perusahaan berargumen bahwa bisnis merupakan
kekuatan utama masyarakat sehingga bisnis berkewajiban dan berpublik. tanggung-jawab
untuk berusaha menyelesaikan masalah-masalah sosial publik.

21. Jelaskan bagaimana mengelompokkan sikap tanggap organisasi terhadap isu–isu sosial!
Jawab : Sikap tanggap organisasi terhadap isu sosial dapat digolongkan menjadi tiga yaitu:
(1) tokenisme, (2) perubahan fungsional, dan (3) perubahan struktural. Tokenisme adalah
sikap tanggap terhadap isu sosial dengan cara memberikan dana, menjadi anggota panitia,
dan perhatian eksekutif, dan sebagainya. Perubahan fungsional adalah pola tanggap
perusahaan terhadap isu sosial dengan menyusun panitia (komite) sementara atau
permanen yang para anggotanya bertanggung-jawab untuk menangani tugas-tugas khusus
atau memberikan informasi pada manajemen mengenai masalah-masalah sosial. Perubahan
struktural adalah pola untuk menanggapi masalah-masalah sosial dengan mekanisme
membentuk posisi manajerial baru ke dalam struktur organisasi.

22. Jelaskan pengertian audit sosial dan pentingnya bagi perusahaan!


Jawab : Audit sosial adalah proses sistematis dan independen yang dirancang untuk
memantau, menilai, dan mengukur kinerja sosial organisasi misalnya: harga jual produk, gaji
dan upah, kesempatan kerja, polusi, kelompok minoritas, kondisi kerja, kontribusi cinta
sesama, dan isu konsumerisme. Audit sosial menunjukkan kesadaran terhadap perilaku
sosial organisasi yang semakin tinggi sehingga menimbulkan kebutuhan untuk menilai secara
independen kinerja sosialnya. Pendekatan yang dapat digunakan untuk audit sosial
mencakup: (1) pendekatan inventarisasi, (2) pendekatan biaya, (3) pendekatan program
manajemen, dan (4) pendekatan analisis biaya-manfaat.

23. Jelaskan hubungan tujuan organisasi dengan perilaku sosial!


Jawab : Hubungan tujuan organisasi dengan perilaku sosial dapat dikelompokkan menjadi
tiga yaitu: (1) interkoneksi tujuan, (2) kunci sukses perilaku sosial, dan (3) tujuan sosial dan
tugas manajer.
Tujuan organisasi dan perilaku sosial sifatnya terinterkoneksi dalam arti perilaku sosial
organisasi harus diletakkan dalam konsep tujuan organisasi, serta dihubungkan dengan
tujuan masyarakat, dan tujuan pemerintah (selaras dengan konsep stakeholders). Para
manajer harus memberikan perhatian terhadap kunci sukses perilaku sosial.
Para manajer tidak boleh mengabaikan penyebab penurunan dan erosi organisasi karena
citranya sebagai "public figure" rusak atau kepemimpinannya dalam menyelesaikan
masalah-masalah sosial menjadi rusak. Cara-cara melaksanakan konsep perilaku sosial
organisasi mempengaruhi cara-cara para manajer melaksanakan tugasnya. Perilaku sosial
organisasi mempengaruhi keahlian yang diperlukan dan peran yang dimainkan oleh para
manajer. Keahlian manajer dapat dikelompokkan ke dalam: (1) keahlian teknis, (2) keahlian
manusia, dan (3) keahlian konseptual dan diagnostik. Peran manajer mencakup: (1) peran
interpribadi, (2) peran informasional, (3) peran pengambil keputusan.
Para manajer dalam semua jenis organisasi harus memahami bahwa efektivitasnya sebagai
manajer dan efektivitas serta kelangsungan hidup organisasinya tergantung pada luasnya
keterterimaan dan hubungannya dengan elemen-elemen masyarakat. Jadi, para manajer
harus meningkatkan kinerjanya untuk mencapai tujuan pasar (ekonomi) dan juga tujuan
nonekonomi, khususnya tujuan sosial.

24. Jelaskan pengertian modal manajemen strategi!


Jawab : Model manajemen strategi adalah model yang digunakan oleh manajemen untuk
mengorganisasi kornponen-komponen utama proses manajemen strategi. Model
manajemen strategi memiliki lima komponen penting yaitu: (1) penentuan filosofi, visi, misi,
dan tujuan, (2) analisis lingkungan, (3) analisis dan pemilihan alternatif-alternatif strategi, (4)
implementasi strategi, (5) evaluasi dan pengendalian kinerja.

25. Apa yang dimaksud dengan filosofi , visi, misi, dan tujuan!
Jawab : Filosofi adalah seperangkat keyakinan pokok yang menentukan parameter-
parameter untuk bisnis dan memberikan bagi para karyawannya. Visi adalah pandangan
atau wawasan luas manajemen mengenai kondisi (lingkup, skala, dan ukuran) yang ingin
dicapai oleh organisasi di masa depan. Misi adalah pernyataan pokok mengenai alasan
eksistensi organisasi dan peta umum arah dan pola organisasi di masa depan. Tujuan adalah
target-target atau hasil-hasil yang lebih spesifik yang ingin dicapai oleh organisasi.

26. Jelaskan pengertian strategi dan jelaskan elemen elemen strategi induk!
Jawab : Strategi adalah proses yang digunakan oleh manajemen puncak untuk mengevaluasi
keunggulan dan kelemahan dalam rangka menyoroti peluang dan tantangan yang ada dalam
lingkungannya dan memutuskan strategi pasar produk yang cocok dengan kompetensi
perusahaan dengan peluang lingkungan. Strategi merupakan rencana besar dan penting
yang tidak berjangka waktu tertentu yang merupakan arah umum yang digunakan oleh
manajemen organisasi sebagai peta pedoman untuk mencapai tujuan organisasi.
Strategi induk dapat digolongkan dengan berbagai macam cara salah satu cara di antaranya
adalah: (1) strategi pertumbuhan terkonsentrasi, (2) strategi pertumbuhan terintegrasi, (3)
strategi pertumbuhan terdiversifikasi, (4) strategi stabilitas, (5) strategi penurunan, dan (6)
strategi penutupan. Selain ke enam jenis strategi tersebut, suatu perusahaan dapat pula
menggunakan strategi kombinasi. Strategi pertumbuhan terkonsentrasi adalah strategi yang
memusatkan pada penyempurnaan berbagai produk dan pasar dimiliki perusahaan saat ini
tanpa mengubah faktor- faktor lainnya. Strategi pertumbuhan terintegrasi adalah strategi
yang memusatkan pada gerakan ke tingkat industri yang berbeda dengan menggunakan
teknologi dan menghasilkan produk yang berbeda, namun inti atau basis produk, pasar,
industri, dan teknologinya masih sama. Strategi pertumbuhan terdiversifikasi adalah strategi
pertumbuhan dengan berusaha untuk mengubah karakteristik-karakteristik bisnis misalnya
produk, pasar, teknologi, atau ketiga-tiganya. Strategi stabilitas atau strategi netral adalah
strategi untuk mempertahankan atau memelihara posisi daya saing dengan menggunakan
strategi yang sama dengan yang digunakan sebelumnya. Strategi stabilitas juga disebut
strategi "status quo" atau strategi "do nothing. "Strategi penurunan adalah strategi yang
melibatkan pengelompokan kembali bisnis untuk menyempurnakan efisiensi selelah periode
pertumbuhan cepat, atau pengurangan berbagai tipe bisnis jika pertumbuhan jangka
panjang dan peluang untuk mencapai laba tidak tersedia dalam industri tersebut selama
periode ketidakpastian ekonomi, atau jika timbul peluang-peluang lain yang lebih menarik
daripada yang ada sebelumnya. Strategi penutupan adalah strategi yang terpaksa dipilih
manajemen dengan cara menutup perusahaan jika semua bisnis gagal.

27. Sebutkan beberapa kelemahan dan keunggulan strategi!


Jawab : Bagi suatu organisasi, strategi mempunyai banyak manfaat namun juga mempunyai
beberapa keterbatasan. Jika strategi disusun dengan baik, strategi mempunyai manfaat
untuk: (1) mengantisipasikan kekuatan dan kelemahan organisasi dalam lingkungan yang
berubah-ubah secara cepat dan rumit, (2) mengantisipasikan peluang dan tantangan serta
menentukan peluang yang cocok untuk dimanfaatkan oleh organisasi, (3) memberikan arah
pada para manajer dan karyawan mengenai cara-cara untuk mencapai tujuan organisasi di
masa depan, (4) memudahkan tugas para manajer puncak dan mengurangi risiko yang
dihadapinya, (5) memantau semua kegiatan-kegiatan dalam organisasi, (6) memberikan
informasi kepada manajemen puncak dalam merumuskan atau merumuskan kembali tujuan
akhir organisasi dengan memperhatikan etika masyarakat dan lingkungannya, (7)
mendorong proses manajemen sesuai dengan lingkungan yang berubah cepat dan rumit, (8)
mengurangi rintangan-rintangan untuk berubah sesuai dengan lingkungannya, (9)
membantu praktik- praktik manajemen yang bersifat proaktif dan bukanlah reaktif, (10)
mendorong kemampuan untuk mencegah timbulnya masalah, (11) mendorong efektivitas
organisasi dalam mencapai tujuan-tujuannya, (12) mengurangi risiko kebangkrutan
dibandingkan jika atau dengan organisasi tidak menggunakan strategi.
Strategi mempunyai keterbatasan atau kelemahan jika: (1) manfaat strategi lebih kecil
daripada biayanya, (2) kemampuan yang rendah dalam memodifikasi strategi, (3)
kemampuan memprediksi kurang, (4) enggan mengubah strategi, (5) kurang mampu
membuat pertimbangan manajemen, (6) strategi kurang terintegrasi, kemprehensif, dan
merupakan satu kesatuan.

28. Sebutkan dan jelaskan aspek aspek strategi unit bisnis!


Jawab : Strategi unit bisnis berhubungan dengan dua aspek: (1) misi, (2) keunggulan daya
saing. Misi adalah jawaban terhadap pertanyaan mengenai: apa tujuan-tujuan
menyeluruhnya? Keunggulan daya saing adalah jawaban terhadap pertanyaan mengenai:
bagaimana seharusnya unit-unit bisnis bersaing dalam industrinya untuk mencapai misinya?
Misi unit bisnis yang generik adalah: build, hold, dan harvest. Keunggulan daya saing baku
adalah biaya rendah dan diferensiasi.

29. Sebutkan dan jelaskan cara pengelompokkan strategi korporasi!


Jawab : Bisnis korporasi dapat digolongkan menjadi tiga yaitu: (1) bisnis tunggal, (2) bisnis
terdiversifikasi yang saling berhubungan, dan (3) bisnis terdiversifikasi yang tidak saling
berhubungan. Bisnis tunggal adalah perusahaan yang hanya beroperasi pada satu lini bisnis.
Bisnis terdiversifikasi yang saling berhubungan adalah perusahaan yang beroperasi dalam
beberapa bisnis yang mempunyai hubungan secara luas satu sama lain. Bisnis terdiversifikasi
yang tidak saling berhubungan adalah perusahaan yang beroperasi dalam berbagai bisnis
yang tidak saling berhubungan satu sama lain, hubungan antara unit bisnis tertentu dengan
unit bisnis lainnya murni keuangan.

30. Sebutkan jenis jenis misi!


Jawab :
1. Misi Membangun
2. Misi Mempertahankan
3. Misi Memanen
4. Misi Meninggalkan

Common questions

Didukung oleh AI

Management accounting provides financial and non-financial information for both internal and external stakeholders, which supports strategic planning and control by offering data on revenue, expenses, profit, and investment. This information is essential for decision-making processes related to strategic management and aligns with the needs of the organization's control environment .

The stockholder approach measures business success primarily through financial metrics such as ROI and share value, emphasizing short-term profit maximization. This perspective often neglects broader societal impact. In contrast, the stakeholder approach considers a variety of performance measures, including social, economic, and environmental dimensions, aligning with long-term sustainability and ethical management practices. This holistic view considers the interests and well-being of all parties involved in the business .

Management control systems are a set of interconnected communication structures that process information to help managers coordinate sections and achieve organizational goals continuously. In contrast, operational control systems are tools that help management implement strategy by driving an organization to achieve its strategic objectives .

Stockholders' goals focus on maximizing dividends and stock value, aiming for maximum profit or return on investment which aligns with capitalist philosophy. This approach emphasizes short-term profitability. In contrast, stakeholders' goals encompass broader interests, including investor, consumer, supplier, employee, societal, and governmental interests. This approach is rooted in a 'we-ness' philosophy and emphasizes goal congruence, requiring management to align objectives, strategies, and performance measures to achieve stakeholders' interests .

Operational control systems handle scheduled activities through standardized processes for routine tasks completed in specific situations and timeframes. Conversely, unscheduled activities in operational control involve non-routine tasks that cannot be fully automated or mechanized, requiring situational discretion. Management control systems, however, provide a broader communication framework, guiding overall organizational goal achievement without focusing on task-specific schedules .

Management control systems (SPM) impact internal administrative policy by integrating planning and control functions into a comprehensive framework. SPM aligns organizational activities with strategic objectives through structured communication and information-processing mechanisms, ensuring policies are followed efficiently and effectively, enhancing managerial capability to meet strategic goals .

Social behavior and organizational goals are interlinked through three dimensions: interconnected goals, social performance keys for success, and the social role of managers. Effective social behavior supports organizational goals by enhancing public image and leadership capability in addressing social issues. Managers are responsible for integrating social goals with market and non-market objectives, leveraging their technical, human, and conceptual skills to align organizational practices with societal expectations .

A management control system (SPM) influences organizational members to execute strategies and policies effectively to meet organizational objectives. Its elements include the control environment (structures such as responsibility centers) and control processes (managerial actions based on received information). These elements align with management functions like planning, organizing, directing, and controlling, forming an integral part of administrative policy in planning and control .

To establish clear organizational goals, they should be specific and comprehensible for all managers and employees, time-bound to facilitate planning and measurement, consistent with external environment and internal resources, and challenging yet achievable to motivate effort .

Understanding these differences is crucial for managers because each process addresses different organizational needs and decision-making processes. Strategic formulation deals with external, non-systematic planning focused on long-term goals and opportunities. Management control focuses on organization-wide procedures to ensure efficient and effective achievement of those goals, involving both formal and informal systems. Operational control ensures that day-to-day tasks are carried out efficiently and effectively, involving structured, systematic processes .

Anda mungkin juga menyukai