LAPORAN RESUME KEPERAWATAN MATERNITAS
A. PENGKAJIAN
a. Inisial Pasien : Ny. D
b. Usia : 38 tahun
c. Diagnosa Medis : Ca Cervix
d. Tanggal Pengkajian : 27 Desember 2018
B. RIWAYAT PENYAKIT
Keluhan Utama
Keluar darah diluar siklus menstruasi dan berhubungan seksual
Riwayat kesehatan yang lalu
Keluar darah pada saat berhubungan seksual. Keluar darah diluar siklus menstruasi. Pasien
menggunakan KB suntik 3 bulan. Emosi sering tidak stabil dan mudah marah.
C. ANALISA DATA
Masalah Keperawatan
Data Analisa Data
yang Muncul
Ds: Susp Ca Cervix Nyeri akut
a. Ny. D mengeluh nyeri pada
bagian kemaluan Invasi ke serabut saraf
b. Ny. D mengeluh nyeri skala 3
Nyeri akut
Do:
a. Tanda-tanda vital
- BB: 53 kg
- TB: 158 cm
- HR: 89 x/menit
- RR: 24x/menit
b. Saat datang Ny. D meringis
D. CATATAN PERKEMBANGAN
Implementasi Evaluasi
No Diagnosa Keperawatan
Keperawatan (SOAP)
1 Nyeri akut berhubungan dengan 1. Mengkaji S:
agen pencedera fisiologi (susp karakteristik nyeri - Pasien
[Link] ) 2. Memberi motivasi mengatakan ingin
pada pasien untuk segera sembuh
terus berusaha dan menerima
menggapai proses
kesembuhan pengobatan
3. Mendampingi pasien
saat dilakukan VT O:
4. Memberi ketenangan - Pasien mengikuti
kepada pasien yang instruksi untuk
cemas saat akan melakukan nafas
dilakukan VT dalam selama VT
- Pasien terlihat
tersenyum setelah
pemeriksaan VT
selesai
A: nyeri akut teratasi
sebagian
P:
- Anjurkan pasien
melakukan teknik
relaksasi
- Dorong pasien
untuk terus
kontrol ke
pelayanan
kesehatan
LAMPIRAN
PROSEDUR PAP SMEAR
Tes ini merupakan penapisan untuk mendeteksi infeksi HPV dan prakanker serviks.
Ketepatan diagnostic sitologinya ± 90% pada dysplasia keras (karsinoma in situ) dan 76%
pada dysplasia ringan atau sedang. Didapatkan hasil negative palsu 5-50%, sebagian besar
disebabkan pengambilan sediaan yang tidak adekuat. Sedangkan hasil positif palsu sebesar 3-
15%.
Alat
1. Formulir konsultasi sitologi
2. Spatula Ayre yang dimodifikasi atau cytobrush.
3. Kaca benda yang pada satu sisinya telah diberikan tanda atau label.
4. Spekulum cocor bebek kering.
5. Tabung berisi larutan fiksasi alcohol 96%.
Cara Pengambilan Sediaan
1. Tuliskan data klinis pasien yang jelas pada lembar permintaan konsultasi, meliputi
umur, paritas, tanggal haid terakhir, kontrasepsi, riwayat radiasi atau kemoterapi dan
keadaan klinis.
2. Pasang speculum cocor bebek untuk menampilkan serviks.
3. Spatula dengan ujung pendek diusap 3600 pada permukaan serviks.
4. Geserkan spatula pada kaca benda yang telah diberikan label dengan pinsil gelas pada
sisi kirinya sepanjang setengah panjang gelas dan geserkan sekali saja agar tidak
terjadi kerusakan sel.
5. Spatula Ayre yang telah dimodifikasi dengan ujung yang panjang agar bisa mencapai
sambungan skuamokolumner atau kapas lidi diusap 3600 pada permukaan endoserviks,
kemudian digeserkan pada setengah bagian sisanya.
6. Masukkan segera dalam larutan fiksasi, biasanya alcohol 96% (jangan berada di udara
lebih dari 10 detik karena mungkin terjadi artefak). Biarkan dalam larutan fiksasi
minimal selama 30 meni.
7. Keringkan di udara. Bila tempat pewarnaan jauh dari tempat praktik, masukkan
sediaan dalam amplop atau pembungkus agar tidak pecah.