0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
5K tayangan4 halaman

Esensi dan Urgensi Wawasan Nusantara

Konsep Wawasan Nusantara menyatakan bahwa Indonesia harus dipandang sebagai satu kesatuan politik, sosial budaya, ekonomi, dan pertahanan keamanan. Pandangan ini penting sebagai landasan untuk pembangunan nasional yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

Diunggah oleh

Hendrik Kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
5K tayangan4 halaman

Esensi dan Urgensi Wawasan Nusantara

Konsep Wawasan Nusantara menyatakan bahwa Indonesia harus dipandang sebagai satu kesatuan politik, sosial budaya, ekonomi, dan pertahanan keamanan. Pandangan ini penting sebagai landasan untuk pembangunan nasional yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

Diunggah oleh

Hendrik Kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

E.

Mendeskripsikan Esensi dan Urgensi Wawasan Nusantara


Sebagaimana telah dikemukakan di muka, esensi atau hakikat dari wawasan nusantara adalah
“kesatuan wilayah dan persatuan bangsa” Indonesia. Mengapa perlu kesatuan wilayah? Mengapa
perlu persatuan bangsa? Sebelumnya Anda telah mengkaji bahwa sejarah munculnya wawasan
nusantara adalah kebutuhan akan kesatuan atau keutuhan wilayah Indonesia yang terbentang dari
Sabang sampai Merauke. Wilayah itu harus merupakan satu kesatuan, tidak lagi terpisah-pisah
oleh adanya lautan bebas. Sebelumnya kita ketahui bahwa wilayah Indonesia itu terpecah-pecah
sebagai akibat dari aturan hukum kolonial Belanda yakni Ordonansi 1939. Baru setelah adanya
Deklarasi Djuanda tanggal 13 Desember 1957, wilayah Indonesia barulah merupakan satu
kesatuan, di mana laut tidak lagi merupakan pemisah tetapi sebagai penghubung. Wilayah
Indonesia sebagai satu kesatuan memiliki keunikan antara lain: a. Bercirikan negara kepulauan
(Archipelago State) dengan jumlah 17.508 pulau. b. Luas wilayah 5.192 juta km2 dengan
perincian daratan seluas 2.027 juta km2 dan laut seluas 3.166 juta km2. Negara kita terdiri 2/3
lautan / perairan c. Jarak utara selatan 1.888 km dan jarak timur barat 5.110 km d. Terletak
diantara dua benua dan dua samudra (posisi silang) e. Terletak pada garis katulistiwa f. Berada
pada iklim tropis dengan dua musim g. Menjadi pertemuan dua jalur pegunungan yaitu
Mediterania dan Sirkum Pasifik h. Berada pada 60 LU- 110 LS dan 950 BT – 1410 BT i.
Wilayah yang subur dan habittable (dapat dihuni) j. Kaya akan flora, fauna, dan sumberdaya
alam
Wawasan nusantara yang pada awalnya sebagai konsepsi kewilayahan berkembang menjadi
konsepsi kebangsaan. Artinya wawasan nusantara tidak hanya berpandangan keutuhan wilayah,
tetapi juga persatuan bangsa. Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang heterogen.
Heterogenitas bangsa ditandai dengan keragaman suku, agama, ras, dan kebudayaan. Bangsa
yang heterogen dan beragam ini juga harus mampu bersatu. Cobalah anda kemukakan mengapa
bangsa Indonesia yang beragam ini harus kita pandang sebagai satu kesatuan?
Bangsa Indonesia sebagai kesatuan juga memiliki keunikan yakni:
1. Memiliki keragaman suku, yakni sekitar 1.128 suku bangsa (Data BPS, 2010)
2. Memiliki jumlah penduduk besar, sekitar 242 juta (Bank Dunia, 2011)
3. Memiliki keragaman ras
4. Memiliki keragaman agama
5. Memiliki keragaman kebudayaan, sebagai konsekuensi dari keragaman suku bangsa
Untuk melatih Anda memahami kembali esensi dan urgensi dari wawasan nusantara ini, Anda
secara berkelompok bertugas menyusun paparan tertulis sekitar satu halaman tentang hakikat dan
arti penting wawasan nusantara ini bagi bangsa Indonesia. Hasil tertulis ini selanjutnya Anda
presentasikan di kelas.
Konsep Wawasan Nusantara menciptakan pandangan bahwa Indonesia sebagai satu kesatuan
wilayah merupakan satu kesatuan politik, sosialbudaya, ekonomi serta pertahanan dan
keamanan. Atau dengan kata lain perwujudan wawasan nusantara sebagai satu kesatuan politik,
sosialbudaya, ekonomi dan pertahanan dan keamanan. Pandangan demikian penting sebagai
landasan visional bangsa Indonesia terutama dalam melaksanakan pembangunan.
1. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik Memiliki makna:
1) Bahwa kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan satu
kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup, dan kesatuan matra seluruh bangsa serta menjadi
modal dan milik bersama bangsa.
2) Bahwa bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan berbicara dalam berbagai
bahasa daerah serta memeluk dan meyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan satu kesatuan bangsa yang bulat dalam arti yang
seluasluasnya.
3) Bahwa secara psikologis, bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib
sepenanggungan, sebangsa, dan setanah air, serta mempunyai tekad dalam mencapai cita-
cita bangsa.
4) Bahwa Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideologi bangsa dan negara yang
melandasi, membimbing, dan mengarahkan bangsa menuju tujuannya.
5) Bahwa kehidupan politik di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan
politik yang diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
6) Bahwa seluruh Kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan sistem hukum dalam
arti bahwa hanya ada satu hukum nasional yang mengabdi kepada kepentingan nasional.
7) Bahwa bangsa Indonesia yang hidup berdampingan dengan bangsa lain ikut
menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan
keadilan sosial melalui politik luar negeri bebas aktif serta diabdikan pada kepentingan
nasional. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan politik akan menciptakan
iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis. Hal tersebut tampak dalam wujud
pemerintahan yang kuat, aspiratif, dan terpercaya yang dibangun sebagai penjelmaan
kedaulatan rakyat.
2. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Ekonomi Memiliki makna:
1) Bahwa kekayaan wilayah Nusantara baik potensial maupun efektif adalah modal dan
milik bersama bangsa, dan bahwa keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di
seluruh wilayah tanah air.
2) Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa
meninggalkan ciri khas yang dimiliki oleh daerah dalam pengembangan kehidupan
ekonominya.
3) Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan
ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan dan
ditujukan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan ekonomi akan menciptakan tatanan ekonomi
yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat
secara adil dan merata. Di samping itu, implementasi wawasan nusantara pada asepek ekonomi
mencerminkan tanggung jawab pengelolaan sumber daya alam yang memperhatikan kebutuhan
masyarakat antar daerah secara timbal balik serta kelestarian sumber daya alam itu sendiri.
3. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya Memiliki
makna:
1) Bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, perikehidupan bangsa harus merupakan
kehidupan bangsa yang serasi dengan terdapatnya tingkat kemajuan masyarakat yang
sama, merata dan seimbang, serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan
tingkat kemajuan bangsa.
2) Bahwa budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu, sedangkan corak ragam budaya
yang ada menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang menjadi modal dan landasan
pengembangan budaya bangsa seluruhnya, dengan tidak menolak nilai–nilai budaya lain
yang tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa, yang hasil-hasilnya dapat dinikmati
oleh bangsa. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan sosial budaya akan
menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui segala bentuk perbedaan sebagai
kenyataan hidup sekaligus karunia Tuhan. Implementasi ini juga akan menciptakan
kehidupan masyarakat dan bangsa yang rukun dan bersatu tanpa membedakan suku, asal
usul daerah, agama, atau kepercayaan, serta golongan berdasarkan status sosialnya.
Budaya Indonesia tidak menolak nilai-nilai budaya asing asalkan tidak bertentangan
dengan nilai budaya bangsa sendiri dan hasilnya dapat dinikmati.
4. Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Pertahanan dan keamanan
Memiliki makna:
1) Bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakekatnya merupakan
ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.
2) Bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka
pembelaan negara dan bangsa.
Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan pertahanan dan keamanan akan
menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan bangsa, yang lebih lanjut akan membentuk sikap
bela negara pada tiap warga negara Indonesia. Kesadaran dan sikap cinta tanah air dan bangsa
serta bela negara ini menjadi modal utama yang akan mengerakkan partisipasi setiap warga
negara indonesia dalam menghadapi setiap bentuk ancaman. Berdasar uraian di atas, wawasan
nusantara berfungsi sebagai wawasan pembangunan. Bahwa pembangunan nasional hendaknya
mencakup pembangunan dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan
keamanan secara terpadu, utuh dan menyeluruh. Dewasa ini, pembangunanan nasional
membutuhkan sumber-sumber pembiayaan yang tidak cukup berasal dari sumber-sumber daya
alam wilayah Indonesia. Sumber daya alam memiliki sifat terbatas dan tidak dapat diperbaharui,
sementara itu pembangunan yang terus berkembang membutuhkan sumber-sumber pembiayaan
yang semakin besar pula. Oleh karena itu negara membutuhkan sumber pembiayaan di luar
sumber daya alam khususnya minyak bumi dan gas alam. Sumber apakah itu? Pajak merupakan
salah satu sumber penerimaan negara. Sekarang pajak merupakan sumber utama penerimaan
negara yang digunakan untuk membiayai pengeluaran negara. Oleh karena itu, pajak sangat
dominan dalam menopang pembangunan nasional. Gambar berikut menunjukkan proporsi
kontribusi pajak sebagai sumber utama penerimaan
Bayar pajak sebagai bentuk bela negara pada zaman sekarang. Berdasar data tersebut pajak
merupakan sumber pembiayaan utama dan terbesar untuk mendanai sumua pengeluaran negara
termasuk pembangunan. Pajak memiliki fungsi anggaran yakni berfungsi untuk membiayai
pengeluaran-pengeluaran negara (fungsi anggaran). Oleh karena itu sangat penting kesadaran
seluruh warga negara Indonesia khususnya yang telah berkategori wajib pajak untuk membayar
pajaknya sebagai bentuk kontribusi warga negara dalam membiayai pembangunan nasional.

Anda mungkin juga menyukai