MODUL PELATIHAN GOAL SETTING
PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
Program Magister Psikologi Profesi
Konsentrasi Psikologi Pendidikan
Oleh :
Muhammad Erwan Syah, [Link]
13915022
PROGRAM MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI
FAKULTAS PISKOLOGI DAN ILMU SOSIAL BUDAYA
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2016
MODUL PELATIHAN GOAL SETTING
PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
PENDAHULUAN
Modul ini disusun sebagai panduan bagi pelatih dan ko-pelatih dalam
melaksanakan pelatihan goal setting untuk meningkatkan motivasi belajar bahasa
Arab pada siswa SMA. Panduan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi
belajar bahasa Arab siswa.
A. Latar Belakang
Goal Setting adalah sebuah teori kognitif dengan dasar pemikiran bahwa
setiap orang memiliki suatu keinginan untuk mencapai hasil spesifik atau tujuan
yang diharapkan dapat tercapai, Locke (Sukadji, 2010). Goal setting dapat
menjadi daya dorong untuk memperbesar usaha yang dilakukan seseorang, bahwa
seseorang akan bekerja lebih keras dengan adanya tujuan daripada tanpa tujuan
(Locke dkk, 2005).
Upaya pengenalan goal setting pada siswa dilakukan dengan pendekatan
pelatihan. Pendekatan pelatihan dipilih karena pelatihan merupakan suatu metode
pembelajaran yang bertujuan untuk mengubah aspek kognitif, afektif serta hasil
keterampilan atau keahlian (Kikpatrick dalam Salas dkk, 2009). Johnson dan
Johnson (2007) menyatakan bahwa metode pelatihan berdasarkan prinsip
experiental learning, yaitu bahwa perilaku manusia terbentuk berdasarkan hasil
pengalaman yang terlebih dahulu dimodifikasi untuk menambah efektivitas.
Semakin lama perilaku menjadi suatu kebiasaan dan berjalan dengan otomatis,
individu semakin berusaha memodifikasi perilaku yang sesuai dengan situasi.
Berdasarkan pendapat Locke dan Latham, (2006) ada lima komponen
utama goal setting, yaitu:
a. Komponen utama yang pertama adalah clarity atau kejelasan yaitu bahwa
tujuan itu harus yang spesifik, menantang dan sulit sehingga membawa pada
hasil yang lebih tinggi dari pada tujuan yang samar-samar atau tidak jelas.
Tujuan yang spesifik juga membawa pada kinerja yang lebih tinggi dar pada
tujuan yang umum seperti “kerjakan sebaik mungkin” (do your best). Locke
dkk, (2005) yang telah melakukan ulasan pada beberapa penelitian tentang
goal setting menyimpulkan bahwa lebih kurang 90% dari penelitian-penelitian
yang mereka lakukan menyatakan bahwa tujuan yang spesifik, menantang dan
sulit membawa pada kinerja yang lebih baik dari pada tujuan yang sedang,
mudah, sebaik mungkin (do your best) dan tanpa tujuan.
b. Komponen yang kedua challenge atau tantangan, bahwa target yang sulit
menghadirkan suatu tantangan yang membangkitkan dorongan untuk mencapai
tujuan dalam diri siswa, tetapi target ini dalam batas masih dapat dicapai.
c. Komponen yang ketiga adalah task complexity atau kompleksitas tugas yaitu
jika menggunakan tugas yang relatif simpel dan tujuan dapat ditetapkan dengan
mudah.
d. Komponen yang keempat adalah komitmen yaitu mengaplikasikan bahwa
seseorang telah setuju untuk mengikatkan dirinya dengan tujuan yang
ditetapkan. Komitmen penerimaan tujuan dan keterikatan tujuan merupakanm
hal yang hampir sama, meskipun secara konseptual dapat dibedakan.
Keterikatan pada tujuan mengaplikasikan penentuan untuk mencoba berusaha
mencapai tujuan atau tetap berusaha untuk mencapai tujuan, sedangkan sumber
dari tujuan tersebut tidak dispesifikasi. Tujuan tersebut bisa merupakan tujuan
yang telah ditetapkan (assigned goal), atau ditetapkan secara partisipatif, atau
tujuan yang ditetapkan oleh dirinya sendiri. Sedangkan penerimaan tujuan
mengimplikasikan bahwa seseorang telah setuju untuk mengikatkan dirinya
dengan tujuan yang ditetapkan atau diusulkan oleh orang lain.
e. Komponen yang kelima adalah umpan balik (feedback), seseorang akan
melakukan pekerjaan dengan lebih baik jika diberi umpan balik yang
menunjukkan seberapa hasil atau kemajuan yang dicapai terhadap tujuan,
karena umpan balik menolong untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian antara
apa yang mereka telah kerjakan dan apa yang mereka akan capai, maka umpan
balik bertindak sebagai petunjuk (guide) tingkah laku, sehingga umpan balik
membawa pada kinerja yang lebih tinggi dar pada tanpa umpan balik (Robbin,
2009).
Moran (Sukadji, 2010) mengajukan prinsip goal setting yang disebut
dengan SMART. Akronim ini sebenarnya berasal dari dari buah pikiran dari Bull,
Albinson dan Shambrook. Penjabaran SMART adalah sebagai berikut:
a. Spesific (spesifik), semakin jelas dan spesifik sasaran belajar yang dibuat, maka
akan lebih besar kemungkinan untuk mencapainya. Misalnya, menghafalkan
kata kerja “saya ingin hafal kata kerja tak beraturan, dan setiap hari harus hafal
20 kata” akan lebih besar pengaruhnya terhadap motivasi dari pada “saya
mungkin akan menghafalkan kata kerja bila memiliki waktu”.
b. Measurable (terukur), terukur apabila tidak mampu mengukur kemajuan
terhadap sasaran, maka seseorang cenderung akan kehilangan minat dalam
mencapai sasaran. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menyimpan
dokumen kemajuan. Misalnya, bila sasaran belajar di atas, maka perlu
memiliki dokumen mengenai peningkatan pelaksanaan. Apabila kemarin hanya
hafal 20 kata, maka setelah tiga hari akan hafal 60 kata.
c. Action related (langkah-langkah), agar tidak dibingungkan oleh urutan langkah
yang perlu dilakukan, perlu menentukan sejumlah langkah yang berurutan
semakin dekat dengan pencapaian sasaran. Langkah-langkah tersebut harus
berada di bawah kendali. Misalnya, pagi hari setelah bangun tidur menghafal
10 kata, dan sore hari lima kata, kemudian menjelang tidur lima kata.
d. Realistic (realistis), sasaran belajar harus realistik dan dapat dicapai dengan
memanfaatkan sumber yang dapat diperoleh. Misalnya, mempertimbangkan
kemampuan dalam dalam menghafal, tidak menetapkan target terlalu sulit
maupun terlalu mudah.
e. Time based (waktu), seringkali kita bekerja saat mendekati batas akhir
penyampaian tugas tertentu. Tekanan waktu menimbulkan kepentingan yang
membuat kita termotivasi, meskipun rasa panik seringkali ikut mengiringi
penyelesaian tugas tersebut. oleh karena itu, sebaiknya mengatur waktu dan
menetapkan waktu dalam mencapai tujuan.
B. Tujuan dan Sasaran
1. Tujuan
a. Tujuan Umum
Tujuan dari pelatihan adalah untuk memberi pelatihan goal setting
bagi siswa dengan experiental learning, agar siswa mampu
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga motivasi
belajar bahasa Arab siswa meningkat.
b. Tujuan Khusus
1) Siswa memiliki cita-cita dan tujuan yang ingin dicapai
2) Siswa mampu membuat tujuan dan langkah-langkah yang harus
dilakukan agar tujuannya tercapai
3) Memiliki komitmen untuk mencapai tujuan yang sudah dibuat.
2. Sasaran
Sasaran dalam pelatihan goal setting adalah siswa kelas XI SMA
“X” Yogyakarta.
C. Pemandu Pelatihan
Pelatih yang akan memandu jalannya pelatihan goal setting ini adalah
seseorang yang memiliki klasifikasi sebagai berikut:
1. Psikolog
2. Berpengalaman di bidang pelatihan
3. Memiliki keterampilan verbal dan non verbal
4. Memiliki keterampilan dalam beradaptasi dengan remaja
5. Memiliki kemampuan dalam menguasai informasi dan teknologi.
D. Peserta Pelatihan
Peserta pelatihan adalah siswa kelas XI SMA “X” Yogyakarta. Jumlah
peserta 26 siswa yang akan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 13 siswa
kelompok eksperimen dan 13 kelompok kontrol.
E. Waktu Pelaksanaan
Pelatihan akan dilaksanakan di SMA “X” Yogyakarta pada ruang yang
telah disiapkan. Waktu pelaksanaan pelatihan dilakukan selama 2 hari dengan 7
sesi.
F. Alat dan Bahan
Laptop, LCD, papan tulis, spidol, kertas HVS, alat tulis dan lembar kerja.
G. Jadwal Pelaksanaan (jadwal terlampir)
H. Langkah-langkah Pelaksanaan
Langkah-langkah pelaksanaan pelatihan secara rinci terdapat pada
diskripsi modul (modul terlampir).
No Sesi Tujuan Waktu
PERTEMUAN 1
1 Pembukaan Perkenalan dan penjelasan pelatihan 45 menit
Membuat kesepakatan dalam
pelatihan
2 Inspirasi Orang sukses Membangun semangat 45 menit
Memberikan pemahaman kepada
peserta pentingnya bahasa Arab
3 Pengenalan diri Mengenali potensi diri 35 menit
PERTEMUAN 2
4 Menerapkan SMART Penjelasan SMART 45 menit
Pembuatan jadwal dan target belajar
5 Umpan Balik Umpan balik pada tugas dan strategi 35 menit
pembelajaran
6 Komitmen Komitmen pada tujuan 35 menit
7 Penutup Review materi 30 menit
Sesi 1
Pembukaan dan Perkenalan
Tujuan
o Peserta dan panitia saling mengenal
o Peserta mendapatkan gambaran pelatihan
o Peserta lebih kooperatif untuk mengikuti pelatihan
o Mencairkan suasana dan menambah keakraban antar peserta dan
pelatih
Strategi Pembelajaran
o Games
o Ceramah
o Diskusi
Waktu
45 menit
Materi
o Pembukaan
o Perkenalan diri
o Penjelasan pelatihan
o Pengisian informed consent
o Membuat dan menyepakati kontrak pelatihan bersama
o Game perkenalan
Indikator Pencapaian
o Peserta mendapatkan gambaran tentang pelatihan yang akan
mereka ikuti
o Peserta dan fasilitator terlibat aktif dalam proses pelatihan
o Peserta pelatihan mengetahui tujuan dan materi pembelajaran
Perlengkapan
o Lembar presensi
o Jadwal kegiatan
o Lembar persetujuan tanda tangan seluruh peserta atas kontrak
pelatihan
o Lembar name tag
o Kertas HVS dan spidol
o Mikrofon
Uraian Prosedur
1. Peserta memasuki arena pelatihan dan mengisi absensi yang telah
disediakan sebagai tanda keikutsertaan dalam pelatihan
2. Pelatih dan observer memperkenalkan diri
3. Pelatih menjelaskan tujuan dan rangkaian kegiatan
4. Pelatih meminta peserta untuk dapat menjaga kerahasian seluruh isi
pelatihan dan tidak membahas di luar arena pelatihan
5. Pelatih mengajak peserta berdiri dan membuat lingkaran, kemudian
pelatih memberikan contoh permainannya. Pelatih memperkenalkan
diri dengan menyebut nama, alamat dan hobi. Setelah itu, pelatih
menyebutkan nama orang yang berdiri disebelah kanannya dan
meyebutkan hal atau benda yang disukai dari temannya tersebut sambil
menyentuhnya, serta memberikan alasan mengapa menyukai hal atau
benda tersebut. Kemudian pelatih meminta peserta untuk melakukan
hal yang sama.
6. Pelatih dan peserta bersama-sama membuat kesepakatan dan tata tertib
selama pelatihan berlangsung
7. Menuliskan keterampilan yang harus dicapai setelah lulus sekolah
8. Menuliskan keterampilan penunjang yang harus dimiliki agar dapat
memaksimalkan keterampilan peserta pelatihan
9. Pelatih memberikan umpan balik, bahwa motivasi belajar sangat
diperlukan untuk menunjang keterampilan yang harus dimiliki dan
salah satu modal dalam belajar.
Sesi 2
Inspirasi Orang Sukses
Tujuan
o Membangun semangat peserta untuk menjadi orang sukses
o Peserta dapat mencontoh perilaku orang sukses agar menjadi
sukses
Strategi Pembelajaran
o Ceramah
o Praktik menulis cerita
o Refleksi
Waktu
45 menit
Materi
Penjelasan orang sukses
Indikator Pencapaian
o Peserta mendapatkan gambaran tentang orang sukses
o Peserta pelatihan dapat menganalisis karakteristik dan perilaku
yang membuat seseorang dapat sukses
o Peserta mengetahui pentingnya memiliki motivasi untuk belajar
Perlengkapan
o lembar kerja
o mikrofon
Uraian Prosedur
1. Trainer menjelaskan pentingnya motivasi belajar dalam bahasa Arab
2. Menuliskan tokoh orang sukses yang menjadi idola
3. Menuliskan sifat atau atribut tokoh yang membuat tokoh tersebut
menjadi orang sukses, hebat, atau terkenal
4. Menuliskan kemampuan yang dimiliki tokoh tersebut sehingga mampu
mendunia
5. Menuliskan tindakan yang harus dilakukan untuk mengikuti tokoh
tersebut sehingga menjadi terkenal atau sukses serta memiliki
kemampuan yang harus dimiliki agar membuat tokoh tersebut menjadi
sukses dan mendunia
6. Trainer meminta peserta membacakan tokohnya, dan alasan mengapa
menyukai tokoh tersebut, apa yang harus dilakukan agar bisa seperti
tokoh tersebut
7. Trainer menjelaskan dari maksud sesi ini.
Orang Sukses......
Profil .....
Karakteristik ...
Keterampilan yang Harus dimiliki ...
Sesi 3
Pengenalan Diri
Tujuan
o Peserta dapat mengenali potensi yang ada di dalam diri agar dapat
mengembangkan potensinya
o Menyadari untuk mengubah kelemahan diri agar lebih baik
Strategi Pembelajaran
o Praktik menulis kelebihan dan kelemahan diri
o Refleksi
Waktu
35 menit
Materi
Pengenalan diri
Indikator Pencapaian
o Peserta mendapatkan gambaran tentang diri kelebihan dan
kelemahan pada pelajaran bahasa Arab
o Peserta pelatihan dapat menentukan strategi untuk
mengembangkan potensi dan merubah kelemahan diri agar lebih
baik
Perlengkapan
o Lembar kerja
o Mikrofon
Uraian Prosedur
1. Peserta diminta menuliskan kelebihan dan kekurangan diri sendiri
secara umum
2. Peserta diminta menuliskan kelebihan dan kekurangan diri dalam
pelajaran bahasa Arab
3. Peserta diminta untuk menganalisis tentang dirinya dan dikaitkan
dengan perilaku orang sukses yang dilakukan pada sesi dua
4. Kemudian pelatih meminta menuliskan apa yang harus dilakukan agar
bisa menjadi orang sukses seperti tokoh yang dituliskan
5. Peserta diminta untuk menuliskan apa yang akan dilakukan agar dapat
menjadi orang sukses yang mendunia
6. Pelatih menjelaskan maksud dari sesi ini.
TENTANG DIRIKU.....
Kelebihanku
Kelemahanku
TENTANG DIRIKU.....
Kelebihan dalam Bahasa Arab.....
Kelemahan dalam Bahasa Arab .....
Maka Aku Akan .....
Sesi 4
SMART
Tujuan
o Peserta memahami pentingnya tujuan dalam belajar
o Peserta menyadari pentingnya penentuan target berdasarkan
pengalaman masa lalu dan keputusan mengambil resiko. Peserta
mampu mengenali dan menerapkan target belajar berdasarkan
SMART
o Peserta mampu mengenali dan menetapkan target belajar jangka
panjang dan jangka pendek yang spesifik, terukur, dapat dicapai,
sesuai, dan ada batasan waktu.
Strategi Pembelajaran
o Diskusi
o Ceramah
o Refleksi
Waktu
45 menit
Materi
Goal setting dan SMART
Indikator Pencapaian
o Peserta memahami pentingnya tujuan
o Peserta dapat merencanakan apa yang ingin dicapai
o Peserta dapat membuat strategi untuk mencapai rencana
Perlengkapan
o Lembar kerja
o Materi goal setting dan SMART
Uraian Prosedur
1. Pelatih membuka acara dengan berdoa bersama
2. Pelatih memberikan ice breaking, dengan permainan sarang burung.
Peserta dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing kelompok
tiga orang. Dua orang berperan sebagai sarang dan satu orang sebagai
burung. Ketika pelatih menyebutkan “sarang” maka orang yang
berperan sebagai sarang bergantian pasangan dengan sarang lainnya,
dan apabila pelatih menyebutkan “burung” maka burung yang
berpindah untuk mencari sarang lainnya, selanjutnya apabila pelatih
menyebutkan “badai” maka burung dan sarang harus berpindah
membuat sarang burung yang baru. Pelatih menyebutkan berulang-
ulang, dengan tidak berurutan.
3. Pelatih menjelaskan materi goal setting dan SMART
4. Peserta diminta untuk mengisi lembar kerja yang disediakan
5. Beberapa peserta diminta untuk membacakan lembar kerjanya
6. Pelatih menyimpulkan materi pada sesi tersebut
TARGETKU.....
RENCANA JANGKA PANJANG
(1 Bulan Kedepan)
Tanggal Tindakan Batas Waktu Resiko Sumber Bantuan
RENCANA JANGKA PENDEK
(7 Hari Kedepan)
Tanggal Tindakan Batas Waktu Resiko Sumber Bantuan
MATERI GOAL SETTING
Menurut Locke, Saari, Shaw, dan Latham (2005) goal adalah sebagai
objek atau tujuan dari suatu perilaku. Konsep ini hampir sama dengan konsep
tujuan dan maksud. Konsep ini juga sering dimaknai dengan tujuan yang
termasuk di dalamnya adalah standar performansi (ukuran untuk evaluasi
hasil performansi), kuota (jumlah minimum dari suatu produksi atau
pekerjaan), norma pekerjaan (standar perilaku yang diterima dan
didefinisikan oleh kelompok kerja), tugas (bagian pekerjaan yang harus
dicapai), objektif (tujuan akhir dari perilaku atau rangkaian perilaku),
deadline (batas waktu untuk menyelesaikan suatu tugas) (Locke dkk, 2005).
Asumsi dasar penelitian mengenai penentuan tujuan adalah bahwa
tujuan (goal) merupakan pengatur secara langsung akan perilaku atau
tindakan seseorang (Locke dkk, 2005). Konsep goal setting (penentuan
tujuan) terdapat di dalam domain psikologi kognitif dan konsisten dengan
tren penelitian akhir-akhir ini seperti modifikasi perilaku kognitif (Locke dkk,
2005). Penelitian-penelitian yang ada di dalam teori penetapan tujuan ini
berasal dari dua sumber, yaitu pada wilayah akademik dan industri. Sumber
akademik mengacu pada waktu, serta berhubungan dengan konsep perhatian,
tugas, penentuan dan tingkatan aspirasi. Penentuan tujuan juga merupakan
komponen yang penting dalam teori belajar sosial dari Bandura (Locke dkk,
2005).
Menurut Locked (Sukadji, 2010), asumsi dasar penelitian mengenai
penentuan tujuan adalah bahwa tujuan merupakan suatu pengatur secara
langsung akan perilaku atau tindakan seseorang. Meskipun demikian, tidak
serta merta bahwa hubungan antara tujuan dan tindakan dapat diasumsikan
secara langsung karena seseorang mungkin saja melakukan kesalahan, seperti
kekurangmampuan untuk mencapai suatu tujuan, atau mempunyai konflik
yang tidak disadari. Selain itu, Morisano dkk, (2010) mengatakan bahwa
asumsi dasar teori penentuan tujuan ini adalah sederhana, yaitu dapat secara
nyata meningkatkan performansi pada berbagai tugas yang diberikan.
Seseorang yang mempunyai tujuan yang jelas nampak lebih mampu
untuk mengarahkan perhatian secara langsung, berusaha untuk melakukan
aktivitas yang relevan dengan tujuan dan menjauhi usaha yang tidak relevan
dengan pencapaian tugas, serta menampilkan kapasitas regulasi diri yang
besar. Penetapan tujuan yang jelas juga akan menampakkan adanya
peningkatan keingintahuan, dan dengan adanya tujuan yang penting bagi
seseorang akan mengantarkannya pada produksi energi yang besar dari pada
tujuan yang tidak terlalu penting (Morisano dkk, 2010).
Tujuan yang jelas juga akan meningkatkan ketekunan, membuat
seseorang tidak rentan terhadap kecemasan, kekecewaan, dan frustasi. Tujuan
juga dapat membantu seseorang menggunakan strategi, cara berfikir serta
persepsi yang lebih efisien (Locke dan Latham, 2007). Luneburg (2011)
memprediksi bahwa kinerja yang paling efektif tampaknya terjadi ketika
tujuan yang spesifik dan menantang, ketika digunakan untuk mengevaluasi
kinerja dan terkait dengan umpan balik pada hasil, serta menciptakan
komitmen dan penerimaan. Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan
bahwa goal setting adalah pengatur secara langsung akan perilaku atau
tindakan seseorang untuk menetapkan tujuan yang jelas yang akan dicapai.
Berdasarkan pendapat Locke dan Latham, (2006) ada lima komponen
utama goal setting, yaitu:
a. Komponen utama yang pertama adalah clarity atau kejelasan yaitu bahwa
tujuan itu harus yang spesifik, menantang dan sulit sehingga membawa
pada hasil yang lebih tinggi dari pada tujuan yang samar-samar atau tidak
jelas. Tujuan yang spesifik juga membawa pada kinerja yang lebih tinggi
dar pada tujuan yang umum seperti “kerjakan sebaik mungkin” (do your
best). Locke dkk, (2005) yang telah melakukan ulasan pada beberapa
penelitian tentang goal setting menyimpulkan bahwa lebih kurang 90%
dari penelitian-penelitian yang mereka lakukan menyatakan bahwa tujuan
yang spesifik, menantang dan sulit membawa pada kinerja yang lebih baik
dari pada tujuan yang sedang, mudah, sebaik mungkin (do your best) dan
tanpa tujuan.
b. Komponen yang kedua challenge atau tantangan, bahwa target yang sulit
menghadirkan suatu tantangan yang membangkitkan dorongan untuk
mencapai tujuan dalam diri siswa, tetapi target ini dalam batas masih dapat
dicapai.
c. Komponen yang ketiga adalah task complexity atau kompleksitas tugas
yaitu jika menggunakan tugas yang relatif simpel dan tujuan dapat
ditetapkan dengan mudah.
d. Komponen yang keempat adalah komitmen yaitu mengaplikasikan bahwa
seseorang telah setuju untuk mengikatkan dirinya dengan tujuan yang
ditetapkan. Komitmen penerimaan tujuan dan keterikatan tujuan
merupakanm hal yang hampir sama, meskipun secara konseptual dapat
dibedakan. Keterikatan pada tujuan mengaplikasikan penentuan untuk
mencoba berusaha mencapai tujuan atau tetap berusaha untuk mencapai
tujuan, sedangkan sumber dari tujuan tersebut tidak dispesifikasi. Tujuan
tersebut bisa merupakan tujuan yang telah ditetapkan (assigned goal), atau
ditetatpkan secara partisipatif, atau tujuan yang ditetapkan oleh dirinya
sendiri. Sedangkan penerimaan tujuan mengimplikasikan bahwa seseorang
telah setuju untuk mengikatkan dirinya dengan tujuan yang ditetapkan atau
diusulkan oleh orang lain.
e. Komponen yang kelima adalah umpan balik (feedback), seseorang akan
melakukan pekerjaan dengan lebih baik jika diberi umpan balik yang
menunjukkan seberapa hasil atau kemajuan yang dicapai terhadap tujuan,
karena umpan balik menolong untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian
antara apa yang mereka telah kerjakan dan apa yang mereka akan capai,
maka umpan balik bertindak sebagai petunjuk (guide) tingkah laku,
sehingga umpan balik membawa pada kinerja yang lebih tinggi dar pada
tanpa umpan balik (Robbin, 2009).
Moran (Sukadji, 2010) mengajukan prinsip goal setting yang disebut
dengan SMART. Akronim ini sebenarnya berasal dari dari buah pikiran dari
Bull, Albinson dan Shambrook. Penjabaran SMART adalah sebagai berikut:
a. Spesific (spesifik)
Semakin jelas dan spesifik sasaran belajar yang dibuat, maka akan
lebih besar kemungkinan untuk mencapainya. Misalnya, menghafalkan
kata kerja “saya ingin hafal kata kerja tak beraturan, dan setiap hari harus
hafal 20 kata” akan lebih besar pengaruhnya terhadap motivasi dari pada
“saya mungkin akan menghafalkan kata kerja bila memiliki waktu”.
b. Measurable (terukur)
Terukur apabila tidak mampu mengukur kemajuan terhadap
sasaran, maka seseorang cenderung akan kehilangan minat dalam
mencapai sasaran. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menyimpan
dokumen kemajuan. Misalnya, bila sasaran belajar di atas, maka perlu
memiliki dokumen mengenai peningkatan pelaksanaan. Apabila kemarin
hanya hafal 20 kata, maka setelah tiga hari akan hafal 60 kata.
c. Action related (langkah-langkah)
Agar tidak dibingungkan oleh urutan langkah yang perlu
dilakukan, perlu menentukan sejumlah langkah yang berurutan semakin
dekat dengan pencapaian sasaran. Langkah-langkah tersebut harus berada
di bawah kendali. Misalnya, pagi hari setelah bangun tidur menghafal 10
kata, dan sore hari lima kata, kemudian menjelang tidur lima kata.
d. Realistic (realistis)
Sasaran belajar harus realistik dan dapat dicapai dengan
memanfaatkan sumber yang dapat diperoleh. Misalnya,
mempertimbangkan kemampuan dalam dalam menghafal, tidak
menetapkan target terlalu sulit maupun terlalu mudah.
e. Time based (waktu)
Seringkali kita bekerja saat mendekati batas akhir penyampaian
tugas tertentu. Tekanan waktu menimbulkan kepentingan yang membuat
kita termotivasi, meskipun rasa panik seringkali ikut mengiringi
penyelesaian tugas tersebut. oleh karena itu, sebaiknya mengatur waktu
dan menetapkan waktu dalam mencapai tujuan.
Locke dan Latham (dalam Sukadji, 2010) mengemukakan empat
alasan mengapa goal setting dapat meningkatkan motivasi belajar dan
memperbaiki performansi untuk kerja antara lain:
a. Goal mengarahkan perhatian seseorang terhadap tugas yang dihadapinya
selain itu, untuk menyelesaikan tugas akan membuat individu untuk selalu
mengarah perhatian kembali terhadap tugas tersebut.
b. Goal menggerakkan usaha, semakin terasa sulit untuk mencapai goal maka
kecenderungan akan semakin besar usaha yang akan dilakukan.
c. Goal meningkatkan ketahanan kerja, bila seseorang memiliki goal yang
jelas maka kecenderungan akan lebih sedikit terganggu atau menyerah
sebelum mencapainya.
d. Goal meningkatkan perkembangan strategi baru, bila strategi yang telah
dilakukan tidak berhasil, seseorang cenderung akan mencoba strategi
lainnya untuk mencapai goal tersebut.
PENETAPAN TUJUAN
S Specific (Spesifik atau jelas) Tujuan harus betul-betul spesifik
dalam menjelaskan apa yang
diinginkan baik pengetahuan,
keterampilan, dan sikap apa yang
harus dicapai
M Measurable (terukur) Tujuan harus terukur, jika tujuan
tidak terukur atau tidak bisa
diamati maka tujuan tidak bisa
dimonitor atau di evaluasi dan
karenanya tidak berguna, itu juga
menunjukkan bahwa tujuan yang
dirumuskan kurang spesifik
A Achievable (bisa dicapai) Harus tetap mengingat latar
belakang, ketika menulis tujuan
harus bisa mencapai tujuan yang
tertulis
R Realistic (realistis) Tujuan harus berorientasi hasil
yang mengungkapkan hasil dari
proses pembelajaran. Ketika
menulis tujuan, pertimbangkan
semua keterbatasan praktis seperti
keterbatasan waktu
T Time Based (terencana atau Tujuan harus merumuskan hasil
ada target waktu) dari proses pembelajaran bagi
peserta dan bukannya pelatih.
Suatu tujuan harus menyebutkan
kapan suatu tujuan tercapai, pada
akhir..... peserta ........
Sesi 5
Umpan Balik
Tujuan
o Peserta dapat memahami umpan balik dari orang lain tentang
strategi dalam belajar
Strategi Pembelajaran
o Game
o Diskusi
o Refleksi
Waktu
35 menit
Indikator Pencapaian
o Peserta memahami umpan balik yang sudah dilakukan terkait
dengan belajar
o Peserta mampu memahami dan menerima umpan balik dari orang
lain
Perlengkapan
o Keranjang plastik
o Bola plastik
o Lembar “Target basket tos” untuk setiap peserta
o Kertas flip chart untuk menuliskan target individu dan kelompok
o Lembar kerja
Uraian Prosedur
1. Pelatih menyiapkan arena permainan sesuai ukuran yang telah
ditentukan
2. Pelatih membacakan instruksi “anda diminta untuk melemparkan tiga
buah bola ke dalam satu buah keranjang. Di depan keranjang ada garis
yang bertuliskan angka 1-3. Anda bebas memilih dari jarak mana saja
yang paling mungkin bagi anda pilih dan target yang anda rasa mungkin
dicapai dalam lembar yang akan dibagi. Anda juga perlu menuliskan
alasan memilih jarak dan target serta presentase tingkat keyakinan anda.
Ingat, setelah permainan dimulai, anda tidak diperkenankan untuk
pindah ke jarak lain selain yang anda tuliskan, baik lebih dekat maupun
lebih jauh. Tetaplah di jarak tersebut dan berusahalah sebaik mungkin
agar target anda tercapai.”
3. Peserta dibagikan lembar “target individual” untuk menuliskan
targetnya. Pelatih meminta peserta untuk menuliskan nama dalam
lembar tugas
Permainan dibagi menjadi tiga babak
a. Babak pertama
Peserta dijelaskan bahwa ia akan diminta untuk mencoba melempar
bola sendiri, tanpa dilihat oleh pelatih maupun peserta lain
b. Babak kedua
1) Peserta dijelaskan bahwa ia akan diminta untuk melempar bola
sambil dilihat peserta lain yang akan mendukung atau
mengganggunya
2) Peserta diminta untuk menuliskan jarak, target bola yang akan
masuk yang dirasa mungkin dicapai, alasan memilih jarak dan
target serta presentase tingkat keyakinan
3) Setelah melakukan pelemparan, peserta memberi tahu hasil
pelemparan kepada fasilitator serta mencatat dalam lembar
target individual disertai menuliskan perasaan atas hasil yang
dicapai.
c. Babak ketiga
1) Pelatih memberi penjelasan kepada para peserta bahwa akan
diadakan kompetisi dalam babak terakhir
2) Setiap anggota kelompok diminta untuk menuliskan jarak baru,
target bola yang akan masuk, yang dirasa mungkin dicapai,
alasan memilih jarak dan target.
3) Setelah melakukan lemparan, menghitung nilai yang dicapai
pada masing-masing kelompok.
4) Kelompok yang memiliki nilai tertinggi menjadi pemenang,
kemudian pemenang mempresentasikan strategi yang
digunakan.
4. Pelatih memandu pembahasan dan umpan balik tentang permainan
ini dengan panduan:
a. Mengapa peserta memilih jarak itu?
b. Apakah ada pengalaman masa lalu yang mempengaruhi saat
peserta memilih jaraknya?
c. Apakah pertimbangan pemikiran saat memutuskan untuk
mengambil jarak tersebut dan pola yang terjadi setelah itu?
d. Apakah pola pengambilan keputusan juga terjadi saat peserta
menghadapi masalah di dunia nyata?
e. Apa yang didapatkan peserta dari permainan ini?
f. Apakah peserta berusaha untuk meningkatkan hasil setiap kali
babak baru dimulai?
g. Apakah pengalaman babak sebelumnya ikut mempengaruhi
pilihan peserta dalam menentukan jarak dan target di babak
sebelumnya?
UMPAN BALIK
Nama :
1. Kelemahan dalam belajar bahasa Arab
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
2. Langkah-langkah dalam mengatasinya
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
3. Umpan balik atau penilaian yang pernah diberikan oleh orang lain
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
4. Harapan saya terhadap umpan balik dari orang lain
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
Sesi 6
Komitmen
Tujuan
Memiliki komitmen pada tujuan yang sudah ditetapkan
Strategi Pembelajaran
Game dan Refleksi
Waktu
35 menit
Materi
Game
Indikator Pencapaian
Peserta mampu menyelesaikan tugas yang diberikan
Perlengkapan
Tali Rafia
Uraian Prosedur
o Pelatih membagi peserta menjadi enam kelompok masing-masing
peserta dua orang
o Pelatih membagikan dua tali rafia setiap masing-masing kelompok
o Peserta diminta untuk menalikan rafia pada tangannya secara
bersilang
o Setelah itu peserta diminta untuk melepas tali rafia tadi tanpa harus
melepas ikatan yang ada ditangannya
o Pelatih meminta peserta untuk menceritakan perasaan, strategi dan
hikmah yang dapat dipetik
o Pelatih menyimpulkan maksud dari permainan tali ajaib yaitu agar
peserta harus memiliki komitmen dalam mencapai tujuan
KOMITMEN
Nama :
1. Komitmen dalam belajar bahasa Arab
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
2. Pengaruh luar yang ditemui
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
3. Cara mengatasi pengaruh luar
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
Sesi 7
Penutup
Tujuan
o Peserta dapat mendapatkan manfaat dari pelatihan yang telah
dilakukan
o Peserta mampu merefleksikan kehidupan mereka sebelum
pelatihan, dan peserta memiliki gambaran kehidupan mereka
setelah mengikuti pelatihan
o Peserta memahami sesi pelatihan yang telah dilaksanakan
o Peserta melakukan evaluasi pelatihan
Strategi Pembelajaran
Ceramah
Waktu
30 menit
Materi
o Perenungan diri
o Pembagian hadiah
o Doa bersama
Indikator Pencapaian
o Peserta mampu merefleksikan diri
o Peserta memiliki motivasi untuk belajar
Perlengkapan
o Mikrofon
o Musik
o Hadiah
o Lembar post test
Uraian Prosedur
1. Peserta dikumpulkan dalam satu kelompok besar
2. Pelatih meminta tiga peserta untuk menceritakan apa yang sudah
diperoleh selama pelatihan
3. Pelatih kemudian meminta peserta menceritakan perasaan selama
pelatihan
4. Dari pengalaman tersebut, peserta menceritakan hikmah apa yang
dapat diambil
5. Pelatih mengucapkan kalimat penutup dan melakukan doa bersama
6. Dilanjutkan dengan pemberian hadiah bagi kelompok terbaik,
dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan serta sesi foto
bersama dan bersalaman
PEDOMAN OBSERVASI
Hari/Tanggal :
Waktu :
Observer :
Fasilitas Peralatan/perlengkapan/media Alat lengkap dan dapat
Pelatihan yang digunakan digunakan dengan baik
Alat lengkap namun kurang
dapat digunakan dengan baik
Alat lengkap namun tidak
digunakan
Alat tidak lengkap
Layanan pelatihan Semua kebutuhan peserta
dapat terpenuhi dengan baik
Sebagian besar kebutuhan
peserta dapat terpenuhi
Hanya sebagian kecil
kebutuhan peserta yang
terpenuhi
Kebutuhan peserta tidak
dapat terpenuhi
Kualitas Sistematika penyajian Pelatihan disajikan secara
Fasilitator pelatihan sistematis
Pelatihan kurang disajikan
secara sistematis
Pelatihan disajikan tidak
sistematis
Kualitas Penguasaan materi Fasilitator menguasai
Fasilitator seluruh materi dengan baik
Fasilitator menguasai
sebagian besar materi
dengan baik
Fasilitator hanya menguasai
sebagian kecil materi dengan
baik
Fasilitator tidak menguasai
materi
Kemampuan menjawab Fasilitator mampu menjawab
pertanyaan peserta semua pertanyaan peserta
Fasilitator mampu menjawab
sebagian besar pertanyaan
peserta
Fasiltator hanya mampu
menjawab sebagian kecil
pertanyaan peserta
Fasilitator tidak mampu
menjawab pertanyaan
peserta
Kemampuan merangkum Fasilitator mampu
materi pelatihan menerangkan materi
pelatihan
Hanya sebagian besar materi
pelatihan yang terangkum
Hanya sebagian kecil materi
pelatihan yang terangkum
Fasilitator tidak mampu
merangkum materi pelatihan
Kualitas Komunikasi antara fasilitator Fasilitator mampu
Fasilitator dan peserta berkomunikasi aktif dengan
peserta pada setiap sesi
pelatihan
Fasilitator mampu
berkomunikasi aktif dengan
peserta pada sebagian besar
pelatihan
Fasilitator mampu
berkomunikasi aktif dengan
peserta pada sebagian kecil
sesi pelatihan
Fasilitator tidak mampu
berkomunikasi aktif dengan
peserta pada setiap sesi
pelatihan
Proses Metode penyajian pelatihan Berjalan baik dan lancar
Pelatihan tanpa hambatan
Berjalan baik dan lancar
dengan sedikit hambatan
Jalannya pelatihan banyak
hambatan
Kesinambungan masing- Materi yang disampaikan
masing materi dengan sesi berhubungan dengan sesi
tersebut pelatihan
Sebagian besar materi yang
disampaikan berhubungan
dengan sesi pelatihan
Hanya sebagian kecil materi
yang disampaikan
berhubungan dengan sesi
pelatihan
Materi yang disampaikan
tidak sesuai dengan sesi
pelatihan
Ketepatan waktu dengan Waktu pelatihan berjalan
jadwal sesuai yang dijadwalkan
Sebagian besar waktu
berjalan sesuai dengan yang
dijadwalkan
Hanya sebagian kecil waktu
yang berjalan sesuai dengan
yang dijadwalkan
Waktu berjalan tidak sesuai
dengan yang dijadwalkan
Keadaan Partisipasi peserta Seluruh peserta hadir dalam
Peserta pelatihan
Sebagian peserta hadir
dalam pelatihan
Sebagian kecil peserta hadir
dalam pelatihan
Seluruh peserta tidak hadir
dalam pelatihan
Keaktifan dan motivasi Peserta antusias dan
peserta mengemukakan pendapatnya
pada sesi pelatihan
Sebagian besar peserta
antusias dan mengemukakan
pendapatnya pada sesi
pelatihan
Sebagian kecil peserta
antusias dan mengemukakan
pendapatnya pada sesi
pelatihan
Peserta tidak antusias dan
tidak mengemukakan
pendapatnya pada sesi
pelatihan
Keadaan Kesungguhan peserta dalam Peserta mengerjakan seluruh
Peserta mengerjakan tugas tugasnya
Peserta mengerjakan
sebagian besar tugasnya
Peserta hanya mengerjakan
sebagian kecil tugasnya
Peserta tidak mengerjakan
tugasnya
Lain-lain
1. Kondisi ruangan secara umum
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
2. Kondisi para peserta saat materi diberikan
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
3. Lain-lain
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
LEMBAR EVALUASI PELATIHAN
Nama :
Kelas :
Isilah pertanyaan dibawah ini:
1. Bagaimana perasaan anda setelah melaksanakan pelatihan?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
2. Apa perubahan atau perbedaan yang anda rasakan sebelum dan setelah
mengikuti pelatihan ini?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
3. Seberapa jauh harapan anda terpenuhi dalam pelatihan ini?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
4. Apa saja manfaat dan pengalaman anda selama menjalani pelatihan ini?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
5. Bagaimana tanggapan anda terhadap penguasaan materi yang disampaikan oleh
fasilitator?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
6. Apakah anda dapat memahami materi yang disampaikan oleh fasilitator?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
7. Apakah anda puas terhadap materi yang disampaikan oleh fasilitator?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
8. Bagaimana anda menilai penggunaan media dan alat pendukung dalam
pelatihan ini?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
9. Apa yang anda rasakan ketika mengikuti pelatihan ini?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
10. Bagian sesi manakah yang membuat anda terkesan dalam pelatihan ini dan
mengapa?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
TERIMA KASIH
LEMBAR OBSERVASI
Hari/Tanggal :
Observer :
Subjek :
Pertemuan ke 2