0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
90 tayangan6 halaman

FMEA Puskesmas Malausma: Analisis Risiko

Dokumen ini berisi ringkasan hasil identifikasi potensi kegagalan dan risiko (Failure Modes) dalam pelaksanaan posyandu di Puskesmas Malausma beserta usulan perbaikan. Beberapa kegagalan yang diidentifikasi antara lain kurangnya kunjungan ibu hamil dan balita, kesalahan pencatatan, ketidakakuratan hasil penimbangan karena tidak ada SOP kalibrasi, dan risiko penularan penyakit. Dokumen ini juga memuat matriks

Diunggah oleh

mas shobirin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
90 tayangan6 halaman

FMEA Puskesmas Malausma: Analisis Risiko

Dokumen ini berisi ringkasan hasil identifikasi potensi kegagalan dan risiko (Failure Modes) dalam pelaksanaan posyandu di Puskesmas Malausma beserta usulan perbaikan. Beberapa kegagalan yang diidentifikasi antara lain kurangnya kunjungan ibu hamil dan balita, kesalahan pencatatan, ketidakakuratan hasil penimbangan karena tidak ada SOP kalibrasi, dan risiko penularan penyakit. Dokumen ini juga memuat matriks

Diunggah oleh

mas shobirin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FMEA

Unit kerja: PUSKESMAS MALAUSMA

Tim FMEA:

Peran masing-masing ketua dan anggota

Jadual kegiatan tim:

Alur proses yang sekarang:


Identifikasi Failure modes:
Contoh: Posyandu di wilayah kerja puskesmas Malausma

No Tahapan kegiatan pada Failure modes


alur proses
1 Persiapan Posyandu Tidak semua sasaran bayi Balitadan Ibu hamil datang ke
posyandu
Kurang Informasi Pelaksanaan Posyandu
2 Pendaftaran Salah Pengisian Buku Register
3 Penimbangan Hasil timbangan kurang akurat karena timbangan tidak di
kalibrasi
Resiko penyakit kulit dan pernafasan karena sarung dacin
jarang dicuci
Resiko balita terjatuh dan tertimpa timbangan karena
gantungan dacin tidak kuat

4 Pencatatan Salah mengisi buku KMS


Lamanya Ibu balita menunggu Pencatatan KMS

5 Penyuluhan Tidak tersampaikanya informasi kepada Ibu balita karena


balita Rewel sehingga ibu balita tidak bisa menunggu lama

6 Imunisasi Kesalahan pasien


Kesalahan Pemberian Vaksin
Kesalahan Lokasi Penyuntikan vaksin
Tehnik Penyuntikan
Matriks FMEA:

No Failure modes Penyebab Akibat O S D RPN (OxSxD) Solusi Indikator untuk


(occu (sev (dete validasi
rrenc erity ctabil
e) ) ity)
1 Sasaran Ibu balita dan Kurangnya informasi D/S Rendah 9 2 144 Menyebarkan
ibu hamil tidak datang pelaksanaan posyandu kartu girik sehari
semua sebelum
pelaksanaan
Kartu Girik Tidak berjalan Cakupan Imunisasi Rendah 7 3 168 Menyebarkan
8 kartu girik sehari
sebelum
pelaksanaan
Dukungan Toma, Togadan Cakupan K1 dan K 4 8 2 128 Rakor Desa
lintas sector Kurang Rendah
Kurangnya pengetahuan 7 1 56 Kelas Ibu Hamil
dan Ibu balita
Rendahnya Dukungan 6 2 96 Sosialisasi
Keluarga
Sulitnya akses 6 4 192 Jemput bola
2 Pencatatan buku Tidak adanya Nomor Data sasaran tidak lengkap 9 5 1 45 Buat nomor
register kurang lengkap antrian pendaftaran antrian
posyandu
Tidak ada pedoman 7 2 70 Refresing Kader
pengisian buku SIP
3 Kalibrasi Timbangan Belum adanya SOP Hasil penimbangan tidak 6 7 4 168 Usulan Kalibrasi
Kalibrasi akurat
Belum adanya MOU 8 3 168 Membuat MOU
dengan Pihak ke tiga
4 Penularan penyakit Sarung timbangan jarang Resiko penularan penyakit 8 8 1 64 KIE kepada kader
dicuci kulit / pernafasan
5 Posisi Meletakan Gantungan dacin tidak Resiko balita jatuh dan 9 9 5 405 Membuat tempat
timbangan tidak aman kuat tertimpa timbangan khusus untuk
menggantungkan
dacin dengan
aman
6 Kurangnya Ibu balita dan ibu hamil Tidak tersampaikanya 7 5 6 210 Konseling secara
pengetahuan Ibu hamil tidak sabar menunggu Informasi kepada ibu balita singkat dan jelas
dan Ibu Balita saat petugas memberikan dan ibu hamil
KIE
7 Kualitas pelayanan Banyaknya sasaran Kesalahan sasaran 1 9 1 9 Menambah
Imunisasi tidak penyuntikan petugas
maksimal
Tidak adanya Nomor Kesalahan pemberian jenis 1 1 9 Membuat nomor
antrian vaksin antrian
Kesalahan dosis pemberian 1 1 9 Identifikasi ulang
vaksin setiap akan
melakukan
tindakan
Kesalahan Lokasi 1 1 9 Refresing petugas
penyuntikan
Kesalahan Teknik 1 1 9 Refresing petugas
penyuntikan

Menetapkan cut off point dengan diagram Pareto:

Alur proses yang baru:


Pelaksanaan:

Monitoring, validasi (bisadihitungulang RPN setelahimplementasi), evaluasi,


danpelaporan

Anda mungkin juga menyukai