LAPORAN KASUS RESUME PASIEN JIWA PADA Nn.
F
DENGAN RESIKO BUNUH DIRI DI RUANG UPIP
RSJD Dr. AMINOGONDOHUTOMO PROVINSI JAWA TENGAH
A. Judul
Klien dengan Resiko bunuh diri
B. Identitas Pasien
1. Nama Pasien : Nn. F
2. No. RM : 13.52.17
3. Umur : 17 tahun
4. Agama : Islam
5. Pendidikan : SMA
6. Pekerjaan : Pelajar
7. Alamat : Proto, Kedungwuni, Pekalongan
C. Alasan Masuk
± 2 bulan yang lalu klien pulang kemah bersama teman-teman, klien sampai
dirumah tiba-tiba marah-marah tanpa sebab. Klien mengatakan ada hantu
yang selalu mengikuti dirinya sampai klien ingin bubuh diri. Klien sempat
melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menggesekkan sisir rambut ke
lehernya namun percobaan tersebut berhasil digagalkan oleh keluarganya.
Kemudian 1 minggu yang lalu klin nonton drumband di sekitar rumahnya,
sepulang nonton tersebut sampai dirumah klien tiba-tiba marah-marah,
mengamuk dan pingin lari. Klien mengatakan melihat vampir dan selalu
diikuti oleh hantu. Klien merasa diikuti hantu terus menerus sampai akhirnya
klien mencoba ingin bunuh diri dengan cara mencebur ke sumur. Namun
percobaan tersebut akhirnya berhasil digagalkan. Klien kemudian dibawa ke
RS H. Ahmad Djunaid Pekalongan, namun di RS tersebut tidak sanggup
akhirnya klien dibawa ke RSJD Dr. Aminogondohutomo. Pada saat dilakukan
pengkajian.
DS : 1 minggu yang lalu klin nonton drumband di sekitar rumahnya, sepulang
nonton tersebut sampai dirumah klien tiba-tiba marah-marah, mengamuk dan
pingin lari. Klien mengatakan melihat vampir dan selalu diikuti oleh hantu.
Klien merasa diikuti hantu terus menerus sampai akhirnya klien mencoba
ingin bunuh diri dengan cara mencebur ke sumur. Klien mengatakan ingin
pergi.
DO : klien terfiksasi, klien tidak kooperatif, klien marah-marah, tampak
bingung, kontak mata kacau, bicara susah dimengerti, TD : 110/80 mmHg, N
: 96x/menit, S: 37° C, RR: 22x/menit.
D. Data Fokus
Tanggal/
Data Fokus Diagnosis Paraf
jam
22 DS : 1 minggu yang lalu klin Resiko Bunuh Diri
November nonton drumband di sekitar
2018 rumahnya, sepulang nonton
Jam 08.00 tersebut sampai dirumah klien
tiba-tiba marah-marah,
mengamuk dan pingin lari.
Klien mengatakan melihat
vampir dan selalu diikuti oleh
hantu. Klien merasa diikuti
hantu terus menerus sampai
akhirnya klien mencoba ingin
bunuh diri dengan cara
mencebur ke sumur. Klien
mengatakan ingin pergi.
DO : klien terfiksasi, klien
tidak kooperatif, klien marah-
marah, tampak bingung,
kontak mata kacau, bicara
susah dimengerti, TD : 110/80
mmHg, N : 96x/menit, S: 37°
C, RR: 22x/menit.
E. Diagnosa Keperawatan
Resiko Bunuh Diri
F. Catatan Perawatan
Tgl/ Diagnosis / TUK /
Implementasi Evaluasi
jam SP
22 Resiko Bunuh Diri Sp I P
Nove TUK Membina hubungan S : Klien mengatakan “
mber 1) Pasien saling percaya; nama saya Fika”.
mendapat
2018 Percakapan untuk O : Klien terfiksasi, klien
perlindungan
09.00 dari melindungi pasien tidak kooperatif, klien
lingkungannya
dari isyarat bunuh marah-marah, tampak
2) Pasien dapat
mengungkapkan diri. bingung, kontak mata
perasaanya
kacau, bicara susah
3) Pasien dapat
meningkatkan dimengerti, TD : 110/80
harga dirinya
mmHg, N : 96x/menit, S:
4) Pasien dapat
menggunakan 37° C, RR: 22x/menit.
cara
A : Klien belum mampu
penyelesaian
masalah yang membina hubungan saling
baik
percaya (Sp I belum
teratasi)
P : Lanjutkan Sp I
SP 1 K S : keluarga mengatakan
Membina hubungan sudah menyingkirkan
saling percaya, barang-barang terutama
melatih keluarga pisau yang beresiko
cara merawat pasien digunakan untuk melakukan
resiko bunuh diri. bunuh diri.
O : keluarga tampak
memahami
A : keluarga mampu
merawat pasien resiko
bunuh diri.
P : Lanjutkan SP I P
23 Resiko Bunuh Diri Sp I S : klien mengatakan bahwa
Nove TUK Percakapan untuk dirinya selalu diikuti oleh
mber 1) Pasien melindungi pasien hantu seperti pocong,
mendapat
2018 dari isyarat bunuh genderwo, vampir, sundel
perlindungan
Jam dari diri. bolong. Makanya pingin
lingkungannya
19.00 bunuh diri biar tidak diikuti
2) Pasien dapat
mengungkapkan terus-menerus.
perasaanya
O : klien tampak kooperatif,
3) Pasien dapat
meningkatkan kontak mata ada, klien
harga dirinya
sudah tidak terfixasi. TD :
4) Pasien dapat
menggunakan 110/70 mmHg, S: 35,0°C
cara
A: Klien mampu bercakap-
penyelesaian
masalah yang cakap untuk melindungi diri
baik
dari isyarat bunuh diri (Sp I
teratasi)
P : Lanjutkan Sp 2
24 Resiko Bunuh Diri Sp 2 S : klien mengatakan masih
Nove TUK Percakapan untuk ingin sekolah, pingin pulang
mber 1) Pasien meningkatkan harga ketemu keluarganya, klien
mendapat
2018 diri pasien dari mengatakan tidak ingin
perlindungan
11.30 dari isyarat bunuh diri bunuh diri lagi, klien
lingkungannya
mengatakan pingin sembuh,
2) Pasien dapat
mengungkapkan klien ingin sholat dhuhur.
perasaanya
O : klien kooperatif, kontak
3) Pasien dapat
meningkatkan mata ada, bicara mudah
harga dirinya
dipahami, klien tidak
4) Pasien dapat
menggunakan terfiksasi. TD :110/70
cara
mmHg, N 82x/menit, S:
penyelesaian
masalah yang 35,2°C.
baik
A : klien belum mampu
untuk meningkatkan harga
diri pasien dari isyarat
bunuh diri. ( SP 2 belum
teratasi)
P : Evaluasi SP 2
LAPORAN KASUS RESUME PASIEN JIWA PADA Nn. F
DENGAN RESIKO BUNUH DIRI DI RUANG UPIP
RSJD Dr. AMINOGONDOHUTOMO PROVINSI JAWA TENGAH
Disusun oleh:
Ika Novita Risqiyanti
17.0463.N
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH
PEKAJANGAN-PEKALONGAN
2018