LAPORAN PRAKTIK KEMUDI, REM, SUSPENSI
ELEKTIRIC POWER STEERING
Dosen Pengampu : Dr. Drs. Tawardjono, [Link].
Disusun Oleh :
1. Diana Cholida (17504241001)
2. Agung Prabowo S. (17504241004)
3. M. Rafie Elansyah (17504241005)
4. M. Irpan Muzaqi (17504241006)
5. I Wayan Warsita (17504241007)
Kelas : A1.1
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2019
A. ELECTRIC POWER STEERING
Kompetensi :
1. Membongkar dan memasang eletrik power steering dengan prosedur
yang baik dan benar.
2. Menganalisa kondisi benda kerja yang digunakan untuk praktikum.
Sub kompetensi :
Setelah Selesai praktikum mahasiswa dapat:
1. Melepas dan memasang elektrik power steering dengan cara yang
benar.
2. Menjelaskan cara kerja elektrik power steering dengan tepat
3. Mengidentifikasi gangguan dalam sistem dan cara mengatasinya.
Alat dan Bahan :
1. Unit elektric power steering
2. Tool box
3. Jangka sorong
Dasar Teori
ELECTRIC POWER STEERING (EPS)
Tujuan dari pengembangan EPS adalah meningkatkan efesiensi kerja
kendaraan kendaraan dengan melakukan perubahan proses kerja power
[Link] ini mengalihkan sistem hidraulis ke [Link] steering yg
proses kerja nya di bantu arus listrik ini dapat mereduksi pemakaian energi
kendaraan yg tidak perlu.
KOMPONEN UTAMA EPS
Umum nya sistem electrik power steering(EPS)menggunakan beberapa
perangkat electronik yg sama,seperti :
a) Control module,sbagai komputer untuk mengatur kerja EPS.
b) Motor electrik,bertugas langsung membantu meringankan putaran setir.
c) Vehicle speed sensor,terletak di girboks dan bertugas memberi tahu control
module tentang kecepatan mobil.
d) Torque sensor,berada di kolom setir dengan tugas memberi informasi ke
control module jika setir mulai di putir oleh pengemudi
e) Clutch,kopling ini ada di antara motor dan batang [Link] untuk
menghubungkan dan melepaskan motor dengan batang setir sesuai kondisi
f) Noise suppressor,bertindak sbagai sensor yg mendeteksi mesin sedang
bekerja atau tidak.
g) On-board diagnostic display,berupa indikator di panel instrumen yg akan
menyala jika ada masalah dengan sistem EPS.
CARA KERJA EPS
Setelah kunci di putar di posisi on,control module memperoleh arus listrik untuk
kondisi stand-by seketika itu pula,indikator EPS pada panel instrumen
[Link] mesin hidup,maka noise suppressor segera menginformasikan
pada control module untuk mengaktifkan motor listrik dan clutch pun langsung
menghubungkan motor dengan batang setir.
Dengan dua informasi itu,control module segera mengirimkan arus listrik sesuai yg
di butuhkan ke motor listrik untuk memutar gigi [Link] begitu poros
memutar setir menjadi [Link] speed sensor bertugas menyediakan
informasi bagi control module tentang kecepatan [Link] kecepatan
tinggi,umumnya di mulai sejak 80km/jam,motor electrik akan di non aktifkan oleh
control [Link] begitu setir menjadi lebih berat sehingga meningkatkan
safety. Jadi sistem EPS ini mengatur besarnya arus listrik yg di alirkan ke motor
listrik hanya sesuai kebutuhan [Link] mengatur kerja motor listrik berdasarkan
informasi dari sensor,Control module juga mendeteksi jika ada mal fungsi pada
sistem [Link] indikator EPS pada panel instrumen akan menyala berkedip
tertentu andai terjadi dengan batang [Link] karna sistem kemudi yg di
lengkapi EPS ini masih terhubung dengan setir via batang baja,maka mobil masih
di mungkinkan untuk di kemudikan walau memutar setir akan terasa berat seperti
kemudi tanpa power steering.
.
Langkah Kerja :
1. Melepas motor listrik dari unit elektrik power steering dengan cara
melepas baut dengan menggunakan kunci T10
2. Membongkar rangkaian planetary gearbox pada sistem power steering
3. Melepas input pinion shaft dari gearbox power steering dengan cara
menariknya keluar
4. Membogkar dan memeriksa keadaan sensor pinion gear
(potensiometer)
5. Melepas Rack dari gearbox power steering
6. Melakukukan pemeriksaan dan pengukuran
7. Memasang kembali steering gearbox Elekctrik power steering dengan
urutan terbalik dengan urutan membuka steering gearbox.
Data Praktik
No. Gambar Nama Hasil Pemeriksaan
Dalam keadaan
Motor listrik
1. baik dan masih
Power stering
dapat berputar
33 mm (dalam
Housing Pinion
2. keadaan lecet dan
Gear
tergores)
32 mm ( sudah kai
Bearing Pinion kocak dan
3.
shaft putarannya tidak
lancar)
Ring
Alur dalam
4. Gear(Planetary
kondisi baik
Gear)
Dalam keadaan
Carrier (Planetary
5. dan kondisi yang
Gear)
baik
Sudah mulai
6. Tuas torque sensor mengalami
keausan
Sun Gear Dalam keadaan
7.
(Planetary Gear) baik
Sudah mengalami
Housing Planetary goresan dan Seal
8.
Gear sudah mengalami
kerusakan
Alur dalam
keadaan baik dan
9. Rack Shaft
masih dapat
digunakan
Pembahasan
Agung Prabowo Sudarwan
Sistem kerja pada EPS adalah sama dengan sistem kerja pada power
steering type hidrolik. Yang dimana pada sistem EPS jauh lebih baik dari
pada menggunakan sistem hidrolik, karena gerakan yang akuran sesuai
dengan diingin oleh pengendara. Dan sistem EPS ini juga di gunakan pada
sistem kemudi 4 roda. Karena sistem kerjanya di pengaruhi sensor
kecepatan dan sensor putaran Steering Wheel hal ini memudahkan bagi para
pengemudi untuk mengendari kendaaraan. Bahkan pada saat melewati
tikungan tajam tidak harus melakukan radius putaran yang sangat besar,
serta mampu menghemat bahan bakar. Karena sistem EPS ini murni
memakai supply listrik untuk menggerakkan motor EPSnya
Mukhamad Irpan Muzaqi
Perawatan Elektronik Power Steering
Sebagai komponen yang relatif tanpa perlu lagi melakukan perawatan.
Umumnya sebatas melakukan perawatan pada komponen luar rangkaian
motor elektrik. Pasalnya, parts pengganti seperti dinamo, sensor dan
komponen kecil lainnya belum dijual di pasaran. Jika terjadi kerusakan,
umumnya harus mengganti satu rangkaian. Misalnya model steer column
yang tergabung dengan dinamo atau dengan racksteer.
Walau komponen tersebut didesain tidak mudah rusak. “Sebaiknya air
jangan masuk ke motor elektrik. Seperti saat cuci mobil. Terutama buat
yang letaknya tergabung dengan racksteer atau di kolong mobil,.
Sebagai perawatan, menurut Rachman komponen EPS sebaiknya diperiksa
secara rutin waktu mobil dalam kondisi terangkat. Misalnya saat melakukan
cuci kolong diperiksa kondisi kabel penghubungnya. Atau bisa dengan
menambahkan pelindung komponen yang bisa kemasukan air. Mulai dari
bagian soket. “Bisa ditutupi dengan balutan lakban,” pesannya.
Sekring EPS yang umumnya tertancap dalam kotak sekring dalam kabin
mesin perlu diperiksa juga. Biar enggak bermasalah, bisa semprot dengan
cairan sejenis pembersih atau contact cleaner. Atau diganti setelah tampak
kendur.
Selain itu, komponen penunjang lain seperti karet boot steer dan joint steer
bisa dirawat seperti biasa. Jika tampak sobek hingga getas pada sistem semi
electric artinya perlu penggantian segera. Jika joint steer dan bagian tie rod
mulai oblak artinya perlu penggantian juga seperti merawat Power Steering
biasa saja.