0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
120 tayangan11 halaman

Memahami Radiologi dalam Medis

Radiologi adalah cabang ilmu kedokteran yang menggunakan teknologi pencitraan untuk mengetahui bagian dalam tubuh. Pemeriksaan radiologi penting untuk mendiagnosis penyakit sejak dini karena dapat mendeteksi berbagai kondisi seperti kanker, tumor, dan gangguan organ dalam tubuh. Ahli radiologi merekomendasikan pemeriksaan yang diperlukan dan menafsirkan hasilnya untuk menentukan pengobatan.

Diunggah oleh

Agnes Melyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
120 tayangan11 halaman

Memahami Radiologi dalam Medis

Radiologi adalah cabang ilmu kedokteran yang menggunakan teknologi pencitraan untuk mengetahui bagian dalam tubuh. Pemeriksaan radiologi penting untuk mendiagnosis penyakit sejak dini karena dapat mendeteksi berbagai kondisi seperti kanker, tumor, dan gangguan organ dalam tubuh. Ahli radiologi merekomendasikan pemeriksaan yang diperlukan dan menafsirkan hasilnya untuk menentukan pengobatan.

Diunggah oleh

Agnes Melyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mengenal Seputar

Pemeriksaan Radiologi
dalam Dunia Medis
Oleh Risky Candra SwariInformasi kesehatan ini sudah direview
dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
 baru)
Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang

Radiologi adalah cabang ilmu kedokteran untuk


mengetahui bagian dalam tubuh manusia menggunakan
teknologi pencitraan, baik berupa gelombang
elektromagnetik maupun gelombang mekanik. Dokter
yang mengkhususkan diri dalam ilmu radiologi disebut
sebagai radiolog atau ahli radiologi.
Radiolog sendiri bertindak sebagai konsultan ahli yang
bertugas untuk merekomendasikan pemeriksaan yang
dibutuhkan, menafsirkan gambar medis dari hasil
pemeriksaan, serta menggunakan hasil tes untuk
mengarahkan pengobatan yang sesuai dengan kondisi
pasien. Salah satu jenis pemeriksaan radiologi yang
paling terkenal adalah rontgen menggunakan sinar X.
Meski begitu, pemeriksaan radiologi tidak hanya itu.
Simak informasi penting lainnya seputar radiologi dalam
dunia medis di bawah ini.

Pemeriksaan radiologi
adalah prosedur penting
untuk mendiagnosis
penyakit
Dalam dunia medis radiologi berperan sangat penting.
Tanpa adanya teknologi pencitraan, maka penyakit akan
sulit terdiagnosis dan pengobatan yang ada pun tidak
akan bekerja secara optimal. Akibatnya, semakin banyak
orang yang sakit dan meninggal dunia karena
penyakitnya tidak terdiagnosis sejak dini.
Kuncinya sederhana, semakin dini penyakit terdiagnosis,
maka peluang pasien untuk mengalami kesembuhan
juga akan semakin besar.
Beberapa kondisi yang bisa diketahui melalui
pemeriksaan radiologi adalah:
 Kanker
 Tumor
 Penyakit jantung
 Stroke
 Kelainan paru-paru
 Gangguan pada tulang dan sendi
 Gangguan pada pembuluh darah
 Gangguan pada fungsi hati dan ginjal
 Gangguan pada kelenjar tiroid dan kelenjar getah bening
 Gangguan pada saluran pencernaan
 Gangguan pada saluran reproduksi

Pembagian bidang
radiologi
Radiologi dapat dibagi menjadi dua bidang yang
berbeda, yaitu:
1. Radiologi diagnostik
Radiologi diagnosis membantu para dokter dan staf
kesehatan untuk melihat struktur di dalam tubuh Anda
menggunakan teknologi pencitraan. Hal tersebut
dilakukan untuk:
 Mengetahui kondisi bagian dalam tubuh pasien
 Mendiagnosis penyebab gejala yang dikeluhkan pasien
 Memantau seberapa baik tubuh pasien merespons
perawatan atau pengobatan
 Melakukan screening untuk berbagai penyakit, seperti
kanker, penyakit jantung, penyakit paru, stroke,
gangguan sendi dan tulang, epilepsi, stroke, infeksi,
gangguan pada kelenjar tiroid, dan lain sebagainya.
Jenis pemeriksaan radiologi diagnostik yang paling
umum termasuk:
 Computed tomography, juga dikenal
sebagai computerized axial tomography (CT/CAT) scan,
termasuk CT angiografi
 Fluoroskopi
 Magnetic resonance imaging (MRI) dan magnetic
resonance angiography (MRA)
 Mamografi
 Pemeriksaan nuklir, seperti bone scan, tiroid scan, dan
tes stres jantung thallium
 Foto rontgen
 Positron emission tomography, juga disebut PET
imaging, PET scan, atau PET-CT ketika dikombinasikan
dengan CT
 Ultrasound (USG)
2. Radiologi intervensi
Radiologi intervensi memungkinkan dokter melakukan
prosedur medis yang minim sayatan (invasif minimal)
untuk mendiagnosis maupun mengobati penyakit.
Dipandu dari gambar yang didapatkan melalui teknologi
pencitraan, dokter dapat memasukkan kateter, kamera,
kabel, dan instrumen kecil lainnya ke bagian tubuh
tertentu pasien. Dibandingkan prosedur medis yang
harus melibatkan bedah terbuka, teknik invasif minimal
memiliki risiko yang lebih kecil dan waktu pemulihan
yang lebih cepat.
Dokter yang ahli di bidang ini sering dilibatkan untuk
pengobatan penyakit kanker, jantung, penyumbatan di
arteri dan vena, fibroid di rahim, sakit punggung,
gangguan fungsi hati dan ginjal, dan lain sebagainya.
Contoh prosedur radiologi intervensi meliputi:
 Angiografi, angioplasti, dan pemasangan ring pembuluh
darah
 Embolisasi untuk menghentikan perdarahan
 Kemoterapi melalui pembuluh darah arteri
 Biopsi jarum dari organ yang berbeda, seperti paru-paru
dan kelenjar tiroid
 Biopsi payudara, dipandu dengan
teknik stereotactic atau ultrasound
 Penempatan tabung makan
 Pemasangan kateter

Kapan harus ke ahli


radiologi?
Sebelum akhirnya seseorang dianjurkan berkonsultasi
ke radiolog, ada beberapa tahap pemeriksaan yang
harus dijalani. Pada tahap awal, seorang pasien akan
terlebih dahulu menjalani pemeriksaan di dokter umum.
Jika di tahap ini dokter umum menemukan beberapa
gejala yang menjurus pada penyakit tertentu yang
membutuhkan pemeriksaan lanjutan, dokter umum akan
merujuk pasien ke ahli radiologi. Hal serupa pun bisa
terjadi bila Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis.
Nantinya, ahli radiologi akan melakukan pemeriksaan
lebih lanjut untuk memantapkan diagnosis awal yang
dibuat oleh dokter umum ataupun dokter spesialis. Untuk
memastikan diagnosis, radiolog biasanya akan
melakukan pemeriksaan yang paling tepat untuk
mendiagnosis keluhan Anda.
Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh ahli radiologi
dapat memberikan informasi tambahan pada dokter
umum atau dokter spesialis yang memberikan rujukan ke
dokter radiologi.

Efek samping pemeriksaan


dengan teknologi
pencitraan
Meski pemeriksaan yang dilakukan dengan teknologi
pencitraan terbilang aman, tetap ada beberapa risiko
efek samping yang mungkin saja terjadi. Beberapa di
antaranya seperti:
 Pasien dapat mengalami mual, muntah, pusing, gatal di
kulit, merasakan sensasi logam di mulut akibat cairan
kontras yang disuntikkan ke tubuh. Dalam kasus yang
jarang, cairan kontras juga dapat menyebabkan tekanan
darah mengalami penurunan yang drastis, syok
anafilatik, dan serangan jantung.
 Sinar X dapat memengaruhi perkembangan serta
pertumbuhan bayi dan janin.
 Ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa
prosedur pemeriksaan CT scan dapat meningkatkan
risiko kanker dan bisa merusak DNA, terutama pada
pasien anak-anak. Namun, risiko ini sangat kecil untuk
terjadi, kemungkinannya hanya 1 banding 2.000 kasus.
Jadi, CT scan masih dianggap sebagai pemeriksaan
yang cukup aman dan dapat membantu dokter dalam
mengevaluasi kondisi pasiennya.
 Cairan kontras bisa menyebabkan alergi pada beberapa
orang.

Persiapan teknis sebelum


pemeriksaan radiologi
Pada dasarnya setiap prosedur membutuhkan persiapan
yang berbeda-beda. Sebelum menjalani pemeriksaan
radiologi, biasanya dokter akan memberi tahu apa saja
yang harus dipersiapkan pasien. Berikut beberapa hal
umum yang paling sering disarankan dokter:
 Memakai pakaian yang nyaman dan longgar agar mudah
untuk membukanya saat pemeriksaan berlangsung.
Meski begitu, beberapa rumah sakit akan memberikan
baju khusus untuk dipakai pasien.
 Melepaskan perhiasan, jam tangan, kacamata, atau alat-
alat yang mengandung logam pada tubuh. Jika Anda
memiliki implantasi metalik di dalam tubuh, seperti
pemasangan ring jantung, atau mur di tulang, segera
laporkan ke dokter. Pasalnya, benda-benda tersebut
akan memblokir sinar X untuk menembus ke dalam
tubuh.
 Pasien mungkin akan diminta dokter untuk tidak makan
dan minum selama beberapa jam sebelum pemeriksaan
dilakukan.

Anda mungkin juga menyukai