Critical Book Report
Topik Bahasan : Getaran, Gelombang dan Bunyi
Dosen Pengampu :
PRODI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya
penulis dapat menyelasaikan tugas mata kuliah Fisika Umum II yang berjudul “Critical Book
Report”. Topik pembahasan pada tugas ini hanya berkaitan dengan getaran, gelombang dan
Bunyi. Penulis mengucapkan terimkasih kepada Bapak dosen yang telah memberikan
bimbingan dalam sistematika penulisan tugas ini.
Penulis juga menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan tugas ini.
Beberapa materi yang disajikan kurang memberikan informasi kepada pembaca. Diharapkan
kepada pembaca, untuk memberikan saran dan kritik yang membangun sehingga penulis akan
terus memperbaiki penulisan untuk tugas selanjutnya.
Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak dan semoga dapat
bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagi pembaca.
Medan, 14 Maret 2017
Penulis
Nama : Saskia Nur Santika
NIM : 4161121022
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................... ii
DAFTAR ISI........................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................1
1.1 Latar Belakang Masalah......................................................................................1
1.2 Tujuan Penulisan..................................................................................................1
1.3 Manfaat Penulisan...............................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN.....................................................................................................3
2.1 Identitas Buku....................................................................................................3
2.2 Ringkasan Isi Buku............................................................................................3
2.3 Penilaian terhadap Buku....................................................................................7
BAB III PENUTUP.............................................................................................................8
3.1 Kesimpulan........................................................................................................8
3.2 Saran..................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................9
LAMPIRAN........................................................................................................................10
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Saat ini ilmu fisika sedang maju dengan pesatnya. Berbagai perkembangan yang
berhubungan dengan ilmu pengetahuan erat kaitannya dengan fisika. Fisika adalah ilmu
yang sangat dibutuhkan dalam era ini dan manusia melakukan berbagai cara untuk
mengembangkannya.
Hal utama sebelum seseorang melakukan pengembangan dalam ilmu fisika,
seseorang harus memahami terlebih dahulu konsep yang ada di dalam fisika. Konsep-
konsep yang terdapat dalam fisika telah dijelaskan oleh beberapa ahli sehingga ke
akuratan data yang dihasilkan sangat baik. Konsep – konsep tersebut dapat dipahami
dalam sebuah media yaitu buku.
Saat ini buku fisika sudah banyak dikembangkan oleh masyarakat yang ada di
Inonesia. Materi- materi yang disampaikan sama antar satu buku dengan buku yang lain.
Akan tetapi, akan berbeda dalam metode penyampaian. Buku fisika yang ada di Indonesia
adalah salah satu media pembelajaran yang tepat untuk mahasiswa yang menempuh
pendidikan khususnya jurusan fisika dalam memahami materi fisika dan menambah
kajian referensi.
Bahan kajian yang menarik dan jelas membuat banyak mahasiswa lebih memilih
untuk mempelajari materi fisika dari buku. Akan tetapi, setiap buku yang ada di Indonesia
ini masih memeliki kekurangan dan kelebihan dalam penyajian. Untuk menanggapi hal
ini, perlu adanya kritik yang membuat kualitas buku menjadi lebih baik lagi. Mengkritik
adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang untuk menilai suatu kajian atau
pembahasan dengan melihat sisi kelamahan dan kelebihan dari kajian tersebut.
1.2 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan tugas ini adalah :
1.2.1 Bagaimana penyampaian topik pembelajaran getaran, gelombang dan bunyi
yang terdapat dalam buku Fisika Jilid 1 karya Giancoli.
1.2.2 Bagaimana kekurangan dan kelebihan dari buku Fisika Jilid 1 karya Giancoli.
1.3 Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari tugas ini adalah :
1
1.3.1 Untuk menambah wawasan kepada mahasiswa fisika berkaitan dengan teori
getaran, gelombang dan bunyi.
1.3.2 Agar mahasiswa memiliki pemahaman dan kemampuan untuk mengetahui
untuk dapat mencari referensi buku untuk belajar.
2
BAB II
RINGKASAN BUKU
2.1 Identitas Buku
Judul Buku : Fisika
Pengarang : Douglas C dan Giancoli
Penerbit : Erlangga
Tahun Terbit : 2001
Kota Terbit : Jakarta
Tebal Buku : 530 halaman
2.2 Ringkasan Isi Buku
Bab 11 Getaran dan Gelombang
Benda yang bergetar mengalami gerak harmonis sederhana (GHS) jika gaya
pemulih sebanding dengan simpangan,
F = -kx.
Simpangan maksimum disebut amplitudo.
Peroide, T, adalah waktu yang diperlukan untuk satu siklus lengkap (bolak-balik), dan
frekuensi,f, adalah jumlah siklus per detik; keduanya dihubungkan dengan persamaan
Periode getaran untuk massa m pada ujung pegas dinyatakan dengan
T=
3
GHS adalah sinusoidal, yang berarti bahwa simpangan sebagai fungsi waktu
mengikuti kurva sinus dan cosinus. Selama GHS, energi total terus
berubah dari potensial ke kinetik dan kembali lagi.
Pendulum sederhana dengan panjang L mendekati GHS jika amplitudonya kecil dan
gesekan dapat diabaikan. Periodenya dinyatakan dengan (untuk amplitudo yang kecil)
dimana g adalah percepatan gravitasi.
Ketika ada gesekan (untuk pegas dan pendulum yang riil), gerak dikatakan teredam.
Simpangan maksimum berkurang terhadap waktu, dan seluruh energi pada akhirnya diubah
menjadi panas.
Jika gaya osilasi diberikan pada sistem yang bisa bergetar, amplitudo getaran sistem
bisa sangat besar jika frekuensi yang diberikan sesuai dengan frekuensi alami (atau
resonan) dari osilator. Hal ini disebut resonansi.
Benda-benda yang bergetar berfungsi sebagai sumber gelombang yang merambat
keluar dari sumber. Gelombang pada air dan tali merupakan contoh. Gelombang bisa berupa
pulsa (satu puncak) atau kontinu (banyak puncak dan lembah).
Panjang gelombang sinusoidal yang kontinu adalah jarak antara dua puncak yang
berurutan.
Frekuensi adalah jumlah panjang gelombang penuh (atau puncak) yang melewati
suatu titik tertentu per satuan waktu.
Kecepatan gelombang (seberapa cepat suatu puncak merambat) sama dengan hasil
kali panjang gelombang dan frekuensi,
4
Amplitudo gelombang adalah ketinggian maksimum suatu puncak, atau kedalaman
lembah, relatif terhadap posisi normal (atau seimbang).
Pada gelombang transversal, osilasi tegak lurus terhadap arah rambatan gelombang.
Satu contoh adalah gelombang pada tali.
Pada gelombang longitudinal, osilasi terjadi sepanjang (sejajar dengan) lintasan
rambatan, suara merupakan suatu contoh.
Gelombang terpantul dari benda-benda pada lintasannya. Ketika sebuah muka
gelombang (dari gelombang dua- atau tiga- dimensi) menabrak sebuah benda, sudut pantulan
sama dengan sudut datang. Ketika sebuah gelombang sampai pada batas antara dua materi
dimana ia bisa merambat, sebagian gelombang dipantulkan dan sebagian lagi ditransmisikan
Ketika dua gelombang melalui daerah yang sama pada ruang pada saat yang sama,
mereka berinterferensi. Simpangan resultan pada tiap titik dan waktu adalah jumlah
simpangan mereka secra terpisah; hasil ini bisa berupa interferensi konstruktif, inteferensi
destruktif atau diantaranya bergantung dari amplitudo dan fase relatif gelombang-gelombang
tersebut.
Gelombang yang merambat pada tali (atau medium lain) dengan panjang yang tetap
berinterferensi dengan panjang yang dipantulkan dari ujung yang lainnya dan merambat
kembali dengan arah yang berlawanan. Pada frekuensi-frekuensi tertentu, gelombang berdiri
dapat dihasilkan dimana gelombang tampaknya berdiri diam dan tidak merambat. Tali (atau
medium lain) bergetar sebagai satu kesatuan. Peristiwa ini merupakan fenomena resonansi
dan frekuensi dimana gelombang berdiri terjadi disebut frekuensi resonan. Titik-titik
interferensi konstruktif (amplitudo maksimum dari getaran) disebut perut.
Bab 12 Bunyi
Bunyi merambat sebagai gelombang longitudinal di udara dan materi lain. Di udara,
laju bunyi bertambah terhadap temperatur; pada 20◦ C, besarnya sekitar 343 m/s.
Ketinggian nada bunyi ditentukan oleh frekuensi; makin tinggi frekuensi, makin
tinggi nada.
Jangkauan pendengaran dari frekuensi untuk manusia sekitar 20 sampai 20.000 Hz
(1 Hz = 1 siklus per sekon).
5
Kenyaringan atau intesitas bunyi berhubungan dengan amplitudo gelombang.
Karena telinga manusia dapat mendeteksi intesitas bunyi dari 10 -12 W/m2, tingkat intesitas ,
yang dinyatakan dalam desibel, didefinisikan dalam intesitas I sebagai :
di mana intesitas acuan I0 biasanya diambil sebesar 10-12 W/m2.
Alat-alat musik merupakan sumber bunyi sederhana di mana dihasilkan gelombang
bunyi.
Senar alat musik bisa bergetar secara keseluruhan dengan simpul tertutup yang hanya
terdapat di ujung-ujung; frekuensi di mana hal ini terjadi disebut frekuensi dasar. Senar juga
bisa bergetar dengan frekuensi yang lebih tinggi, yang disebut nada tambahan atau
harmoni, di mana ada satu atau lebih simpul tertutup tambahan. Frekuensi setiap harmoni
merupakan kelipatan bilangan bulat dari frekuensi dasar.
Pada alat musik tiup, gelombang berdiri dihasilkan di kolom udara di dalam tabung.
Udara yang bergetar di tabung terbuka (terbuka di kedua ujungnya) memiliki simpul
terbuka simpangan di kedua ujungnya. Frekuensi dasar berhubungan dengan panjang
gelombang yang sama dengan dua kali panjang tabung. Harmoni mempunyai frekuensi yang
besarnya 2,3,4,... kali lipat dari frekuensi dasar, sebagaimana untuk senar.
Untuk tabung tertutup (tertutup di satu ujung), frekuensi dasar berhubungan dengan
panjang gelombang yang sama dengan panjang tabung. Hanya harmoni ganjil yang ada, sama
dengan 1,3,5,7,... kali lipat frekuensi dasar.
Gelombang bunyi dari sumber yang berbeda dapat berinteferensi satu sama lain. Jika
dua bunyi mempunyai frekuensi yang sedikit berbeda, layangan dapat terdengar dengan
frekuensi yang sama dengan selisih frekuensi kedua sumber.
Efek Doppler mengacu pada perubahan ketinggian bunyi yang disebabkan oleh gerak
dari sumber atau pendengar. Jika keduanya saling mendekat, ketinggian bunyi lebih tinggi;
jika mereka menjauh, ketinggian bunyi lebih rendah.
6
7
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Kelebihan Buku
Dalam cakupan materi, buku ini meberikan penjelasan yang jelas dan rinci dipahami
untuk dalam struktur penulisan. Penulis membuat buku dengan sangat baik sehingga materi
yang satu dan yang lainnya saling berkaitan. Bahasa penyajian komunikatif. Selain itu, untuk
lebih memahami akan materi pembahasan, penulis memberikan contoh soal dan pembahasan
agar pembaca dapat mengukur kemampuan terhadap pemahaman akan materi tersebut.
Bukan hanya soal fisika biasa akan tetapi, contoh soal dan pembahasan soal fisika juga ada.
Selain itu, ada info – info fisika yang unik terdapat pada tiap halaman, rangkuman di akhir
bab dan Latihan Soal. Selain itu dalam setiap pokok bahasan diberikan gambar dan grafik
pendukung penyampaian materi yang disajikan.
3.2 Kekurangan Buku
Materi yang disampaikan jelas dan mudah dipahami, akan tetapi tampilan kajian
kurang menarik karena tidak berwarna sehingga bebrapa mahasiswa kurang tertarik untuk
membacanya. Selain itu, butuh beberapa buku referensi untuk menambah kajian wawasan
pembaca..
8
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Dalam memahami materi fisika yang berkaitan dengan getaran dan gelombang
terdapat istilah oenting seperti periode, frekuensi, kecepatan gelombang dan panjang
gelombang. Dalam bab 12 khusunya yang membahas tentang bunyi penulis buku
telah memaparkan materi dengan sajian yang sangat bagus dan direkomendasikan
sebagai buku referensi.
Buku ini layak untuk disajikan, cakupan materi yang diberikan mudah
dipahami untuk mahasiswa FMIPA UNIMED dalam matakuliah fisika umum 2.
Bahasa yang luwes dan penulisan yang terstruktur membuat buku ini dapat dijadikan
referensi dalam pembelajaran.
4.2 Saran
Sebaiknya materi yang disajikan dapat diperbanyak penjelasan akan
penyajian, dalam hal penyajian harus dibuat lebih menarik dan berwarna dan
kesalahan dalam penulisan dapat diperbaiki untuk cetakan selanjutnya.
9
DAFTAR PUSTAKA
Giancolli, Douglas C. 2001. Fisika .Erlangga : Jakarta
10