0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
244 tayangan6 halaman

Kerangka Acuan Rujukan Puskesmas 2019

Kerangka acuan sistim rujukan di Puskesmas Samalantan tahun 2019 membahas tentang: 1. Sistem rujukan pasien antar fasilitas kesehatan berjenjang sesuai dengan kebutuhan pasien dan kompetensi fasilitas 2. Prosedur rujukan pasien dari fasilitas kesehatan tingkat pertama ke tingkat lanjutan untuk pemeriksaan lebih lanjut 3. Pencatatan dan pelaporan rujukan pasien secara berkala

Diunggah oleh

emelia contesa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
244 tayangan6 halaman

Kerangka Acuan Rujukan Puskesmas 2019

Kerangka acuan sistim rujukan di Puskesmas Samalantan tahun 2019 membahas tentang: 1. Sistem rujukan pasien antar fasilitas kesehatan berjenjang sesuai dengan kebutuhan pasien dan kompetensi fasilitas 2. Prosedur rujukan pasien dari fasilitas kesehatan tingkat pertama ke tingkat lanjutan untuk pemeriksaan lebih lanjut 3. Pencatatan dan pelaporan rujukan pasien secara berkala

Diunggah oleh

emelia contesa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKAYANG

DINAS KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA


PUSKESMAS SAMALANTAN
Alamat : Jalan Raya Samalantan, Bengkayang. Kode Pos 79281

KERANGKA ACUAN SISTIM RUJUKAN


DI PUSKESMAS SAMALANTAN TAHUN 2019

DASAR HUKUM
UU No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional
1. UU No 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan
2. UU No 245 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelengara Jamianan Sosial
3. UU No 32 Tahun 1996 Tentang Tenaga Kesehatan
4. Peraturan Presiden No 12 Tahun 2013 Tentang Jaminan Kesehatan
5. Peraturan Presiden No 32 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan
Dana Kapitasi Jaminan KesehatanNasional pada Fasilitas Tingkat Pertama
Milik Pemerintah Daerah
6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 tahun 2014 tentang Penggunaan Dana
Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional untuk jasa pelayanan kesehatan dan
dukungan biaya operasional pada fasilitas kesehatan tingkat pertama milik
pemerintah daerah.

1
I. PENDAHULUAN
Rujukan adalah suatu sistem penyelenggaraan pelayanan Kesehatan yang
melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap satu atau lebih
kasus penyakit atau masalah kesehatan agar dapat diberikan pemeriksaan atau
pengobatan lebih lanjut oleh pihak yang berwenang.
Dengan memahami system dan cara rujukan yang baik, tenaga kesehatan
diharapkan dapat memperbaiki kualitas pelayanan pasien. Dengan kerja sama
BPJS sekarang ini diberlakukan system rujukan berjenjang dimana pelayanan
kesehatan dasar oleh faskes tingkat pertama. Kasus yang sudah ditegakkan
diagnosis dan rencana terapi merupakan pelayanan berulang dan hanya tersedia di
faskes primer. Untuk pelayanan kesehatan spesialistik oleh dokter subspesialis
difaskes tingkat lanjutan dilayani di faskes tingkat kedua. Pelayanan kesehatan
sub spesialistik oleh dokter sub spesialis di faskes tingkat lanjutan dipelayanan
tingkat ketiga.

II. LATAR BELAKANG


Kebutuhan Pasien perlu diperhatikan diupayakan dan dipenuhi sesuai sumber
daya yang tersedia di Puskesmas. Undang-undang Republik Indonesia nomor 36
tahun 2009 tentang kesehatan pasal 5 ayat 2 bahwa setiap orang mempunyai hak
dalam memperoleh pelayanan kesehatanyang aman, bermutu dan terjangkau.
Pelayanan yang memuaskan, oleh karena itu apabila ada pasien yang memang
tidak bisa ditangani di Puskesmas maka petugas harus memberikan rujukan
kepada pasien tersebut. Pelayanan rujukan dapat dilakukan secara horizontal
maupun vertical. Rujukan horizontal adalah rujukan yang dilakukan antar
pelayanan kesehatan dalam satu tingkatan apabila perujuk tidak dapat
memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien karena
keterbatasan fasilitas, peralatan atau ketenagaan yang sifatnya sementara atau
menetap. Rujukan vertical adalah rujukan yang dilakukan antar pelayanan
kesehatan yang berbeda tingkatan, dapat dilakukan dari tingkat pelayanan yang
lebih tinggi atau sebaliknya.

2
III. TUJUAN

UMUM DAN KHUSUS

Umum:

Terlaksananya prosedur rujukan pelayanan kesehatan perseorangan


mengikuti standar mutu dan keselamatan pasien. Sesuai dengan criteria rujukan
disemua tingkat pelayanan kesehatan perseorangan di Indonesia. Melakukan
rujukan dalam puskesmas guna pemeriksaan lebih lanjut.

Khusus

[Link] kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan perseorangan tingkat


pertama Puskesmas Samalantan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas
dan memuaskan sehingga masyarakat bersedia memanfaatkan fasilitas kesehatan
tingkat pertamanya (fktp).

2. Tertatanya alur peleyanan kesehatan perseorangan tingkat pertama dan


berkesinambungan mengikuti prosedur disetiap tingkatan. Sesuai dengan
kompetensi, kewenangan, dan proporsi masing-masing tingkatan.

[Link] akses dan cakupan pelayanan kesehatan perseorangan di


Puskesmas Samalantan secara menyeluruh yang didukung dan diatur oleh system
BPJs kesehatan.

4. Menjamin terselenggaranya pel;ayanan kesehatan perseorangan yang merata


berkualitas dan memuaskan serta berkelanjutan diwilayah kerja Puskesmas
Samalantan.

5. Memberikan petunjuk yang jelas dan kepastian hokum bagi FKTP dalam
memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu.

IV. RUANG LINGKUP

Meliputi Rujukan pasien, berupa rujukan vertical dari FKTP ke faskes tingkat
lanjut.

V. SASARAN:
1. Masyarakat pengguna jasa pelayanan kesehatan perseorangan/Peserta BPJS
Kesehatan .
2. Penyelenggara pelayanan kesehatan tingkat lanjut ( Rumah sakit tipe
D,C,B,A) dan klinik bekerjasama dengan FKTP.

3
VI. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

No Kegiatan pokok Rincian kegiatan


1 Persiapan Pasien [Link] kepada pasien mengenai
pentingnya rujukan untuk penanganan
kasus penyakit pasien
[Link] informasi pilihan faskes
lanjutan yang akan dituju.
[Link] kesempatan pada pasien
untuk menentukan fasilitas yang
diinginkan sesuai ketersediaan akses
aplikasi Pcare BPJS kesehatan.
[Link] surat persetujuan rujukan
( Lembar persetujuan/Inform consent).

2 Mengirim Pasien ke Faskes [Link] membuat surat pengantar


Lanjutan rujukan dan melengkapi rujukan dengan
membuat resume klinis pasien
[Link] pasien yang gawat darurat diantar
dengan menggunakan ambulan dan
didampingi oleh 2 orang petugas
kesehatan.
[Link] pasien yang bukan kategori
gawat darurat diberikan surat pengantar
rujukan dan disarankan berangkat
sesegera mungkin ke Faskes lanjutan
dengan kendaraan sendiri.

4
V. JADWAL PELAKSANAAN
Dilakukan setiap hari pada jam kerja dam 24 jam untuk rujukan online.

VI. PELAKSANAAN KEGIATAN

Setiap hari senin sampai sabtu sesuai jam kerja yang berlaku. Untuk
pasien bukan kategori gawat darurat proses rujukan dilakukan setiap hari
kerja.

Untuk kasus gawat darurat dilakukan 24 jam sesuai kebutuhan pasien.

Rujukan online dilaksanakan 24 jam sesuai dengan kebutuhan.

VII. PENCATATAN DAN PELAPORAN

Pencatatan register rujukan puskesmas Samalantan pengentrian aplikasi


pcare khusus untuk peserta BPJS Kesehatan., dan pelaporan setiap bulan
ke dinas kesehatan dan KB kabupaten Bengkayang serta Kantor Cabang
BPJS kabupaten Bengkayang yang ditanda tangani oleh Kepala
Puskesmas Samalantan.

Unit Poly Pcre dan Rujukan Januari 2019

5
DAFTAR ISI

DASAR HUKUM………………………………………………… 1
1. PENDAHULUAN …………………………………………… 1
2. LATAR BELAKANG ………………………………………… 1
3. TUJUAN…………………………………………….…………. 1
4. RUANG LINGKUP……………………………….……………3
5. SASARAN………………………………………..……………..3
6. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN ………………………. 4
7. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN……………….……5
8. PELAKSANAKAN KEGIATAN…………………….…….….5
9. PENCATATAN DAN PELAPORAN………………………… 5

Anda mungkin juga menyukai