0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan5 halaman

Perhitungan Biaya Produk dengan ABC

Sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (activity based costing) melibatkan dua tahap yaitu menelusuri biaya pada aktivitas dan produk. Sistem ini menekankan penelusuran langsung dan penggerak untuk menghubungkan biaya dengan sebab akibatnya. Manajemen berdasarkan aktivitas (activity based management) memperluas sistem ini dengan menganalisis aktivitas dan kinerjanya untuk meningkatkan nilai pelanggan dan laba perusahaan.

Diunggah oleh

Riska
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan5 halaman

Perhitungan Biaya Produk dengan ABC

Sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (activity based costing) melibatkan dua tahap yaitu menelusuri biaya pada aktivitas dan produk. Sistem ini menekankan penelusuran langsung dan penggerak untuk menghubungkan biaya dengan sebab akibatnya. Manajemen berdasarkan aktivitas (activity based management) memperluas sistem ini dengan menganalisis aktivitas dan kinerjanya untuk meningkatkan nilai pelanggan dan laba perusahaan.

Diunggah oleh

Riska
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Perhitungan Biaya Produk Berdasarkan Aktivitas: Penjelasan Terperinci

Biaya Sumber Daya

Penelusuran langsung Pembebanan Biaya Penelusuran Penggerak

Aktivitas

Penelusuran Penggerak Pembebanan Biaya

Produk

Sistem perhitungan biaya pada aktivitas (activity based costing-ABC) merupakan


proses dua tahap yaitu dengan cara menelusuri biaya pada aktivitas, kemudian pada produk.
Sistem ABC menekankan pada penelurusan langsung dan penelusuran penggerak
(menekankan hubungan sebab-akibat). Fokus perhitungan berdasarkan biaya aktivitas
dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu:
1. Identifikasi aktivitas dan atributnya
Kamus aktivitas yaitu mendaftar aktivitas-aktivitas dalam sebuah organisasi bersama
dengan atribut aktivitas yang penting. Atribut aktivitas adalah informasi keuangan dan
nonkeuangan yang mendeskripsikan aktivitas individual. Contoh atribut aktivitas yang
berhubungan dengan perhitungan biaya yaitu sumber daya yang digunakan, jumlah waktu
yang dihabiskan oleh pekerja untuk suatu aktivitas, objek biaya yang menggunakan output
aktivitas, ukuran dari output aktivitas, dan nama aktivitas. Pada kamus aktivitas
mengklasifikasi aktivitas sebagai aktivitas primer (primary activity) dan aktivitas sekunder
(secondary activity).
2. Pembebanan biaya pada aktivitas
Jika sumber daya dibagi oleh beberapa aktivitas, maka pembebanan dilakukan melalui
penelusuran penggerak yang disebut penggerak sumber daya. Penggerak sumber daya
(resource driver) adalah faktor yang mengukur pemakaian sumber daya oleh aktivitas.
3. Pembebanan biaya aktivitas pada aktivitas lain
Aktivitas diklasifikasikan sebagai primer dan sekunder. Jika terdapat aktivitas
sekunder, maka tahap lainnya muncul. Sebagai contooh, mengawasi karwayan adalah aktivitas
sekunder. Biaya aktivitas sekunder dibebankan pada aktivitas-aktivitas yang menggunakan
output-nya. Ukuran output yang digunakan adalah jumlah waktu karyawan yang digunakan
setiap aktivitas.
4. Pembebanan biaya pada produk
Untuk membebankan biaya, jumlah dari setiap aktivitas yang digunakan setiap produk
perlu diketahui. Dalam tujuan perhitungan biaya produk, aktivitas dapat diklasifikasikan
dalam empat kategori umum, yaitu:
- Aktivitas tingkat unit. Aktivitas yang dilakukan setiap kali sebuah unit diproduksi.
Contoh: permesinan dan perakitan.
- Aktivitas tingkat batch. Aktivitas yang dilakukan setiap suatu batch produk
diproduksi. Contoh: penyetelan, penjadwalan, produksi, penanganan bahan, dan
pemeriksaan (kecuali setiap unit diperiksa).
- Aktivitas tingkat produk. Aktivitas yang dilakukan bila diperlukan untuk mendukung
berbagai produk yang diproduksi perusahaan. Contoh: perubahan teknik,
pengembangan prosedur pengujian produk, pemasaran produk, rekaya teknik produk,
dan pengiriman.
- Aktivitas tingkat fasilitas. Aktivitas yang menopang proses umum produksi suatu
pabrik. Hanya bermanfaat bagi organisasi dalam beberapa tingkat. Contoh: tata letak,
manajemen pabrik, keamanan, pajak properti, penyusutan pabrik.

Mengurangi Ukuran dan Kerumitan dari Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan


Aktivitas
1. Mengurangi jumlah tarif dengan menggunakan rasio konsumsi. Mengumpulkan semua
aktivitas yang memiliki rasio konsumsi yang sama dalam satu kelompok biaya (cost
pool).
2. Mengurangi jumlah tarif melalui aproksimasi ABC. Menggunakan aktivitas yang
paling mahal dan menggunakan penggeraknya (biaya penggerak sabab akibat) untuk
membebankan biaya pada produk. Biaya yang tidak terlalu mahal dialokasikan dalam
kelompok biaya dari aktivitas yang mahal (dibebankan secara abriter).
3. Perbandingan dengan perhitungan biaya berdasarkan fungsi. Pemakaian overhead oleh
produk diasumsikan untuk dijelaskan hanya dengan penggerak aktivitas berdasarkan
unit.

Chapter 5
Manajemen Berdasarkan Aktivitas (Activity-Based Management)
Manajemen Biaya Berdasarkan Aktivitas: Gambaran Umum Konseptual
Manajemen berdasarkan aktivitas adalah pendekatan untuk keseluruhan sistem yang
terintegrasi dan berfokus pada perhatian manajemen atas berbagai aktivitas dengan tujuan
meningkatkan nilai bagi pelanggan dan laba yang dicapai dengan mewujudkan nilai ini. ABC
adalah sumber utama informasi manajemen berdasarkan aktivitas. Model manajemen
berdasarkan aktivitas memiliki dua dimensi, yaitu:
- Dimensi biaya. Memberikan informasi biaya mengenai berbagai sumber daya, aktivitas,
dan objek biaya yang menjadi perhatian, seperti produk, pelanggan, pemasok, dan saluran
distribusi. Tujuan dimensi ini memperbaiki akurasi pembebanan biaya.
- Dimensi proses. Memberikan informasi mengenai aktivitas apa saja yang dilakukan,
mengapa harus dilakukan, dan seberapa baik aktivitas-aktivitas tersebut dilakukan.
Tujuannya adalah mengurangi biaya. Dengan informasi mengenai aktivitas akan
membantu terjadinya perbaikan berkelanjutan.
ABC

Dimensi Biaya
Sumber Daya
ABM

Dimensi Proses
Analisis Aktivitas Analisis
Dimensi Kinerja
Mengapa? Apa? Seberapa baik?

Produk dan
Pelanggan
Mengimplementasikan ABM
Manajemen berdasarkan aktivitas (ABM) adalah sistem yang lebih komprehensif
daripada sistem ABC. Tujuan untuk mengimplementasikan ABM ada dua tujuan, tujuan
pertama adalah domain dari ABC dan tujuan kedua adalah bagian dari analisis nilai proses
(process value analysis-PVA). Tujuan kedua membutuhkan data yang terperinci dari tujuan
ABC dalam memperbaiki keakuratan pembebanan biaya.

Terdapat 10 langkah yang menentukan implementasi ABM, yaitu langkah yang


berkaitan dnegan PVA, langkah yang berkaitan dengan ABC, dan langkah umum. Langkah
yang sama berkaitan dengan PVA dan ABC yaitu perencanaan sistem dan identifikasi, definisi,
dan klasifikasi berbagai aktivitas.
Sebagai sistem, ABM bisa saja gagal dalam pengimplementasiannya. Salah satu alasan
utamanya adalah kurangnya dukungan dari manajemen tingkat atas, adanya penolakan untuk
perubahan, kurangnya keahlian menggunakan informasi aktivitas yang baru, dan kegagalan
dalam mengintegrasikan sistem ABM.
ABM dan Akuntansi Pertanggungjawaban
Akuntansi pertanggungjawaban adalah alat fundamental untuk pengendalian
manajemen dan ditentukan melalui empat elemen penting, yaitu pemberian, tanggung jawab,
pembuatan ukuran kinerja atau benchmarking, pengevaluasian kinerja, dan pemberian
penghargaan. Tiga jenis akuntansi pertanggungjawaban yang telah berubah sepanjang waktu,
yaitu berdasarkan keuangan (fungsional), aktivitas, dan startegi.
Pertanggungjawaban Berdasarkan Keuangan Dibandingkan dengan
Pertanggungjawaban Berdasarkan Aktivitas
1. Pemberian Tanggung Jawab
Pertanggungjawaban Berdasarkan Pertanggungjawaban Berdasarkan
Keuangan Aktivitas
1. Unit Perusahaan 1. Proses
2. Efisiensi operasi lokal 2. Efisiensi keseluruhan sistem
3. Akuntabilitas individu 3. Akuntabilitas tim
4. Hasil keuangan 4. Hasil keuangan

2. Penetapan Ukuran Kinerja


Setelah tanggung jawab ditetapkan, ukuran kinerja harus diidentifikasi dan standar
harus ditetapkan berfungsi sebagai benchmarking untuk ukuran kinerja.
Pertanggungjawaban Berdasarkan Pertanggungjawaban Berdasarkan
Keuangan Aktivitas
1. Anggaran unit perusahaan 1. Standar berorientasi pada proses
2. Perhitungan biaya standar 2. Standar bernilai-tambah
3. Standar statis 3. Standar dinamis
4. Standar yang saat ini dapat dicapai. 4. Standar optimal

3. Evaluasi Kinerja
Pertanggungjawaban Berdasarkan Pertanggungjawaban Berdasarkan
Keuangan Aktivitas
1. Efisiensi keuangan 1. Pengurangan waktu
2. Biaya yang dapat dikendalikan 2. Perbaikan kualitas
3. Biaya aktual versus standar 3. Pengurangan biaya
4. Ukuran keuangan 4. Pengukuran tren

4. Pemberian Penghargaan
Pertanggungjawaban Berdasarkan Pertanggungjawaban Berdasarkan
Keuangan Aktivitas
1. Berdasarkan kinerja keuangan 1. Berdasarkan kinerja multidimensi
2. Penghargaan individual 2. Penghargaan kelompok
3. Kenaikan gaji 3. Kenaikan gaji
4. Promosi 4. Promosi
5. Bonus dan pembagian laba 5. Bonus, pembagian laba, dan keuntungan

Analisis Nilai Proses


Analisis nilai proses adalah hal yang fundamental bagi akuntansi pertangunggjawaban
berdasarkan aktivitas. Analisis ini berfokus pada akuntabilitas berbagai aktivitas sebagai ganti
pada biaya. Analisis nilai proses berkaitan dengan analisis penggerak, analisis aktivitas dan
pengukuran kinerja aktivitas.
- Analisis Penggerak (driver analysis). Suatu usaha yang dilakukan untuk mengidentifikasi
berbagai faktor yang merupakan akar pemicu dari biaya aktivitas. Tujuan mengetahui akar
pemicu adalah mengambil suatu tindakan untuk memperbaiki aktivitas tersebut.
- Analisis Aktivitas (activity analysis). Proses untuk mengidentifikasi, menjelaskan, dan
mengevaluasi berbagai aktivitas yang dilakukan perusahaan. Analisis aktivitas harus
menunjukkan empat hasil: (1) aktivitas apa saja yang dilakukan, (2) berapa banyak orang
yang melakukan aktivitas tersebut, (3) waktu dan sumber daya dari aktivitas tersebut, (4)
penilaian atas nilai aktivitas bagi perusahaan.
Contoh dari analisis aktivitas terdapat:
 Aktivitas bernilai tambah. Berbagai aktivitas yang dibutuhkan untuk dapat bertahan
dalam bisnis. Syarat aktivitas bernilai tambah yaitu: (1) aktivitas yang menghasilkan
perubahan kondisi, (2) tidak ada aktivitas sebelumnya atau aktivitas itu terjadi pertama
kali, (3) memungkinkan aktivitas lainnya dilakukan. Karakteristik dari aktivitas
bernilai tambah adanya perubahan, misalnya dalam memproduksi sebuah produk dari
bahan baku menjadi barang jadi.
 Aktivitas tidak bernilai tambah. Semua aktivitas selain berbagai aktivitas yang paling
penting untuk tetap bertahan dalam bisnis sehingga dipandang tidak perlu. Syarat
aktivitas tidak bernilai tambah yaitu tidak memenuhi syarat dari aktivitas bernilai
tambah. Aktivitas ini menyebabkan adanya biaya tak bernilai tambah dan
menyebabkan pemborosan. Contohnya: penjadwalan, pengangkutan, waktu tunggu,
storing, inspecting.

Anda mungkin juga menyukai