0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan4 halaman

Metode Penyelesaian SPLDV dan Contoh

Sistem persamaan linear dapat diselesaikan dengan tiga metode: subtitusi, eliminasi, dan campuran. Metode subtitusi menyatakan variabel satu dalam variabel lain untuk menentukan penyelesaian. Metode eliminasi mengeliminasi variabel dengan menjumlahkan persamaan agar mempunyai koefisien yang sama. Metode campuran menggabungkan eliminasi dan subtitusi. Sistem persamaan juga dapat menyelesaikan soal cerita dengan merumuskan model matemat

Diunggah oleh

Fitria Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan4 halaman

Metode Penyelesaian SPLDV dan Contoh

Sistem persamaan linear dapat diselesaikan dengan tiga metode: subtitusi, eliminasi, dan campuran. Metode subtitusi menyatakan variabel satu dalam variabel lain untuk menentukan penyelesaian. Metode eliminasi mengeliminasi variabel dengan menjumlahkan persamaan agar mempunyai koefisien yang sama. Metode campuran menggabungkan eliminasi dan subtitusi. Sistem persamaan juga dapat menyelesaikan soal cerita dengan merumuskan model matemat

Diunggah oleh

Fitria Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

2.

Metode Subtitusi (Penggantian)


Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel menggunakan metode
subtitusi adalah dengan cara menyatakan variabel yang satu ke dalam variabel lain
pada suatu persamaan.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut.

Contoh
Gunakan metode subtitusi untuk menentukan himpunan penyelesaian dari sistem
persamaan 2x – y = 4 dan x + y = 5 untuk x, y  R!
Jawab :
2x – y = 4 ....................... (1)
x + y = 5 ........................ (2)
Dari persamaan (1), 2x – y = 4 dapat diubah menjadi y = 2x – 4. Kemudian, nilai y
ini disubtitusikan pada persamaan (2) sehingga diperoleh
x + y = 5  x + 2x – 4 = 5
 3x = 5 + 4
 3x = 9
 x=3
Nilai y diperoleh dengan menyubstitusikan nilai x = 3 pada persamaan (1) atau
persamaan (2) sehingga diperoleh
2x – y = 4  2 x 3 – y = 4
 6–y=4
 y=2
Jadi, himpunan penyelesaian sistem persamaan linear tersebut adalah {(3, 2)}.

3. Metode Eliminasi (Pelenyapan)


Kalian juga dapat menentukan penyelesaian SPLDV dengan menggunakan
metode eliminasi. Metode eliminasi dilakukan dengan cara mengeliminasi
(melenyapkan) salah satu variabel dan variabel yang akan dieliminasi harus
mempunyai koefisisen yang sama. Jika koefisien variabel tidak sama maka kalian
harus mengalikan salah satu persamaan dengan suatu konstanta sehingga ada
variabel yang mempunyai koefisien sama.

Contoh
Ada dua persamaan, yaitu 2x + y = 8 dan x – y = 10 dengan x, y  R. Tentukan
himpunan penyelesaian sistem persamaan tersebut dengan metode eliminasi!
Jawab :
Dari kedua persamaan tersebut, koefisien yang sama adalah variabel y maka
variabel y yang akan dieliminasi dengan cara dijumlahkan. Dengan demikian
diperoleh nilai x sebagai berikut.
2x + y = 8
x – y = 10
3x = 18
x = 6
2x + y = 8 |1| 2x + y = 8
x – y = 10 |2| 2x – 2y = 20
3y = –12
x = –4
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {(6, –4)}.

Selain menggunakan metode grafik, metode subtitusi, dan metode eliminasi,


sistem persamaan linear juga dapat diselesaikan dengan menggunakan metode
gabungan dari subtitusi dan eliminasi. Metode yang demikian disebut metode
campuran. Caranya : selesaikan SPLDV dengan menggunakan metode eliminasi,
kemudian dilanjutkan dengan menggunakan metode subtitusi.

Contoh
Tentukan himpunan penyelesaian dari ssitem persamaan 2x + y = 5 dan 3x – 2y = 11,
x, y  R dengan metode campuran!
Jawab :
2x + y = 5 ........................(1)
3x – 2y = 11 ....................(2)
Dari kedua persamaan tersebut tidak ada koefisien variabel yang sama sehingga
salah satu koefisien variabel harus dibuat sama dengan cara mengalikan kedua
persamaan dengan suatu bilangan. Misalkan kita akan menyamakan koefisien
variabel x maka persamaan pertama dkalikan 3 dan persamaan kedua dikalikan 2.
2x + y = 5 |  3 |  6x + 3y = 15
3x – 2y = 11 |  2 |  6x – 4y = 22
7y = –7
y = –1
Dengan menyubtitusikan nilai y = –1 ke salah satu persamaan, misalkan
persamaan pertama diperoleh
2x + y = 5  2x – 1 = 5
 2x = 5 + 1
 2x = 6
 x = 3
Jadi, himpunan penyelesaian sistem persamaan linear tersebut adalah {(3, –1)}.

C. Menyelesaikan Soal Cerita yang Berkaitan dengan Sistem


Persamaan Linear Dua Variabel
Sistem persamaan linear bermanfaat untuk menyelesaikan permasalahan yang
sering kalian jumpai dalam kehidupan sehari-hari, yang memerlukan penggunaan
matematika.
Penyelesaian soal cerita yang berhubungan dengan sistem persamaan linear
dapat dilakukan dengan menerjemahkannya dalan kalimat matematika (model
matematika) terlebih dahulu, kemudian baru diselesaikan sitem persamaannya.

Contoh
Harga lima buah meja rotan dan delapan buah kursi rotan adalah Rp1.150.000,00,
sedangkan tiga buah meja rotan dan lima buah kursi rotan berharga Rp700.000,00.
Tentukan harga masing-masing meja dan kursi!
Jawab :
Misalkan harga meja rotan = x dan harga kursi rotan = y sehingga diperoleh
persamaan
5x + 8y = 1.150.000 ............... (1)
3x + 5y = 700.000 .................. (2)
Penyelesaian sistem persamaan tersebut adalah sebagai berikut.
5x + 8y = 1.150.000 |  3 |  15x + 24y = 3.450.000
3x + 5y = 700.000 |  5 |  15x + 25y = 3.500.000
–y = –50.000
y = 50.000
Subtitusikan y = 50.000 pada salah satu persamaan di atas, misalkan persamaan
(2). Sehingga diperoleh
3x + 5y = 700.000  3x + 5(50.000) = 700.000
 3x + 250.000 = 700.000
 3x = 450.000
 x = 150.000
Jadi, harga meja rotan adalah Rp150.000,00 dan harga kursi rotan adalah
Rp50.000,00.

Anda mungkin juga menyukai