0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
414 tayangan14 halaman

Fungsi dan Komponen Showcase Hiron SD352

Modul ini membahas sistem refrigerasi pada mesin showcase, mencakup bagian-bagian utamanya seperti kompresor, kondenser, filter dryer, pipa kapiler dan evaporator. Juga memberikan panduan perawatan dan pemecahan masalah awal untuk menjaga kinerja mesin.

Diunggah oleh

Abdullah Hamid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
414 tayangan14 halaman

Fungsi dan Komponen Showcase Hiron SD352

Modul ini membahas sistem refrigerasi pada mesin showcase, mencakup bagian-bagian utamanya seperti kompresor, kondenser, filter dryer, pipa kapiler dan evaporator. Juga memberikan panduan perawatan dan pemecahan masalah awal untuk menjaga kinerja mesin.

Diunggah oleh

Abdullah Hamid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL SHOWCASE

HIRON SD352 L

A. SISTEM REFRIGERASI SEDERHANA


B. SHOWCASE
C. BAGIAN – BAGIAN SHOWCASE
D. INSTRUKSI PENTING KESELAMATAN
E. TROUBLESHOOTING
F. MAINTENANCE
G. REFRIGERAN R-290
H. PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PERBAIKAN MESIN PENDINGIN
YANG MENGGUNAKAN HIDROKARBON
A. Sistem Refrigerasi Sederhana
Sistem Refrigerasi Sederhana merupakan sistem yang memanfaatkan perpindahan panas
memalui refrigeran. Proses Utama dari kompresi Uap adalah :
1. Proses Kompresi
2. Proses Kondensasi (Pengembunan)
3. Proses Ekspansi
4. Proses Evaporasi (Penguapan)

Proses tersebut apabila berlangsung terus menerus akan menghasilkan suatu siklus. Siklus
Sistem]] Refrigerasi Sederhana diperlihatkan pada Gambar A.1.

Ekspansi 
Tipe Kapiler 

Gambar A.1 Siklus Refrigerasi Sederhana

Prinsip Utama dari Gambar A.1 yaitu:

1. Proses Kompresi, ditunjukkan oleh proses 1-2. Pada proses ini gas bertemperatur dan
bertekanan rendah yang berasal dari evaporator dihisap oleh kompresor kemudian
dikompresi agar tekanannya naik sehingga temperaturnya pun naik. Pada fasa ini uap
refrigeran akan menjadi fasa uap superheat bertekanan tinggi.
2. Proses kondensasi, ditunjukkan oleh proses 2-3. Pada proses ini uap refrigeran superheat
mengalami proses pendinginan dengan melepaskan kalor ke lingkungan sehingga
menjadi uap jenuh yang siap diembunkan sehingga fasanya berubah menjadi cair.
3. Proses ekspansi, ditunjukkan oleh proses 3-4. Pada proses ini cairan refrigeran
diturunkan tekanannya sehingga temperaturnyapun ikut turun dan fasanya pun menjadi
campuran antara gas dan cair namun dominannya cair.


 
4. Proses evaporasi atau penguapan, ditunjukkan oleh proses 4-1. Pada proses ini refrigeran
akan menguap pada tekanan konstan. Kalor laten yang diserap dari tempat yang
didinginkan akan menyebabkan fasa refrigeran tersebut berubah menjadi uap.

B. Showcase
Mesin Showcase adalah sebuah pengaplikasian dari sistem refrigerasi sederhana, dimana
mesin showcase biasanya digunakan untuk mendinginkan es krim, makanan beku dan produk
lainnya yang membutuhkan temperature dibawah 0℃ untuk menjaga makanan itu supaya
tetap utuh kualitasnya.
Kompresor yang digunakan pada mesin showcase yaitu type hermetic. Peletakan
evaporator pada mesin showcase biasanya dililitkan sepanjang bodi mesin showcase agar
penyerapan kalornya merata.
Type Showcase yang digunakan di Wings Grup yaitu SD-352B Merk Hiron dengan
kapasital 352L menggunakan refrigeran hidrokarbon R-290. Kemudian komponen
refrigerasi yang digunakan pada type SD-352B yaitu Kompresor berjenis hermetic,
Kondenser Air Cooled, Filter Drier, Alat ekspansi berjenis kapiler, dan evaporator yang
diletakkan melilit dalam bodi showcase.

Gambar B.1 Evaporator Coil pada mesin Showcase


 
C. Bagian – Bagian Showcase
1. Kompresor
Kompresor pada mesin showcase Glico berjenis hermetic. Kompresor hermetic
adalah kompresor yang motor penggeraknya berada dalam satu casing dengan silinder
kompresinya dan tidak dapat dibuka casingnya.
Bagian Kompresor hermetic dapat dilihat pada gambar B2 :

Gambar B2. Bagian Kompresor sentrifugal


 Piston : Piston biasanya terbuat dari besi cor atau alumunium,
piston berfungsi untuk mendorong/mengkompresi. Piston
terletak di dalam cylinder
 Connecting Road : Connecting Road atau biasa disebut batang penghubung
berfungsi untuk menghubungkan piston dengan
crankshaft
 Crankshaft : Crankshaft atau biasa disebut poros engkol berfungsi
sebagai pusat poros dari setiap gerakan piston. Sehingga
fungsi dari crankshaft adalah mengubah gaya putar yang


 
dihasilkan oleh rotor dan stator menjadi gaya naik turun
piston
 Cylinder : Cylinder adalah salah satu komponen pada kompresor
yang bersifat statis(tidak bergerak), cylinder berfungsi
sebagai tempat bergeraknya piston dalam melaksanakan
proses kerja.
 Rotor : Rotor adalah komponen dari kompresor yang berputar,
 Stator : Stator adalah bagian dari kompresor yang bersifat statis
(diam) terdiri dari lilitan atau kumparan. Stator berfungsi
untuk membangkitkan medan magnet sekitar kumparan
dan menggerakan rotor ketika di aliris arus listrik.
2. Kondenser

Coil 
Fin 

Gambar B3. Kondenser Jenis Air Cooled


Kondenser pada mesin showcase Glico berjenis Air Cooled jenis ini memanfaatkan
udara sebagai media pendinginnya. Air Cooled Condenser terdiri dari pipa tembaga yang
dibentuk coil (continues tube coil) yang dilengkapi dengan rangkaian lembaran tipis
alumunium yang disebut fin (finned tube) untuk mempertinggi luas permukaan transfer
panas. Kondenser adalah alat untuk melepaskan kalor dalam operasinya gas bertekanan
tinggi dan bersuhu tingi masuk melalui bagian atas coil, dan refrigeran yang berfasa cair
diperoleh di bagian bawah coil.
3. Filter Drier
Filter Drier mempunyai fungsi yaitu untuk menyaring refrigeran dari kotoran atau
sisa sisa proses pemipaan yang kurang baik yang dapat menyumbat sistem. Filter drier juga


 
berfungsi untuk mengeringkan uap air yang terkandung dalam sistem dengan cara
menyerap uap air tersebut.
Berikut bagian bagian filter drier :

Gambar B4. Bagian Filter Dryer


4. Pipa Kapiler
Pipa kapiler dibuat dari pipa tembaga dengan lubang
dalam yang sangat kecil. Pipa kapiler berfungsi untuk
menurunkan tekanan refrigeran cair yang mengalir di
dalamnya sehingga temperaturnya pun ikut turun. Pipa
kapiler tidak boleh dibengkok terlalu tajam, karena dapat
menyebabkan tersumbatnya lubang pipa.
Gambar B5. Pipa Kapiler


 
5. Evaporator
Evaporator berfungsi untuk menyerap panas dari udara atau
benda di dalam ruangan yang didinginkan. Evaporator pada
showcase berjenis plate surface evaporator atau evaporator
permukaan plat. Evaporator ini ditempatkan di dalam bodi
showcase dengan posisi melilit sepanjang bodi showcase.

Gambar B6. Evaporator Surface

D. Intstruksi Penting Keselamatan


Keselamatan Anda Dan Keselamatan Orang Disekitar Anda Sangat Penting

Perhatian :Untuk mengurangi bahaya kebakaran, kesetrum, atau cedera lain saat
mengoperasikan showcase, ikuti instruksi berikut:
 Jangan gunakan kabel ekstensi
 Matikan power saat melakukan service
 Gunakan peralatan service yang tidak menimbulkan api
 Jauhkan material atau gas yang mudah terbakar, seperti gasoline dari showcase.
 Bekerja minimal 2 orang dalam melakukan perpindahan, perakitan, atau service
unit.

E. Troubleshooting
Masalah Kemungkinan Penyebab Perbaikannya
Tidak Dingin  Kurang Refrigeran  Isi Refrigeran
 Kondenser Kotor  Bersihkan Kondenser
 Filter/Kapiler Tersumbat  Ganti Filter/Kapiler
 Kelebihan Refrigeran  Kurangi Refrigeran
Kompresor Tidak Jalan  Kabel kompresor ada yang  Periksa dan Sambungkan
terbuka Jika Terbuka


 
 Starting relay atau kapasitor  Perbaiki atau ganti
rusak
 Tambahkan Oli
 Oli terbawa ke sistem dan oli di
secukupnya
crankcase sedikit
Kompresor Mulai Jalan  Run Kapasitor /Start Kapasitor  Ganti Kapasitor
Tetapi Mendadak mati terbakar.
(Short Cycling)
Kompresor Jalan Terus  Kondenser Kotor  Bersihkan Kondenser
Menerus  Kurang Refrigeran  Tambah Refrigeran
 Beban terlalu tinggi  Kurangi produk di dalam
 Thermometer di set terlalu showcase
rendah  Atur Kembali
Thermometer

F. Maintenance
Harian : 1. Periksa Suhu di Thermometer
2. Periksa Kebersihan Interior
Weekly : 1. Bersihkan Unit
Bulanan : 1. Periksa Filter Dryer
Tiga Bulanan : 1. Periksa Gasket Pintu
2. Defrost Showcase
3. Periksa Kelengkapan Sekrup Unit

G. Refrigeran R-290
Refrigeran R-290 mempunyai sifat yang mudah terbakar (flammable), maka aspek
pengelolaan yang meliputi pengisian, penyimpanan, dan transportasi hidrokarbon harus
dilakukan dengan prosedur keamanan tertentu . Dalam modul ini, dibahas berbagai aspek
tentang pengelolaan dan penggunaan hidrokarbon yang meliputi persyaratan ruang
penyimpanan refrigeran hidrokarbon, penanganan hidrokarbon, persyaratan keamanan
pengisian refrigeran hidrokarbon ke dalam unit mesin pendingin, perbaikan kebocoran pada
unit mesin pendingin yang telah menggunakan refrigeran hidrokarbon, dll.


 
G.1 Penyimpanan Refrigeran Hidrokarbon
1. Ruangan penyimpanan harus memiliki ventilasi udara yang baik sehinga
memberikan pergerakan aliran udara yang dapat menetralisir adanya
akumulasi/terkumpulnya refrigeran hidrokarbon di dalam ruangan apabila terjadi
kebocoran.
2. Penyimpanan tabung produk refrigeran hidrokarbon harus diletakkan secara
tegak, tidak boleh terbaik ataupun tertidur maupun miring.
3. Tabung refrigeran disimpan/disusun rapi & benar, sehingga memungkinkan
pemindahan tabung dapat dilakukan dengan cepat dan mudah dan memberikan
ruang gerak untuk memudahkan penanganan jika terjadi keadaan darurat.
4. Penyusunan tabung refrigeran hidrokarbon dilakukan maksimum 2 tingkat untuk
tabung isi 6kg dan 9kg, maksimum 3 tingkat untuk tabung isi 3kg, sedangkan
untuk tabung isi 50kg tidak boleh disusun bertingkat.
5. Katup setiap tabung harus tertutup dengan baik dan rapat, untuk menghindari
kebocoran.
6. Proses penanganan atau penyimpanan tabung refrigeran hidrokarbon ke dalam
ruang penyimpanan harus dilakukan dengan benar dan tepat (tidak boleh
digelinding atau ditarik), harus menggunakan alat bantu seperti kereta dorong.
7. Penyimpanan tabung harus dikelompokkan sesuai dengan kapasitas, jenis dan
warna tabung.
8. Untuk penyimpanan tabung kosong diperlakukkan sama dengan tabung yang
berisi refrigeran hidrokarbon.
9. Pada saat melakukan kegiatan penyimpanan, teknisi maupun semua orang yang
berada disekitarnya dilarang merokok.
G.2 Penanganan Refrigeran Hidrokarbon
1. Penyimpanan tabung harus ditempat yang kering, bersih dan teduh (tidak langsung
terkena sinar matahari) serta memiliki ventilasi udara yang baik untuk menghindari
terjadinya akumulasi konsentrasi refrigeran hidrokarbon.
2. Katup tabung harus tertutup baik dan rapat.
3. Letak penyimpanan tabung harus tegak, tidak boleh miring atau terbalik maupun
rebah.


 
4. Ruangan penyimpanan tabung refrigeran hidrokarbon harus dilengkapi alat
pemadaman api ringan (APAR) yang sesuai (serbuk kimia kering atau CO2).
G.3 Persyaratan Ruang Kerja Yang Terdapat Refrigeran Hidrokarbon
1. Ruangan harus memiliki ventilasi udara ang baik sehingga memberikan pergerakan
aliran udara yang dapat menetralisir adanya akumulasi/terkumpulnya refrigeran
hidrokarbon di dalam ruangan apabila terjadi kebocoran.
2. Lengkapi ruangan dengan APAR yang memadai, jenis CO2 atau kimia kering.
3. Saklar, stop kontak, panel litrik, dan sekering untuk kebutuhan energi listrik
diletakkan pada daerah yang aman.
4. Kabel listrik untuk keperluan power listrik harus terisolasi dengan baik.
5. Ruangan kerja harus dilengkapi dengan tulisan dan symbol “DILARANG
MEROKOK”.
G.4 Persyaratan Perbaikan Kebocoran Pada Unit Mesin Pendingin Yang Telah
Menggunakan Refrigeran Hidrokarbon
1. Jika terjadi kebocoran pada unit mesin pendingin yang berada di dalam ruangan,
hdenaknya semua pintu dibuka untuk memberikan ventilasi udara dan bila perlu
dilakukan penambahan aliran udara melalui fan.
2. Amati sumber dan tingkat kebocoran. Pada waktu melakukan kegiatan pemeriksaan
dan mengatasi kebocoran teknisi dilarang merokok.
3. Proses pemvakuman sistem dilakukan sampai tekanan mencapai -30in Hg.
4. Saat melakukan proses pengelasan pada pipa yang mengalami kebocoran, pastikan
di dalam ruangan tidak tercapai kandungan refrigeran hidrokarbon.
5. Bila terjadi kebocoran pada sambungan pipa (nipple) lakukan pengencangan “nut”
hingga tidak terjadi kebocoran.
G.5 Persyaratan Pemvakuman Unit Mesin Pendingin yang telah menggunakan
Hidrokarbon
1. Pasang alat manifold (pengukuran tekanan) pada unit pendingin dan perhatikan
besarnya tekanan yang terukur.
2. Buka semua katup yang terdapat pada saluran perpipaan tekanan tinggi dan tekanan
rendah.

10 
 
3. Proses pemvakuman dapat dilakukan bilamana besarnya tekanan yang terukur pada
alat manifold menunjukan angka nol (0), dan tidak terjadi pengeluaran refrigeran
hidrokarbon dari unit mesin pendingin (kondisi ini menunjukan refrigeran
hidrokarbon dalam unit mesin pendingin telah habis).
4. Selama proses pemvakuman, teknisi maupun semua orang yang berada
disekitarnya dilarang merokok.
H. Prosedur Operasional Standar Perbaikan Mesin Pendingin Yang Menggunakan
Hidrokarbon
H.1 Petunjuk Melakukan Vakum
Sebelum peralatan pengisian (manifold gauge, pompa vakum) dipasang. Showcase
harus sudah dilengkapi dengan naple pengisian yang dipasang pada bagian pipa
hisap (Suction Side/Low pressure). Pastikan tidak ada gas di dalam pipa bila akan
melakukan pengelasan.
1) Pasang manifold gauge pada peralatan pengdingin dengan peralatan sebagai
berikut:
 Selang warna biru dihubungkan pada nepel disisi hisap (Low
Pressure)
 Selang warna merah dihubungkan ke nepel sisi tekan (High
Pressure) bila ada, bila tidak ditutup.
 Selang warna kuning dihubungkan ke pompa vakum.
2) Putar kran warna merah dan biru kearah terbuka sampai maksimm
3) Jalankan pompa vakum minimun 20 menit
4) Tambahkan oli pendingin secukupnya melalui sisi hisap.
5) Disarankan oli yang dipakai memiliki viscositas (kekentalan) 4 Gs atau
5Gs.
6) Setelah sistem divakum putar kran merah dan biru ke arah tertutup.
H.2 Petunjuk Pengisian
1) Ambil tabung refrigeran hidrokarbon dan hubungkan selang warna kuning
ke tabung refrigeran tersebut.

11 
 
2) Lakukan Flashing, dengan cara membuka salah satu ujung selang warna
kuning yang berhubungan dengan manifold gauge agar udara didalam
selang warna kuning keluar, setelah itu kencangkan kembali.
3) Buka 1/3 bagian kran low pressure agar refrigeran hidrokarbon masuk ke
dalam sistem pendingin. Karena refrigeran hidrokarbon masuk ke dalam
sistem dalam wujud cair maka pengisian harus dilakukan secara bertahap.
4) Jalankan Showcase sampai tekanan di dalam stabil. Sistem showcase yang
bekerja baik akan menunjukkan tekanan suction 8-12 psig
5) Apabila akan melakukan penyambungan pipa dengan pengelasan pastikan
item 1 dan item 2 sudah dilakukan dengan baik.
6) Dilarang merokok, hindarkan percikan api pada saat melakukan perbaikan
dan bekerjalan dengan baik dan benar.
H.3 Petunjuk Perbaikan & Penggantian Komponen Peralatan Pendingin yang
Menggunakan Refrigeran Hidrokarbon.
Apabila sistem tidak dingin atau tidak berfungsi dengan baik sehingga diputuskan
untuk mengganti katup ekspansi, filter dryer, kapiler atau komponen lainnya, maka
ikuti petunjuk berikut ini:
1. Bila sistem masih bertekanan, pasang manifold gauge dan buanglah refrigeran
hidrokarbon ke tempat yang berventilasi melalui suction port atau discharge
port secara perlahan-lahan atau arahkan selang pembuangan pada tempat yang
kososng berisi air supaya tidak terjadi pengkabutan.
2. Pastikan sistem pemipaan kosong dari refrigeran hidrokarbon bila
memungkinkan lakukan pemvakuman sistem atau flasing dengan nitrogen,
sebelum melakukan perbaikan/pergantian komponen.
3. Bila akan memperbaiki/ membersihkan evaporator/blower, kapiler atau
mengganti katup ekspansi maka pastikan terdapat sirkulasi udara yang baik
didalam ruangan.
4. Apabila akan melakukan penyambungan pipa dengan pengelasan pastikan item
1 dan item 2 sudah dilakukan dengan baik.

12 
 
5. Tidak dibenarkan menampung refrigeran hidrokarbon di dryer/akumulator dan
kondensor pada saat melakukan pengelasan, lakukan pengelasan diluar
instalasi.
6. Tidak dibenarkan membuka evaporator/blower, katup ekspansi atau sambungan
pipa dalam ruang pada saat sitem masih bertekanan hal ini untuk menghindari
peningkatan konsentrasi pada suatu tempat.
7. Dilarang merokok dan hindarkan percikan api pada saat melakukan perbaikan
dan bekerjalah dengan baik dan benar.

13 
 
DAFTAR PUSTAKA

MENLH , 2008, “Panduan Penggunaan dan Pengelolaan Refrigeran Hidrokarbon Secara Aman”.
Kementrian Negara Lingkungan Hidup, Jakarta.

Bahtiar, Yusuf, 2015, “Panduan Lengkap Teknisi Sistem Refrigerasi & Tata Udara”, Bandung.

14 
 

Anda mungkin juga menyukai