TESTANA ENGINEERING, INC.
Soil Testings & Research Administration
[Link]-01/ [Link].11-49/ 2018
LAPORAN PENYELIDIKAN TANAH
COPY
Proyek : Perencanaa Gedung Kompleks SBS, 3 Lantai.
Lokasi : Jl. Tuban – Gresik No.5, Ketanen, Panceng – Gresik.
Relasi : CV. SBS Construction Engineering.
DAFTAR ISI
I. INFORMASI PROYEK 1
II. TANAH BAWAH 1
III. KAJIAN TEKNIS 3
LAMPIRAN
A.1.1. and A.1.2. Dutch Cone Penetrometer Test.
A.2. Bearing Capacity of Continuous Footing.
A.3. Bearing Capacity of Pile Foundation.
Surabaya, 27 November 2018
Testana Engineering, Inc.
Ir. Agustina Kosasih, M.T.
-------------------------------------
Geotechnical Engineer
Jl. Opak 66, Surabaya. Telp./ fax. (031) 5678329 (Hunting) E-mail. testana_sby@[Link]
TESTANA ENGINEERING, INC.
Soil Testings & Research Administration
I. INFORMASI PROYEK
Nama proyek : Perencanaan Gedung Kompleks SBS, 3 Lantai.
Lokasi COPYGresik.
: Jl. Tuban – Gresik No. 5, Ketanen, Panceng,
Relasi : CV. SBS Construction Engineering.
Tujuan penyelidikan : Untuk mengungkapkan kekuatan, kondisi, dan struktur lapisan2 tanah
bawah lokasi ybs., guna menunjang perencanaan pondasi bangunan
tsb.; sehingga dapat direncanakan pilihan pondasi yang aman, efisien,
serta dimungkinkan pula dalam pelaksanaannya; sedapat mungkin
dengan jasa lokal yang tersedia (tujuan ekonomis).
Pekerjaan di lapangan : 2 dari rencana 3 titik uji sondir (CPT, Cone Penetration Test), dengan
menggunakan penetrometer mekanis model GMF, Holland, kapasitas
2.5 ton, sesuai ASTM D-3441.
Level muka tanah : Relatif rata terhadap permukaan as jalan di depan lahan ybs.
Posisi titik-titik uji : Diilustrasikan pada Gambar 1 (tanpa skala) berikut ini.
Pot I-I
Pot I-I
S-2
El ± -0.00 m
S-1
Gambar 1. Sketsa letak titik-titik penyelidikan tanah (tanpa skala).
II. TANAH BAWAH
Schmertmann (1978) mengusulkan klasifikasi untuk menentukan jenis dan konsistensi
tanah dengan mengkorelasikan nilai tahanan ujung sondir (qc) terhadap nilai rasio gesekan (FR).
1
TESTANA ENGINEERING, INC.
Soil Testings & Research Administration
Interpretasi hasil pengujian sondir menggunakan korelasi dari Schmertmann pada masing2 area
COPY
selanjutnya disajikan melalui kajian berikut ini :
qc (kg/cm2) FR (%)
0 20 40 60 80 100 0 2 4 6 8 10
0 0
S-1
S-2
2 2
4 4
Depth (m)
6 6
8 8
10 10
Gambar 2. Sistem klasifikasi tanah dan profil tahanan ujung konus (qc) rasio gesekan tanah (Fr)
Selanjutnya pada Gambar 3 dibawah ini menyajikan perkiraan stratifikasi lapisan2 tanah
setempat (lihat Potongan I-I dari Gambar 1).
S-2 qc (kg/cm²) S-1 qc (kg/cm²)
0 20 40 60 80 100 0 20 40 60 80 100
0 0
Lempung berlanau,
lunak s/d sedang.
2 2
4 4
Kedalaman (m)
6 6
Lempung berlanau,
kaku s/d sangat kaku.
8 8
10 10
Gambar 3. Perkiraan Profil Tanah pada Potongan I-I dari Gambar 1.
2
TESTANA ENGINEERING, INC.
Soil Testings & Research Administration
COPY
Pengujian titik2 sondir terhenti sebelum kapasitas maksimum penetrometer tercapai,
diperkirakan akibat besarnya tahanan ujung dan nilai JHP (Jumlah Hambatan Pelekat) yang
cukup besar (≥ 1,200 kg/cm) di akhir pengujian sondir. Untuk mengetahui kondisi dan kekuatan
lapisan tanah di bawah penetrasi maksimum sondir dapat dilakukan pemboran dalam, minimal
disertai dengan SPT (Standard Penetration Test), sehingga dimungkinkan pilihan pondasi lebih
dalam.
III. KAJIAN TEKNIS
III. 1. Pondasi Dangkal.
Kekuatan lapis tanah dipermukaan diilustrasikan melalui daya dukung pondasi dangkal
tipe lajur dengan lebar pondasi 1.0 m yang didudukan pada kedalaman ± 1.0 m. Sesuai dengan
sosialisasi RSNI Geoteknik Pondasi yang disampaikan bulan November 2016; daya dukung ijin
tanah, dimana pondasi tsb. akan dibangun, akibat beban kerja harus diambil yang terendah dari :
o Daya dukung ultimate tanah dengan faktor keamanan yang cukup thd. kemungkinan
terjadinya keruntuhan, atau
o Suatu nilai yang memberikan deformasi pondasi akibat distribusi beban yang bekerja masih
dalam batas-batas yang diijinkan oleh struktur/ infrastruktur tsb. ataupun kondisi lingkungan
disekitarnya.
Kriteria yang digunakan didalam analisa pondasi dangkal menggunakan pada keruntuhan
geser lokal dan faktor keamanan (SF) sebesar 3 termasuk pula membatasi penurunan sebesar
2.5 cm Perkiraan daya dukung ijin pondasi dangkal yang dianalisa sesuai metode Terzaghi
Method memberikan hasil tak lebih besar daripada 0.54 kg/cm2 dengan perkiraan penurunan
langsung mencapai 1.15 cm (output perhitungan diberikan pada lampiran A.2). Dalam hal ini
sistem pondasi dangkal dapat dipertimbangkan untuk mendukung struktur yang tidak terlalu luas
dengan pembebanan ringan serta tidak sensitif thd. permasalahan penurunan konsolidasi.
III.2. Pondasi Tiang.
Untuk mendukung struktur pembebanan berat, dikaji dengan pondasi tiang pracetak dan
tiang bor yang dibenamkan hingga lapisan tanah stabil, jauh dari permukaan. Kapasitas dukung
pondasi tiang diberikan selengkapnya pada lampiran A.3 dan diringkaskan sbb. :
3
TESTANA ENGINEERING, INC.
Soil Testings & Research Administration
COPY
Tabel 1. Perkiraan Kapasitas Dukung Pondasi Tiang.
Penampang Kedalaman Kapasitas Dukung Ijin Tekan
Data Sondir Tipe Tiang
(cm) (m) (ton/tiang)
S-2 Pracetak □ 20 x 20 8 13
□ 25 x 25 8 18
Bor Ø 30 8 19
Ø 40 8 28
Catatan : Kedalaman tiang yang tersaji pada tabel diatas dihitung dari berdasarkan sondir S-2 dan harus
dikoreksi bila dilakukan pekerjaan galian/ timbunan yang merubah level muka tanah.
Tiang Pracetak.
✓ Perlu mempertimbangkan mobilitas peralatan berat disesuaikan dengan lokasi proyek ybs.
✓ Penyambungan elemen² tiang pracetak dan cara pengelasannya harus dilakukan sebaik
mungkin agar tiang tidak menyimpan potensi retak dan patah yang mengundang kegagalan
pondasi.
✓ Untuk lokasi kolom-kolom yang berdekatan dengan dinding-dinding bangunan disarankan
menggunakan tiang bor untuk mengantisipasi pecah/ retaknya dinding/ lantai bangunan yang
berdempetan akibat pemancangan/ penekanan.
Tiang Bor (cor di tempat).
Pondasi tiang bor diberikan sebagai pilihan yang menawarkan pelaksanaan minim
getaran dan kebisingan, serta desakan tanah akibat pemancangan. Hal penting di dalam
pelaksanaan tiang bor yang perlu diperhatikan yaitu pemboran dan pengecoran betonnya.
Penggunaan pipa tremmie saat pelaksanaan amat disarankan untuk menghindari terjadinya
seggregasi yang berpotensi menimbulkan keropos pada tiang.
(------ Akhir laporan ------)
4
TESTANA ENGINEERING, INC.
Soil Testings & Research Administration.
A.1.1. DUTCH CONE PENETROMETER TEST (ASTM D-3441)
COPY
Local friction, fs (kg/cm²) Cone resistance, qc (kg/cm²) Friction ratio, FR (%)
Total cummulative friction, TCF = x 10 (kg/cm)
-5 -4 -3 -2 -1 0 40 80 120 160 200 240 -10 -8 -6 -4 -2 0
0
4
Depth (m)
10
Maximum depth : 9.00 m Project : Perencanaan Gedung Kompleks SBS. CPT Master : Pri.
Ground Surface Level : - m Location : Jl. Tuban - Gresik No. 5, Ketanen, Sounding No : S-1
Ground Water Level : Unrecorded Panceng - Gresik. Date of test : 24 November 2018.
TESTANA ENGINEERING, INC.
Soil Testings & Research Administration.
A.1.2. DUTCH CONE PENETROMETER TEST (ASTM D-3441)
COPY
Local friction, fs (kg/cm²) Cone resistance, qc (kg/cm²) Friction ratio, FR (%)
Total cummulative friction, TCF = x 10 (kg/cm)
-5 -4 -3 -2 -1 0 40 80 120 160 200 240 -10 -8 -6 -4 -2 0
0
4
Depth (m)
10
Maximum depth : 9.00 m Project : Perencanaan Gedung Kompleks SBS. CPT Master : Pri.
Ground Surface Level : - m Location : Jl. Tuban - Gresik No. 5, Ketanen, Sounding No : S-2
Ground Water Level : Unrecorded Panceng - Gresik. Date of test : 24 November 2018.
TESTANA ENGINEERING, INC.
Soil Testings & Research Administration.
A.2. BEARING CAPACITY OF CONTINUOUS FOOTING
Terzaghi Method
COPY
Project : Perencanaan Gedung Kompleks SBS, 3 Lantai.
Location : Jl. Tuban - Gresik No. 5, Ketanen, Panceng, Gresik.
Soil Data : S-1
B = 1.0 m
D = 1.0 m
qc (at -1.00 m) = 17 kg/cm²
Cu = 0.425 kg/cm²
Qall (at -1.00 m) = 0.538 kg/cm²
Elevation d/b q/q0 q
-1.00 0.00 1.000 0.538
-1.50 0.50 0.786 0.423
-2.00 1.00 0.550 0.296
-2.50 1.50 0.387 0.208
-3.00 2.00 0.286 0.154
-3.50 2.50 0.210 0.113
-4.00 3.00 0.165 0.089
-4.50 3.50 0.125 0.067
-5.00 4.00 0.095 0.051
-5.50 4.50 0.080 0.043
-6.00 5.00 0.066 0.036
-6.50 5.50 0.052 0.028
-7.00 6.00 0.035 0.019
-7.50 6.50 0.017 0.009
Consolidation layer -1.00 s/d -7.50 m, H = 6.50 m
Delta q x H = 90.01 kg/cm
Delta q = 0.14 kg/cm²
Average qc at consolidation layer 34 kg/cm²
H = (H x delta q) / (2.3 x average qc ) x 1
H = 1.15 cm
Total Settlement H = 1.15 cm
TESTANA ENGINEERING, INC.
Soil Testings & Research Administration
A.3. BEARING CAPACITY OF PILE FOUNDATION
COPY
Perencanaan Gedung Kompleks SBS, 3 Lantai
Jl. Tuban – Gresik No. 5, Ketanen, Panceng, Gresik
PILE CONFIGURATION
Material Type : Beton
Pile Moduli : 210000 (kg/cm2)
SUBSOIL STATIFICATION
Jumlah lapis : 1
Elevasi bawah lapis: 9.0 m
Jenis Tanah : Lempung/ lanau
SAFETY FACTOR
Tip Resistance : 3
Shaft Resistance : 3
L C P C
Numerical Analysis Computation Program of Pile Foundation
Based on Bustamante and Gianeselli Formula (1982)
CPT Cross Depth Qp Qs Qult Qall
Pile Type
ID Section (m) (ton) (ton) (ton) (ton)
20x20 8 14 26 39 13.0
Driven pile
25x25 8 21 32 53 17.7
S-2
30 8 15 43 58 19.3
Bored pile
40 8 28 57 85 28.3