100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
841 tayangan16 halaman

Anggaran Rumah Tangga KKSS 2014

Dokumen tersebut berisi tentang Anggaran Rumah Tangga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) tahun 2014. Dokumen ini menjelaskan tentang lambang, atribut, keanggotaan, hak dan kewajiban anggota, serta susunan pimpinan organisasi KKSS di tingkat pusat, wilayah, daerah, cabang dan perwakilan luar negeri.

Diunggah oleh

fradityajannata
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
841 tayangan16 halaman

Anggaran Rumah Tangga KKSS 2014

Dokumen tersebut berisi tentang Anggaran Rumah Tangga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) tahun 2014. Dokumen ini menjelaskan tentang lambang, atribut, keanggotaan, hak dan kewajiban anggota, serta susunan pimpinan organisasi KKSS di tingkat pusat, wilayah, daerah, cabang dan perwakilan luar negeri.

Diunggah oleh

fradityajannata
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANGGARAN RUMAH TANGGA

KERUKUNAN KELUARGA SULAWESI SELATAN


(KKSS)
TAHUN 2014

BAB I
LAMBANG DAN ATRIBUT
Pasal 1
LAMBANG
Lambang KKSS berbentuk Perahu Pinisi yang dilingkari disebelah kanan setangkai padi dan disebelah
kiri setangkai kapas, diujung atas padi dan kapas terdapat bintang sedang diujung bawah tangkai padi
dan kapas terdapat cincin, selanjutnya dibagian luar terdapat 5 (lima) garis merah dan putih.
Penjelasan arti dari lambang tersebut, adalah :
1. Gambar segi lima melambangkan Pancasila;
2. Gambar padi melambangkan kemakmuran;
3. Gambar kapas melambangkan kesejahteraan;
4. Gambar Perahu Pinisi melambangkan ketangguhan, keberanian, kecerdasan, etika dan moral,
pemersatu dan semangat pelaut Sulawesi Selatan;
5. Kata KKSS adalah singkatan dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan melambangkan jati diri
anggota KKSS;
6. Garis merah dan putih melambangkan Bendera Merah Putih;
7. Gambar Bintang melambangkan cita-cita;
8. Gambar Cincin melambangkan persatuan dan kesatuan.

Pasal 2
ATRIBUT
1. Bentuk Bendera, dengan lebar berbanding panjang adalah (2) berbanding (3), warna dasar putih
dan didalamnya tercamtum lambang KKSS;
2. Lencana, berbentuk Lambang KKSS yang terbuat dari bahan logam atau bahan lainnya berwarna
kuning keemasan;
3. Lagu Organisasi adalah Mars KKSS ciptaan Arik S La Endang / Doni Pattisellanno;
4. Stempel organisasi, Kertas / Kop Surat, Amplop, Map dan lain-lain ditetapkan dan diatur dalam
Peraturan Organisasi.

BAB II
KEANGGOTAAN
Pasal 3
ANGGOTA
1. Anggota Biasa adalah :
a. Warga Negara Republik Indonesia dan Warga Negara Asing asal dan keturunan Sulawesi
Selatan;
b. Isteri / Suami / anak dari Warga Negara Republik Indonesia dan Warga Negara Asing asal dan
keturunan Sulawesi Selatan termasuk putra putrinya.

ANGGARAN RUMAH TANGGA KKSS - TAHUN 2014 1


2. Anggota luar biasa adalah Warga Negara Republik Indonesia dan Warga Negara Asing yang
bersimpati pada budaya Sulawesi Selatan dan/atau pernah berdomisili di Sulawesi Selatan dan
menyatakan ingin menjadi anggota KKSS;
3. Anggota Kehormatan adalah orang yang memiliki kearifan dan dipandang layak karena jasa dan
pengabdiannya pada organisasi KKSS dan kemajuan pembangunan Sulawesi Selatan;
4. Anggota Biasa, Anggota Luar Biasa dan Anggota Kehormatan harus berdomisili diluar Sulawesi
Selatan.

Pasal 4
SYARAT SYARAT KEANGGOTAAN
1. Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA);
2. Berasal dan Keturunan Sulawesi Selatan, bersimpati dan/atau berjasa pada organisasi / Warga
KKSS dan pembangunan Sulawesi Selatan;
3. Menyetujui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KKSS;
4. Sanggup mentaati dan melaksanakan semua keputusan dan peraturan organisasi.

Pasal 5
KEWAJIBAN ANGGOTA
Anggota Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), berkewajiban :
1. Memiliki keterikatan secara moral serta menjunjung tinggi nama baik, tujuan dan kehormatan
organisasi;
2. Menunjukan kesetiaan kepada organisasi;
3. Tunduk dan patuh terhadap Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Peraturan dan Keputusan
organisasi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS);
4. Mendukung dan mensukseskan seluruh pelaksanaan program organisasi.

Pasal 6
HAK ANGGOTA
Anggota Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), ber-hak :
1. Memperoleh perlakuan yang sama dari organisasi;
2. Memper0leh pelayanan, pembelaan, pendidikan dan bimbingan dari organisasi;
3. Menghadiri rapat, mengemukakan pendapat, mengajukan pertanyaan, memberikan usul dan
saran yang bersifat membangun;
4. Khusus Anggota Biasa berhak memilih dan dipilih menjadi pengurus untuk kepentingan
organisasi;
5. Membela diri terhadap keputusan organisasi.

Pasal 7
BERHENTI DARI KEANGGOTAAN
1. Anggota Biasa dan Anggota Luar Biasa Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) berhenti
keanggotaannya, karena :
a. Meninggal Dunia;
b. Atas Permintaan Sendiri;
c. Diberhentikan karena sebab-sebab tertentu;
d. Kembali berdomisili di Sulawesi Selatan.

ANGGARAN RUMAH TANGGA KKSS - TAHUN 2014 2


2. Seseorang berhenti dari keanggotaan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan atas permintaan
sendiri yang diajukan kepada Badan Pengurus tempat domisili yang bersangkutan secara tertulis
atau dapat dilakukan secara lisan dengan disaksikan sekurang-kurangnya 2 (dua) orang pengurus;
3. Surat Keputusan pemberhentian anggota dikeluarkan oleh Badan Pengurus tempat domisili yang
bersangkutan.

Pasal 8
PEMBERHENTIAN ANGGOTA
1. Anggota Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dapat diberhentikan sementara atau
tetap, apabila :
a. Dengan sengaja tidak melaksanakan kewajibannya sebagai anggota;
b. Melakukan perbuatan yang mencemarkan nama baik organisasi, baik ditinjau dari segi
peraturan perundang-undangan maupun keputusan dan peraturan organisasi.
2. Sebelum diberhentikan sementara, anggota yang bersangkutan diberi peringatan tertulis oleh
Badan Pengurus tempat domisili yang bersangkutan, berdasarkan hasil Rapat Pleno yang khusus
diadakan untuk itu;
3. Apabila dalam waktu 15 (lima belas) hari peringatan itu tidak diindahkan maka Badan Pengurus
yang bersangkutan dapat memberhentikan sementara secara tertulis selama jangka waktu
1 (satu) bulan;
4. Apabila dalam waktu pemberhentian sementara anggota yang bersangkutan tidak memperbaiki
sikap dan tingkah lakunya, maka dilakukan pemberhentian tetap dan kepadanya diberikan surat
keputusan pemberhentian oleh Badan Pengurus tempat domisili yang bersangkutan;
5. Anggota yang diberhentikan karena sebab tertentu dapat membela diri atau naik banding kepada
Badan Pengurus setingkat lebih tinggi diatasnya. Badan Pengurus mengadakan rapat pleno
khusus untuk itu dan mengambil keputusan atas permintaan banding paling lama 1 (satu) bulan
setelah permintaan banding tersebut;
6. Dalam keadaan tertentu BPP dapat melakukan pemberhentian karena sebab tertentu terhadap
seseorang anggota melalui rapat pleno BPP. Surat pemberhentian itu dikirim kepada yang
bersangkutan dan tembusannya kepada Badan Pengurus tempat domisili yang bersangkutan.

BAB III
SUSUNAN PIMPINAN ORGANISASI
Pasal 9
BADAN PENGURUS PUSAT
1. Badan Pengurus Pusat (BPP) adalah pimpinan yang menerima amanat Musyawarah Besar sebagai
pemimpin dan pemegang tanggung jawab tertinggi organisasi baik ke dalam maupun keluar;
2. Badan Pengurus Pusat (BPP), terdiri dari :
a. Ketua Umum;
b. Wakil Wakil Ketua Umum;
c. Sekretaris Jenderal;
d. Wakil Wakil Sekretaris Jenderal;
e. Bendahara Umum;
f. Wakil Wakil Bendahara;
g. Ketua-Ketua Departemen.

ANGGARAN RUMAH TANGGA KKSS - TAHUN 2014 3


Pasal 10
BADAN PENGURUS WILAYAH
1. Badan Pengurus Wilayah (BPW) adalah pimpinan yang menerima amanat Musyawarah Wilayah
sebagai pemimpin dan pemegang tanggung jawab organisasi di tingkat Wilayah (Provinsi atau
Daerah Khusus / Istimewa) baik ke dalam maupun keluar;
2. Badan Pengurus Wilayah (BPW), terdiri dari :
a. Ketua;
b. Wakil Wakil Ketua;
c. Sekretaris;
d. Wakil Wakil Sekretaris;
e. Bendahara;
f. Wakil Wakil Bendahara;
g. Ketua Ketua Bidang;
3. Badan Pengurus Wilayah dapat dibentuk di tingkat Provinsi atau Daerah Khusus / Istimewa
dimana telah berdiri paling sedikit 3 (tiga) BPD.

Pasal 11
BADAN PENGURUS DAERAH
1. Badan Pengurus Daerah (BPD) adalah pimpinan yang menerima amanat Musyawarah Daerah
sebagai pemimpin dan pemegang tanggung jawab organisasi di tingkat Daerah (Kabupaten /
Kota) baik ke dalam maupun keluar;
2. Badan Pengurus Daerah (BPD), terdiri dari :
a. Ketua;
b. Wakil Wakil Ketua;
c. Sekretaris;
d. Wakil Wakil Sekretaris;
e. Bendahara;
f. Wakil Wakil Bendahara;
g. Ketua Ketua Bidang;
3. Badan Pengurus Daerah dapat dibentuk di tingkat Kabupaten / Kota, dimana telah berdiri paling
sedikit 3 (tiga) BPC.

Pasal 12
BADAN PENGURUS CABANG DAN PENGURUS PERWAKILAN LN
1. Badan Pengurus Cabang dan Pengurus Perwakilan LN (BPC dan PP-LN) adalah pimpinan yang
menerima amanat Musyawarah Cabang dan Perwakilan sebagai pemimpin dan pemegang
tanggung jawab organisasi di tingkat cabang dan Perwakilan baik ke dalam maupun keluar;
2. Badan Pengurus Cabang dan Pengurus Perwakilan Luar Negeri (BPC dan PP-LN), terdiri dari :
a. Ketua;
b. Wakil Wakil Ketua;
c. Sekretaris;
d. Wakil Wakil Sekretaris;
e. Bendahara;
f. Wakil Wakil Bendahara;
g. Ketua Ketua Bidang;

ANGGARAN RUMAH TANGGA KKSS - TAHUN 2014 4


3. Badan Pengurus Cabang dan Pengurus Perwakilan LN, dapat dibentuk di tingkat Kecamatan dan
di kota-kota besar luar negeri.

Pasal 13
JENIS JENIS DEPARTEMEN
1. Departemen pada Badan Pengurus Pusat (BPP), terdiri dari :
a. Departemen Pengembangan Organisasi dan Keanggotaan;
b. Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia;
c. Departemen Penggalian Sumber Dana;
d. Departemen Sosial dan Tanggap Bencana;
e. Departemen Pengembangan Usaha;
f. Departemen Informasi Teknologi;
g. Departemen Hukum dan HAM;
h. Departemen Pemberdayaan Perempuan;
i. Departemen Seni Budaya dan Parawisata;
j. Departemen Pemuda dan Olah Raga;
k. Departemen Kerohanian;
l. Departemen Hubungan Kelembagaan dan Humas.
2. Bidang di tingkat BPW, BPD, BPC dan Perwakilan LN, disesuaikan dengan kebutuhan.

BAB IV
MASA KEPENGURUSAN
Pasal 14
1. Masa Jabatan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali untuk
1 (satu) kali masa kepengurusan berikutnya;
2. Badan Pengurus Wilayah, Badan Pengurus Daerah, Badan Pengurus Cabang dan Pengurus
Perwakilan Luar Negeri dipilih untuk masa kepengurusan 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali
untuk dua kali masa jabatan berikutnya.

BAB V
SYARAT SYARAT MENJADI PENGURUS
Pasal 15
Seorang Anggota Biasa KKSS dapat dipilih menjadi Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah, Pengurus
Daerah, Pengurus Cabang dan Pengurus Perwakilan Luar Negeri, adalah :
1. Warga Negara Indonesia yang berasal dari Sulawesi Selatan;
2. Berahlak baik, berprestasi, berdedikasi tinggi dan loyal kepada organisasi;
3. Mampu dan aktif menjalankan organisasi.

BAB VI
KEWAJIBAN PENGURUS
Pasal 16
BPP, BPW, BPD, BPC dan Perwakilan LN berkewajiban :
1. Menjalankan semua ketentuan yang tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga, Keputusan MUBES, Keputusan MUSWIL, Keputusan MUSDA, Keputusan MUSCAB,
Keputusan MUSPER-LN dan Peraturan Organisasi;

ANGGARAN RUMAH TANGGA KKSS - TAHUN 2014 5


2. Melaksanakan MUBES, MUSWIL, MUSDA, MUSCAB dan MUSPER-LN;
3. Memberikan pertanggung jawaban kepada MUBES, MUSWIL, MUSDA, MUSCAB dan MUSPER-LN
4. Menentukan kebijaksanaan umum sesuai AD / ART untuk menjalankan organisasi;
5. Memberikan perlindungan hukum dan pembelaan kepada anggota yang memerlukan;
6. Menjaga dan menjunjung tinggi nama baik organisasi;
7. Memperhatikan saran-saran Dewan Kehormatan, Dewan Penyantun, Dewan Penasehat, Dewan
Pembina dan Dewan Pakar.

BAB VII
PEMBEKUAN PENGURUS
Pasal 17
BPP dapat membekukan BPW, BPD dan PP-LN, apabila :
1. Pembekuan tersebut didasarkan atas keputusan Rapat Pengurus Harian BPP;
2. Alasan pembekuan harus benar-benar kuat, baik ditinjau dari segi undang-undang maupun
AD / ART;
3. Sebelum dilakukan pembekuan, diberikan peringatan terlebih dahulu dengan masa tenggang
sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari;
4. Setelah pembekuan, kepengurusan dipegang oleh pengurus yang setingkat lebih tinggi dan
hanya untuk melaksanakan musyawarah guna memilih pengurus yang baru;
5. Selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) bulan sudah harus diselenggarakan musyawarah guna
memilih pengurus baru yang diselenggarakan pengurus setingkat lebih tinggi.

BAB VIII
PERGANTIAN PENGURUS
Pasal 18
1. Pergantian pengurus dapat dilakukan sebelum masa bhaktinya berakhir apabila pengurus yang
bersangkutan tidak dapat menunaikan kewajibannya sebagai pengurus;
2. Tata cara pergantian pengurus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal ini akan diatur dalam
peraturan organisasi yang dikeluarkan oleh BPP.

BAB IX
PERGANTIAN ANTAR WAKTU
Pasal 19
1. Apabila terjadi lowongan jabatan dalam masa bhakti kepengurusan Kerukunan Keluarga Sulawesi
Selatan, maka diisi oleh pejabat sementara yang ditetapkan dalam Rapat Pleno sampai
diselenggarakannya MUBES, MUSWIL, MUSDA, MUSCAB dan MUSPER-LN;
2. Tata cara pengisian lowongan jabatan antar waktu diatur dalam peraturan organisasi yang
dikeluarkan oleh BPP.

BAB X
PENGUKUHAN PENGURUS
Pasal 20
1. Pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan sebelum memulai tugasnya dikukuhkan oleh
pengurus KKSS setingkat diatasnya;

ANGGARAN RUMAH TANGGA KKSS - TAHUN 2014 6


2. Pengukuhan Pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan dilakukan didepan sidang yang
melakukan pemilihan atau ditetapkan di acara lain;
3. Tata cara pengukuhan pengurus diatur tersendiri melalui peraturan yang dikeluarkan oleh BPP;
4. Naskah pengukuhan pengurus diatur dalam peraturan organisasi yang dikeluarkan oleh
BPP KKSS.

BAB XI
DEWAN PENDIRI
Pasal 21
1. Pendiri adalah penggagas, peng-inisiatif dan penanda tangan deklarasi pembentukan organisasi
Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan tanggal 12 Nopember 1976;
2. Pendiri berjumlah 26 orang dengan daftar nama tersusun sebagaimana, terlampir;
3. Lampiran daftar nama-nama Pendiri, adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan ART KKSS.

BAB XII
DEWAN KEHORMATAN
Pasal 22
1. Ditingkat BPP, BPW, BPD, BPC dan Perwakilan LN dibentuk Dewan Kehormatan yang anggota-
anggotanya diangkat oleh BPP, BPW, BPD, BPC dan Perwakilan LN sesuai kebutuhan;
2. Anggota Dewan Kehormatan diangkat dari Pejabat fungsional atau tokoh-tokoh masyarakat di
tingkat BPP, BPW, BPD, BPC dan Perwakilan LN.

BAB XIII
DEWAN PENYANTUN
Pasal 23
1. Ditingkat BPP, BPW dan BPD dan Perwakilan LN dibentuk Dewan Penyantun yang anggota-
anggotanya diangkat oleh BPP, BPW, BPD, BPC dan Perwakilan LN sesuai dengan kebutuhan;
2. Anggota Dewan Penyantun diangkat dari Pejabat fungsional atau dari tokoh-tokoh masyarakat
ditingkat BPP, BPW, BPD, BPC dan Perwakilan LN;
3. Anggota Dewan Penyantun berhak memberikan pengayoman, bantuan bersifat moril dan materil
kepada organisasi baik diminta maupun tidak diminta.

BAB XIV
DEWAN PENASEHAT
Pasal 24
1. Di tingkat BPP, BPW, BPD, BPC dan Perwakilan LN dibentuk Dewan Penasehat yang anggota-
anggotanya diangkat oleh BPP, BPW, BPD, BPC dan Perwakilan LN, sesuai kebutuhan;
2. Anggota Dewan Penasehat diangkat dari mantan Pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan
dan tokoh-tokoh masyarakat dilingkungan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan;
3. Dewan Penasehat merupakan badan yang berhak memberikan pertimbangan, saran, nasehat
baik diminta maupun tidak, baik secara perorangan maupun kolektif sesuai dengan tingkat
kepengurusan masing-masing;
4. Dewan Penasehat dapat memberikan bantuan bersifat moril dan materil kepada organisasi baik
diminta maupun tidak diminta.

ANGGARAN RUMAH TANGGA KKSS - TAHUN 2014 7


BAB XV
DEWAN PEMBINA
Pasal 25
1. Di tingkat BPP, BPW, BPD, BPC dan Perwakilan LN dibentuk Dewan Pembina yang anggota-
anggotanya diangkat oleh BPP, BPW, BPD, BPC dan Perwakilan LN, sesuai kebutuhan;
2. Anggota Dewan Pembina diangkat dari mantan pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan
dan tokoh-tokoh masyarakat di lingkungan Kerukunan Keluarga Sulawesi selatan;
3. Dewan Pembina merupakan badan yang berhak memberikan pertimbangan, saran, nasehat baik
diminta maupun tidak, baik secara perorangan maupun kolektif sesuai dengan tingkat
kepengurusan masing-masing;
4. Dewan Pembina dapat memberikan bantuan bersifat moril dan materil kepada organisasi baik
diminta maupun tidak diminta.

BAB XVI
DEWAN PAKAR
Pasal 26
1. Di tingkat BPP, BPW dan BPD dibentuk Dewan Pakar dan anggota-anggotanya diangkat oleh BPP,
BPW, BPD, BPC dan Perwakilan LN, sesuia kebutuhan;
2. Anggota Dewan Pakar diangkat dari Pejabat fungsional dan Akademisi / Ilmuwan dan tokoh-
tokoh masyarakat yang ada dilingkungan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan;
3. Dewan Pakar merupakan Badan yang berhak memberikan pertimbangan, saran, nasehat baik
diminta maupun tidak, baik secara perorangan maupun kolektif sesuai dengan tingkat
kepengurusan masing-masing;
4. Dewan Pakar dapat memberikan bantuan bersifat moril dan materil kepada organisasi baik
diminta maupun tidak diminta.

BAB XVII
MUSYAWARAH DAN RAPAT
Pasal 27
1. Forum permusyawaratan untuk pengambilan keputusan organisasi meliputi MUBES, MUBESLUB,
MUKERNAS, MUSWIL, MUKERWIL, MUSDA, MUKERDA, MUSCAB/MUSPER-LN dan MUKERCAB/
MUKERPER-LN;
2. Rapat untuk pengambilan keputusan organaisasi, meliputin Rapat Pleno, Rapat Pengurus Harian
dan Rapat Khusus.

Pasal 28
MUSYAWARAH BESAR
1. Musyawarah Besar (MUBES) sebagai permusyawaratan dan pemegang kekuasaan tertinggi
dalam organisasi diselenggarakan sekali dalam 5 (lima) tahun;
2. MUBES dilaksanakan, untuk :
a. Menilai Laporan Pertanggung Jawaban BPP;
b. Memilih / menetapkan Ketua Umum sekaligus selaku Ketua Formatur dan memilih anggota
Formatur untuk mendampingi Ketua Umum terpilih menyusun kepengurusan BPP KKSS
selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah MUBES;

ANGGARAN RUMAH TANGGA KKSS - TAHUN 2014 8


c. Merubah dan Menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KKSS;
d. Menetapkan Program Umum organisasi;
e. Menetapkan kebijakan-kebijakan pokok organisasi berkaitan dengan kehidupan berbangsa
dan bernegara.
3. MUBES dilaksanakan oleh BPP KKSS;
4. MUBES dihadiri oleh :
a. Utusan BPP;
b. Utusan BPW;
c. Utusan BPD;
d. Utusan Perwakilan LN;
e. Utusan Lembaga / Badan Otonom Tingkat Pusat;
f. Utusan Organisasi PilarTingkat Pusat;
g. Undangan yang ditetapkan BPP;
5. Jadwal Acara, Tata Tertib MUBES, dan Tata Cara Pemilihan Ketua Umum dan anggota Formatur
ditetapkan oleh BPP dengan pengesahan MUBES;
6. Dalam keadaan tertentu dapat diadakan MUBES Luar Biasa yang diadakan atas penetapan
pengurus pusat atau atas permintaan paling sedikit 2/3 (dua per-tiga) dari pemilik suara yang sah.

Pasal 29
MUSYAWARAH KERJA NASIONAL
1. Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) diadakan paling sedikit 1 (satu) kali dalam satu periode,
kepengurusan BPP dan dalam keadaan tertentu dapat diadakan sewaktu-waktu atas penetapan
BPP atau atas permintaan paling sedikit separoh (1/2) lebih satu (1) dari jumlah BPW yang sah;
2. MUKERNAS dilaksanakan dan dipimpin Oleh BPP;
3. MUKERNAS dilaksanakan untuk :
a. Merumuskan penjabaran program kerja BPP KKSS;
b. Melakukan penilaian atas pelaksanaan program kerja BPP KKSS;
c. Membicarakan masalah-masalah penting yang dianggap perlu;
d. Merumuskan materi yang dipersiapkan sebagai bahan MUBES.
4. MUKERNAS dihadiri oleh :
a. Utusan BPP;
b. Utusan BPW;
c. Undangan yang ditetapkan BPP.

Pasal 30
MUSYAWARAH WILAYAH
1. Musyawarah Wilayah (MUSWIL) sebagai permusyawaratan dan pemegang kekuasaan tertinggi di
tingkat Provinsi dan Daerah Khusus / Istimewa dalam organisasi diselenggarakan sekali dalam 5
(lima) tahun.
2. MUSWIL dilaksanakan untuk :
a. Menilai laporan pertanggung jawaban BPW;
b. Memilih / menetapkan Ketua BPW sekaligus selaku Ketua Formatur dan memilih anggota
Formatur untuk mendampingi Ketua BPW terpilih menyusun kepengurusan BPW KKSS
selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah MUSWIL;
c. Menetapkan Program Kerja BPW;
d. Menetapkan keputusan-keputusan lainnya;
3. MUSWIL dilaksanakan oleh BPW;

ANGGARAN RUMAH TANGGA KKSS - TAHUN 2014 9


4. MUSWIL dihadiri oleh :
a. Utusan BPW;
b. Utusan BPD;
c. Utusan Lembaga / Badan Otonom tingkat Wilayah;
d. Utusan Organisasi Pilar Tingkat Wilayah (Provinsi atau Daerah Khusus / Istimewa).
5. Jadwal Acara, Tata Tertib MUSWIL, dan Tata Cara Pemilihan Ketua BPW dan anggota Formatur
ditetapkan oleh BPW dengan pengesahan MUSWIL;
6. Dalam keadaan tertentu dapat diadakan MUSWIL Luar Biasa yang diadakan sewaktu-waktu atas
penetapan pengurus wilayah atau atas permintaan paling sedikit 2/3 (dua per-tiga) dari jumlah
BPD yang sah.

Pasal 31
MUSYAWARAH KERJA WILAYAH
1. Musyawarah Kerja Wilayah (MUKERWIL) diadakan paling sedikit 1 (satu) kali dalam satu periode
kepengurusan BPW dan dalam keadaan tertentu dapat diadakan sewaktu-waktu atas penetapan
BPW atau atas permintaan paling sedikit separoh (1/2) lebih satu (1) dari jumlah BPD yang sah;
2. MUKERWIL dilaksanakan dan dipimpin oleh BPW;
3. MUKERWIL dilaksanakan untuk :
a. Merumuskan penjabaran program kerja BPW KKSS;
b. Melakukan penilaian atas pelaksanaan program kerja BPW KKSS;
c. Membicarakan masalah-masalah penting yang dianggap perlu;
d. Merumuskan materi yang dipersiapkan sebagai bahan MUSWIL.
4. MUKERWIL dihadiri oleh :
a. Utusan BPW;
b. Utusan BPD;
c. Utusan Lembaga / Badan Otonom tingkat Wilayah;
d. Utusan Organisasi Pilar tingkat Wilayah.

Pasal 32
MUSYAWARAH DAERAH
1. Musyawarah Daerah (MUSDA) sebagai permusyawaratan dan pemegang kekuasaan tertinggi di
tingkat Kabupaten / Kota dalam organisasi diselenggarakan sekali dalam 5 (lima) tahun;
2. MUSDA dilaksanakan untuk :
a. Menilai laporan pertanggung jawaban BPD;
b. Memilih / menetapkan Ketua BPD sekaligus selaku Ketua Formatur dan memilih anggota
Formatur untuk mendampingi Ketua BPD terpilih menyusun kepengurusan BPD KKSS
selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah MUSDA;
c. Menetapkan Program Kerja BPD;
d. Menetapkan keputusan-keputusan lainnya.
3. MUSDA dilaksanakan oleh BPD;
4. Musyawarah Daerah dihadiri oleh :
a. Utusan BPD;
b. Utusan BPC;
c. Utusan Lembaga / Badan Otonom tingkat Kabupaten / Kota;
d. Utusan Organisasi Pilar Tingkat Kabupaten / Kota.
5. Jadwal Acara, Tata Tertib MUSDA, dan Tata Cara Pemilihan Ketua BPD dan anggota Formatur
ditetapkan oleh BPD dengan pengesahan MUSDA;

ANGGARAN RUMAH TANGGA KKSS - TAHUN 2014 10


6. Dalam keadaan tertentu MUSDA Luar Biasa dapat diadakan sewaktu-waktu atas penetapan BPD
atau atas permintaan paling sedikit 2/3 (dua per-tiga) dari jumlah BPC yang sah.

Pasal 33
MUSYAWARAH KERJA DAERAH
1. Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) diadakan paling sedikit 1 (satu) kali dalam satu periode
kepengurusan BPD dan dalam keadaan tertentu dapat diadakan MUKERDA sewaktu-waktu
atas penetapan BPD atau atas permintaan paling sedikit separoh (1/2) lebih satu (1) dari jumlah
BPC yang sah;
2. MUKERDA dilaksanakan dan dipimpin oleh BPD;
3. MUKERDA dilaksanakan untuk :
a. Merumuskan penjabaran program kerja BPD KKSS;
b. Melakukan penilaian atas pelaksanaan program kerja BPD KKSS;
c. Membicarakan masalah-masalah penting yang dianggap perlu;
d. Merumuskan materi yang dipersiapkan sebagai bahan MUSDA.
4. MUKERDA dihadiri oleh :
a. Utusan BPD;
b. Utusan BPC;
c. Utusan Lembaga / Badan Otonom tingkat Daerah;
d. Utusan Organisasi Pilar tingkat Daerah.

Pasal 34
MUSYAWARAH CABANG dan MUSYAWARAH PERWAKILAN - LN
1. Musyawarah Cabang (MUSCAB) dan Musyawarah Perwakilan LN (MUSPER-LN) sebagai
permusyawaratan dan pemegang kekuasaan tertinggi di tingkat Kecamatan dan di kota-kota luar
negeri dalam organisasi, diselenggarakan sekali dalam 5 (lima) tahun.
2. MUSCAB dan MUSPER LN, dilaksanakan untuk :
a. Menilai laporan pertanggung jawaban BPC dan PP-LN;
b. Memilih / menetapkan Ketua BPC dan PP-LN sekaligus selaku Ketua Formatur dan memilih
anggota Formatur untuk mendampingi Ketua BPC dan PP LN terpilih menyusun
kepengurusan BPC dan PP-LN KKSS selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah MUSCAB dan
MUSPER-LN;
c. Menetapkan Program Kerja BPC dan PP-LN;
d. Menetapkan keputusan-keputusan lainnya.
3. MUSCAB dan MUSPER LN, dilaksanakan oleh BPC dan PP-LN.
4. Musyawarah Cabang dan Musyawarah Perwakilan LN dihadiri oleh :
a. Pengurus BPC dan Pegurus Perwakilan LN;
b. Anggota;
c. Utusan Lembaga / Badan Otonom ditingkat Kecamatan dan di kota-kota luar negeri;
d. Utusan Organisasi Pilar Tingkat Kecamatan dan tingkat di kota-kota luar Negeri.
5. Susunan Acara, tata tertib MUSCAB dan MUSPER-LN dan tata cara pemilihan akan diatur oleh
BPC dan PP-LN dengan pengesahan MUSCAB dan MUSPER-LN;
6. Dalam keadaan tertentu MUSCAB dan MUSPER LN Luar Biasa, dapat diadakan sewaktu-waktu
atas penetapan BPC dan PP LN atau atas permintaan paling sedikit 2/3 (dua per-tiga) dari anggota
BPC dan PP-LN yang sah.

ANGGARAN RUMAH TANGGA KKSS - TAHUN 2014 11


Pasal 35
MUSYAWARAH KERJA CABANG dan MUSYAWARAH KERJA PERWAKILAN - LN
1. Musyawarah Kerja Cabang (MUKERCAB) dan Musyawarah Kerja PP-LN (MUKERPER-LN) diadakan
paling sedikit 1 (satu) kali dalam satu periode kepengurusan BPC dan Perwakilan-LN dan dalam
keadaan tertentu dapat diadakan MUKERCAB dan MUKERPER-LN sewaktu-waktu atas
penetapan BPC dan PP-LN atau atas permintaan paling sedikit separoh (1/2) lebih sat (1) dari
jumlah anggota BPC dan anggota PP-LN yang sah;
2. MUKERCAB dan MUKERPER-LN diadakan dan dipimpin oleh BPC dan PP-LN;
3. MUKERCAB dan MUKERPER-LN diadakan untuk :
a. Merumuskan penjabaran program kerja BPC dan PERWAKILAN-LN. KKSS;
b. Melakukan penilaian atas pelaksanaan progran kerja BPC dan PP-LN. KKSS;
c. Membicarakan masalah-masalah penting yang dianggap perlu;
d. Merumuskan materi yang dipersiapkan sebagai bahan MUSCAB dan MUSPER-LN.
4. MUKERCAB dan MUKERPER-LN dihadiri oleh :
a. Utusan BPC dan utusan PERWAKILAN-LN;
b. Anggota;
c. Undangan BPC dan PERWAKILAN-LN.

Pasal 36
RAPAT – RAPAT
1. Rapat PLENO adalah rapat yang diadakan dan dihadiri oleh seluruh pengurus;
2. Rapat Harian adalah rapat yang diadakan dan dihadiri oleh Pengurus Harian;
3. Rapat Departemen adalah rapat yang diadakan dan dihadiri oleh anggota Departemen;
4. Rapat Kepanitian adalah rapat yang diadakan dan dihadiri oleh panitia kegiatan tertentu yang di
SK-kan oleh Pengurus;
5. Rapat Koordinasi adalah rapat yang diselenggarakan antar tingkat kepengurusan Kerukunan
Keluarga Sulawesi Selatan membahas perihal kegiatan dalam program tertentu di lingkungan
Keluarga Sulawesi Selatan;
6. Rapat Khusus adalah rapat yang diadakan khusus untuk membicarakan hal-hal tertentu yang
dipandang penting dan mendesak yang dihadiri oleh pengurus / orang terbatas / tertentu.

BAB XVIII
KUORUM DAN PENGEMABILAN KEPUTUSAN
Pasal 37
Kuorum Musyawarah dan Rapat-Rapat, sebagai berikut :
1. MUBES dianggap sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ (seperdua) lebih satu dari
peserta MUBES yang memiliki hak suara;
2. MUKERNAS dianggap sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ (seperdua) lebih satu
dari jumlah BPW yang sah;
3. MUSWIL dianggap sah apabila dihadiri oleh ½ (seperdua) lebih satu dari peserta MUSWIL yang
memiliki hak Suara;
4. MUKERWIL dianggap sah apabila dihadiri oleh ½ (seperdua) lebih satu dari jumlah BPD yang sah;
5. MUSDA dianggap sah apabila dihadiri oleh ½ (seperdua) lebih satu dari peserta MUSDA yang
memiliki hak Suara;
6. MUKERDA dianggap sah apabila dihadiri oleh ½ (seperdua) lebih satu dari jumlah BPC yang sah;

ANGGARAN RUMAH TANGGA KKSS - TAHUN 2014 12


7. MUSCAB dan MUSPER-LN dianggap sah apabila dihadiri oleh ½ (seperdua) lebih satu dari peserta
MUSCAB dan MUSPER-LN yang memiliki hak Suara;
8. MUKERCAB dan MUKERPER-LN dianggap sah apabila dihadiri oleh ½ (seperdua) lebih satu dari
jumlah ANGGOTA yang sah;
9. Rapat Pleno dan Rapat Harian Pengurus KKSS dianggap sah apabila dihadiri oleh ½ (seperdua)
lebih satu dari jumlah anggota / pengurus.

Pasal 38
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1. Setiap pengambilan keputusan diutamakan dengan cara musyawarah untuk mufakat;
2. Apabila secara musyawarah untuk mufakat tidak dicapai kemufakatan atau kesepakatan, maka
dilakukan pemungutan suara / VOTING.

Pasal 39
KETENTUAN MENGENAI SUARA
1. Hak Suara diatur, sebagai berikut :
a. Dalam Musyawarah, Musyawarah Kerja dan Musyawarah Luar Biasa serta Rapat Rapat, yang
memiliki suara ialah anggota yang diwakili oleh Pengurus yang mendapatkan Mandat
dan/atau karena Jabatannya;
b. Dalam MUBES yang mewakili suara adalah :
b. 1 BPP 1 (satu) suara;
b. 2 BPW 1 (satu) suara;
b. 3 BPD 1 (satu) suara;
b. 4 PP-LN 1 (satu) suara;
b. 5 Lembaga / Badan Otonom Tingkat Pusat 1 (satu) suara;
b. 6 Organisasi Pilar Tingkat Pusat 1 (satu) suara.
c. Dalam MUSWIL yang mewakili suara adalah :
c. 1 BPW 1 (satu) suara;
c. 2 BPD 1 (satu) suara;
c. 3 Lembaga / Badan Otonom Tingkat Wilayah 1 (satu) suara;
c. 4 Organisasi Pilar tingkat Wilayah 1 (satu) suara.
d. Dalam MUSDA yang mewakili suara adalah :
d. 1 BPD 1 (satu) suara;
d. 2 BPC 1 (satu) suara;
d. 3 Lembaga / Badan Otonom Tingkat Daerah 1 (satu) suara;
d. 4 Organisasi Pilar tingkat Daerah 1 (satu) suara.
e. Dalam MUSCAB dan MUSPER-LN yang mewakili suara adalah :
e. 1 BPC 1 (satu) suara dan PP-LN 1 (satu) suara;
e. 2 Anggota BPC 1 (satu) suara dan Anggota PP-LN 1 (satu) suara;
e. 3 Lembaga / Badan Otonom Tingkat Cabang 1 (satu) suara dan Tingkat PP-LN 1 (satu);
e. 4 Organisasi Pilar tingkat Cabang 1 (satu) suara dan Tingkat PP-LN 1 (satu) suara.
2. Apabila dilakukan pemungutan suara, maka keputusan diambil berdasarkan ketentuan sebagai
berikut :
a. Untuk Perubahan / penetapan AD dan ART sekurang-kurangnya disetujui oleh 2/3 (dua per
tiga) dari jumlah suara yang hadir;

ANGGARAN RUMAH TANGGA KKSS - TAHUN 2014 13


b. Untuk keputusan tentang pembubaran organisasi sekurang-kurangnya disetujui oleh ¾ (tiga
per empat) dari jumlah suara yang hadir;
c. Untuk keputusan lainnya selain yang dimaksud pada huruf a dan b ayat ini, disetujui oleh
suara terbanyak (mayoritas).

BAB XIX
PERUBAHAN AD / ART
Pasal 40
1. Untuk perubahan AD / ART harus disampaikan kepada BPP secara tertulis disertai keterangan-
keterangan yang jelas dan lengkap dengan alasan dan pertimbangan yang rasional;
2. Setelah menerima usulan tersebut BPP mengadakan Rapat Pengurus Harian untuk membahas
usulan perubahan tersebut;
3. Apabila dianggap perlu, BPP dapat membentuk Tim Perumus yang dapat membantu BPP untuk
membahas dan merumuskan usulan perubahan tersebut;
4. Apabila rapat Pengurus Harian BPP dapat menyetujui usulan perubahan tersebut baik secara
keseluruhan maupun sebagian, maka BPP menyampaikan rencana perubahan AD / ART tersebut
kepada MUBES atau MUBESLUB untuk dibahas, disetujui dan disahkan;
5. Hasil Perumusan usulan perubahan AD dan ART tersebut agar dikirimkan kepada BPW, BPD, BPC
dan PP-LN beberapa waktu sebelum MUBES atau MUBESLUB agar mereka memperoleh
kesempatan yang cukup untuk mempelajarinya.

BAB XX
KEUANGAN
Pasal 41
Keuangan organisasi didapat dari :
1. Iuran Anggota;
2. Sumbangan yang tidak mengikat, yang didapat dari bantuan para dermawan;
3. Usaha-usaha lain yang halal dan sah yang tidak bertentangan dengan AD / ART.

BAB XXI
TATA CARA PEMILIHAN
Pasal 42
Tata cara pemilihan pengurus diatur dalam tata tertib pemilihan pada masing-masing tingkat
kepengurusan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan.

BAB XXII
PEMBUBARAN ORGANISASI
Pasal 43
1. Usul pembubaran organisasi dapat diterima apabila diajukan secara tertulis kepada Badan
Pengurus Pusat oleh 2/3 (dua per tiga) jumlah Badan Pengurus Wilayah, Badan Pengurus Daerah,
Badan Pengurus Cabang dan Perwakilan LN yang sah dan meliputi separoh lebih dari jumlah
wilayah yang sah;
2. Untuk membicarakan usul pembubaran, selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sesudah usul
diterima, maka Badan Pengurus Pusat harus menyelenggarakan MUBES Luar Biasa;

ANGGARAN RUMAH TANGGA KKSS - TAHUN 2014 14


3. MUBES Luar Biasa dianggap sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya ¾ (tiga per empat) dari
jumlah Badan Pengurus Wilayah dan Badan Pengurus Daerah yang sah;
4. Keputusan tentang pembubaran organisasi dianggap sah apabila disetujui oleh sekurang-
kurangnya ¾ (tiga per empat) jumlah suara yang sah;
5. Apabila organisasi dibubarkan, segala kekayaan yang dimiliki dihibahkan kepada Badan Sosial
Kemasyarakatan Sulawesi Selatan.

BAB XXIII
PENUTUP
Pasal 44
1. Hal-hal yang diperlukan untuk kelancaran kegiatan organisasi tetapi belum diatur dalam
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam peraturan-peraturan
tersendiri oleh BPP KKSS;
2. Peraturan-peraturan organisai yang telah ada tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan
dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ini;
3. Dengan berlakunya Anggaran Rumah Tangga ini, maka Anggaran Rumah Tangga sebelumnya
yang berlaku sejak tanggal 27 September 2009 dinyatakan tidak berlaku lagi;
4. Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Makassar
Pada tanggal : 02 Nopember 2014

MUSYAWARAH BESAR
KERUKUNAN KELUARGA SULAWESI SELATAN
( KKSS )
TAHUN 2014

BADAN PENGURUS PUSAT


KERUKUNAN KELUARGA SULAWESI SELATAN
( KKSS )

H. M SATTAR TABA, SE Drs. H. IBNU MUNZIR, [Link]

Uchu M. Mawi@2014

ANGGARAN RUMAH TANGGA KKSS - TAHUN 2014 15

Anda mungkin juga menyukai