100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
488 tayangan6 halaman

Audit Properti dan Asuransi Dibayar Dimuka

Dokumen tersebut membahas tentang audit atas akun-akun aset tetap seperti properti, pabrik, dan peralatan serta beban-beban terkait seperti asuransi, pajak properti, dan sewa. Dokumen ini menjelaskan hubungan antara pengujian transaksi dengan pengujian saldo, prosedur audit apa saja yang dapat dilakukan, serta pertimbangan-pertimbangan penting dalam mengaudit akun-akun tersebut seperti akuisisi, pe

Diunggah oleh

Faradil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
488 tayangan6 halaman

Audit Properti dan Asuransi Dibayar Dimuka

Dokumen tersebut membahas tentang audit atas akun-akun aset tetap seperti properti, pabrik, dan peralatan serta beban-beban terkait seperti asuransi, pajak properti, dan sewa. Dokumen ini menjelaskan hubungan antara pengujian transaksi dengan pengujian saldo, prosedur audit apa saja yang dapat dilakukan, serta pertimbangan-pertimbangan penting dalam mengaudit akun-akun tersebut seperti akuisisi, pe

Diunggah oleh

Faradil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CHAPTER 19

19-1 (Tujuan 19-2) Jelaskan hubungan antara pengujian substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi
dan pembayaran dan pengujian atas rincian saldo untuk verifikasi properti, pabrik, dan peralatan.
Aspek mana dari properti, pabrik, dan peralatan yang secara langsung dipengaruhi oleh pengujian
pengendalian dan pengujian substantiif atas transaksi serta mana yang tidak ?

Jawab :

19-2 (Tujuan 19-2) jelaskan mengapa penekanan dalam mengaudit properti, pabrik, dan peralatan
diberikan pada akuisisi serta pelepasan periode berjalan dan bukan pada saldo akun yang dibawa
dari tahun sebelumnya . Dalam situasi apa penekanan akan diberikan pada saldo yang dibawa ke
tahun depan?

Jawab:

19-3 (Tujuan 19-2) Apa hubunganya antara audit atas akun properti , pabrik, dan peralatan dengan
audit atas akun reparasi dan pemeliharaan ?jelaskan bagaimana auditor mengorganisir audit untuk
mempertimbangkan hubungan tersebut ?

Jawab:

19-4 (Tujuan 19-2) Sebutkan dan nyatakan secara singkat tujuan semua prosedur audit yang
mungkin akan diterapkan oleh auditor untuk menentukan bahwa semua penarikan properti, pabrik,
dan peralatan telah dicatat dalam sistem akuntansi.

Jawab:

19-5 (Tujuan 19-2) Dalam mengaudit beban penyusutan, pertimbangan utama apa yang harus
diingat oleh auditor? Jelaskan bagaimana masing-masing dapat diverifikasi.

Jawab:

19-6 (Tujuan 19-3) Jelaskan hubungan antara pengujian substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi
serta pembayaran dan pengujian atas rincian saldo untuk verifikasi asuransi dibayar dimuka.

Jawab :

19-7 (Tujuan 19-3) Jelaskan mengapa audit asuransi dibayar di muka biasanya akan menghabiskan
jumlah waktu audit yang relatif singkat jika penilaian risiko pengendalian klien untuk akuisisi adalah
rendah.

Jawab :

19-8 (Tujuan 19-3) Bedakan antara evaluasi kememadaian cakupan asuransi dan verifikasi asuransi
dibayar dibayar dimuka. Jelaskan mana yang lebih penting dalam audit yang tipikal.

Jawab :

Melalui audit asuransi dibayar di muka dan beban asuransi, auditor harus selalu berpikir
bahwa jumlah dalam beban asuransi adalah nilai sisa (residual). Residual ini berasal dari saldo awal
pada asuransi dibayar di muka, pembayara premi selama tahun tersebut dan saldo akhirnya. Satu-
satunya pengujian dalam akun beban yang harus dilakukan adalah prosedur analitis dan pengujian
untuk memastikan bahwa seluruh tagihan untuk beban asuransi mencul dari kredit atas asuransi
dibayar di muka. oleh karena pembayaran premi diuji sebagai bagian dari pengujian pengendalian
dan pengujian substantif atas transaksi dan prosedur analitis, maka penekanan pada pengujian
perincian saldo adalah pada asuransi dibayar di muka.

Polis Asuransi Terdapat dalam Skedul Asuransi Dibayar di Muka dan Polis Asuransi yang Ada Telah
Didaftar (Keberadaan dan Kelengkapan)

Pengujian atas keberadaan dan penghapusan polis asuransi dari skedul klien dapat dilakukan dengan
dua cara, yaitu: 1. Menguji sampel faktur asuransi dan polis sebagai perbandingan dengan skedul. 2.
Melakukan konfirmasi atas informasi asuransi dari agen asuransi perusahaan. Auditor biasanya lebih
senang mengirimkan konfirmasi kepada agen asuransi klien karena pedekatan ini biasanya tidak
memakan waktu lama dibandingkan dengan pengujian bukti transaksi dan konfirmasi ini dapat
menghasilkan verifikasi 100 persen.

Klien Memiliki Hak atas Seluruh Polis Asuransi dalam Skedul Asuransi Dibayar di Muka (Hak)

Pihak yang akan menerima keuntungan bila klaim asuransi diajukan dinyatakan sebagai pihak yang
memiliki hak. Biasanya, penerima klaim yang tertulis dalam polis adalah klien, tetapi apabila ada
hipotek atau kewajiban lain, maka klaim asuransi bisa saja terutang kepada kreditur. Telaah atas
polis asuransi yang klaimnya dimiliki pihak lain selain klien merupakan pengujian yang kuat atas tidak
tercatatnya utang dan aset yang dijaminkan.

Jumlah Dibayar di Muka pada Skedul adalah Akurat dan Totalnya Ditambahkan dengan Benar dan
Sesuai dengan Buku Besar (Akurasi dan Kecocokan Perincian)

Pengujian audit untuk melakukan verifikasi terhadap akurasi asuransi dibayar di muka juga meliputi
verifikasi jumlah premi asuransi, lama periode asuransi, dan alokasi premi atas asuransi yang belum
jatuh tempo. Jumlah premi atas polis tertentu dan masa berlakunya dapat diverifikasi bersamaan
dengan memeriksa faktur premi atau konfirmasi dari agen asuransi. Setelah keduanya diverifikasi,
perhitungan klien atas asuransi yang belum jatuh tempo dapat diuji melalui perhitungan ulang.
Skedul asuransi dibayar di muka dapat dijumlahkan dan totalnya ditelusuri ke buku besar untuk
melengkapi kecocokan perinciannya.

Beban Asuransi Terkait dengan Asuransi Dibayar di Muka Diklasifikasikan dengan Benar
(Klasifikasi)

Klasifikasi pendebetan yang benar atas akun beban asuransi yang berbeda perlu ditelaah sebagai
pengujian laporan laba/rugi. Dalam beberapa kasus, akun beban yang benar jelas terlihat karena
jenis asuransinya, seperti polis untuk mengasuransikan sebuah peralatan. Dalam kasus lain, alokasi
perlu dilakukan. Misalnya, asuransi kebakaran atas bangunan memerlukan alokasi ke beberapa akun
yang berbeda, termasuk biaya-biaya tak langsung atas manufaktur (manufacturing overhead).

Transaksi Asuransi Dicatat pada Periode yang Benar (Pisah Batas)

Pisah batas untuk akuisisi asuransi biasanya bukan masalah penting karena jumlah polis tidak banyak
dan jumlahnya tidak material. Jika auditor mengecek pisah batas untuk akuisisi asuransi, maka
mereka melakukannya sebagai bagian dari pengujian pisah batas untuk utang dagang.

19-9 (Tujuan 19-4) Apa perbedaan utama antara audit beban dibayar dimuka dan akun aset lainya
seperti piutang usaha atau properti, pabrik, dan peralatan ?

Jawab:
1. Audit Beban Dibayar di Muka

Beban dibayar di muka, tagihan di muka, dan aset tak berwujud adalah aset yang umurnya
bervariasi dari hitungan bulan sampai bertahun-tahun. Termasuk di dalamnya adalah:

• Sewa dibayar di muka

• Biaya organisasi

• Pajak dibayar di muka

• Paten

• Asuransi dibayar di muka

• Merek dagang

• Tagihan di muka

• Hak cipta

Dalam beberapa kasus, akun ini nilainya sangat material. Dalam audit tertentu, perusahaan tidak
memiliki akun tersebut dalam jumlah besar atau tidak material. Prosedur analitis biasanya dianggap
memadai untuk beban dibayar di muka dan aset tak berwujud. Dalam audit tertentu, beberapa aset
ini jumlahnya signifikan. Di bagian ini, kita akan membahas beberapa jenis pengendalian internal dan
pengujian audit yang biasanya dikaitkan dengan beban dibayar di muka.

2. Audit atas asset tetap (Properti dan peralatan)

Aset tetap (property dan peralatan) adalah asset yang diharapkan memiliki umur lebih dari
satu tahun, digunakan dalam bisnis, dan tidak ditujukan untuk dijual kembali. Penggunaan asset
tetap dalam pelaksanaan bisnis klien dan ekspektasi umur ekonomis lebih dari satu tahun
merupakan karakteristik utama yang membedakan asset tersebut dengan persediaan, beban dibayar
dimuka, dan investasi. Auditor melakukan verifikasi atas peralatan manufaktur secara berbeda
dengan akun asset lancar karena tiga alasan berikut: 1. Biasanya terdapat akuisisi peralatan dalam
jumlah sedikit pada periode berjalan. 2. Nilai akuisisi biasanya material. 3. Peralatan biasanya
disimpan dan dicatat dalam pencatatan akuntansi selama beberapa tahun. Dalam audit peralatan
manufaktur dan akun terkait, pengujian akan dimudahkan jika dipisah menjadi beberapa kategori:

Melakukan prosedur analitis

 Membandingkan rasio beban depresiasi dibagi biaya peralatan manufaktur kotor dengan
tahun sebelumnya.
 Membandingkan akumulasi depresiasi dengan biaya peralatan manufaktur kotor dengan
tahun sebelumnya.
 Membandingkan beban perbaikan dan pemeliharaan bulanan atau tahunan, beban
persediaan, beban peralatan kecil dan akun sejenis dengan tahun sebelumnya.
 Membandingkan biaya peralatan manufaktur kotor dibagi dengan beberapa jumlah produksi
dengan tahun sebelumnya..

19-10 (Tujuan 19-4) Jelaskan hubungan antara sewa akrual dan pengujian substantif atas transaksi
untuk siklus akuisisi dan pembayaran. Aspek mana dari sewa akrual yang tidak diverivikasi sebagai
bagian dari pengujian substantif atas transaksi ?

Jawab:
Kewajiban akrual (Accrued liabilities), yang merupakan estimasi kewajiban yang belum dibayar
atas jasa dan manfaat yang telah diterima sebelum tanggal neraca. Kebanyakan kewajiban akrual
merupakan kewajiban dimasa depan atas jasa yang belum dibayar akibat berlalunya waktu tetapi
belum dibayarkan pada tanggal neraca. Verifikasi beban akrual bervariasi tergantung pada sifat
akrual dan situasi yang dihadapi klien. Bagi sebagian besar audit , akrual hanya memerlukan waktu
audit yang sedikit.

19-11 (Tujuan 19-4) Dalam meverifikasi utang usaha, merupakan hal yang umum untuk membatasi
sampel audit pada bagian item populasi yang kecil, sementara dalam mengaudit pajak properti
akrual, merupakan hal yang umum untuk memverifikasi semua transaksi selama tahun tersebut.
Jelaskan penyebab perbedaan tersebut.

Jawab:

19-12 (Tujuan 19-4) Dokumen mana yang akan digunakan untuk memverifikasi pajak properti akrual
dan akun beban terkait?

Jawab :

Saat auditor melakukan verifikasi pajak properti akrual, keseluruhan delapan tujuan audit terkait
saldo adalah relevan kecuali nilai realisasi. Dua hal ini dibawah merupakan hal yang penting, yaitu :

a. Properti yang diperhitungkan pajak akrualnya berada dalam skedul akrual. Kesalahan salam
memasukkan properti dimana pajak seharusnya dihitung akrual akan terjadi kurang saji pada
utang pajak properti (kelengkapan). Salah saji material dapat terjadi, misalnya jika pajak
properti tidak dibayarkan sebelum tanggal neraca dan tidak termasuk sebagai pajak properti
akrual .
b. Pajak properti akrual dicatat secara akurat. Auditor perlu memperhatikan konsistensi
perlakuan akrual dari tahun ke tahun (akurasi). Auditor menggunakan dua pengujian utama
yang memasukkan seluruh akrual. Auditor melakukan verifikasi akrual bersamaan dengan
audit pembayaran pajak properti tahun berjalan. Dalam audit, hanya terdapat sedikit
pembayaran pajak properti, tetapi setiap pembayaran sering kali material, sehingga bisa
diverifikasi satu sama lain. Auditor juga membandingkan akrual dengan tahun-tahun
sebelumnya.

19-13 (Tujuan 19-5) Sebutkan tiga akun beban yang diuji sebagai bagian dari siklus akuisisi dan
pembayaran atau siklus penggajian dan personalia. Sebutkan tiga akun beban yang tidak secara
langsung diverifikasi sebagai bagian dari kedua siklus tersebut.

Jawab:

19-14 (Tujuan 19-5). Apa yang dimaksud dengan analisis akun beban? Jelaskan bagaimana analisis
akun beban berhubungan dengan pengujian pegendalian dan pengujian substantif atas transaksi
yang telah diselesaikan auditor pada siklus akuisisi pembayaran.

Jawab :

Analisis akun beban (expense account analysis) melibatkan pemeriksaan auditor terhadap
pendokumentasian yang mendasari setiap transaksi dan jumlah yang terdiri dari rincian total akun
beban.
19-15 (Tujuan 19-2,19-5) Bagaimana pendekatan untuk memverifikasi beban reparasi akan berbeda
dari yang digunakan untuk mengaudit beban penyusutan ? mengapa pendekatan tersebut akan
berbeda?

Jawab :

19-16 (Tujuan 19-5) Sebutkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keputusan auditor tentang
apakah akan menganalisis suatu saldo akun. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut,
sebutkan empat akun beban yang umumnya dianalisis dalam audit.

Jawab :
Chapter 19

PERTANYAAN PILIHAN BEGANDA DARI UJIAN CPA

19-17 Pertanyaan berikut berkaitan dnegan pengendalian internal dalam siklus akuisisi pembayaran.
Pililah jawaban yang paling tepat.

a. Mana dari pengendalian berikut yang kemungkinan besar akan membenarkan pengurangan
penilaian tingkat risiko pengendalian untuk asersi eksitensi peralatan?
b. Akuisisi peralatan yang salah diklasifikasikan sebagai beban pemeliharaan kemungkinan
besar akan terdeteksi oleh pengendalian internal terhadap
c. Mana dari pengendalian berikut yang kemungkinan besar akan membenarkan pengurangan
penilaian tingkat risiko pengendalian untuk asersi eksitensi yang terkait dengan akun
peralatan?

19-18 pertanyaan berikut berkenaan dengan prosedur analitis dalam siklus akuisisi pembayaran.
Pililah jawaban yang paling tepat.

a. Mana dari perbandingan berikut yang paling bermanfaat bagi auditor ketika mengaudit laba
entitas dari akun beban ?
b. Kontroler Excello Manufacturing , Inc., ingin menggunakan prosedur analitis untuk
mengidentifikasi kemungkinan adanya peralatan yang menganggur atau kemungkinan
bahwa peralatan tersebut telah dilepas tanpa dihapus. Mana rasio berikut yang akan
memenuhi tujuan ini dengan baik ?
c. Mana dari prosedur analitis berikut yang mungkin menunjukkan bahwa beban reparasi dan
pemeliharaan tertentu telah dikapitalisasi secara tidak tepat?

19-19 Pertanyaan berikut berkaita dengan audit akun aset dalam siklus akuisisi dan pembayaran.
Pililah jawaban yang paling tepat.

a. Dalam menguji pelepasan peralatn yang belum dicatat, auditor kemungkinan besar akan
b. Apabila transaksi properti dan peralatan selama tahun berjalan cukup banyak, auditor yang
berencana menilai risiko pengendalian pada tingkat rendah biasanya akan melakukan
c. Dalam hubungannya dengan audit akun asuransi dibayar di muka, dari prosedur berikut
yang biasanya tidak dilakukan oleh auditor?

19-20 Pertanyaan berikut ini berkenaan dengan audit akun kewajiban atau aba dan beban. Pilihlah
jawaban yang paling tepat.

a. Auditor mungkin mencatat bahwa beban penyusutan tahunan terlalu rendah untuk kelas
aset dengan menyatakan
b. Tujuan utama auditor dalam menganalisis akun beban reparasi dan pemeliharaan adalah
c. Sebelum mengekplorasikan pendapat berkenaan dengan audit laba dan beban, auditor
harus memperoleh hasil dari audit laporan laba rugi dengan

Common questions

Didukung oleh AI

Audit reparasi dan pemeliharaan perlu diperlakukan berbeda dari audit penyusutan karena sifat dan tujuannya berbeda. Reparasi dan pemeliharaan berkaitan dengan pengeluaran yang terjadi untuk mempertahankan kondisi operasional aset, sedangkan penyusutan adalah distribusi biaya perolehan aset selama masa manfaatnya. Oleh karena itu, verifikasi reparasi lebih berfokus pada pengujian pengendalian terkait alokasi biaya sementara penyusutan memerlukan perhitungan alokasi biaya yang presisi .

Hubungan antara pengujian substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi dan pembayaran dengan verifikasi saldo asuransi dibayar di muka adalah bahwa pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi melibatkan pengecekan pembayaran premi selama tahun tersebut. Pengujian perincian saldo lebih ditekan pada asuransi dibayar di muka karena pembayaran premi sudah diuji. Ini memastikan adanya hubungan antara pembayaran (transaksi) dan posisi saldo akhir dari asuransi dibayar di muka .

Evaluasi kememadaian cakupan asuransi berfokus pada memastikan bahwa cakupan asuransi sudah cukup untuk menutupi risiko yang dihadapi perusahaan, sementara verifikasi asuransi dibayar di muka menekankan pada pengecekan bahwa saldo yang dilaporkan untuk premi asuransi di muka akurat dan sesuai dengan perhitungan serta bukti pendukung. Dalam audit tipikal, verifikasi asuransi dibayar di muka lebih penting karena langsung mempengaruhi keakuratan laporan keuangan .

Auditor menilai kecukupan pengendalian internal untuk asersi eksistensi peralatan dengan memeriksa sistem dan prosedur yang memastikan semua akuisisi dan pelepasan peralatan telah dicatat dengan baik. Misalnya, konfirmasi fisik dari peralatan, pencocokan dokumen akuisisi dan pelepasan, dan melihat histori perawatan serta penggunaan dapat memberikan keyakinan bahwa peralatan tersebut benar-benar ada dan tercatat dengan benar .

Auditor menerapkan beberapa prosedur audit untuk memastikan bahwa semua penarikan telah dicatat dalam sistem akuntansi. Metode tersebut termasuk melakukan verifikasi fisik terhadap aset yang ada dan membandingkannya dengan catatan akuntansi, menguji dokumen pelepasan atau penjualan properti, serta melakukan analisis dokumen untuk memastikan tidak ada aset yang hilang dalam catatan .

Beban dibayar di muka biasanya memiliki umur bervariasi dari bulan hingga tahun, dan sering kali dapat dikelola melalui prosedur analitis sederhana karena sifatnya yang kecil dan tidak terlalu material. Sebaliknya, audit terhadap aset tetap seperti properti dan peralatan memerlukan verifikasi fisik yang lebih rumit dan perhitungan akuntansi, karena aset ini memiliki nilai yang besar dan umurnya lebih dari satu tahun .

Auditor memverifikasi kewajiban pajak properti terakru dengan melihat skedul akrual untuk memastikan semua properti yang terhutang pajak tercakup dan dihitung secara akurat. Kesalahan dalam memasukkan properti bisa menimbulkan kurang saji. Auditor juga membandingkan konsistensi perlakuan akrual dari tahun ke tahun serta membandingkan dengan pembayaran tahun sebelumnya untuk memastikan keakuratan .

Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan auditor untuk menganalisis saldo akun termasuk materialitas saldo, kompleksitas transaksi yang mendasari, risiko terkait, dan perubahan signifikan dari periode sebelumnya. Empat akun beban yang umumnya dianalisis dalam audit termasuk beban penyusutan, beban reparasi dan pemeliharaan, beban asuransi, dan beban bunga karena masing-masing memiliki potensi dampak signifikan terhadap hasil keuangan .

Tujuan utama dari analisis akun beban dalam konteks pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi adalah memastikan bahwa semua transaksi yang mendasari dan jumlah yang dicatat dalam detail akun beban telah dialokasikan dengan benar dan sesuai dengan standar akuntansi. Analisis ini membantu mendeteksi pengeluaran tidak wajar atau kesalahan pencatatan yang dapat mempengaruhi keandalan laporan keuangan .

Jika risiko pengendalian klien terhadap akuisisi dinilai rendah, maka jumlah waktu yang dihabiskan untuk audit asuransi dibayar di muka biasanya lebih singkat. Ini karena alat bukti yang diperlukan dapat diperoleh dengan lebih mudah dan lebih dapat diandalkan, sehingga audit asuransi menjadi lebih efisien dan langsung .

Anda mungkin juga menyukai