Analisis TLC-Densitometri dalam Biomedis
Analisis TLC-Densitometri dalam Biomedis
TLC - Densitometry
Pendahuluan
• TLC (thin layer chromatography) dan HPTLC (high performance thin layer chromatography)
digunakan dalam analisis kandungan senyawa
• Digunakan dalam bidang biomedis untuk identifikasi kadar dari analit dalam matriks biologi.
Analit tersebut adalah :
Asam Amino
Protein
Karbohidrat
Lipid
Asam Empedu
Obat-obatan
Vitamin
Porfirin
• TLC scanner yang digunakan dalam teknik kromatografi lebih dikenal sebagai Densitometer
Sejarah KLT/TLC
• Metode ini dirintis tahun 1938 oleh Izmailov dan Schraiber, kemudian tahun 1958
dikembangkan oleh Stahl
• Instrumen scanning densitometri menggunakan pengukuran absorbansi atau fluoresensi
dengan mode refleksi atau transmisi, yang pertama kali muncul pada pertengahan tahun
1960. Awalnya dilaporkan oleh MSJ Dallas dkk. (Dallas et al. 1964) dan K. Genest (Genest
1965).
• Sejak saat itu, densitometri telah mengalami perubahan terus menerus, terutama dengan
pengenalan teknologi baru seperti kamera video solid-state dan pengolahan gambar
(Belchamber dan Brinkworth pada tahun 1988).
• S. Levi dan Reisfeld adalah tokoh yang mengangkat metode densitometrik ke tingkat analisis
kuantitatif ultramikro. Keduanya berhasil meneliti testosteron dalam cairan biologis pada
rentang kadar 1–250 ng, LSD pada kadar 2–150 ng, dan kolesterol 4–150 ng dengan
pengukuran pendaran pada noda (kromatogram) KLT
TLC – Densitometry : Pengertian
• Kromatografi lapis tipis ( Thin Layer Cromatography ) adalah adalah salah
satu analisa kualitatif dari suatu sampel yang akan di deteksi dengan
memisahkan komponen-komponen sample berdasarkan kepolaran
• Uji kualitatif dan kuantitatif dengan sistem absorbsi sinar atau emisi sinar
(flouresensi)
TLC – Densitometry : Kelebihan
• Kemurnian dan kadar tinggi dari senyawa contoh tidak diperlukan. Pada
HPLC, pengotor akan membahayakan kolom dan mempengaruhi
pemisahannya
• TLC relatif tidak mahal dan mudah dikerjakan
• Bisa dilakukan pemisahan dan penentuan kuantitatif secara paralel dalam
satu waktu
• Memungkinkan dengan volume sampel yang besar. Memungkinkan
mengkromatografi beberapa cuplikan sekaligus, sehingga waktu yang
dibutuhkan untuk jumlah sampel yang banyak dapat lebih singkat
• Memonitor proses suatu reaksi
• Jumlah cuplikan dan pelarut yang digunakan relatif kecil
TLC – Densitometry : Kriteria
• Tidak bersifat volatile, sehingga tidak menguap selama proses elusi dan
pengeringan plat KLT
• Harus stabil selama proses kromatografi (cahaya, udara atau pelarut yang
digunakan)
Kondisi Kromatografi pada Aplikasi Biomedis (1)
• Fase diam (stationary phase) dengan luas permukaan besar dan Fase gerak
(mobile phase) yang akan melalui fase diam
• Penetuan kadar analit yang dikorelasikan dengan area / luas noda pada
KLT akan lebih terjamin kesahihannya dibanding dengan metode KCKT atau
KGC, sebab area noda kromatogram diukur pada posisi diam atau "zig-zag"
menyeluruh
• Nilai faktor retensi adalah antara 0 (zat terlarut tetap pada awal) dan 1 (zat terlarut
bergerak dengan bagian depan fase gerak)
• Agar mendapatkan nilai-nilai RF yang tepat, keadaan di ruang chamber harus tetap
konstan
Sistem Kromatografi
• Kompetisi fase gerak & solut untuk berikatan dengan fase diam, dimana
solut lepas dari permukaan fase diam => desorbsi
Sampel ditotolkan di
salah satu sudut plat
Resolusi tinggi
• Dapat digunakan untuk
Dielusi pada fase
memisahkan 150-300 senyawa
gerak I
Kapasitas spot tinggi
Plat diputar 90˚ • Seluruh bagian plat digunakan
Biasa digunakan
Dielusi pada fase
gerak II
Plat dikeringkan untuk identifikasi
Development Techniques
Circular and Anticircular keuntungan
Fase diam
ditempatkan pada Jumlah sampel yang
penyangga
berbentuk lingkaran dapat dielusi.
Sampel ditotolkan di
sisi dalam lingkaran Hemat waktu
Automatic development chamber (ADC 2) for Horizontal developing chamber for separations in the
programmable development with a normal or normal and sandwich tank configuration with a saturated
sandwich chamber configuration (Camag). or unsaturated vapor phase (Camag). This chamber also
allows development from both edges to the center
simultaneously to increase sample throughput.
Perlengkapan TLC/KLT (3)
Automated multiple development chamber A rotation planar chromatograph (Chromatron) for the
(AMD 2) for programmable incremental preparative fractionation of reaction mixtures and natural
multiple development with a decreasing products. The separation layer is typically cast on the
solvent strength gradient (Camag). specially designed rotor before the start of the separation
(Harris Research).
Perlakuan pada Chamber
• Chamber harus dijenuhkan terlebih dulu selama lebih kurang 30 menit dengan
bantuan kertas saring
• Penguapan dari fase gerak dari permukaan lempeng, dalam chamber yang tidak
jenuh akan menghasilkan Rf yang lebih besar, reproducibility hasil keterulangan Rf
tak bagus dan permukaan fase gerak akan konkap
• Fase gerak yang tidak mau campur dengan sempurna akan menghasilkan chamber
yang tidak jenuh
Perlengkapan HPTLC (1)
Perlengkapan HPTLC (2)
ViewPix flatbed scanner (Biostep) The TLC visualize for recording thin-layer separations by image
analysis (Camag)
The RITA (Raytest), left, and AR-200 (Eckert & Ziegler Radiopharma),
Bioluminizer for effects-directed detection using right,radiochromatography scanners using a gas filled proportional
luminescent bacteria on thin- layer chromatography detector. Proportional detectors can be used for the detection of all
plates to detect toxic compounds (Camag). radioisotopes
Perlengkapan HPTLC (3)
The Autospotter, a semi-automated contact ATS 4 automatic sample applicator for contact
transfer spotter (Analtech) transfer and spray-on sample application
(Camag).
Perlengkapan HPTLC (5)
Karena pengenceran
Larutan yang didapat diuji
merupakan faktor penting
Larutan siap diuji dengan dengan spektrofotometer
untuk perhitungan kadar
alat spektrofotometer pada panjang gelombang
senyawa yang diuji secara
serapan maksimumnya
kuantitatif segala caranya
Kurva Hubungan Serapan & Kadar (1)
Persamaan Kubelka-Munk
• Korelasi kadar analit yang dirajah terhadap area kromatogram tidak
merupakan garis lurus
• Bila REM (Radiasi Elektro Magnetik) dengan intensitas semula (I0) jatuh
pada permukaan lapisan tipis yang tidak homogen dengan arah rambatan
tegak lurus, maka sebagian dari REM tersebut akan:
direfleksikan (Is)
diserap oleh analit lapisan tipis (I)
diteruskan (It).
I I0 I S It
Kurva Hubungan Serapan & Kadar (2)
• Apabila lapisan tipis tersebut merupakan lapisan tipis yang homogen maka
akan berlaku hukum Lambert Beer seperti pada spektrofotometri
I t I 0 e kx
Kurva Hubungan Serapan & Kadar (3)
I t I 0 e kt
Hukum Lambeert Beer I t I 0 e kx
• x = tebal medium lapis tipis
• k = koefisien absorbsi
• e-kt = berkurangnya I radiasi elektro magnetik yang melewati medium
“Optical Density”
• I = radiasi elektromagnetik yang arahnya tegak lurus menuju permukaan lapis tipis
• j = radiasi elektromagnetik yang arahnya meninggalkan permukaan lapis tipis
• S = faktor hamburan untuk tiap satu satuan tebal lapis tipis
• K = faktor penyerapan/absorpsi untuk tiap satu satuan tebal lapis tipis
• X = tebal lapisan untuk tiap satu satuan tebal lapis tipis
S K I S j
dl
dx
S K I S j
dl
dx
Pernyataan Kubelkan - Munk
I R 2
E
C
2R S
A 2 f C
log A f log C
Cara Scanning Pengujian Kuantitatif
A. Cara Memanjang
Sinar dilewatkan pada tengah bercak, sehingga bercak hanya dideteksi
sepanjang garis tengahnya sepanjang sumbu Y,(Y1 sampai Y2). Hasilnya
baik bila bercak berbentuk bulat semetris
B. Sistem Zig-Zag
Sistem ini diprogram berjalan memanjang sumbu Y tetapi berbelok -belok
sampai garis tepi bercak pada garis X, sehingga bergerak dari Y1-Y2 dan
X1-X2
Pelacakan Bercak (1)
• Cara pelacakan bercak dengan TLC scanner :
Model zig-zag (a)
Model Lurus (b)
1. Absorpsi
2. Transmisi
Monokromator
• Detektor yang umum dipakai pada densitometer yaitu detector PMI' (Photo Multiplier Tube = Tabung
Penggandaan Foton)
• Photomultiflier tersebut dapat memperbesar tenaga beda potensial listrik sehingga mampu menggerakan
integrator
• Integrator dengan sistem mikrokomputer secara langsung dapat menghitung luas puncak atau tinggi puncak
Detektor secara otomatis. Selain itu mencatat nomer urut, kedudukan puncak pada ordinal Y atau waktu retensinya
Jalannya Sinar (Optik)
Jalannya Sinar (Optik)
• TLC scanner dengan software CAT berfungsi untuk mengevaluasi hasil
densitometer dari plat KLT dan elektroforesis objek dengan kisaran spektra
190-800nm, scanning terjadi dengan proses refleksi atau transmisi
dibanding dengan absorbansi atau fluresensi yang memudahkan
pembilasan nitrogen untuk scanning dibawah 200nm
Cara Kerja
diuji kedudukan
setiap bercak pada
Lempeng yang telah
sumbu(X,Y). agar lempeng ditempat kan
digunakan untuk Instrumen dihidupkan
sinar dapat tepat pada satu garis searah Y
pemisahan.
mengenai pusat
bercak
Letak sumbu Y dan X sumbu X tegak lurus p Dengan cara itu mereka
dari lempeng akan Y disesuaikan dengan atau merupakan akan mendekati
mempengaruhi hasil arah gerak eluen deretan penotolan kepastian/nilai yang
yang diperoleh sampel pada lempeng. sebenarnya
Pendahuluan
• Gemifloxacin mesilat adalah antibiotik baru golongan fluorokuinolon yang
digunakan untuk infeksi pernafasan dan saluran kemih. Beberapa fluorokuinolon
terkadang diberikan bersamaan dg obat lain seperti teofilin, warfarin dan
omeprazol.
• Penelitian ini meliputi Validasi Metode Analisa kedua metode (KLT dan HPLC) dg
parameter uji linearitas, Limit of detection (LOD), limit of quantification (LOQ),
recovery, selektivitas, akurasi dan presisi.
• Kondisi HPLC:
Kolom X-terra LC-18-DB (25 cmx4,6mmx5μm). Suhu 250C.
Fase gerak: asetonitril: bufer K2HPO4 (10:90) yg ditambahkan 1% TEA. Detektor UV 254 nm.
Kromatogram HPLC blanko sampel plasma manusia Kromatogram HPLC sampel plasma manusia yg dispike
(A) gemifloxacin, (B) ciprofloxacin, (C) teofilin, (D) warfarin, (E) omeprazol
kesimpulan
• Hasil pengembangan metode analisis, baik KLT
densitometri maupun HPLC, menunjukkan
selektivitas dan sensitivas yang baik dalam
menganalisis kadar gemifloxacin mesilat pada
plasma manusia dg keberadaan obat-obatan
lain seperti teofilin, warfarin dan omeprazol
menjadi alternatif metode analisis
• Prosedur:
Plasma Pengenda
p protein
Supernatan
manusia Sentrifug di+ buffer Kocok dg Sentrifugasi
mgandg 1 mL 3000 rpm
asi 2000 Na shaker
2000 ng isopropan hg trbtk
rpm bikarbonat 30 menit
standar ol dua lapisan
5 menit pH 9,3 dan 3000 rpm
kodein klorofom
Fase
Dilarutkan
organik
dlm metanol
diuapkan
suhu
600C
Plat Al TLC
jarak antar spot 10 mm
Hasil
Metode
TLC
spektrofoto
-
densitomet
ri dpt
digunakan
untuk uji
skrining
dan
determinas