0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
707 tayangan2 halaman

Ciri-Ciri dan Jenis Leukemia Akut

Dokumen tersebut membahas tentang jenis-jenis leukimia berdasarkan waktu penyakitnya, yaitu leukimia akut dan kronis. Leukimia akut dibedakan menjadi AML dan ALL, sedangkan leukimia kronis dibedakan menjadi CML dan CLL. Setiap jenis leukimia memiliki ciri khas pada etiopatofisiologi, gejala klinis, dan pemeriksaan penunjangnya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
707 tayangan2 halaman

Ciri-Ciri dan Jenis Leukemia Akut

Dokumen tersebut membahas tentang jenis-jenis leukimia berdasarkan waktu penyakitnya, yaitu leukimia akut dan kronis. Leukimia akut dibedakan menjadi AML dan ALL, sedangkan leukimia kronis dibedakan menjadi CML dan CLL. Setiap jenis leukimia memiliki ciri khas pada etiopatofisiologi, gejala klinis, dan pemeriksaan penunjangnya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NI MADE LINTYA ANDANI

UKMPPD MEI 2019


LEUKEMIA

JENIS
BERDASARKAN SUBTIPE ETIPATOFISIOLOGI GEJALA PENUNJANG
WAKTU
Leukimia Akut Acute Myeloid Leukemia (AML) Transformasi ganas sel induk hematologic - Onset cepat (hari –minggu) - Lab : anemia normo-normo,
atau turunannya. Proliferasi ini - Gejala anemia (lemah, pucat) trombositopenia, leukositosis
menghasilkan sel leukemia yang - Gejala infeksi (demam, ISPA) /penia/normal
mengakibatkan - Perdarahan kulit dan mukosa - Hapusan darah tepi : sel muda
- Penekanan hemopoesis normal (gusi dan epistaksis)  easy (mieloblast, promielosit,
sehingga terjadi bone marrow bruising limfoblast, monoblast, eritroblast
failure - Kaheksia atau megakariosit) 5% 
- Infiltrasi sel leukemia ke dalam - Keringat malam mieloblast dgn kromatin lebih
organ sehingga menimbulkan - Nyeri tulang dan sternum halus, nucleoli lebih prominent
organomegali - Sindrom meningeal (sakit kepala, dan banyak, Auer rod (+), sel
- Katabolisme sel meningkat sehingga mual, muntah, mata kabur, kaku pengiring neutrophil (+)
terjadi keadaan hiperkatabolik kuduk) - Sumsum tulang : hiperselular,
- Gejala arthritis gout &Gagal ginjal semua sel diganti sel leukemia
- Limfadenopati, hepatomegaly, (blast), adanya leukemic gap.
Auer rod (+) splenomegali Jumlah sel blast min 30% dari sel
berinti disumsum tulang.
Acute Lymphoid Leukemia (ALL) - Lab : SAMA
- Hapusan darah tepi : sel muda
(mieloblast, promielosit,
limfoblast, monoblast, eritroblast
atau megakariosit) 5% 
limfoblast dgn kromatin
bergumpal, nucleoli sedikit dan
samar, Auer rod (-), sel pengiring
limfosit (+)
- Sumsum tulang : SAMA
NI MADE LINTYA ANDANI
UKMPPD MEI 2019
Leukimia Kronis Chronic Myeloid Leukemia (CML) Dijumpai Philadelphia Chromosom  - Asimptomatik - Lab : anemia normo-normo
reciprocal translocations 9,22 (t 9;22) - Anemia ringan ringan progresif, leukositosis
dimana terjadi translokasi sebagian materi - Gangguan penglihatan berat, trombositosis/penia/normal
genetic pada lengan panjang kromosom 22 - Gejala arthritis gout - Hapusan darah tepi : spectrum
ke lengan panjang kromosom 9 yg bersifat - Gejala hiperkatabolik (BB turun, lengkap granulosit mulai
resiprokal  gabungan onkogen baru yg lemah, anoreksia, berkeringat mieloblast hingga neutrophil.
mentranskripsikan chimeric RNA  malam) Sel blast <5%
chimeric protein  protein baru yg - Splenomegaly masif, priaprismus - Sumsum tulang : hiperselular dgn
mempengaruhi transduksi sinyal melalui - Fase transformasi : demam, lelah, sistem granulosit dominan
tyrosine kinase ke inti sel  over proliferase nyeri sternum, progresif gambaran menyerupai hapusan
sel-sel myeloid dan turunnya apoptosis - Jika merespon dengan kemoterapi darah tepi.
maka gejala turun seperti leukemia
akut
Chronic Lymphoid Leukemia (CLL) Terjadi proliferase mature looking - Gejala perlahan - Lab : anemia normo-normo,
lymphocytes baik sel B maupun T - 20% aimptomatik trombositopenia, limfositosis.
- Gejala anemia ringan - Hapusan darah tepi :
- Pruritus limfositosis sebagain besar
- Limfadenopati superfisial simetris, terdiri dari limfosit kecil, basket
tanpa nyeri cell /smudged cell(+)
- Herpes zoster - Sumsum tulang : infiltrasi small
well differentiated lymphocyte
difus dgn limfosit 25-95% dari sel
sumsum tulang.

Anda mungkin juga menyukai