RANCANGAN PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU TAMAN
PANCING PEMOGAN
Nama Kelompok
1. kadek Ari Cahya Buana ( 1605222010014)
2. Jefrianus Naba ( 1605222010019)
3. Komang Krisna Darma Putra ( 1605222010021)
4. Raimundus Rambuk ( 1605222010027)
5. Yeremias Hubertus Garung ( 1605222010032)
6. Stevanus Jemadun ( 1605222010028)
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
2018
BAB I
PENDAHULAN
[Link] Belakang
Denpasar sebagai ibu kota provinsi Bali kini sedang gencar-gencarnya menata
kotanya dengan membangun beberapa fasilitas umum. Dampaknya, Kota Denpasar
mendapat predikat sebagai kota paling bahagia se-Bali pada tahun 2018. Salah satu
penataan kota Denpasar yang kini menjadi objek wisata rekreasi yakni bantaran
sungai atau tukad Badung di Desa Pemogan. Pinggiran sungai pada kanan kirinya
dijadikan taman untuk rekreasi dengan menanam rumput hijau dan beberapa pohon
peneduh lengkap dengan kursi duduknya. Awalnya bantaran sungai ini kumuh,
tetapi kini tempatnya sangat cantik dengan padang rumput hijau sebagai tempat
nongkrong. kawasan Taman Pancing Pemogan sangat ideal untuk menyalurkan hobi
memancing. kawasan ini selalu di datangi para pemancing mania. Bahkan kawasan
ini tidak pernah sepi dari kunjungan para pemancing mania dari warga sekitarnya.
Lokasi Taman Pancing Pemogan berada di Jalan Taman Pancing, Desa
Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan. Lokasinya dekat dengan Bundaran Patung
Dewa Ruci Simpang Siur dan Pura Grya Tanah Kilap. Untuk menyehatkan
warganya, pemerintah kota Denpasar juga menyediakan area jogging track. di area
jogging track taman pancing juga disediakan tempat untuk pijar refleksi berupa batu-
batu kecil yang dibuat sedemikian rupa sehingga seperti sandal refleksi.
Pesona Taman Pancing Pemogan
Namun belakangan ini, taman pancing kurang diminati oleh sebagian
penduduk di daerah tersebut. hal itu dikarekan kurangnya fasilitas hiburan terutaman
bagi para remaja yang memiliki banyak hobi seperti skyboard. kurangnya lahan
parkiran juga menjadi kendala bagi pengunjung yang menggunakan mobil karena di
taman pancing tidak menyediakan tempat parkiran khusus. bukan karena tidah
adanya lahan, namun kurangnya manajemen yang baik dari pengelolah setempat
untuk menyediakan tempat parkiran khusus. selain itu, kurangnya kesadaran dari
para pengunjung untuk menjaga kebersihan sudah tidak ada lagi. taman pancing
yang dulu sungainya bersih, kini menjadi keruh oleh limbah rumah tangga dari
pemukiman sekitar.
Maka dari itu, kami ingin merancang dan menata kembali taman pancing
agar menjadi lebih indah dan nyaman sehingga meningkatkan peminat bagi para
pengunjung.
1.2. Rumusan Masalah
Bagaimana rencana penataan dalam memaksimalkan fungsi taman pancing
pemongan sebagai ruang terbuka hijau untuk meningkatkan minat bagi para
pengunjung?
1.3. Tujuan Penulisan
Mengetahui rencana penataan dalam memaksimalkan fungsi taman pancing
pemogan sebagai ruang terbuka hijau untuk meningkatkan minat dari para
pengunjung.
1.4. Manfaat Penulisan
Untuk memberitahukan rencana penataan Taman Pancing Pemogan sebagai
ruang terbuka hijau untuk meningkatkan minat para pengunjung.
1.5. Batasan Masalah
Adapun batasan masalah dari penulisan makalah ini yaitu :
1. Pembahasan lebih ditekankan pada permasalahan dan persoalan
yang ada yaitu hanya tentang penataan taman pancing pemogan
2. Dalam pembahasan ini di sesuaikan dengan lingkungan disiplin
arsitektur, sedangkan pembahasan di luar disiplin ilmu arsitektur
tidak di bahas secara rinci dan mendalam karena titik berat
pembahasan pada segi arsitekturnya.
[Link] Penulisan
Bab I Pendahuluan
Bab II Tinjauan Pustaka
Bab III Metodelogi Penulisan
Bab IV Analisa Dan Permasalahan Lokasi
Bab V Strategi Perencanaan Wilayah dan Lingkungan
Bab VI Kesimpulan dan Rencana Desain
Daftar Pustaka
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Ruang Terbuka
2.1.1 Pengertian Ruang Terbuka
Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang
udara,termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat
manusia danmakhluk hidup lain, melakukan kegiatan, dan memelihara
kelangsungan hidupnya (UUNo.26, 2007 Tentang Penataan Ruang). Ruang
adalah wadah meliputi darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di
dalam bumi sebagai satu kesatua wilayah, tempat manusia dan makhluk hidup
lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya
(Permendagri No.1, 2007 Tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan
perkotaan). Ruang umum yang merupakan bagian dari lingkungan juga
mempunyai pola. Ruang umum adalah tempat atau ruang yang terbentuk karena
adanya kebutuhan akan perlunya tempat untuk bertemu ataupun berkomunikasi
satu sama lainnya. Dengan adanya kegiatan pertemuan bersama-sama antara
manusia, maka kemungkinan akan timbulnya berbagai macam-macam kegiatan
pada ruang umum tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan pula bahwa ruang
umum ini pada dasarnya merupakan suatuwadah yang dapat menampung
kegiatan/aktivitas tertentu dari manusia, baik secaraindividu atau secara
berkelompok(Hakim dan Utomo, 2002 : 50).
2.1.2 Pengertian Ruang Terbuka Hijau
Ruang terbuka hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok,
yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang
tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Ruang terbuka hijau
public merupakan ruang terbuka yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah
daerah kota yang digunakan unutk kepentingan masyarakat secara umum. Yang
termasuk ruang terbuka hijaupublic antara lain adalahtaman kota, taman
pemakaman umum, dan jalur hijau sepanjang jalan, sungai, dan pantai. Yang
termasuk ruang terbuka hijau privat antara lain adalah kebun halaman
rumah/gedung milik mastarakat atau swasta yang ditanami tumbuhan. Proporsi
30 (tiga puluh) persen merupakan ukuran minimal untuk menjaminkeseimbangan
ekosistem kota, baik keseimbangan system hidrologi dan systemmikrolimat,
maupun system ekologis lain, yang selanjutnya aka meningkatkan fungsi dan
proporsi ruang terbuka hijau di kota, pemerintah, masyarakat, dan swasta di
doronguntuk menanam tumbuhan diatas bangunan miliknya. Proporsi ruang
terbuka hijau public seluas minimal 20 (dua puluh) persen yang disediakan oleh
pemerintah daerahkota dimaksudkan agar proporsi ruang terbuka hijau minimal
dapat lebih dijamin pencapaiannya sehingga memungkinkan pemanfaatannnya
secara luas oleh masyarakat(UU No.26, 2007 Tentang Penataan Ruang).
2.1.3 Jenis-Jenis Ruang Terbuka Hijau
Jenis ruang terbuka hijau terdiri dari jenis ruang terbuka hijau public dan
ruang terbuka hijau privat (UU No.26, 2007 Tentang Penataan Ruang)
1. RTH Publik
RTH Publik Merupakan ruang terbuka hijau yang dimili dan dikelola
oleh pemerintah daerah yang digunakan untuk kepentingan masyarakat
secaraumum. Yang termasuk ruang terbuka hijau public antara lain
adalah:Taman kota,Taman pemakaman umum, Jalur hijau sepanjang
sungai, jalan, dan pantai
2. RTH Privat
Yang termasuk ruang terbuka hijau privat antara lain berupa kebun
atau halaman rumah/gedung milik masyarakat/swasta yang ditanami
tumbuhan
2.1.4 Tujuan Ruang Terbuka Hijau
Menurut (Permendagri No.1, 2007 Tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau
Kawasan Perkotaan) tujuan dari pembentukan ruang terbuka hijau adalah
sebagai berikut:
a. Menjaga keserasian dan keseimbangan ekosistem lingkunganperkotaan;
b. Mewujudkan keseimbangan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan
diperkotaan,
c. Meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan yang sehat, indah, bersih
dannyaman.
2.1.5 Fungsi Ruang Terbuka Hijau
Berdasarkan Pedoman Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen
Pekerjaan Umum Tahun 2007, menyebutkan bahwa fungsi ruang terbuka hijau
adalah sebagai berikut :
1. Fungsi Bio ekologis (fisik), yaitu memberi jaminan pengadaan RTH
menjadi bagian dari sirkulasi udara (paru-paru kota), pengatur iklim
mikro, agar system sirkulasi udara dan air secra alami dapat berlangsung
lancar, sebagai peneduh,produsen oksigen, penyerap air hujan, penyedia
habitat satwa, penyerap (pengolah) polutan median udara, air dan tanah
serta penhan angina
2. Fungsi social ekonomi (produktif) dan budaya yang mampu
menggambarkan ekspresi budaya local. RTH merupakan media
komunikasi arga kota, tempatrekreasi, tempat pendidikan dan
penelitian.
3. Ekositem perkotaan produsen oksigen, tanaman berbunga, berbuah dan
berdaun indah serta bias menjadi bagian dari usaha pertanian, kehutanan
danlain sebagainya.
4. Fungsi estetis yaitu meningkatkan kenyamanan, memperindah
lingkungan kota baik dari skala mikro: halaman rumah, lingkungan
permukiman, maupunmakro: lanskap kota secara keseluruhan. Mampu
menstimulasi kreatifitas dan produktivitas warga kota. Juga bisa
berekreasi secara aktif mapun pasif seperti bermain, berolahraga, atau
kegitan sosialisasi lain yang sekaligus menghasilkan“keseimbangan
kehidupan fisik dan psikis”. Dapat tercipta suasana serasi dan seimbang
antara berbagai bangunan gedung, infrastruktur jalan dengan pepohonan
hutan kota, taman kota, taman kota pertanian dan perhutanan taman
gedung, jalur hijau jalan, bantaran rel kereta api serta jalur biru bantarn
kali
2.1.6 Manfaat Ruang Terbuka Hijau
Menurut Permendagri No.1 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang
TerbukaHijau Kawasan Perkotaan manfaat ruang terbukaadalah sebagai
berikut:[Link] kesegaran, kenyamanan, dan keindahan
[Link] lingkungan yang bersih dan sehat bagi penduduk
[Link] hasil berupa produk kayu, daun, bunga, dan buah
[Link]
[Link]
2.2. Rancangan
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, rancangan merupakan rencana
yang disusun menurut tahapan tertentu untuk mencapai tujuan yang ditetapkan
dalam pelak sanaan
2.3. penataan ruang
Menurut D.A. Tisnaadmidjaja, yang dimaksud dengan ruang adalah “wujud
fisik wilayah dalam dimensi geografis dan geometris yang merupakan wadah
bagi manusia dalam melaksanakan kegiatan kehidupannya dalam suatu kualitas
kehidupan yang layak”. Tata ruang adalah wujud struktur ruang dan pola ruang.
Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dansistem jaringan
prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial
ekonomi masyarakat yang secara hierarkis memiliki hubungan fungsional.
Penataan ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan
tata ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang
2.3.1. Asas dan Tujuan Penataan Ruang
Berdasarkan Pasal 2 Undang-UndangNomor26 Tahun 2007 ditegaskan
bahwa penataan ruang diselenggarakan berdasarkan asas:
1. Keterpaduan.
Keterpaduan adalah bahwa penataan ruang diselenggarakan dengan
mengintegrasikan berbagai kepentingan yang bersifat lintas sektor, lintas
wilayah, dan lintas pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan antara lain,
adalah pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.
2. Keserasian, keselarasan, dan keseimbangan.
Keserasian, keselarasan, dan keseimbangan adalah bahwa penataan ruang
diselenggarakan dengan mewujudkan keserasian antara struktur ruang dan pola
ruang, keselarasan antara kehidupan manusia dengan lingkungannya,
keseimbangan pertumbuhan dan perkembangan antar daerah serta antara
kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan.
3. Keberlanjutan.
Keberlanjutan adalah bahwa penataan ruang diselenggarakan dengan
menjamin kelestarian dan kelangsungan daya dukung dan daya tampung
lingkungan dengan memperhatikan kepentingan generasi mendatang.
4. Keberdayagunaan dan keberhasilgunaan.
Keberdayagunaan dan keberhasilgunaan adalah bahwa penataan ruang
diselenggarakan dengan mengoptimalkan manfaat ruang dan sumber daya yang
terkandung di dalamnya serta menjamin terwujudnya tata ruangyang
berkualitas.
5. Keterbukaan.
Keterbukaan adalah bahwa penataan ruang diselenggarakan dengan
memberikan akses yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mendapatkan
informasi yang berkaitan dengan penataan ruang.
6. Kebersamaan dan kemitraan.
Kebersamaan dan kemitraan adalah bahwa penataan ruang
diselenggarakan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
7. Perlindungan kepentingan umum.
Perlindungan kepentingan umum adalah bahwa penataan ruang
diselenggarakan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.
8. Kepastian hukum dan keadilan.
Kepastian hukum dan keadilan adalah bahwa penataan ruang
diselenggarakan dengan berlandaskan hukum/ketentuan peraturan perundang-
undangan dan bahwa penataan ruang dilaksanakan dengan mempertimbangkan
rasa keadilan masyarakat serta melindungi hak dan kewajiban semua pihak
secara adil dengan jaminan kepastian hukum.
9. Akuntabilitas.
Akuntabilitas adalah bahwa penyelenggaraan penataan ruang dapat
dipertanggungjawabkan, baik prosesnya, pembiayaannya, maupun hasilnya
2.3.2. Klasifikasi Penataan Ruang
Klasifikasi penataan ruang ditegaskan dalam Undang-Undang
Penataan Ruang bahwa penataan ruang diklasifikasikan berdasarkan sistem,
fungsi utama kawasan, wilayah administratif, kegiatan kawasan, dan nilai
strategis kawasan. Selanjutnya ditegaskan sebagai berikut:
1. Penataan ruang berdasarkan sistem terdiri atas sistem wilayah dan
sistem internal perkotaan.
2. Penataan ruang berdasarkan fungsi utama kawasan terdiri dari kawasan
lindung dan kawasan budi daya.
3. Penataan ruang berdasarkan wilayah administrasi terdiri atas penataan
ruang wilayah nasional, penataaan ruang wilayah provinsi, dan penataan
ruang wilayah kabupaten/kota.
4. Penataan ruang berdasarkan kegiatan kawasan terdiri atas penataan
ruang kawasan perkotaan, dan penataan ruang kawasan perdesaan.
5. Penataan ruang berdasarkan nilai strategis kawasan terdiri atas penataan
ruang kawasan strategis nasional, penatan ruang kawasan strategis
provinsi, dan penataan ruang kawasan strategis kabupaten/kota.
[Link]
BAB III
METODELOGI PENULISAN
3.1. deskripsi penulisan